Senin, 24 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 54 : SHUBEDAR BARU DI DALATABDAD, PENYIKSAAN MUGHAL TERHADAP PENDUDUK DESA SEHINGGA MENYEBABKAN BANYAK ORANG YANG MENINGGAL KARENA DI SIKSA

Tayangan Sony TV : 6 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 54
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE




Baji marah pada Balaji, ia mengatakan "jika kau tidak mau membawa ku bersama dengan mu, maka aku akan datang untuk mengikuti mu". Bihu berpendapat "aku tidak sedang berfikir jika ayah akan membawa mu". Radha meminta Baji untuk mencoba memahami dan mengatakan "Daulatabad merupakan tempat yang baru dan mungkin ayah mu tidak akan dapat untuk menyelamatkan mu, jika suatu saat nanti kau akan terjebak dalam kesulitan". Baji bertanya pada Radha "apakah kau ingin aku melepaskan semua musuh.., jika kau menghentikan aku maka aku akan berfikir  bahwa kau tidak memiliki kepercayaan lagi pada ku dan kau akan berfikir sebagai Guru ji, aku tidak punya waktu dan aku akan hidup 2,5 hari dalam sehari". Kash mengatakan pada Balaji "aku akan mengatur untuk mengirimkan Radha dan anak-anak mu kembali kerumah". Balaji mengatakan "itu tidak masalah". Bihu sangat sedih dan meminta Baji untuk menjaga dirinya. Bihu dan Chimna memeluk Baji. Baji berjani akan menangani Auruangzeb atas semua perbuatannya

Di istana, Tara Rani Bai mengumpulkan semua orang, dan menunjukkan sebuah peta, Tara Rani Bai mengatakan "Kalian harus menyerang Mughal dari ke empat sisi dan kemudian mendorong mereka ketanah yang sepi, maka mereka akan mati kehausan, Pant Pranitdhi memberikan isilan lain namun Tara Rani mengatakan "aku harus membelas semua perbuatan Aurangzeb". Sementara itu dengan sangat yakinnya Aurangzeb berkata "aku akan membalas perang Aurangzeb"

Di istana Mughal, Aurangzeb mengatakan "serangan berikutnya akan lebih memberikan rasa sakit.. sebelumnya mereka mernyerang kami, kau harus memnyerang kekeyaan,  dan meminta  untuk membuat marathis merindukan makanan, Aurangzeb mengatakan"aku akan melihat bagaimana prajurit Marathi akan melawan rasa lapar" 

Baji bersama ayahnya sedang dalam perjalanannya ke  Daulatabad dengan menunggangi kuda, mereka berheti ketika melihat kerumunan beberapa orang prajurit Marathi, Balaji turun, semua prajurit Marathi sangat  terkesan dengan Balaji dan akan bersedia untuk bekerja dengannya. Balaji menyapa mereka semua dan membagikan beberapa cindra mata pada mereka, Balaji mengatakan "kita akan bersama-sama dengan Maan, Vachan dan Praan,... musuh-musuh kita akan memanggil kita hanya dengan satu nama Rakshak matra Bhoomi.

Baji mengatakan "ayah bahkan itu juga yang aku inginkan". Balaji mengatakan "Kau harus mendapatkan ini", Mereka akan datang untuk mengetahui kondisi Daulatabad  yang sangat buruk. Baji mengatakan "kita harus mengubah kondisinya". Mereka datang ke Daulatabad  dengan menunggangi kuda, mereka terkejut ketika melihat beberapa jasad tergantung pada tombak, dan beberapa sudah menjadi tengkorak, dan aroma busuk. Beberapa burung gagak terbang di sekitar jasad yang tergantung di tombak, beberapa jasad tergeletak di tanah, Baji terkejut ketika ia melihat seorang anak laki-laki yang masih hidup dan memberikannya air minum dan kemudian anak itu tewas.

Baji mengatakan pada Balaji " ayah Mughal sama sekali tidak menghormati hidup atau mati dan membuat semua orang meninggal dengan menederita". Balaji mengatakan "Kematian tidak menunggu untuk apapun". Baji bersumpah dengan memegang pasir di tangannya bahwa ia akan menghukum Mughal yang telah terga membuat mereka menderita.

Beberapa orang Mughal, mengikatkan kaki beberapa orang dan mengikatkannya di kuda, lalu memecuti  dan menyiksa dua orang pria yang menjadi tawanan mereka  tanpa rasa belas kasihan di hadapan umum, seorang wanita meminta belas kasihan namun pria itu hanya tertawa keji, lalu prajurit menendang wanita itu dan membuat anaknya yang sedang disiksa berteriak, dan pria itu menginjakkan kakinya di dada tawanan lainnya dan kemudian menyabetnya dengan pecut. Seorang anak laki-laki datang menhadap pria itu, ia berlutut di hadapannya memohon agar pria Mughal melepaskan ayahnya, namun ia mendapatkan perlakukan kasar dengan mencengkram wajah anak itu, pria Mughal memberikannya peringatan lalu kemudian mendorong anak itu.

Balaji, Baji, Khas dan  rombongannya  datang ke Daulatabad. Pria Mughal itu menginjakkan kaki di kepala anak dan membuat Baji sangat geram dan ketika akan membantu, Balaji mengeluarkan pedang ke arah Baji, Balaji memberitahu Baji "kau tidak siap tetaplah berada disini". Balaji turun bersama parajuritnya dan berjalan kedalam

Balaji meminta agar pria Mughal melepaskan orang-orang yang tidak bersalah dan menyerah, namun pria Mughal melemparkan senjatanya dan meminya Balaji untuk tidak menyebarangi batasannya. Balaji mengatakan "apapun yang akan kami lakukan akan sangat penting dan ia memperkenalkan namanya di hadapan pria Mughal itu. Blaji terkejut ketika parjurit Mughal telah mengarahkan pisau di leher prajurit Marathi dan Kash. Khas bertanya " Kau siapa?". Balaji mengatakan "ia Subedar baru di Dalarabad".

Khan meminta Blaji untuk membiarkan dirinya mengambil pajak dari Marathi untuk kepentingan Mughal, namun Balaji mengatakan "itu bukan pajak, tapi kau telah menajarh yang tidak baik". Balaji mengatakan :jika kau mencoba untuk menjarah semua orang maka aku akan membunuh mu". Balaji memintanya untuk berbalik dan melihat kearahnya sebelum pembicaraannya selesai, Balaji melihat prajurit Mughal menculik seseorang, Balaji mengatakan "aku akan mengambil pajak dan kau juga". dan kemudian Balaji meminta untuk memberikan pajak. Baji berteriak, Khan bertanya "siapa dia uang berteriak pada ku?" Balaji mengatakan "ia putra ku Baji".  Baji bilang aku telah menumpahkan  minyak di sekitar  mu dan jika kau  mencoba untuk menyakiti siapa pun maka aku  akan membakar mu " . Kilas balik di tampilkan ketika Baji mengambil guci kecil berisi minyak dan kemudian menumpahkan minyak   di sekelilingnya  dengan diam-diam, semua orang berlarian dan menjauh. Balaji memintanya untuk menyerah.

Khan mengatakan "semua orang takut padanya". Baji melemparkan obor dan obor membakar tumpahan minyak, Balaji memintanya untuk membebaskan semua rekan-rekannya, tapi Khan memintanya untuk juga membebaskannya. Baji melompat turun dan mengatakan "aku pikir kau sedang berada dalam kesulitan". Balaji kemudian mengikatkan sesuatu di tangannya dan mengatakan "Rakshak matrabhoomi"  Baji tersenyum. Balaji kemudian menamparkan keras. Baji melompat tepat di tenga-tengah kobaran api. Balaji mengatakan "kau akan dihukum karena lupa pesanan ku". Baji mengatakan "akulah nayek mu disini" sini, dan meminta  ayahnya untuk tidak melupakan tanggung jawabnya dan mematuhinya.

Precap:
Shahu ji mengalahkan semua orang  Mughal  dan mengatakan bahwa jika ia tidak bisa menjadi kekuatan Marathi, maka  ia tidak ingin menjadi kelemahan untuk mereka. Shahuji mencoba untuk bunuh diri, seseorang datang dan menghentikannya.

Senin, 17 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 53 : TARA RANI BAI MENGIRIM BALAJI KE DAULATABAD, KAM BAKSH MENEGGUR QAMMERUDIN ATAS SERANGANNYA UNTUK MEMBUNUH SEMUA MARATHI GAGAL, TAPI AURANGZEB MENGHARAGAI USAHA QAMMERUDDIN

Tayang Sony Tv :5 april 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 52
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Kashi dan Baji masih di ruangan Chtraphati Shrivaji, Baji marah pada Kahi dan memintanya untuk menemukan jalan keluar, Kashi marah dan mendorong Baji, sehingga Baji menjatuhkan barang , Prajurit terkejut dengan sura bising di luar, mereka mendekati pintu dan akan membukanya, sementara itu seorang pria (Sevak) datang menemui Blaji yang sedang duduk bersama Radha Bai dan kedua anaknya, Sevak meminta Balaji datang bersama dengan semua keluarganya karena mereka di panggil oleh Tara Rani Bai, Radha meminta Suaminya Balaji untuk memakai Turban jika ia akan datang menemui Tara Rani Bai, Chimna Ji mengtakan "kita akan mendapatkan hadiah kerena Baji telah berhasil menyelamatkan raja dari serangan Maughal". Mereka mencari Baji dan berpikir "Bahkan Kashi hilang".

Diaula ibu Kashi juga mencari putrinya dan bertanya pada semua anak-anak disana tentang keberadaan Kashi,  Radha Bai besama kedua anaknya bertemu dengan Kashi di aula, mereka juga mencari Baji dan tidak dapat menemukannya. Bihu bertanya pada ibunya tentang keberadaan kakaknya, di dalam ruangan Chatrapathi Shrivaji Kashi dan Baji saling meyerang, Kashi menyeret kaki Baji namun Baji menendang Kashi, Kashi tidak terima dan ia memukuli Baji dari belakang, Baji mencoba untuk melepaskan dan melawan Kashi. Ibu Kashi marah dan menghampiri Radha Bai berkata "Kashi tidak bisa terus bersama dengan Baji". Radha Bai menjawab amarah Ibu Kashi dengan  meminta mencari Baji dan putrinya bersama-sama, Ibu Kashi pergi dari hadapannya. Radha Bai tampak cemas ia mengajak kedua anaknya untuk mencari Baji.

Para penjaga pintu membuka gembok dan masuk kedalam ruangan Chatrapathi Shrivaji, dan masuk kedalam. Ibu Kashi masih memanggil putrinya, dan bertemu lahi dengan Radha Bai di aula. Kashi dan Baji masih berkelahi, Kashi terus memukuli Baji, dua orang prajurit menegur mereka, Radha dan Ibu Kashi menyadari bahwa Baji dan Kashi sedang bertengkar dan bergegas lari untuk memishkan Baji dan Kashi. Ibu Kashi bertanya pada Kashi apa yang terjadi, tapi Baji mencoba menjelaskan pada Radha Bai apa yang sebenarnya terjadi, Kashi memelototi Baji dan menancam akan membunuuh Baji, Baji keakutan dan ia beralasan lain Ibu Kasi memarahi dan menegur Baji lalu mengejeknya, dan mengajak Kashi pergi, Radha Bai marah pada Baji mengatakan "Tara Rani Saheb memanggil kita untuk datang ke darbar".

Tara Rani Saheb datang bersama Shiva Raze ke Darbar. Semua orang telah menunggu mereka. Shiva Raze duduk di singgasananya, Tara Rani Bai mengatakan " Mughal telah mencoba untuk memecahkan ego mereka .. ketika takdir membawakan masalah maka Nayek akan lahir..., kami mendaparkan Nayek itu pada diri Shiva yang telah berhasil mengalahkan mereka..., Mharaj Marathi beruntung untuk dapat mengalahkanny tapi tidak membunuh Rao Malhar, sejarah baru akan ditulis". Semua orang bersorak sorai untuk membanggakan Shiva Raze. Tanpa Baji sadari, ia bersorak sorai Har..har Mahadev, Tara Rani Bai meminta Baji datang ke hadapannya, dan bertanya tentang namanya, Baji mengatakan namanya, Tara Rani Bai mengatakan "Kau akan melakukan sesuatu yang besar setelah kau dewasa nanti"

Baji mengatakan "aku tidak bisa menunggu untuk tumbuh menjadi dewasa agar dapat mengalahkan Mughal.. Swabhiman ku akan terluka.., hari ini festival Gudi Padwa  kami tapi Maughal telah menyerang kita dan aku akan menulis itu di dalam sejarah, apa yang telah ibu ku katakan bahwa Matru Boomi lebih besar, ibu ku mengatakan  bahwa ia tidak akan berdamai sampai ia berhasil membunuh semua Mughal". Radha Bai dan Balaji tersenyum bangga pada Baji, Tara Rani Bai etrkejut menatap Baji, Kash bersorak Sorai  Jai Bhwani Baji dan semua bersorak sorai Jai Srivaji".

Tara Rani Bai mengatakan pada Baji"Shiva Raze telah berhasil bertarung, ia ingin memberikan sesuatu". Shiva Raze memberikan pedang untuk Baji dan itu hanya pedang biasa, Shiva mengatakan "pedang biasa hanya untuk anak biasa". Baji meminta maaf pada Shiva Raze, dan mengatakan "semua pedang memang bisa dan orang-orang yang menggunakannya akan membuatnya menjadi luar biasa". Baji mengeluarkan pedang dari sarungnya dan kembali bersorak sorai "Har..har Mahadev". Tara Rani Bai berterima kasih pada balaji karena telah mengajarkan Shiva Raze dan mengatakan "aku ingin memberikan mu tanggung jawab yang besar pada mu Balaji", Tara Rani Bai menatap ke arah Pant Pratindhi

Kilas balik di tampilkan ketika Tara Rani Bai sedang berbicara dengan Pant Pratindhi, Tara Rani Bai meminta padanya untuk mengirimkan Balaji ke tempat yang sangat jauh dari Satara, Pant Pratindhi mengatakan " aku telah mendapatkan ide untuk mengirmkannya ke sisi lain". Kilas balik berakhir.
Tara Rani Bai memiminta pada Balaji untuk segera pergi ke Daulatabad, dan itu membuat Balaji dan semua keluarganya sangat terkejut, tapi Pant Pratindhi tersenyum licik Tara Rani bai telah membuatkan Subedhar di Daulatabd dan mengatakan "Balaji akan memilik tempat di hatinya",  Dan berhadap Baji akan bekerja untuk membantu Shiva Raze untuk mengalahkan musuh". Balaji mengatakan "ya, putra ku akan melakukan semua hal yang akan di perlukan". Radha Bai sangat tegang. Tara Rani Bai meminta  dan menekankan pada mereka untuk melakukan apa yang telah di katakannya. Tara Rani Bai dan Shiva Raze pergi meninggalkan pertemuan, Radha menatap Balaji tapi Balaji masih terdiam.

Di kerajaan Mughal, AurangsZb sedang duduk memegang pedangnya, Kam Baksh mengatakan pada Aurangzeb "Bukankah Qammeruddin telah meyakinkan kita bahwa ia akan membunuh semua Marathis, tapi apa yang terjadi ia tidak berhasil untuk melakukannya". Qammeruddin hanya tertunduk dan penuh amarah menatap Kam Baks. Aurangzeb mengatakan "tapi serangan yang telah di lakukan Qammeruddin pasti telah membuat Tara Rani ketakutan". Kam Baksh mengatakan "kau akan menang jika Tara Rani Bai dan Shiva Raze berrhasil di kalahkan dan di bunuh". Aurangzeb sangat mengharagi atas serangan yang telah di lakukan oleh Qammerudin, Aurangzeb berkata "kau siap untuk melawan dalam peperangan, kami tidak menang tapi mendapaykan banyak pelajaran dari Junoon". Qammeruddin mengatakan "aku tidak akan membiarkan misi mu gagal lagi". Aurangzeb mengatakan "serangan itu telah membuat mereka merasa takut dan terancam, tapi pada serangan berikutnya, kita akan memberikan rasa sakit yang lebih besar". Aurangzeb ingin membicarakan langkah selanjutnya agar serangannya tidak kembali gagal, dan meminta ide pada Kam Baksh menargetkan serangan berikutnya untuk Marathis.

Di aula, Balaji dan keluarganya sedang berjalan, Baji mengatakan pada Balaji "ayah aku akan pergi bersama dengan mu ke Daulatabad". Radha Bai mengatakan "pertama kau harus belajar". Baji mengatakan "aku tidak punya waktu untuk itu.. aku akan belajar langsung dengan pengetahuan praktis". Balaji mengatakan "Itu akan sangat berbahaya untuk mu untuk datang kesana". Kash mengatakan Daulatabad dekat dengan Mughal". Balaji meminta Baji untuk tidak keras kepala, tapi Baji mengatakan " jisme Maha nahi wo Marathi nahi"... jika aku tidak mengajak ku bersama dengan mu maka aku akan datang dan terus mengikuti mu"


Precap:
Balaji datang ke Daulatabad dan melihat seorang pria menghukum seseorang, ia  mengatakan bahwa pria itu  Subedar baru. seorang pria memintanya  untuk berbalik dan melihat semua orang
.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 57 : KHAN DI GANTUNG OLEH BAJI DI DEKAT BENTENG KEMUDIAN SEMUA PENDUDUK MENIMPUKINYA DENGAN BATU, KHAN MENCERITAKAN SEMUA KEJADIAN SIAL YANG MENIMPANYA DAN MEMBUAT NASER SANGAT MARAH, MUGHAL MENERROR BALAJI DAN SEMUA ANAK BUAHNYA DENGAN MEMBAKAR SELURUH RUMAH PENDUDUK

Tayangan sony TV : 11 April 2017



PESHWA BAJIRAO EPISODE 57
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Baji melampyaskan amarahnya keluar dan berteriak penuh dengan kemarahan menancapkan pedang di tanah, Khas tergeletak dengan luka parah, Balaji membujuk Baji dan mengatakan padanya "sekarang apa yang akan kau lakukan?"
Keesokan paginya, beberapa orang dari Mughal datang dengan mengenakan turban ke sebuha tempat di mana semua orang sedang berkumpul, mereka semena-mena dan sok berkuasa dan melukai seorang pria dengan sangat kasar mereka mendendanginya, dan juga mengancam mereka bahwa pejabat yang tersisa ganya Blaji ia pun telah melarikan diri karena takut". Sementara itu seorang pria Marathi dengan sangat ramah menyambut kedatangan para orang Mughald dan mempersilahkan mereka untuk duduk, tiba-tiba Khas datang dan menjungkir balikkan tempat duduk dan mengarahkan pedang pada dua orang Mughal dengan penuh kemarahan, Balaji datang besama semua prajurit Marathi dan Baji kesana, mereka meminya mereka untuk segera pegi dan Balaji memberitahu bahwa Baji telah dipersiapkan untuk perang. Sebuah kilas balik di tampilkan ketika Khas dan Balaji membuat rencana bersama Baji. Klias Balik berakhir.
Baji bersorak sorai Har..har Mahadev namun Pria pendukung Mughal hanya berdiam diri, Blaji marah dan memperingatakan pria penghianat itu untuk kembali ke jalan yang tepat jika ia tidak mau mati.
Balaji menemui Sae Desmukh dan ia terkejut ketika melihat Dhanaji menjadi pengawas atasannya yang menunjukkan Panth dan mengetakan padanya untuk mengambil semua pesanan di Daulatabad untuk menjaga hal itu pada Balaji karena ia mengingatkan Balaji untuk melakukan hal yang di minta.

Sedikit pun Balaji tidak mau bergeming namun ia sangat tegas padanya karena ia sama sekali tidak menyukai campur tangan orang lain di dalam pekerjaannya dan jika ia ingin mengeluh pada Tara Rani maka ia akan mebas untuk melakukan tugasnya dan bisa pergi. Sementara itu prajurit Naser mencoba untuk menyuap anak Dhanaji namun ia tetap menyangkalnya dan berfikir dan berkata pada dewa bahwa ia akan seperti kaki tangannya yang keja,
Balaji dan anak buahnya tetap berusaha untuk meyakinkan semua Marathis tentang pajak, mereka menhumpulkannya kemudiaan Khan datang dan semua berjalanmenjadi porah poranda dan membuat semua orang menjadi sangat ketakutan, Seorang pria terus berkata tantang Balaji yang hanya akan menjatuhkan telinganya dan menjadi tuli sejak ia memiliki rasa takut terhadaopbangsa Mughal

Hal itu membuat Naser sangat marah dan menganggap bahwa untuk terakhir kalianya ia telah gagal untuk melakukannya dan masih tidak belajar  dari kegagalannya yang sebelumnya dan sekarang ia kembali gagal, Naser menyuapnya dengan kantong uang di tangannya dan, kemudian Lashingkan mengatakan pada Naser tentang semua rincian yang akan di lakukan Balaji dan juga semua kelompoknya. Kemudian seluruh masyarakat yang bersembunyi keluar dan ikut bersorak sorai.

Balaji berbicara pada semua rakyat, Balaji sanggup untuk meyakinkan mereka dan bersorak sorai memanggil nama Shrivaji, dan hal itu merupakan hal yang terbaik, kemudian Khan datang menacau bersama pasukan Mughal lainnya, semua orang lari ketakutan mereka berlari untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing, Khan sangat marah karena Balaji belum juga mau pergi dan menegurnya. Balaji bersorak sorai untuk Maharaj Shrivaji diikuti oleh Baji dan semua anggota kempok mereka.

Khan berteriak mengambil pedangnya dan  kemudian Baji diam-diam pergi  dan melemparkan Tali ppada Khan dan mengantungnya   di sisi lain dari benteng dan semua masyarakat melemparakan batu ke arahnya dan Balaji menghentikan amukan mereka, Semua pasukan Mughal meninggalkan Khan sendirian, semua Rakyat  yakin pada balaji dan mereka yakin tidak ketakutan dan kemudian membebaskan mereka dari rasa takut. Seorang wanita yang sedang hamil sangat marah kemudian ia menaruh kedua gelangnya di gadapan Balaji dan diikuti oleh semua orang semua orang menyumbangkan barang-barang untuk Balaji dan kelompoknya. Seorang anak kecil sangat marah dan ia akan menyerangnya dengan pisau namun Balaji menghentikannya.

Anak itu melemparkan belatinya dan memutuskan tali, Khan terjatuh di hadapan Balaji dan masyarakat, Balaji dan anak buahnya kembali bersorak sorai untuk Mharaj Shrivaji diikuti kembali oleh masyarakat, dan hal itu membuat dua orang pendukung Mughal ketakutan dan cemas akan kondisi Khan. Khan bergegas berlari untuk menyelamatkan dirinya.

Naser sedang di pecuti, kemudian Khan datang menemuinya dan memberitahukan semua kejadian yang telah menimpa dirinya pada Naser, Kilas balik menampilkan ketika Khan datang bersama dengan pasukan Mughal untuk mengusik kedamaian dan ketentraman masyarakat, Baji mengikatnya dengan tali lalu mengantungnya di benteng di hadapan semua masyarakat, lalu semua masyarakat menimpuki Khan dengan batu dan Balaji mendapatkan simpati dari semua masyarakat. Kilas balik berakhir, Naser sangat marah dan ia berteriak.

Balaji dan anak buahnya sedang menikmatii makan malam kemudian beberapa pasukan berkuda datang dan melemparkan  karung goni, kemudian Khas membuka dan ia menemukan beberpa potongan tubuh besimbah darah, dan mereka di kejutkan oleh rumah-rumah penduduk yang telah terlalap oleh api dan jeritan semua penduduk.


Perecap : Balaji dan anak buahnya sangat marah dengan semua perbuatan keji Mughal terhadap penduduk dan kembali menargetkan rencana agar mereka dapat menyelamatkan penduduk Marathi dari kekejaman Mughal dan mereka mulai melampari batu



PESHWA BAJIRAO EPISODE 52 : MUSUH-MUSH MUGHAL TELAH BERHASIL DIKALAHKAN SEHINGGA MEMBUAT QAMMERUDIN KECEWA, BAJI BERTEMU DENGAN KASHI MEREKA DATANG KE KAMAR CHATRAVATI SHRIVAJI DAN SALING BERDEBAT

Tayang SONY TV : 4 April 2017



PESHWA BAJIRAO EPISODE 52
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMHAKAN OLEH MADE


Baji menarik Tara Rani Bai ketika peluru secara membabi buta di tembakan oleh beberapa utusan Qammerudin. peluru mental, Baji meminta Shiva Raze untuk menduduk dan tidak pergi ke pintu karena musuh akan tahu jika Shiva pergi kearah pintu ketika peluru masih di tembakkan, dan ia meminta agar Shiva tengkurap di lantai, sementara itu Balaji masih dalam perjalanannya ke pintu belakang dan ia berkelahi dengan orang-orang Maughal. Baji meminta Tara Rani Bai "Apakah kau punya berlian, apapun jenisnya?" . Shiva Raze berkata "Minatalh hadiah nanti". Baji mengatakan "ini akan mengagalkan musuh". Tara Rani Bai melepaskan beberapa cincin di jari-jarinya dan kemudian Baji dengan hati-hari menaruh cincin tersebut pada celah lubang, Baji mencoba untuk menutupi lubang dengan tangannya, tapi ia mendapatkan ide untuk mengambil nampan yang terbuat dari logam dan menahannya di tembok.

Tara Rani Bai sangat ketakutan dan berkata pada Baji "Lakukanlah yang terbaik". Balaji membunuh semua pengacau di aula, Khas datang untuk membantu. Kemudian, seorang pria menembakan peluru ke celah lubang namun nasib buruk terjadi padanya, peluru terpental dan mengenai kepalanya. Situasi diluar sudah aman, Shiva Raze bergegas membuka pintu dan mereka keluar,  Pant Pratinidhi bertanya "apakah kalian  baik-baik saja?" . Baji datang ke Balaji dan memeluknyam Balaji mengatakan "kita telah membunuh semua musuh". Tara Rani sangat marah berkata pada Balaji "gantung semua musuh di depan istana"  

Di sebuah benteng, Qamer Uddin melihat istana Marathis melalui teropong. Naser dengan semangatnya mengatakan "kita akan mendapatkan Ajinkya tara.... kau  akan segara  dinobatkan sebagai raja Mughal"  Qamer uddin melihat mayat Ruqiyya dan anak buahnya tergantung dan marah, ia  mengatakan Naser bahwa mereka telah kehilangan kesempatan itu, Qammeruddin pergi dengan kekecewaan. Naser melihat melalui teropong dan ia sangat marah bahwa ia akan menentukan untuk membunuh semua orang yang telah menggagalkan semua konspirasinya. 

Semua orang sangat bangga pada Baji dan mereka bertepuk tangan untuk keberhasilan Baji yang telah berhasil menyelamatkan nyawa Tara Rani Bai dan Shiva Raze dari musuh Mughal, Khas sangat bangga dan ia memuji Baji karena telah mengalahkan orang-orang Mughak dengan sangat berani di  usianya yang masih kecil". Dikejauhan Kashi tersentum bangga pada Baji, ia akan menari ketika musik di mainkan namun Ibu Kashi membawanya pergi. Seorang pria mengatakan "tidak ada yang mendapatkan luka yang serius". Khas mengatakan "Balaji dan Baji jauh lebih cerdas dari pada dirinya". Tara Rani Bai bersama Shiva Raze mendengar hal itu, Tara Rani Bai marah pada Shiva Raze dan bertanya padanya "apakah kau akan melakukan hal ini". Shiva Raze mengatakan "Baji telah mengalahkan Saudara Rao Malhar". Tara Rani Bai sangat marah dan menarik tangan Shiva Raze lalu membawanya pergi.

Radha mengatakan pada Baji dengan penuh rasa bangga "kau telah mempelajari pelajaran terakhir, itu adalah Jigyasa yang akan membantu mu untuk memperjuangkan Swaraj". Baji tersenyum mengatakan "sekarang aku akan belajar perang dari ayah ku (Balaji)". Disebuh ruangan Shiva Raze dan Tara Rani Bai melanjutkan pembicaraan mereka, Shiva Raze mengatakan "aku yang telah memkasa Baji untuk bertarung dengan Saudara Rao Malhar,, ia telah berhasil menang dan mendapatkan penilaian yang baik". Tara Rani Bai mengatakan "Suatu hari nanti kau juga harus berjuang". Shiva Raze bertanya "ibu apakah kau marah kerena aku tidak melakukan apa yang kau minta, dan atas apa yang sudah kulakukan?". 

Pant Pratinidhi datang bersama dengan Balaji dan Khas  menemui Tara Rani Bai dan Shiva Raze  dan mengatakan pada Baji "kau harus melakukan seperti yang dikatakan Tara Rani". Pant Pratinidhi mengatakan " Balaji, Baji dan Radha tahu tentang hal itu..,  Jika mereka mengatakan apa pun  pada para pendukung Shahuji kemudian  apa yang akan kita lakukan?"... Tara Rani Bai sangat kecewa.

Balaji dan Radha Bai meminta Baji untuk tidak mengatakan apapun kepada siapa pun bahwa ia telah berjuang untuk mengalahkan Saudara Malahar di tempat Shiva Raze, Baji hanya mengangguk memahami pesan dari ayah dan ibunya. Baji mengingat ketika Kashi mengetahui jati dirinya pada saat mush-musuh Maughal mengacaukan upacara Gudi Padwa di istana, Baji menyakinkan ayahnya bahwa ia akan menuruti semua yang di minta dan meminta mereka untuk tidak khawtair. Baji pergi meninggalkan kedua orang tuanya.

Kashi tergeletak kesakitan di tempat tidurnya, ia merasakan sakit perut dan berteriak memanggil ", Ibu Kashi datang dan menegurnya karena ia telah terlalu banuak memakan ladoo, ibu Kashi pergi utnuk mencari obat, Kahi berfikir "apa yang harus aku lakukan sekrang jika ibu ku memarahi ku?", Kashi berfikir untuk memberitahu semua rahasia tentang Baji pada teman-temannya, ia turun dari tempat tidurnya  dan Baji datang kesana lalu bertabrakan dengan Kashi, Baji segera menutup mulut Kashi dengan tangannya, tapi Kashi mengigit tangan Baji sehingga ia menjerit kesakitan. Baji bertanya "mengapa kau mengigit tangan ku.. jangan memberitahu siapapun bahwa aku telah berjiang menggantikan raja". Tapi Kashi meminta Baji untuk meminta hal itu dengan memohon dan mengatakan " mungkin aku akan menerima permintaan mu". Baji meminta Kashi untuk mencoba memahami dirinya dan mengatakan  "semua ini kulakukan untuk memperbaiki Marathi Samraj". Kashi setuju dengannya dan meminta Baji untuk  ikut dengannya kesuatu tempat yang telah di jaga oleh beberapa orang prajurit, Kashi berbisik meminta pada Baji untuk menunjukkan mainan Chatrapati Shrivaji itu

Baji mengatakan pada Kashi "aku pernah pergi ke Kasha dan itu bukanlah mainan". Baji mengingat ketika ia memasuki ruangan itu dan memegang pedang Shiva Raze marah dan menegurnya. Tapi Kashi memintanya untuk membawanya masuk kesana, Kashi mengatakan " aku adalah seorang putri sahukar dan tidak akan setuju sampai aku mendapatkan semua keinginan ku". Baji mengatakan "kau sangat pintar. Baji mengajak Kashi pergi, mereka datang ke pohon besar, Baji mengatakan "aku akan memanjat  di pohon itu"... Kashi setuju, Baji mengatakan "aku akan membawa mu ke kamar itu". Kashi mengatakan "tapi aku tidak bisa memanjat pohon ". Baji turun dan marah mengatakan "saudara ku tahu bagaimana caranya untuk naik ke pohon". Kashi mengatakan " Baiklah, anak perempuan dari keluarga terpandang tidak akan memnajat pohon". Baji bertanya "apakah kau tahu bagaimana untuk naik ke pohon itu?"

Baji mendapatkan ide, lalu meminta Kashi untuk naik ke punggungnya tapi Kashi memegang kepala Baji dan Baji menegurnya, , Baji memanjat pohon  Ibu Kashi kembali ke kamar Kash membawakan minuman  dan mencarinya dan berfikir "Kemana kau pergi?". Baji membawa Kashi kekamar itu, Baji mengjek Kashi "tubuh mu sangat gemuk". Tapi Kashi marah.

Baji dan Kashi mencakupkan tangan mereka di depan lukisan Chtrapati Shivraji. Kahi mengatakan "ayah ku telah berbohong pada ku.. tidak ada mainan di sini". Baji mengatakan "pedang itu, Katya dll". Kashi mengatakan "Mainan harus sedemikian rupa yang membuat persahabatan". Baji mengatakan "tapi ini mainan prajurit". Mereka saling berdebat dan bertengkar secara liasan Baji kesal dan marah akan pergi meninggalkan Kashi Tapi Kashi menahannya untuk pergi, Baji mengatakan "jika kau begitu sangat pintar, maka carilah cara untuk dapat keluar dari sini". Kashi hanya menatap Baji



Precap:
Tara Rani mengatakan bahwa mereka telah mengagalkan  Mughal dan memberikan jawaban yang pas ...,   kami senang untuk mendapatkan Nayek di Siwa untuk mengagalkannya" . Semua orang terkejut.
.

Minggu, 16 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 51 : BAJI MENGHADAPI RAO MALHARI DI MEDAN LAGA DAN BERTARUNG PEDANG, LEDAKAN TERJADI PADA SAAT PERAYAAN GUDIPADWA DAN MEMBUAT SEMUA ORANG PANIK, BAJI MELINDUNGI TARA RANI BAI DAN SHIVA RAZE DI APAATKAAL KASHA

Tayangan SONY TV : 3 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 51
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Dihalaman istana, Baji bertarung pedang dengan Sudara Rao Malhar, semua orang bersorak sorai untuk Shiva Raze, Saudara Rao Malhar terus menebaskan pedang pada Baji namun Baji menangkisnya dengan prisai, Baji terjatuh dan semua orang tegang, Pria itu meminta agar Shiva Raze bangun dan memintanya untuk melawan setiap serangan pedangnya, sementara itu Shiva Raze memakai pakian prajurit ia bersembunyi di kejauhan. Radha Bai berpikir "apa yang akan mungkin di rasakan Tara Rani Bai jika ia melihat putranya gagal?". Shiva Raze menonton dari kejauhan dan berfikir "Baji banyak omong, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa". Saudara Rao menantang Shiva Raze yang sebetulnya adalah Baji, ia memintanya untuk bangun. Tara Rani begitu sangat tegang ketika mengira bahwa Baji adalah putranyas Shiva Raze, semua orang bersorak sorai untuk mendukung Shiva Raze.

Beberapa orang Mughal datang dan berdiri di antara kerumunan penonton, Pria tua yang berpura-pura pincang menatap ketiga kendi yang telah diisikan bahan peledak oleh Ruqiyyah, mereka berempat menyatukan tangan mereka dan yakin jika usaha mereka untuk mengacaukan Gudi Padwa akan berhasil, Baji kembali bangkit dan saudara Rao kembali menyerangnya dengan pedang di tangannya, Baji melangkah pergi menjauh darinya, saudara Rao Malhar bertanya pada Baji "kemana kau akan pergi dan meninggalkan pertarungan, Baji kemudian berbalik dan ia berlari ke arah pria itu dan menyerangnya dengan memukul kepalanya memakai prisai di tangannya, Malhar terjatuh. Shiva Raze sangat senang, Tara Rani Bai sangat cemas dan tegang, Tara Rani Bai berteriak dan memberikan pujian karena telah berhasil menumbangaknnya pada Baji yang di kiranya adalah Shiva Raze dan memintanya untuk membuktikan bahwa ia adalah merupakan kandidat yang sah untuk duduk di singgasana kerajaan, semua orang kagum dan bertepuk tangan untuk Shiva Raze yang telah berhasil mengalahkan Malhar, Radha tersenyum senang.

Di dekat jendela, Ruqiyya masih melihat perayaan Gudi Padwa, ia menatap ketiga kendi yang tergantung tinggi di halaman istana, Rukmini memejamkan matanya, Balaji mengingat pertemuan pertamanya dengan Ruqiyya di desa, Balaji mengingat ketika Baji berlari dan menabrak Rukmini/ Ruqiyya dan Bihu memeluknya dengan penuh kasih, Balaji mengatakan "apa memang kau telah melihat dan kau merasa lega?". Balaji ingat dengan ucapan Baji, Tara Rani Bai, Radha Bai  dan semua orang di bawah sana masih menyaksikan pertarungan antara Saudara Rao Malhar dengan Baji, Malhar bangkit dan ia menyerang Baji dari belakang, Radha berteriak "Yang Mulia". Baji segera menangkis serangan pedang Malhar dan membuat tamengnya terbelah menjadi dua. Shiva Raze terkejut dan tegang, lalu Malhar memukuli Baji dan ia terjatuh lagi, semua pendukung Malhar bersorak sorai untuknya ketika Malhar berteriak gembira karena telah berhasil menjatuhkan lawannya. Baji masih tergeletak di tanah dan tidak sadarkan diri, 

Balaji mendorong Ruqiyya yang masih memejamkan matanya, Balaji mengatakan pada Ruqiyya " Mata mu dapat menceritakan semuanya". Kemudian Balaji mencekik lehernya, Balaji berkata "kau berfikir bahwa kau akan berhasil, kau perlu tahu bahwa kau telah di kalahkan". Balaji menebaskan belatinya di leher wanita itu dan membunuhnya. Balaji pergi mendinggalkan Ruqiyya setelah ia membunuhnya, sementara itu Malhar masih berteriak-teriak dan penuh dengan semangat untuk mengalahkan dan membalaskan dendamnya pada Shiva Raze. Baji tersadar dan ia kembali bangun, lalu Baji bersoak sorai Har..har Mahadeb dan membuat Tara Rani Bai terkejut dan berpikir "itu bukan suara untuk mengalahkan musuh". Disisi lain, akhirnya Radha Bai menyadari bahwa itu Baji yang telah berjuang dan berkelahi melawan Malhar, pria itu melemparkan padang ke arah Baji tapi Baji berlari melompat dan kemudian menjatuhkan Malhar dan memendamkan kepalanya ke tanah. Semua orang bertepuk tangan karena akhirnya Raze telah berhasil mengalahkan Malhar, Shiva Raze senang karena semua orang telah memuji dirinya, Baji mengatakan "ibu ku mengatakan bahwa kecerdasan dapay mengalahkan kekuatan".  Radha Bai terkejut, Baji menoleh menatap wajah ibunya dan Radha Bai sangat terharu dan memanggil "Baji". Tara Rani Bai terkejut dan berpikir " Jika itu adalah putra Balaji"

Qammeruddin sampai di atas menara benteng, ia berfikir " kematian Marathi akan menjadi sangat besar, Tara Rani Bai akan menerima hadiah dari Qammeruddin untuk perayaan Gudi Padwa". Qammeruddin akan menyalakan mariam namun Dhana ji dayang dan mengarhkan mariam kearah lainnya mereka berkelahi. Dhana ji berusaha mengarahkan agar mariam tidak ke arah dimana semua orang sedang berkumpul di halaman istana dan membahayakan mereka, namun mariam  meledak menghantam tembok dan ledakan pun terjadi membuat semua orang panik, api menyambar kendi pertama yang telah terisi bahan peledak, sebuah pilar terjatuh dan mengenai Tara Rani Bai, asap hitam pekat  membumbung tinggi, sementara itu Dhana Ji masih berusaha untuk bangun dan Qammeruddin berhasil untuk melarikan diri dari benteng, sementara itu ledakan-ledakan kecil lainnya terjadi ketika api menyambar pada kendi yang lainnya dan membuat semua orang panik dan kari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri mereka, Radha Bai menggandeng tangan Bihu dan berlari di tengah asap dan kobaran api di tengah kerumunan orang yang sedang panik, ibu Kashi gelisah mencari keberadaan putrinya, ledakan lainnya terjadi pada kendi terakhir.

Balaji datang menemui Tara Rani Bai dan Pan Pratidhi  memintanya untuk segera ikut dengannya, tapi Tara Rani Bai menolak mengatakan " aku tidak akan pergi kemana pun dan menginggalkan semua orang yang sedang dalam kesulitan". Balaji meyakinkan Tara Rani Bai, Tara Rani menatap Baji dengan tatapan penuh dengan kemarahan, Balaji mengatakan " Tapi kami harus menyelamatkan mu". Shiva Raze keluar dari persembunyiannya dan bertanya "apa yang telah terjadoi?" ... ia telah mengalahkan Malhar, tapi ledakan ini terjadi". Pant Pathidi memuji Shiva Raze bahwa ia telah berhasil mengalahkan Malhar, Tara Rani Bai di bawa pergi oleh Pant Prratidhi, Balaji menyelamatkan seroang anak yang sedang tengkurep dan membangunkannya, ibu anak itu membawa putranya pergi.

Qammeruddin berhasil melarikan diri dan bersembunyi di tempat yang aman, ia befikir bahwa Tara Rani Bai dan Shiva Raze telah berhasil di serang dan akan menuji kematian mereka, Baji mencoba untuk membantu orang-orang,  semua anak-anak berlarian dan panik, Kashi menangis memegang tangan Baji, Baji menatapnya, mereka mulai berlari dan bergandengan tangan, Kashi tersandung dan terjatuh, Baji memapah Kashi dan ia mulai berjalan pergi, Radha Bai mengajak Bihu dan menyelamatkan diri ke arah pintu gerbang, ibu kashi ketakutan ia masih mencari putrinya, Baji masih berlari dan memapah Kashi ia merasakan pusing dan hampir pingsan, Kashi membuka penutup wajahnya dan melihat wajag Baji, Baji berhasil bernafasm Kashi terkejut saat melihat Baji. Baji panik dan memohon pada Kashi untuk tidak mengatakan bahwa dirinyalah yang telah berada di tempat Maharaj Shiva Raze, Baji melihat Ibu Kasi dan meminta Kashi untuk pergi ke ibunya yang telah menunggunya, Kasi bergegas lari menghampiri ibunya.

Balaji membukakan pintu gerbang dan menmbantu semua orang untuk segera keluar dari istana, Radha Bai bertanya pada Balaji "Suami ku di mana Baji?" . Balaji menyadari bahwa Baji tidak bersama dengan mereka, Kashi memberitahu "Baji masih di dalam". Balaji meminta Radha untuk keluar dan ia mencari Baji kembali kedalam, Baji masih berjalan di tengah kerumunan orang yang berlarian, Balaji bertemu dengannya dan memegang tangannya". Balaji bertanya pada Baji "Ajinkya/ kendi telah diisi dengan bahan peledak". Baji bertanya "diamana Tara Rani Bai dan Shiva Raze". Balaji dan Baji  terkejut ketika ia mengingat ketika Ruqiyya sedang merencanakan penyerangan, Baji mengatakan "apaatkal kasha". Baji terkejut dan mengatakan "mereka telah merencanakan untuk membunuh mereka disana".

Baji dan Balaji bergeges berlari ke Apaatkaal Kasha, Beberapa pria Mughal telah mempersiapkan diri untuk mempersiapkan senjata mereka,   Pant Pratinidhi membawa  Tara Rani dan Shiva Raze, mereka masuk ke dalam Apaatkaal kasha. Pant Pratindhi menutup pintu, Balaji datang bersama dengan Baji dan mereka bertemu, Balaji memberitahu bahwa nyawa Tara Rani Bai dan Shiva Raze sedang dalam bahaya, Baji berhasil masuk kedalam sebelum pintu tertutup, Tara Rani Bai bertanya pada Baji "mengapa kau datang kesini". Shiva Raze tidak percaya dan mengatakan "tempat ini paling aman". Baji kemudian memeriksa semua tempat dan mengatakan bahaw Rukmini/ Ruqiyya yang telah merencanakan semuanya dan mereka merencanakan penyerangan pada perayaan Gudi Padwa,  ughal sedang berencana untuk membunuh kalian disini". Tara Rani Bai terkejut.

Balaji meminta pada Pant Pratindhi  untuk meminta bantuan, ia pergi meninggalkan Balaji sendirian. Balaji mengatakan "sekarang pintu hanya akan terbuka dari dalam tapi mush akan segera menyerang, Apaatkaal kasha dari belakang, sementara itu Shiva Raze sama sekali tidak mempercayai semua ucapan Baji, Baji mendengar sura orang datang, diluar  beberapa pria Mughal datang ke tempat itu dan melihat simbol yang sama di peta, mereka telah membuka lukisan dan menemukan lubang yang telah di buat oleh Ruqiyya, mereka mengarahkan selongsong senapan pada lubang-lubang yang telah dibuat oleh Ruqiyya, Baji mendengar suara bising dari luar, Balaji berlari di aula menuju ke Apaatkaal kasha dengan membawa pedang, Baji memeriska lubang dan terkejut ketika ia melihat senjata di lubang  belakang tembok, Balaji masih dalam perjalanannya ke Apaatkaal kasha, pria-pria Mughal itu melepaskan peluru, Baji berlari menyelamatkan Tara Rani Bai untuk menjauh dan peluru terpental, mereka terus menembaki melalui celah lubang di tembok dan Baji berusaha untuk melindungi mereka.


Precap:
Naser mengatakan Qamer Uddin Ajinkya Tara akan segera menjadi milik mereka dan bahwa ia akan menjadi Mughal Awad (raja) hari ini. Sementara itu Baji masih berusaha untuk  menyelamatkan Tara Rani dan Siwa Raze dari serangan penembak yang membabi buta. 
.

Sabtu, 15 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 50 : RUQIYYA MENYERAHKAN SEBIAH KUNCI DAN MEMINTA PADA ANAK BUAHNYA UNTUK MELAJUTKAN RENCANANYA APABILA TERTANGKAP, BEBERAPA ORANG MUGHAL MENYAMAR DENGAN BERPAKIAN MARATHIS, SHIVA RAZE MENGANCAM BAJI DAN MEMINTANYA UNTUK MENGANTIKANNYA UNTUK MELAWAN SAUDARA RAO MALHAR

Tayangan Soni Tv : 31 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 50
DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPRTASIKAN OLEH MADE


Tara Rani Bai berkata pada Shiva Raze "Bertarung dengan Malhar, ia prajurit yang sangat kuat dan telah kehilangan kakak dan ayahnya ia siap untuk memberikan hidupnya". Shiva Raze terkejut dan ketakutan lalu ia meminta ibunya untuk menyelamatkannya, Tara Rani Bai meminta Shiva Raze untuk belajar melawan dan membunuh orang lain untuk keselamatan mereka, ia mengeluarkan pedangnya dan Shiva Raze menangis serangan ibunya

Baji sedang bersama dengan Balaji, Balaji mengatakan pada Baji "aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa mengenali Rukmini". Baji mengaakan pada ayahnya tentang semua hal yang sudah di ajarkan pada ibunya Radha, Radha datang membawakan minumanm ia  meminta pada Radha  untuk mengajarkannya juga, Sebuah kilas balik di tampilkan ketika Khas dan Balaji menyerang beberapa orang pria dan Balaji berhasil mengalaghkan pria itu saat ia akan mencelakai Khas,  Balaji mengaatakan "kita akan tahu tentang semua rencana Aurangzeb"

Shiva Raze masih memegang pedangnya, ia kelelahan dan belutut di lantai. Tara Rani Bai datang dan 
mengajarkan Shiva Raze untuk menyerang lawan dan juga cara untuk melawan dan mengalahkan lawan dengan peang, Shiva Raze penuh dengan keringat dan nafasnya sangat berat karena kelelahan, Tara Rani Bai mengelurakan cairan di dalam sebuah wadah kecil, Tara Rani Bai mengatakan "aku tidak bisa membuat mu sempurna, tapi dapat melemahkan musuh". Tara Rani Bai mengelurakan cairan dan meminta pada Shiva Raze untuk menyuntikkan cairan itu di kulit saudata Malhar dan mengatakan "kau akan membuat musuh mu menjdai lemah". Shiva Raze bertanya "ibu apa yang akan terjadi jika aku salah ?". Tara Rani Bai kemudian memberikan cairan itu pada Shiva Raze, ia berkata pada Shiva "itulah politik, jika raja gagal melakukannya maka itu adalah kesalah terbesarnya". Tara Rani Bai ingin Shiva Raze mengikuti Gudi Padwa

Balaji bersama dengan Radha menemai Bihu,  Chimna dan Baji , mereka sangat bersemangat untuk merayakan Gudi padwa. Baji bertanya pada Balaji "ayah apa yang akan kau lakukan?". Balaji mengatakan "tawanan kami adalah Ruqiyya/ Rukmini". Baji mengatakan pada Radha "aku akan datang ke anjik tara". Radha bertanya pada Baji "apa yang akan terjadi jika kau mengetahui sesuatu?". Baji mengatakan "aku berfikir bahwa jawaban ku benar di depan mereka".

Balaji  datang menemui Ruqiyya dan membawanya ke jendeka, Balaji mengatakan pada Ruqiyya "aku tahu kau tidak akan mengatakan apa pun .. da memintanya untuk melihat bagaimana mereka akan merawayakan Gudi Padwa". Tapi Ruqiyya mengira "aku tidak akan pernah tau atau bahkan memberi tahu mu Balaji ". Balaji berfikir " apakah kau tidak akan memberi tahu ku.., tapi dalam pengelihatan mu kau melihat Mughal"

Diistana, semua orang berkumpul di halaman istana menyambut kedatangan Tara Rani Bai, semua rakyat sangat gembira. Sementara itu Balaji masih bersama dengan Ruqiyya di dekat jendela melihat ke halaman istana dimana semua orang telah ramai berkumpul untuk merayakan Gudi Padwa. Tara Rani Bai melakukan puja arti. 

Seorang pria Mughal berjalan pincang datang ke perayaan Gudi Padwa, Ruqiyya meliriknya, pria itu mengambil kunci yang telah di taruh Ruqiyya. Kilas balik di tampilkan ketika Ruqiyya bertemu dengan pria itu dan meminta padanya untuk melakukan pejerjaannya bahkan saat dirinya di tangkap, kilas balik berakhir. Pria tua itu yakin untuk menyelesaikan pekerjaan Ruqiyya dan menyelesaikan tugasnya untuk kemenangan Mughal. Ruqiyya mengenang saat ia berpura-pura kesakitan dan sorang prajurit datang untuk membantunya tapi Ruqiyya mencuri kunci dan membunuh prajurit di sebuah ruangan kemudian Ruqiyya membuka gembok dan menemukan ada beberapa kunci yang tergantung disana, Ruqiyya berfikir " Balaji mungkin saja pintar tapi ia tiadak akan tahu apa yang akan terjadi pada hari ini". Kemudian seorang pria Mughal lainnya datang di tengah-tenga kerumunan orang, Tara Rani Bai membecahkan kelapa sebagai ritual perayaan Gudi Padwa dan semua orang mencakupkan tangannya terkecuali tidak dengan lima orang pria Mughal yang datang di tengah-tengah kerumunan orang.

Baji berdiri di teras, ia pegi, kemudian keempat pria Mughal datang kesana dan Baji bertabrakan dengan pria Mughal yang pincang, Baji menanyakan keadaannya dan meminta maaf namun pria pncang itu dengan tenang menjawab bahwa dirinya tidak apa-apa. Baji pergi dari sana, kemudian Pria pincang itu berjalan seperti biasa dan tidak menggunakan tongkatnya, ia tertawa. Pria Mugal itu mengatakan " Pendukungnya adalah Baji, seorang anak yang sama yang telah mengagalkan usaha mereka untuk membakar desa Saswad". Pria tua itu mengelurkan kunci dan memberikan pada anak buahnya.  Baji mendengar mereka di bawah dan berfikir bahwa ia telah mengenali mereka. Sorang pria Mughal launnya mengatakan " bahan peledak untuk Gudi Padwa di Ajinkya/ 3 buah pot yang tergantung ..  telah di siapkan dan Ruqiyya telah mengatur semuanya dan menyimpannya di kamar Tara Rani Bai.Tara Rani Bai menyambut semua rakyatnya dan membagikan mereka persembahan, sorang pria menolak untuk menerima persembahan dari Tara Rani Bai. Pria itu pergi dari sana dan membuat Tara Rani Bai. Pria Mughal memberikan kunci pada seorang pria/ Qammeruddin yang menyamar menjadi Marathi, lalu  Qmmeruddin berpakian seperti Marathi dan berfikir bahwa Marathi akan dibunuh. 

Baji berjalan di aula, namun Shiva Raze manarik tangan Baji, Shiva Raze mengatakan pada Baji "Bukankah kau suka melawan musuh, aku akan memberikan mu kesempatan untuk bertarung dengan saudara Malhar". Baji mengatakan "aku bukanlah Yodha .. biarkanlah aku pergi karena aku mempunyiai beberapa informasi penting yang harus ku sampikan pada ayah ku Balaji". Ketika Baji akan pergi ia dihadang oleh beberapa prajurit, Shiva Raze mengatakan "ayah mu tidak akan pernah berhasil untuk melatih ku dan itulah mengapa kau akan bertarung dengan saudara Rao Malhar di tempat ku:. Shiva Raze meminta Baji untuk menyuntikan kuku dari cairan beracun tepat di punggungnya, namun Baji melemparkannya dan mengatakan "Kekalahan yang terbaik jika kemenangan yang kau dapatkan itu kecurangan". Shivaraze meminta pada parjuritnya untuk menyembunyikan wajah Baji dan mengatakan "jika kau gagal maka kekayaan mu, rumah dan semua milik mu akau akan mengambilnga .. kau dan keluarga mu akan di tendang keluar dari kota". Balaji berfikir " Aku harus memberi tahu pada semua tentang Ajinkya / kendi yang tergantung" akan meledak"

Seorang pria dayang menemui saudara Rao Malhar ketika ia mempersiapkan dirinya untuk bertarung dengan Shiva Raze, Saudara Rao Malhar  dan mengatakan "Jika Shiva gagal untuk mengalahkan ku hari ini maka itu kekelahan Tara Rani Bai, pria itu mengatakan "Tara Rani bai selalu memberikan prefensi untuk Balaji... termasuk mengajarkan Shiva Raze untuk menyerang dan menjadikannya seorang pejuang yang kuat .. jika aku mampu aku akan melatihnya". Rao Malhar mengatakan "aku akan membunuh Shiva Raze ketika ia menyerang ku hari ini". Pria itu hanya terdiam dan berfikir bahwa itu akan menjadi kekelahan untuk Blaji jika Shiva Raze gagal

Baji datang ke halaman istana untuk bertarung dengan Bhao Rao Malhar dengan wajah tang terteutupi dengan membawa pedang di tangannya,  semua orang bersorak sorai untuk Raze dan mereka berfikir bahwa Baji adalah Raze. Sementara itu Saudara Rao Malhar meminta Baji untuk menunjukkan veetra dan mengatakan "tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu hari ini"... ia meminta Baji untuk ikut dan berkelahi dengannya. Sementara itu Qammeruddin dengan menyamar menjadi pria Marthis sedang berjalan menaiki tangga di sebuah ruangan gelap.

Baji  dan Saudara Rao Mlahar mulai melawan dengan pedang di tangan mereka, Baji terus menangis serangannya.  Dhana ji meminta izin pada Tara Rani Bai untuk melihat beberapa hal, sedangkan Tara Rani Bai masih melihat pertarungan antara Baji dan Saudara Rao Malhar. Seorang pria bertanya "Dimana Balahi.. ia tidak datang kesini untuk melhat pertarungan siswanya", Shiva raze juga menyembunyikan wajahnya dan berdiri di antara kerumunanpenonton, Baji terjatuh, sementara itu Rao Malhar mengulurkan tangannya dan kemudian kembali menyerangnya
ngan. Baji jatuh. Bhao Malhar tantangan dia untuk bangun dan menyerang dia.

Precap:
Tara Rani Bai bertepuk tangan untuk Baji  yang di kira adalah Shiva Raze dan memintanya untuk membuktikan bahwa ia adalah raja yang nyata. Sementara itu Qamar Uddin bersiap untuk meledakan Gudi menggunakan bahan peledak. Baji melompat danmengenai bahan peledak tersebut. Tara Rani, Balaji dan semua orang terkejut, dan membuat kerumunan  yang hadir dalam kepanikan di perayaan Gudi Padwa.
.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 49 : RUQIYYA TERTANGKAP NAMUN MEMOTONG LIDAHNYA KETIKA TARA RANI BAI MENDESAKNYA UTUK BERBICARA, SAUDARA MALHAR MARAH BESAR ATAS KEBOHONGAN TARA RANI BAI DAN MENANTANG SHIVA RAZE UNTUK MENYERANG DIRINYA.

Tayangan Sony Tv : 30 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 49
DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPERTASIKAN OLEH MADE



Di kamar Baji, Baji sedang berpura-pura sakit, ia memegangi kepalanya untuk menangkap Ruqiyaa/ Rukmini. Ruqiyya/ Rukmini datang untuk membunuh Baji dengan belati di tangannya, Ruqiyya mencekik leher Baji dan Baji menahan tangannya yang sedang memegang belati, Baji bertanya pada Rukmini/ Ruqiyya "Mengapa kau berbohong bahwa kau sedang hamil, jika aku tidak enak ibu ku tida akan terpengaruh". Ruqiyya mencoba untuk menikam Baji, tapi Baji melemparkan sesuatu ke matanya, Balahi, Dhana ji dan Khas melemparkan sesuatu agar Rukmini tidak melukai Baji, Rukmini mencoba untuk melarikan diri Baji mengikutinya. Dhana Ji, Balaji dan Khas mengikuti mereka.

Tara Rani Bai datang dan menyapa rakyatnya.  Kashi mulai menari di lagu tradisional. Semua orang tersenyum. Semantara  itu Baji terus mengikuti Ruqaiyya di aula, Ruqiyya melemparkan semua barang dan Baji terus mengejarnya. Kashi masih meanri, Tara Rani Bai tersenyum menatap ibu Kashi, Ruqiyya menjatuhkan minyak tanah dan membuat Baji terjatuh ketika mengejarnya, Balaji bersama dengan Kash dan Dhana Ji terus mengikuti, Kashi masih menari dan membuat semua orang terkagum dengan kelincahannya. Rukmini/ Ruqiyya datang ke tempat perayaan dimana Kashi masih menari, Baji terjatuh di dekat Tabala dan Radha Bai terkejut ketika melihatnnya, musik berhenti dan Kashi masih berputar, Baji memapah Kashi dalam pelukannya dan membuat Kashi marah, Kashi menendang Baji dan Baji terjatuh, mereka saling berdebat di hadapan Tara Rani Bai. Radha menegur Baji, Baji meminta ibunya untuk berfikir bahwa ia salah dan berfikir "aku tidak tahu dimana Rukmini bersembunyi" Kashi memarahinya namun Baji mencari Rukmini di deretan penonton, Baji berfikir "karena Kashi, Rukmini berhasil melarikan diri". Seorang wanita meminta Baji untuk pergi karena ini hanyalah acara wanita, Baji mendapatkan ide dan bersorak sorai Har..har Mahadeb, semua penonton wanita bersorak sorai menaikan kedua tangan mereka "Har..har Mahadev". terkecuali Rukmini / Ruqiyya yang sedang bersembunyi di kerumunan para wanita.

Baji berteriak dan meminta agar semua wanita yang hadir disana menangkap Ruqiyya/ Rukmini dan mengatakan "ia bukanlah Marathi tetapi Mughal". Hal itu membuat ara Rani Bai dan semua orang terkejut. Ruqiyya melarikan diri, Radha menedang kakinya dan menangkapnya namun Ruqiyya melemparkan bubuk kum kum ke matanya, Radha meminta Baji untuk segera menangkapnya, Baji mengejarnya dan ia berhenti ketika melihat jejak kaki Ruqiyya tampak jelas dengan bubuk kum kum, Baji melemparkan tongkat dan membuat lampu yang tergantung terjatuh tepat di hadapan Ruqiyya, Ruqiyya menghujamkan belati di tangannya pada Baji dan Baji terus menghindarinya dan mengahadapi Ruqiyya seperti seorang pejuang, sementara itu Shiva Raze melihat perkelahian mereka dari kejauhan ia terkejut dan kaget, Baji menahan kedua tangan Ruqiyya yang memegang senjata dan berhasil mendorongnya. Tara Rani Bai datang dan menjatuhkan kedua senjata di tangan Ruqiyyah dan datang ke hadapannya dengan memegang pedang, Dhana Ji bersama Balaji dan Khas datang dan menangkapnya, Tara Rani Bai tersenyum saat melihat Baji dan kebarniannya. 

Pant Pratidhi sedang bersama dengan para tamunya yang sedang minum.  " nenek moyang kita telah berjuang dengan Chatrapti Shivaji tapi sekarang mereka mungkin saja menangis melihat kondisisinya sekarang.. pedang yang terbuang",  Pant Pratidhi  bertanya pada seorang pria :mengapa kau marah?". Seorang pria marah dan membanting gelasnya, mereka saling berdebat. Shiva Raze datang dan bertanya pada mereka "apa yang terkag terjadi?". Pria itu mengatakan "ibu mu telah mengakui bahwa kau telah membunuh semua saudara-saudara ku.. kami pendukung Shahuji dan ibu mu membuat mu menjadi seorang yang lemah menjadi raja ... ia buta akan cinta akan putranya".  Shiva Raze marah dan mengatakan pada mereka "memohonlah untuk hidup mu dan aku telah membunuh mereka, mereka penghianat". Pria itu mengeluarkan pedangnya dan akan menyerang Shiva Raze, Shiva ketakytan dan semua prajurit melindunginya

Beberqapa orang wanita menguyur air pada Ruqiyya yang terikat, Tara Rani Bai datang dan bertanya pada Ruqiyya tentang semua rencana Aurangzeb tapi Ruqiyya tidak mau membuka mulutnya, ia hanya mengatakan " Aurangzeb zindabad". Ruqiyya menjerit dan  menjulurkan lidahnya dan mengigitnya, lidahnya telah terpotong dan keluar dari mulutnya mesikipun seorang manita mengnehtikannya. Tara Rani Bai mengatakan "serang ia tidak akan mengatakan apa-apa ". Sementara itu Pant Pranidhi datang memberitahu pada Tara Rani Bai bahwa saudara Malhar telah mengangkat pedang dan akan menyerang Shiva Raze, Tara Rani bai terkejut. Tara Rani Bai mengatakan pada blaji, Khas dan Balaji"dan berikan ia hukuman mati setelah Gudi Padwa berakhir ". Tara Rani Bai pergi. Ruqiyya menatap tajam Baji.

Tara Rani Bai datang menemui saudara Malhar dan bertanya padanya "nbagaimana kau berani untuk mengagkat pedang mu dan menyerang Shiva Raze". saudara Malhar mengatakan " kau telah berbohong.. kau  tertangkap, Yang sebenarnya Shivaraze tidak menyerang dan ia tidak melakukan apa-apa ketika kau terus memintanya mengangkat pedang.. kau tidak tahan ketika orang marathis mencoba unntuk membebaskan Shahuji dan kau kemudian membunuh mereka". Tara Rani Bai mengatakan "mereka semua penghianatm ya Shiva telah menyerang dan juga membunuh mereka". Saudara Malhar menantang Shiva Raze untuk menyerangnya dan melawannya dan ia mengancam akan membunuhnya. Tara Rani Bai menerima tantangannya, Pant Pratindhi mengejar Tara Rani Bai di aula dan memperingatkan Tara Rani Bai "ia akan membunuhnya". Tara Rani Bai mengatakan "ia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa jika Shiva sudah menyerang maka ia tidak akan bisa melawan, tapi ia akan menjadi penguasa yang baik"


Balaji dan Dhana ji berbicara tentang Aurangzeb mengirim seorang wanita untuk melaksanakan rencananya untuk  melawan Marathis. Mereka bertanya-tanya "apa rencana Aurangzeb?". Baji mengatakan " mengapa ia memotong lidahnya?". Balaji mengatakan " agar ia tidak bisa mengatakan apa pun". Dhana ji meminta Balaji  lebih meningkatkan keamanan yang ketat. Parajurit Marathi berbicara bahwa mereka harus melakukan upacara terakhir dari pria Marathi keesokan harinya. Beberapa Mughal datang ke sana dan menyerang marathis dan membunuh mereka. Mereka memakai pakaian seperti marathis sehingga tidak ada keraguan  tentang diri mereka. Mereka tertawa melihat bahan peledak dan saling memberikan isyarat ada  satu sama lain untuk bersiap-siap untuk menulis sejarah.

Dhana ji mengatakan bahwa ia akan memeriksa  kembali semua pengaturan, ia meminta Balaji dan Baji untuk beristirahat, dan mengatakan " kau anak cerdas  dan satu hari semua orang akan melakukan naman / bangga atas  keberanian mu".

 Shiva Raze memberitahu Tara Rani Bai "aku  telah belajar bagaimana menggunakan pedang dan mengatakan ia akan membunuh adik Malhar" . Tara Rani Bai menampar Shiva Raze  dan mengatakan "salah satu kebutuhan keberanian untuk melawan". Shiva Raze berkata pada ibunya "aku  telah belajar dari Balaji". Tara Rani mengatakan" ia dapat mengajarkan mu, tapi tidak dapat mengisi keberanian dalam diri mu". .,  Baji berkelahi dengan wanita bersenjata sendirian dan mengatakan "bukankah kau lebih  tua darinya?". Tara Rani Bai  mengatakan " Balaji mencoba untuk memberikan nilai-nilai yang sama, tetapi  kau tidak bisa mendapatkannya.., salah satu akan keluar dengan tangan kosong".

Precap: Shiva Raze meminta Baji bertarung dengan saudara Malhar. Baji mengatakan "aku bukan prajurit  " dan meminta Shiba  untuk membiarkannya pergi karena ia harus memberikan beberapa informasi penting untuk ayahnya. Shiva Raze meminta prajurit  untuk menyembunyikan wajah Baji sehingga tidak ada yang bisa mengenali  dirinya. Baji berpikir "sekarang aku harus memberitahu apa yang ada di Gudi, di depan  semua orang. . ."

PESHWA BAJIRAO EPISODE 48 : NYANYIAN MERDU RADHA BAI MEMBUAT TARA RANI BAI KAGUM, RUQIYYA/ RUKMINI PURA-PURA HAMIL, BAJI MEMBERITAHU PADA AYAHNYA BAHWA RUKMINI SEBETULNYA TIDAK HAMIL, MEREKA BERENCANA UNTUK MEMBUAT RUQIYYA KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA

Tayangan Sony TV : 29 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 48
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Balaji bertanya pada Rumini / Ruqiyya "apa yang sedang  kau lakukan di ruang perpustakaan?". Rukmini/ Ruqaiyya mengatakan "aku sedang mencari mu untuk berbicara dan ketika aku sampai aku merasakaningin muntah dan aku lari terburu-buru". Radha mengatakan "aku bisa mengerti itu". Bihu mengatakan "aku akan membawakan asam untuk mu". Baji berpikir "jika salah satu muntah dan menutup tangan di mulutnya, tapi ia terus memegangi tangan ke perutnya, ia pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Balaji mengatakan "Kita akan merayakan Gudi Padwa dan meakukan puja Gudi sepanhang malam". Radha membuat ranggolo, seorang wanita datang dan melompati ranggoli di atasnya dan mengatakan "aku tidak memiliki kebiasaan untuk melihat kebawah dan itulah mengapa aku melangkah di atasnya".

Radha Bai bersama dengan Bihu sedang membuat ranggoli di aula, sorang wanita datang dan tanpa sengaja mengingak ranggoli Radha Bai, Radha mendongak dan wanita itu menghentikan langkah kakinya, ia meminta maaf karena telah merusak ranggoli Radha Bai dan pergi. Lalu seorang wanita lainnya datang dan meminta Radha Bai untuk menyanyikan sebuah lagu, Radha tersenyum pada Bihu dan ia bernyanyi membawakan sebuah lagu yang sangat merdu membuat wanita yang meningjakkan ranggoli terpana dengan suara Radha Bai, Tara Rani Bai datang dan mendengarkan suara merdu Radha Bai bernyanyi dan berfikir  "sura ini dari dalam hatinya". Tara Rani Bai bertanya "siapa dia?".

Seorang wanita mengatakan pada Radha Bai "Itu istri Balaji". Tara Rani Bai menghampiri Radha dan Radha menghentikan nanyiannya, Radha Bai bangun dan memberikan salam pada Tara Rani Bai, dan Tara Rani Bai membalas salam Radha. Tara Rani Bai menghampiri wanita yang menginjakkan kakinya pada Ranggoli Radha dan menanyakan tentang putrinya Kashi,   Wanita itu mengatakan " Kashi berpartisipasi dalam acara tersebut". Wanita itu dan Tara Rani Bai pergi dan Radha Bai bersama Bihu melanjutkan membuat Ranggoli.

Ruqaiyya datang ke aula, ia memegangi perutnya dan menemui Radha Bai, Ruqaiyya mengatakan pada Radha Bai  "aku merasa tidak enak badan". Ruqiyya bergegas untuk pergi setelah Radha Bai memintanya untuk beristirahat, Baji mencurigai wanita itu dan mengikutinya. Ruqaiyya merasakan bahwa ia sedang di ikuti dan ia menengok kebelakang namun Baji bersembunyi. Ruqiyaa bergegas pergi dan Baji terus mengikutinya namun ia terhalang ketika dua orang pria membawa panci bersar dan sulit lewat, Baji memberikan jalan dan kehilangan jejak Ruqaiyaa.

Baji bertanya pada pelayan yang lewat tentang Rukmini/ Ruqiyya namun pria itu tidak melihatnnya dan pergi.  Baji berpikir"Kemana ia akan pergi di istana ini?". Ruqiyya pegi kesuatu tempat dimana tertempel tuliasan seperti gambar yang sama pada peta Balaji, dan merupakan pintu rahasia, Ruqiyya berpikir " ini tempat untuk menyembunyikan Tara Rani Bai, aku akan menutup pintu sehingga ia tidak bisa melarikan diri, Balaji tidak bersalah jika ia tidak mempunyai keraguan pada saat aku mengatakan aku sedang hamil". Ruqiyya mengeluarkan sesuatu dari perutnya dan ia mengeluarkan alat, ia menurunkan lukisan dan kemudian menggunakan alat itu untuk membukanya.

Kilas balik ketika Ruqiyya masuk ke istana dengan pura-pura hamil dan ia membawa bahan peledak dan memasukannya pada sebuah kendi, kilas balik berakhir. Ruqiyya berpikir  semua gudis terbuat dari bahan peledak dan tidak akan seorang pun yang akan dapat  menyelamatkan Satara sekarang".
Sementara itu Baji masih berjalan mencari keberadaan Rukmini/ Ruqiyya di sepanjang aula,  Ruqiyaa mendengar suara sesorang datang ia menutup kembali gambar dan akan menyembunyikan alat pembuka pintu rahasia, namun kendi yang menyerupai perut itu pecah karena ia terburu-buru untuk menyembunyikannya, Ruqiyya mengambil alat itu dan meninggalkan pecahan kendi dan ia bersembunyi, Baji datang  ketempat itu melihat pecahan kendi dan berpikir "siapa yang telah merusak kendi ini. ia pasti belum pergi menjauh".

Baji berjalan mendekati tempat persembunyian Ruqiyya, Ruqiyya memegang sebuah alat yang runcing dan Baji melihat sesorang sedang bersembunyi namun seorang pajurit datang dan menegurnya mengatakan pada Baji "tempat itu telah di batasi, pergilah dari sana". Baji sangat tegang, Baji pergi dari sana dan membuat Ruqiyya lega, ia berfikir untuk menyerang Baji dan mendapatkan pengganti kendi, Ruqqiya mendapatkan kendi diistana dan membawanya pergi.  Bhiu datang mencari kakaknya , Baji datang kesana, Bihu meminta Baji untuk datang dan mengatakan untuk membantu ibunya untuk mengikat Gudi, namun Baji masih bingung mencari Ruqiyya. Rukmini dan Bihu menarik tangan Baji dan mengajaknya pergi.

Baji mengatakan pada Bihu tentang semua keraguannya pada Ruqiyya, Bihu mengatakan pada Baji "ketika aku memeluknyam aku mendengarkan suara aneh yang datang dari perutnya, sepertinya aku mencoba mendengarkan kendi". Baji mengerti bahwa Rukmini/ Ruqqiya sebenarnya tidak sedang hamil dan meminya Bhihu  untuk membantunya. Baji mengingat ketika ia bertabrakan dengan Ruqiyya di aula dan ia mendengarkan suara anah dari perutnya, kemudian ia menemukan sebuah kendi telah pecah di dekat pintu rahasia. Baji mengajak Bihu pergi dan datang menemuinya. Sementara itu Ruqiyya sedang menuangkan air minum dan mencampurkan sesuatu/ bubuk di dalam minuman itu, Bihu datang dan memeluk Ruqaiyya, Baji mengingat ketika Bihu memberikan pelukan yang sama pada wanita itu. Baji mengajak Bihu pergi namun Ruqiyya menghentikannya dan meminta mereka untuk meminum jsu Kokam / ramuan yang telah di buat Ruqiyya, Bihu mengatakan "aku tidak suka dengan Kokam", Baji mengatakan "itu adalah minuman fafaorit ku", Baji mengambil kendi itu dari tangan Ruqiyya dan meminumnya, Ruqiyya hanya menatap Baji, Baji memberikan kembali kendi itu dan mengajak Bihu pergi, Ruqiyya tersenyum licik, Baji merasakan pusing dan Ruqiyya mengintip dari balik jendela, Baji jatuh pingsan dan membuat Bihu khawatir, Ruqiyya berfikir "perlahan detak jantung baji akan sefera turun dan ia akan mati sebelum ada yang tahu tentang kematiannya"

Balaji datang menemui Dhana ji dan mengatakan bahwa sesorang mencoba untuk mengetahui peta istana. Dhana ji mengatakan "itu berarti msuh telah sampai disini". Balaji mengatakan "apakah musuh telah datang kesini, maka kenapa mereka tidak menyerang ratu atau mengalahkan Shiva Raze". Tara Rani Bai datang menemui mereka dan mengatakan "apa yang terjadi?". Mereka memberi salam dan merubah pembicaraan mereka tentang pengaturan Gudi Padwa, Tara Rani Bai mengatakan " itu harus menjadi yang terbaik". dan ia pergi. Balaji  mengatakan pada Dhana ji "mengapa kita tidak memberitahukannya". Dhana ji mengatakan "kita tidak akan membuat semua orang panik, tapi kita akan menangkap orang itu". Baji datang dan mengatakan "aku tahu tentang bibi Rukmini itu ... ia sebetulnya tidak hamil..., ia membuat ku meminum minuman serbat Kokam dengan mencampur obat-obatan .. aku muntah parah". Kilas balik dimana ketika Baji mengikuti Ruqiyya / Rukmini dan kemudian Bihu datang dan Rukmini/ Ruqiyya membuatkan Kokam dengan mencampurkan sesuatu, lalu Baji meminum obat penawar dan ia muntah. Baji menceritakan semua kejadian itu pada ayahnya dan pada Khas dan Dhana ji.

Dhana ji bertanya "Bagaimana kau bisa melakukannya?". Baji mengatakan "aku juga belajar Ayurweda dari ibu ku". Dhana ji mengatakan "Baji lebih pinyar dari pada Balaji". Mereka datang ke sebuah ruangan, namun mereka memeriksa tempat itu dan mengatakan "semua baik-baik saja". Dhana ji meminta agar Khas memeriksa tempat yang lainnya, Blaaji yakin jika Rukmini telah menyakiti Baji maka ia juga akan mencelakaii Tara Rani Saheb/ Tara Rani Bai. Baji mengingat kendi yang telah pecah dan mengajak mereka pergi kesana, namun menemukan tempat itu sudah bersih namun tidak melihat lukisan tergantung miring, Dhana ji menghampiri pintu namun pintu masih terkunci, Baji memberikan mereka ide, namun akhirnya Dhanaji melihat lukisan tersebut miring, Khas datang menemui Dhana Ji mengatakan "aku telah mengunci semua tempay". tapi Dhana ji memintanya untuk memanggi semua para prajurit. Khas akan pergi, Balaji mengatakan "tidak... kita harus segera menagkap Rukmini tanpa memperingatkannya". Baji kembali mendapatkan ide "aku akan berpura-pura mati untuk membuat Rukmini keluar dari tempat persembunyiannya"

Radha datang menyapa ibu Khasi dan memberikannya Laddo, Ibu Kashi mengatakan "aku belum pernah melihat mu sebelumnya". Radha mengatakan "aku datang untuk pertama kalinua kesini dan datang dari Saswad". Radha bertanya tentang putrinya Kashi... Ibu Kashi mengatakam "aku yidak tahu apa yang akan di lakukannya" Ibu Kasi memuji putrinya.  Bhiu mengatakan bahwa kakaknya juga Sarvagun Sampann. Radha mengatakan bahwa Baji jatuh pingsan dan Ved ji memberinya obat. Rukmini mendengar mereka  berbicara dan berpikir ia  berfikir telah berhasil untuk  membuat Baji mati dan kemudian pergi.

Balaji bersama dengan Baji dan Khas datang kekamar, Balaji menata semua guling di bawah selimut di tempat tidur, Baji mengatakan "Rukmini hanya akan melihat semua guling ini bukan aku, aku harus waspada". Balaji mengatakan "Rukmini bisa melakukan apa saja". Baji mengatakan "Jika ia tidak melihat maka aku akan waspada dan kuta tidak akan tahu tentang niatnya". Balaji mengatakan "tapi ini sangat berseiko untuk hidup mu". Baji mengatakan


 Balaji mengatakan namun berisiko untuk hidup Anda. Baji mengatakan kau telah mengajarkan ku untuk menghilangkan kekhawatiran tentang matra Bhoomi, bukan dari kematian ... Ayah bisa menghentikan ku  untuk melakukan hal ini, tapi  memiliki keyakinan penuh bahwa nobodu dapat membahayakan ku sampai ayah ku bersama dengan ku". Balaji tersenyum dan memeluk Baji mengaatakan " kau akan di lindungi dewa". Dhana ji dan Khas terlihat terkesan. Baji berbaring di tempat tidur. Balaji pergi bersama Dhana ji dan Khas.  Baji terlihat sangat cemas, kemudian Ruqiyya/ Rukmini datang kekamar Baji dan  membuka pintu, ia memegang belati di tangannya

Precap:
Kashi sedang menari. Baji datang mengikuti Rukmini,  Kashi terus menari dan hampir terjatuh dan Baji  memegang Kashi dalam pelukannya. Kashi terlihat sangat  marah. ...

Rabu, 05 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 47 : MATA-MATA QAMMERUDDIN BERENCANA UNTUK MEMBALASKAN DENDAM KEMATIAN PARAVEEN PADA BALAJI, RUQIYAA MENYAMAR SEBAGAI RUKMINI

Tayangan Sony TV : 28 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 47
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 







Masih di kamar Shahuji ketika Auranzeb datang untuk bicara dengannya, Aurangzeb  berkata pada Sahahuji "Qammeruddin akan meledakan semua Marathi .. Mughal memiliki prajurit yang gagah berani seperti aku, mereka tidak akan bisa di kalahkan". Sahuji terkejut dan Aurangzeb meninggalkannya. 

Semua keluarga Radha Bai dalam perjalanannya ke Satara dengan menunggangi kereta, Baji mengatakan pada Radha "Jika Parshu sama seperti teman-teman yang telah menghianati aku lalu bagaimana aku akan membawakan Swaraj". Radha Bai mengatakan pada Baji "Seharusnya kau tahu apa yang ada di hatinya dan seharusnya kau juga berhati-hati". Baji mengatakan "aku akan mempelajarai Jigyasa setelah pulang". Bihu sangat kagum ketika melihat gerbang Satara "Lihatlah ibu gerbang Satara sangat besar". Chimna juga sangat kagum  ketika melihat gerbang Satara dari kejauhan. Baji dan semua keluarganya turun dari kereta, mereka sangat terpukau menatap gerbang dari kejauhan, Baji berlutut dan ia mengusapkan pasir di dahinyan dan tersnyum senang. Bihu bertanya "Kakak ini adalah Qila/ makam bukan kuil".  Baji mengatakan "ini pasir murni, dan itu sebuah kuil Swaraj, aku hanya meminta berkah dari pasir ini sehingga dapat membawakan Swaraj". Chima ji dan Bihu "kami juga akan mengambil berkah dari pasir ini juga". Balaji datang untuk menyambut mereka, anak-anak berlarian memeluk ayahnya. Balaji menatap Radha dan mengatkan "Sarkaar". Radha tersenyum, mereka berjalan  masuk ke dalam istana. Baji mengtakan "istana yang bagus.. aku harus mendapatkan dol ku ketika aku akan menikah di sini" Baji dan kedua adiknya melihat ke seluruh ruangan dan berjalan dengan sangat gembira dan melompat di atas rajang. Balaji tersenyum namun ia tampak tegang.

Radha bertanya pada Balaji "Mengapa kau sangat tegang?" Balaji mengatakan "aku tidak menginginkan kau dayang kesini untuk merayakan Gudi padwa karena kami punya kabar buruk bahwa Aruangzeb akan melakukan sesuatu" Baji mengatakan "itu tidak mungkin terjadi". Balaji mengatakan "sebagai seorang prajurit harus siap". Baji bertanya "lalu apa yang harus ku lakukan?". Balaji meminta pada Baji agar ia berhari-hati dan jika dirinya mencurigai sesuatu maka biarkan ayahnya mengetahuinya dan meminta pada ank-anaknya untuk pergi beristirahat. Baji mengatakan "Kami akan melihat Tara Ajika". Chimna ki mengatakan "kita akan beristirahat".  

Balaji masuk ke sebuah ruangan dan ia melihat kunci dan mengingatkan pada saat Dhana ji memberikan kunci padanya, seorang wanita sedang bersembunyi dibalik lemari, wanita itu berfikir "Siapa Dhana ji yang akan memberikan tempat tinggal dan meminta Balaji untuk membeikan karyanya?". Balaji mengeluarkan peta istana dai sebuah lemari dengan menggunakan kunci pemberian Dhana ji, Balaji keluar dari ruangan perpustakaan dan menutup pintu, wanita misterius itu mendengarkan semua pembicaraan Balaji, wanita itu berfikir bahwa Qammeruddin akan memberikannya pekerjaan hanya untuk memata-matai Balaji. 

Kilas balik di tunjukkan pada saat Qammeruddin meminta wanita itu/ Ruqaiyya menyamar menjadi Rukmani dan membuat hiasan kusus agar Tara rani sama sekali tidak mencurigainya,  Ruqaiyya berjanji bahwa dia akan membalas dendam atas kematian  Parveen pada  Balaji.Wanita itu sengaja membuang semua barang dan Balaji terkejut

Baji berjalan mengelilingu  istana dan ia sangat merindukan Gotiya. Balaji  melihat bingkai foto besar Chatrapati Shivaji dan memberikannya penghormatan Baji  duduk dengan rasa syukur. Baji mencakupkan kedua angannya, ia melihat pedang Chatrapati Shivaji dan mengambil dengan tangannya. Shiva Raze datang dan menegurnya.

Baji melihat jarinya yang terluka dan mengeluarkan darah karena tersayat pedang, Balaji keluar untuk memeriksa di sekitar perpustakaan ketika ia mendengar suara bising di dalam perpustakaan, Ruqaiyya memeriksa peta dan ia berfikir untuk menargaetkan suatu tempat, ia mengingat akan peta dan juga menyalinnya dengan kertas yang lain dan kemudian menggulung kembali peta milik Balaji dan bergegas pergi membawa salinan dari peta tersebut. Saat  Balaji datang kembali ke tempat duduknya ia melihat peta masih dalam posisinya seperti semula, ia megerti bahwa ada sesorang datang ke  ketempatnya ketika melihat ikatan tali merah telah berubah.

Shiva Raze bertanya pada Baji "Bagaimana kau berani menyentuh pedang besar milik ayah ku?". Baji mengatakan pada Shiva Raze "aku putra Balaji". Shiva Raze mengatakan "ayah mu memberikan ajaran pada orang lain, tapi ia tidak mengajarkan putranta sendiri". Baji mengatakan pada Shiva Raze "setiap orang memiliki warba yang sama ... semua Marathis memiliki hak untuk menyentuh pedangnya". Shiva Raze mengatakan " Banyak prajurit yang mati karena telah melindung raja mereka". Baji bilang "Chatrapati telah mati untuk semua orang dan membawakan Swaraj.. ia raja yang nyata". Shiva Raze bertanya "bagaimana kau berani untuk bicara dengan ku seperti ini, tutunkan pandangan mu". Baji mengatakan " jika kau memiliki Rakt ka abhimaan maka aku  harus Karm ka swabhimaan dan jika aku  mendapatkan berkah dari Maharaj Chatrapati maka  aku  akan membuktikan ini kada mu bahwa Karm lebih dari Rakt". Baji  melakukan tilak  darah dengan jarinya terluka.  Shiva Raze terkejut dengan  berkata-katanya. Baji mencakupkan tangannya melihat Maharaj Chatrapati Shivaji. .

Baji pergi dari sana dan bertabrakan dengan Ruqaiyya saat bergegas berlari dari ruang perpustakaan di koridor, Baji meminta maaf padanya, tapi wanita itu hanya terdiam dan  berjalan dari sana. Baji berpikir " siapa dia dan mengapa ia melarikan diri?".

Balaji memperkenalkan keluarganya pada  Ruqaiyya, dan wanita itu  berpikir dia menjadi Rukmini. Balaji  memperkenalkan Chimna ji dan Bhiu. Balaji mengatakan  "ia  Rukmini ji dan  ia akan membuat semua hal ini, sekarang ia bekerja di sini". Bhiu memintanya mengajarkan untuk membuat hal-hal yang indah Eukmini mengatakan pada Bihu "aku  akan mengajarkan mu  bagaimana untuk menangkap kata".

Balaji dan Radha tertawa. Bhiu memeluk Ruqaiyya. Ruqaiyya terkejut. Baji datang ke sana dan mengikat ketika ia bertabrakan dengan Rukmini/ Ruqaiyya  di luar ruang perpustakaan. Balaji melihat Baji dan mengatakan" ia  anak sulung ku".

Baji bilang "aku bertemu dengannya di dekat ruang perpustakaan tapi sepertinya ia sedang terburu-buru, Aku hendak meminta maaf padanya, tapi ia melarikan diri, ku  pikir ia tidak akan melarikan diri dalam kondisi ini". Balaji mulai ragu  dan ,mengingat  pada Dhana ji  saat ia memberikan tanggung jawab padanya. Balaji  berpikir" Rukmini melihat peta".. Balaji  bertanya "apa yang kau  lakukan di dekat ruang perpustakaan?". Ruqaiyya berpikir tentang jawaban yang akan ia berikan pada Balaji.

Precap: Ruqaiyya mencampurkan racun dalam di setiap jus / minuman dan menawarkan pada  Baji mengambilnya,  Rukmini/ Ruqaiyaan  berpikir "detak jantungnya akan segera berhenti dan ia akan mati". Baji ambruk dan jatuh ke lantai. Bhiu terkejut. .

Selasa, 04 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 46 : RADHA BAI AKAN MEMINTA MAAF PADA GURU JI NAMUN BAJI MENGHETIKANNYA, BAJI TIDAK LAGI MENGANGGAP PARSHU SEBAGAI TEMANNYA. SEMUA KELUARGA RADHA BAI PERGI KE SATARA

Tayangan Sony Tv : 27 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 46
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Guru ji membawa menhasut semua penduduk ke rumah Radha Bai. Guru ji mengatakan "aku akan di sebut orang jika aku melakukan keadilan, Radha Bai harus di hukum atas kesalahannya". Baji dan teman-temannya datang kembali kerumah untuk menyelamatkannya "Tapi apa yang akan terjadi?". 
Baji bertatnya "kesalahan apa yang telah di buat ibu ku, bahkan ibu ku tidak tahu jika Dandak ada disini". Guru ji marah mengatakan " Kau sedang mencoba untuk memotong perkataan ku .. jadi ku piir ini semua kesalahan Baji karena Radha". Mendengar hal itu, Baji menjadi tidak sopan dan Radha meminta maaf pada Guru ji. Ibu Parshu mengatakan "ia sudah menghina Guru ji, itulah mengapa kami berada disini". Sesorang meminta pada Radha bai untuk meminta maaf pada guru ji.

Qameeuddin mengatakan "aku akan membuat bom atau sesuatu yang lainnya agar jatuh tepat di istana Marathi, Aurangzeb mengatakan "Apakah Tara Rani Bai akan menemukan cara untuk melarikan diri?". Qammeruddin berjanji pada Aurangzeb bahwa ia akan berhasil, namun Aurangzeb mengatakan "jika kau berhasil maka aku akan memilihkan raja setelah aku". Qammeruddin berterima kasih pada Aurangzeb, Aurangzeb terbatuk dan berpikir "Qammeruddin akan gagal menghadapi Marathis dan membuat Mughal bangga padanya"

Baji mengatakan "ibu ku tidak akan meminta maaf pada siapaun". Radha meminta Baji agar tidak marah, Baji marah pada Bhallu, ia mengatakan "hal itu terjadi karena dia, Bhallu yang telah membuat wajah guru ji menghitam dan guru Ji memarahi Gotiya dan teman-teman ku yang lain, dan itulah mengapa teman-teman ku datang ke hutan". Baji mengambil tongkat, Guru ji tidak mempercayainya, ia berkata"Hati baji di penuhi dengan kemarahan dan juga kebencian". Radha Bai mengatakan "Jika kau berpikir aku telah melakukan keslaahan maka aku akan meminta maaf pada guru ji"

Dhana ji datang ke perkampungan dimana penduduk sedang kesakitan, seroang wanita menangisi mayat seorang anak kecil  yang sudah tidak lagi bergerak. Dipunggung anak itu terdapat pesa dan Dhana ji membaca pesan dari Mughal, pesan itu berbunyi bahwa Mughal akan merebut Hindustan.

Sementara itu Radha Baji membungkuk di hadapan guru ji dan akan  menggosokan hidungya di kaki Guru ji, paman Baji menghalangi Baji, Baji bersikeras dan memberontak dan kemudian menghentikan  ibunya dan meanruh tangannya di bawah hidung ibunya. Baji mengatakan "Hanya seorang ibu yang bisa memberikan hukuman ia tidak mengajarkan segala sesuatu yang salah pada anak-anaknya". Baji mengatakan pada ibu Parshu"Jika anak mu yang datang sendiri kehutan lalu mengapa ibu ku yang di tuduh?". Guru Ji mengejek Baji "Lihatlah, ia sedang berbicara hal yang besar". Baji mengatakan tentang semua hal yang telah di pelajarinya di hutan... Kilas balik di tampilkan saat Baji dan teman-temannya ke hutan dan mereka kelaparan lalu mendapatkan makanan karena petunjuk Malhari. Baji mengatakan "ibu ku mengirim ku ke hutan agar aku belajar hal yang baik". Baji menceritakan pengalamannya di Hutan bersama dengan teman-temannya.

Guru ji mengatakan "Kau sudah belajar, tapi bagaimana dengan kebohongan teman-teman mu?". Baji mengatakan "ajaran ibu ku lebih baik dari pada diri mu, mereka telah berlajatr untuk menghargai apa yang telah ibunya berikan di dalam keranjang makanannya dan memerikan makanan pada malahari, teman sejati adalah teman yang selalu berdiri di dekat mu bajkan dalam waktu yang paling sangat berbahaya, ketika aku bersama dengan teman-teman ku aku merasa seperti saat aku di desa saat kami di tawan oleh Dandak, aku menyadari nilai dari desa dan berpikir bhawa mereka punya cinta yang besar untuk kami" Semua orang bertepuk tangan untuknya setelah mendengar ucapan baji dan guru ji hanya terdiam.

Dhana ji memberikan tanggung jawab terhadap keluarga korban yang tewas untuk Balaji, seorang wanita mengatakan pada Balaji "aku bisa melakukan pelajaran apapun". Sementara itu, ayah Gotiya berterima kasih untuk berfikir bahwa dirinya salah, Radha mengatakan "Pratigyata merupakan pelajaran baru oleh karena itu kita telah mendapatkan ispirasi untuk belajar tentang hal itu, apapun yang telah kau pelajari itu karena cacian dari Guru ji, bahkan jika memarahi temannya kau akan memiliki cinta di dalamnya". Baji menyentuh kaki ibunya dan ia berterima kasih "Guru ji ini ia tidak mengajar". Guru Ji bertambah marah dan pergi. Patel mengatakan pada Baji bahwa mereka telah membuka matanya dan akan belajar bersma dengan anak-anak yang lainnya sekarang. Baji tersenyum melihat ibunya.

Aurangzeb bertanya Shahu ji  " beraninya kau mengirim pesan pada Tara Rani Saheb ..., mengatakan Tara Rani Saheb  telah membunuh Sardaar Marathi dan aku sangat merasa kasihan padanya". Shahu ji mengatakan " Tara Rani Saheb menjadi perlindungan untuk  marathi, ia telah membunuh pengkhianat, marathis akan segera memerintah di mana-mana". Aurangzeb mengatakan "ia tidak akan pernah membebaskannya dari tawanan". Gotiya mengatakan " Baji akan pergi ke Satara sekarang".

Baji marah dan mengatakan" kami seperti 5 jari-jari tangan dan  hidupnya tidak lengkap tanpa Parshu". Parshu yang  berdiri jauh  di samping ibunya datang menemui  Baji, Parshu meminta Baji untuk memaafkannya. Parshu  mengatakan "saat kau bisa  memaafkan Gotiya dan Ishu, mengapa kau tidak bisa memaafkan aku?" . Baji memaafkannya Parshu. Parshu mencoba  untuk memeluknya, tapi Baji menghentikannya "aku bisa  memaafkan mu  jika aku tidak akan dirugikan", tetapi ia berpikir untuk meninggalkan Gotiya di tempat dandak. Baji  mengatakan" kau  bukan musuh ku, tapi  kau bukan lagi teman ku".

Parshu menangis. Gotiya menangis dan sangat kecewa ketika mendengar keputusan Baji,  Gotiya mengatakan "aku sangat  ingin menjadi saudara mu di  dalam kelahiran berikutnya". Baji mengatakan "kau seperti adikku bahkan sekarang meskipun kau gemuk". Gotiya memeluknya dan menangis. Baji mengatakan "aku akan pergi ke  Satara besok, ibuku mengatakan bahwa kita tidak bisa membuat orang lain dalam  kesulitan apa lagi terhadap  orang tua mu  dan itulah mengapa kita tidakmengajak mu".

Shahu ji mengatakan pada  Aurangzeb "hanya ada beberapa hari yang tersisa dari usia mu dan  bahkan jika 4 anak  kau akan  mencoba untuk mengalahkan Tara Rani Bai, tetapi mereka tetap  tidak akan berhasil"  Aurangzeb membuat rencanaakan  terhadap mereka untuk membuat ledakan besar di istana marathi untuk membunuh Tara Rani Bai dan semua Marathi..

Precap:
Radha, baji, Bhiu dan Chimna pergi  ke Satara. Baji mengangkat pedang Chatrapati Shivaji  Shiva Raze bertanya  "bagaimana kau bisa berani  untuk menyentuh pedang besar ayah ku?". Baji mengatakan pada Raze "aku putra Balaji " Shiva Raze menatap Baji
.

Senin, 03 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 45 : KHAS TELAH TEWAS, BALAJI MEMBUNUH PRAVEN, GURU JI MENGHASUT SEMUA PENDUDUK DAN MEMUTUSKAN AKAN MENGHUKUM RADHA BAI

Tayangan Sony Tv : 24 Maret 2017


PESHWA BAJIAO EPISODE 45
INTERPRETASI DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE





Dandak mengatakan pada Baji "aku tidak mengatakan apa pun sebelum kau menyelam  ke  sungai, karena aku  tahu bahwa kau memang bodoh, berikan batu permata itu pada ku".  Baji melempar batu permata itu kesembarang tempat dan meminta Dandak mencarinya sendiri. Dandak dan semua anak buahnya segera pergi mencari batu permata, Baji meminta pada teman-temannya untuk segera pergi dan lari dari sana, namun Dandak menghadang di depannya, Dandak mengatakan pada palunya " kau haus dan kau akan mendapatkan darah Baji". Dandak akan memukul Baji dengan palunya, namun tangan dandak terluka ketika Radha Bai melemparkan belati dan mengenai tangannya sebelum Danak melukai Baji dengan palunya.  Gotiya berkata "Bibi". Radha melindungi Baji dan semua anak di belakangnya, semua anak buah Dandak datang, Dandak kembali mengambil palunya dan akan memukul Radha namun Baji memegangi palu dan mengatakan pada Dandak"Jika kau ingin menyakiti ibu ku.. maka aku akan membunuh mu bersama dengan batu permata itu". Dandak mengatakan "kau telah menghianati aku". Dandak akan melukai Baji, Malhari datang bersama dengan penduduk desa mereka memegang kampak di tangan/  Dandak berkata "Tikus telah mengancam mu". Wanita tua mengatakan "sorang anak laki-laki bisa menghadapi mu, mengapa kami tidak bisa". Wanita tua menunjukkan kampak di tangannya. Dandak merebut batu permata itu dari tangan Baji dan melarikan diri, Baji menunggangi Malhari dan mengejarnya, Radha Bai mengikuti dari belakang

Balaji mengatakam pada Khas "Tara Rani telah membunuh Saradaar Marathis dan telah berbohong pada kita". Khas bertanya "apa itu karena Tara Rani merasa sangat buruk.. dan merasa rega karena telah berhasil mengajarkan Shiva Raze untuk bertarung pedang". Balaji mengatakan tidak". Ssesorang melemparkan gulungan surat, Balaji mengambil surat itu dan membacanya, Sesorang meminta bertemu dengannya,  jika Balaji ingin tahu rencana Qammeruddin.Khas menengok keluar namun ia tidak menemukan siapapun Balaji memutuskan untuk bertemu, sementara Parveen menenakan cadar dan berdiri di dekat pintu. Paravven mengingat ketika  Qammeruddin yankin bahwa ia  akan berhasil membunuh Balaji".

Baji mengikuti Dandak dengan kudanya, Dandak terus berlari dan ia bersembunyi di balik pepohonan, sementara itu Baji masih menunggangi Malhari  dan melihat kesekelilingnya, Dandak naik ke atas pohon lalu melompat dan Baji terjatuh dari Malhari, batu permata putih itu juga terpental jauh, Baji dan Dandak saling berebut untuk mengambil batu permata, Baji berhasil mendapatkannya dan memukul Dandak dan berlarii, Dandak mengejar Baji dan kembali kesungai Khrisan Radha datang kesana, Dandak meminta Baji untuk memberikan batu permata itu padanya, Baji menunjukkan batu itu pada Dandak dan berkata "aku tidak akan memberikannya bakhan pasir sekalipun untuk Maughal". Baji melemparkan batu permata itu kembali kesungai dan Dandak melompat ke sungai dan air sungai berubah penuh dengan darah segar, warga membawa semua anak buah Dandak pergi, Radha sedih ia mengusap semua darah di luka Baji dan memeluk putranya, Radha meminta maaf pada Baji dan berjanji tidak akan lagi mengirimkan Baji ke hutan tanpa memikirkan segala hal dan kemungkinan yang akan terjadi". Radha mengatakan "aku  hanya ingin mengajarkan mu sesuatu". Radha memeluk Gotiya, seorang anak tawanan Dandak mengatakan " Kami telah terbebas itu semua berkat Baji... kami telah di bebaskan karenanya"

Baji mengatakan pada Radha Bai " kau telah mengajar ku segalanya, tapi tidak mengajarkan ku bahwa aku untuk tidak percaya pasa siapa pun dengan mudah". Radha bertanya "di mana Parshu?" Gotiya menjelaskan pada Radha tentang segala sesuatu saat Parshu mempertaruhkan hidup mereka dan juga mengkhianati mereka. Radha meminta mereka untuk tidak khawatir. 

Balaji datang ke tempat yang dikatakan pasa Khas. Beberapa orang yang sudah menghadang dan menyerang Balaji. LalubBalaji membunuh mereka, tapi orang yang lainnua kemudian membunuh Khas. Balaji mencoba untuk membangunkan Khas. Parveen datang ke sana. Gotiya mengatakan " Baji menyelamatkan ku ketika Dandak mencoba membunuh ku". Radha mengatakan "kau akan mengajarinya belajar lain yang akan membantu ku dalam membawa Swaraj..,tidak mementingkan diri sendiri dalam segala hal dan memintanya untuk melakukan segala sesuatu tanpa pamrih.. Balaji berkelahi dengan Parveen. Balaji menyikap kain penutup dari wajahnya. Deva Shri Ganesha memainkan ...... .

Parveen mencoba untuk menyerang Balaji dengan sabuk duri beracun pemberian dari Qammeruddin, tetapi Balaji membunuhnya, Balaji bertanya "apa Aurangzeb dan Qameruddin berencana untuk melakukan sesuatu Gudi Padwa hari?. Paraveen mati di hadapan Balaji. Aurangzeb mengatakan pada Qameruddin dan Kam Baksh bahwa mereka telah mengkhianatinya pasa semua orang untuk mengalahkan satu sama lain.  Aurangzeb mengatakan "kau membuat Shahuji pesan untuk Tara Rani Baji dan memintanya untuk pergi sebelum ia membunuh Sahuji. Qameruddin meminta pasa Aurangzeb untuk memberinya kesempatan dan mengatakan "aku yakin Tara Rani Saheb tidak akan diselamatkannya saat ini" Aurangzeb membuka beberapa kotak dan melihat sesuatu. 

Aurangzeb menatap Qameruddin. Guru ji menghasut semua penduduk desa tentang Radha dan Baji. Guru ji mengatakan itu baik Parshu diminta dandak untuk pulang. orang tua Gotiya khawatir untuknya. Bhiu melihat Baji datang dan mengatakan "saudara ku datang". Baji datang ke rumahnya, Chimna meminta Baji untuk tidak meninggalkannya. Baji melihat Parshu dan memeluknya. Baji bertanya "kapan kau datang ke sini?" Parshu membuat alasan.  Baji bilang "aku tahu bahwa Anda telah mengkhianati kami". Parshu meminta maaf padanya. Baji mengatakan" kau sudah merusak kepercayaan ku dan aku akan mematahkan persahabatan kita" . Guru ji mengatakan pasa teman-teman Baji untuk mendukungnya ... Radha Bai berada di belakang semua ini dan ia akan dihukum sekarang sendiri". Baji bertanya" apa kesalahan ibu ku". 

Precap: Seseorang meminta Radha Bai untuk meminta maaf pada Guru ji dan menggosok hidungnya di kakinya. Guru ji terswnyum licik. Baji dan Radha terkejut.