Ditayangkan SONY TV : 16 Mei 2017
Kecurigaan Sradar Mughal terhadap Baji dan ia mengadu pada Kam Baksh. Baji bersaha menjelaskan namun Kam Baksh marah dan mengarahkan pedang ke leher Baji. Baji memberi tahu pada Kam Baksh "itu memang suara ku, aku akan berbicara dengan suara prajurit". Semua orang tertawa terbahak saat Baji merubah suauaranya hal itu membuat Sradar Mughal bingung, dan Baji hanya tersenyum.
Dua orang pelayan wanita datang ke kamar Radha, Radha hanya duduk terdiam, ia membayangkan saat Balaji memintanya untuk makan, Radha mengatakan "tidak, sampai aku melihat anak-anak ku kembali, aku tidak akan memakannya". Sevika mengaatakan " kau beruntung karena Tara Rani Bai mengirimkan makanan untuk mu, bahkan setelah suami mu dinyatakan sebagai penghianat (desh Dorhi)". Pelayan meminta agar Radha mengambil makanan untuk keselamatan bayinya. Radha berkata "aku akan membuat bayi ini mempelajari kesulitan hidup sebelum ia di lahirkan, agar dia tidak menghadapi kekalahan dan siksaan Tara Rani Bai"
Chimna dan Bihu berada di tempat yang berbeda, Chimna ji mengingat ketika Balaji meminta pada mereka untuk menuliskan pesan padanya dengan pesan rahasia, lalu meminta Bihu untuk mengigitnya dengan parah lalu Chimna menuliskan pesan / surat pada Balaji "Har..har Mahadev" dengan darahnya, Chima memanggil merpati untuk mengirimkan surat tersebut. Chimna mengaatakan pada burung merpati putih " hanya kaulah harapan kamu".
Shiva raze membawa Tara Rani tendanyaya dan Raze ingin bertengkar dengan sardaar dan membunuhnya, Raze berkata "kau harus memastikan hanya aku yang akan duduk di singgasana, kau harus bertemu dengan Mughal". Tara Rani menolak untuk berjabatan tangan dengan Mughal Shiva Raze mengatakan "Shahu ji akan memperjuangkan singgasana dan Qameruddin akan membantu kita". Qameruddin datang bersama Pant Pranitidhi, Raze tersenyum saat melihatnya.
Dihadapan Kam Bakhs, Baji mengatakan "jika kau mau menghukum, aku mendengarnya tapi itu akan salah". Kam Baksh akan membunuh Sraadars Mugha, namun Baji menghentikannya dan meminta Kam Baksh untuk memotong lidahnya, sehingga ia akan selalu ingat lain kali jika harus menyampikan sesuatu. Kam Baksh ingin menuruti perintah Baji dan memerintahkan prajurit Mughal mengambilkan natu bara dan kemudian dengan tangannya ia menaruh beberapa batu bara di mulutnya, Sardaar Mughal menjerit kesakitan dan mengeliat-geliat, seorang prajurit yang menjadi tawanan mengisyaratkan rasa terima kasih pada Baji dengan mencakupkan ekedua tangannya, kilas balik menampilkan jika saraadar itu melukai prajuirt Marathi dengan memasukan batu bara dengan paksa ke mulutnya. Baji bilang "aku hanya ingin kau melihat kekalahan raja mu"
Qameruddin mengatakan "kau berdiri disini, di hadapan ku?". Tara Rani mengatakan "dia tidak akan membungkuk di hadapan siapapun" Qameruddin mengatakan "Kau seperti harimau betina yang selalu melindungi anaknya, kau mungkin tidak ingin bertengkar dengan Shahu ji" dan kemudian memintanya untuk membeli kesetiaan sardaar dengan uangnya. Qameruddin mengatakan " ketika aku mengalahkan Kam Baksh dan menjadi raja Deccan maka kau tidak akan menentang dengan cara apapun". Qameruddin meminta Tara Rani Bai untuk menyerahkan Balaji dan juga keluarganya kepadanya karena antara dia dan Balaji memiliki permusuhan pribadi dengan mereka.
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 82 DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Shiva mengatakan kepada Tararani bahwa Qamruddin ingin bertemu dengannya. Balaji Vishwanath mengatakan kepada Dhanaji bahwa dia khawatir akan keamanan keluarganya. Shahu memerintahkan Balaji Vishwanath untuk tidak pergi ke Satara. Kamruddin meminta Tararani untuk meyakinkan Marardhi agar tidak bersatu melawan Shahu. Bajirao memberitahu Malhar Rao Holkar bahwa mereka akan melarikan diri dari penahanan Kam Baksh keesokan harinya.
-------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------
Kecurigaan Sradar Mughal terhadap Baji dan ia mengadu pada Kam Baksh. Baji bersaha menjelaskan namun Kam Baksh marah dan mengarahkan pedang ke leher Baji. Baji memberi tahu pada Kam Baksh "itu memang suara ku, aku akan berbicara dengan suara prajurit". Semua orang tertawa terbahak saat Baji merubah suauaranya hal itu membuat Sradar Mughal bingung, dan Baji hanya tersenyum.
Dua orang pelayan wanita datang ke kamar Radha, Radha hanya duduk terdiam, ia membayangkan saat Balaji memintanya untuk makan, Radha mengatakan "tidak, sampai aku melihat anak-anak ku kembali, aku tidak akan memakannya". Sevika mengaatakan " kau beruntung karena Tara Rani Bai mengirimkan makanan untuk mu, bahkan setelah suami mu dinyatakan sebagai penghianat (desh Dorhi)". Pelayan meminta agar Radha mengambil makanan untuk keselamatan bayinya. Radha berkata "aku akan membuat bayi ini mempelajari kesulitan hidup sebelum ia di lahirkan, agar dia tidak menghadapi kekalahan dan siksaan Tara Rani Bai"
Chimna dan Bihu berada di tempat yang berbeda, Chimna ji mengingat ketika Balaji meminta pada mereka untuk menuliskan pesan padanya dengan pesan rahasia, lalu meminta Bihu untuk mengigitnya dengan parah lalu Chimna menuliskan pesan / surat pada Balaji "Har..har Mahadev" dengan darahnya, Chima memanggil merpati untuk mengirimkan surat tersebut. Chimna mengaatakan pada burung merpati putih " hanya kaulah harapan kamu".
Shiva raze membawa Tara Rani tendanyaya dan Raze ingin bertengkar dengan sardaar dan membunuhnya, Raze berkata "kau harus memastikan hanya aku yang akan duduk di singgasana, kau harus bertemu dengan Mughal". Tara Rani menolak untuk berjabatan tangan dengan Mughal Shiva Raze mengatakan "Shahu ji akan memperjuangkan singgasana dan Qameruddin akan membantu kita". Qameruddin datang bersama Pant Pranitidhi, Raze tersenyum saat melihatnya.
Dihadapan Kam Bakhs, Baji mengatakan "jika kau mau menghukum, aku mendengarnya tapi itu akan salah". Kam Baksh akan membunuh Sraadars Mugha, namun Baji menghentikannya dan meminta Kam Baksh untuk memotong lidahnya, sehingga ia akan selalu ingat lain kali jika harus menyampikan sesuatu. Kam Baksh ingin menuruti perintah Baji dan memerintahkan prajurit Mughal mengambilkan natu bara dan kemudian dengan tangannya ia menaruh beberapa batu bara di mulutnya, Sardaar Mughal menjerit kesakitan dan mengeliat-geliat, seorang prajurit yang menjadi tawanan mengisyaratkan rasa terima kasih pada Baji dengan mencakupkan ekedua tangannya, kilas balik menampilkan jika saraadar itu melukai prajuirt Marathi dengan memasukan batu bara dengan paksa ke mulutnya. Baji bilang "aku hanya ingin kau melihat kekalahan raja mu"
Qameruddin mengatakan "kau berdiri disini, di hadapan ku?". Tara Rani mengatakan "dia tidak akan membungkuk di hadapan siapapun" Qameruddin mengatakan "Kau seperti harimau betina yang selalu melindungi anaknya, kau mungkin tidak ingin bertengkar dengan Shahu ji" dan kemudian memintanya untuk membeli kesetiaan sardaar dengan uangnya. Qameruddin mengatakan " ketika aku mengalahkan Kam Baksh dan menjadi raja Deccan maka kau tidak akan menentang dengan cara apapun". Qameruddin meminta Tara Rani Bai untuk menyerahkan Balaji dan juga keluarganya kepadanya karena antara dia dan Balaji memiliki permusuhan pribadi dengan mereka.
Malhar meminta Baji " ini waktu yang tepat untuk pergi dari sini" Baji bilang" Aayi dan saudara kandung ku akan khawatir". Baji meminta Malhar untuk membuat semua orang siap dan mengatakan" jika Tuhan mau, kita akan bebas besok".
Balaji mendapat surat yang dikirim oleh Chimna melalui burung merpati dan saat membaca surat ia begitu sangat kacau, Dhana Ji bertanya "apa yang telah terjadi?". Balaji terkejut, dan mengatakan "aku meminta anak ku untuk menulis sesuatu yang berlawanan dan menyertai kata har..har mahadev".., Chimna menuliskan surat ini dengan darahnya, aku harus segera pergi dan melindunginya.
Shahu ji datang dan meminta Balaji untuk menyiapkan sardaar lainnya. Balaji menangis dan mengingat tentang berita kehamilan Radha. Radha menangis dan bilang "aku membutuhkanmu, bahkan anak-anak kita". Balaji berbicara dengan dewa berkata " aku hanya seorang ayah, tapi kau adalah param pita.., Tidak ada yang bisa menghentikan keputusan mu dan menunjukkan kepercayaan kepada mu dewa"
Balaji mendapat surat yang dikirim oleh Chimna melalui burung merpati dan saat membaca surat ia begitu sangat kacau, Dhana Ji bertanya "apa yang telah terjadi?". Balaji terkejut, dan mengatakan "aku meminta anak ku untuk menulis sesuatu yang berlawanan dan menyertai kata har..har mahadev".., Chimna menuliskan surat ini dengan darahnya, aku harus segera pergi dan melindunginya.
Shahu ji datang dan meminta Balaji untuk menyiapkan sardaar lainnya. Balaji menangis dan mengingat tentang berita kehamilan Radha. Radha menangis dan bilang "aku membutuhkanmu, bahkan anak-anak kita". Balaji berbicara dengan dewa berkata " aku hanya seorang ayah, tapi kau adalah param pita.., Tidak ada yang bisa menghentikan keputusan mu dan menunjukkan kepercayaan kepada mu dewa"
Precap:
Baji memberitahu Kam baksh bahwa dalam semua leluconnya, mughal berubah menjadi bodoh. Kam Baksh mengatakan "aku akan menghukum mu, sehingga kau tidak lagi bisa membuat lelucon, kau mengkhianati ku, sekarang aku akan memberimu kematian".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar