Rabu, 05 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 47 : MATA-MATA QAMMERUDDIN BERENCANA UNTUK MEMBALASKAN DENDAM KEMATIAN PARAVEEN PADA BALAJI, RUQIYAA MENYAMAR SEBAGAI RUKMINI

Tayangan Sony TV : 28 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 47
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 







Masih di kamar Shahuji ketika Auranzeb datang untuk bicara dengannya, Aurangzeb  berkata pada Sahahuji "Qammeruddin akan meledakan semua Marathi .. Mughal memiliki prajurit yang gagah berani seperti aku, mereka tidak akan bisa di kalahkan". Sahuji terkejut dan Aurangzeb meninggalkannya. 

Semua keluarga Radha Bai dalam perjalanannya ke Satara dengan menunggangi kereta, Baji mengatakan pada Radha "Jika Parshu sama seperti teman-teman yang telah menghianati aku lalu bagaimana aku akan membawakan Swaraj". Radha Bai mengatakan pada Baji "Seharusnya kau tahu apa yang ada di hatinya dan seharusnya kau juga berhati-hati". Baji mengatakan "aku akan mempelajarai Jigyasa setelah pulang". Bihu sangat kagum ketika melihat gerbang Satara "Lihatlah ibu gerbang Satara sangat besar". Chimna juga sangat kagum  ketika melihat gerbang Satara dari kejauhan. Baji dan semua keluarganya turun dari kereta, mereka sangat terpukau menatap gerbang dari kejauhan, Baji berlutut dan ia mengusapkan pasir di dahinyan dan tersnyum senang. Bihu bertanya "Kakak ini adalah Qila/ makam bukan kuil".  Baji mengatakan "ini pasir murni, dan itu sebuah kuil Swaraj, aku hanya meminta berkah dari pasir ini sehingga dapat membawakan Swaraj". Chima ji dan Bihu "kami juga akan mengambil berkah dari pasir ini juga". Balaji datang untuk menyambut mereka, anak-anak berlarian memeluk ayahnya. Balaji menatap Radha dan mengatkan "Sarkaar". Radha tersenyum, mereka berjalan  masuk ke dalam istana. Baji mengtakan "istana yang bagus.. aku harus mendapatkan dol ku ketika aku akan menikah di sini" Baji dan kedua adiknya melihat ke seluruh ruangan dan berjalan dengan sangat gembira dan melompat di atas rajang. Balaji tersenyum namun ia tampak tegang.

Radha bertanya pada Balaji "Mengapa kau sangat tegang?" Balaji mengatakan "aku tidak menginginkan kau dayang kesini untuk merayakan Gudi padwa karena kami punya kabar buruk bahwa Aruangzeb akan melakukan sesuatu" Baji mengatakan "itu tidak mungkin terjadi". Balaji mengatakan "sebagai seorang prajurit harus siap". Baji bertanya "lalu apa yang harus ku lakukan?". Balaji meminta pada Baji agar ia berhari-hati dan jika dirinya mencurigai sesuatu maka biarkan ayahnya mengetahuinya dan meminta pada ank-anaknya untuk pergi beristirahat. Baji mengatakan "Kami akan melihat Tara Ajika". Chimna ki mengatakan "kita akan beristirahat".  

Balaji masuk ke sebuah ruangan dan ia melihat kunci dan mengingatkan pada saat Dhana ji memberikan kunci padanya, seorang wanita sedang bersembunyi dibalik lemari, wanita itu berfikir "Siapa Dhana ji yang akan memberikan tempat tinggal dan meminta Balaji untuk membeikan karyanya?". Balaji mengeluarkan peta istana dai sebuah lemari dengan menggunakan kunci pemberian Dhana ji, Balaji keluar dari ruangan perpustakaan dan menutup pintu, wanita misterius itu mendengarkan semua pembicaraan Balaji, wanita itu berfikir bahwa Qammeruddin akan memberikannya pekerjaan hanya untuk memata-matai Balaji. 

Kilas balik di tunjukkan pada saat Qammeruddin meminta wanita itu/ Ruqaiyya menyamar menjadi Rukmani dan membuat hiasan kusus agar Tara rani sama sekali tidak mencurigainya,  Ruqaiyya berjanji bahwa dia akan membalas dendam atas kematian  Parveen pada  Balaji.Wanita itu sengaja membuang semua barang dan Balaji terkejut

Baji berjalan mengelilingu  istana dan ia sangat merindukan Gotiya. Balaji  melihat bingkai foto besar Chatrapati Shivaji dan memberikannya penghormatan Baji  duduk dengan rasa syukur. Baji mencakupkan kedua angannya, ia melihat pedang Chatrapati Shivaji dan mengambil dengan tangannya. Shiva Raze datang dan menegurnya.

Baji melihat jarinya yang terluka dan mengeluarkan darah karena tersayat pedang, Balaji keluar untuk memeriksa di sekitar perpustakaan ketika ia mendengar suara bising di dalam perpustakaan, Ruqaiyya memeriksa peta dan ia berfikir untuk menargaetkan suatu tempat, ia mengingat akan peta dan juga menyalinnya dengan kertas yang lain dan kemudian menggulung kembali peta milik Balaji dan bergegas pergi membawa salinan dari peta tersebut. Saat  Balaji datang kembali ke tempat duduknya ia melihat peta masih dalam posisinya seperti semula, ia megerti bahwa ada sesorang datang ke  ketempatnya ketika melihat ikatan tali merah telah berubah.

Shiva Raze bertanya pada Baji "Bagaimana kau berani menyentuh pedang besar milik ayah ku?". Baji mengatakan pada Shiva Raze "aku putra Balaji". Shiva Raze mengatakan "ayah mu memberikan ajaran pada orang lain, tapi ia tidak mengajarkan putranta sendiri". Baji mengatakan pada Shiva Raze "setiap orang memiliki warba yang sama ... semua Marathis memiliki hak untuk menyentuh pedangnya". Shiva Raze mengatakan " Banyak prajurit yang mati karena telah melindung raja mereka". Baji bilang "Chatrapati telah mati untuk semua orang dan membawakan Swaraj.. ia raja yang nyata". Shiva Raze bertanya "bagaimana kau berani untuk bicara dengan ku seperti ini, tutunkan pandangan mu". Baji mengatakan " jika kau memiliki Rakt ka abhimaan maka aku  harus Karm ka swabhimaan dan jika aku  mendapatkan berkah dari Maharaj Chatrapati maka  aku  akan membuktikan ini kada mu bahwa Karm lebih dari Rakt". Baji  melakukan tilak  darah dengan jarinya terluka.  Shiva Raze terkejut dengan  berkata-katanya. Baji mencakupkan tangannya melihat Maharaj Chatrapati Shivaji. .

Baji pergi dari sana dan bertabrakan dengan Ruqaiyya saat bergegas berlari dari ruang perpustakaan di koridor, Baji meminta maaf padanya, tapi wanita itu hanya terdiam dan  berjalan dari sana. Baji berpikir " siapa dia dan mengapa ia melarikan diri?".

Balaji memperkenalkan keluarganya pada  Ruqaiyya, dan wanita itu  berpikir dia menjadi Rukmini. Balaji  memperkenalkan Chimna ji dan Bhiu. Balaji mengatakan  "ia  Rukmini ji dan  ia akan membuat semua hal ini, sekarang ia bekerja di sini". Bhiu memintanya mengajarkan untuk membuat hal-hal yang indah Eukmini mengatakan pada Bihu "aku  akan mengajarkan mu  bagaimana untuk menangkap kata".

Balaji dan Radha tertawa. Bhiu memeluk Ruqaiyya. Ruqaiyya terkejut. Baji datang ke sana dan mengikat ketika ia bertabrakan dengan Rukmini/ Ruqaiyya  di luar ruang perpustakaan. Balaji melihat Baji dan mengatakan" ia  anak sulung ku".

Baji bilang "aku bertemu dengannya di dekat ruang perpustakaan tapi sepertinya ia sedang terburu-buru, Aku hendak meminta maaf padanya, tapi ia melarikan diri, ku  pikir ia tidak akan melarikan diri dalam kondisi ini". Balaji mulai ragu  dan ,mengingat  pada Dhana ji  saat ia memberikan tanggung jawab padanya. Balaji  berpikir" Rukmini melihat peta".. Balaji  bertanya "apa yang kau  lakukan di dekat ruang perpustakaan?". Ruqaiyya berpikir tentang jawaban yang akan ia berikan pada Balaji.

Precap: Ruqaiyya mencampurkan racun dalam di setiap jus / minuman dan menawarkan pada  Baji mengambilnya,  Rukmini/ Ruqaiyaan  berpikir "detak jantungnya akan segera berhenti dan ia akan mati". Baji ambruk dan jatuh ke lantai. Bhiu terkejut. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar