![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 47 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Masih di kamar Shahuji ketika Auranzeb datang untuk bicara dengannya, Aurangzeb berkata pada Sahahuji "Qammeruddin akan meledakan semua Marathi .. Mughal memiliki prajurit yang gagah berani seperti aku, mereka tidak akan bisa di kalahkan". Sahuji terkejut dan Aurangzeb meninggalkannya.
Semua keluarga Radha Bai dalam perjalanannya ke Satara dengan menunggangi kereta, Baji mengatakan pada Radha "Jika Parshu sama seperti teman-teman yang telah menghianati aku lalu bagaimana aku akan membawakan Swaraj". Radha Bai mengatakan pada Baji "Seharusnya kau tahu apa yang ada di hatinya dan seharusnya kau juga berhati-hati". Baji mengatakan "aku akan mempelajarai Jigyasa setelah pulang". Bihu sangat kagum ketika melihat gerbang Satara "Lihatlah ibu gerbang Satara sangat besar". Chimna juga sangat kagum ketika melihat gerbang Satara dari kejauhan. Baji dan semua keluarganya turun dari kereta, mereka sangat terpukau menatap gerbang dari kejauhan, Baji berlutut dan ia mengusapkan pasir di dahinyan dan tersnyum senang. Bihu bertanya "Kakak ini adalah Qila/ makam bukan kuil". Baji mengatakan "ini pasir murni, dan itu sebuah kuil Swaraj, aku hanya meminta berkah dari pasir ini sehingga dapat membawakan Swaraj". Chima ji dan Bihu "kami juga akan mengambil berkah dari pasir ini juga". Balaji datang untuk menyambut mereka, anak-anak berlarian memeluk ayahnya. Balaji menatap Radha dan mengatkan "Sarkaar". Radha tersenyum, mereka berjalan masuk ke dalam istana. Baji mengtakan "istana yang bagus.. aku harus mendapatkan dol ku ketika aku akan menikah di sini" Baji dan kedua adiknya melihat ke seluruh ruangan dan berjalan dengan sangat gembira dan melompat di atas rajang. Balaji tersenyum namun ia tampak tegang.
Radha bertanya pada Balaji "Mengapa kau sangat tegang?" Balaji mengatakan "aku tidak menginginkan kau dayang kesini untuk merayakan Gudi padwa karena kami punya kabar buruk bahwa Aruangzeb akan melakukan sesuatu" Baji mengatakan "itu tidak mungkin terjadi". Balaji mengatakan "sebagai seorang prajurit harus siap". Baji bertanya "lalu apa yang harus ku lakukan?". Balaji meminta pada Baji agar ia berhari-hati dan jika dirinya mencurigai sesuatu maka biarkan ayahnya mengetahuinya dan meminta pada ank-anaknya untuk pergi beristirahat. Baji mengatakan "Kami akan melihat Tara Ajika". Chimna ki mengatakan "kita akan beristirahat".
Balaji masuk ke sebuah ruangan dan ia melihat kunci dan mengingatkan pada saat Dhana ji memberikan kunci padanya, seorang wanita sedang bersembunyi dibalik lemari, wanita itu berfikir "Siapa Dhana ji yang akan memberikan tempat tinggal dan meminta Balaji untuk membeikan karyanya?". Balaji mengeluarkan peta istana dai sebuah lemari dengan menggunakan kunci pemberian Dhana ji, Balaji keluar dari ruangan perpustakaan dan menutup pintu, wanita misterius itu mendengarkan semua pembicaraan Balaji, wanita itu berfikir bahwa Qammeruddin akan memberikannya pekerjaan hanya untuk memata-matai Balaji.
Kilas balik di tunjukkan pada saat Qammeruddin meminta wanita itu/ Ruqaiyya menyamar menjadi Rukmani dan membuat hiasan kusus agar Tara rani sama sekali tidak mencurigainya, Ruqaiyya berjanji bahwa dia akan membalas dendam atas kematian Parveen pada Balaji.Wanita itu sengaja membuang semua barang dan Balaji terkejut
Baji berjalan mengelilingu istana dan ia sangat merindukan Gotiya. Balaji melihat bingkai foto besar Chatrapati Shivaji dan memberikannya penghormatan Baji duduk dengan rasa syukur. Baji mencakupkan kedua angannya, ia melihat pedang Chatrapati Shivaji dan mengambil dengan tangannya. Shiva Raze datang dan menegurnya.
Baji melihat jarinya yang terluka dan mengeluarkan darah karena tersayat pedang, Balaji keluar untuk memeriksa di sekitar perpustakaan ketika ia mendengar suara bising di dalam perpustakaan, Ruqaiyya memeriksa peta dan ia berfikir untuk menargaetkan suatu tempat, ia mengingat akan peta dan juga menyalinnya dengan kertas yang lain dan kemudian menggulung kembali peta milik Balaji dan bergegas pergi membawa salinan dari peta tersebut. Saat Balaji datang kembali ke tempat duduknya ia melihat peta masih dalam posisinya seperti semula, ia megerti bahwa ada sesorang datang ke ketempatnya ketika melihat ikatan tali merah telah berubah.
Shiva Raze bertanya pada Baji "Bagaimana kau berani menyentuh pedang besar milik ayah ku?". Baji mengatakan pada Shiva Raze "aku putra Balaji". Shiva Raze mengatakan "ayah mu memberikan ajaran pada orang lain, tapi ia tidak mengajarkan putranta sendiri". Baji mengatakan pada Shiva Raze "setiap orang memiliki warba yang sama ... semua Marathis memiliki hak untuk menyentuh pedangnya". Shiva Raze mengatakan " Banyak prajurit yang mati karena telah melindung raja mereka". Baji bilang "Chatrapati telah mati untuk semua orang dan membawakan Swaraj.. ia raja yang nyata". Shiva Raze bertanya "bagaimana kau berani untuk bicara dengan ku seperti ini, tutunkan pandangan mu". Baji mengatakan " jika kau memiliki Rakt ka abhimaan maka aku harus Karm ka swabhimaan dan jika aku mendapatkan berkah dari Maharaj Chatrapati maka aku akan membuktikan ini kada mu bahwa Karm lebih dari Rakt". Baji melakukan tilak darah dengan jarinya terluka. Shiva Raze terkejut dengan berkata-katanya. Baji mencakupkan tangannya melihat Maharaj Chatrapati Shivaji. .
Baji pergi dari sana dan bertabrakan dengan Ruqaiyya saat bergegas berlari dari ruang perpustakaan di koridor, Baji meminta maaf padanya, tapi wanita itu hanya terdiam dan berjalan dari sana. Baji berpikir " siapa dia dan mengapa ia melarikan diri?".
Baji melihat jarinya yang terluka dan mengeluarkan darah karena tersayat pedang, Balaji keluar untuk memeriksa di sekitar perpustakaan ketika ia mendengar suara bising di dalam perpustakaan, Ruqaiyya memeriksa peta dan ia berfikir untuk menargaetkan suatu tempat, ia mengingat akan peta dan juga menyalinnya dengan kertas yang lain dan kemudian menggulung kembali peta milik Balaji dan bergegas pergi membawa salinan dari peta tersebut. Saat Balaji datang kembali ke tempat duduknya ia melihat peta masih dalam posisinya seperti semula, ia megerti bahwa ada sesorang datang ke ketempatnya ketika melihat ikatan tali merah telah berubah.
Shiva Raze bertanya pada Baji "Bagaimana kau berani menyentuh pedang besar milik ayah ku?". Baji mengatakan pada Shiva Raze "aku putra Balaji". Shiva Raze mengatakan "ayah mu memberikan ajaran pada orang lain, tapi ia tidak mengajarkan putranta sendiri". Baji mengatakan pada Shiva Raze "setiap orang memiliki warba yang sama ... semua Marathis memiliki hak untuk menyentuh pedangnya". Shiva Raze mengatakan " Banyak prajurit yang mati karena telah melindung raja mereka". Baji bilang "Chatrapati telah mati untuk semua orang dan membawakan Swaraj.. ia raja yang nyata". Shiva Raze bertanya "bagaimana kau berani untuk bicara dengan ku seperti ini, tutunkan pandangan mu". Baji mengatakan " jika kau memiliki Rakt ka abhimaan maka aku harus Karm ka swabhimaan dan jika aku mendapatkan berkah dari Maharaj Chatrapati maka aku akan membuktikan ini kada mu bahwa Karm lebih dari Rakt". Baji melakukan tilak darah dengan jarinya terluka. Shiva Raze terkejut dengan berkata-katanya. Baji mencakupkan tangannya melihat Maharaj Chatrapati Shivaji. .
Baji pergi dari sana dan bertabrakan dengan Ruqaiyya saat bergegas berlari dari ruang perpustakaan di koridor, Baji meminta maaf padanya, tapi wanita itu hanya terdiam dan berjalan dari sana. Baji berpikir " siapa dia dan mengapa ia melarikan diri?".
Balaji memperkenalkan keluarganya pada Ruqaiyya, dan wanita itu berpikir dia menjadi Rukmini. Balaji memperkenalkan Chimna ji dan Bhiu. Balaji mengatakan "ia Rukmini ji dan ia akan membuat semua hal ini, sekarang ia bekerja di sini". Bhiu memintanya mengajarkan untuk membuat hal-hal yang indah Eukmini mengatakan pada Bihu "aku akan mengajarkan mu bagaimana untuk menangkap kata".
Balaji dan Radha tertawa. Bhiu memeluk Ruqaiyya. Ruqaiyya terkejut. Baji datang ke sana dan mengikat ketika ia bertabrakan dengan Rukmini/ Ruqaiyya di luar ruang perpustakaan. Balaji melihat Baji dan mengatakan" ia anak sulung ku".
Baji bilang "aku bertemu dengannya di dekat ruang perpustakaan tapi sepertinya ia sedang terburu-buru, Aku hendak meminta maaf padanya, tapi ia melarikan diri, ku pikir ia tidak akan melarikan diri dalam kondisi ini". Balaji mulai ragu dan ,mengingat pada Dhana ji saat ia memberikan tanggung jawab padanya. Balaji berpikir" Rukmini melihat peta".. Balaji bertanya "apa yang kau lakukan di dekat ruang perpustakaan?". Ruqaiyya berpikir tentang jawaban yang akan ia berikan pada Balaji.
Balaji dan Radha tertawa. Bhiu memeluk Ruqaiyya. Ruqaiyya terkejut. Baji datang ke sana dan mengikat ketika ia bertabrakan dengan Rukmini/ Ruqaiyya di luar ruang perpustakaan. Balaji melihat Baji dan mengatakan" ia anak sulung ku".
Baji bilang "aku bertemu dengannya di dekat ruang perpustakaan tapi sepertinya ia sedang terburu-buru, Aku hendak meminta maaf padanya, tapi ia melarikan diri, ku pikir ia tidak akan melarikan diri dalam kondisi ini". Balaji mulai ragu dan ,mengingat pada Dhana ji saat ia memberikan tanggung jawab padanya. Balaji berpikir" Rukmini melihat peta".. Balaji bertanya "apa yang kau lakukan di dekat ruang perpustakaan?". Ruqaiyya berpikir tentang jawaban yang akan ia berikan pada Balaji.
Precap: Ruqaiyya mencampurkan racun dalam di setiap jus / minuman dan menawarkan pada Baji mengambilnya, Rukmini/ Ruqaiyaan berpikir "detak jantungnya akan segera berhenti dan ia akan mati". Baji ambruk dan jatuh ke lantai. Bhiu terkejut. .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar