Rabu, 31 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 96 ( 5 JUNI 2017) : GOTIYA MENTERTAWAKAN BALU SAAT MENGHAPUS TULISAN DI TEMBOK RUMAH RADHA, CHANDRASEN MENGUNGKAPKAN KEINGINANNYA PADA AYAHNYA DHANA JI

TAYANG SONY TV : 5 Juni 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 96
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


--------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------





Chandrasen memberitahu pada Shahu " banyak sardaars mendukung mu, aku berpikir untuk pergi ke sana, baba ku mengatakan di mana ada kesatuan, pasti ada sebuah kemenangan". Dhana ji setuju dengan Chandrasen. Shahu ji meminta Chandrasen untuk pergi. Chandrasen pergi. Baji meragukan Chandrasen dan mengatakan pada Balaji " Chandrasen akan memberi keberanian pada para sainik, dia melarikan diri daulatabad saat perang dimulai". Dhana ji mendengarnya dan bertanya "apakah kau masih meragukannya?". Balaji mengatakan" tidak". Dhana ji mengatakan "kebenaran harus diucapkan bahkan jika hal itu pahit" Baji meminta maaf dan mengatakan' itu adalah tindakan pencegahan". Dhana ji bilang"aku yakin anak ku akan membuktikannya pada mu dan tindakan pencegahan mu salah"

Gotiya bernyanyi dan mentertawakan Balu, saat Mukhiya ji menunjukkan sendal ditangannya dan  meminta pada Balu menghapus Deshdrohi dari dinding rumah Radha. Mukhiya meminta maaf pada Radha. Radha meminta anak-anaknya masuk di dalam dan menutup pintu. 

Shahu ji mengatakan pada Balaji  " Chandrasen sibuk memperkuat ptajurit" dan meminta Balaji untuk membantunya membuat daftar posisi yang akan diberikan pada sardaars. Bappa ji datang  bersama dengan orang-orangnya dan mengingatkan Balaji tentang janjinya. Balaji meyakinkannya dan per  mengatakan  Sardaar mengatakan pada Bappaji bahwa ia harus terus mendesak Balaji, Bappaji mengatakan "aku akan melihat manfaatnya terlebih dahulu" dan tertawa.

Chandrasen menceritakan tentang seekor rusa dan harimau, dan mengatakan pada sainak "mereka memiliki bahaya dengan Shahu ji" Chandrasen menghasut prajurit untuk melawan shahu ji, dan bertanya" apakah kau akan mendukung Shahu ji yang meninggalkan ibunya di tahanan mughal dan Shiva Raze yang meninggalkan istana karena keselamatan ibunya..., apakah kau ingin menjadikannya Raja yang tidak menyerang musuh-musuhnya dan berteman dengannya, atau raja lainnya yang telah bersumpah untuk membunuh musuhnya". Malhar mendengarnya dan berpikir "mengapa Chandrasen melakukan ini?"
Malam hari, Balaji sedang memperaktekan pedang di depan Baji dan menumpukan satu persatu senjata, Balaji mengatakan pada Baji " seseorang akan menjadi menteri raja yang mengenalnya dan senapati adalah orang yang sangat memahami musuh, Dhana ji kompeten untuk menjadi Senapati dan telah bekerja bertahun-tahun di istana Tara Rani Bai, sampai Dhana ji hidup, tidak ada yang bisa membahayakan Shahu ji". Baji bertanya "bagaimana kau tahu posisi mana yang akan diberikan pada siapa di mantra pratishad". Baji bertanya "apakah menurut mu Bappa ji benar untuk posisi Peshwa". Balaji bertanya "apa yang salah jika dia menjadi Peshwa?". Baji mengatakan pada Balaji " untuk pemilihan peshwa, seseorang tidak akan melihat berapa banyak pendukung yang menyertainya, namun harus diberikan pada mereka yang mencintai Swaraj dan memiliki kekuatan untuk mengubah sejarah". 
Balaji bertanya" apakah kau memiliki seseorang yang menurut mu tepat? "Baji bilang" kau" Balaji terkejut  menjatuhkan semua tumpukan senjata dan mengatakan" aku ingin bekerja untuk semua orang dan tidak memerintah mereka, aku sudah berjanji pada Bappa ji dan harus memenuhi janji ku". Balaji memegang tangan Baji dan menulis nama Bappa ji. Baji marah dan keluar meninggalkan ayahnya. Baji hanya terdiam di koridor,  Baji mendengar suara  langkah kaki sesorang  dan berpikir" apa yang terjadi?" Baji berpikir" pria yang lenyap yang berbicara dengan Chandrasen dan hal itu tidak bisa menjadi kejadian yang tidak disengaja.. aku harus pergi ke Shahu ji"

Chandrasen akan pergi menemui Dhana ji saat  memikirkan kata-kata Qameruddin untuk membunuh ayahnya dan pergi ke kamar Dhana ji. Dhana ji mengeluarkan pedang saat mendengar suara bising dan berhenti melihat Chandrasen berdiri di depan pintu. Dhana ji bertanya "apa yang kau lakukan di sini, kau mengatakan kau akan kembali di pagi hari". Baji datang menemui Shahu ji dan bertanya "apakah semuanya baik-baik saja?". Sevak mengatakan  pada Baji "tidak akan terjadi apa-apa dalam perlindungan Dhana ji". Chandrasen melihat pedang ditangan Dhana ji.  Dhana ji melemparkan pedang di tempat tidur dan mengatakan" kau takut menjadi anak ku dan menaruh pedang itu di tempat tidur?". Chandrasen masuk ke dalam kamar Dhana ji dan menutup pintu. Chandrasen mengatakan pada dhana ji " aku ingin memberitahu mu sesuatu, tapi tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya". Dhana ji memintanya untuk mengatakannya. Chandrasen mengatakan" aku mencoba untuk melakukan pembunuhan Shahu ji". Dhana ji kaget.

Baji berlari menuju kamar Dhana ji dan mengira hidupnya dalam bahaya. Baji datang ke sana. Dhana ji mengatakan" Shahu ji putra tunggal Chandrapati Shivaji dan kau telah mencoba membunuh bangsa ini dan bertanya mengapa kau berhianat?" Chandrasen mengatakan "aku belum mengkhianati siapapun, aku juga telah mengkhianati Tara Rani dan Shiva Raze, atas ucapan Balaji dan tidak memikirkan bagaimana keputusan mu akan terpengaruh pada ku dan keluarga ku". Dhana ji mengatakan" bagaimana kau bisa berpikir aku akan mengubah kesetiaan ku saat mendengar seseorang, aku mendukung Shahu ji karena dia layak menjadi raja dan bukan Raze, kesetiaan ku menuju bangsa dan bukan untuk singhasan". Chandrasen menunjukkan kebencian terhadap Balaji. Dhana ji bertanya "mengapa kaumembenci Balaji?". Chandrasen bilang" aku tidak bisa menjadi anak mu karena Balaji, dan kau tidak bosan memuji dia dan anaknya .. Kenapa ayah? "

Precap:
Chandrasen membunuh Dhana ji. Baji datang kesana dan kaget.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 95 (2 JUNI 2017) : RADHA BAI DAN PENDUDUK DESA MEMPERTANYAKAN GURU JI, SHAHU JI NAIK SINGGASANA, KHASI DAN BAJI KEMBALI BERTEMU.

TAYANG SONY TV 2 Juni 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 95
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index :  Balaji Vishwanath memperkenalkan Mahadji Krishna Joshi dan keluarganya kepada Shahu. Qamruddin keluar dari benteng Shahu dan diam-diam bertemu Kamruddin. Kamruddin memberitahu Chandrasen bahwa dia seharusnya membunuh Shahu. Dia menyarankan Chandrasen untuk membunuh Tanaji. Bajirao kaget melihat Chandrasen di hutan. Kashi meminta Bajirao untuk tidak ikut campur dalam hidupnya.
---------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------



Penduduk desa bersama Radha mempertanyakan Guru ji.Mukhiya ji, berbicara pada Guru ji " Shahu ji duduk di singhasan dan dia adalah raja kita". Guru ji bilang" kau sudah mengubah kesetiaanmu sekarang". Mukhiya mencoba untuk menghadapinya. Radha mengatakan "dia telah melihat sekarang siapa yang Setia pada mereka "dan mengatakan pada Guru ji " Guru memiliki tempat yang tinggi, namun kau telah menghitamkan / mencoreng nama Guru". Radha pergi disusul penduduk desa.

Shahu ji sedang berjalan menuju singhasan dan bunga-bunga ditaburkan padanya. Baji tersenyum bahagia. Khasi menaburkan bunga, ia kesal saat melihat Baji lalu dengan kasar melemparnya pada Baji, Baji reflek mengkapnya. Baji mengingat Kashi saat dia mengucapkan kata-kata buruk untuknya dan mengepal kedua tangan. Baji juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Khasi. Balaji menegur Baji bertanya" apa yang kau lakukan, ini darbaar" dan memintanya Baji untuk tidak melewati batasannya dan Khasi senang Baji dimarahi. Baji bilang pada" baiklah". Baji mengejar Kashi dan bertanya "mengapa kau melakukan tindakan ini?.. (Baji mempeahakan gaya Khasi saat mengepalkan kedua tangannya) " Khasi bilang "kau telah menggunakan ku dua kali, dan begitu kau meminta ku untuk menyembunyikan kebenaran mu..., Lain kali, kau membuat aku berbicara kebenaran untuk membuat raja Shahu ji tahu tentang diri mu". Baji bilang" ini Raj Neeti dan kau tidak akan mengerti". Kashi memegang tangan Baji, dan Baji memintanya untuk mengatakannya. Baji bilang" baiklah" dia menjaili Khasi dan lari dari sana. Khasi mengejarnya.

Semua orang melakukan puja, Saat Khasi melihat Baj, Khasi kesal hendak menghampiri tapi ibunya menghentikan Khasi, mereka semua berdoa dan sankakala ditiup. Raj Pandit mengatakan "dia memberi contoh baru dengan memberi setengah negara pada Shiva Raze "dan menceritakan kepadanya tentang singhasan. Raj pandit melakukan tilaknya, dan memakaikan mahkota pada shahu ji.
Shahu ji duduk di atas singhasan. Baji bertepuk tangan untuknya. Balaji memperkenalkan Mahant ji dan keluarganya pada Shahu ji. Mahant ji memberkatinya dan menyajikan kekayaannya untuk pembangunan bangsa dll. Shahu ji berterima kasih padanya dan mengatakan "jika kau belum setuju untuk mendukung ku, maka aku tidak akan memiliki dukungan sarasea lainnya" Mahant ji mengatakan " Balaji dan Baji meyakinkan ku, mereka menunjukkan jalan yang benar". Balaji memperkenalkan sardaar lainnya. Baji melihat Chandrasen keluar dan sangat was-was.
Chandrasen bertanya pada Baji "apa masalahnya, saat Shahu ji Maharaj mempercayainya, lalu mengapa kau tidak bisa". Baji memecah laddoo dan mengatakan pada Chandarsen " kau putra Dhana ji, tapi aku telah melihat keberanian mu terpecah". Chandersen mengatakan" jika dewa menghendaki, keberanian dan kepercayaan ku akan terhubung". Chandrasen pergi.  Baji berpikir "kemana dia pergi?" Kashi datang dan memegang tangan Baji. Baji bilang "aku punya pekerjaan mendesak "dan memintanya untuk melepaskannya.  Baji bilang pada Khasi "aku memiliki pekerjaan yang lebih penting daripada kau".  Chandrasen membuka pintu rahasia di balik pepohonan dan semak-semak dan melihat Qameruddin. Chandraden bertanya" kenapa kamu kemari? " tidak mudah membunuh Shahu ji". Qameruddin mengatakan " kau akan membunuhnya sebelum sampai di sini, aku akan bertemu dengan Azam dan memintanya untuk membunuh Shahu ji".

Kashi meminta Baji untuk menanggung dosa karena melanggar janjinya dan kemudian semuanya akan baik-baik saja di rumahnya. Baji menolak untuk menerimanya dan ia menipu Khasi dan menutupinya dengan sari, Baji pergi melarikan diri . 

Chandrasen mengatakan "dia tidak dapat melakukan apapun karena Dhana ji bertanggung jawab untuk melindungi ku". Qameruddin memintanya untuk maju di depannya dan membunuh Dhana Ji. Chandrasen kaget dan bilang "dia ayah ku" Qameruddin terus memprovokasi Chandrasen untuk melawan Dhana ji dan memintanya untuk membunuh Dhana ji. 

Baji bertanya pada Khasi "apa yang harus kulakukan" Kashi memintanya untuk berdiri di bawah pohon dan mengambil dosa di kepalanya. Baji keluar dan melihat Chandrasen. Menurut Baji dia mendengar Chandrasen berbicara dengan seseorang dan memikirkan" ke mana orang lain pergi? " Kashi datang kembali menemui Baji  dan mengatakan pada Baji " tidak mudah untuk menyuruh ku pergi".  Baji bilang" aku seperti udara yang tidak bisa kau hentikan, karena kau kehidupan negara bisa dipertaruhkan". Kashi mengatakan "kau sangat egois, aku berdoa agar pria seperti mu tidak datang dalam hidup ku".  Baji mengatakan" gadis-gadis mengalihkan pikiran ku" Baji berdoa agar tidak ada gadis yang datang dalam hidupnya. Baji dan Khasi berjalan berlawanan arah.

Precap:
Baji mengatakan pada Balaji" Chandrasen lebih peduli tentang persatuan dan keraguan ku tentara terhadapnya". Dhana ji datang dan bertanya "apakah kau lagi meragukannya". Baji bilang" ini hanya untuk tindakan pencegahan"

PESHWA BAJIRAO EPISODE 94 (1 JUNI 2017) : BAJI BERBICARA DENGAN BAPPA JI, MEMBONGKAR KEDOK GURU JI DIDEPAN SEMUA PENDUDUK DESA

TAYANG SONY TV :  1 Juni 2017 

PESHWA BAJIRAO EPISODE 94
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Index : Bajirao menyarankan Shahu untuk memerintah negaranya bersama dengan Shiva Raze. Salah satu pembantu Shahu membersihkannya ke Bajirao bahwa Shahu tidak akan berbagi takhta dengan Siwa. Shahu mengatakan kepada Balaji bahwa ia ingin bertemu dengan orang-orang Satara. Guru Gotya (guru ji) mengatakan kepadanya bahwa dia akan meninggalkan desanya. Shahu memberitahu rakyatnya bahwa saudaranya dan Tararani akan menjalankan kerajaan mereka dari Kolhapur. Penduduk desa Saswad mengetahui bahwa Guru Chimna telah membuat tuduhan palsu atas keluarga Chimna.


-------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------




Baji menyarankan Shahu ji untuk berbagi singhasan dengan Raze. Bappa ji mengatakan" itu politik dan bukan permainan anak-anak, tidak pernah ad singhasan yang didistribusikan dalam sejarah". Baji mengatakan" jika pemikiran kita tidak unik, maka bagaimana bisa samrajya berbeda". Bappa ji mengatakan" samrajya tidak bisa dibagi dengan siapapun, baik milik ku maupun orang lain". Baji menceritakan beberapa kalimat dan mengatakan" itu berarti ini milikku, ini dia, pemikirannya hanya untuk orang-orang yang berpikiran sempit bukan yang hatinya besar, semua alam semesta adalah keluarganya". Baji mengatakan " sanskriti membuat kita membuat orang asing menjadi kita, dan kau mengajarkan untuk menjadikan kita sebagai orang asing". Bappa ji kaget. 

Baji mengatakan" musuh kita bukan Tara Rani Saheb atau Shiva Raze, tapi mughal..,Jika kita mendapatkan pengalaman Tara Rani Bai, keberanian Maharaj dan semua orang saling mendukung
maka kita bisa berbuat banyak untuk bangsa". Shahu ji mengatakan" tidak ada hubungan antara kecerdasan dengan usia, pembicaraan Baji itu adarsh, tapi di sini kita mengambil keputusan untuk melihat situasi. Jika aku tidak berperang dengan Shiva Raze maka dia akan merasa aku tidak kompeten".. Dalam situasi itu, mengapa orang-orang kita mempercayai aku, beberapa orang menganggap aku sebagai penipu". Shahu ji bilang" aku akan hadir di depan orang-orang, jika mereka setuju maka hanya aku yang akan duduk di singhasan, kalau tidak Shiva Raze bisa datang dan duduk di atasnya". Shahu ji meminta Dhana ji untuk membuat pengaturan untuk ditujukan pada masyarakat Satara. Dhana Ji dan Bala Ji pergi

Chimna Ji bertemu dengan Gotiya dan Ishu, Ishu menghawatirkan hasutan Guru ji semakin parah terhadap keluarganya. Chimna hanya terdiam. Gotiya mengatakan pada Ishu " aku tidak dapat menjauhkan diri dari keluarga Baji" Ishu mengatakan "mengapa tidak ada yang mendengarkan kita" Chimna mengatakan" masalah ini telah dimulai oleh Guru ji .., dia menyuruh Balu untuk mengawasi kami". Gotiya mengatakan " kita tidak tahu .., dia menganggap kau sebagai musuh" Chimna mengingat perlakuan kejam guru Ji dan Balu, Chimna mengatakan" ada orang lain yang bermain di belakang Guru ji, tidak ada yang mengatakan apapun saat Baba dan Bhao/ kakak ku ada di sini, aku harus menempuh jalan yang rumit untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi seperti Baji"


Shahu ji bersiap untuk berbicara dengan orang Satara dan mencoba berbagai gaya untuk berbicara di depan mereka, ia berpikir "mengapa aku tidak yakin harus berkata apa? "Baji datang dan mengatakan "kau sedang tidak berbicara dari hati". Baji datang menemu Shahuji dan memberikannya salam. Shahu ji mengatakan pada Baji " Chatrapati Shiva ji Maharaj adalah Azooba-nya, ketika aku berpikir jika aku akan berjalan di tangga kakinya, aku merasa tidak kompeten..Azoobanya telah mengalahkan musuh dan memenangkan hati orang-orang.. Aku tidak berpikir bahwa aku akan mengulangi sejarah". Baji mengatakan " aku tidak akan mengulang sejarah, tapi akan membuat sejarah ku sendiri, kau bisa mundur". Shahu ji bertanya "apa yang akan aku katakan". Baji memintanya untuk membicarakan mimpinya tentang Swaraj dan mengatakan" apapun yang akan kau katakan akan langsung dari hati mu dan itu akan sampai pada hati orang lain, aku akan menunggu mu di luar".

Gotiya dan Ishu datang ke Guru ji. Guru ji marah bilang "aku tidak punya waktu jika memikirkan membicarakan Radha dan anak-anaknya". Guru ji bilang "kenapa kau kemari Gotiya ku pikir kau menjadi Lakshman dari Baji, tapi dia dinyatakan sebagai pengkhianat.." Gotiya bilang "Namrata meminta ku untuk belajar dan kemudian hanya dia yang akan menikahi ku" Mereka memuji Guru ji. Guru ji mengatakan " aku tidak akan mengajarinya, karena akj meninggalkan Saswad untuk menjadi Raj Guru, dan mengatakan "Pant pratinidhi menjanjikannya". Chimna mendengarnya dan berpikir untuk mengekspos kenyataannya tentang guru ji di depan dari penduduk desa.

Shahu ji mendatangi orang Satara, ia melihat lebih sedikit orang dan bertanya  pada Dhana ji. Dhana ji mengatakan" ini adalah tempat masa lajang Tara Rani Bai, butuh waktu untuk memenangkan kepercayaan mereka".  Di depan orang-orang yang hadir, Shahu ji  bersorak sorai Har-har Mahadev dan semua orang mengikutinya, Shahu ji mengatakan "sebelum datang ke sini aku ragu, karena setiap kali aku berdiri di suatu tempat itu, ayah dan parola dan sanskar Azooba juga berdiri bersama ku, aku dalam dilema berpikir apakah aku bisa mewujudkan impian mereka", tapi seseorang mengatakan "setiap anak menanggung impian ayah mereka, azooba memberi mereka mimpi swaraj'. Shahu ji mengatakan " aku telah belajar satu hal saat berada dipenjara Mughal, Mughal bisa merebut ibunya dan kedua istrinya, tapi mereka tidak bisa merebut mimpinya darinya.., ini adalah mimpi Swaraj, ini jug bukan milik ku, tapi ini milik setiap orang dari bangsa ini... Aku akan memerintah dari Satara dan Raze dari Kolapur". Shahu ji bilang " aku tidak akan bertarung dengan Raze, tapi dengan Mughal, motifnya bukan perang, tapi damai" Semua orang yang berkumpul di sana mendengarnya dan mereka bertepuk tangan untuknya, dan memanggilnya Maharaj dari Satara.  Semua orang bersorak-sorak satara maharaj ki jay"

Malam hari, Guru Ji sedang di kandang memberi makan sapi.., seseorang melemparkan surat dan ia tersenyum, Guru Ji berfikir Pant Pratinidhi memanggilnya di belakang kuil. Guru ji berjalan ke belakang kuil dan menyapanya tanpa melihat wajahnya. Guru ji bertanya" mengapa kau telah mengubah wajah mu, apakah kau kesal dengan ku? Pant memintanya untuk bertanya pada dirinya sendiri. Guru ji mengatakan " kau telah membuat penduduk desa melawan keluarga Balaji dan menimbulkan kebencian terhadap mereka, aku telah membuat mereka percaya bahwa Balaji adalah pengkhianat dan membuat semua orang memutuskan hubungan dengan mereka." Pant bilang "saat Baji tidak ada di sini". Chimna menunjukkan bakatnya dan membuat obat untuk Aayinya. "Chimna membuat keluarga Gotiya mendapatkan pengampunan dari Mukhiya ji"  Guru ji meminta pant untuk tidak khawatir dan mengatakan "aku tidak akan membiarkan bantuan menjangkau mereka". Ternyata Chimna memakai mahkota kerajaan dan menyamar menjadi Pant. Chimna menampakkan wajahnya dan membuat Guru ji kaget saat melihat Gotiya menggendongnya. Chimna mengatakan " tempat Guru lebih dari sekedar dewa, tapi kau membungkuk begitu rendah. Kau telah menyiksa kami dan mengkhianati penduduk desa, ini adalah kebenaran mu". Guru ji bilang" kau tidak bisa membuktikan kebenaran ku, aku telah berkonspirasi melawan keluarga mu, tapi kau tidak bisa datang".

 Radha datang dan mengatakan "kebenaran tidak memerlukan bukti apapun" Radha datang bersama penduduk desa dan menghadap Guru Ji. Guru ji kaget melihat penduduk desa datang ke sana bersama Mukhiya dan warga desa mengepungnya. Mukhiya ji meminta Guru ji untuk tidak membungkuk lebih rendah dan mengatakan "Balaji benar, Shahu ji adalah raja sejati kita, dia meninggalkan setengah rajya, kesetiaan kita ada bersamanya"

Precap:
Chandrasen bertemu dengan Qameruddin dan bertanya" apa yang kaulakukan di sini?" Chandersen mengatakan" Dhana ji memberikan keamanan pada Shahu ji". Qameruddin meminta Chandrasen untuk membunuh Dhana ji agar pergi jauh darinya. Baji mengintip mendengar mereka dan terkejut.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 93 ( 31 MEI 2017 ) : RADHA BAI DAN ANAKNYA KELAPARAN, PEMBUNUH BAYARAN UTUSAN CHANDRASEN DATANG UNTUK MEMBUNUH SHAHU JI NAMUN SEBELUM MELAKUKANNYA CHANDERSAN MEMINTA NYAWA DARI PEMBUNUH BAYARAN UNTUK MEMBUAT SHAHUJI TERKESAN, SHAHU JI KEMBALI PULANG NAMUN RAZE MENYATAKAN PERANG

TAYANGAN SONY TV :  31 Mei 2017 

PESHWA BAJIRAO EPISODE 93
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index :   Chandrasen membunuh seorang tentara karena menyerang Shahu Ji. Kemudian, Shahu dan ajudannya menuju Satara. Danaji mengatakan kepada Bajirao bahwa anaknya Chandrasen tidak ingin membunuh Shahu. Shiva Raze meminta tentaranya untuk bersiap menghadapi perang melawan Shahu. Ketika Shahu dan pendukungnya mencapai Satara, mereka mengetahui bahwa Shiva telah melarikan diri dari bentengnya. Ajudan Shahu menyarankannya untuk melawan Siwa.


-------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

Pada malam hari, utusan Chandrasen datang memasuki kamar untuk membunuh Shahu ji namun Baji sedang tidur dan menangkap orang itu. Shahu ji menaruh belati lehernya dan bertanya" siapa yang mengirim mu ke sini". Pebunuh bayaran mendorong Shahu ji dan berhasil melarikan diri.  Baji mengejarnya dan berpikir untuk kembali ke Shahu ji, ia merasakan hidup Shahu ji madsh dalam bahaya. Baji kembali dan memberitahu Shahu ji " orang itu melarikan diri" . Shahu ji bertanya" apakah kau meragukan siapa pun". Baji menyebut nama Chandrasen. Chandrasen datang ke sana membawa  pria itu dan mengatakan"aku menangkapnya". Dhana Ji dan semua orang datang ke kamar Shahu Ji

Radha merasa tidak enak untuk anak-anaknya dan memeriksa semua kaleng persediaan makanan, mengatakan "aku tidak dapat membuat apa pun untuk kalian". Chimna bilang "kita sainik selalu untuk kebenaran". Radha memeluk mereka, ia membuka sebuah kaleng dan mendapat chakli. Radha meminta mereka untuk mengambil masing-masing setengah bagiannya. Chimna dan Bhiu mengatakan " bahkan bayi pasti lapar". Mereka makanannya. Radha menangis sedih memeluk kedua anaknya

Chandrasen mengalahkan pria itu tanpa ampun, ia bertanya  pada pembunuh bayarannya "beritahu aku siapa yang mengirim mu" . Pria itu menyebutkan nama Azam. Chandrasen membunuhnya, Chandrasen mengingat saat pria itu datang menemuinya, Chandrasen dan mengatakan " Shahu ji akan menangkap mu". Kilas Balik di tampilkan saat Chandrasen mengancam dan meminta pria itu untuk memberikan nyawanya atau akan membunuh keluarga dan anak-anaknya. Chandrasen mengatakan "ini kesempatan terakhir untuk memenangkan kepercayaan Shahu ji" Kilas balik berakhir. Chandrasen meminta maaf pada Baji karena meragukannya.  Dhana ji mengatakan" chandrasen juga merasakan bahaya ini". Baji mengira" Chandrasen adalah seekor ular dan  aku harus melindungi Shahu ji darinya". 

Chimna mengikat kain basah di perutnya untuk mengatasi rasa lapar dan meminum air. Bhiu memintanya untuk mengikat kain basah di perutnya juga. Mereka minum air putih. Bhiu bilang" perut ku sudah kenyang sekarang". Chimna mengatakan "milik ku" Mereka saling berpelukan. Radha menangis melihat Chimna dan Bihu dan  berkata "'sampai kapan Mahadev akan menmberikan ujian  pada kami".

Keesokan pagi, Shahu ji, Balaji, Bappa ji dan lainnya menuju Satara. Balaji bertanya "apa yang terjadi?" Shahu ji mengatakan "aku akan kembali ke rumah, tapi aku harus menghadapi sena dan bukan keluarga ku". Bappa ji berkata" terkadang kita harus memperjuangkan perdamaian". Dhana ji mengatakan pada Baji" jika kau meragukan Chandrasen maka itu berarti kau meragukan asuhan ku". Baji meminta maaf dan berharap keraguannya salah. Baji menatap Chandrasen. Dhana ji bilang  pada Baji "pasti kau akan terbukti salah"

Di Istana Pant Pratinidhi datang menghadap Shiva Raze  mengatakan pada Shiva " Shahu ji memiliki dukungan Brahmin dan Shastriya". Sardaar lain mengatakan "tidak ada yang bisa menghentikannya sekarang dari duduk di singhasan ini". Shiva Raze marah dan menebaskan pedang untuk membunuhnya, Tara Rani Bai hanya terdiam saat melihatnya, Raze mengatakan "Shahu ji harus berjuang untuk singhasan ini". Raze meminta Pant Pratinidhi untuk membuat sena-nya bersiap-siap berperang.

Sementara itu Shahu ji, Balaji, Baji dan yang lainnya menunggu di luar istana. Pant Pratinidhi membawa pesan dari Siwa Raze untuk Shahu ji. Balaji mengambil pesan di tangan Shahu ji. Shahu ji meminta Baji untuk membacanya. Baji membacakan bahwa Shiva Raze sedang pergi bersama ibunya, rajasvi dan Samba ji, agar dia bisa kembali. Raze bilang" kita akan bertemu di tempat perang dan akan bertemu dengan mu untuk terakhir kalinya". Shahu ji meminta Pant Pratinidhi untuk menunggu dan mengatakan" kami akan membalasnya setelah berdiskusi dengan bangsa". Shahu ji bilang "aku sudah kembali ke rumah setelah bertahun-tahun, dan ingin pulang ke rumah" . Mereka tutun dari kuda, Shahu ji berlutut dan megusapkan  pasir di keningnya, yang lainnya juga mengikuti hal yang sama. Shahu Ji dan yang lainnya memasuki pintu gerbang istana.

Namun Chandrasen berhenti dan menemui Pant pratinidhi. Baji mengira ada sesuatu yang mencurigakan. Mereka membuka pintu dan masuk ke dalam. Shahu ji mengatakan pada Bappa ji "aku tidak pernah berpikir bahwa dia harus bertarung dengan keluarga ku" Bappa ji memintanya untuk membunuh Shiva Raze. Baji bilang "mereka adalah orang kita". Bappa ji bilang" kita harus bertarung". Baji bilang 'kalau kita memperjuangkan singhasan maka apa bedanya antara kita dan mughal". Bappa ji mengatakan "isia ki kurang dari usia mu, yapi pengetahuan dan pengalaman, tapi aku ingin mengatakan sesuatu pada mu, antar dua bersaudara duduk di singhasan, mereka akan bertarung", Baji meminta Bappa ji untuk memberi contoh dan membuat saat Shahu ji juga duduk bersamanya dan membuat 1 ditambah 1 = 11. Baji tersenyum

Precap:
Guru ji mengatakan "aku melakukan apa yang kau minta untuk ku lakukan dan membuat keluarga Radha menderita". Chimna mendengar saat ia memakai sorban seperti Pant Pratinidhi. Guru ji kaget. Bappa ji mengatakan "dua raja tidak bisa duduk di satu singhasana".

PESHWA BAJIRAO EPISODE 92 ( 30 MEI 2017) : BAJI MEMPUNYAI RENCANA UNTUK MELINDUNGI SHAHU JI, BALAJI MENDAPAT DUKUNGAN DARI BAPPA JI DENGAN SYARAT, SHIV BAI INGIN MENJODOHKAN KHADI DENGAN RAZE

TAYANG SONY TV 30 Mei 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 92
DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPETASIKAN OLEH MADE

Index : Balaji Vishwanath bertemu dengan Bappaji dan memintanya untuk mendukung Shahu dalam perjuangannya melawan Tararani. Bappaji menjawab Balaji bahwa dia akan membantu Shahu hanya jika dia menjadikannya 'Peshwa' setelah memenangkan perang melawan musuhnya. Shiubai mengatakan kepada Mahadji bahwa dia ingin Shiva  raze menikahi putrinya Kashi. Bajirao lolos dari penjara dan bertemu dengan Shahu. Dia mengatakan pada Shahu bahwa Chandrasen berencana untuk menyerangnya


----------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------






Pada malam penyerangan Shahuji oleh utusan Chandrasen untuk menyamar menjadi dirinya,  Shahu ji yang menyatakan" Baji akan berada di penjara sampai Balaji kembali". Chandrasen tersenyum puas dan berpikir" sekarang siapa yang akan menyelamatkan Maharaj dari ku". Baji dikurung di dalam penjara, dan ia yakin Shahu ji dalam bahaya, Baji dimasukkan ke penjara, berkata "aku harus melarikan diri dari sini untuk dapat perlindungannya".
Balaji menunggangi kudanya datang untuk menemui Bappa Ji di atau tempat dengan menunggangi kudanya, namun sebuah tombak melesat tertancap ditanah dan menghentikan Balajai, Bappa Ji datang bersama dengan beberapa orang, Saat Balaji memberikan salam pada Bappa ji, Bappa ji menghentikan Balaji, Sardaar Bappa ji mengatakan "jika kau melewati garis ini maka kau akan mati". Balaji bilang "aku bukan musuh mu, tapi mengingatkan mu akan janji mu, kau juga tahu Shahu ji pantas disinghasan, jika kau mendukungnya sekarang, maka dia akan mendukung mu juga". Bappa ji mengatakan "aku ingin agar dharm dilindungi" dan bertanya pada Balaji " apa yang bisa dilakukan untuk Shahu ji? .., jika Shahu ji menginginkan dukungan ku maka dia harus berjanji bahwa setiap kali dia duduk di singhasan, dia akan membuat ku menjadi peshwa!". Bappa ji meminta Balaji untuk berjanji. Balaji bilang" aku berjanji .., aku akan meminta Shahu ji untuk membuat mu menjadi Peshwa". Bappa ji setuju untuk mendukung Shahu ji dan meminta Balaji untuk datang berbicara. Balaji mengikuti mereka
Di penjara, Baji melihat seorang pria membawa nampan makanan untuknya, pria itu membukakan gembok  lalu masuk ke dalam penjara dan meminta Baji untuk makan namun Baji menolak makan,  Pria itu bilang" ini bukan rumah mu, kalau kau akan mendapatkan makanan disini". Baji bertanya "bagaimana ayah ku akan berpikir jika dia tahu apa yang ku lakukan dan memintanya untuk makan". Pria itu bilang " baiklah", pria itu duduk untuk makan makanan  yang di sajikan untuk Baji di dalam penjara. Baji tersenyum.

Keluarga kerajaan Tara Rani Bai sedang melakukan puja, mereka berkumpul dan  Kashi menyanyikan bhajan dan membuat Tara Rani Bai terkesan,Tara Rani Bai mengatakan " hati ku merasa damai melihat bhajannya". Pant Pratinidhi mendadak datang dan tergesa-gesa saat memberitahu Tara Rani Bai " Balaji meyakinkan Bappa ji dan 50 sardaars lainnya" Shiva Raze mengatakan " aku menginginkan kepala mereka". Tara Rani memintanya untuk tidak melakukan kesalahan dengan marah. Kashi ibu Shivbai bahwa ia ingin pulang ke rumah. Tara Rani Bai meminta Raze untuk pergi. Raze pergi bersama Pant Pratindhi. Shiv Bai mengajak Kashi  pergi, Kasi bertanya pada Shivbai" apa yang terjadi? ". Shiv Bai meminta Khasi untuk diam dan bergegas pergi.

Dipenjara, Baji tersenyum melihat pria pengantar makanan tidur mengorok dengan tenang setelah menghabiskan semua makanan tanpa tersisa, dan ia keluar dengan leluasa membuka pintu penjara. Baji melarikan diri dari penjara, dan bersembunyi saat ia melihat Dhana Ji dan Chandrasen datang melewati koridor dan Baji bersembunyi di balik tembok dan ia cemas ketika melihat mereka sudah mendekat. Dhana ji mengatakan pada Chandrasen " aku sudah tua, aku ingin kau mengurus karya ku". Saa Dhanaji mengeluarkan pedangnya, ia melihat kosong namun Baji  tergantung  diatas ke balkon, Baji  turun saat mereka berjalan menjauh dari sana. Namun Chandrasen menengok Chandrasen mengatakan " aku mendengar kebisingan".  Baji bergegas untuk bersembunyi dan Dhana ji bilang "tidak ada orang disini". Mereka memasukan pedang kembali dan pergi dari sana.

Gotiya berterima kasih pada keledainya karena mau membantunya, Gotiya terkejut saat melihat Guru Ji datang besama dengan penduduk desa dan Balu memegang obor. Guru ji bertanya pada Gotiya "mengapa kau membantu keluarga Baji dan membaeajan makanan untuk mereka?.. Balu melihat mu memberi makanan pada mereka". Mereka mengatakan " Gotiya akan dihukum". Guru ji bilang" kita akan membakar rumahnya". Ayah dan ibu Gotiya keluar, Ayah Gotiya meminta maaf dan mengatakan " kami hanya bersimpati pada mereka". Guru ji mengatakan" Radha Bai seperti wanita tidak pantas mendapat simpati siapa pun". Chimna datang ke sana bersama Radha dan Bhiu dan mengatakan" di mana wanita dihina, dewa tidak tinggal di tempat seperti itu, kau mengajari kami tapi kau lupa!. Guru ji mengatakan pada Radha " istri punya suami yang lebih baik setengahnya, kami akan memberikan setengah hukuman pada Balaji dan kau". Radha meminta mereka untuk menghukumnya, tapi bukan Gotiya dan keluarganya. Semua penduduk setuju, tapi memberikan peringatan Gotiya dan orang tuanya untuk tidak melakukan kesalahan seperti itu lagi. Gotiya ingin berterima kasih namun  Radha meminta Chimna dan Bhiu untuk pergi.

Baji mengintip dari balik jendela saat Shahu Ji sedang berada di rauangannya. Baji bersembunyi di luar jendela. Shahu ji mengecek tapi tidak bisa menemukan siapapun. Baji masuk melalui jendela namun kakinya tidak sengaja menendang jendela, Shahu ji berbalik namun tidak menemukan siapapun.


Mahant ji bertanya pada Shiv Bai "kenapa kau pergi ke Satara?" Shiv Bai mengatakan " aku menjodohkan Kashi untuk Raze dan aku sudah mengatakannya pada Tara Rani ". Mahant ji bilang "kita Brahmana aku ingin pria brahmana untuk Kashi".  ShivBai mengatakan "mereka shastriya dan semua orang berlutut di depannya". Mahant ji mengatakan " aku tidak akan membuat putri ku menikahi seorang pengecut yang hanya membuat wanita hamil di karagar karena motif jahatnya". Mahant Ji pergi dan Shiv Bai kesal dengan sikapnya.

Chandrasen tersenyum memberikan isyarat  pada seorang prajurit saat ia mengamati kamar Shiva Raze, utusan Chandrasen mendatangi kamar Shahu Ji dan menyerang dengan memegang belati, tapi Baji sedang tertidur di kamar Shahu Ji dan memegangi tangannya  dan Shahu Ji memegangi pria itu dan mengarahkan belati di lehernya. 

Kilas Balik ditampilkan saat Baji mengumpat di bawah meja dan muncul di hadapan Shahu ji dan Baji  meyakinkan Shahu ji dan mengatakan "hidup mu dalam bahaya". Shahu ji bilang" aku sangat percaya padamu, aku sedang memeriksa apakah keraguan mu benar dan apa yang bisa kau lakukan untuk membuktikan maksud mu". Shahu ji bertanya "apa yang kau lakukan untuk keluar?" Baji mengatakan " aku membuat sainik menerima makanan dan ia akan tidur" Shahu ji mengatakan pada Baji " aku ragu saat agen senjata itu mendatangi ku, tapi aju tidak ingin meragukan Chandrasen". Baji bilang" aku punya ide". Kilas balik berakhir. Shahu ji bertanya pria yang telah mengirim untuk membunuhnya.

Precap:
Pant pratinidhi mengatakan pada Shiva Raze "Shahu ji mendapat dukungan Bappa ji". Sardaar mengatakan"sekarangv tidak ada yang bisa menghentikannya dari duduk di singhasan" . Shiva menyerangnya dan mengumumkan perang dan mengatakan pada Pant Pratinidhi untuk mengaturnya.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 91 (29 MEI 2017) : CHANDERSEN SENGAJA MEMANIPULASI PIKIRAN BAJI, SHIV BAI BERTEMU TARA RANI BAI, BAJI DIPENJARAKAN CHANDERSEN BERENCANA UNTUK MEMBUNUH SHAHU JI

TAYANG SONY TV 29 Mei 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 91
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index :   Qamruddin menyarankan Chandrasen untuk membunuh Shahu. Shiubai dan putrinya Kashi bertemu Tararani di istana Tara Rani. Pada malam hari, Bajirao melihat orang yang mencurigakan berjalan di dekat kamarnya. Bajirao menganggapnya sebagai Chandrasen. Bajirao mengatakan kepada Shahu bahwa Chandrasen ingin membunuhnya. Shahu menolak untuk percaya pada Bajirao. Dia memerintahkan tentaranya untuk memasukkan Bajirao ke dalam penjara.

-----------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------






Balaji memberitahu pada Baji " tidak memiliki bukti melawan Chandrasen, kau harus melindungi Chandrasen dalam ketidakhadiran ku" Balaji bertanya "mengapa kau tidak menceritakan apapu .., kadang-kadang yang terbaik adalah tetap diam". 

Chandrasen bertemu dengan Qammeriddin disuatu tempat, Chandasen mengatakan pada Qameruddin "aku berhasil membuktikan jika Balaji dan Baji salah di mata Shahu ji, tapi akuakan datang ke Satara" Qamer Uddin mengatakan" bagaimana jika Shahu ji tidak memiliki leher?" maka bagaimana dia akan memakai mahkota". Chandrasen mengatakan" Shiva Raze tidak memerintahkan untuk membunuh Shahu ji". Qameruddin mengatakan" jika Shahu ji menang, maka dia akan menjadi raja dan kau harus bekerja di bawah Balaji saat itu" Chandrasen terkejut

Radha akhirnya sadar dan mengetahui saat Chimna menyelamatkannya dan bayinya yang belum lahir, Chimna memberikan Radha minum.  Bhiu mengatakan pada Radha " aku membuat obat untuk mu dan juga minyak " Chimna bilang" aku tidak bisa menjadi seperti kakak ku" Radha bilang" kau tidak perlu menjadi seperti dia, jika Baji paling baik di Shastra maka kau yang terbaik di Shaastra" Radhs bilang "kalian berdua saling melengkapi". Radha memeluk Chimna dan mengatakan " kau tidak tahu .., kau telah dewasa". Bhiu bilang" aku akan membuat makanan untuk mu, aku berharap mendapat adik perempuan". Chimna ji dan Bihu pergi keluar, Radha merasa sangat cemas

Baji dan Malhar sedang berlatih pedang bersama dengan Saardars lainnya di bawah peimpinan Chandarsen, Baji menatap Chandarsen dan ia menyerang Malhar dan pedangnya terjatuh dan Malhar mengarahkan pedang di leher Baji. Malhar berlatih dan bertanya pada Baji" di mana konsentrasi mu" Chandrasen datang mengambil pedang Baji dan bertanya pada Baji" apa yang terjadi?" Chandrasen meminta Baji untuk melupakan masa lalu. Baji mengatakan " aku juga mengingat sejarah dan juga bab-bab sejarah". Baji mengingatkan bagaimana saat Chandrasen menipu temannya sendiri dan meminta Baji untuk meminta maaf pada Qameruddin. Chandrasen marah dan pergi

Bhiu dan Chimna memeriksa semua kaleng  penyimpanan  yang ternyata kosong dan mengatakan" tidak ada apa-apa di dalamnya". Gotiya datang ke sana dengan keledai. Chimna mengatakan "Aayi meminta mu untuk tidak membantu kami" Gotiya bilang "aku tidak bisa menolongmu, tapi langotia akan membantu mu". Keledai masuk mengantarkan barang yang ada ditubuhnya, Bhiu dan Chimna melihat parathas dan tersenyum, Ballu melihatnya. 

Malam hari, Shivbai datang bersama Kashi menemui Tara Rani bai dan meminta Kashi memberi hadiah pada Tara Rani. Tara Rani Bai terkesan dengan Khadi dan memujinya. Shiv bai secara tidak langsung mengusulkan untuk menjodohkan Raze dan Kashi. Tara Rani Bai memintanya untuk berbicara lurus dan mengatakan" selama perang, lampu tidak menyala, kita akan berpikir begitu badai terus berlanjut" Shivbai mengira" kau tidak tahu sampai sekarang suami ku Mahantji tetap mendukung Shahu ji.

Baji dikagetkan dengan suara bising, ia terbangun dan melihat Chandrasen berjalan membawa pedang menuju Shahu ji kemudian hari dan bangkit, Baji melihat pedang yang sama seperti milik Chandrasen dan bertanya-tanya" ke mana dia pergi pada jam segini?". Baji mengikutinya di belakang, Chaneraen mengeluarkan pedang dan Baji bersiap  mengeluarkan pedangnya. Sementara itu Shahu Ji sedang berdiri di balkon ia sangat merindukan ibunya, saat Chandrasen akan di serang  Baji berteriak "Maharaj". Namun Chanresen menghilang ketika Baji mengarahkan pedangnya ke Shahu ji, Chandersan datang bersama dengan Dhana Ji dan yang lainnyaShahu ji bertanya" apa yang kau lakukan?" Baji menahan pedang di lehernya dan memberitahu Shahu ji " aku melihat Chandrasen mendatangi mu untuk membunuh mu". 

Chandrasen berkilah mengatakan pada Baji "aku bersama ayahku Dhana ji dan Shripath ji" Baji bertanya-tanya" bagaimana ini mungkin". Chandrasen mengingat saat meminta seorang tentara untuk mengenakan pakaian seperti dirinya dan membodohi Baji. Dhana ji bilang" dia ada bersama ku" Shahu ji bilang "hanya kau yang punya pedang di tangan mu " Dhana ji bilang "kau berjalan saat tidur" Baji mengatakan "aku tidak sedang tidur". Chandrasen mengatakan " kau menganggap mereka sebagai pesaing, tapi kau menganggap aku sebagai musuh".  Dhana ji mengatakan pada Baji " Chandrasen benar".

Chandrasen mengatakan pada Shahu ji "Baji yang akan menyerang mu, tapi akan menuduh nama ku".  Baji bilang" aku menyimpan pedangku untuk menghormatinya". Shahu ji mengatakan pada Baji " permusuhan pribadi mu akan merugikan negara sampai Balaji kembali, kau akan berada di penjara" prajurit membawa Baji pergi, Baji berteriak meminta Shahu ji untuk mendengarkannya Chandrasen berpikir" lalu sekarang siapa yang akan menyelamatkan Shahu ji dari ku?". Baji di bawa ke penjara.


Precap:
Guru ji menegur Gotiya karena telah membantu keluarg Baji dan mengatakan" kami akan membakar rumah muu ntuk mengajari mu sebuah pelajaran".


Peshwa Bajirao EPISODE 90 (26 Mei 2017 ): KONDISI RADA BAI MEMBURUK, CHIMNA JI DATANG MENEMUI VAID JI NAMUN SETIBANYA DISANA VAID MENOLAK MEMBANTU CHIMNA, CHANDRASEN INGIN MEMBUAT KESAN BAJI BURUK DIMATA SHAHU JI

TAYANG SONY TV :  26 Mei 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 90
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Chandrasen bertemu Shahu dan mengatakan kepadanya bahwa dia ingin mendukungnya dalam perjuangannya melawan Tararani. Ketika Balaji Vishwanath gagal menemukan amunisi, dia mengatakan kepada Bajirao bahwa pasti ada sebuah persekongkolan melawan mereka oleh musuh mereka. Chimna meminta seorang vaidya untuk datang ke rumahnya untuk menyembuhkan ibunya.



----------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------







Shahu ji memanggil Baji dengan "Bajirao".  Sahahu Ji menoreskan jarinya dan melakukan tilak Baji dengan darahnya dan berkata " hari ini kau adalah senani / prajurit Swaraj". Baji teriak "Chatrapati Shivaji maharajki jai, shahu ji maharaj ki jai". Semua orang bersorak sorai dengan keras. Chandrasen datang ke sana dan menyapanya.
Chimna Ji pulang, ia mencuci muka dan masuk kedalam saat melihat api menyala di atas panci dan berteriak memanggil Bihu karena telah meninggalkan masakan.  Radha bangun dari tempat tidurnya dan terjatuh tak sadarkan diri. Mereka mendengar suara teriakan Radha dan bergegas lari Radha telah tergeletak di tempat tidur. Radha membuka matanya dan melihat Baji pada diri Chimna. Chimna menangis  bilang "ini aku Chimna". Radha bilang" buatlah semuanya baik-baik saja". Bhiu dan Chimna menangis. Bihu meletekan bantal pada Radha dan Chimna mennagis keluar, Bhiu meminta Chimna ji untuk tidak menangis. Bihu bilang "kau merasa tidak enak karena Aayi kehilangan Bhao/ kakak". Chimna bilang "aku tidak kompeten seperti dia, aku akan pergi ke Vaid kaka dan datang kembali".
Chandrasen mengatakan pada Shahu ji "aku butuh waktu untuk mengerti mengapa Dhana ji mendukungnya mu...,ketika kau bertengkar dengan Kam Baksh dan melarikan diri saat kau ingin bertarung dengan persyaratan ku sendiri, Saat aku mengirim pesan ke Raze untuk meminta bantuan, dia tidak membalasnya, jadi ku putuskan untuk tidak mendukung Raze" 

Shahu ji bilang " ucapan mu begitu sangat menyentuh, tapi aku tidak bisa mempercayaimu, kau telah meninggalkan sena mu saat perang, kau tidak membelok. Aku sering mendengar tentang Baji dan Balaji dari Dhana ji, tapi tidak tentang dirimu". Chandrasen memintanya untuk memberinya kesempatan untuk membuktikan kesetiaannya. Shahu ji memberinya kesempatan. Chandrasen mengatakan pada Baji " teman-teman mu menunggu" Baji bertemu dengan Malhar. Shahu ji meminta Balaji dan Baji untuk membeli senjata sebelum pergi ke Satara. Baji menatap penuh amarah pada Chandrasen.

Chimna keluar menutupi dirinya dengan selimut, ia melihat Guru ji dan bersembunyi dibalik tembok. Chimns mengalihkan perhatian orang-orang yang duduk di sana  dengan melepaskan kambing dan tiba di rumah Vaid, Chima meminta vaid ji/ tabib untuk datang karena Aayi/ ibunya sedang hamil, tapi Vaid menolak membantunya. Chimna bertanya pad vaid " apa kesalahan bayi yang belum lahir itu? "Vaid mengatakan" itu adalah kesalahan ayah mu". Chimna menangis setelah Vaid Ji menutup pintu rumahnya. 

Malam hari, Baji dan Balaji datang untuk membeli senjata, mereka melihat tempat itu kosong. Baji menunjukkan pada Balaji roli dan lampunya telah padam mereka menghampiri meja. Balaji mengatakan" di mana pembeli shashtra pergi?" Baji mengatakan "saat kita membawa kekayaan, kita diserang, dan sekarang ketika kita datang untuk membeli shashtra, itu hilang". Balaji mengatakan" kapan sesuatu terjadi satu kali, itu adalah takdir, bila terjadi lagi itu adalah persekongkolan".

Seorang pria berlutut dan Chandrasen mengarahkan pedang di lehernya, Chandrasen bersama dengan penjahat sedang merencanakan sesuatu. Penjahat mengatakan " aku tidak tahu Baji dan Balaji akan mengerti dan mengira bahwa senjata itu dicuri". Chandrasen mengatakan" mereka telah mengerti jik seseorang telah mencuri shastra dan Baji akan meragukan aku, hubungan ku dengan Baji seperti diya dan patanga, Baji akan terbakar" Penjahat bertanya "apa yang akan kau lakukan?" Chandrasen mengatakan " aku akan membuat Baji buruk di mata Shahu ji, aku akan memberikan bukti pada Baji terhadap ku, tapi ketika dia akan mencoba membuktikan pada Shahu ji, dia tidak bisa dan kemudian Shahu ji akan menilainya buruk, aku akan membunuh Shahu ji". Chandresen mengelurkan pedangnya dan menghempaskannya pada lilin, lini pun padam. 

Balaji dan Baji menemui Shahuji, Shahu ji marah ia sedang membelah kayu dengan kampak Shahu ji mengatakan "bagaimana nasib bisa melawan ku dan membawa ku mundur dua langkah" Dhana ji memberinya kekuatan.  Baji mengatakan " kami akan membuat Shashtra dengan tangan" Shahu ji bilang "perang tidak bisa dimenangkan seperti ini". Seorang Sevak membisikkan sesuatu di telinga Chandrasen. Chandrasen menceritakan bagaimana ini mungkin dan mengatakan "penjual senjata ada di sini". Shahu ji bertanya pada Chandrasen" dimana kau pergi membeli senjata". Penjual mengatakan " aku tidak menggeser tempat itu dan berada tetap di sana sendiri". Baji bilang "begitu aku sampai di sana, kau tidak di sana". Penjual berbohong dan mengatakan " aku ada di sana, dan tidak ada yang datang ke sana, baik kau maupun ayah mu". Shahu ji bertanya "bagaimana kau kemari?" Penjual mengatakan " seorang sainik mengatakan pada mereka bahwa mereka membutuhkan senjata".\

Chandrasen mengatakan " aku mengirim seorang sainak" dan ia bertanya pada Balaji "mengapa kau berbohong?" Baji mengatakan" ayah ku tidak berbohong' Baji mengeluarkan pedangnya. Balaji meminta Baji untuk menaruh pedang kembali.  Chandrasen mengatakan " Balaji seorang raj naitikgya, dia tidak mengatakan kebenaran". Balaji meminta " aku akan pergi ke Maharaj untuk memutuskannya" Shahu ji mengatakan pada Balaji " kau mungkin belum sampai di tempat itu, tapi penjual senjata sampai di sini" Sahuji mengatakan" apapun yang tidak ku miliki, kau akan membuatnua untuk ku Bhappa ji" Balaji bertanya" kepada siapa? "Dhana ji mengatakan" dia seorang sardaar yang kuat dan jika dia membantu kita maka kita akan menang". Balaji mengatakan " aku akan pergi menemuinya".

Baji sedang menimba air dan  Balaji sedang mandi, Baji mengatakan pada Balaji "Chandrasen ingin membuat ku lebih buruk di mata Shahu ji" Balaji mengatakan " tapi kita tidak memiliki bukti, kita tidak dapat melakukan apapun tanpa bukti".


Precap:

Qameruddin mengatakan pada Chandrasen "Shahu ji tidak akan memiliki kepala untuk mengenakan mahkota". Chandrasen mengarahkan pedang pad Shahu ji. Baji bangun dan mengeluarkan pedangnya.

Selasa, 30 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 89 ( 25 MEI 2017) : PENDUDUK DESA MEMBUAT PENGUMUMAN UNTUK KELUARGA BALAJI, BALAJI DAN BAJIRAO MENEMUI SHAHU JI

TAYANGAN SONY TV 25 ​​Mei 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 89
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE
Index :Gotiya dan Ishu membawa  Chimna ke rumahnya. Radhabai mengetahui bahwa keluarganya dikucilkan oleh penduduk desa Saswad. Mahadji Krishna Joshi mengatakan kepada Balaji Vishwanath bahwa dia siap untuk mendukung Shahu dalam perjuangannya melawan Tararani. Shahu mengatakan kepada Bajirao bahwa dia terkesan dengan keberaniannya.
-------------
-------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------

Balaji dan Baji masih di rumah ayah Khasi. Baji mengatakan pada raja " jika negara berada di tangan penguasa lemah maka tidak ada keluarga yang akan diselamatkan, baik milikmu maupun milik ku". Mahant ji meminta Kashi untuk pergi ke ibunya. Mahant ji mengatakan" kau telah mengatakan pada ku dengan tidak sadar dan mengatakan pada Balaji, kau telah siap untuk mendukung ku dan Shahu ji" Istrinya mencoba menghentikannya, namun. Raja mengatakan "keputusan itu sudah final?" istri raja marah dan mengajak Khasi pergi. Balaji dan Baji berterima kasih pada raja. 
Sementara Radha Bai berpikir mengapa Chimna belum kembali sampai sekarang. Bhiu ketakutan saat melihat Chimna dan beteriak "Baahu". Radha terkejut melihat keadaan Chimna, Bihu dan Radha Bai menghampiri mereka, Bihu bilang"aku  akan mengeceknya". Saat itulah mereka melihat Gotiya dan Ishu membawa Chimna. Radha kaget saat melihat wajah Chimna menghitam dan bertanya "apa yang terjadi?. Chimna  hanya diam dan menangis. Radha meminta Gotiya dan Ishu untuk mengatakannya, dan Radha menyeka wajah Chimna. Radha bertanya kembali "apa yang terjadi?" Radha mencuci wajah Chimna dengan air. 
Pengumuman dibuat di lingkungan untuk penduduk desa, agar tidak mendukung Balaji dan keluarganya, dan mengatakan " Balaji mengkhianati Tara Rani dan Shiva Raze" dan menyatakannya sebagai desh drohi. Radha kaget.

Seorang pria bertemu dengan seorang pria, pria itu membenturkan kepalanya di batang pohon dan dahinya mengeluarkan darah, ia sengaja menjatuhkan dirinya dan berguling sementara itu Balaji dan Baji akan menemui Shahu ji, saat perampoj yang menyakiti dirinya dengan luka berlumuran darah dan tergeletak di jalanan, Baji dan Balaji turun dan menghampiri peria itu. saat Balaji akan membantunya. Pria itu mengarahkan belati di lehernya. Baji meminta dia untuk melepas baba-nya, namun si pria meminta Balaji untuk melihat anak buahnya telah mengepung anak buah mereka.
Balaji bertanya pada perampok "apa yang kau inginkan". Pria bilang " aku menginginkan harta karun yang telah kau ambil". Balaji bilang "kau bisa mengambil koper, tapi buka kekayaan tapi baju tua untuk orang miskin, harta itu sampai di tempat itu... Kau punya dua cara. membiarkan kami pergi atau menunggu prajurit kami yang lain datang dan membunuh mu". 

Perampok itu kaget dan meminta anak buahnya berlari. Baji mengajak Balaji dan bertanya" dimana sena tukdi lainnya?". Balaji bilang" aku mengerti saat melihatnya". Baji bertanya xkemana kekayaannya?' Seorang Saardars mengatakan" itu akan segera sampai pada Shahu ji ". Seorang pria menghajar perampok dan peramapok meminta pengampunan padanya saat pria itu mengeluarkan pedang di tangannya

Ibu Kashi bertanya pada suaminya "mengapa kau tidak memikirkan efek buruk dari keputusan mu, mungkin Kashi bisa mengerti, tapi Krishna adalah anak kecil.. Dekarang bagaimana Kashi akan menikah?" Raja Mahant ji meminta istrinya untuk tidak khawatir, istri Raja Mahan mengatakan" saat Tara Rani bai mengetahui tentang hal itu, apa yang akan kau lakukan, Tara Tani juga akan menyatakan kita sebagai desh drohi". Mahant mengatakan " jika aku bisa, aku siap menyerahkan hidupnya untuk negara". Kashi marah dan mengira orangtuanya bertengkar karena Baji. Pelayan datang dan memintanya untuk makan. Kashi menolak. Pelayan mengatakan "apa kau akan bertengkar dengan suami mu, saat  kau menikah?." Kashi bilang "aku tidak mau menikah". Pelayan pergi membawa makanan itu kembali.

Shauji membuat tulisan di pasir dengan pedangnya. Shahu ji mengatakan " seorang ibu membuat anaknya berubah, ketika akj tidak belajar Shashtra sejak menjadi tawanan ditempat Aurangzeb, ibu ku mengajarkan aku tentang kekuatan pena.., ibu ku berpikir jika tangan mampu menahan pena maka bisa menahan pedang sampai saatnya tiba, kekayaan yang akan ku dapatkan dari mahant, akan ku digunakan untuk pembangunan pasukan dll. Shahu berbicara tentang tujuannya. Baji datang dan menyelesaikan kalimatnya tentang tekad. Baji datang melengkapi kata-kata Shahu ji. Baji tersenyum.

Gotiya mondar mandir mengatakan " Baji dan Balaji telah mengalahkan Mughal di Daulatabad, mereka melakukan banyak hal dan dinyatakan sebagai Desh drohi". Gotiya meminta Radha untuk tidak diam dan bangun. Chimna bilang" aku tidak ingin Aayi dan Bhiu menghadapi satu persen pun penghinaan". Gotiya bilang" aku akan pergi untuk memberitahu penduduk desa". Radha menghentikannya, dan mengatakan " kita bisa bertarung dengan orang luar, tapi tidak dengan orang-orang kita". Radha membuat Gotiya tenang.  Chimna bilang "aku akan pergi untuk menghapuskan kata desh drohi di luar rumah". Radha mengatakan "siapa pun yang telah menulis, dia yang akan menghapusnya jika ayahnya memperjuangkan kebenaran". Gotiya kesal dan pergi dari rumah Radha Bai

Balaji memperkenalkan Baji kepada Shahu ji. Baji mengatakan pada Shahu ji" ibunya juga kadanva mudah dan sulit" Shahu ji" ibu ku ada dalam tahanan Mughal, beberapa hari kemudian Mughal mencoba membunuh ibu ku, apapun yang terjadi hari itu karena ibu di Bharat, wanita dihormati dan didoakan. jika kita tidak menghormati wanita maka itu dosa..., kita harus mengikuti Chatrapati Shivaji dan menjadiksn negara kita yang mandiri, dimana wanita bisa berjalan bebas". 

Baji berlutut  di depan Shahu ji.  Shahu ji memintanya untuk bangun dan memanggilnya Baji Rao. Baji bilang "nama ku hanya Baji". Shahu ji bilang" kau sudah jadi Rao saat kau membakar mughal barn di daulatabad" Shahu ji terima kasih pada Balaji karena telah membawa Mahant ji di pihak mereka. Balaji mengatakan " Baji yang bertanggung jawab untuk ini". Shahu ji mengiris jarinya dan melakukan tilak pada Baji.

Precap:

Baji mengatakan pada Balaji " Shastra akan hilang saat thye kembali". Balaji mengatakan " ada seseorang yang sedang mencoba menghentikan Shahu untuk duduk di singhasan".

PESHWA BAJIRAO EPISODE 88 (24 MEI 2017 : BALU, GURU JI MENGHASUT PENDUDUK DESA DAN MENYIKSA CHIMNA JI KARENA MENANGGAP BALAJI DESH DORSHI, BALAJI DAN BAJIRAO DATANG KE ISTANA AYAH KAHSI UNTUK MEMINTA DUKUNGAN

TAYANG SONY TV : 24 MEI 2017 
PESHWA BAJIRAO EPISODE 88
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index :  Balaji Vishwanath datang ke rumah Mahadji Krishna Joshi. Dia meminta Mahadji memberinya sumbangan untuk mendukung Shahu dalam berperang melawan Tararani. Mahadji membersihkannya ke Balaji bahwa dia tidak akan membantu Shahu dalam rencana jahatnya. Penduduk desa Saswad menghitamkan wajah Chimna. Balaji Vishwanath mengatakan kepada Mahadji bahwa Shiva tidak dapat melindungi kerajaannya.

----------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------


Pant Pranithi melihat Balaji dan Baji pergi dan mengira hal sangat buruk akan terjadi pada mereka jika mendukung Shahu ji. Pant Pranithi tersenyum licik.
Bihu mencari bibi dan pamannya. Radha memberitahu Bhiu bahwa mereka tidak memiliki makanan dan sayuran di rumah. Chimna bilang "Kita akan pergi ke pasar dan membelinya, dan akan pergi". Chimna ji pergi dari rumah tanpa mereka ketahui tulisan desh dorhi terpajang di dinding rumah mereka
Balaji bersama dengan Baji datang menemui Ayah Kashi, tujuan mereka meminta pada raja memberikan sejumlah uang untuk perang. Raja mengatakan " kekayaan saya adalah untuk pembangunan dan bukan untuk kehancuran" Raja meminta maaf. Kashi melihat Baji dan mengingat kejadian itu.  Balaji mengatakan " aku hanya menginginkan kekayaan bagi pembangunan bangsa". Sementara itu Khasi sedang bersama ibunya. Khasi terkejut saat melihat Baji dan mengingat semua kejadian saat Baji mengangkatnya saat menari dan Baji membekap mulut Khasi. 
Raja meminta maaf dan menolak untuk memberikannya. Baji berjalan menuju Kashi dan memeluknya, Baji membawa Kashi keluar dan mengarahkan belati. Raja marah melempar belati ke Baji dan mengenai tangannya  untuk membuatnya membebaskan Kashi, Khasi berlari ke ayahnya. Baji dikepung prajurit ayah Kahasi dan ia meminta maaf dan menjelaskan pada raja  "ketika ada perang, seseorang perlu melindungi orang lain". Ratu mengatakan pada Balaji " putra mu berada di luar kendali mu". Raja bilang" aku akan membalasnya jika Tara Rani Bai tidak mengirimkan". Balaji menegur Baji dan Balaji mengatakan" kau berpikir salah, Tara Rani tidak mendukung Shahu ji" dan meminta kekayaan untuknya. Raja kaget.
Chimna Ji pergi kepasar untuk mendapatkan minyak, Balu dan teman-temannya datang menendang wadah dan mendorongnya, Balu berkata pada Chimna Ji " Kau tidak akan mendapatkan air atau pun minyak, kau anak dari desh dorhi". Chimna ji marah mengatakan "Ayah ku tidak bodoh" Guru ji datang dan meminta orang untuk menahan dari putra Desh Drohi. Mereka menahan Chimna.
Raja bertanya pada Balaji' jika kau melupakan perbuatan dan pengorbanan Tara Rani Bai aku perisai antara Marathi dan mughal" Balaji mengatakan " Shahu ji menjadi tahanan Aurangzeb, dan keinginan terakhir Maharaj meminta agar Shahu ji duduk di Singhasan, namun Tara Rani Bai mengumumkan Raze sebagai raja". Raja bertanya" mengapa Tara Rani melakukannya?" 

Balaji mengatakan" dia mengumumkan Raze sebagai raja saat Shahuji menjadi tawanan" . Raja bilang "tapi aku mengenal Tara Rani Bai dengan baik". Balaji mengatakan " Dhana ji mendukung Shahu ji" Raja kaget. Balaji mengatakan "Mughal ingin terus bertarung, dan kita harus mengambil keputusan yang tepat". Raja mengatakan"'Shiva Raze, dia raja yang cakap dan aku melihat saat dia bertarung pada hari Gudi Padwa". Kashi menatap Baji dan mengingat saat Baji menggendongnya dengan pakian perang saat kekacauan terjadi. Raja memberitahu Balaji "Raze memiliki semua 4 kualitas seorang raja yang baik" dan menolak untuk mendukung Shahu ji. Ratu meminta Balaji pergi sebelum dia akan menangkapnya atau orang mengatakan bahwa desh drohi mengunjunginya". 

Balu, Guru ji dan lainnya menghasut penduduk desa dan mengatakan "tinta hitam akan digosok di wajahnya untuk menghukumnya karena desh di desa adalah ayahnya". Chimna Ji mengamuk dan melarikan diri namun Balu menendang Chimna hingga terjatuh dan mengusap cat hitam di wajahnya. Semua orang menertawakannya. Gotiya dan Ishu berlari ke sana. Guru ji bertemu Pant Pratinidhi dan mengatakan" ini hanya permulaan, sekarang melihat apa yang bisa aku lakukan?. Pant Pratinidhi berjanji untuk menemuinya Raj Guru. Chimna hancur berantakan ia menangis, wajahanya menghitam semua orang mentertawakannya, Pant Prantidhi dan Guru Ji tersenyum puas

Baji mengatakan pada raja "ayah ku buman desh droh Shiva menyakiti ibu dan saudara kandung ku sehingga dia bisa memaksa ayahnya untuk membunuh Shahu ji, Shiva telah membeli Sardaars".
Rans Mahant mengatakan " tapi Tara Rani tidak bisa melakukan ini". Balaji mengatakan "tidak, ini tidak dilakukan oleh Tara Rani Bai, tapi Raze, sekaranv Raze tidak dalam kendali Tara Rani".
Ratu menegur Baji dan mengatakan "anak hinsak seperti mu tidak memiliki tempat di rumah ini "dan meminta mereka untuk pergi. Balaji meminta Baji untuk pergi. Baji bilang "aku bukan hinsak".

Kashi mengatakan pada Baji " kau pembohong" dan mengatakan pada ayahnya " Baji yang telah bertengkar dengan seorang pria pada hari Gudi Padwa dan bukan Shiva Raze". Raja kaget mendengar ini. Balaji mengatakan" anak ku benar, Shiva Raze bukan yogya atau veer. Baji mengatakan "kau tidak akan mempercayai aku atau baba ku tapi kau harus mempercayai putri mu, itu karena Shiva Raze tidak dapat melindungi dirinya sendiri bagaimana dia akan berjuang untuk Swaraj?". Kilas balik ditampilkan saat Baji menggantikan Raze di acara Gudi padwa, kemudian ledakan terjadi dan Baji menggendong Khasi, Khasi membuka penutup wajah Baji, Baji meminta agar Khasi tidak memberitahu pada siapapun. Kilas Balik selesai


Precap:
Seseorang menyerang Balaji. Baji meminta untuk membiarkan ayahnya pergi. Seorang pria memintanya untuk berbalik dan melihat. Mereka melihat banyak orang telah menjadi tawanan