Sabtu, 06 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 61 (17 April 2017) : PENYERANGAN PEMBUNUH BAYARAN DI DESA, BAJI BERHASIL MELARIKAN DIRI DARI PENJAA NASER DAN MENYELAMATKAN AYAHNYA, PARA PENDUDUK DESA BERHASIL MELAWAN SEMUA PEMBUNUH BAYARAN

Tayangan Sony Tv : 17 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 61
DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPRETASIKAN OLEH MADE


Index : Tentara Mughal menyerang desa Daulatabad. Balaji Vishwanath menginstruksikan ajudannya untuk bersiap berperang melawan tentara Mughal. Salah satu tentara Mughal menusuk Balaji Vishwanath dengan belati. Bajirao membebaskan dirinya dari  tempat pembuangan Nasir. Penduduk desa Daulatabad mulai menyerang tentara Mughal.


------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
Masih di tengah-tengah pasar, Baji berkata pada Balaji "Aku masih memiliki cinta untuk negara ku didalam hati ku". Balaji mengatakan "perang tidak akan dimenangkan hanya dengan emosi, tapi dengan keberanian". Dengan rasa kecewa Baji pergi. Balaji kemdian meminta maaf pada semua penduduk desa. Mughal menyerang seorang anak bergegas memberitahu mereka, seluruh penduduk desa sehingga membuat penduduk berlarian untuk menyelamatkan diri,  Baji dan juga Balaji  terkejut ketika  melihat apa yang sebenarnya terjadi. Balaji panik dan menioleh ke arah Baji, eberapa orang memasukan Baji kedalam karung dan membawanya pergi, Balaji terkejut ketika melihat Baji telah hilang dan sesorang menusuk Balaji dari belakang, Balaji kesakitan berlumuran darah pandangannya telah buyar, Malhar berteriak "Pamaaaan..."Mereka bertanya pada Balaji "Apa yang terjadi, siapa yang telah melakukannya?" , namun ringkikan kuda terdengar prajurit  bayaran Mughal telah memasuki desa, Balaji meminta agar semua anak buahnya untuk bersiap-siap perang dan meminta agar mereka meutup pintu gerbang dan menghentikannya.

Baji telah di culik dan dibawa ketempat Naser, kedua tangan baji dikat. Naser datang dan menyapa Baji dan ia tertawa puas. Naser mengatakan "Kau seperti ikan yang baru saja keluar dari air, saat ini kau tidak berdaya, kau begitu baik". Baji memerikannya tantangan untuk berperang. Naser mencabut pedangnya  bilang "aku pasti akan membebaskan mu dan akan berperang denganmu, aku berani". Naser tertawa berkata "aku tidak bodoh seperti mu dan tidak ingin berperang, tetapi menang". Naser bilang "aku akan memberikan mu kesempatan untuk melawan dan bermain dengan ku, ayah mu akan segera mati disana, sementar kau juga akan mati disini" tikus itu akan mati.. dan kau akan mati dalam kerakutan". Naser pegi dan lagu Maughal di mainkan. Naser meminta pada prajurit menjaga agar terus mengawasi Baji.

Sementara itu Malhar dan orang kepercayaan Balaji berusaha untuk mengunci pintu gerbang, Balaji mencabut belati yang telah menusuk perutnya dan mernaruh pasir untuk menghentikan pendarahan dan menikatkan kain di lukanya dan kembali mengambil pedang. Bebrapa prajurit bayaran yang telah di sewa Qameruddin berusaha untuk mendobrak pintu gerbang,Balaji dalam keadaan yang sedang terluka parah mencabut pedang dan bersiap akan melawan.
Semua Prajurit Marathis dengan pedang di tangan mereka berisao untuk melawan, diluar pintu gerbang, keempat pereman bayaran Qameruddin mulai mendobrak dengan sekuat tenaga, dengan bantuan prajurit Mughal yang tersus berusaha membuka pintu dengan beberapa bilah  bambu sehingga menjatuhkan satu persatu semua benda yang digunakan untuk menjadi penghalang agar Mughal tidak bisa masuk, pimpinan dari pereman bayaran turun dari kudanya menhgampiri pintu gerbang, ia berlari dan kemudian melompati bambu dan berdiri di atas dinding, ia melemparkan dua buah belati dan menewaskan dua prajurit Marathis, sementara bebrapa pembunuh  bayaran bersama dengan perajurit Mughal akhirnya  berhasil untuk membuka pintu dari dalam.
Pimpinan pereman melompat kebawah, ia tepat berada dihadapan wajah Balaji yang sedang terluka parah dan mengarahakan pedang di leher Balaji, Malhar dan anak buah Balaji berusaha untuk menyelamatkan Balaji namun prajurit Mugghal berada di sekeliling mereka dan menyerang semua Marathis dan mengarahkan pedang keleher masing-masing yang berada disana.
Pemimpin pembunuh bayaran itu bertanya pada Balaji, "Mungkin saja kau Balaji, ini akan sangat menyenangkan  untuk membunuh mu", ia tertawa puas sementara Malhar sangat menghawatirkan keadaan Balaji yang sedang terluka sangat parah. Pria itu memaksanya untuk mengikuti seperti apa yang diucapkan, namun Balaji mengatakan beberapa kata yang dapat memotivasi semua Marathis dan memintanya untuk mendengarkan suara auman harimau dan bersorak-sorai "Har... Har Mahadev. Antara kedua kubu Mughal dan Kubu Marthis saling terlibat dalam pertarungan pedang. Dengan keadaan terluka parah Balaji melakukan perlawanan menghadapi pemipmpin pembunuuh bayaran, sementara itu beberapa orang penduduk yang sedang bersembunyi karena ketakutan dirumah mereka melihat perlawanan yang sedang dilakukan oleh kedua kubu tersebut. Malhar berhasil menebaskan peangnya pada salah satu dari anggota pembunuh bayaran dan membuat seorang anak terkejut.

Baji masih terikat di gua, dengan penjagaan dua orang kepercayaan Naser, Baji mencoba melepaskan ikatan tali di kedua tangannya, lalu ia melihat nyala api, ia mencoba untuk mendapatkan lampu itu dan mengayunkan tubuhnya untuk mendapatkan lampu tersebut, ia emencoba mendapatkannya dengan kakinya. Sementara itu seorang Marathi yang diam-diam memihak Mughal sedang melakukan perlawan terhadapt prajurit Mughal, pria itu berpura-pura pingsan ketika prajurit telah pergi meninggalkan dirinya.

Khas menendang mejad dengan membawa pedang di tangannya, ia bersorak sorai penuh dengan kemarahan "Har..har Mahadev" dan melawan pereman bayaran yang sedang menghdang jalannya. Malhar juga melakukan perlawan pada prajurit Mughal namun ia dikalahkan, semua penduduk masih menyaksikan pertarungan mereka dikejauhan, Balaji masih bertarung padang melawan pimpinan pembunuh bayaran khoonkhaar. Anak buah Balaji pun berhasil jatuh tersungkur ketika melawan pihak Mughal.
Baji masih berusaha untuk mendapatkan lampu itu dengan kakinaya dengan mengayunkan tubuhnya hingga membuat pergelangan tangannya terluka dan mengeluarkan darah, dan akhirnya ia berhasil mendapatkan lampu itu dan menaruh didekekatnya, ia mencoba membakar tali yang mengikat pergelangan kakinya. Khas melawan keempat pereman sekaligus dengan mengkis dan menahan serangan pedang, Malhar terkalahkan ketika ia melakukan pertarungan namun kemudian ia menebaskan pedangnya ke perut pereman bayaran. Ditengah-tengah perlawanan Balaji melawan pimpinan pembuuh bayaran (Khoonkhaar) Balaji kesakitan ia merasakan nyeri, namun Khoonkhaar berkata pada Balaji "Domba harus mati dan tidak akan bisa di selamatkan sekalipun jika ia mengaum"
Balaji mengatakan pada KhoonKhaar " Itu akan dibuktikan nanti yang mana yang harimau dan yang mana anak domba". Balaji kembali bertarung melawan pimpinan pereman itu. Begitu juga dengan semua Marhari dan orang kepercayaan Balaji namun pereman berhasil kembali memukul dan mengalahkannya, ketika seorang anak akan berteriak di rumanya,  seroang pria dengan sigap membekap muutnya dan membawa anak itu pergi

Baji berhasil membakar dan melepaskan ikatan tali di kakinya dan merasakan nyeri, dua orang prajurit penjaga pintu bergegas untuk mengecek, mereka terkejut ketika kaki Baji sudah bebas dari ikatan tali, Baji menendang dua prajurit ketika ia akan di serang, ia membuka tali ditangannya dengan mulutnya dan akhirnya Baji bebas. Baji akan melarikan diri namun prajurit bangkit dan akan menyerangnya dengan pedang, Baji menahan serangan pedang sehingga tangannya berdarah, Baji merebut pedang Prajurit dan berhasil lari.

Balaji masih melakukan perlawanan terhadap pimpinan pereman bayaran (khoonkhaar). Balaji sudah sangat lemah ia melepaskan lukanya yang terus mengeluarkan darah, Khoonkhaar menusukan pedang pada luka Balaji dan ia tertawa senang melihat Balaji kesakitan dan membukuk.Balaji nerlari dengan membawa belati dan kelapa  di tangannya dan datang ke sana dan ia melihat ketika ayahnya akandi tikam oleh pimpinan pembunuh bayaran, Pereman berkata pada Balaji "Kau tidak akan berbuat apapun untuk membuat Mughal kalah, aku akan membunuh mu dengan pedang ini". Namun Baji melemparkan belati ditangannya untuk menghentikannya, pimpinan pereman bayaran kesakitan karena belati itu tertancap di bahu belakangnya, Baji bersorak sorai , sehingga membuat semua pendukungnya tersenyum senang melihat kehadiran Baji. Khas mengingat ketika Baji sedang berlatih untuk mengalahkan musuh, kemudian melemparkan kelapa, kelapa itu meledak dan mengelurkan asap, semua Marathis bersembunyi. Para pereman bayaran meminta agar mereka keluar dari tempat persembunyian dan mengatakan "Kami akan membunuh semua orang yang berada dalam rumah merka".

Balaji berada di salah satu rumah penduduk dan sedang di obati, Baji bilang pada ayahnya Balaji "Aku tidak tahu jika Yud kala, tapi aku tahu Dhari"... aku tahu tempat ini dri jalurnya, kita harus memisahkan dan kemudian memsisahkan mereka, kita pasti akan menang". Seorang pria berkata "Kau hanyalah anak kecil yang banyak berbicara, saudara ku Bondi ma telah mati karena diri mu dan sekrang semua orang diantra kita akan mati itu semua karena mu". Baji mencoba untuk berbicara namun ayahnya menghentikannya,  Balaji berkata "Kau mengatakan hal yang benar, kamilah yang telah membawa masalah ini, tapi kami akan mengakhiri perang ini". Semaentara itu diluar, pimpinan pereman berteriak meminta pada semua anak buahnya untuk menggeldah setiap rumah, mereka berpencar ke semua rumah penduduk desa, Seorang anggota pereman bayaran datang kerumah Bondi ba, namun istri Bondi ba memukul kepalanya sehingga ia jatuh tidak sadarkan diri, Baji melihatnya dari dalam, saudaranya datang..  Istri Bondi Ba berkata "Aku tidak akan menanggung penyiksaan Mughal".
Seorang wanita yang masih tinggal satu rumah berkata "aku akan mendukung mu". Pimpinan pembunuh bayaran yang jahat (Koonkhaar) berkata pada penduduk desa "Kami akan menghukum kalian".

Balaji keluar dan pembunuh bayaran mendekatinya, namun para pembunuh itu terjatuh karena tali jebakan yang sengaja dipasang oleh penduduk desa/ anak kecil, ketika para pereman akan menyerang semua penduduk desa melakukan perlawanan pada semua pembunuh bayaran di hadapan Balaji, mereka memukuli pereman dengan benda di tangan. Baji berkata "hari ini mereka akan tahu jika perempuan tidak lemah"


Precap:
Semua penduduk desa membunuh semua pembunuh bayaran Qameruddin namun Khoonkhaar meminta mereka untuk melapaskannya akan tetapi  Balaji membunuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar