Selasa, 16 Januari 2018

PESHWA BAJRAO EPISODE 78 (10 Mei 2017) : PENYERANGAN DHANA JI TERHADAP PRAJURIT MUGHAL YANG TELAH MELINDUNGI SHAHU JI, CHIMNA JI KETAKUTAN BERUSAHA MENCERITAKAN PADA IBUNYA, PASUKAN MARATHI TELAH TEWAS PARBHAKAR RAO DALAM KONDISI KRITIS

Tayangan SONY TV : 10 Mei 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 78
DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Dhanaji berasumsi bahwa Mughal telah melepaskan penampilan Shahu dari penawanan mereka. Rajasbai menyarankan Radhabai untuk melarikan diri dari penjara. Balaji Vishwanath menghentikan Dhanaji agar tidak menyerang Shahu. Dia mengatakan kepada Dhanaji bahwa putra Tararani tidak memiliki kemampuan untuk memimpin kerajaannya. Chimna memberitahu Radhabai bahwa mereka mungkin terbunuh oleh tentara Tararani.




----------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------


Saat Chandrasen mengeluarkan cambuk, Baji tiba-tiba memukul Malhar. Chandrasen terkejut. Baji memberitahu pada Malhar "Aku tidak membutuhkan mu atau juga persahabatan mu". Chandrsen tersenyum puas.
Malam hari, melalui lubang yang terdapat pada dinding kamar, Rajavi menggambar peta istana dengan tinta emas pada selembar kain, dan meminta Radha untuk memecahkan dinding dikamarnya "kalian semua akan lolos dari jalan rahasia". Radha mengatakan "aku tidak bisa memecahkan dinding atau  mempertarukan nyawa anak-anak ku". Rajasvi mengatakan "anak-anak mu  sudah dalam bahaya, kau harus menemukan alat untuk memecahkan dinding dan menemukan kekauatan". Radha gelisah menatap wajah Chimna da Bihu yang sudah tertidur lelap.

Diperkemahan Shahu ji, Balaji telah sadar dan mendengar Shahuj ji sedang berbicara dengan prajurit Mughal, Shahuji mengatakan "aku telah kehilangan kasih sayang Zeenat yang telah memberikan cinta dari pada ibu ku". Balaji mendengarkannya dan berfikir "Shahu Ji telah berubah dan aku mempertaruhkan nyawa keluarga ku untuknya ". Shahu ji mengatakan "Seluruh bumi adalah satu keluarga dan inilah satu-satunya negara dimana setiap orang berdoa untuk semua orang, aku tidak menginginkan Raj tapi Swatraj". Prajurt Mughal bertanya pada Shahu Ji " apa bedanya Raj dan Swaraj:. Shahu ji mengatakan "seperti yang dikatakan oleh Chatrapati maharaj, Raj dibuat untuk merebut dan Swaraj akan membagikannya, Raj dibuat dengan menyerang orang lain, dan Swaraj dibuat dengan melindungi nilai dan kebiasaan kita". Balaji mendengarnya. Shahu ji mengatakan "Raj didasarkan pada pembunuhan, dan swaraj didasarkan pada pengorbanan dan mengatakan mimpi raja yang baik tentang Swaraj dan tidak memerintah". Balaji menganggap Baji adalah raja yang benar yang tidak melupakan mimpinya tentang Swaraj. Saat itulah Dhana ji dan anak buahnya datang ke sana dan membunuh semua prajurit  Mughal. Balaji keluar dan melihat prajurit Dhana Ji sudah membunuh sebagian prajurit Mughal.

Baji meminta Chandrasen untuk memaafkan Malhar dan mengatakan "aku akan mengatakan kepadanya jika aku  tidak membutuhkannya". Malhar bertanya "bagaimana kau bisa menundukkan kepala mu? " Baji bilang "aku sendirian di sini dan tahu tempatku, kapan pun semua orang mengikuti mereka, mengapa aku  akan menjadi krantikari". Malhar bilang "ku  pikir kau telah  sendiri, tapi hari ini kau yang telah membuktikan jika  kekuatan mu  dan sebagainya hanyut". Malhar marah dan pegi Chandrasen tertawa dan mengatakan "Kau  tidak membungkuk di depan Qameruddin, tapi di depan ku". Baji bilang "kau mengajariku di sini". Chandrasen memintanya untuk tinggal di sana sendiri dan menunggu kedatangan mereka. Baji terdiam dan menangis

Di tenada Shahu Ji, Dhana ji meminta semua prajurit  Mughal untuk menahan senjatanya. ia  mengeluarkan pedang saat Shahu ji memintanya untuk berhenti. Shahu ji meminta Dhana ji untuk tidak membunuh semua  prajurit  mughal karena mereka telah  melindungi hidupnya. Dhana ji mengatakan "aku sangat  sedih melihat putra satu-satunya Chandrapati Shivaji menjadi tempat penampungan Mughal.., kau  telah melupakan pengorbanan leluhur mu, kau  tidak bisa menjadi darah Chatrapati Shivaji maharaj dan pasti penipu, siapa yang akan aku berikan hukuman mati"  saat Dhana Ji kan menikamnya, tapi Balaji datang dan memegang pedang meminta Dhana ji untuk membunuh dirinya  sebelum mentakiti  Shahu ji, Balaji memegang pedang dan menahan serangan Dhana Ji. Shahu ji terkejut.

Di kandang kuda. Baji  memberi makan kuda Malhari dan mengatakan "hari ini aku  bertengkar dengan malhar agar dia tidak mencemaskan ku.. aku sangat sedih sebelumnya, tapi aku tidak pernah sendirian, aku tidak bisa melakukannya saat semua orang direnggut dari ku". Baji menangis sedih, Malhari menolak untuk makan  dan ia memberontak, Baji melihat dua ekor  kuda datang membawa jasatd prajurit Marthi". Baji terkejut dan menghampiri kedua jasad tersebut.
Radha terbangun dan memanggil Baji, Radha bertanya pada Bihu " dimana Chimna", Chimna menghilang  dan mencari Chimna. Chimna datang berlari dalam kondisi terbatuk, Radha terkejut dan berlari menghampiri Chimna, ia terus kesakitan dan memegangi dadanya. Radha meminta pada Bihu untuk mengambilkan air Chimna menceiriakan pada Radha semua yang terjadi pada dirinya mengatakan "aku mendengar Pant Pratindhi berbicara jika Balaji tidak setuju dengan ucapan mereka untuk membunuh Shahu Ji maka Dhana Ji akan datang untuk membunuh Balaji dan  Chandrasen akan membunuh Baji dan maharaj akan membunuh kita". Radha kaget, Bihu terkejut dan menjatuhkan gelas, Chimna semakin melemah, Radha mengusap keringat di wajahnya dengan sari dan melihat gambar peta dengan tinta emas.

Balaji mengatakan pada  Dhana ji "hanya aku  yang tahu bahwa dia adalah Shahu ji atau bukan... dia putra  Chandrapati Shivaji dan putra Sambha maharaj dan hanya  dia dapat mengembalikan prestise Marathi". Dhana ji bilang "matamu belum melihat Shahu ji melindungi Mughal". Balaji mengatakan "Rupanya kau yang tidak melihat Mughal yamg telah  melindungi kehidupan Shahuji, mudah untuk mengalahkan musuh, tapi sulit untuk memenangkan hati musuh, shahu ji telah memenangkan musuh dan mughal siap untuk menyerahkan hidup mereka untuk Shahu ji, bukan karena raja mughal, tapi karena cinta dan kemanusiaan Shahuji". Prajurit  Mughal mengatakan "apa yang dikatakan Balaji mengatakan benar, siapapun yang tinggal dengan Shahu ji tak ternilai harganya".

Dhana ji mengatakan "kau telah  melupakan tugas mu, kau  datang ke sini untuk mengikuti perintah Tara Rani Bai, jika kau  tidak melakukannya maka kau  tidak dapat melihat keluarga mu  lagi". Balaji mengatakan "aku telah  mendengar tentang darah yang menabur di darat dan hanya ada Swaraj yang sedang terkena;l, tapi aku tidak tahu jika darah itu keluarganya,  negara lebih dari sekedar keluarga, jika bisa menjadi keluarganya, aku hanya menghormati Tara Rani Bai atas pekerjaannya, tapi dia belum siap untuk memberikan singhasan tersebut"..." Shiva Raze bukan anak yang baik atau penguasa yang baik, dia dikendalikan oleh Tara Rani Bai,  apa yang akan terjadi ketika Shiva Raze menjadi penguasa yang buruk dan kemudian semua samath Marathi akan terguncang" dan meminta Dhana ji untuk mengambil keputusan. Balaji  bertanya "bisakah kau membunuh Shahu ji telah mengetahui semua ini?"

Baji berlari ketempat pertikaian dan ia terkejut ketika melihat semua prajurit Marathi telah tewas terbunuh, Ia mendengar  Prabhakar Rao meminta air, Baji  mengingat penyiksaannya. Baji memberikan air padanya dan bertanya "Bagaimana semua ini bisa terjadi?"

Precap:
Radha menemukan  senjata untuk memecahkan dinding dikamarnya . Prabhakar Rao mengatakan pada Baji " hanya kau yang memiliki kekuatan dan bisa menang atas semua ini".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar