Tayangan Sony Tv : 12 April 2017
![]() |
| PESHHWA BAJIRAO EPISODE 58 12 MEI 2017 DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Balaji, Baji dan Khaas melihat Mughal telah tega membakar rumah penduduk di desa Marathi. kobaran api semakin membesar. dan semua penduduk di desa berlarian unntuk menyealamatkan diri mereka, Balaji menyelamatkan seorang anak. Seorang anak memberitahu pada Balaki "Ini semua karena kau yang telah memberikan ancaman, inilah balas dendam mereka". Semua penduduk menyelahkan Balaji. Seorang anak gadis sangat cemas dan ia terus menangis mencari dan memanggil ibunya,Baji mengatakan pada anak itu "aku akan segera menemukan ibu mu". Seorang wanita datang dan memintanya intuk tidak menyentuh gadis itu dan kemudian menyalahkan Baji dan juga Balaji atas kebakaran yang terjadi di rumah penduduk.
Sorang pria datang ke hadapan Balaji dan semua pendudukbersama dengan dua pria lainnya, mereka terus memperovokasi semua warga desa terhadap Balaji, mereka melemparkan batu pada Balaji, Baji berteriak memanggil ayahnya, namun salah seorang pria itu menyelengkat kaki Baji dan ia terjatuh, Baji dan pria itu bertatapan mata, dan sesorang meminta agar Balaji pergi. Penduduk desa yang sangat marah terus melempari batu dan kemudian anak buah Balaji melindungi Baji agar terhindar dari lemparan batu penduduk. Anak buah Balaji perlahan mundur dari amukan warga desa.
Putra Dhana ji sedang tidur terlelap di kamarnya, sesorang mengetuj pintu, dan mengambil pedangnya lalu membukakan pintu dan melihat Baji dan Balaji sedang berdiri di hadapannya. Baji mengatakan "Apakah kau tidur... Mughal terlah membakar rumah penduduk". Balaji mengalam "Kita haris memecahkan masalah ini dan menghentikan permusuhan... "Kita harus memberitahukan tentang hal ini pada Tara Rani Bai untuk memberikan bantuan prajurit". Putra Dhana Ji mengatakan "Kita tidak akan memangggil sena dan memintarnya untuk menemukan solusinya sendiri". Baji dan Balaji pergi dari sana dengan sangat kecewa. Balaji setuju dengan usulannya. Baji mengatakan pada Balaji "Salah satu kebutuhan adalah dengan menjadi kuat untuk dapat melakukan apapun di dunia ini".
Baji membuat rencana dari tebu dengan memutarkan sebuah roda yang sedang ia putar pada telunjuknya dan kemudian melemparkannya, dan setengah batang tebu terkena. Khaas mengatakan " Itu hanya akan memotong semua tanaman". Baji mengingat dengan semua penyiksaan yang telah di lakukan Mughal, Baji kembali mengambil roda dan melakukan cara yang sama dan ia berhasil memotong batang tebu dengan sempurna, Baji kembali mengambil ring dan kembali memutarnya di jari telunjuknya dan berhasil memotong batang tebu di pohon yang lain. Balaji datang menemui Baji bersama dengan anak buahnya. Balaji mengatakan "aku akan meminta bantuan dari kota tenangga dan memberikan jawaban pada sema prajurit". Baji meminta Khaas untuk mengajarkan Baji dan mengatakan "Kemarahan yang telah membakar diri kita sendiri". Balaji mengambil ring/ roda di tangan Baji dan melakukan hal yang sama dan ia berhasil memotong batang tebu tepat sasaran dan membuat semua orang terkejut.
Keesokan paginya, Baji berdiri di tengah bara api dengan memegang ketiga buah mangkuk, Khaas berjalan mengelilingi Baji dan melatih Baji, Khaas mengatakan Sebelum tubuh dan hati lelah". Mereka mendengar sura ringkikan kuda dan beberapa orang pria yang saat itu memprovokasi semua penduduk desa Marathis datang untuk memperovokasi Baji dengan mengatakan " mungkin itu mudah bagi mu karena kau tidak tahu apa-apa". Satu mangkuk di atas kepala Baji terjatuh namun Baji masih tetap bertahan dengan memegang dua mangkuk di tangan kiri dan kanannya dan tidak terpengaruh, ketiga pria itu pergi, Khaas meletakkan mangkuk yang lainnya di atas kepala Baji. Khaas memperbaiki posisi Baji kemudian Baji, Balaji dan semua anak buahnya sedang berlatih memukul air, Baji akan membelah kayu namun berulang kali Baji gagal, Khaas meminta pada Baji untuk belajar Neeti sebelum ia menyerang musuh dan membuat Baji termotivasi dan berkata "har..har Mahadev" dan kemudian Baji berhasil membelah kayu dengan kekuatannya
Sorang pria datang ke hadapan Balaji dan semua pendudukbersama dengan dua pria lainnya, mereka terus memperovokasi semua warga desa terhadap Balaji, mereka melemparkan batu pada Balaji, Baji berteriak memanggil ayahnya, namun salah seorang pria itu menyelengkat kaki Baji dan ia terjatuh, Baji dan pria itu bertatapan mata, dan sesorang meminta agar Balaji pergi. Penduduk desa yang sangat marah terus melempari batu dan kemudian anak buah Balaji melindungi Baji agar terhindar dari lemparan batu penduduk. Anak buah Balaji perlahan mundur dari amukan warga desa.
Putra Dhana ji sedang tidur terlelap di kamarnya, sesorang mengetuj pintu, dan mengambil pedangnya lalu membukakan pintu dan melihat Baji dan Balaji sedang berdiri di hadapannya. Baji mengatakan "Apakah kau tidur... Mughal terlah membakar rumah penduduk". Balaji mengalam "Kita haris memecahkan masalah ini dan menghentikan permusuhan... "Kita harus memberitahukan tentang hal ini pada Tara Rani Bai untuk memberikan bantuan prajurit". Putra Dhana Ji mengatakan "Kita tidak akan memangggil sena dan memintarnya untuk menemukan solusinya sendiri". Baji dan Balaji pergi dari sana dengan sangat kecewa. Balaji setuju dengan usulannya. Baji mengatakan pada Balaji "Salah satu kebutuhan adalah dengan menjadi kuat untuk dapat melakukan apapun di dunia ini".
Baji membuat rencana dari tebu dengan memutarkan sebuah roda yang sedang ia putar pada telunjuknya dan kemudian melemparkannya, dan setengah batang tebu terkena. Khaas mengatakan " Itu hanya akan memotong semua tanaman". Baji mengingat dengan semua penyiksaan yang telah di lakukan Mughal, Baji kembali mengambil roda dan melakukan cara yang sama dan ia berhasil memotong batang tebu dengan sempurna, Baji kembali mengambil ring dan kembali memutarnya di jari telunjuknya dan berhasil memotong batang tebu di pohon yang lain. Balaji datang menemui Baji bersama dengan anak buahnya. Balaji mengatakan "aku akan meminta bantuan dari kota tenangga dan memberikan jawaban pada sema prajurit". Baji meminta Khaas untuk mengajarkan Baji dan mengatakan "Kemarahan yang telah membakar diri kita sendiri". Balaji mengambil ring/ roda di tangan Baji dan melakukan hal yang sama dan ia berhasil memotong batang tebu tepat sasaran dan membuat semua orang terkejut.
Keesokan paginya, Baji berdiri di tengah bara api dengan memegang ketiga buah mangkuk, Khaas berjalan mengelilingi Baji dan melatih Baji, Khaas mengatakan Sebelum tubuh dan hati lelah". Mereka mendengar sura ringkikan kuda dan beberapa orang pria yang saat itu memprovokasi semua penduduk desa Marathis datang untuk memperovokasi Baji dengan mengatakan " mungkin itu mudah bagi mu karena kau tidak tahu apa-apa". Satu mangkuk di atas kepala Baji terjatuh namun Baji masih tetap bertahan dengan memegang dua mangkuk di tangan kiri dan kanannya dan tidak terpengaruh, ketiga pria itu pergi, Khaas meletakkan mangkuk yang lainnya di atas kepala Baji. Khaas memperbaiki posisi Baji kemudian Baji, Balaji dan semua anak buahnya sedang berlatih memukul air, Baji akan membelah kayu namun berulang kali Baji gagal, Khaas meminta pada Baji untuk belajar Neeti sebelum ia menyerang musuh dan membuat Baji termotivasi dan berkata "har..har Mahadev" dan kemudian Baji berhasil membelah kayu dengan kekuatannya
Pihak dari Marathi mengatakan bahwa mereka membutuhkan uang yang sangat banyak untuk mendukung perkembangan masyarakat, Pale Khan datang lalu melemparkan batu dan bertanya "apakah subedar sedang kawin lari sehingga ia lupa untuk membawa anaknya?". Hal itu membuat Baji sangat marah tapi ia mengendalikan kemarahannya, Mereka meminta agar Baji tidak tinggal diam dan mengabaikan sikap mereka yang telah melecehkan.
Baji berkata "Jika kau tidak bisa melakukan apapun maka kau memberikan perintah untuk melawan yang lain, Baji melihat semua penduduk berdiri memperhatikan ... Baji berkata " kita tidak akan nosa menang penduduk desa sudah tidak percaya lagi". Ketiga orang provokasi datang berdiri di dekat penduduk yang sedang berkumpul, Baji akan mendekati Pale kahan dan prngikutnya mengeluarkan pedang namun Baji menolak dan menghampiri Pale Khan.
Pale Khan mengatakan "Apakah kau ingn bertarung melawan ku?". Baji mengatakan "aku akan menghukum mu karena kau telah menginjakkan tanah kamu". Pale Khan mengelurkan belatinya dan menyerang Baji namun Baji menahan semua serangannya dan mengalahkannya, sekali lagi Pale Khan mengatakan "kau cukup berani" dan menyerang dan membalas kekalahannya dan Baji mengalahkannya, namun Pale Khan sangat marah ia menarik pedang dari prajuritnya dan menyerang Baji, Baji menendang pedangnya hingga terjatuh dan bertubi-tubi memukuli Pale Khan hingga babak belur. Baji akan di serang namun pria pemprovokasi penduduk desa berteriak untuk menyelamatkan dirinya. Pria pemprovokasi itu menarik prajurit Mugahal dengan tali dan muncul dihadapan Baji dan bertanya "Mengapa kau tidak bertarung dengan ku saja?".
Baji mengatakan "karena kau juga marathi dan hanya sendiri akan membuat Marathi menang dan tidak akan melawan bersama dengan mu". Baji memerintahkan anak buahnya untuk menangkap semua orang dari Mughal. Sorang pria mengatakan "aku sangat senang setelah terbukti salah". Dengan diam-diam Pale Khan bangun dan akan menyerang Baji kembali namun pria Provikator itu memberikan isyarat sehingga Baji bisa selamat dari serangannya dan mengalakhan Pale Khan. Khaas datang dan menemui Baji sedang melawan pengacau dari Mughal dan kemudian mereka memasukan semua orang Maughal kepenjara, Khaas memuji keberanian Baji dan Baji tersenyum namun satu prajurit pendukung Mughal bergegas pergi. Pria provokator kemudian memperkenalkan dirinya dan berkata " aku Malhar Rao Holkar akan bersumpah membantu Baji dalam perjuangannya untuk Swaraj". Baji tersenyum dan mereka berjabat tangan dan berpelukan sebagai tanda persahabatan, Khaas dan semua prajurit Marathi tersenyum senang
.
Precap:
Naser datang dan meminta Baj datang kehadapannya, dan menacam bahwa dirinya akan membunuh parajurit karena tidak bercerita tentang Baji. Baji datang dan melihatnya mati.










