![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 51 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Dihalaman istana, Baji bertarung pedang dengan Sudara Rao Malhar, semua orang bersorak sorai untuk Shiva Raze, Saudara Rao Malhar terus menebaskan pedang pada Baji namun Baji menangkisnya dengan prisai, Baji terjatuh dan semua orang tegang, Pria itu meminta agar Shiva Raze bangun dan memintanya untuk melawan setiap serangan pedangnya, sementara itu Shiva Raze memakai pakian prajurit ia bersembunyi di kejauhan. Radha Bai berpikir "apa yang akan mungkin di rasakan Tara Rani Bai jika ia melihat putranya gagal?". Shiva Raze menonton dari kejauhan dan berfikir "Baji banyak omong, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa". Saudara Rao menantang Shiva Raze yang sebetulnya adalah Baji, ia memintanya untuk bangun. Tara Rani begitu sangat tegang ketika mengira bahwa Baji adalah putranyas Shiva Raze, semua orang bersorak sorai untuk mendukung Shiva Raze.
Beberapa orang Mughal datang dan berdiri di antara kerumunan penonton, Pria tua yang berpura-pura pincang menatap ketiga kendi yang telah diisikan bahan peledak oleh Ruqiyyah, mereka berempat menyatukan tangan mereka dan yakin jika usaha mereka untuk mengacaukan Gudi Padwa akan berhasil, Baji kembali bangkit dan saudara Rao kembali menyerangnya dengan pedang di tangannya, Baji melangkah pergi menjauh darinya, saudara Rao Malhar bertanya pada Baji "kemana kau akan pergi dan meninggalkan pertarungan, Baji kemudian berbalik dan ia berlari ke arah pria itu dan menyerangnya dengan memukul kepalanya memakai prisai di tangannya, Malhar terjatuh. Shiva Raze sangat senang, Tara Rani Bai sangat cemas dan tegang, Tara Rani Bai berteriak dan memberikan pujian karena telah berhasil menumbangaknnya pada Baji yang di kiranya adalah Shiva Raze dan memintanya untuk membuktikan bahwa ia adalah merupakan kandidat yang sah untuk duduk di singgasana kerajaan, semua orang kagum dan bertepuk tangan untuk Shiva Raze yang telah berhasil mengalahkan Malhar, Radha tersenyum senang.
Di dekat jendela, Ruqiyya masih melihat perayaan Gudi Padwa, ia menatap ketiga kendi yang tergantung tinggi di halaman istana, Rukmini memejamkan matanya, Balaji mengingat pertemuan pertamanya dengan Ruqiyya di desa, Balaji mengingat ketika Baji berlari dan menabrak Rukmini/ Ruqiyya dan Bihu memeluknya dengan penuh kasih, Balaji mengatakan "apa memang kau telah melihat dan kau merasa lega?". Balaji ingat dengan ucapan Baji, Tara Rani Bai, Radha Bai dan semua orang di bawah sana masih menyaksikan pertarungan antara Saudara Rao Malhar dengan Baji, Malhar bangkit dan ia menyerang Baji dari belakang, Radha berteriak "Yang Mulia". Baji segera menangkis serangan pedang Malhar dan membuat tamengnya terbelah menjadi dua. Shiva Raze terkejut dan tegang, lalu Malhar memukuli Baji dan ia terjatuh lagi, semua pendukung Malhar bersorak sorai untuknya ketika Malhar berteriak gembira karena telah berhasil menjatuhkan lawannya. Baji masih tergeletak di tanah dan tidak sadarkan diri,
Balaji mendorong Ruqiyya yang masih memejamkan matanya, Balaji mengatakan pada Ruqiyya " Mata mu dapat menceritakan semuanya". Kemudian Balaji mencekik lehernya, Balaji berkata "kau berfikir bahwa kau akan berhasil, kau perlu tahu bahwa kau telah di kalahkan". Balaji menebaskan belatinya di leher wanita itu dan membunuhnya. Balaji pergi mendinggalkan Ruqiyya setelah ia membunuhnya, sementara itu Malhar masih berteriak-teriak dan penuh dengan semangat untuk mengalahkan dan membalaskan dendamnya pada Shiva Raze. Baji tersadar dan ia kembali bangun, lalu Baji bersoak sorai Har..har Mahadeb dan membuat Tara Rani Bai terkejut dan berpikir "itu bukan suara untuk mengalahkan musuh". Disisi lain, akhirnya Radha Bai menyadari bahwa itu Baji yang telah berjuang dan berkelahi melawan Malhar, pria itu melemparkan padang ke arah Baji tapi Baji berlari melompat dan kemudian menjatuhkan Malhar dan memendamkan kepalanya ke tanah. Semua orang bertepuk tangan karena akhirnya Raze telah berhasil mengalahkan Malhar, Shiva Raze senang karena semua orang telah memuji dirinya, Baji mengatakan "ibu ku mengatakan bahwa kecerdasan dapay mengalahkan kekuatan". Radha Bai terkejut, Baji menoleh menatap wajah ibunya dan Radha Bai sangat terharu dan memanggil "Baji". Tara Rani Bai terkejut dan berpikir " Jika itu adalah putra Balaji"
Qammeruddin sampai di atas menara benteng, ia berfikir " kematian Marathi akan menjadi sangat besar, Tara Rani Bai akan menerima hadiah dari Qammeruddin untuk perayaan Gudi Padwa". Qammeruddin akan menyalakan mariam namun Dhana ji dayang dan mengarhkan mariam kearah lainnya mereka berkelahi. Dhana ji berusaha mengarahkan agar mariam tidak ke arah dimana semua orang sedang berkumpul di halaman istana dan membahayakan mereka, namun mariam meledak menghantam tembok dan ledakan pun terjadi membuat semua orang panik, api menyambar kendi pertama yang telah terisi bahan peledak, sebuah pilar terjatuh dan mengenai Tara Rani Bai, asap hitam pekat membumbung tinggi, sementara itu Dhana Ji masih berusaha untuk bangun dan Qammeruddin berhasil untuk melarikan diri dari benteng, sementara itu ledakan-ledakan kecil lainnya terjadi ketika api menyambar pada kendi yang lainnya dan membuat semua orang panik dan kari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri mereka, Radha Bai menggandeng tangan Bihu dan berlari di tengah asap dan kobaran api di tengah kerumunan orang yang sedang panik, ibu Kashi gelisah mencari keberadaan putrinya, ledakan lainnya terjadi pada kendi terakhir.
Balaji datang menemui Tara Rani Bai dan Pan Pratidhi memintanya untuk segera ikut dengannya, tapi Tara Rani Bai menolak mengatakan " aku tidak akan pergi kemana pun dan menginggalkan semua orang yang sedang dalam kesulitan". Balaji meyakinkan Tara Rani Bai, Tara Rani menatap Baji dengan tatapan penuh dengan kemarahan, Balaji mengatakan " Tapi kami harus menyelamatkan mu". Shiva Raze keluar dari persembunyiannya dan bertanya "apa yang telah terjadoi?" ... ia telah mengalahkan Malhar, tapi ledakan ini terjadi". Pant Pathidi memuji Shiva Raze bahwa ia telah berhasil mengalahkan Malhar, Tara Rani Bai di bawa pergi oleh Pant Prratidhi, Balaji menyelamatkan seroang anak yang sedang tengkurep dan membangunkannya, ibu anak itu membawa putranya pergi.
Qammeruddin berhasil melarikan diri dan bersembunyi di tempat yang aman, ia befikir bahwa Tara Rani Bai dan Shiva Raze telah berhasil di serang dan akan menuji kematian mereka, Baji mencoba untuk membantu orang-orang, semua anak-anak berlarian dan panik, Kashi menangis memegang tangan Baji, Baji menatapnya, mereka mulai berlari dan bergandengan tangan, Kashi tersandung dan terjatuh, Baji memapah Kashi dan ia mulai berjalan pergi, Radha Bai mengajak Bihu dan menyelamatkan diri ke arah pintu gerbang, ibu kashi ketakutan ia masih mencari putrinya, Baji masih berlari dan memapah Kashi ia merasakan pusing dan hampir pingsan, Kashi membuka penutup wajahnya dan melihat wajag Baji, Baji berhasil bernafasm Kashi terkejut saat melihat Baji. Baji panik dan memohon pada Kashi untuk tidak mengatakan bahwa dirinyalah yang telah berada di tempat Maharaj Shiva Raze, Baji melihat Ibu Kasi dan meminta Kashi untuk pergi ke ibunya yang telah menunggunya, Kasi bergegas lari menghampiri ibunya.
Balaji membukakan pintu gerbang dan menmbantu semua orang untuk segera keluar dari istana, Radha Bai bertanya pada Balaji "Suami ku di mana Baji?" . Balaji menyadari bahwa Baji tidak bersama dengan mereka, Kashi memberitahu "Baji masih di dalam". Balaji meminta Radha untuk keluar dan ia mencari Baji kembali kedalam, Baji masih berjalan di tengah kerumunan orang yang berlarian, Balaji bertemu dengannya dan memegang tangannya". Balaji bertanya pada Baji "Ajinkya/ kendi telah diisi dengan bahan peledak". Baji bertanya "diamana Tara Rani Bai dan Shiva Raze". Balaji dan Baji terkejut ketika ia mengingat ketika Ruqiyya sedang merencanakan penyerangan, Baji mengatakan "apaatkal kasha". Baji terkejut dan mengatakan "mereka telah merencanakan untuk membunuh mereka disana".
Baji dan Balaji bergeges berlari ke Apaatkaal Kasha, Beberapa pria Mughal telah mempersiapkan diri untuk mempersiapkan senjata mereka, Pant Pratinidhi membawa Tara Rani dan Shiva Raze, mereka masuk ke dalam Apaatkaal kasha. Pant Pratindhi menutup pintu, Balaji datang bersama dengan Baji dan mereka bertemu, Balaji memberitahu bahwa nyawa Tara Rani Bai dan Shiva Raze sedang dalam bahaya, Baji berhasil masuk kedalam sebelum pintu tertutup, Tara Rani Bai bertanya pada Baji "mengapa kau datang kesini". Shiva Raze tidak percaya dan mengatakan "tempat ini paling aman". Baji kemudian memeriksa semua tempat dan mengatakan bahaw Rukmini/ Ruqiyya yang telah merencanakan semuanya dan mereka merencanakan penyerangan pada perayaan Gudi Padwa, ughal sedang berencana untuk membunuh kalian disini". Tara Rani Bai terkejut.
Balaji meminta pada Pant Pratindhi untuk meminta bantuan, ia pergi meninggalkan Balaji sendirian. Balaji mengatakan "sekarang pintu hanya akan terbuka dari dalam tapi mush akan segera menyerang, Apaatkaal kasha dari belakang, sementara itu Shiva Raze sama sekali tidak mempercayai semua ucapan Baji, Baji mendengar sura orang datang, diluar beberapa pria Mughal datang ke tempat itu dan melihat simbol yang sama di peta, mereka telah membuka lukisan dan menemukan lubang yang telah di buat oleh Ruqiyya, mereka mengarahkan selongsong senapan pada lubang-lubang yang telah dibuat oleh Ruqiyya, Baji mendengar suara bising dari luar, Balaji berlari di aula menuju ke Apaatkaal kasha dengan membawa pedang, Baji memeriska lubang dan terkejut ketika ia melihat senjata di lubang belakang tembok, Balaji masih dalam perjalanannya ke Apaatkaal kasha, pria-pria Mughal itu melepaskan peluru, Baji berlari menyelamatkan Tara Rani Bai untuk menjauh dan peluru terpental, mereka terus menembaki melalui celah lubang di tembok dan Baji berusaha untuk melindungi mereka.
Balaji datang menemui Tara Rani Bai dan Pan Pratidhi memintanya untuk segera ikut dengannya, tapi Tara Rani Bai menolak mengatakan " aku tidak akan pergi kemana pun dan menginggalkan semua orang yang sedang dalam kesulitan". Balaji meyakinkan Tara Rani Bai, Tara Rani menatap Baji dengan tatapan penuh dengan kemarahan, Balaji mengatakan " Tapi kami harus menyelamatkan mu". Shiva Raze keluar dari persembunyiannya dan bertanya "apa yang telah terjadoi?" ... ia telah mengalahkan Malhar, tapi ledakan ini terjadi". Pant Pathidi memuji Shiva Raze bahwa ia telah berhasil mengalahkan Malhar, Tara Rani Bai di bawa pergi oleh Pant Prratidhi, Balaji menyelamatkan seroang anak yang sedang tengkurep dan membangunkannya, ibu anak itu membawa putranya pergi.
Qammeruddin berhasil melarikan diri dan bersembunyi di tempat yang aman, ia befikir bahwa Tara Rani Bai dan Shiva Raze telah berhasil di serang dan akan menuji kematian mereka, Baji mencoba untuk membantu orang-orang, semua anak-anak berlarian dan panik, Kashi menangis memegang tangan Baji, Baji menatapnya, mereka mulai berlari dan bergandengan tangan, Kashi tersandung dan terjatuh, Baji memapah Kashi dan ia mulai berjalan pergi, Radha Bai mengajak Bihu dan menyelamatkan diri ke arah pintu gerbang, ibu kashi ketakutan ia masih mencari putrinya, Baji masih berlari dan memapah Kashi ia merasakan pusing dan hampir pingsan, Kashi membuka penutup wajahnya dan melihat wajag Baji, Baji berhasil bernafasm Kashi terkejut saat melihat Baji. Baji panik dan memohon pada Kashi untuk tidak mengatakan bahwa dirinyalah yang telah berada di tempat Maharaj Shiva Raze, Baji melihat Ibu Kasi dan meminta Kashi untuk pergi ke ibunya yang telah menunggunya, Kasi bergegas lari menghampiri ibunya.
Balaji membukakan pintu gerbang dan menmbantu semua orang untuk segera keluar dari istana, Radha Bai bertanya pada Balaji "Suami ku di mana Baji?" . Balaji menyadari bahwa Baji tidak bersama dengan mereka, Kashi memberitahu "Baji masih di dalam". Balaji meminta Radha untuk keluar dan ia mencari Baji kembali kedalam, Baji masih berjalan di tengah kerumunan orang yang berlarian, Balaji bertemu dengannya dan memegang tangannya". Balaji bertanya pada Baji "Ajinkya/ kendi telah diisi dengan bahan peledak". Baji bertanya "diamana Tara Rani Bai dan Shiva Raze". Balaji dan Baji terkejut ketika ia mengingat ketika Ruqiyya sedang merencanakan penyerangan, Baji mengatakan "apaatkal kasha". Baji terkejut dan mengatakan "mereka telah merencanakan untuk membunuh mereka disana".
Baji dan Balaji bergeges berlari ke Apaatkaal Kasha, Beberapa pria Mughal telah mempersiapkan diri untuk mempersiapkan senjata mereka, Pant Pratinidhi membawa Tara Rani dan Shiva Raze, mereka masuk ke dalam Apaatkaal kasha. Pant Pratindhi menutup pintu, Balaji datang bersama dengan Baji dan mereka bertemu, Balaji memberitahu bahwa nyawa Tara Rani Bai dan Shiva Raze sedang dalam bahaya, Baji berhasil masuk kedalam sebelum pintu tertutup, Tara Rani Bai bertanya pada Baji "mengapa kau datang kesini". Shiva Raze tidak percaya dan mengatakan "tempat ini paling aman". Baji kemudian memeriksa semua tempat dan mengatakan bahaw Rukmini/ Ruqiyya yang telah merencanakan semuanya dan mereka merencanakan penyerangan pada perayaan Gudi Padwa, ughal sedang berencana untuk membunuh kalian disini". Tara Rani Bai terkejut.
Balaji meminta pada Pant Pratindhi untuk meminta bantuan, ia pergi meninggalkan Balaji sendirian. Balaji mengatakan "sekarang pintu hanya akan terbuka dari dalam tapi mush akan segera menyerang, Apaatkaal kasha dari belakang, sementara itu Shiva Raze sama sekali tidak mempercayai semua ucapan Baji, Baji mendengar sura orang datang, diluar beberapa pria Mughal datang ke tempat itu dan melihat simbol yang sama di peta, mereka telah membuka lukisan dan menemukan lubang yang telah di buat oleh Ruqiyya, mereka mengarahkan selongsong senapan pada lubang-lubang yang telah dibuat oleh Ruqiyya, Baji mendengar suara bising dari luar, Balaji berlari di aula menuju ke Apaatkaal kasha dengan membawa pedang, Baji memeriska lubang dan terkejut ketika ia melihat senjata di lubang belakang tembok, Balaji masih dalam perjalanannya ke Apaatkaal kasha, pria-pria Mughal itu melepaskan peluru, Baji berlari menyelamatkan Tara Rani Bai untuk menjauh dan peluru terpental, mereka terus menembaki melalui celah lubang di tembok dan Baji berusaha untuk melindungi mereka.
Precap:
Naser mengatakan Qamer Uddin Ajinkya Tara akan segera menjadi milik mereka dan bahwa ia akan menjadi Mughal Awad (raja) hari ini. Sementara itu Baji masih berusaha untuk menyelamatkan Tara Rani dan Siwa Raze dari serangan penembak yang membabi buta.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar