Selasa, 09 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 68 (26 April 2017 ) : PERTEMPURAN DI MEDAN PERANG, MUGHAL MULAI MENYERANG MARATHIS. KEADAAN ARUANGZEB SEMAKIN MEMBURUK KAMBKHAS BERENCANA UNTUK MEMBUNUH ARUANGZEB

Tayangan Sony Tv : 26 April 2017



PESHWA BAJIRAO EPISODE 68
DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPRETASIKAN OLEH MADE


Index :  Hakim Aurangzeb menyarankannya untuk beristirahat selama beberapa hari. Tentara Mughal bergegas menuju Balaji Vishwanath dan ajudannya. Kam Baksh dan Zeenat Un Nissa datang ke rumah Aurangzeb dan memintanya untuk menjaga kesehatannya. Balaji Vishwanath dan ajudannya melawan tentara Mughal.


-----------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------
Dimendan pertempuran, Balaji mengatakan pada Qammerudin "Kami akan bertarung antara satu sama lain dan bukan serangan prajurit". Qameruddin mengingat ketika ia pernah di kalahkan oleh Balaji kilas balik di tampilkan ketika Balaji hampir menikam Qammerudin
,  Qammeruddin mengatakan "aku tidak akan terpengaruh dengan kata-kata mu dan kalah, kau hanya memiliki 40 prajurit dan aku memiliki 4.000 prajurit".

Balaji bertanya " apakah kau akan bertengkar dengan semua prajurit mu  ketika mereka mengetahui jika kau belum siap  untuk memperjuangkan mereka?". Naser mencabut pedang ia sangat marah, semua prajuritnya melakukan hal yang sama sebagai geretakan, Marathi juga mengeluarkan pedang mereka namun Qamerudin menahan pasukannya Qameruddin memastikan pada Balaji "Aku pasti akan membunuh mu Balaji" Balaji berkata "Itu akan tertulis dalam sejarah, bagaimana hanya dengan 40 prajurit bisa mengalahkan 4.000 prajurit Mughal."

Balaji dan Qameruddin kembali ketempat mereka masing-masing. Gendrang peperangan di tabuhkan oleh kubu Mughal, Baji meniupkan terompet perang dan membuat situasi semakin menegangkan, semua wanita di desa tampak geliasah, Radha Bai berbisik "Har..har Mahadev"

Aruangzeb berbaring di kamarnya, ia bertanya pada Maulvi Saheb "Berapa lama waktu yang masih tersisa untuk ku?". Maulvi berkata "Tidak banyak". Atuangzeb berkata "tapi aku belum mengumumkan siapa raja baru kita". Seorang pria datang kesana memberitahu jika ia sudah memberitahu pada anak-anaknya tentang kesehatannya, namun Aruangzeb memintanya untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang kemudnuran kesehatannya dan meminta pada tuhan untuk memberikannya waktu agar bisa mengumukan raja baru Mughal yang berikutnya, Aurangzeb terbatuk dan tertidur lemas.

Balaji mengatakan pada Prajurit marathi "Jumlah mereka lebih banya, maka kita hanya memiliki kekuatan yang besar". Balaji memberikan motivasi pada prajuritnya untuk membunuh musuh. Balaji meminta pada beberapa prajuriynya untuk membawakan boneka/ katpili untuk memotong tangannya. Balaji mengatakan "Ini hanyalah boneka yang akan berjuang untuk hidup mereka, mereka sena / pasukan prajurit yang banya, tapi kita Jagsen yang akan berjuang untuk Dharm kita". Mereka bersorak sorai "Har..har Mahadev". Naser bersorak sorai " yalgar ho, ribuan pasukan prajurit menghentakkan tongkat." QamerUddin mengatakan " satu serangan dari kita akan cukup untuk membunuh mereka". Mereka melemparkan batu besar menuju Marathis. Batu melayang melewati ribuan prajurit Mughal, Balaji berjalan maju dan akhirnya jatuh di dekat Balaji dan berhenti.

Dikoridor Zeenat sedang berbicara dengan pelayan Aurangzeb. Kam baksh dan Zeenat datang menemui Aurangzeb. Kam Baksh berpikir" jika dia meninggal, aku akan duduk di kursinya". Aurangzeb berdoa pada Allah.  Zeenat datang memberitahu Aurangzeb" aku  terkejut membaca surat itu". Kam Baksh bertanya "apa yang terjadi?". Aurangzeb mengatakan "aku  marah dengan Tara Rani Bai". Kam Baksh bertanya "mengapa kau akan meninggalkan Burhanpur dengan tergesa-gesa". Aurangzeb bertanya "apakah kau tidak senang melihat ku masih hidup?". Aurangzeb  meminta mereka keluar karena ia akan beristirahat. Zeenat dan Kam Baksh pergi meninggalkannya,  Aurangzeb batuk.

Balaji meminta prajuritnya untuk menyerang. Pale Khan meminta pada Qamer Uddin untuk memberinya perintah untuk menyerang.Qamer Uddin mengatakan "kita tidak perlu bergerak" kemudian meminta pada prasukannya untuk melepaskan panah. Mereka melepaskan anak panah pada Marathi. Balaji siap  untuk menangkis serangan dengan menarik dinding kayu  yang telah di simpannya, riabuan anak panah tertancap disana.

Dimedan perang, Balaji meminta semua prajuritnya untuk mulai berperang. Pale Khan meminta Qammeruddin untuk menyerang sehingga dapat membawakan kepala Baji dan Blaaji kehadapannya, datang dengan menunggangi kudanya diikuti oleh sebagian pasukan Mughal mulai maju untuk menyerang, I berteriak "Yalgar ho". Pale Khan datang  menunggangi kudanya diikuti oleh sebagain prajurit  Marathis, Baji cemas Pale Khan dan prasukan prajurit Mughal semakin mendekat

Zeenat datang ke Maulvi Saheb dan melihat ia sedang berdoa. Zenaat berpikir  jika Abba Huzoor akan mati. Zeenat bergegas  datang  menemui Aurangzeb, ternyata Aurangzeb terbatuk, namun Aurangzeb meminta Zeenat  untuk pergi. Zeenat memintanya untuk tidak menyembunyikan rasa sakit darinya. Aurangzeb mengatakan " aku tidak ingin menunjukkan kelemahan ku..,  aku telah berbuat salah terhadap ayah dan saudara laki-laki ku "dan berpikir "anak laki-laki mu akan menjalani hidupmu. aku  ingin membunuh mereka, tapi tidak punya kekuatan untuk membunuh, aku akan menghukum tiga anak itu  dan tidak akan membuat mereka menjadi raja,  aku  akan membagi kerajaan Mughal menjadi tiga bagian dan membagikannya pada mereka".  Aurangzeb berkata " Hindustan hanyalah milikku". Zeenat bilang "kau hanya memiliki kebencian dan politik dalam darahmu". Kam baksh diluar mendengar pembicaraan mereka dan berpikir untuk membunuh Aurangzeb.

Dimendan peperangan, Prajurit Mughal semakin mendekat Baji tidak bisa diam saja membiarkan sesuatu terjadi, Balaji meminta semua prajuritnya untuk bersiap menyerang balik, Baji membawa anak panah menghampiri Malhar dan bergerak maju bersama beberapa prajurit Marathis, Pale Khan semakin mendekat, Baji dan semua prajurit tutun dari kuda mereka menarik tali, namun kuda Pale Khan berhasil meloncati tali, Prajurit terkena Mughal terkena tali dan mereka terjatuh, Pale Khan berhenti melangkah dan kembali menghampiri prajurit Marathis dengan pedang di tangannya, Malhar melepaskan beberapa anak panah ke pasukan Mughal, sementra Baji melihat Pale Khan akan kembali menyerang, Baji memberikan anak panah pada Malhar dan kubu pasukan Mughal bertarung pedang dengan prajurit Matathis. Baji melihat Pale Khan semakin mendekat, namun ia terjerat tali dan membuat Mughal cemas , Balaji mengamati dari kejauhan bersama dengan sisa prajurit Marathis. Baji tersenyum, Pale Khan bangkit, Baji menarik tali, namun Pale khan melepaskan tali.

Pale khan akan bersiap akan menyerang Baji dengan pedang di tangannya, Khas gelisah ia bertanya-tanya dan mengatakan pada Balaji "Apa yang akan Baji lakukan?", putra mu sangat hebat dan cerdas". Pale Khan akan menusuk Baji dengan pedangnya namun Baji hanya diam terpaku


Precap:
Baji memberi pedang pada warga desa yang bergabung dengan prajurit Marathis. Pria itu mengingat ketika Pale Khan tega mencambuknya kemudian tanpa ragu memotong kedua  tangan Pale Khan, Pale Khan berteriak kesakitan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar