Jumat, 19 Mei 2017

PESHWA BAJIRO EPISODE 58 ( 12 Mei 2017 ) : PERTEMUAN BAJI DENGAN MALHAR RAO HOLKAR, BAJI BERTARUNG MELAWAN PALE KAHAN SEORANG DIRI

Tayangan Sony Tv : 12 April 2017

PESHHWA BAJIRAO EPISODE 58 12 MEI 2017
DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE


Balaji, Baji dan Khaas melihat Mughal  telah tega membakar  rumah penduduk di desa Marathi. kobaran api semakin membesar. dan semua penduduk di desa berlarian unntuk menyealamatkan diri mereka, Balaji menyelamatkan seorang anak. Seorang anak memberitahu pada Balaki "Ini semua karena kau yang telah memberikan ancaman, inilah balas dendam mereka". Semua penduduk menyelahkan Balaji. Seorang anak gadis sangat cemas dan ia terus menangis mencari dan memanggil ibunya,Baji mengatakan pada anak itu "aku akan segera menemukan ibu mu".  Seorang wanita datang dan memintanya intuk tidak menyentuh gadis itu dan kemudian menyalahkan Baji dan juga Balaji atas kebakaran yang terjadi di rumah penduduk.

Sorang pria datang ke hadapan Balaji dan semua pendudukbersama dengan dua pria lainnya, mereka  terus memperovokasi semua warga desa terhadap Balaji, mereka melemparkan batu pada Balaji, Baji berteriak memanggil ayahnya, namun salah seorang pria itu menyelengkat kaki Baji dan ia terjatuh, Baji dan pria itu bertatapan mata, dan sesorang meminta agar Balaji pergi. Penduduk desa yang sangat marah terus melempari batu dan kemudian anak buah Balaji melindungi Baji agar terhindar dari lemparan batu penduduk. Anak buah Balaji perlahan mundur dari amukan warga desa.

Putra Dhana ji sedang tidur terlelap di kamarnya, sesorang mengetuj pintu, dan mengambil pedangnya lalu membukakan pintu dan melihat Baji dan Balaji sedang berdiri di hadapannya. Baji mengatakan "Apakah kau tidur... Mughal terlah membakar rumah penduduk". Balaji mengalam "Kita haris memecahkan masalah ini dan menghentikan permusuhan...  "Kita harus memberitahukan tentang hal ini pada Tara Rani Bai untuk memberikan bantuan prajurit". Putra Dhana Ji mengatakan "Kita tidak akan memangggil sena dan memintarnya untuk menemukan solusinya sendiri". Baji dan Balaji pergi dari sana dengan sangat kecewa. Balaji setuju dengan usulannya. Baji mengatakan pada Balaji "Salah satu kebutuhan adalah dengan menjadi kuat untuk dapat melakukan apapun di dunia ini".

Baji membuat rencana dari tebu dengan memutarkan sebuah roda yang sedang  ia putar pada telunjuknya dan kemudian melemparkannya, dan setengah batang tebu terkena. Khaas mengatakan " Itu hanya akan memotong semua tanaman". Baji mengingat dengan semua penyiksaan yang telah di lakukan Mughal, Baji kembali mengambil roda dan melakukan cara yang sama dan ia berhasil memotong batang tebu dengan sempurna, Baji kembali mengambil ring dan kembali memutarnya di jari telunjuknya dan berhasil memotong batang tebu di pohon yang lain. Balaji datang menemui Baji bersama dengan anak buahnya.  Balaji mengatakan "aku akan meminta bantuan dari kota tenangga dan memberikan jawaban pada sema prajurit". Baji meminta Khaas untuk mengajarkan Baji dan mengatakan "Kemarahan yang telah membakar diri kita sendiri". Balaji mengambil ring/ roda di tangan Baji dan melakukan hal yang sama dan ia berhasil memotong batang tebu tepat sasaran dan membuat semua orang terkejut.

Keesokan paginya, Baji berdiri di tengah bara api dengan memegang ketiga buah mangkuk, Khaas berjalan mengelilingi Baji dan melatih Baji, Khaas mengatakan  Sebelum tubuh dan hati lelah". Mereka mendengar sura ringkikan kuda dan beberapa orang pria yang saat itu memprovokasi semua penduduk desa Marathis datang untuk memperovokasi Baji dengan mengatakan " mungkin itu mudah bagi mu karena kau tidak tahu apa-apa". Satu mangkuk di atas kepala Baji terjatuh namun Baji masih tetap bertahan dengan memegang dua mangkuk di tangan kiri dan kanannya dan tidak terpengaruh, ketiga pria itu pergi, Khaas meletakkan mangkuk yang lainnya di atas kepala Baji. Khaas memperbaiki posisi Baji kemudian Baji, Balaji dan semua anak buahnya sedang berlatih memukul air,   Baji akan membelah kayu namun berulang kali Baji gagal,  Khaas meminta pada Baji untuk belajar Neeti sebelum ia menyerang musuh dan membuat Baji termotivasi dan berkata "har..har Mahadev" dan kemudian Baji berhasil membelah kayu dengan kekuatannya

Pihak dari Marathi mengatakan bahwa mereka membutuhkan uang yang sangat banyak untuk mendukung perkembangan masyarakat, Pale Khan datang lalu melemparkan batu dan bertanya "apakah subedar sedang kawin lari sehingga ia lupa untuk membawa anaknya?". Hal itu membuat Baji sangat marah tapi ia mengendalikan kemarahannya, Mereka meminta agar Baji tidak tinggal diam dan mengabaikan sikap mereka yang telah melecehkan. 

Baji berkata "Jika kau tidak bisa melakukan apapun maka kau memberikan perintah untuk melawan yang lain, Baji melihat semua penduduk berdiri memperhatikan ... Baji berkata " kita tidak akan nosa menang penduduk desa sudah tidak percaya lagi". Ketiga orang provokasi datang berdiri di dekat penduduk yang sedang berkumpul, Baji akan mendekati Pale kahan dan prngikutnya mengeluarkan pedang namun Baji menolak dan menghampiri Pale Khan. 

Pale Khan mengatakan "Apakah kau ingn bertarung melawan ku?". Baji mengatakan "aku akan menghukum mu karena kau telah menginjakkan tanah kamu". Pale Khan mengelurkan belatinya dan menyerang Baji namun Baji menahan semua serangannya dan mengalahkannya, sekali lagi Pale Khan mengatakan "kau cukup berani" dan menyerang dan membalas kekalahannya dan Baji mengalahkannya, namun Pale Khan sangat marah ia menarik pedang dari prajuritnya dan menyerang Baji, Baji menendang pedangnya hingga terjatuh dan bertubi-tubi memukuli Pale Khan hingga babak belur. Baji akan di serang namun pria pemprovokasi penduduk desa berteriak untuk menyelamatkan dirinya. Pria pemprovokasi itu menarik prajurit Mugahal dengan tali dan muncul dihadapan Baji dan bertanya "Mengapa kau tidak bertarung dengan ku saja?".

Baji mengatakan "karena kau juga marathi dan hanya sendiri akan membuat Marathi menang dan tidak akan melawan bersama dengan mu". Baji memerintahkan anak buahnya untuk menangkap semua orang dari Mughal. Sorang pria mengatakan "aku sangat senang setelah terbukti salah".  Dengan diam-diam Pale Khan bangun dan akan menyerang Baji kembali namun pria Provikator itu memberikan isyarat sehingga Baji bisa selamat dari serangannya dan mengalakhan Pale Khan. Khaas datang dan menemui Baji sedang melawan pengacau dari Mughal dan kemudian mereka memasukan semua orang Maughal kepenjara, Khaas memuji keberanian Baji dan Baji tersenyum namun satu prajurit pendukung Mughal bergegas pergi. Pria provokator kemudian memperkenalkan dirinya dan berkata " aku Malhar Rao Holkar akan bersumpah membantu Baji dalam perjuangannya untuk Swaraj". Baji tersenyum dan mereka berjabat tangan dan berpelukan sebagai tanda persahabatan, Khaas dan semua prajurit Marathi tersenyum senang

.
Precap:
Naser datang dan meminta Baj datang kehadapannya, dan menacam bahwa dirinya akan  membunuh parajurit  karena  tidak bercerita tentang Baji. Baji datang dan melihatnya mati.

Sabtu, 06 Mei 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 56 : NASER DATANG BERSAMA DENGAN QAMMERUDDIN UNTUK MENGUSIR BAJI DAN BALAJI PERGI, KHAN MELATIH BAJI BERTARUNG PEDANG

Tayangan Sony tv : 10 April 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 56
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Balaji bersama dengan Baji duduk di batu di depan tenda Balaji memberikan deskripsi tentang seorang pria dan berkata  "ia tahu bagaimana menggunakan semua senjata dan ia bukanlah manusia tetapi juga sebagai contoh". Baji dan Balaji melihat Khas datang kesana, ia siap untuk mengajarkan Baji untuk berjuang, Baji mengatakan "Paman Khas, jika kau akan bertarung dengan ku?". Khas mengatakan "Ketika aku berada di perang maka aku adalah seorang prajurit dan bukan paman"
Aurangzab mengatakan bahwa Shuji adalah tawanannya dan jika ia haus darahnya maka akan dengan keinginannya, Aurangzeb mengatakan pada prajurit " mata Shuji terbuka  hanya di Aurangabad saja". 

Balaji mengajak Baji ke tenda penyimpanan senjata, mereka mencakupkan tangannya di hadapan senjta, Balaji mengambil belatinya dan mengulurkan tangannya dan memegang tangan Baji, lalu Balaji mengiriskan jempol Baji dan meneteskan darah di dekat lilin diya, lalu melakukan tilak darah di dahi Baji, Baji menyentuh kaki ayahnya untuk mengambil berkat dari Balaji, kemudian Khas datang mengikatkan selendang merah muda dan Baji menyapanya. Balaji mengatakan "kau memiliki kekuatan dan mengatakan "kau harus memilih senjata mu hari ini". Baji mengingat tentang Tara Rani Bai ketika memberikan berkat untuknya ketika mendapatkan pedang dan mengatakan ""aku akan mulai berkelahi dengan pedang". Khas mengambil pedang dan mengatakan "kau akan mendapatkan pedang ini ketika kau belajar pelajaran pertama perang". Baji bertanya "apakah ini merupakan pelajaran pertama?". Balaji memberikan sebuah pedang pada Baji dan mengatakan bahwa pelajaran pertama merupakan perlindungan diri dan memberitahu tentang semua pelajaran, 

Balaji, Khas dan Baji ke sebuah ruangan lainnya, Khas meminta Baji menyetangnya dan mengatakan "kita akan memulai pelajararan pertama dari perlindungan diri". Balaji meminta Baji untuk menyerang pada matanya dan kemudian ke kakinya dan berhasil mengalahkan Khas. Baji menuruti  seperti ucapan Balaji namun dikalahkan oleh Khas. Balaji mengatakan pada Khas "Baji harus belajar untuk betdiri dan belajar dari kesalahannya". Balaji dan Khas meninggalkan Baji sendirian, ia mengusapkan darah yang keluar dari mulutnya lalu memperaktekan semua gerakan Khas. Balaji, Khas dan Prajurit Marathi sedang makan malam bersama, Prajurit Marathi menanyakan tentang Baji, Balaji mengatakan "Baji tidak akan mersakan lapar karena ia lebih fokus pada pelajaran pertahanan diri". Balaji tampak cemas dan menatap ke arah ruangan yang sepi dan gelap

Dirumah Radha Bai, Radha meminta Gitiya untuk memakan makanannya namun Gotiya menolaknya dan mengatakan "Shakti ku adalah Baji, bagaimana bisa Baji pergi tanpa memberitahu ku?". Radha mengatakan "Baji pergi berama dengan Balaji Daulatabad karena keadaan dan mengatakan sekarang dia belajar di Paathshaala ayahnya. Gotiya mengatakan ia akan meminta izin orang tuanya dan akan pergi ke Daulatabad. Gotiya sangat sedih dan ia pergi meninggalkan Radha.

Keesokan paginya, Baji masih belajar memperaktekan semua jurus dan ia kembali berkelahi dengan Khas yang dengan diam-diam akan menyerangnya namun Baji berhasil mengalahkannya. Balaji datang dan tersenyum. Khas mengatakan "kau telah berhasil belajar perlindungan diri dalam satu hari". Balaji mengatakan "ini baru awal, tapi kau harus belajar lebih banyak hal". Baji menatapnya dan kemudian mereka dayang ke sebuah temoat dan melihat beberapa kotak yang hilang, dan mereka terkejut.

Balaji marah dan beteriak memanggil Sizar dan bertanya "Dimana kotak itu?". Seorang pria mengatakan bahwa ia telah mengirimkan kotak tersebut bersama dengan Treasury pada sesorang. Mereka mendengar ringkikan suara kuda dan bergegas pergi keluar. Utusan Naser datang dan menyiapkan sofa untuk Naser, Naser datang dengan menunggangi kudanya. semua Sarddars Marathi menyambutnya. Naser dengan santainya duduk. Baji terlihat sangat marah dan meneggurnya namun Naser sangat marah dan mengeluarkan pistolnya  mengatakan "aku telah mengambil piama di Saswad".. "tapi ini bukan Saswa tapi Daulatabad". Semua orang sangat terkejut, Naser meneggaskan " Jika aku menekan pelatuk maka kedua anak dan ayah ini akan di bunuh... Saswad adalah rumah mu dan tikus menjadi harimau di rumah". Kemudian Qammeruddin datang dan menimpali ucapan Naser "di Daulatabad  harimau hanya akan menjadi tikus". Mendengar hal itu Naser tersenyum dan menyapa ayahnya. Seorang Pria Marathi menyapa nya. Qammeruddin melihat Balaji dan Baji. Naser mengatakan "aku tahu bahwa kau akan menanyakan pertanyaan yang kekanak-kanakan, bagaimana bisa perwakilan datang ke wilahay Mughal?"

Qamer Uddin mengatakan "marathis hanya akan menghormati orang setelah kematian mereka". Qammeruddin bertanya "apakah kau sudah menyelamatkan Ajinkya Tara, namun Tara Rani tidak memberikan apa-apa dan kalian malah di kirim  ke sini untuk mati. Jika kau Mughal, maka sudah pasti kau  akan mendapat jageers dan hadiah" ..  Balaji mengatakan "aku  tidak takut mati". Qamer Uddin meminta Naser untuk bermain dengan mainannya. Naser melempar senjatanya dan mengatakan "jika aku  membunuh mereka maka mereka akan menjadi Marth dan akan dihormati, tapi kau  tidak dapat melihatnya". "aku  akan menghancurkan Balaji seperti semut". Lalu Naser melemparkan pistol dan prajurit menangkapnya

Baji meminta Naser tidak lupa bahwa ia telah mengalami kekalahan sebelumnya, Baji mengambil pedang dan akan menyerang Naser namun Naser menangkis dan memegangi tangan Baji, Naer ngat marah kemudian mengarahkan belatinya di lehernya dan membuat pedang Baji jatuh. Naser kemudian meminta Balaji untuk memegang anaknya dan pergi, dan mengatakan jika aku melihat  kau masih  di Daulatabad lagi maka akan membuat hidup mu  sebagai neraka lalu  memberi mereka waktu hanya satu hari. Qamer Uddin mengatakan "kita akan memiliki permusuhan dengan kejujuran dan meminta Naser datang"  Naser datang bersama  dengan Qameruddin. Balaji dan Baji hanya menatap mereka. Naser terus menghina  Marathis sebelum pergi.

Khas terus melatih melawan dengan pedang, Baji bertanya pada ayahnya Balaji " ayah mengapa kau tidak membalas Naser dan Qammeruddin?" Balaji mengatakan "mereka hanyalah memperovokasi kita saja, tapi kita akan menunjukkan pada mereka apa yang akan kita lakukan". Khas meminta Baji untuk berkonsentrasi pada latihan pertarungan pedangnya dan mengatakan "Musuh tidak akan mengasihani diri mu Baji"

Baji dan Khaas berjuang dan saling melawan. Baji membayangkan Naser dan latihan perkelahian liar dengan Khaas. Balaji mengatakan bahwa Marathi kami akan percaya diri dan meminta Khas untuk bersiap-siap untuk perang Baji mengalahkan Khaas dan mengatakan Hamari matrabhoomi, Hamara desh, "mengapa kita harus pergi?"  Sekali lagi Baji  bertanya" mengapa. Semua orang terkejut melihat tekadnya untuk Swaraj".
Precap:
Balaji memberitahu penduduk desa yang memberikan pajak untuk Mughal dan tidak punya uang untuk memberinya. Khan datang dan mengatakan mereka tidak akan mendengarkan mu. Baji datang dan  me;lemparkan tali dan Baji sangat marah 

Selasa, 02 Mei 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 55 : RENCANA AURANGZEB UNTUK MENGURUNG SHAUJI, BALAJI DAN SEKUTUNYA BERTARUNG DENGAN UTUSAN MUGHAL

Tayangan Sony TV : 7 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 55
Balaji datang besama dengan Baji dan sekutunya menunggangi kuda mereka, seorang pria paruh baya terkejut dan menjatuhkan kendi air di tangannya. Balaji memberikan salam pada Subedar lain yang saat itu sedang beristirahat dan sedang di pijat. Balaji mengatakan " Mughal telah mengambil pajak dari semua orang dan meminta kau untuk beristirahat disini.., Pria itu bertanya "Kau siapa?". Baji mengatakan "Shri Balaji.. dia utusan Rani Saheb". Semua orang beangun dan memberi salam. Balaji mengatakan pada subedhar Shridar "dia ingin displin dan atruan garus di ikuti, dan siapa pun yang tidak setuju dengan aturan tersebut akan di hukum".  Seorang pria mengatakan "Kau tidak tahu bagaimana Pale Khan". Balaji mengatakan "aku tidak tahu.., tapi mengapa kau menjadi budaknya?" Sorang pria mengatakan "Itu mudah untuk berbicara besar, tetapi sulit untuk melaksanakannya". Baji mengatakan "Kami telah dayang kesini untuk merubah tempat dan percayalah pada kami"
Balaji bertanya "apa yang harus kami lakukan agar kau percaya pada kami?". Pria itu mengatakan pada Balaji "hentikanlah Mughal untuk mengambil pajak, dan hentikan mereka untuk pergi menemui Aurangzeb".

Di istana Mughal, seorang pria  sedang berbicara dengan Aurangzab, namun hal itu hanya membuat Aurangzeb tertawa dan mengatakan "Tara Rani Saheb sekarang akan mengerti jika seorang wanita tidak akan pernah bisa bersaing dengan seorang pria". Seorang utusannya datang dan memberitahu jika prajurit mereka telah ditahan oleh Tara Rani Bai di suatu tempat dimana tidak ada air. Aurangzeb sangat terkejut dan batuknya semakin parah, dia semakin sangat marah sehingga ia mengeluarkan batuk darah dan kemudian Aurangzab mencekik leher utusannya dan membunuh orang itu, Aurangzeb mengatakan "aku ingin daccan sebelum kematiannya". 

Baji bersama dengan Balaji dan sekutunya mengintip di balik pepohonan dan menunggu kedatangan bangsa Mughal di kegelapan malam . Baji mengajukan pertanyaan pada Balaji, Balji mengatakan "Kita akan menyerang mughal secara tiba-tiba". Baji mengatakan "sekarang Mughal akan kembali kehilangan". Balaji meminta untuk kelbali jika Baji takut. Pria Mughal mengluarkan pedang mereka, Balaji dan semua sekutunya menarik pedangnya dan bersiap-siap untuk melawan.

Aurangzeb mengatakan pada Qammeruddin tentang Sraddas, Qammeruddin mengatakan "aku akan pergi kesana untuk mengagalkan rencana Tara Rani Bai". Aurangzeb mengatakan "aku yang akan pergu dan akan mengagalkannya dengan tangan ku sebelum kematian ku datang". Aurangzeb terus terbatuk, dan Qammeruddin bertanya "apakah kau baik-baik saja?". Aurangzeb mengatakan "hanyalah besi tua, dia tidak akan rusak... ibu mu dulu tinggal disana, biarkan mereka tahu jika harimau tidak akan lupa untuk menyerang bahkan jika itu baik-baik saja"... aku ingin mengunci Shahuji di Aurangabad tempat dimana dulu aku pernah mengunci ayah ku". Qammeruddin mengatakan :itu merupakan kartu truf kami".

Dikamar Shauji, beberapa prajurit datang namun Shahuji  menolaj untuk pergi sampai ada yang memberitahu kemana mereka akan memba dia dan juga ibunya pergi, seorang prajurit itu memkasa sehingga Shauji melawan mereka dan mencabut belati dari prajurit itu lalu mengarahkannya ke lehernya, Shauji mengatakan "jika aku tidak bisa menjadi kekuatan dari orang-orang ku maka aku tidak akan datang dalam ketidak berdayaan mereka". Shauji mendorong dan semua prajurit terjatuh, tangan Sahuji masih memegang belati, ketika Shuji akan bunuh diri, sebuah benda/ jarum  melesat dan menacap di lehernya.  Sahuji melepaskan jarum beracun itu dari lehernya, Sahuji jatuh pingsan dan Aurangzeb datang kesana

Balaji mengunci pintu sebuah ruangan. Semua orang sedang berkumpul, Shridar datang kesana. Baji mengatakan pada Shridar ji "sudah kukatakan tidak ada hal yang mustahil bagi ku". Shridar mengatakan "Bahkan akan ada yang musthalil bagi Mughal" dan membuat Baji dan Balaji terkejut. Baji duduk sendirian di batu di dekat tenda, Balaji datang menemuinya, dan bertanya pada Baji "apakah kau sudah jehilangan keluarga mu?" Baji mengatakan "Kita harus berjuang melawan Mughal dan harus membangun Maarathis dan menyingkirkan rasa takut mereka"... tapi aku tidak akan memiliki kwalitas Yodha".

Balaji mengatakan "Veer harus menjadi Ran Veer... kau harus belajar Yodh kala". Baji bertanya " apakah kau akan mengajarkan aku ayah?". Balaji mengatakan "yaa.., kau telah menemukan posisi mu". Baji bertanya "siapa dia?". Balaji menceritakan tentang orang yang ahli dan dapat mengalahkan siapa saja dan dapat mengunakan senjata apapun, Balaji menhelaskan "ia bukan manusia, tapi sebuah contoh".

Percap :
Qameruddin bertanya  pada  Balaji "Kau datang untuk mati disana?".  Qammeruddin meminta Naser untuk bermain dengan mainannya/ Baji menatap mereka dan tegang