Tayangan SONY TV : 10 Mei 2017
Saat Chandrasen mengeluarkan cambuk, Baji tiba-tiba memukul Malhar. Chandrasen terkejut. Baji memberitahu pada Malhar "Aku tidak membutuhkan mu atau juga persahabatan mu". Chandrsen tersenyum puas.
Malam hari, melalui lubang yang terdapat pada dinding kamar, Rajavi menggambar peta istana dengan tinta emas pada selembar kain, dan meminta Radha untuk memecahkan dinding dikamarnya "kalian semua akan lolos dari jalan rahasia". Radha mengatakan "aku tidak bisa memecahkan dinding atau mempertarukan nyawa anak-anak ku". Rajasvi mengatakan "anak-anak mu sudah dalam bahaya, kau harus menemukan alat untuk memecahkan dinding dan menemukan kekauatan". Radha gelisah menatap wajah Chimna da Bihu yang sudah tertidur lelap.
Diperkemahan Shahu ji, Balaji telah sadar dan mendengar Shahuj ji sedang berbicara dengan prajurit Mughal, Shahuji mengatakan "aku telah kehilangan kasih sayang Zeenat yang telah memberikan cinta dari pada ibu ku". Balaji mendengarkannya dan berfikir "Shahu Ji telah berubah dan aku mempertaruhkan nyawa keluarga ku untuknya ". Shahu ji mengatakan "Seluruh bumi adalah satu keluarga dan inilah satu-satunya negara dimana setiap orang berdoa untuk semua orang, aku tidak menginginkan Raj tapi Swatraj". Prajurt Mughal bertanya pada Shahu Ji " apa bedanya Raj dan Swaraj:. Shahu ji mengatakan "seperti yang dikatakan oleh Chatrapati maharaj, Raj dibuat untuk merebut dan Swaraj akan membagikannya, Raj dibuat dengan menyerang orang lain, dan Swaraj dibuat dengan melindungi nilai dan kebiasaan kita". Balaji mendengarnya. Shahu ji mengatakan "Raj didasarkan pada pembunuhan, dan swaraj didasarkan pada pengorbanan dan mengatakan mimpi raja yang baik tentang Swaraj dan tidak memerintah". Balaji menganggap Baji adalah raja yang benar yang tidak melupakan mimpinya tentang Swaraj. Saat itulah Dhana ji dan anak buahnya datang ke sana dan membunuh semua prajurit Mughal. Balaji keluar dan melihat prajurit Dhana Ji sudah membunuh sebagian prajurit Mughal.
Baji meminta Chandrasen untuk memaafkan Malhar dan mengatakan "aku akan mengatakan kepadanya jika aku tidak membutuhkannya". Malhar bertanya "bagaimana kau bisa menundukkan kepala mu? " Baji bilang "aku sendirian di sini dan tahu tempatku, kapan pun semua orang mengikuti mereka, mengapa aku akan menjadi krantikari". Malhar bilang "ku pikir kau telah sendiri, tapi hari ini kau yang telah membuktikan jika kekuatan mu dan sebagainya hanyut". Malhar marah dan pegi Chandrasen tertawa dan mengatakan "Kau tidak membungkuk di depan Qameruddin, tapi di depan ku". Baji bilang "kau mengajariku di sini". Chandrasen memintanya untuk tinggal di sana sendiri dan menunggu kedatangan mereka. Baji terdiam dan menangis
Saat Chandrasen mengeluarkan cambuk, Baji tiba-tiba memukul Malhar. Chandrasen terkejut. Baji memberitahu pada Malhar "Aku tidak membutuhkan mu atau juga persahabatan mu". Chandrsen tersenyum puas.
Malam hari, melalui lubang yang terdapat pada dinding kamar, Rajavi menggambar peta istana dengan tinta emas pada selembar kain, dan meminta Radha untuk memecahkan dinding dikamarnya "kalian semua akan lolos dari jalan rahasia". Radha mengatakan "aku tidak bisa memecahkan dinding atau mempertarukan nyawa anak-anak ku". Rajasvi mengatakan "anak-anak mu sudah dalam bahaya, kau harus menemukan alat untuk memecahkan dinding dan menemukan kekauatan". Radha gelisah menatap wajah Chimna da Bihu yang sudah tertidur lelap.
Diperkemahan Shahu ji, Balaji telah sadar dan mendengar Shahuj ji sedang berbicara dengan prajurit Mughal, Shahuji mengatakan "aku telah kehilangan kasih sayang Zeenat yang telah memberikan cinta dari pada ibu ku". Balaji mendengarkannya dan berfikir "Shahu Ji telah berubah dan aku mempertaruhkan nyawa keluarga ku untuknya ". Shahu ji mengatakan "Seluruh bumi adalah satu keluarga dan inilah satu-satunya negara dimana setiap orang berdoa untuk semua orang, aku tidak menginginkan Raj tapi Swatraj". Prajurt Mughal bertanya pada Shahu Ji " apa bedanya Raj dan Swaraj:. Shahu ji mengatakan "seperti yang dikatakan oleh Chatrapati maharaj, Raj dibuat untuk merebut dan Swaraj akan membagikannya, Raj dibuat dengan menyerang orang lain, dan Swaraj dibuat dengan melindungi nilai dan kebiasaan kita". Balaji mendengarnya. Shahu ji mengatakan "Raj didasarkan pada pembunuhan, dan swaraj didasarkan pada pengorbanan dan mengatakan mimpi raja yang baik tentang Swaraj dan tidak memerintah". Balaji menganggap Baji adalah raja yang benar yang tidak melupakan mimpinya tentang Swaraj. Saat itulah Dhana ji dan anak buahnya datang ke sana dan membunuh semua prajurit Mughal. Balaji keluar dan melihat prajurit Dhana Ji sudah membunuh sebagian prajurit Mughal.
Baji meminta Chandrasen untuk memaafkan Malhar dan mengatakan "aku akan mengatakan kepadanya jika aku tidak membutuhkannya". Malhar bertanya "bagaimana kau bisa menundukkan kepala mu? " Baji bilang "aku sendirian di sini dan tahu tempatku, kapan pun semua orang mengikuti mereka, mengapa aku akan menjadi krantikari". Malhar bilang "ku pikir kau telah sendiri, tapi hari ini kau yang telah membuktikan jika kekuatan mu dan sebagainya hanyut". Malhar marah dan pegi Chandrasen tertawa dan mengatakan "Kau tidak membungkuk di depan Qameruddin, tapi di depan ku". Baji bilang "kau mengajariku di sini". Chandrasen memintanya untuk tinggal di sana sendiri dan menunggu kedatangan mereka. Baji terdiam dan menangis
Di tenada Shahu Ji, Dhana ji meminta semua prajurit Mughal untuk menahan senjatanya. ia mengeluarkan pedang saat Shahu ji memintanya untuk berhenti. Shahu ji meminta Dhana ji untuk tidak membunuh semua prajurit mughal karena mereka telah melindungi hidupnya. Dhana ji mengatakan "aku sangat sedih melihat putra satu-satunya Chandrapati Shivaji menjadi tempat penampungan Mughal.., kau telah melupakan pengorbanan leluhur mu, kau tidak bisa menjadi darah Chatrapati Shivaji maharaj dan pasti penipu, siapa yang akan aku berikan hukuman mati" saat Dhana Ji kan menikamnya, tapi Balaji datang dan memegang pedang meminta Dhana ji untuk membunuh dirinya sebelum mentakiti Shahu ji, Balaji memegang pedang dan menahan serangan Dhana Ji. Shahu ji terkejut.
Di kandang kuda. Baji memberi makan kuda Malhari dan mengatakan "hari ini aku bertengkar dengan malhar agar dia tidak mencemaskan ku.. aku sangat sedih sebelumnya, tapi aku tidak pernah sendirian, aku tidak bisa melakukannya saat semua orang direnggut dari ku". Baji menangis sedih, Malhari menolak untuk makan dan ia memberontak, Baji melihat dua ekor kuda datang membawa jasatd prajurit Marthi". Baji terkejut dan menghampiri kedua jasad tersebut.
Radha terbangun dan memanggil Baji, Radha bertanya pada Bihu " dimana Chimna", Chimna menghilang dan mencari Chimna. Chimna datang berlari dalam kondisi terbatuk, Radha terkejut dan berlari menghampiri Chimna, ia terus kesakitan dan memegangi dadanya. Radha meminta pada Bihu untuk mengambilkan air Chimna menceiriakan pada Radha semua yang terjadi pada dirinya mengatakan "aku mendengar Pant Pratindhi berbicara jika Balaji tidak setuju dengan ucapan mereka untuk membunuh Shahu Ji maka Dhana Ji akan datang untuk membunuh Balaji dan Chandrasen akan membunuh Baji dan maharaj akan membunuh kita". Radha kaget, Bihu terkejut dan menjatuhkan gelas, Chimna semakin melemah, Radha mengusap keringat di wajahnya dengan sari dan melihat gambar peta dengan tinta emas.
Radha terbangun dan memanggil Baji, Radha bertanya pada Bihu " dimana Chimna", Chimna menghilang dan mencari Chimna. Chimna datang berlari dalam kondisi terbatuk, Radha terkejut dan berlari menghampiri Chimna, ia terus kesakitan dan memegangi dadanya. Radha meminta pada Bihu untuk mengambilkan air Chimna menceiriakan pada Radha semua yang terjadi pada dirinya mengatakan "aku mendengar Pant Pratindhi berbicara jika Balaji tidak setuju dengan ucapan mereka untuk membunuh Shahu Ji maka Dhana Ji akan datang untuk membunuh Balaji dan Chandrasen akan membunuh Baji dan maharaj akan membunuh kita". Radha kaget, Bihu terkejut dan menjatuhkan gelas, Chimna semakin melemah, Radha mengusap keringat di wajahnya dengan sari dan melihat gambar peta dengan tinta emas.
Balaji mengatakan pada Dhana ji "hanya aku yang tahu bahwa dia adalah Shahu ji atau bukan... dia putra Chandrapati Shivaji dan putra Sambha maharaj dan hanya dia dapat mengembalikan prestise Marathi". Dhana ji bilang "matamu belum melihat Shahu ji melindungi Mughal". Balaji mengatakan "Rupanya kau yang tidak melihat Mughal yamg telah melindungi kehidupan Shahuji, mudah untuk mengalahkan musuh, tapi sulit untuk memenangkan hati musuh, shahu ji telah memenangkan musuh dan mughal siap untuk menyerahkan hidup mereka untuk Shahu ji, bukan karena raja mughal, tapi karena cinta dan kemanusiaan Shahuji". Prajurit Mughal mengatakan "apa yang dikatakan Balaji mengatakan benar, siapapun yang tinggal dengan Shahu ji tak ternilai harganya".
Dhana ji mengatakan "kau telah melupakan tugas mu, kau datang ke sini untuk mengikuti perintah Tara Rani Bai, jika kau tidak melakukannya maka kau tidak dapat melihat keluarga mu lagi". Balaji mengatakan "aku telah mendengar tentang darah yang menabur di darat dan hanya ada Swaraj yang sedang terkena;l, tapi aku tidak tahu jika darah itu keluarganya, negara lebih dari sekedar keluarga, jika bisa menjadi keluarganya, aku hanya menghormati Tara Rani Bai atas pekerjaannya, tapi dia belum siap untuk memberikan singhasan tersebut"..." Shiva Raze bukan anak yang baik atau penguasa yang baik, dia dikendalikan oleh Tara Rani Bai, apa yang akan terjadi ketika Shiva Raze menjadi penguasa yang buruk dan kemudian semua samath Marathi akan terguncang" dan meminta Dhana ji untuk mengambil keputusan. Balaji bertanya "bisakah kau membunuh Shahu ji telah mengetahui semua ini?"
Baji berlari ketempat pertikaian dan ia terkejut ketika melihat semua prajurit Marathi telah tewas terbunuh, Ia mendengar Prabhakar Rao meminta air, Baji mengingat penyiksaannya. Baji memberikan air padanya dan bertanya "Bagaimana semua ini bisa terjadi?"
Baji berlari ketempat pertikaian dan ia terkejut ketika melihat semua prajurit Marathi telah tewas terbunuh, Ia mendengar Prabhakar Rao meminta air, Baji mengingat penyiksaannya. Baji memberikan air padanya dan bertanya "Bagaimana semua ini bisa terjadi?"
Precap:
Radha menemukan senjata untuk memecahkan dinding dikamarnya . Prabhakar Rao mengatakan pada Baji " hanya kau yang memiliki kekuatan dan bisa menang atas semua ini".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar