Rabu, 31 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 93 ( 31 MEI 2017 ) : RADHA BAI DAN ANAKNYA KELAPARAN, PEMBUNUH BAYARAN UTUSAN CHANDRASEN DATANG UNTUK MEMBUNUH SHAHU JI NAMUN SEBELUM MELAKUKANNYA CHANDERSAN MEMINTA NYAWA DARI PEMBUNUH BAYARAN UNTUK MEMBUAT SHAHUJI TERKESAN, SHAHU JI KEMBALI PULANG NAMUN RAZE MENYATAKAN PERANG

TAYANGAN SONY TV :  31 Mei 2017 

PESHWA BAJIRAO EPISODE 93
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index :   Chandrasen membunuh seorang tentara karena menyerang Shahu Ji. Kemudian, Shahu dan ajudannya menuju Satara. Danaji mengatakan kepada Bajirao bahwa anaknya Chandrasen tidak ingin membunuh Shahu. Shiva Raze meminta tentaranya untuk bersiap menghadapi perang melawan Shahu. Ketika Shahu dan pendukungnya mencapai Satara, mereka mengetahui bahwa Shiva telah melarikan diri dari bentengnya. Ajudan Shahu menyarankannya untuk melawan Siwa.


-------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

Pada malam hari, utusan Chandrasen datang memasuki kamar untuk membunuh Shahu ji namun Baji sedang tidur dan menangkap orang itu. Shahu ji menaruh belati lehernya dan bertanya" siapa yang mengirim mu ke sini". Pebunuh bayaran mendorong Shahu ji dan berhasil melarikan diri.  Baji mengejarnya dan berpikir untuk kembali ke Shahu ji, ia merasakan hidup Shahu ji madsh dalam bahaya. Baji kembali dan memberitahu Shahu ji " orang itu melarikan diri" . Shahu ji bertanya" apakah kau meragukan siapa pun". Baji menyebut nama Chandrasen. Chandrasen datang ke sana membawa  pria itu dan mengatakan"aku menangkapnya". Dhana Ji dan semua orang datang ke kamar Shahu Ji

Radha merasa tidak enak untuk anak-anaknya dan memeriksa semua kaleng persediaan makanan, mengatakan "aku tidak dapat membuat apa pun untuk kalian". Chimna bilang "kita sainik selalu untuk kebenaran". Radha memeluk mereka, ia membuka sebuah kaleng dan mendapat chakli. Radha meminta mereka untuk mengambil masing-masing setengah bagiannya. Chimna dan Bhiu mengatakan " bahkan bayi pasti lapar". Mereka makanannya. Radha menangis sedih memeluk kedua anaknya

Chandrasen mengalahkan pria itu tanpa ampun, ia bertanya  pada pembunuh bayarannya "beritahu aku siapa yang mengirim mu" . Pria itu menyebutkan nama Azam. Chandrasen membunuhnya, Chandrasen mengingat saat pria itu datang menemuinya, Chandrasen dan mengatakan " Shahu ji akan menangkap mu". Kilas Balik di tampilkan saat Chandrasen mengancam dan meminta pria itu untuk memberikan nyawanya atau akan membunuh keluarga dan anak-anaknya. Chandrasen mengatakan "ini kesempatan terakhir untuk memenangkan kepercayaan Shahu ji" Kilas balik berakhir. Chandrasen meminta maaf pada Baji karena meragukannya.  Dhana ji mengatakan" chandrasen juga merasakan bahaya ini". Baji mengira" Chandrasen adalah seekor ular dan  aku harus melindungi Shahu ji darinya". 

Chimna mengikat kain basah di perutnya untuk mengatasi rasa lapar dan meminum air. Bhiu memintanya untuk mengikat kain basah di perutnya juga. Mereka minum air putih. Bhiu bilang" perut ku sudah kenyang sekarang". Chimna mengatakan "milik ku" Mereka saling berpelukan. Radha menangis melihat Chimna dan Bihu dan  berkata "'sampai kapan Mahadev akan menmberikan ujian  pada kami".

Keesokan pagi, Shahu ji, Balaji, Bappa ji dan lainnya menuju Satara. Balaji bertanya "apa yang terjadi?" Shahu ji mengatakan "aku akan kembali ke rumah, tapi aku harus menghadapi sena dan bukan keluarga ku". Bappa ji berkata" terkadang kita harus memperjuangkan perdamaian". Dhana ji mengatakan pada Baji" jika kau meragukan Chandrasen maka itu berarti kau meragukan asuhan ku". Baji meminta maaf dan berharap keraguannya salah. Baji menatap Chandrasen. Dhana ji bilang  pada Baji "pasti kau akan terbukti salah"

Di Istana Pant Pratinidhi datang menghadap Shiva Raze  mengatakan pada Shiva " Shahu ji memiliki dukungan Brahmin dan Shastriya". Sardaar lain mengatakan "tidak ada yang bisa menghentikannya sekarang dari duduk di singhasan ini". Shiva Raze marah dan menebaskan pedang untuk membunuhnya, Tara Rani Bai hanya terdiam saat melihatnya, Raze mengatakan "Shahu ji harus berjuang untuk singhasan ini". Raze meminta Pant Pratinidhi untuk membuat sena-nya bersiap-siap berperang.

Sementara itu Shahu ji, Balaji, Baji dan yang lainnya menunggu di luar istana. Pant Pratinidhi membawa pesan dari Siwa Raze untuk Shahu ji. Balaji mengambil pesan di tangan Shahu ji. Shahu ji meminta Baji untuk membacanya. Baji membacakan bahwa Shiva Raze sedang pergi bersama ibunya, rajasvi dan Samba ji, agar dia bisa kembali. Raze bilang" kita akan bertemu di tempat perang dan akan bertemu dengan mu untuk terakhir kalinya". Shahu ji meminta Pant Pratinidhi untuk menunggu dan mengatakan" kami akan membalasnya setelah berdiskusi dengan bangsa". Shahu ji bilang "aku sudah kembali ke rumah setelah bertahun-tahun, dan ingin pulang ke rumah" . Mereka tutun dari kuda, Shahu ji berlutut dan megusapkan  pasir di keningnya, yang lainnya juga mengikuti hal yang sama. Shahu Ji dan yang lainnya memasuki pintu gerbang istana.

Namun Chandrasen berhenti dan menemui Pant pratinidhi. Baji mengira ada sesuatu yang mencurigakan. Mereka membuka pintu dan masuk ke dalam. Shahu ji mengatakan pada Bappa ji "aku tidak pernah berpikir bahwa dia harus bertarung dengan keluarga ku" Bappa ji memintanya untuk membunuh Shiva Raze. Baji bilang "mereka adalah orang kita". Bappa ji bilang" kita harus bertarung". Baji bilang 'kalau kita memperjuangkan singhasan maka apa bedanya antara kita dan mughal". Bappa ji mengatakan "isia ki kurang dari usia mu, yapi pengetahuan dan pengalaman, tapi aku ingin mengatakan sesuatu pada mu, antar dua bersaudara duduk di singhasan, mereka akan bertarung", Baji meminta Bappa ji untuk memberi contoh dan membuat saat Shahu ji juga duduk bersamanya dan membuat 1 ditambah 1 = 11. Baji tersenyum

Precap:
Guru ji mengatakan "aku melakukan apa yang kau minta untuk ku lakukan dan membuat keluarga Radha menderita". Chimna mendengar saat ia memakai sorban seperti Pant Pratinidhi. Guru ji kaget. Bappa ji mengatakan "dua raja tidak bisa duduk di satu singhasana".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar