![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 49 DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPERTASIKAN OLEH MADE |
Di kamar Baji, Baji sedang berpura-pura sakit, ia memegangi kepalanya untuk menangkap Ruqiyaa/ Rukmini. Ruqiyya/ Rukmini datang untuk membunuh Baji dengan belati di tangannya, Ruqiyya mencekik leher Baji dan Baji menahan tangannya yang sedang memegang belati, Baji bertanya pada Rukmini/ Ruqiyya "Mengapa kau berbohong bahwa kau sedang hamil, jika aku tidak enak ibu ku tida akan terpengaruh". Ruqiyya mencoba untuk menikam Baji, tapi Baji melemparkan sesuatu ke matanya, Balahi, Dhana ji dan Khas melemparkan sesuatu agar Rukmini tidak melukai Baji, Rukmini mencoba untuk melarikan diri Baji mengikutinya. Dhana Ji, Balaji dan Khas mengikuti mereka.
Tara Rani Bai datang dan menyapa rakyatnya. Kashi mulai menari di lagu tradisional. Semua orang tersenyum. Semantara itu Baji terus mengikuti Ruqaiyya di aula, Ruqiyya melemparkan semua barang dan Baji terus mengejarnya. Kashi masih meanri, Tara Rani Bai tersenyum menatap ibu Kashi, Ruqiyya menjatuhkan minyak tanah dan membuat Baji terjatuh ketika mengejarnya, Balaji bersama dengan Kash dan Dhana Ji terus mengikuti, Kashi masih menari dan membuat semua orang terkagum dengan kelincahannya. Rukmini/ Ruqiyya datang ke tempat perayaan dimana Kashi masih menari, Baji terjatuh di dekat Tabala dan Radha Bai terkejut ketika melihatnnya, musik berhenti dan Kashi masih berputar, Baji memapah Kashi dalam pelukannya dan membuat Kashi marah, Kashi menendang Baji dan Baji terjatuh, mereka saling berdebat di hadapan Tara Rani Bai. Radha menegur Baji, Baji meminta ibunya untuk berfikir bahwa ia salah dan berfikir "aku tidak tahu dimana Rukmini bersembunyi" Kashi memarahinya namun Baji mencari Rukmini di deretan penonton, Baji berfikir "karena Kashi, Rukmini berhasil melarikan diri". Seorang wanita meminta Baji untuk pergi karena ini hanyalah acara wanita, Baji mendapatkan ide dan bersorak sorai Har..har Mahadeb, semua penonton wanita bersorak sorai menaikan kedua tangan mereka "Har..har Mahadev". terkecuali Rukmini / Ruqiyya yang sedang bersembunyi di kerumunan para wanita.
Baji berteriak dan meminta agar semua wanita yang hadir disana menangkap Ruqiyya/ Rukmini dan mengatakan "ia bukanlah Marathi tetapi Mughal". Hal itu membuat ara Rani Bai dan semua orang terkejut. Ruqiyya melarikan diri, Radha menedang kakinya dan menangkapnya namun Ruqiyya melemparkan bubuk kum kum ke matanya, Radha meminta Baji untuk segera menangkapnya, Baji mengejarnya dan ia berhenti ketika melihat jejak kaki Ruqiyya tampak jelas dengan bubuk kum kum, Baji melemparkan tongkat dan membuat lampu yang tergantung terjatuh tepat di hadapan Ruqiyya, Ruqiyya menghujamkan belati di tangannya pada Baji dan Baji terus menghindarinya dan mengahadapi Ruqiyya seperti seorang pejuang, sementara itu Shiva Raze melihat perkelahian mereka dari kejauhan ia terkejut dan kaget, Baji menahan kedua tangan Ruqiyya yang memegang senjata dan berhasil mendorongnya. Tara Rani Bai datang dan menjatuhkan kedua senjata di tangan Ruqiyyah dan datang ke hadapannya dengan memegang pedang, Dhana Ji bersama Balaji dan Khas datang dan menangkapnya, Tara Rani Bai tersenyum saat melihat Baji dan kebarniannya.
Pant Pratidhi sedang bersama dengan para tamunya yang sedang minum. " nenek moyang kita telah berjuang dengan Chatrapti Shivaji tapi sekarang mereka mungkin saja menangis melihat kondisisinya sekarang.. pedang yang terbuang", Pant Pratidhi bertanya pada seorang pria :mengapa kau marah?". Seorang pria marah dan membanting gelasnya, mereka saling berdebat. Shiva Raze datang dan bertanya pada mereka "apa yang terkag terjadi?". Pria itu mengatakan "ibu mu telah mengakui bahwa kau telah membunuh semua saudara-saudara ku.. kami pendukung Shahuji dan ibu mu membuat mu menjadi seorang yang lemah menjadi raja ... ia buta akan cinta akan putranya". Shiva Raze marah dan mengatakan pada mereka "memohonlah untuk hidup mu dan aku telah membunuh mereka, mereka penghianat". Pria itu mengeluarkan pedangnya dan akan menyerang Shiva Raze, Shiva ketakytan dan semua prajurit melindunginya
Beberqapa orang wanita menguyur air pada Ruqiyya yang terikat, Tara Rani Bai datang dan bertanya pada Ruqiyya tentang semua rencana Aurangzeb tapi Ruqiyya tidak mau membuka mulutnya, ia hanya mengatakan " Aurangzeb zindabad". Ruqiyya menjerit dan menjulurkan lidahnya dan mengigitnya, lidahnya telah terpotong dan keluar dari mulutnya mesikipun seorang manita mengnehtikannya. Tara Rani Bai mengatakan "serang ia tidak akan mengatakan apa-apa ". Sementara itu Pant Pranidhi datang memberitahu pada Tara Rani Bai bahwa saudara Malhar telah mengangkat pedang dan akan menyerang Shiva Raze, Tara Rani bai terkejut. Tara Rani Bai mengatakan pada blaji, Khas dan Balaji"dan berikan ia hukuman mati setelah Gudi Padwa berakhir ". Tara Rani Bai pergi. Ruqiyya menatap tajam Baji.
Tara Rani Bai datang menemui saudara Malhar dan bertanya padanya "nbagaimana kau berani untuk mengagkat pedang mu dan menyerang Shiva Raze". saudara Malhar mengatakan " kau telah berbohong.. kau tertangkap, Yang sebenarnya Shivaraze tidak menyerang dan ia tidak melakukan apa-apa ketika kau terus memintanya mengangkat pedang.. kau tidak tahan ketika orang marathis mencoba unntuk membebaskan Shahuji dan kau kemudian membunuh mereka". Tara Rani Bai mengatakan "mereka semua penghianatm ya Shiva telah menyerang dan juga membunuh mereka". Saudara Malhar menantang Shiva Raze untuk menyerangnya dan melawannya dan ia mengancam akan membunuhnya. Tara Rani Bai menerima tantangannya, Pant Pratindhi mengejar Tara Rani Bai di aula dan memperingatkan Tara Rani Bai "ia akan membunuhnya". Tara Rani Bai mengatakan "ia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa jika Shiva sudah menyerang maka ia tidak akan bisa melawan, tapi ia akan menjadi penguasa yang baik"
Balaji dan Dhana ji berbicara tentang Aurangzeb mengirim seorang wanita untuk melaksanakan rencananya untuk melawan Marathis. Mereka bertanya-tanya "apa rencana Aurangzeb?". Baji mengatakan " mengapa ia memotong lidahnya?". Balaji mengatakan " agar ia tidak bisa mengatakan apa pun". Dhana ji meminta Balaji lebih meningkatkan keamanan yang ketat. Parajurit Marathi berbicara bahwa mereka harus melakukan upacara terakhir dari pria Marathi keesokan harinya. Beberapa Mughal datang ke sana dan menyerang marathis dan membunuh mereka. Mereka memakai pakaian seperti marathis sehingga tidak ada keraguan tentang diri mereka. Mereka tertawa melihat bahan peledak dan saling memberikan isyarat ada satu sama lain untuk bersiap-siap untuk menulis sejarah.
Dhana ji mengatakan bahwa ia akan memeriksa kembali semua pengaturan, ia meminta Balaji dan Baji untuk beristirahat, dan mengatakan " kau anak cerdas dan satu hari semua orang akan melakukan naman / bangga atas keberanian mu".
Shiva Raze memberitahu Tara Rani Bai "aku telah belajar bagaimana menggunakan pedang dan mengatakan ia akan membunuh adik Malhar" . Tara Rani Bai menampar Shiva Raze dan mengatakan "salah satu kebutuhan keberanian untuk melawan". Shiva Raze berkata pada ibunya "aku telah belajar dari Balaji". Tara Rani mengatakan" ia dapat mengajarkan mu, tapi tidak dapat mengisi keberanian dalam diri mu". ., Baji berkelahi dengan wanita bersenjata sendirian dan mengatakan "bukankah kau lebih tua darinya?". Tara Rani Bai mengatakan " Balaji mencoba untuk memberikan nilai-nilai yang sama, tetapi kau tidak bisa mendapatkannya.., salah satu akan keluar dengan tangan kosong".
Shiva Raze memberitahu Tara Rani Bai "aku telah belajar bagaimana menggunakan pedang dan mengatakan ia akan membunuh adik Malhar" . Tara Rani Bai menampar Shiva Raze dan mengatakan "salah satu kebutuhan keberanian untuk melawan". Shiva Raze berkata pada ibunya "aku telah belajar dari Balaji". Tara Rani mengatakan" ia dapat mengajarkan mu, tapi tidak dapat mengisi keberanian dalam diri mu". ., Baji berkelahi dengan wanita bersenjata sendirian dan mengatakan "bukankah kau lebih tua darinya?". Tara Rani Bai mengatakan " Balaji mencoba untuk memberikan nilai-nilai yang sama, tetapi kau tidak bisa mendapatkannya.., salah satu akan keluar dengan tangan kosong".
Precap: Shiva Raze meminta Baji bertarung dengan saudara Malhar. Baji mengatakan "aku bukan prajurit " dan meminta Shiba untuk membiarkannya pergi karena ia harus memberikan beberapa informasi penting untuk ayahnya. Shiva Raze meminta prajurit untuk menyembunyikan wajah Baji sehingga tidak ada yang bisa mengenali dirinya. Baji berpikir "sekarang aku harus memberitahu apa yang ada di Gudi, di depan semua orang. . ."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar