Senin, 03 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 45 : KHAS TELAH TEWAS, BALAJI MEMBUNUH PRAVEN, GURU JI MENGHASUT SEMUA PENDUDUK DAN MEMUTUSKAN AKAN MENGHUKUM RADHA BAI

Tayangan Sony Tv : 24 Maret 2017


PESHWA BAJIAO EPISODE 45
INTERPRETASI DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE





Dandak mengatakan pada Baji "aku tidak mengatakan apa pun sebelum kau menyelam  ke  sungai, karena aku  tahu bahwa kau memang bodoh, berikan batu permata itu pada ku".  Baji melempar batu permata itu kesembarang tempat dan meminta Dandak mencarinya sendiri. Dandak dan semua anak buahnya segera pergi mencari batu permata, Baji meminta pada teman-temannya untuk segera pergi dan lari dari sana, namun Dandak menghadang di depannya, Dandak mengatakan pada palunya " kau haus dan kau akan mendapatkan darah Baji". Dandak akan memukul Baji dengan palunya, namun tangan dandak terluka ketika Radha Bai melemparkan belati dan mengenai tangannya sebelum Danak melukai Baji dengan palunya.  Gotiya berkata "Bibi". Radha melindungi Baji dan semua anak di belakangnya, semua anak buah Dandak datang, Dandak kembali mengambil palunya dan akan memukul Radha namun Baji memegangi palu dan mengatakan pada Dandak"Jika kau ingin menyakiti ibu ku.. maka aku akan membunuh mu bersama dengan batu permata itu". Dandak mengatakan "kau telah menghianati aku". Dandak akan melukai Baji, Malhari datang bersama dengan penduduk desa mereka memegang kampak di tangan/  Dandak berkata "Tikus telah mengancam mu". Wanita tua mengatakan "sorang anak laki-laki bisa menghadapi mu, mengapa kami tidak bisa". Wanita tua menunjukkan kampak di tangannya. Dandak merebut batu permata itu dari tangan Baji dan melarikan diri, Baji menunggangi Malhari dan mengejarnya, Radha Bai mengikuti dari belakang

Balaji mengatakam pada Khas "Tara Rani telah membunuh Saradaar Marathis dan telah berbohong pada kita". Khas bertanya "apa itu karena Tara Rani merasa sangat buruk.. dan merasa rega karena telah berhasil mengajarkan Shiva Raze untuk bertarung pedang". Balaji mengatakan tidak". Ssesorang melemparkan gulungan surat, Balaji mengambil surat itu dan membacanya, Sesorang meminta bertemu dengannya,  jika Balaji ingin tahu rencana Qammeruddin.Khas menengok keluar namun ia tidak menemukan siapapun Balaji memutuskan untuk bertemu, sementara Parveen menenakan cadar dan berdiri di dekat pintu. Paravven mengingat ketika  Qammeruddin yankin bahwa ia  akan berhasil membunuh Balaji".

Baji mengikuti Dandak dengan kudanya, Dandak terus berlari dan ia bersembunyi di balik pepohonan, sementara itu Baji masih menunggangi Malhari  dan melihat kesekelilingnya, Dandak naik ke atas pohon lalu melompat dan Baji terjatuh dari Malhari, batu permata putih itu juga terpental jauh, Baji dan Dandak saling berebut untuk mengambil batu permata, Baji berhasil mendapatkannya dan memukul Dandak dan berlarii, Dandak mengejar Baji dan kembali kesungai Khrisan Radha datang kesana, Dandak meminta Baji untuk memberikan batu permata itu padanya, Baji menunjukkan batu itu pada Dandak dan berkata "aku tidak akan memberikannya bakhan pasir sekalipun untuk Maughal". Baji melemparkan batu permata itu kembali kesungai dan Dandak melompat ke sungai dan air sungai berubah penuh dengan darah segar, warga membawa semua anak buah Dandak pergi, Radha sedih ia mengusap semua darah di luka Baji dan memeluk putranya, Radha meminta maaf pada Baji dan berjanji tidak akan lagi mengirimkan Baji ke hutan tanpa memikirkan segala hal dan kemungkinan yang akan terjadi". Radha mengatakan "aku  hanya ingin mengajarkan mu sesuatu". Radha memeluk Gotiya, seorang anak tawanan Dandak mengatakan " Kami telah terbebas itu semua berkat Baji... kami telah di bebaskan karenanya"

Baji mengatakan pada Radha Bai " kau telah mengajar ku segalanya, tapi tidak mengajarkan ku bahwa aku untuk tidak percaya pasa siapa pun dengan mudah". Radha bertanya "di mana Parshu?" Gotiya menjelaskan pada Radha tentang segala sesuatu saat Parshu mempertaruhkan hidup mereka dan juga mengkhianati mereka. Radha meminta mereka untuk tidak khawatir. 

Balaji datang ke tempat yang dikatakan pasa Khas. Beberapa orang yang sudah menghadang dan menyerang Balaji. LalubBalaji membunuh mereka, tapi orang yang lainnua kemudian membunuh Khas. Balaji mencoba untuk membangunkan Khas. Parveen datang ke sana. Gotiya mengatakan " Baji menyelamatkan ku ketika Dandak mencoba membunuh ku". Radha mengatakan "kau akan mengajarinya belajar lain yang akan membantu ku dalam membawa Swaraj..,tidak mementingkan diri sendiri dalam segala hal dan memintanya untuk melakukan segala sesuatu tanpa pamrih.. Balaji berkelahi dengan Parveen. Balaji menyikap kain penutup dari wajahnya. Deva Shri Ganesha memainkan ...... .

Parveen mencoba untuk menyerang Balaji dengan sabuk duri beracun pemberian dari Qammeruddin, tetapi Balaji membunuhnya, Balaji bertanya "apa Aurangzeb dan Qameruddin berencana untuk melakukan sesuatu Gudi Padwa hari?. Paraveen mati di hadapan Balaji. Aurangzeb mengatakan pada Qameruddin dan Kam Baksh bahwa mereka telah mengkhianatinya pasa semua orang untuk mengalahkan satu sama lain.  Aurangzeb mengatakan "kau membuat Shahuji pesan untuk Tara Rani Baji dan memintanya untuk pergi sebelum ia membunuh Sahuji. Qameruddin meminta pasa Aurangzeb untuk memberinya kesempatan dan mengatakan "aku yakin Tara Rani Saheb tidak akan diselamatkannya saat ini" Aurangzeb membuka beberapa kotak dan melihat sesuatu. 

Aurangzeb menatap Qameruddin. Guru ji menghasut semua penduduk desa tentang Radha dan Baji. Guru ji mengatakan itu baik Parshu diminta dandak untuk pulang. orang tua Gotiya khawatir untuknya. Bhiu melihat Baji datang dan mengatakan "saudara ku datang". Baji datang ke rumahnya, Chimna meminta Baji untuk tidak meninggalkannya. Baji melihat Parshu dan memeluknya. Baji bertanya "kapan kau datang ke sini?" Parshu membuat alasan.  Baji bilang "aku tahu bahwa Anda telah mengkhianati kami". Parshu meminta maaf padanya. Baji mengatakan" kau sudah merusak kepercayaan ku dan aku akan mematahkan persahabatan kita" . Guru ji mengatakan pasa teman-teman Baji untuk mendukungnya ... Radha Bai berada di belakang semua ini dan ia akan dihukum sekarang sendiri". Baji bertanya" apa kesalahan ibu ku". 

Precap: Seseorang meminta Radha Bai untuk meminta maaf pada Guru ji dan menggosok hidungnya di kakinya. Guru ji terswnyum licik. Baji dan Radha terkejut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar