Tayangan Sony Tv : 8 Mei 2017
Baji memberitahu Chimna "Aku akan segera kembali" ia bersumpah atas nama ayah dan ibunya, Baji memberikan belatinya dan meminta Chimna menyimpannya, Bihu terkejut saat mendengarnya. Baji pergi dari penjara, Chimna masih menangis menatap kepergian kakaknya.
Diluar, Chandrasen telah menunggu diluar bersama dengan prajuritnya, Baji datang dengan menunggangi kudanya, Chandrasen meminta Baji untuk turun dari kudanya dan meminta Prabhakar rao duduk menunggangi Malhari. Baji mengatakan " Malhari kudaku". Chandrasen mengatakan " Hanya prajurit yang dapat duduk di atas kuda". Saat Prabhakar rao akan duduk di Malahari, ia tidak bisa melakukannya, Malhari memberontak. Baji mengatakan "Kau mungkin bisa memaksa ku tapi tidak akan memaksa Malhari ku". Prabhakar mengambil pecutnya dan akan mencambuki malhari tapi Baji menahan cambuk dan menghentikannya. Chandrasen mengatakan "Baji dan kudanya harus membawa semua barang sepanjang perjalanan". Malhar sangat marah.
Bihu datang dan membangunkan Radha Bai, Bihu memberitahu ibunya "Vaji akan pergi bersama dengan Sena". Radha bangun dan berlari, namun ia kelelahan di depan pintu, diluar prajurit memakikan semua barang berat pada Baji dan meanruhnya pada Malhari , Radha berlari, Bihu dan Chimna mengikuti. Baji berjalan meuntun Malhari dengan membawa beban berat di tubuh dan juga tangannya, Baji mengatakan "Har..har Mahadev". Radha berlari menemui Baji ketika semua prajurit telah berjalan, Baji menatap ibunya, Radha terus berlari dan gerbang telah di tutup. Baji melanjutkan perjalannya, sementara Radha menangis didepan pintu gerbang, Chimna datang bersama dengan Bihu. Chandrasen dan prajuritnya melakukan perjalanan jauh, ia melihat Baji dan Malhari kesulitan untuk berjalan karena beban berat. Semua prajurit menoleh ke arah Baji yang sudah kelelahan.
Chandrasen mengatakan pada Baji "Permainan ini baru saja kau mulai, aku akan mengakhiri permainan ini dan kau juga". Baji mengingat jika Tara Rani Bai telah berjanji akan menjaga keluarganya dengan aman jika ia tetap pergi bersama dengan Chandrasen. Mereka melanjutkan perjalanan. Sementara itu Radha menangis sedih, ia mengatakan pada Bihu dan Chimna"Sharusnya kita tidak datang kesini dan meninggalkan tempat kecil kita, disini tidak akan pernah ada cinta hanya politik, aku tidak tahu apa yang akan di lakukan Tara Rani Bai terhadap Baji dan Balaji". Radha memeluk kedua anaknya dan menangis memanggil suaminya/
Seorang utusan datang memberi tahu Dhana ji dan Balaji "Shahu ji meuju ke Namrada". Balaji bertanya-tanya "mengapa dia pergi kesana, jika dia datang pada rencana kami?". Dhana ji mengatakan "Kita harus menghentikannya". Balaji mengatakan "Waktunya sangat kurang, kita harus membuat keputusan untuk menyelamatkan negara ini atau mengikuti perintah Tara Rani"
Diluar, Chandrasen telah menunggu diluar bersama dengan prajuritnya, Baji datang dengan menunggangi kudanya, Chandrasen meminta Baji untuk turun dari kudanya dan meminta Prabhakar rao duduk menunggangi Malhari. Baji mengatakan " Malhari kudaku". Chandrasen mengatakan " Hanya prajurit yang dapat duduk di atas kuda". Saat Prabhakar rao akan duduk di Malahari, ia tidak bisa melakukannya, Malhari memberontak. Baji mengatakan "Kau mungkin bisa memaksa ku tapi tidak akan memaksa Malhari ku". Prabhakar mengambil pecutnya dan akan mencambuki malhari tapi Baji menahan cambuk dan menghentikannya. Chandrasen mengatakan "Baji dan kudanya harus membawa semua barang sepanjang perjalanan". Malhar sangat marah.
Bihu datang dan membangunkan Radha Bai, Bihu memberitahu ibunya "Vaji akan pergi bersama dengan Sena". Radha bangun dan berlari, namun ia kelelahan di depan pintu, diluar prajurit memakikan semua barang berat pada Baji dan meanruhnya pada Malhari , Radha berlari, Bihu dan Chimna mengikuti. Baji berjalan meuntun Malhari dengan membawa beban berat di tubuh dan juga tangannya, Baji mengatakan "Har..har Mahadev". Radha berlari menemui Baji ketika semua prajurit telah berjalan, Baji menatap ibunya, Radha terus berlari dan gerbang telah di tutup. Baji melanjutkan perjalannya, sementara Radha menangis didepan pintu gerbang, Chimna datang bersama dengan Bihu. Chandrasen dan prajuritnya melakukan perjalanan jauh, ia melihat Baji dan Malhari kesulitan untuk berjalan karena beban berat. Semua prajurit menoleh ke arah Baji yang sudah kelelahan.
Chandrasen mengatakan pada Baji "Permainan ini baru saja kau mulai, aku akan mengakhiri permainan ini dan kau juga". Baji mengingat jika Tara Rani Bai telah berjanji akan menjaga keluarganya dengan aman jika ia tetap pergi bersama dengan Chandrasen. Mereka melanjutkan perjalanan. Sementara itu Radha menangis sedih, ia mengatakan pada Bihu dan Chimna"Sharusnya kita tidak datang kesini dan meninggalkan tempat kecil kita, disini tidak akan pernah ada cinta hanya politik, aku tidak tahu apa yang akan di lakukan Tara Rani Bai terhadap Baji dan Balaji". Radha memeluk kedua anaknya dan menangis memanggil suaminya/
Seorang utusan datang memberi tahu Dhana ji dan Balaji "Shahu ji meuju ke Namrada". Balaji bertanya-tanya "mengapa dia pergi kesana, jika dia datang pada rencana kami?". Dhana ji mengatakan "Kita harus menghentikannya". Balaji mengatakan "Waktunya sangat kurang, kita harus membuat keputusan untuk menyelamatkan negara ini atau mengikuti perintah Tara Rani"
Raha mengatakan pada Chimna "seorang ibu akan mendengarkan ibu lainnya". Tara Rani Bai datang menemui Radha kekamarnya. anpa Radha sadari tempat lilin di belakang dinding berputar-putar, Radha mengatakan "Kau datang untuk menemui ku?". Tara Rani meminta Radha untuk beristirahat. Radha mengatakan "aku khawatir dengan Baji". Tara Rani mengatakan pada Radha "Kau hanya khawatir pada putra mu, tapi aku khawatir untuk seluruh negara, apapun yang telah kulakukan hanya untuk Marathi samraj". Tara Rani meminta Chimna dan Bihu pergi dan membawakan makanan untuk Radha. Tara Rani memperingati Radha dan pergi. Radha terkejut ketika tempat lilin terjatuh dan ia melihat lubang di dinding, seorang wanita sedang mengintip ke dalam kamar Radha, Radha mengecek tempat lilin tersebut dan terkejut melihat wanita itu.
Tara Rani mendatangi wanita Rajes Bai, Rajes Bai segera menutup didnding, Tara Rani bertanya "mengapa kau terlihat tegang?". Rajes Bai mengatakan "aku hanya sautan/ tawanan mu, aku hanya merasa sedih untuk mu".... Shahu ji kembali, kau akan kehilangan segalanya". Tara Rani bilang " kau yang telah kehilangan segalanya, tapi tidak bisa berhenti bermimpi, Shahu ji tidak akan datang kesini meski dia dibebaskan dari Mughal". Rajes Bai sangat terkejut. Tara Rani pergi dari kamarnya.
Baji sampai di perkemaha, ia melepaskan semua barang dari tubuhnya, dan kelelahan keringat bercucuran, Baji melihat bebeapa prajurit sedang mandi, Baji sempoyongan Malhar memeganginya namun semua prajurit mentertawakan dan mengolok-olok Baji. Parbhakar Rao datang untuk menghentikan Baji dan memintanya untuk menggunakan air hanya sisanya saha, setelah semua orang selesai menggunakan air. Baji mengatakan "aku haus". Chandrasen datang kesana mengatakan pada Baji " giliran mu akan datang terakhir, maka hidup mu juga akan berakhir". Chandrasen meminta Baji untuk mundur.
Balaji dan Dhana Ji melewati tempat yang sama dimana terdapat kuil kecil dan Shahu ji juga melewatinya, Dhana ji yakin jika Shahu ji juga melewati tempat yang sama. Diperkemahan Chandrasen, Malhar bertanya pada Baji "Mengapa kau tidak membalas Chandrsen?". Baji mengatakan "semua hal yang salah akan segera sampai pada raja yang tidak pernah berguna untuk menduduki singgasana, semuanya akan berubah jika Shahu ji duduk di singgasana".
Balaji meminta pada maa bavani agar ia menunjukkan jalan dan meminta kepada siapa yang akan mendukungnya, Baji juga bedoa pada maa vavani untuk membantu ayahnya agar tidak salah mengambil keputusan", Balaji tiba-tiba langit menjadi gelap dan petir datang, Balaji menatap ke langit dan melihat disekelilingnya dan ia membaca pesan di pohon yang ditulis Shahuji "aku tidak akan duduk diam, dan membuat semua musuh-musuh duduk damai sampai aku membawa Swaraj"
Balaji dan Dhana Ji melewati tempat yang sama dimana terdapat kuil kecil dan Shahu ji juga melewatinya, Dhana ji yakin jika Shahu ji juga melewati tempat yang sama. Diperkemahan Chandrasen, Malhar bertanya pada Baji "Mengapa kau tidak membalas Chandrsen?". Baji mengatakan "semua hal yang salah akan segera sampai pada raja yang tidak pernah berguna untuk menduduki singgasana, semuanya akan berubah jika Shahu ji duduk di singgasana".
Balaji meminta pada maa bavani agar ia menunjukkan jalan dan meminta kepada siapa yang akan mendukungnya, Baji juga bedoa pada maa vavani untuk membantu ayahnya agar tidak salah mengambil keputusan", Balaji tiba-tiba langit menjadi gelap dan petir datang, Balaji menatap ke langit dan melihat disekelilingnya dan ia membaca pesan di pohon yang ditulis Shahuji "aku tidak akan duduk diam, dan membuat semua musuh-musuh duduk damai sampai aku membawa Swaraj"
Precap:
Chandrasen terus menyiksa Baji, bersama prajuritnya ia terus memaksa Baji untuk berenang di air.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar