Balaji keluar dari tempat persembunyiannya, pimpinan pembunuh bayaran
menyerang dan Balaji menangkis serangannya, tapi ia mencari kelemahan Balaji
dengan memukuli luka di perut Balaji, sebuah kendi jatuh mengenaipunggung pembunuh bayaran itu, para penduduk desa melemparkan
semua benda yang ada di tangan mereka.
Saudara Bondi Ba datang menanyakan pada Balaji dan kemudian ia mengejar Khonlhaar, mereka berlari. Baji dan
teman-temannya telah kembali menutup gerbang dengan memegang pedang ditangan
mereka, semua orang mengejar pimpinan pembunuh bayaran itu dan memukulinya
bertubi-tubi dengan kayu di tangan mereka hingga babak belur, Khoonkhaar
meminta ampun ia berjani akan memerintahkan pengikutnya pergi dari desa,
Khoonkhaar bilang pada penduduk desa "aku tidak punya peemusuhan dengan
kalian"
Ditengah-tengah keributan, Balaji akan mengangat gtangannya yang penuh
darah untuk meminta mereka untuk berhenti memukuli pimpinan pembunuh bayaran.
Malhar bertanya pada Baji "mengapa tidak ada yang mau mendengarkan
Shridhar, tapi hanya mau dengan ayah mu saja?". Baji bilang " ayah ku akan
tetap dihati mereka".
Balaji berkata pada lemimin pembunuh bayaran itu " kau telah menghina
daerah kami, kau juga telah membunuh Prajuri dan juga penduduk desa kami" . Balaji meminta agar penduduk desa untuk menghukum pembunuh bayaran balaji
berkata "itu hak kalian"
Penduduk desa kembali memukuli pembunuh bayaran, pemimpin pembunuh bayaraan terjatuh dan pingsan, sementara Balaji kesakitan dan memegangi perutnya.
Semua penduduk desa meminta maaf pada Balaji karena sebelumnya mereka tidak mau
mendengarkannya.
Balaji mengatakan" ini kemenangan kalian" dan memberi pujian pada
semua orang atas kemenangan dan keberanian mereka.
Lalu semua orang kembali menutupinya dan memukulinya, saat itu Balaji akan menikamkan pedang pada pemimpin pembunuh bayaran namun seketika Balaji lemas dan terjatuh, semua orang berlari ke arahnya, Baji juga berlari
dan menahan keseimbangan ayahnya namun Balaji pingsan dalam pelukan Baji". Melihat Balaji yang tidak sadarkan diri, Baji kaget dan teriak penuh dengan kecemasan "ayaaah". Burung gagak terbang di sana. Dirumah Balaji, Radha bai memberikan dua sekor burung makan, seekor burung
gagak datang ia Radha Bai mengambil tongkat dan berusaha untuk mengusirnya dan merasakan sesuatu yang buruk sedang
terjadi pada Baji dan Balaji. Chimna dan Bihu datang pada Radha Bai, Chimna bertanya pada ibunya tentang apa yang sedang cemaskannya, Chimna bertanya pada Radha Bai "kau ketakutan dan tidak mengatakan
apapun". Radha Bai menyadari jika kedua anaknya ada di hadapannya dan memeluk mereka.
Ditempat Qameruddin memberitahu Naser untuk segera mendapatkan kepala Baji dan
juga Balaji, mereka dikejutksn dengan ringkikan kuda yang datang membawa
pemimpin pembunuh bayaran dengan pesan di bajunya, Naser mengambil dan membuka gulungam surat dan
membacanya " kami mengirimkan jasad pembunuh bayaran untuk
memberikan ritus/ tawaran terakhir, jangan lagi memasuki tempat kami". Naser menjadi marah, dan menghancurkan kertas dalam genggamannya, ia berteriak dan membuang surat itu.
Qammeruddinenjadi marah berkata "aku tidak menghormati jasad dari orang
sendiri" lalu meminta prajuritnya agar menjaga tubuh jasad pembunuh bayaran tidak di makan burung gagak/ burung pemakan daging. prajuritBalaji terbaring lemah tidak sadarkan diri, Vaid ji/ tabib mengobati Balaji
mengatajan " tunggu sampai ia sadar".. Tabib tidak bisa berkata namun
ia hanya bilang " aku telah memberinya obat dan sekarang hidupnya
tergantung hanya padanga". Baji menangis dan semua pengikut Balaji dan penduduk
desa berdoa untuk mealukan puja dan berdoalah untuk kesembuhan Balaji, kesembuhannya hanya bergantung pada doa.
Baji kembali mengingat semua ucapan Balaji dan menggenggam kain berlumuran
darah milik ayahnya. Baji berjalan keluar, ia menangis didekat sungai, awan pun penuh dengan kilatan petir namun Baji meminta dewa untuk tidak menghukum ayahnya, ataupun
mengambil nyawanya, Baji menangis sedih dengan menggenggam erat-erat kain yang penuh dengan noda darah Balaji, Baji menyalahkan dirinya atas kondisi ayahnya, Malhar mengatakan " teman mu akan mati berjuang untuk Swaraj, dan kau tidak akan punya waktu untuk menangis karena kematian mereka, kau harus terus maju".
Baji meminta pada Malhar "kau meminta ku untuk berhenti mencintai ayah ku dan juga , keluarga ku?".Malhar datang duduk di samping Baji, Malhar mengatakan "aku melakukan dengan benar apa yang dilakukan ptajurit Swaraj, Swaraj tidak bisa mendapatkan kekuatan, tapi dengan pengorbanan". Malhar mengatakan" tidak... tidak Baji aku memintanya hanya untuk mencintai Negara lebih dari keluarganya". Mereka mendengar seseorang memanggil dan bergegas pergi dari sana. Putra Dhana ji memberitahu penduduk desa " sejauh ini masalah akan berlanjut lalu bagaimana kau dapat menanganinnya?" Baji bertanya apa maksudmu?. Mereka melihat sebuah peti. Baji bertanya " apa maksud mu? "Putra Dhana ji mengatakan"Inilah jawaban dari Qameruddin untuk kalian semua". Mereka melihat kapas yang telah berlumuran dengan darah , Baji melihat gulungan surat dari Qammeruddin.
Baji membaca pesan yang dikirim oleh Qameruddin dengan bahasa
Hindi. Qameruddin menulis tentang permasalahan Balaji dan Baji dan meminta
mereka untuk memotong kepala mereka dan mengirimkan segera kehadapan Qameruddin, jika
tidak ia akan membunuh semua orang dan berjanji untuk berperang dengan membawa
40.000 prajurit untuk melawan 40 orang anggota. Baji mengatakan " aku tidak dapat melihat kematian ayahku". Chandarsen meminta Baji untuk segera memotong kepalanya. Baji bilang "aku siap
memotong kepala ku'.
Putra Dhana ji (Chandarsen) mengumumkan dihadpaan penduduk desa jika Baji telah mengambil keputusan
dan mengatakan" ia akan memotong kepala Balaji yang egois dan juga kepala
putranya dan akan memberikannya pada Mughal". Baji bertanya" bagaimana aku menjadi takut dengan ancaman
kecil, jika kita menemukan solusinya maka kita akan mendapatkannya". Putra
Dhana ji mengatakan " kau akan segera meninggal bersama dengan ayah
mu"
Khaas dengan sangat marah berdiri di depan Baji berkata "kau harus membunuh ku sebelum membunuh
mereka". Yang lainnya juga mengatakanhal yang sama. Khaas
mengatakan " ini telah menjadi keputusan Mughal". Putra Dhana ji
Chandra Shekhar mengatakan "aku akan menguncinya di penjara". Khaas memerintahkan pada prajuritnya agar Chandra Shekar ditangkap sebagai gantinya. Malhar meminta Baji
untuk mengambil keputusan sekarang. Baji mengatakan "setiap anak laki-laki
tidak dapat memutuskan kematian ayahnya, tapi ia juga tidak dapat mengambil
risiko dengan banyak nyawa bagi kita dan itulah mengapa aku mengambil keputusan
ini". Baji mengatakan "akan memotong kepala ku".
Precap:
Radha mendengar seseorang sedang berbicara diluar bersama dengan dua orang pria, ia baru saja kemli dari Daulatabad., ia mengabarkan jika Qameruddin akan segera menyerang
Daulatabad. Radha menjadi sangat cemas dengan Balaji dan Baji mengatakan "mereka harus pergi ke sana karena hidup
mereka dalam masalah".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar