Minggu, 07 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 62 (18 April 2017) : BALAJI PINGSAN DI TENGAH LAPANGAN, BAJI MENYALAHKAN DIRINYA, JAWABAN QAMRUDDIN AGAR BAJI DAN BALAJI MEMOTONG KEPALA DAN MENYERAHKANNYA DI HADAPANNYA.

Tayangan Sony Tv : 18 April 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 62
DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPRETASIKAN OLEH MADE


Index : Penduduk desa Daulatabad mulai memukul seorang tentara Mughal. Balaji Vishwanath tak sadarkan diri di lapangan. Bajirao menyalahkan dirinya sendiri atas kondisi Balaji Vishwanath. Malhar Rao Holkar menghibur Bajirao menasihatinya untuk mengutamakan kesejahteraan negara terlebih dahulu. Chandrasen mengatakan kepada penduduk desa bahwa Kamruddin akan segera menyerang Daulatabad.


--------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------
Balaji keluar dari tempat persembunyiannya, pimpinan pembunuh bayaran menyerang dan Balaji menangkis serangannya, tapi ia mencari kelemahan Balaji dengan memukuli luka di perut Balaji, sebuah kendi jatuh mengenaipunggung  pembunuh bayaran itu, para penduduk desa melemparkan semua benda yang ada di tangan mereka. 

Saudara Bondi Ba datang menanyakan pada Balaji dan kemudian ia  mengejar Khonlhaar, mereka berlari. Baji dan teman-temannya telah kembali menutup gerbang dengan memegang pedang ditangan mereka, semua orang mengejar pimpinan pembunuh bayaran itu dan memukulinya bertubi-tubi dengan kayu di tangan mereka hingga babak belur, Khoonkhaar meminta ampun ia berjani akan memerintahkan pengikutnya pergi dari desa, Khoonkhaar bilang pada penduduk desa "aku tidak punya peemusuhan dengan kalian"
Ditengah-tengah keributan, Balaji  akan mengangat gtangannya yang penuh darah untuk meminta mereka untuk berhenti memukuli pimpinan pembunuh bayaran. Malhar bertanya pada Baji "mengapa tidak ada yang mau mendengarkan Shridhar, tapi hanya mau dengan ayah mu saja?". Baji bilang " ayah ku akan tetap dihati mereka".


Balaji berkata pada lemimin pembunuh bayaran itu " kau telah menghina daerah kami, kau juga telah membunuh Prajuri dan juga penduduk desa kami" . Balaji meminta agar penduduk desa untuk menghukum pembunuh bayaran balaji berkata "itu hak kalian"
Penduduk desa kembali memukuli pembunuh bayaran, pemimpin pembunuh bayaraan  terjatuh dan pingsan, sementara Balaji kesakitan dan memegangi perutnya. Semua penduduk desa meminta maaf pada Balaji karena sebelumnya mereka tidak mau mendengarkannya.
Balaji mengatakan" ini kemenangan kalian" dan memberi pujian pada semua orang atas kemenangan dan keberanian mereka.
Lalu semua  orang kembali  menutupinya dan memukulinya, saat itu Balaji akan menikamkan  pedang pada pemimpin pembunuh bayaran namun seketika Balaji lemas dan terjatuh, semua orang berlari ke arahnya, Baji juga berlari dan menahan keseimbangan ayahnya namun Balaji pingsan dalam pelukan Baji". Melihat Balaji yang tidak sadarkan diri, Baji kaget dan teriak penuh dengan kecemasan "ayaaah". Burung gagak terbang di sana. Dirumah Balaji, Radha bai memberikan dua sekor burung makan, seekor burung gagak datang ia Radha Bai mengambil tongkat dan berusaha untuk  mengusirnya dan merasakan sesuatu yang buruk sedang terjadi pada Baji dan Balaji. Chimna dan Bihu datang pada Radha Bai, Chimna bertanya pada ibunya tentang apa yang sedang cemaskannya,  Chimna bertanya pada Radha Bai "kau ketakutan dan tidak mengatakan apapun". Radha Bai menyadari jika kedua anaknya ada di hadapannya dan memeluk mereka.

Ditempat Qameruddin memberitahu Naser untuk segera mendapatkan kepala Baji dan juga Balaji, mereka dikejutksn dengan ringkikan kuda yang datang membawa pemimpin pembunuh bayaran dengan pesan di bajunya, Naser mengambil dan membuka gulungam surat dan membacanya " kami mengirimkan jasad pembunuh bayaran untuk memberikan ritus/ tawaran  terakhir, jangan lagi memasuki tempat kami". Naser menjadi marah, dan menghancurkan kertas dalam genggamannya, ia berteriak dan membuang surat itu.
Qammeruddinenjadi marah berkata "aku tidak menghormati jasad dari orang sendiri" lalu meminta prajuritnya  agar menjaga  tubuh jasad pembunuh bayaran tidak di makan burung gagak/ burung pemakan daging. prajuritBalaji terbaring lemah tidak sadarkan diri, Vaid ji/ tabib mengobati Balaji mengatajan " tunggu sampai ia sadar".. Tabib tidak bisa berkata namun ia hanya bilang " aku telah memberinya obat dan sekarang hidupnya tergantung hanya padanga". Baji menangis dan semua pengikut Balaji dan penduduk desa berdoa untuk mealukan puja dan berdoalah untuk kesembuhan Balaji, kesembuhannya hanya bergantung pada doa.

Baji kembali mengingat semua ucapan Balaji dan menggenggam kain berlumuran darah milik ayahnya. Baji berjalan keluar, ia menangis didekat sungai, awan pun penuh dengan kilatan petir namun Baji meminta dewa untuk tidak menghukum ayahnya, ataupun mengambil nyawanya, Baji menangis sedih dengan menggenggam erat-erat kain yang penuh dengan noda darah Balaji, Baji menyalahkan dirinya atas kondisi ayahnya, Malhar mengatakan " teman mu akan mati berjuang untuk Swaraj, dan kau tidak akan punya waktu untuk menangis karena kematian mereka, kau harus terus maju". 

Baji meminta pada Malhar "kau meminta ku untuk berhenti mencintai ayah ku dan juga , keluarga ku?".Malhar datang  duduk di samping Baji, Malhar mengatakan "aku melakukan dengan benar apa yang dilakukan ptajurit Swaraj, Swaraj tidak bisa mendapatkan kekuatan, tapi dengan pengorbanan". Malhar  mengatakan" tidak... tidak Baji aku memintanya hanya untuk mencintai Negara lebih dari keluarganya". Mereka mendengar seseorang memanggil dan bergegas pergi dari sana. Putra Dhana ji memberitahu penduduk desa " sejauh ini masalah akan berlanjut lalu bagaimana  kau dapat menanganinnya?" Baji bertanya apa maksudmu?. Mereka melihat sebuah peti. Baji bertanya " apa maksud mu? "Putra Dhana ji mengatakan"Inilah jawaban dari Qameruddin untuk kalian semua". Mereka melihat kapas yang telah berlumuran dengan darah , Baji melihat gulungan surat dari Qammeruddin.

Baji membaca pesan yang dikirim oleh Qameruddin dengan bahasa Hindi. Qameruddin menulis tentang permasalahan Balaji dan Baji dan meminta mereka untuk memotong kepala mereka dan mengirimkan segera kehadapan Qameruddin, jika tidak ia akan membunuh semua orang dan berjanji untuk berperang dengan membawa 40.000 prajurit untuk melawan 40 orang anggota. Baji mengatakan " aku tidak dapat melihat kematian ayahku". Chandarsen meminta Baji untuk segera memotong kepalanya. Baji bilang "aku siap memotong kepala ku'.

Putra Dhana ji (Chandarsen) mengumumkan dihadpaan penduduk desa jika Baji telah mengambil keputusan dan mengatakan" ia akan memotong kepala Balaji yang egois dan juga kepala putranya dan akan memberikannya pada Mughal". Baji bertanya" bagaimana aku menjadi takut dengan ancaman kecil, jika kita menemukan solusinya maka kita akan mendapatkannya". Putra Dhana ji mengatakan " kau akan segera meninggal bersama dengan ayah mu"
Khaas dengan sangat marah berdiri di depan Baji berkata "kau harus membunuh ku sebelum membunuh mereka". Yang lainnya juga mengatakanhal yang sama. Khaas mengatakan " ini telah menjadi keputusan Mughal". Putra Dhana ji Chandra Shekhar mengatakan "aku akan menguncinya di penjara". Khaas memerintahkan pada prajuritnya agar Chandra Shekar ditangkap sebagai gantinya. Malhar meminta Baji untuk mengambil keputusan sekarang. Baji mengatakan "setiap anak laki-laki tidak dapat memutuskan kematian ayahnya, tapi ia juga tidak dapat mengambil risiko dengan banyak nyawa bagi kita dan itulah mengapa aku mengambil keputusan ini". Baji mengatakan "akan memotong kepala ku".


Precap:

Radha mendengar seseorang sedang berbicara diluar bersama dengan dua orang pria, ia baru saja kemli dari Daulatabad., ia mengabarkan jika Qameruddin akan segera menyerang Daulatabad. Radha menjadi sangat cemas dengan Balaji dan Baji mengatakan "mereka harus pergi ke sana karena hidup mereka dalam masalah".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar