Tayang Sony Tv :5 april 2017
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 52 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Kashi dan Baji masih di ruangan Chtraphati Shrivaji, Baji marah pada Kahi dan memintanya untuk menemukan jalan keluar, Kashi marah dan mendorong Baji, sehingga Baji menjatuhkan barang , Prajurit terkejut dengan sura bising di luar, mereka mendekati pintu dan akan membukanya, sementara itu seorang pria (Sevak) datang menemui Blaji yang sedang duduk bersama Radha Bai dan kedua anaknya, Sevak meminta Balaji datang bersama dengan semua keluarganya karena mereka di panggil oleh Tara Rani Bai, Radha meminta Suaminya Balaji untuk memakai Turban jika ia akan datang menemui Tara Rani Bai, Chimna Ji mengtakan "kita akan mendapatkan hadiah kerena Baji telah berhasil menyelamatkan raja dari serangan Maughal". Mereka mencari Baji dan berpikir "Bahkan Kashi hilang".
Diaula ibu Kashi juga mencari putrinya dan bertanya pada semua anak-anak disana tentang keberadaan Kashi, Radha Bai besama kedua anaknya bertemu dengan Kashi di aula, mereka juga mencari Baji dan tidak dapat menemukannya. Bihu bertanya pada ibunya tentang keberadaan kakaknya, di dalam ruangan Chatrapathi Shrivaji Kashi dan Baji saling meyerang, Kashi menyeret kaki Baji namun Baji menendang Kashi, Kashi tidak terima dan ia memukuli Baji dari belakang, Baji mencoba untuk melepaskan dan melawan Kashi. Ibu Kashi marah dan menghampiri Radha Bai berkata "Kashi tidak bisa terus bersama dengan Baji". Radha Bai menjawab amarah Ibu Kashi dengan meminta mencari Baji dan putrinya bersama-sama, Ibu Kashi pergi dari hadapannya. Radha Bai tampak cemas ia mengajak kedua anaknya untuk mencari Baji.
Para penjaga pintu membuka gembok dan masuk kedalam ruangan Chatrapathi Shrivaji, dan masuk kedalam. Ibu Kashi masih memanggil putrinya, dan bertemu lahi dengan Radha Bai di aula. Kashi dan Baji masih berkelahi, Kashi terus memukuli Baji, dua orang prajurit menegur mereka, Radha dan Ibu Kashi menyadari bahwa Baji dan Kashi sedang bertengkar dan bergegas lari untuk memishkan Baji dan Kashi. Ibu Kashi bertanya pada Kashi apa yang terjadi, tapi Baji mencoba menjelaskan pada Radha Bai apa yang sebenarnya terjadi, Kashi memelototi Baji dan menancam akan membunuuh Baji, Baji keakutan dan ia beralasan lain Ibu Kasi memarahi dan menegur Baji lalu mengejeknya, dan mengajak Kashi pergi, Radha Bai marah pada Baji mengatakan "Tara Rani Saheb memanggil kita untuk datang ke darbar".
Tara Rani Saheb datang bersama Shiva Raze ke Darbar. Semua orang telah menunggu mereka. Shiva Raze duduk di singgasananya, Tara Rani Bai mengatakan " Mughal telah mencoba untuk memecahkan ego mereka .. ketika takdir membawakan masalah maka Nayek akan lahir..., kami mendaparkan Nayek itu pada diri Shiva yang telah berhasil mengalahkan mereka..., Mharaj Marathi beruntung untuk dapat mengalahkanny tapi tidak membunuh Rao Malhar, sejarah baru akan ditulis". Semua orang bersorak sorai untuk membanggakan Shiva Raze. Tanpa Baji sadari, ia bersorak sorai Har..har Mahadev, Tara Rani Bai meminta Baji datang ke hadapannya, dan bertanya tentang namanya, Baji mengatakan namanya, Tara Rani Bai mengatakan "Kau akan melakukan sesuatu yang besar setelah kau dewasa nanti"
Baji mengatakan "aku tidak bisa menunggu untuk tumbuh menjadi dewasa agar dapat mengalahkan Mughal.. Swabhiman ku akan terluka.., hari ini festival Gudi Padwa kami tapi Maughal telah menyerang kita dan aku akan menulis itu di dalam sejarah, apa yang telah ibu ku katakan bahwa Matru Boomi lebih besar, ibu ku mengatakan bahwa ia tidak akan berdamai sampai ia berhasil membunuh semua Mughal". Radha Bai dan Balaji tersenyum bangga pada Baji, Tara Rani Bai etrkejut menatap Baji, Kash bersorak Sorai Jai Bhwani Baji dan semua bersorak sorai Jai Srivaji".
Tara Rani Bai mengatakan pada Baji"Shiva Raze telah berhasil bertarung, ia ingin memberikan sesuatu". Shiva Raze memberikan pedang untuk Baji dan itu hanya pedang biasa, Shiva mengatakan "pedang biasa hanya untuk anak biasa". Baji meminta maaf pada Shiva Raze, dan mengatakan "semua pedang memang bisa dan orang-orang yang menggunakannya akan membuatnya menjadi luar biasa". Baji mengeluarkan pedang dari sarungnya dan kembali bersorak sorai "Har..har Mahadev". Tara Rani Bai berterima kasih pada balaji karena telah mengajarkan Shiva Raze dan mengatakan "aku ingin memberikan mu tanggung jawab yang besar pada mu Balaji", Tara Rani Bai menatap ke arah Pant Pratindhi
Diaula ibu Kashi juga mencari putrinya dan bertanya pada semua anak-anak disana tentang keberadaan Kashi, Radha Bai besama kedua anaknya bertemu dengan Kashi di aula, mereka juga mencari Baji dan tidak dapat menemukannya. Bihu bertanya pada ibunya tentang keberadaan kakaknya, di dalam ruangan Chatrapathi Shrivaji Kashi dan Baji saling meyerang, Kashi menyeret kaki Baji namun Baji menendang Kashi, Kashi tidak terima dan ia memukuli Baji dari belakang, Baji mencoba untuk melepaskan dan melawan Kashi. Ibu Kashi marah dan menghampiri Radha Bai berkata "Kashi tidak bisa terus bersama dengan Baji". Radha Bai menjawab amarah Ibu Kashi dengan meminta mencari Baji dan putrinya bersama-sama, Ibu Kashi pergi dari hadapannya. Radha Bai tampak cemas ia mengajak kedua anaknya untuk mencari Baji.
Para penjaga pintu membuka gembok dan masuk kedalam ruangan Chatrapathi Shrivaji, dan masuk kedalam. Ibu Kashi masih memanggil putrinya, dan bertemu lahi dengan Radha Bai di aula. Kashi dan Baji masih berkelahi, Kashi terus memukuli Baji, dua orang prajurit menegur mereka, Radha dan Ibu Kashi menyadari bahwa Baji dan Kashi sedang bertengkar dan bergegas lari untuk memishkan Baji dan Kashi. Ibu Kashi bertanya pada Kashi apa yang terjadi, tapi Baji mencoba menjelaskan pada Radha Bai apa yang sebenarnya terjadi, Kashi memelototi Baji dan menancam akan membunuuh Baji, Baji keakutan dan ia beralasan lain Ibu Kasi memarahi dan menegur Baji lalu mengejeknya, dan mengajak Kashi pergi, Radha Bai marah pada Baji mengatakan "Tara Rani Saheb memanggil kita untuk datang ke darbar".
Tara Rani Saheb datang bersama Shiva Raze ke Darbar. Semua orang telah menunggu mereka. Shiva Raze duduk di singgasananya, Tara Rani Bai mengatakan " Mughal telah mencoba untuk memecahkan ego mereka .. ketika takdir membawakan masalah maka Nayek akan lahir..., kami mendaparkan Nayek itu pada diri Shiva yang telah berhasil mengalahkan mereka..., Mharaj Marathi beruntung untuk dapat mengalahkanny tapi tidak membunuh Rao Malhar, sejarah baru akan ditulis". Semua orang bersorak sorai untuk membanggakan Shiva Raze. Tanpa Baji sadari, ia bersorak sorai Har..har Mahadev, Tara Rani Bai meminta Baji datang ke hadapannya, dan bertanya tentang namanya, Baji mengatakan namanya, Tara Rani Bai mengatakan "Kau akan melakukan sesuatu yang besar setelah kau dewasa nanti"
Baji mengatakan "aku tidak bisa menunggu untuk tumbuh menjadi dewasa agar dapat mengalahkan Mughal.. Swabhiman ku akan terluka.., hari ini festival Gudi Padwa kami tapi Maughal telah menyerang kita dan aku akan menulis itu di dalam sejarah, apa yang telah ibu ku katakan bahwa Matru Boomi lebih besar, ibu ku mengatakan bahwa ia tidak akan berdamai sampai ia berhasil membunuh semua Mughal". Radha Bai dan Balaji tersenyum bangga pada Baji, Tara Rani Bai etrkejut menatap Baji, Kash bersorak Sorai Jai Bhwani Baji dan semua bersorak sorai Jai Srivaji".
Tara Rani Bai mengatakan pada Baji"Shiva Raze telah berhasil bertarung, ia ingin memberikan sesuatu". Shiva Raze memberikan pedang untuk Baji dan itu hanya pedang biasa, Shiva mengatakan "pedang biasa hanya untuk anak biasa". Baji meminta maaf pada Shiva Raze, dan mengatakan "semua pedang memang bisa dan orang-orang yang menggunakannya akan membuatnya menjadi luar biasa". Baji mengeluarkan pedang dari sarungnya dan kembali bersorak sorai "Har..har Mahadev". Tara Rani Bai berterima kasih pada balaji karena telah mengajarkan Shiva Raze dan mengatakan "aku ingin memberikan mu tanggung jawab yang besar pada mu Balaji", Tara Rani Bai menatap ke arah Pant Pratindhi
Kilas balik di tampilkan ketika Tara Rani Bai sedang berbicara dengan Pant Pratindhi, Tara Rani Bai meminta padanya untuk mengirimkan Balaji ke tempat yang sangat jauh dari Satara, Pant Pratindhi mengatakan " aku telah mendapatkan ide untuk mengirmkannya ke sisi lain". Kilas balik berakhir.
Tara Rani Bai memiminta pada Balaji untuk segera pergi ke Daulatabad, dan itu membuat Balaji dan semua keluarganya sangat terkejut, tapi Pant Pratindhi tersenyum licik Tara Rani bai telah membuatkan Subedhar di Daulatabd dan mengatakan "Balaji akan memilik tempat di hatinya", Dan berhadap Baji akan bekerja untuk membantu Shiva Raze untuk mengalahkan musuh". Balaji mengatakan "ya, putra ku akan melakukan semua hal yang akan di perlukan". Radha Bai sangat tegang. Tara Rani Bai meminta dan menekankan pada mereka untuk melakukan apa yang telah di katakannya. Tara Rani Bai dan Shiva Raze pergi meninggalkan pertemuan, Radha menatap Balaji tapi Balaji masih terdiam.
Di kerajaan Mughal, AurangsZb sedang duduk memegang pedangnya, Kam Baksh mengatakan pada Aurangzeb "Bukankah Qammeruddin telah meyakinkan kita bahwa ia akan membunuh semua Marathis, tapi apa yang terjadi ia tidak berhasil untuk melakukannya". Qammeruddin hanya tertunduk dan penuh amarah menatap Kam Baks. Aurangzeb mengatakan "tapi serangan yang telah di lakukan Qammeruddin pasti telah membuat Tara Rani ketakutan". Kam Baksh mengatakan "kau akan menang jika Tara Rani Bai dan Shiva Raze berrhasil di kalahkan dan di bunuh". Aurangzeb sangat mengharagi atas serangan yang telah di lakukan oleh Qammerudin, Aurangzeb berkata "kau siap untuk melawan dalam peperangan, kami tidak menang tapi mendapaykan banyak pelajaran dari Junoon". Qammeruddin mengatakan "aku tidak akan membiarkan misi mu gagal lagi". Aurangzeb mengatakan "serangan itu telah membuat mereka merasa takut dan terancam, tapi pada serangan berikutnya, kita akan memberikan rasa sakit yang lebih besar". Aurangzeb ingin membicarakan langkah selanjutnya agar serangannya tidak kembali gagal, dan meminta ide pada Kam Baksh menargetkan serangan berikutnya untuk Marathis.
Di aula, Balaji dan keluarganya sedang berjalan, Baji mengatakan pada Balaji "ayah aku akan pergi bersama dengan mu ke Daulatabad". Radha Bai mengatakan "pertama kau harus belajar". Baji mengatakan "aku tidak punya waktu untuk itu.. aku akan belajar langsung dengan pengetahuan praktis". Balaji mengatakan "Itu akan sangat berbahaya untuk mu untuk datang kesana". Kash mengatakan Daulatabad dekat dengan Mughal". Balaji meminta Baji untuk tidak keras kepala, tapi Baji mengatakan " jisme Maha nahi wo Marathi nahi"... jika aku tidak mengajak ku bersama dengan mu maka aku akan datang dan terus mengikuti mu"
Tara Rani Bai memiminta pada Balaji untuk segera pergi ke Daulatabad, dan itu membuat Balaji dan semua keluarganya sangat terkejut, tapi Pant Pratindhi tersenyum licik Tara Rani bai telah membuatkan Subedhar di Daulatabd dan mengatakan "Balaji akan memilik tempat di hatinya", Dan berhadap Baji akan bekerja untuk membantu Shiva Raze untuk mengalahkan musuh". Balaji mengatakan "ya, putra ku akan melakukan semua hal yang akan di perlukan". Radha Bai sangat tegang. Tara Rani Bai meminta dan menekankan pada mereka untuk melakukan apa yang telah di katakannya. Tara Rani Bai dan Shiva Raze pergi meninggalkan pertemuan, Radha menatap Balaji tapi Balaji masih terdiam.
Di kerajaan Mughal, AurangsZb sedang duduk memegang pedangnya, Kam Baksh mengatakan pada Aurangzeb "Bukankah Qammeruddin telah meyakinkan kita bahwa ia akan membunuh semua Marathis, tapi apa yang terjadi ia tidak berhasil untuk melakukannya". Qammeruddin hanya tertunduk dan penuh amarah menatap Kam Baks. Aurangzeb mengatakan "tapi serangan yang telah di lakukan Qammeruddin pasti telah membuat Tara Rani ketakutan". Kam Baksh mengatakan "kau akan menang jika Tara Rani Bai dan Shiva Raze berrhasil di kalahkan dan di bunuh". Aurangzeb sangat mengharagi atas serangan yang telah di lakukan oleh Qammerudin, Aurangzeb berkata "kau siap untuk melawan dalam peperangan, kami tidak menang tapi mendapaykan banyak pelajaran dari Junoon". Qammeruddin mengatakan "aku tidak akan membiarkan misi mu gagal lagi". Aurangzeb mengatakan "serangan itu telah membuat mereka merasa takut dan terancam, tapi pada serangan berikutnya, kita akan memberikan rasa sakit yang lebih besar". Aurangzeb ingin membicarakan langkah selanjutnya agar serangannya tidak kembali gagal, dan meminta ide pada Kam Baksh menargetkan serangan berikutnya untuk Marathis.
Di aula, Balaji dan keluarganya sedang berjalan, Baji mengatakan pada Balaji "ayah aku akan pergi bersama dengan mu ke Daulatabad". Radha Bai mengatakan "pertama kau harus belajar". Baji mengatakan "aku tidak punya waktu untuk itu.. aku akan belajar langsung dengan pengetahuan praktis". Balaji mengatakan "Itu akan sangat berbahaya untuk mu untuk datang kesana". Kash mengatakan Daulatabad dekat dengan Mughal". Balaji meminta Baji untuk tidak keras kepala, tapi Baji mengatakan " jisme Maha nahi wo Marathi nahi"... jika aku tidak mengajak ku bersama dengan mu maka aku akan datang dan terus mengikuti mu"
Precap:
Balaji datang ke Daulatabad dan melihat seorang pria menghukum seseorang, ia mengatakan bahwa pria itu Subedar baru. seorang pria memintanya untuk berbalik dan melihat semua orang
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar