Tayangan Sony TV : 6 April 2017
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 54 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Baji marah pada Balaji, ia mengatakan "jika kau tidak mau membawa ku bersama dengan mu, maka aku akan datang untuk mengikuti mu". Bihu berpendapat "aku tidak sedang berfikir jika ayah akan membawa mu". Radha meminta Baji untuk mencoba memahami dan mengatakan "Daulatabad merupakan tempat yang baru dan mungkin ayah mu tidak akan dapat untuk menyelamatkan mu, jika suatu saat nanti kau akan terjebak dalam kesulitan". Baji bertanya pada Radha "apakah kau ingin aku melepaskan semua musuh.., jika kau menghentikan aku maka aku akan berfikir bahwa kau tidak memiliki kepercayaan lagi pada ku dan kau akan berfikir sebagai Guru ji, aku tidak punya waktu dan aku akan hidup 2,5 hari dalam sehari". Kash mengatakan pada Balaji "aku akan mengatur untuk mengirimkan Radha dan anak-anak mu kembali kerumah". Balaji mengatakan "itu tidak masalah". Bihu sangat sedih dan meminta Baji untuk menjaga dirinya. Bihu dan Chimna memeluk Baji. Baji berjani akan menangani Auruangzeb atas semua perbuatannya
Di istana, Tara Rani Bai mengumpulkan semua orang, dan menunjukkan sebuah peta, Tara Rani Bai mengatakan "Kalian harus menyerang Mughal dari ke empat sisi dan kemudian mendorong mereka ketanah yang sepi, maka mereka akan mati kehausan, Pant Pranitdhi memberikan isilan lain namun Tara Rani mengatakan "aku harus membelas semua perbuatan Aurangzeb". Sementara itu dengan sangat yakinnya Aurangzeb berkata "aku akan membalas perang Aurangzeb"
Di istana, Tara Rani Bai mengumpulkan semua orang, dan menunjukkan sebuah peta, Tara Rani Bai mengatakan "Kalian harus menyerang Mughal dari ke empat sisi dan kemudian mendorong mereka ketanah yang sepi, maka mereka akan mati kehausan, Pant Pranitdhi memberikan isilan lain namun Tara Rani mengatakan "aku harus membelas semua perbuatan Aurangzeb". Sementara itu dengan sangat yakinnya Aurangzeb berkata "aku akan membalas perang Aurangzeb"
Di istana Mughal, Aurangzeb mengatakan "serangan berikutnya akan lebih memberikan rasa sakit.. sebelumnya mereka mernyerang kami, kau harus memnyerang kekeyaan, dan meminta untuk membuat marathis merindukan makanan, Aurangzeb mengatakan"aku akan melihat bagaimana prajurit Marathi akan melawan rasa lapar"
Baji bersama ayahnya sedang dalam perjalanannya ke Daulatabad dengan menunggangi kuda, mereka berheti ketika melihat kerumunan beberapa orang prajurit Marathi, Balaji turun, semua prajurit Marathi sangat terkesan dengan Balaji dan akan bersedia untuk bekerja dengannya. Balaji menyapa mereka semua dan membagikan beberapa cindra mata pada mereka, Balaji mengatakan "kita akan bersama-sama dengan Maan, Vachan dan Praan,... musuh-musuh kita akan memanggil kita hanya dengan satu nama Rakshak matra Bhoomi.
Baji mengatakan "ayah bahkan itu juga yang aku inginkan". Balaji mengatakan "Kau harus mendapatkan ini", Mereka akan datang untuk mengetahui kondisi Daulatabad yang sangat buruk. Baji mengatakan "kita harus mengubah kondisinya". Mereka datang ke Daulatabad dengan menunggangi kuda, mereka terkejut ketika melihat beberapa jasad tergantung pada tombak, dan beberapa sudah menjadi tengkorak, dan aroma busuk. Beberapa burung gagak terbang di sekitar jasad yang tergantung di tombak, beberapa jasad tergeletak di tanah, Baji terkejut ketika ia melihat seorang anak laki-laki yang masih hidup dan memberikannya air minum dan kemudian anak itu tewas.
Baji mengatakan pada Balaji " ayah Mughal sama sekali tidak menghormati hidup atau mati dan membuat semua orang meninggal dengan menederita". Balaji mengatakan "Kematian tidak menunggu untuk apapun". Baji bersumpah dengan memegang pasir di tangannya bahwa ia akan menghukum Mughal yang telah terga membuat mereka menderita.
Beberapa orang Mughal, mengikatkan kaki beberapa orang dan mengikatkannya di kuda, lalu memecuti dan menyiksa dua orang pria yang menjadi tawanan mereka tanpa rasa belas kasihan di hadapan umum, seorang wanita meminta belas kasihan namun pria itu hanya tertawa keji, lalu prajurit menendang wanita itu dan membuat anaknya yang sedang disiksa berteriak, dan pria itu menginjakkan kakinya di dada tawanan lainnya dan kemudian menyabetnya dengan pecut. Seorang anak laki-laki datang menhadap pria itu, ia berlutut di hadapannya memohon agar pria Mughal melepaskan ayahnya, namun ia mendapatkan perlakukan kasar dengan mencengkram wajah anak itu, pria Mughal memberikannya peringatan lalu kemudian mendorong anak itu.
Balaji, Baji, Khas dan rombongannya datang ke Daulatabad. Pria Mughal itu menginjakkan kaki di kepala anak dan membuat Baji sangat geram dan ketika akan membantu, Balaji mengeluarkan pedang ke arah Baji, Balaji memberitahu Baji "kau tidak siap tetaplah berada disini". Balaji turun bersama parajuritnya dan berjalan kedalam
Balaji meminta agar pria Mughal melepaskan orang-orang yang tidak bersalah dan menyerah, namun pria Mughal melemparkan senjatanya dan meminya Balaji untuk tidak menyebarangi batasannya. Balaji mengatakan "apapun yang akan kami lakukan akan sangat penting dan ia memperkenalkan namanya di hadapan pria Mughal itu. Blaji terkejut ketika parjurit Mughal telah mengarahkan pisau di leher prajurit Marathi dan Kash. Khas bertanya " Kau siapa?". Balaji mengatakan "ia Subedar baru di Dalarabad".
Khan meminta Blaji untuk membiarkan dirinya mengambil pajak dari Marathi untuk kepentingan Mughal, namun Balaji mengatakan "itu bukan pajak, tapi kau telah menajarh yang tidak baik". Balaji mengatakan :jika kau mencoba untuk menjarah semua orang maka aku akan membunuh mu". Balaji memintanya untuk berbalik dan melihat kearahnya sebelum pembicaraannya selesai, Balaji melihat prajurit Mughal menculik seseorang, Balaji mengatakan "aku akan mengambil pajak dan kau juga". dan kemudian Balaji meminta untuk memberikan pajak. Baji berteriak, Khan bertanya "siapa dia uang berteriak pada ku?" Balaji mengatakan "ia putra ku Baji". Baji bilang aku telah menumpahkan minyak di sekitar mu dan jika kau mencoba untuk menyakiti siapa pun maka aku akan membakar mu " . Kilas balik di tampilkan ketika Baji mengambil guci kecil berisi minyak dan kemudian menumpahkan minyak di sekelilingnya dengan diam-diam, semua orang berlarian dan menjauh. Balaji memintanya untuk menyerah.
Khan mengatakan "semua orang takut padanya". Baji melemparkan obor dan obor membakar tumpahan minyak, Balaji memintanya untuk membebaskan semua rekan-rekannya, tapi Khan memintanya untuk juga membebaskannya. Baji melompat turun dan mengatakan "aku pikir kau sedang berada dalam kesulitan". Balaji kemudian mengikatkan sesuatu di tangannya dan mengatakan "Rakshak matrabhoomi" Baji tersenyum. Balaji kemudian menamparkan keras. Baji melompat tepat di tenga-tengah kobaran api. Balaji mengatakan "kau akan dihukum karena lupa pesanan ku". Baji mengatakan "akulah nayek mu disini" sini, dan meminta ayahnya untuk tidak melupakan tanggung jawabnya dan mematuhinya.
Precap:
Shahu ji mengalahkan semua orang Mughal dan mengatakan bahwa jika ia tidak bisa menjadi kekuatan Marathi, maka ia tidak ingin menjadi kelemahan untuk mereka. Shahuji mencoba untuk bunuh diri, seseorang datang dan menghentikannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar