Tayangan Sony TV : 14 APRIL 2017
Baji dan Naser berputar-putar dengan memegang pedang di tangan sementara Khass dan Malhar ditahan oleh prajurit Naser begitu sangat tagang, Baji berlari dan siap menyerang Naser, semua warga berlarian untuk melihat mereka akan bertarung pedang. ketika Naser siap akan menyerang Baji dengan pedangnya. Dengan sangat bangga Khass tersenyum senang ketika Baji memukul Naser. Naser tidak terima dengan pukulan Baji kemudian ia balik menyerang, Baji dengan sekuat tenaga menangkis semua serangan pedang dari Naser dan berhasil menjatuhkan pedang di tangannya ke tanah, semua orang terlihat senang, namun Naser melakukan hal yang sama dan mejatuhkan senjata Baji ke tanah.
Dipenjara, Balaji mencoba untuk melarikan diri dari penjara Qameruddin, dan Balaji mengalahkan prajurit yang berusaha menghadangnya, Balaji melemparkan rantai dan mengenai pedang parjurit dan menebas lehernya dengan pedang. Balaji dan anak buahnya sampai di koridor mereka berjalan dengan sangat hati-hati dengan memegang pedang ditangannya, saat itu seorang prajurit keluar dengan segera Balaji dan anak buahnya bergegas untuk bersembunyi. Prajurit menoleh kebelakang ketika ia menyadari sesuatu yang sangat mencurigakan, kemudian Prajurit itu berjalan untuk kearah belakang untuk memeriksa keadaan. Balaji dan anak buahnya keluar dari persembunyiannya dan memasuki ruangan.
Kambali pada Naser dan Baji yang masih saling bertarung dengan tangan kosong setelah pedang mereka terjatuh ketanah, Naser memukul Baji hingga dua kali dan kemudian pada pukulan ketiga Baji menangkis dan menahan tangannya, Baji membalas pukulan Naser sehingga membuat anak buah Naser cemas, Baji terus memukuli Naser dan menahan lehernya ketika ia akan memukuli Baji namun Baji menahan lehernya dari belakang dan membuat Naser terjatuh, Khas dan Malhar kembali tersenyum bangga pada Baji. Baji akan kembali menyerang namun Naser menoleh dan menendang Baji, Baji terjatuh dan Naser menahannya, ia mencekek leher Baji. Baji mengingat kembali pesan Balaji ayahnya ketika Khan melaatihnya, lalu Baji mencolok mata Naer dengan jarinya sehingga ia dapat terlepas dari cekikan Naser. Sambil memegang lehar Naser dengan sangat erat Baji memukul Naser kembali dari belakang.
Pale Khan ketika itu begitu cemas melihat keadaan Naser, ia hendak membantu namun Malhar melakukan serangan balik dengan merebut pedang di tangannya dan berbalik mengarahkan pedang keleher Pale Khan, Khas dan Malhar berhasil menangani Pale Khan dan Baji menahan Naser.
Beberapa prajurit tergeletak berlumuran darah, saat itu dua orang pria berjalan di koridor, mereka sangat terkejut. Pria itu berlari, dan Balaji berlari bersama dengan anak buahnya di balkom atas untuk melarikan diri, lalu pria itu akan melepaskan anak panah,Raja itu berteriak memanggil Balaji.. Balaji dan anak buahnya pun menghentikan langkah kakinya. Balaji menantangnya untuk segera melepaskan anak panah didadanya ia membentangkan kedua tangannya dan mengatakan pada raja "Aku tidak ingin orang lain memngajukan pertamyaan pada keberaniannya". Raja ragu untuk melepaskan bidikan anak panahnya dan menurunkan panahnya kebawah. Blaji mengatakan pada Raja "meskipun kau telah tunduk di hadapan Mughal tapi aku hanya ingin melihat kau dinenaskan". Balaji dan anak buahnya bersorak sorai Har..har Mahadeb dan pergi. Namun Raja itu mencabut belati di ikat pingganya lalu menusuk dirinya sendiri ia pun bersorak sorai har..har Mahadev dan mengatakan pada pelayannya "aku tidak akan mati dan melarikan diri" itu dilakukannya agar Qammerudin tidak mencuriganya.
Naser berada dalam sel penjara Marathi, ia berteriak sangat marah mengatakan "Kau telah menawan anak dari Qammeruddin, ayah ku tidak akan melepaskan mereka dan sekarang akan membunuh ayah Baji". Naser terkejut ketika Balaji berjalan menuju kearahnya. Balaji datang ke penjara mengatakan "Aku tidak akan mengambil kehidupan mu, aku akan melepaskan mu jika kau bersedia meninggalkan Daultabad untuk selamanya". Baji dan semua anak buhanya heran dan bertanya pada ayahnya " Bagaimana kau dapat membiarkannya pergi, bukankah ia telah membunuh Bondi Baa. Balaji hnya terdiam menatap Blaji, sementara Naser tersenyum dengan kelicikan. Seorang Marathi pendukung Mughal diperintahkan untuk membukan gembok penjara, Naser bersama anak buahnya keluar dari penjara, ia tetap tersenyum menatap penuh dengan kebencian pada Baji, Baji mengatakan pada ayahnya "Ayah bukankah kau akan memberikannya hukuman mati?". Balaji mengatakan "Jika kau menginginkan hal itu, maka hukum Naser dengan tangan mu sendiri". Semerbak senyum Naser sektika hilang dari wajahnya karena terkejut. Balaji memerintahkan orang keprcayaannya menahan Naser kemudian Balaji mencabut pedang dan memberikan pedang itu untuk Baji dan memerintahkan agar segera membunuh Naser.
Baji mengambil pedang itu dan ia mengingat kematian penduduk desa di Dabultabad dan semua penderitaan yang telah merka lalui, Baji pun mengingat ketika ia melihat mayat-mayat penduduk tergantung di tepian jalan, ketika rumah pendudk terbakar dan mereka ditimpuki batu oleh penduduk, bagaimana dengan berutalnya ketika Naser membunuh Bondi Baa, Dengan amarah Baji berorak sorai "Har..har Mahadev" dan hendak membunuh Naser, Naser hanya diam dan menutup matanya, namun Baji menjatuhkan pedangnya ke bahwah. Naser kembali tertawa mengatakan "Kau benar-benar pengecut". Baji mengatakan "Tidakkah kau berfikir akan kebaikan ku sebagai kelemahan... kemanusiaan ku tidak akan mati". Balaji merebut pedang dari tangan Baji sehingga kembali membuat Naser terdiam dan melepaskan Naser dan anak buahnya, mereka pergi. Baji terkejut hanya melihat Naser dan anak buahnya pergi bergitu saja. Balaji bilang "Ayaah..."
Balaji mengatakan pada Baji " kau punya keberanian untuk memberikan kehidupan, tapi tidak memiliki keberanian untuk membunuh musuh... kau tidak akan bisa menjadi seorang prajurit hingga kau membunuh semua musuh mu, kau tidak bisa tetap menyimpan kemarahan mu dan berperang melawan Taimur, kau tidak mendapatkan dukungan dari raja, jika Naser terbunuh maka Qameruddin akan membakar seluruh Dabu;latabad, sekerang kita punya waktu untuk berpikir apa yang harus di lakukkan.., Naser tidak akan menepati janjinya dan sekrang perang akan terjadi" Balaji bergit cemas dan melemparkan pedang pada Baji. Balaji pergi sementara Baji masih terdiam.
Naser kembali pulang dan datang menemui Qammeruddin. Qamerudidin berkata pada Naser "Aku akan membunuh Baji dan juga Balaji, aku akan menyewa pembunuh bayaran untuk berada disana, mereka akan menjadi maut untuk Saudagar, kemana pun mereka pergi, mereka hanya akan membunuh semua orang dan juga harapan mereka". Qameruddin memetikan jarinya dan lima orang bayaran bertubuh kekar datang tepat di hadapannya, Qameruddin meminta semua prajurit bayarannya untuk membunuh Balaji, Baji dan semua pengikutnya.
Semua penduduk berkumpul, Dhana ji datang menemui Balaji dan bertanya padanya "Apa yang akan dilakukan Qameruddin". Dhana Ji meminta pada Balaji untuk pergi menemui Qammeruddin dan meminta maaf kepadanya. Baji menolak mengatakan "Mengapa aku yang harus meminta maaf ... bukankah hal ini terjadi karena diri mu, jika kau telah di hukum Naser maka itu tidak akan terjadi". Dhana Ji pergi.
Seorang pria mengungkapkan rasa ketakutannya pada Baji " Kami tidak bisa melihat mereka dibunuh oleh Mughal". Semua orang meminta agar Balaji dan semua anak buahnya pergi meninggalkan desa mereka, semua warga menaruh harapan begitu banyak dan hendak pergi namun Baji bergegas untuk melemparkan pot besar dan meminta untuk mendengarkannya sekali lagi, mereka berhenti. Baji mengatakan "Jika sesuatu dilemparkan maka akan mengguncang hjantung, kalian semua pengecut". Balaji meminta agar Baji menghentikannya dan berkaya "Siapapun tidak dapat membunuh musuh, mereka adalah pengecut, Baji tidak akan ikut berperang" Khas berkata "Baji sedang mempersiapkan sesuatu untuk mengambil bagian". Baji berkata "Aku masih punya cinta untuk negara ku". Balaji mengatakan "perang hanya akan dimenangkan oleh orang-orang yang telah kompoten"
Dipenjara, Balaji mencoba untuk melarikan diri dari penjara Qameruddin, dan Balaji mengalahkan prajurit yang berusaha menghadangnya, Balaji melemparkan rantai dan mengenai pedang parjurit dan menebas lehernya dengan pedang. Balaji dan anak buahnya sampai di koridor mereka berjalan dengan sangat hati-hati dengan memegang pedang ditangannya, saat itu seorang prajurit keluar dengan segera Balaji dan anak buahnya bergegas untuk bersembunyi. Prajurit menoleh kebelakang ketika ia menyadari sesuatu yang sangat mencurigakan, kemudian Prajurit itu berjalan untuk kearah belakang untuk memeriksa keadaan. Balaji dan anak buahnya keluar dari persembunyiannya dan memasuki ruangan.
Kambali pada Naser dan Baji yang masih saling bertarung dengan tangan kosong setelah pedang mereka terjatuh ketanah, Naser memukul Baji hingga dua kali dan kemudian pada pukulan ketiga Baji menangkis dan menahan tangannya, Baji membalas pukulan Naser sehingga membuat anak buah Naser cemas, Baji terus memukuli Naser dan menahan lehernya ketika ia akan memukuli Baji namun Baji menahan lehernya dari belakang dan membuat Naser terjatuh, Khas dan Malhar kembali tersenyum bangga pada Baji. Baji akan kembali menyerang namun Naser menoleh dan menendang Baji, Baji terjatuh dan Naser menahannya, ia mencekek leher Baji. Baji mengingat kembali pesan Balaji ayahnya ketika Khan melaatihnya, lalu Baji mencolok mata Naer dengan jarinya sehingga ia dapat terlepas dari cekikan Naser. Sambil memegang lehar Naser dengan sangat erat Baji memukul Naser kembali dari belakang.
Pale Khan ketika itu begitu cemas melihat keadaan Naser, ia hendak membantu namun Malhar melakukan serangan balik dengan merebut pedang di tangannya dan berbalik mengarahkan pedang keleher Pale Khan, Khas dan Malhar berhasil menangani Pale Khan dan Baji menahan Naser.
Beberapa prajurit tergeletak berlumuran darah, saat itu dua orang pria berjalan di koridor, mereka sangat terkejut. Pria itu berlari, dan Balaji berlari bersama dengan anak buahnya di balkom atas untuk melarikan diri, lalu pria itu akan melepaskan anak panah,Raja itu berteriak memanggil Balaji.. Balaji dan anak buahnya pun menghentikan langkah kakinya. Balaji menantangnya untuk segera melepaskan anak panah didadanya ia membentangkan kedua tangannya dan mengatakan pada raja "Aku tidak ingin orang lain memngajukan pertamyaan pada keberaniannya". Raja ragu untuk melepaskan bidikan anak panahnya dan menurunkan panahnya kebawah. Blaji mengatakan pada Raja "meskipun kau telah tunduk di hadapan Mughal tapi aku hanya ingin melihat kau dinenaskan". Balaji dan anak buahnya bersorak sorai Har..har Mahadeb dan pergi. Namun Raja itu mencabut belati di ikat pingganya lalu menusuk dirinya sendiri ia pun bersorak sorai har..har Mahadev dan mengatakan pada pelayannya "aku tidak akan mati dan melarikan diri" itu dilakukannya agar Qammerudin tidak mencuriganya.
Naser berada dalam sel penjara Marathi, ia berteriak sangat marah mengatakan "Kau telah menawan anak dari Qammeruddin, ayah ku tidak akan melepaskan mereka dan sekarang akan membunuh ayah Baji". Naser terkejut ketika Balaji berjalan menuju kearahnya. Balaji datang ke penjara mengatakan "Aku tidak akan mengambil kehidupan mu, aku akan melepaskan mu jika kau bersedia meninggalkan Daultabad untuk selamanya". Baji dan semua anak buhanya heran dan bertanya pada ayahnya " Bagaimana kau dapat membiarkannya pergi, bukankah ia telah membunuh Bondi Baa. Balaji hnya terdiam menatap Blaji, sementara Naser tersenyum dengan kelicikan. Seorang Marathi pendukung Mughal diperintahkan untuk membukan gembok penjara, Naser bersama anak buahnya keluar dari penjara, ia tetap tersenyum menatap penuh dengan kebencian pada Baji, Baji mengatakan pada ayahnya "Ayah bukankah kau akan memberikannya hukuman mati?". Balaji mengatakan "Jika kau menginginkan hal itu, maka hukum Naser dengan tangan mu sendiri". Semerbak senyum Naser sektika hilang dari wajahnya karena terkejut. Balaji memerintahkan orang keprcayaannya menahan Naser kemudian Balaji mencabut pedang dan memberikan pedang itu untuk Baji dan memerintahkan agar segera membunuh Naser.
Baji mengambil pedang itu dan ia mengingat kematian penduduk desa di Dabultabad dan semua penderitaan yang telah merka lalui, Baji pun mengingat ketika ia melihat mayat-mayat penduduk tergantung di tepian jalan, ketika rumah pendudk terbakar dan mereka ditimpuki batu oleh penduduk, bagaimana dengan berutalnya ketika Naser membunuh Bondi Baa, Dengan amarah Baji berorak sorai "Har..har Mahadev" dan hendak membunuh Naser, Naser hanya diam dan menutup matanya, namun Baji menjatuhkan pedangnya ke bahwah. Naser kembali tertawa mengatakan "Kau benar-benar pengecut". Baji mengatakan "Tidakkah kau berfikir akan kebaikan ku sebagai kelemahan... kemanusiaan ku tidak akan mati". Balaji merebut pedang dari tangan Baji sehingga kembali membuat Naser terdiam dan melepaskan Naser dan anak buahnya, mereka pergi. Baji terkejut hanya melihat Naser dan anak buahnya pergi bergitu saja. Balaji bilang "Ayaah..."
Balaji mengatakan pada Baji " kau punya keberanian untuk memberikan kehidupan, tapi tidak memiliki keberanian untuk membunuh musuh... kau tidak akan bisa menjadi seorang prajurit hingga kau membunuh semua musuh mu, kau tidak bisa tetap menyimpan kemarahan mu dan berperang melawan Taimur, kau tidak mendapatkan dukungan dari raja, jika Naser terbunuh maka Qameruddin akan membakar seluruh Dabu;latabad, sekerang kita punya waktu untuk berpikir apa yang harus di lakukkan.., Naser tidak akan menepati janjinya dan sekrang perang akan terjadi" Balaji bergit cemas dan melemparkan pedang pada Baji. Balaji pergi sementara Baji masih terdiam.
Naser kembali pulang dan datang menemui Qammeruddin. Qamerudidin berkata pada Naser "Aku akan membunuh Baji dan juga Balaji, aku akan menyewa pembunuh bayaran untuk berada disana, mereka akan menjadi maut untuk Saudagar, kemana pun mereka pergi, mereka hanya akan membunuh semua orang dan juga harapan mereka". Qameruddin memetikan jarinya dan lima orang bayaran bertubuh kekar datang tepat di hadapannya, Qameruddin meminta semua prajurit bayarannya untuk membunuh Balaji, Baji dan semua pengikutnya.
Semua penduduk berkumpul, Dhana ji datang menemui Balaji dan bertanya padanya "Apa yang akan dilakukan Qameruddin". Dhana Ji meminta pada Balaji untuk pergi menemui Qammeruddin dan meminta maaf kepadanya. Baji menolak mengatakan "Mengapa aku yang harus meminta maaf ... bukankah hal ini terjadi karena diri mu, jika kau telah di hukum Naser maka itu tidak akan terjadi". Dhana Ji pergi.
Seorang pria mengungkapkan rasa ketakutannya pada Baji " Kami tidak bisa melihat mereka dibunuh oleh Mughal". Semua orang meminta agar Balaji dan semua anak buahnya pergi meninggalkan desa mereka, semua warga menaruh harapan begitu banyak dan hendak pergi namun Baji bergegas untuk melemparkan pot besar dan meminta untuk mendengarkannya sekali lagi, mereka berhenti. Baji mengatakan "Jika sesuatu dilemparkan maka akan mengguncang hjantung, kalian semua pengecut". Balaji meminta agar Baji menghentikannya dan berkaya "Siapapun tidak dapat membunuh musuh, mereka adalah pengecut, Baji tidak akan ikut berperang" Khas berkata "Baji sedang mempersiapkan sesuatu untuk mengambil bagian". Baji berkata "Aku masih punya cinta untuk negara ku". Balaji mengatakan "perang hanya akan dimenangkan oleh orang-orang yang telah kompoten"
Precap:
Para pembunuh bayaran Qammeruddin menyerang Baji, Balaji dan Daulatabad
. Seseorang menusuk Balaji. Balaji kesakitan.
. Seseorang menusuk Balaji. Balaji kesakitan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar