Minggu, 21 Januari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 79 (11 Mei 2017) : PARBHKAR RAO TEWAS, CHANDARSEN MELARIKAN DIRI SAAT PRAJURIT MUGHAL MENYERANG, RADHA BAI SANGAT BERHARAP BALAJI DAN BAJIRAO PULANG

Tayangan Sony TV : 11 MEI 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 79
DIINTERPERASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Index :  Radhabai berencana untuk melarikan diri dari penawanan Tararani. Seorang tentara sekarat mengatakan kepada Bajirao bahwa beberapa tentara Marathi diserang oleh Kam Baksh dan tentaranya. Dhanaji memberitahu Shahu bahwa dia tidak akan menghentikannya untuk masuk Satara. Di sisi lain, Bajirao memutuskan untuk membebaskan tentara Marathi dari penjara Kam Baksh.



--------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------

Baji memberikan minum pada Prabhakar Rao yang sedang sekarat, Baji bertanya "apa yang sebenarnya terjadi". Klias balik di tampiklan saat Chandrsen bersama dengan prajuirt  berjalan ke suatu tempat melewati jalan setapak berdinding bebatuan, Chandarsen bersama dengan Prabhakar berjalan di depan dan prajurit mengiringi mereka di belakang, ditengah perjalanan mereka batu berjatuhan, mereka mundur dan terkejut saat melihat prajurit Mughal bersorak sorai "Yalgar ho", Chandrasen dan yang lainnya bersorak sorai "Har..har mahadev". Chandarsen maju bersama dengan prajuritnya, dan prajuurit Mughal membunuh semua prajurit Marathi yang datang ke arah prajurit Mughal. Kilas balik berakhir.

Parbhakar  memberitahu Baji "Kam Baksh  yang telah membunuh mereka". Baji bertanya tentang Malhar dan yang lainnya. Prabhakar Rao mengatakan " Kam Baksh menahan mereka di tempatnya". Baji bertanya tentang Chandrasen. Kilas balik menampilkan ketika Chandrsan menarik Prabhakar Rao kedepan dan ia berdiri dibelakangnya, Prajurit Mughal menebaskan pedang pada Prabhakar secara bertubi-tubu pada tubuh dan pedang juga mengenai lehernya,  Chanderan kabur menunggangi kudanya, ia meninggalkan semua prajuritnya dihabisi ditangan prajurit Mughal, kilas balik berakhir.

Prabhakar Rao mengatakan "awalnya  Chandrasen membuat ku  berdiri di depannya dan ditikam oleh Mughal lalu ia  melarikan diri dari sana, meskipun Mughal menyerang kita, tapi Chandrasen mengkhianati kita". Baji kaget dan bilang "aku tidak akan membiarkanmu mati dan akan membawa m". Prabhakar Rao mengatakan" waktu tidak banyak, jika kau  ingin melakukan sesuatu maukah kemudian  kau melakukan satu hal lagi. Prabhakar  meminta maaf pada karena perilaku buruknya dan mengatakan "Kau veer dan udhar, dunia membutuhkan orang seperti mu, kembalilah kerumah" Parbhakar Rao menghembuskan nafasnya, ia meninggal di pangkuan Baji,  Baji menangis melihat kematiannya. Baji membayangkan saat ia pulang kerumah, Baji membuka pintu rumahnya ia tersenyum ketika Bihu dan Chimna ji menyambut dan memeluknya, Baji bertemu dengan Balaji dan Radha. Balaji sangat senang ia memeluk Baji dan Radha Bai tersenyum dan menmbelai putranya dengan kasih sayang. Khayalan Baji berakhir.

Diperkemahan Shahuji, Shahu Ji mengatakan pada Dhana Ji "meskipun kita bertemu hari ini aku tahu kau melalui cerita Aati saheb ku (ibunya)" .., Chatrapati Shivaji sangat mempercayaimu. Shahu ji meminta Dhana ji  untuk memutuskan untuk memikirkan negara dan mengatakan" jika kau pikir Raze lebih kompeten dan  kemudian membunuh aku, aku  akan memaafkan mu atas kematian ku". Sementara itu di luar, seorang pria memata-matai mereka.

Dhana Ji hanya terdiam, ia mengingat harapan dan keinginan terakhir Maharaj, ketika memerintahkan Tara Rani Bai dan yang lainnya untuk patuh dan membungkuk di hadapan Shahu ji dan kemudian Tara Rani memerintahkan agar Dhana Ji membunuh Shauji untuk kesalamatan kedudukan Raze sebagi raja. Dhana ji menatap pedangnya dan menatap ke arah Shahu ji ia berlutut dihadapan Shahu Ji, Dhana Ji meletakan pedangnya dan memberikan salam, Balaji tersenyum. Shahuji membatunya untuk bangun, sementara pria mata-mata masih mengamati situasi disana. Shahu ji berkata pada Dhana Ji "aku tidak ingin jika kau menyerah, tapi aku menginginkan restu dari mu". Dhana ji memegang tangan Shahu Ji. Balaji  tersenyum, ia mengatakan "Maharaj Shahu ji ki jai "... Dhana ji bersorak sorai "har har mahadev" dengan suara keras dan semua orang mengikuti sorak sorainya. Pria mata-mata masih mengamati dari kejauhan.

Shahu ji mengatakan pada Dhana Ji " tidak ada yang bisa menghentikan ku untuk duduk di singhasan, tapi aku  tidak akan duduk untuk memerintah, tapi untuk membawa Swaraj untuk kebaikan semua orang ". Dhana ji  mengatakan " Jai Bhavani, Balaji membalas "Jai Shivaji" dan mereka kembali bersorak sorai. Pria  yang memata-matai mendengar mereka dan pergi.
Balaji berhayal ketika Baji memanggilnya "Baba". Baji datang menemui Balaji. Baji mengatakan pada Baji "aku yakin tidak akan mengecwakan mu". Balaji mengatakan "aku mengambil keputusan ini untuk mu", saat Balaji akan memeluknya, namun Baji menghilang". Balaji kembali berhayal, ia membayangkan saat ia pulang kerumah dan bertemu dengan istri dan anak-anaknya, Balaji memeluk Baji, Bihu dan Chimna. Radha tersenyum, hayalan Balaji berakhir. Balaji mengatakan " Ujian ku telah selesai, sekarang bolekah aku pulang?"

Diteras, Radha berjalan bersama Bihu dan Chimna, saat itu Sevak (pelayan pria datang) membawa sesuatu yang terbungkus dan menyenggol Chimna, barang itu terjatuh dari tangannya dan pelayan mengambilnya kembali, Radha menemukan sebuah alat di lanatai dan mengambilnya, ia memikirkan semua yang telah di katakan oleh Rajasvi, dua orang prajurit datang Radha menyembunyikan di balik pakiannya, Chimna dan Bihu ketakutan namun dua orang prajurit itu hanya berjalan melewatinya, Radha memejamkan matanya dan menarik nafasnya.

Radha mulai berhayal membayangkan ketika ia di rumah menyalakan lilin dan menyambut Balaji dan Baji pulang dan memberisalam pada Radha di depan pintu gerbangnya, khayalan itu berakhir. Radha mengatakan "aku sedang mengatur semuanya untuk pulang". Radha kembali kekamarnya, ia melubangi tembok dengan alat yang ditemukannya tadi, Rajasvi senang ketika Radha berhasil menjebol dinding dan membuat lubang, Chimna ji dan Bihu meminta pada ibunya untuk melakukannya, Radha berkata "kita tidak punya banyak waktu

Disebuah ruangan di kerajaan Marathi, Tara Rani nampak gelisah. Tara Rani mengatakan pada Pant Pratinidhi "Dhana ji tidak mengirimkan pesan dan  akan menjadi tersangka atas kesetiaannya". Raze mengatakan "bagaimana jika Dhana ji menjadi lebih setia pada Shahu ji, dia sudah tua dan  pasti akan membutuhkan dukungan dalam beberapa hari ini". Tara Rani marah dan mengatakan " Dhana ji  salah satu Samba dari 6 samba, sampai kau menyadari bertapa pentingnya dia, dan itu akan terlamabat"

Radha memberitahu Bhiu dan Chimna "hati ku  tahu Balaji (suaminya)  tidak akan pernah menyerang Shahu ji, dan aku tahu hidup kita sangat beresiko aku tidak akan membiarkan anak-anak ku meninggal". Rajasvi  mengingat saat Tara Rani mengurungnya disebua kamar bersama putranya yang masih banyi, Rajasvi menghampiri putranya mengatakan " waktunya  telah tiba untuk kebebasan kita,  dan kita akan segera bertemu dengan Shahu ji dan Shuju ji  akan membantun kita, Tara Rani tidak akan lagi menyiksa kita lebih banyak lagi, dan waktu yang akan membayarnya kembali"

Shahu ji bersama dengan rombongannya menunggangi kuda menuju kesuatu tempat.  Shahu ji mengatakan pada Dhana ji dan Balaji "aku  akan memberikannya pada Kolahpur dan akan berbicara dengan sardaars di sana". Shahu ji menyuruh Balaji untuk membawa Sardaars ke pihak mereka dan mengatakan "jika kau tidak mendukung ku untuk mengabaikan perintah Tara Rani" Balaji mengatakan " Putra ku telah membisiki ku  agar aku mau mendengarkan hati ku". Shahu ji bilang "aku ingin bertemu dengannya "dan bertanya "dimana dia?".

Baji berdiri di atas bukit, ia melihat dari kejauhan ketika prajurit Mughal menyiksa semua prajurit Marathi, ia melihat malhar dan yang lainnya diikat dan berjalan memasuki gerbang. Seorang pria menghentikan Malhar dan tahanan lainnya, Kam Baksh datang  kehadapan mereka bersama dengan tahanan pria yang merangkak di sampingnya, ia memerintah Daccan, Kam Baksh mengatakan "aku Raja Daccan, identitas ku telah hilang sampai nafas terakhir mu, identitas mu akan menjadi tahanan Shahe Daccan Kam Baksh, jangan pernah bermimpi untuk melarikan diri dari sini". Malhar dan tahanan yang lainnya menatapnya penuh dengan kemarahan".

Kam Baksh meminta pria yang sedang merangkak untuk meminta maaf padanya, Kam Baksh marah dan menendangnya. pria itu mengusapkan hidung di kakinya, Kam Baksh tertawa puas. Baji menangis ia mengingat senua janji pada Pharbakar, pada chimna dan mengingat ibunya, dan ia segera pergi, tapi mendengar suara  tangis  pria tawanan  yang tidak berdaya Kam Baksh. Baji berbalik berkata "aku punya kesempatan untuk pulang, tapi aku tidak akan pergi meninggalkan prajurit ku disini". Baji berdoa pada dewa untuk melindungi Aayi dan ibunya. Baji menangis dan pria tawanan Kam Baksh menjerit



Precap:
Baji datang menemui Kam Baksh dengan mennyamar menjadi pangeran  yang  bersikeras untuk menemui.Kam Baksh. Kam Baksh  bertanya "siapa yang berbicara keras".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar