Selasa, 31 Januari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 6 ( 30 Januari 2017) : QOMARDUDDIN DATANG UNTUK MENEMUI TARA RANI SAHEB DAN MENYOMBONGKAN DIRINYA PADA BALAJI, BAJI BERTEMU DENGAN NASER PUTRA DARI QOMARUDDIN KETIKA AKAN MANDI DI SUNGAI

JADWAL TYP SONY TV : 30 januari 2017

SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 6
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 



Index : Guru Bajirao menghukumnya karena tidak hadir lagi di sekolah pada hari sebelumnya. Bajirao dan teman-temannya bergegas menuju sungai. Balaji Vishwanath berencana bertemu dengan Kamruddin. Tentara Mughal menghentikan Bajirao pergi ke sungai. Putra Kamruddin, Nasir, menantang Bajirao dan teman-temannya untuk bermain tarik-menarik dengan seekor gajah.
----------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------


Baji  senang ia datang menemui adik-adiknya Baji mengatakan pada Pihu “Aku telah mendapatkan sesuatu di dalam diri ku”. Pihu bertanya “Apa?”. Chimna dan Pihu menatap Baji, Baji sangat bangga dan mengatakan “didalam diri ku .., aku Swabhimaan”. Bahkan Pihu dan Chimna mutari Baji,  Pihu bingung dan bertanya “Tapi aku baru saja memulai Paath ku.. apa itu kak?”.., sepertinya itu sebuah kata yang sangat berarti”. Baji menjawab “Bahkan aku tidak tau .. tapi aku yakin ini hal yang baik” Baji meminta pada Chimna “Apa yang kau pelajari dalam buku, ketika kau tidak tahu apa artinya?.. Pihu mengulangi ucapan kakaknya Baji dan mereka meninggalkan Chimna sendirian.

Balaji bersama dengan Radha Bai, ia mematikan lampu. Balaji mengatakan pada Radha bahwa itu tidak mengambil waktu untuk membuat Swabhimaan berubah menjadi Abhimaan, dan meminta Radha  untuk berhati-hati. Radha mengatakan “ baik-baik saja “ dan Radha meminta Balaji  untuk berhati-hati ketika ia bertemu QamarUddin. Radha mengatakan “ jangan biarkan dia memukul di belakang mu”. Balaji meyakinkan istrinya.
Diperkemahan Qomae Uddin berbicara dengan putranya dan memintanya untuk membuat musuh-musuh mereka membungkuk pada dirinya dan kemudian dengan licik memukulnya pada titik lemahnya, Putranya mengatakan “Sekarang musuh yang akan marah”
Qomar Uddin meminta agar putranya belajar hari ini, ia memengatakan “ jangan harimau, tapi Chameleon”. Seorang utusan datang dan mengatakan “Aurangzeb yang memanggil mu”.  Putra Qamar Uddin mengambilkan topi ayahnya dan  bertanya “ apakah ia akan melakukan hal yang sama dengan Marathis”,  ayahnya hanya tersenyum dan menepuknya.

Qamar Uddin  datang ke ruangan  Aurangzeb dan memberikannya salam. Aurangzeb bertanya  “Apakah kau sedang memikirkan rencana?”. . Qamar Uddin mengatakan”Aku  akan memenangkan perang tidak dengan memerangi tetapi dengan mengetahui  kelemahan musuh …  aku akan tahu kelemahan mereka dan mengistirahatkan dari dalam”.  Mendengar hal itu, Aurangzeb senang ketika ia mendengar rencana Qomar Uddin lalu memintanya untuk datang mendekat, Qomaruddin datang dan berlutut  lalu Aurangzeb mencium dahinya.  
Aurangzeb mengatakan “Aku memiliki lebih  percaya kebenaran dari mu dari pada dari anak-anak ku”. Aurangzeb kemudian meminta Qomaruddin pergi untuk mematahkan ego Mogul yang akan mencerna kejujuran mereka dari dalam.

Keesokan paginya,  Baji bersama dengan teman-temannya sedang sekolah dan mengikuti pelajaran,  Baji mengatakan pada  Gotiya dan teman-temannya bahwa ayahnya mengatakan ia mendapat Swabhimaan. Chimna berpikir “Baji  mendengar dan berpikir itu adalah kata yang baik”. Gotiya mengatakan “ kita semua harus memilikinya”.  Balu mengatakan  “ hal itu disebut Swayam ka abhimaan, tidak  akan membuatnya jatuh”. Baji  datang menghampiri Bhalu dan mengucapkan terima kasih dan mengatakan “  aku tidak akan membiarkan Swabhimaan jatuh”. Guru ji datang dan mengatakan “semua telah membuat gigi berasa  pahit”. Guru Ji bertanya pada semua muridnya “Apa kalian  semua memiliki mangga?”  Gotiya mengangguk. Guru ji marah dan mengambil tongkat, lalu meminta Baji maju, ketika Guru ji akan memukul, Baji menckupkan tangannya dan meminta maaf pada Guru Ji dan mengatakan “”Ibu ku telah memarahi kami semua dan membuat hkuman kamu belajar Paath” dan Baji meminta teman-temannya untuk membacakannya dan mereka membaca Paath tersebut bersama-sama, Bhalu tertawa senang

Guru ji mengatakan “Kau  telah melanggar aturan dan  kalian semua harus menanggung hukuman”. Baji meminta pada Guru ji  hanya menghukumnya saja karena  ia adalah orang yang meminta agar  teman-temannya keluar meninggalkan pelajaran, Baji memberikan telapak tagannya dan Guru Ji menyabetinya dengan tongkat, dan mengusir mereka semua pergi keluar dan  berlajar Paath pada orang yang kemarin telah mengajari mereka Paath.


Baji dan teman-temannya berjalan di ladang. Baji mengatakan bahwa Guru ji takut pada ku  dan itulah mengapa  hanya membuat  dirinya dan juga teman-temannya menyuruh keluar. Gotiya mengatakan “ Radha akan memarahi mereka”. Baji mengatakan “ mari kita pergi dan mandi di sungai”. Mereka berlari menuju sungai

Balaji datang untuk menyambut Qamar Uddin. Qamar Uddin kesal melihat Balaji yang telah menyambutnya dan memberikan salam padanya,  dengan sombongnya Qomar Uddin  mengatakan “ meskipun Marathis lupa untuk menyambut ku  dengan baik, aku  berjalan dengan orang-orang ku  untuk menyambut diriku sendiri”. Qomaruddin bertepuk tangan dan  beberapa orang pria dari pihaknya bermain band. Balaji berpikir orang ini sangat pintar. Qomar Uddin hanya tersenyum licik dan meminta semua orang masuk.


Tara Rani Saheb datang ke Rani Rajasvi untuk menceritakan tentang Mughal. Rani Rajasvi memberitahu “Kau  telah membuat ku dan anak ku di caravas ini sejak 7 tahun”. Tara Rani mengatakan “ apa pun yang aku  lakukan adalah untuk melindungi mereka dan kerajaan”. Tara Rani mendengar iringan musik sedang di mainkan  dan berpikir Mughal telah tiba.

Baji dan teman-temannya berlari datang ke sungai untuk mandi. Mereka di kepung oleh beberapa orang prajurit yang menghentikan mereka dalam bahasa Urdu. Baji berpikir “Aku akan membuat  puisi dan kata wah wah.”  Seorang prajurit mengatakan “Putra Qomar Uddin (Naser) sedang beristirahat disana, kalian tidak bisa pergi kesana”.  Baji mengatakan “ ia memiliki begitu banyak nama dan meminta Naser  untuk  keluar sehingga ia bisa tidak peduli apakah ia  besar atau pendek untuk memotong namanya.” Baji mengatakan “ kau  tidak harus membaca sejarah …  tempat ini milik kami”.
Naser meminta prajurit  untuk membiarkan mereka pergi dan mengatakan “kita akan menggeser tenda kami di suatu tempat”. Baji memberinya tantangan berkara  “ aku akan pergi ke sungai kami, tetapi kau harus pergi  dari sini”.  Naser menerima tantangannya “ kau  menantang ku  dan menunjukkan kesombongan mu?” . . Naser berpikir tentang Qamar Uddin mengajarkannya agar bertekuk lutut didepan musuh dan kemudian menembus kuku di antara dua jari kakinya, Naser meminta Baji untuk bermain permainan  Qamar Uddin mengatakan Balaji “anaknya datang dari  Sasvad”. Balaji mengatakan “itu adalah desa ku, mereka tidak akan menghadapi masalah di sana”.  Di dekat sungai, Naser datang  menghampiri ke Baji  dan mengatakan  “ aku  Mughal dan kami memerintah di sini”. Baji mengatakan “Aku  memiliki Swabhimaan aku  tidak akan pernah membiarkan itu  jatuh”.

Qamar Uddin mengejel  Marathis dan mengatakan “ Mogul tahu bagaimana memperlakukan tamu mereka, tapi sayangnya Marathis tidak tahu dan mengirim prajurit  kecil seperti mu  untuk menyambutku” . Qamar Uddin bertanya tentang pendapatnya pada Balaji. Balaji meminta Qamar Uddin mengatakan “apa yang kau  inginkan?”  …  Rani Tara dan Dhana ji meminta ku  untuk menuruti keinginan mu”. Qamar Uddin berpikir untuk sementara dan mengatakan setiap keinginannya. Qamar Uddin meminta Balaji  untuk membawa sepatunya. Balaji gugup dan bertanya “Apa yang kau katakan”.  Qamar Uddin mengatakan “sepatu”. Qamar Uddin meminta Balaji membawa sepatunya. Balaji ingat apa Dhana ji mengatakan kepadanya bahwa Mughal akan melakukan  penghinaan dan itu juga dengan cinta. Qamar Uddin  bertanya “ apa yang sedang kau  pikirkan?” Balaji berjalan mengambilkan sepatunya

Naser menjelaskan permainan pada  Baji., teman-teman Baji memuji Baji dan meminta ia untuk mengatakan “ya” .. Baji mengatakan “ kita ada 4 dan mereka hanya  2.., Kami yakin  akan menang  Balaji  meminta Naser untuk memanggil temannya yang  berusia 3 tahun. Naser memanggil gajah bernama  Yakut... Baji dan teman-temannya ketakutan ketika gajah itu datang. Naser tersenyum dan menyapa Yakut.

Precap:
Naser meminta Baji dan teman-temannya untuk menarik gajah pada mereka. Baji dan teman-temannya berusaha keras. Kemudian Balaji mengatakan pada Radha “Qamar Uddin sangat licik dan dia tidak tahu apa yang terjadi dalam pikirannya”. Qamar Uddin meminta Naser untuk menangani Marathis muda  dan mengatakan aku  akan menangani yang lebih tua ...


Sabtu, 28 Januari 2017

PESHAWA BAJIRAO EPISODE 5 (27 Januari 2017) : SIASAT UNTUK MENDAPATKAN BUAH MANGGA, RADHA BAI MEMINTA BAJI DAN TEMAN-TEMANNYA MEMBACA SELOKA UNTUK MENDAPATKAN RASS AAM MANGGA.

TAYANG SONY TV : 27 Januari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 5
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Bajirao berencana untuk mencuri mangga dari kebun Govindsheth. Guru Bajirao datang ke rumahnya dan menemui Radhabai. Guru Ji mengatakan kepada Radhabai bahwa Bajirao tidak serius dengan pelajarannya. Bajirao dan teman-temannya dengan cerdik mencuri mangga dari kebun dan kembali ke rumah. Radhabai mengajarkan 'sloka' pada mereka. Kemudian, Radha menjanjikan mereka untuk menawarkan jus mangga jika mereka mengucapkan 'sloka' yang sama di hadapannya.

-------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------



Masih di kebun mangga, dihadapan Baji dan teman-temannya pemilik kebun mangga memanggil Andha Khoka, Andha Kokha datang melompati batang pohon  dan muncul di hadapan Baji dan teamn-temannya, wajah mereka begitu sangat menakutkan ia memegang busur panah, Baji dan teman-temannya terkejut. Andha Koka dapat mendengarkan gerakan, ia menyiapkan busur dan juga anak panahnya ia dapat mendengrkan gerakan mangga yang telah di lempar Govind lalu melepaskan anak panah dan tepat mengenai buah mangga, Govind hanya tertawa senang  dan meminta agar mereka tidak lagi menyentuh buah mangganya.

Radha sedang mencuci pakian di rumah, ia melihat Bihu yang sedang memasukan beberapa barang kedalam tas, Radha bertanya “Apa yang sedang kau lakukan?” Pihu mengaatakan pada ibunya “ Aku sedang mengumpulkan mainan Baji kedalam tas”. Guru ji datang kerumah Radha, Radha datang menemui Guru ji dan bertanya “Apa yang terjadi?”. Guru ji mengatakan  “Baji tidak ingin mendapatkan pendidikan di Paathshaala ku dan pergi untuk mencuri buah mangga”. Radha mengatakan “tidak, ia pergi untuk membawa mangga.. Aku akan meminta Baji  untuk tidak melewatkan Paath shaalanya lagi”.

Baji dan teman-temannya duduk di pinggiran sungai, Baji melemparkan batu kesungai. Teman Baji membahas tentang target dari Andha Khoka dan berpikir “bagaimana kita akan mencuri buah mangga  sekarang”. Baji mengatakan” kita akan mencuri meskipun ia duduk di sana, seperti ayah ku mengatakan tidak ada yang mustahil”. Baji membuat rencana dengan teman-temannya dan bertanya” apakah kalian  mengerti?. Gotiya bertanya “bagaimana mangga  kejujuran akan datangmelalui mencuri” ... Baji mengatakan “Kita  akan mendapatkan mangga”.

Rani Saheb berlatih pedang dengan Tagela. Rani Saheeb  menang dan akan menikam  prajuritnya tapi kemudian ia berhenti, Dhana ji datang dan mengatakan “ Aurangzeb mengirim pesan.. ia mengatakan kami memintanya  untuk memberikan benteng kami kembali, dan ia mengirim utusan dengan pesannya”.  Mentirnya  mengatakan “ Aurangzeb berpikir itu merupakan penghinaan baginya untuk berbicara dengan Rani atau anak mu”. Rani menancapkan pedangnya jetanah dan meminta Tagela pergi, Rani berkata “pemukul istri datang ke sini dengan ego, tapi sekarang ego dan kesombongan hancur dalam debu dan ia akan pergi dengan hanya pedangnya”. Rani Saheb memintanya  untuk mengirimkan beberapa prajurit kecil untuk baik padanya. Dhana ji meminta Balaji untuk menyambut utusan Rani Saheeb

Baji bersama dengan teman-temannya sedang duduk di atas batang pohon, Gotiya bertanya pada Baji “Apa yang harus di lakukan?” Baji bercerita tentang kata-kata ibunya itu. Balaji mengatakan pada Dhana ji bahwa ia adalah seorang prajurit kecil dan Mughal akan merasa terhina. Dhana ji mengatakan  “kau  harus menghina mereka  dengan sopan”. Balaji mengatakan “menunggu cahaya api untuk kegelapan untuk meringankan”.

Baji dan teman-temannya bersembunyi di tumpukan jerami, Baji juga mengatakan kata-kata yang sama kepada teman-temannya dan meminta mereka untuk tidak membuat suara. Govind dan Andha Khoka dan lain-lain diperkebunan  mangga. Baji dan teman-temannya masuk ke sana dengan  diam-diam. Andha Khoka mendengar suara dan melepaskan panahnya. Govind tertawa dan meminta anak buahnya untuk membawa orang-orang yang terkena panah. ia pikir tak seorang pun akan menargetkan mangga sekarang. Mereka membawa buah nangka yang terkena tiga anak panah Andha Koka  dan mengatakan bahwa panah hanya mengenai buah nangka. Govind mengatakan” seseorang harus punya lelucon. Baji datang dan mengatakan” lelucon, mangga dicuri”.   Baji  datang menunjukkan mangga. Govind mengatakan “mana mangga lainnya”. Mereka membuka sabuk Lungis dan berjingkrak-jingkrak sehingga  mangga  keluar dari lungis

Govind terkejut dan bertanya-tanya “ bagaimana aku bisa gagal?”  Baji mengatakan “Aku telah  berhasil karena ajaran ayah ku”. .seseorang dari semua orang mu telah  membantu kami”. Govind bertanya “siapa penghianat  itu?” . Baji tertawa dan mengatakan “Kau… Bukankah kau  mengatakan pada ku bahwa Andha Khoka hanya dapat mendengar  dan menyerang, itu sebabnya kami telah membuat suara dan telah mencuri mangga dari sisi lain”  Baji memberikan syarat agar mereka memberikan izin untuk membiarkannya membawa mangga-mangga itu kerumah dan meminta janji tidak akan pernah memukuli mereka, dan permintaan Baji di setujui oleh Govind. Mereka melemparkan buah mangga itu keudara dan menari-nari  bergembira di depan tuan pemilik kebun dan juga anak buahnya..

Malam hari diistana, Rani Saheb sedang berbicara dengan putranya” seorang prajurit yang bijaksana adalah orang yang akan memenangkan perang tanpa membuhuh siapapun”. Putranya Raze hanya tersenyum ia pun tegang berkata “Aku tidak mengerti apa-apa, aku tidak bisa mengakat badan Marathis pada diri ku”. Rani berkata pada Raze “Kau anak Abhimaaan ku dan aku tidak akan membiarkan Abhimaan ku gagal”

Balaji sedang duduk sendirian diayunannya, Radha Bai dayang dan bertanya padanya “Apa yang sedang kau pikirkan?”. Balaji berkata pada istrinya “Dhana ju dan Rani Shaeb telah memberikan ku tanggung jawab untuk menyambut kedatangan Qomaruddin.., aku mencoba untuk mendapatkan info tentangnya”. Radha mengatakan “Aku tidak tahu ia musuh, tapi yang aku tahu hanya kau dan itulah mengapa aku tahu bahwa kau akan berhasil menang atas mereka” Radha meminta Balaji  untuk menjadi Shashtri jika mereka menggunakan Shashtra, dan jika mereka menggunakan Shastra / senjata kemudian menjadi Yodhha. Balaji tersenyum dan memegang tangan Radha. Radha memberikan mangga pada Balaji, Radha Bai bertanya “Apakah itu tidak baik?”. Balaji berkata pada Radha “Itu baik ada cinta mu di dalamnya”. Radha bai mengatakan “Kejujuran putra mu Baji juga ada di dalamnya”. Balaji bertanya “Ada apa?”. 

Sebuah kilas balik di tampilkan ketika Baji bersama dengan teman-temannya datang menemui Radha  membawakan keranjang penuh dengan buah mangga, mereka mengatakan  bahwa itu merupakan mangga kejujuran, Radha hanya tersenyum menerimanya. Baji mengatakan “Kami telah melakukan kerja keras bersama-sama”.

Radha mengatakan “semua orang akan mendapatkan aamras, tetapi kalian  semua juga  akan dihukum  karena telah  melarikan diri dari Paathshaala”. … aku  akan memberikan hukuman yang manis sebelum aam manis”. Radha Bai  meminta mereka untuk membacakan beberapa seloka-seloka. Baji dan teman-temannya menceritakan garis besarnya. Radha meminta mereka untuk memberitahu sesuai dengan baris satu persatu. Kilas balik berakhir

Radha mengatakan  pada Balaji bahwa dia tidak meninggalkan mereka. Kilas balik di mulai ketika . Chimna mengucapkan seloka di depan ibunya. Dan ia mendapatkan  ras aam. . teman Baji pergi untuk membacakan ulang sloka mantra satu per satu  dan membacanya ulang di depan Radha. Mereka juga berhasil dan mendapatkan ras aam.  Kini hanya tinggal Baji  yang berdiri sendirian ... ia mencakupkan tangannya dan mulai membacakan sloka d depan ibunya  Radha mengangguk dan meminta Baji untuk mengambil ras mangga. Pihu mendapatkan tugas dari ibunya untuk menuangkan Rass aam  mangga, dan memberikan rasa am ekstra untuk Baji, Baji tersenyum, Balaji memuji istrinya karena telah mengajar Swabhimaan pada  Baji,  Balaji menyuapi aam mangga pada Radha. Baji mendengar pembicaraan ayah dan ibunya  dan tersenyum manis.

Precap: Baji bersama dengan teman-temannya menginjak tanah bangsa  Mughal, Parjurit Maughal  menghentikan mereka karena telah menginjak tanah Mughal. Pria Mughal mengatakan “Apa kalian Mughal”. ia meminta mereka untuk bertarung dengan gajah jika mereka ingin tanahnya kembali. Gotiya mereasa ketakutan ketika ia melihat gajah datang di hadapannya, disisi lain Qomaruddin dalam perjalanannya ke kerajaan Rani Saheb.
.




Jumat, 27 Januari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 4 ( 26 Januari 2017) : BAJI MEMBUAT JANJI DENGAN IBUNYA UNTUK MENDAPATKAN MANGGA TANPA MENCURI, CHIMNA MEMBERIKAN CABAI PADA BAHLU

JADWAL TYO SONY TV : 26 Januari 2017
SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 4
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Bajirao membalik koin dan terjun ke air. Radhabai bergegas menuju air terjun untuk menghentikan Bajirao. Dia terkejut melihat Bajirao melompat dari air terjun. Ketika Bajirao melangkah keluar dari air, Radhabai meraih Bajirao dengan menjewer elinga dan menyeretnya ke rumah. Radha Bai memerintahkan Bajirao untuk tidak mengambil risiko yang tidak perlu.

--------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------



Baji bersama dengan teman-temannya sedang  bermain di sungai,  ketika itu  Baji berdiri di bebatuan dekat air terjun. Semua teman-temannya bersorak sorai sementara Baji melempar-lemar koin di tangannya.  Baji kemudian melemparkan koin ke sungai,  dua orang anak melompat ke sungai dan berhasil mendapatkan koin.

Baji kembali melemparkan koin untuk Gotiya yang sejak tadi bersorak sorai dan telah menunggu mendapatkan giliran, anak itu pun muncul dari dalam dasar sungai dan berhasil mendapatkan koin. Musuh Baji yang sedang duduk di kejauhan menantang Baji “Hey Baji apa yang bisa kau lakukan?”.  Semua teman-teman Baji memuji kehebatan Baji. Baji menjawab tantangan dari musuhnya “Aku akan lebih pecaya ketika melakukannya dari pada hanya mengatakannya”.., aju berjalan di depan teman-teman ku karena aku sedang terburu-buru untuk bertemu dengan kesulitan  Mereka kembali bersorak sorai. Musuhnya menantang, Baji berjalan mendekati sungan dan  membuat semua teman-temannya terkejut dan meminta agar Baji tidak melompat, tapi musuh Baji memintanya untuk melompat, Baji menerima tantangannya dan mengeluarkan koin dari sakunya dan melemparkan Koin ke udara, Baji melihat koin jatuh kesungai. Ishu berlari ia datang ke Radha dan mengatakan  “Baji…., ia kelelahan dan menghela nafasnya, Radha bertanya “Ada apa dengan Baji?” Ishu menunjuk kearah sungaI  melanjutkan ucapannya …Baji  akan melompat kesungai”. Radha terkejut dan menjatuhkan nampan makanan di tangannya, Radha bergegas lari.

Chimna begitu senang dan ia bersorak sorai lagi,  Chimna bertanya pada adiknya “Lalu bagaimana ia akan di selamatkan sekarang”. Adik Chimna kesal. Radha Bai datang ke sana dan meminta Baji tidak melompat. Baji berpikir “aku  akan dihukum, sehingga akan menyelesaikan kesalahan”. Lalu Baji  melompat dengan jatuh sebelum ia jatuh  kesungai  ia mengedipkan matanya lalu ia tecebur ke sungai. Radha Bai lemas ia menangis  begitu juga teman-temannya menangis menghawatirkan Baji. Namun musuh Baji tertawa puas..
Baji keluar dari sungai memegang koin yang telah dibuang. musuhnya terkejut, sementara teman-temannya bahagia. Radha Bai lega tapi tegang. temannya menggoda musuhnya dan menyebutnya Bhalu ... .Radha Bai menegur Baji dan meminta dia untuk pulang ke rumah. Baji masih di dalam sungai Ia terkejut melihat ibunya dan hanya  tersenyum dan memegang telinganya.

Diistana, Rani Saheb mengatakan pada  Dhana ji “Aku sangat  menghormatinya, dan kau menghormati lu?”. Dhana ji mengatakan” ya”. Pant Pratinidhi mengatakan”Aurangzeb akan kita tangani”. Rani mengatakan “kami telah memenangkan banyak perkelahian dan peran”g. Balaji Vishwanath mengatakan” Aurangzeb tahu bahwa putra mu akan  duduk di Singhasan dan bukan kau”… ia berencana untuk membebaskan sebuah makam dari cengkeraman Aurangzeb dan mengatakan Chatrapati digunakan untuk memakannya  Rani Saheb  bilang “Aku akan mengajarkan pelajaran untuk Aurangzeb”.

Radha bai membawa Baji pulang dan menjewer telinganya, Radha mengambilkan tongkat dan akan memukul Baji, Baji kabur masuk kedalam rumah adik perempuan Baji  berjingkrak-jingkrak senang, Chimna memegang Baji dan bertanya pada ibunya “Aku sudah mendapatkannya”. Radha meminta agar Chimna memegangi Baji, Radha menciba untuk memukulnya dengan tongkat.

Baji mendorong adiknya dan ia kembali berlari. Baji mengatakan “Jika aku tidak bermain maka bagaimana aku busa menikmatinya”.  Baji meleompat dan naik ke atas tembok dan berdiri diatas tembok, Radha kelekahan  setelah mengejar Baji kia duduk, Baji menyadari akan sesuatu ia hanya terdiam menatap ibunya. Baji turun dan mengulurkan telapak tangannya pada ibunya “Pukulan mu akan terlihat manis untuk ku”. Radha meminta pada Baji untuk menjadi seperti Chimna dan bertanya pada Baji “Mengapa kau mengundang masalah”. Baji meminta agar ibunya mendukung kata-kata yang telah di ajarkan olehnya. Radha kesal berkata “Aku telah menjadi gila untuk mengajarkan mu, aku tidak menyadari kau akan terbang tinggi di langit melalui anak tangga”.  Baji  duduk di lantai dan memegang tangan ibunya mengatakan “Aayi… aku merasa, semua orang menantang ku, seperti pohon yang telah menantang ku untuk memerik buah dll”. Radha mengatakan “Kau tidak bisa mendengarkan ku, tapi kau bisa mendengar hal yang lain”. Radha menjewer Baji. Baji menjerit, Radha mengatakan “Biarkan ayah mu datang kesini dan aku akan mengatakan semua  yang telah kau lakukan padanya”. Radha masuk kedalam. Baji mengeluarkan buah asam untuk adik perempaunnya, Bihu senang dan  memeluknya, Baji teresenyum.

Balaji Vishwanath pulang. Radha membantu suaminya untuk mencuci tangan dan kakinya. Balaji bertanya “ Dimana Baji?” radha mengatakan pada suaminya  dan menceritakan apa yang telah Baji lakukan, Radha berkata “Apa yang ku pikirkan tentang Panditi  ketika meramalkan 3 bhavishya vani akan terwujud”. Balaji Vishwanath mengatakan “ia seperti udara yang tidak dapat berhenti, tetapi dapat diperbaiki di arah yang benar. ., aku seorang ayah, dan tidak bisa mengajarinya segala sesuatu dan  Itu adalah tugasmu untuk mengajarinya segala sesuatu”. …. “ jika anak-anak adalah layang-layang, maka seorang ibu adalah tali, layang-layang harus pergi ke arah yang dipilih oleh tali” .  Radha dan Balaji menatap ketiga anak-anak mereka yang sudah tertidur pulas.

Dipagi harim Chimna menulis namanya “ Shri Chimna ji Saheb”. Adiknaya tertawa, Chimna marah dan mengatakan “Tidak bisakah kau berhenti. Pihu malah tertawa, Baji datang dan bertanya “Ada apa Pihu?” Pihu meminta Baji untuk tidak berisik dan melihat sekelompok semut di lantai, Pihu mengatakan pada Baji bahwa semut melihat gudh / jaggery  untuk  semut lain, tapi dia telah dimakan gudh / jaggery.Pihu mengatakan “semua semut akan berpikir bahwa semut pertama telah berbohong”. Baji mengatakan itu “ salah untuk memiliki memberi harapan palsu”. Pihu meminta maaf pada semut-semut itu. Chimna datang menemui Baji dan Pihu kemudian  Baji mengelitikinya. Seorang pria datang untuk menjual mangga.  Baji datang ke dapur dan meminta Radha untuk membeli manga, Radha tertawa dan ketika akan membuka lemari ia teringat pada pesan Balaji.., Radha mengatakan  “Tapi sekarang aku  tidak punya uang yang tersisa setelah memberikannya pada Mangi”. Pihu menangis memeluk Baji, Baji mengatakan pada Pihu “Aku akan mendapatkan mangga, Radha menghentikannya “  bagaimana kau akan mendapatkan mangga tapi tanpa mencurinya”

Baji berfikir dan ia menggerak-gerakan kakinya, Pihu tertawa. . Dalam Pathshala itu, Baji berbicara dengan teman-temannya dan meminta mereka untuk membuat rencana untuk mendapatkan mangga, mereka berbicara tanpa mempedulikan hal yang lainnya. Chimna  meminta mereka  agar tidak berisik untuk berkonsentrasi pada  pelajaran mereka. Baji mengatakan” hari ini kita akan mendpatkan mangga untuk Aayi dengan kejujuran:. Mereka bersorak sorai dan pergi.

Musuh Baji (Bhalu) mengatakan “ Baji berkata bahwa guru ju tidak bisa membahayakan dirinya karena ia kebih ringan dari mangga”. Sesaat kemudian guru ji datang dan semua anak-anak memberikan samlam untuk guru ji dan meminta mereka untuk kembali duduk, guru ji menyadari jika Baji dan teman-temannya tidak ada untuk mengikuti pelajaran. Bhalu mengatakan hal yang buruk, dan guru ji kembali pergi. Chimna meminta Bhalu.. untuk memakan, Bhalu senang namun Chimna memberikan cabai di mulutnya. Bhalu berteriak kepedasan. Chimna mengatakan “Baji  saudaraku dan tidak ada yang bisa membahayakan dirinya”. Chimna bergegas pegi, Bhalu akan mengejarnya ia kembali minum.

Mereka datang ke Govind untuk mencari mangga. Govind mengingatkan mereka apa yang telah mereka lakukan dengan dirinya. Gotiya menunjukkan lungi dan mengatakan bahwa mereka meneruskan persahabatan kemudian memasukan lunginya kembali, ia duduk didekat Govind dengan  tangan dengan maksud mengambil mangga namun Govinda memukul tangannya, dengan percaya Gotiya bersorak sorai namun Baji dan temannya yang lain tidak menghirukannya. Govind meminta mereka untuk pergi  dan mulai memanggil Andha khuka ... ..Baji dan teman-temannya melihat orang melompat-lompat  dari pohon dan pohon bergoyang, lalu Andha kukha datang dengan paras yang menyeramkan dan membuat Baji dan teman-temanya ketakutan.

Precap:
Govind mengatakan” Andha Khuka dapat mendengar suara dan akan menghentikan  kalian untuk  mencuri mangga”. Baji mengatakan mereka akan mendapatkan mangga kejujuran dengan cara mencuri.


Rabu, 25 Januari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 2 ( 24 Januari 2017 ) : TERTANGKAPNYA BALAJI OLEH OAMERUDDIN, BALAJI DI DORONG DARI TEBING, RADJA BAI MELAHIRKAN BAYI LAKI-LAKI

JADWA TYO SONY TV : 24 January 2017



SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 2
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 




Index : Dhanaji meminta Balaji Vishwanath untuk diam-diam bertemu dengan Shahu yang ditawan oleh Mughal. Radhabai mengizinkan  suaminya (Balaji Vishwanath) untuk  pergi  dengan misi untuk menyelamatkan Shahu. Balaji Vishwanath diam-diam masuk ke dalam tenda Shahu. Dia belajar bahwa Shahu tidak sehat. Di sisi lain, Radhabai melahirkan bayi laki-laki. Pasukan Aurangzeb menangkap Balaji Vishwanath dan melemparkannya dari tebing.
-------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------


Malam hari, ketika itu hujan turun sangat deras, Balaji berjalan di lebatnya hujan yang sedang sangat deras.  Balaji datang meneui Dhanan ji.
Dhana ji bertemu dengan Balaji mengatakan padanya “Aku datang untuk mengetahui sesuatu , apakah kau telah kehilangan rumah dan juga pekerjaan mu?” Dhana ji bertemu dengan Balaji Vishwanath dan mengatakan "Aku datang untuk mengetahui, apa kau kehilangan rumah dan juga pekerjaan mu?". Balaji hanya mengangguk.
Balaji Vishwanath mengatakan " aku bisa melakukan pekerjaan apapun". Dhana ji mengatakan " aku datang untuk mengambil kembali Shivay.... Kau tidak dapat mengubah nasib mu, Hanya saja aku tahu bahwa kau hanya bisa melempar batu tinggi di batu dan memberikan uang sebagai uang muka". Balaji Vishwanath mengatakan " kau tidak bisa mengatakan ya tanpa mendapatkan n persetujuan seseorang". Dhana ji mengatakan "Aku memberimu kesempatan untuk membuat sejarah dan kau ingin meminta persetujuan istri mu yang mengajukan pertanyaan pada kejahatannya".  Saat itu hujan berhenti, Radha Bai mengamati suaminya dari jendela.
Dhana ji mengatakan " apa-apaan ini, jika dia tidak setuju maka aku akan kembali". Balaji Vishwanath memuji istrinya dan mengatakan "ia memiliki hak yang sama atas keputusannya".  Balaji menatap Radha bai dan berjalan masuk.
Didalam rumah, Radha Bai datang membawa gelas, ia berkata pada Balaji “ Tanah air ini akan meminta darah dan anaknya dan juga anak perempuannya”.  Radha memberikan teh untuk Balaji.

Balaji meminumnya, Radha tertunduk dan ia berkata “Aku tidak akan membiarkan mu untuk berhenti membuat sejarah  dan juga teriakan, bahkan anak kita juga akan memberikan dukungannya bahkan ketika kau akan pergi”. Radha bai kembali merasakan sakit diperutnya dan ia berteriak, Balaji berkata “Apa sekarang kau akan melahirkan?”. Radha berlinang air mata dan mengijinkan Balaji utuk pergi. Balaji Vishwanath menatap Radha, ia memeluk suaminya dari belakang dan  ia menangis meminta suaminya berjanji bawa dirinya akan segera kembali, Balaji Vishwanath menjanjikan pada istrinya " kepalanya akan dipotong kemudian aku akan kembali pada mu, ia memberlai istrinya  dengan tangannya. Iringan Jai Dev Shri Ganesha memainkan, Balaji melakukan puja, Radha keluar berjalan bersama dengan suaminyaia memberikan salam pada Dhanan ji.
Dhana ji dan Balaji Vishwanath duduk di kuda mereka masing- masing, Balaji Vishwanath menatap istrinya dan pergi. Balaji berpikir bahwa  masa depan anaknya tergantung pada kehadiran dan berjanji untuk kembali ke rumah. Radha menangis menatap kepergian suaminya.
Di aula pertemuan kerajaan, Pant Pratinidhi bertanya pada Rani Saheb " Shahuji telah kembali, jika dia akan membuatnya menjadi raja". Rani mengatakan "aku menolaknya dari pekerjaan dan memintanya untuk pergi".  Ram Chandra mengatakan pada Rani " apa pun yang dilakukan olehnya itu salah dan ia tidak setuju dengan usulnya"
Rani Saheb mengatakan pada Pashuram untuk membiarkannya untuk bicara dan mengatakan "beberapa orang berpikir bahwa mereka bisa memerintah dengan baik dari pasa aku".
Ram Chandra mengatakan " Dhana ji telah memilih seseorang untuk membawa kembali Shahuji ... Kadang kita harus menunggu". Shankar mengatakan "kita akan menunggu".
Rani  Saheb mengatakan "Aurangzeb tidak akan menunggu untuk melihat tidak ada duduk di Singhasan tersebut". … Sankar mengatakan bahkan Shahuji harus berubah di bawah pengaruh Aurangzeb, dan mengatakan dia tidak bisa membiarkan Singhasan kosong dan siapa yang  tidak setuju dengan ia bisa pergi". Semua orang terkejut.

Di tempat Dhana ji, mereka sedang berbicang di sebuah ruangan, Dhana ji mengatakan pada Balaji Vishwanath " cari tahu apakah Shahuji masih hidup atau tidak, dan mengatakan jika ia masih hidup maka dia akan mencari tahu apakah ia asli atau tidak". 
Balaji Vishwanath bertanya "mengapa tidak ada yang mencoba untuk mengetahui sampai sekarang". Dhana ji mengatakan "seseorang bekerja dengan Mughal dan akan membantu mu untuk masuk ke sana". Dhanan ji mengatakan " kau akan sendirian di sana".
Balaji Vishwanath terkejut dan bertanya" apa rencana selanjutnya?". 
Dhana ji mengatakan "aku telah memilih mi karena kecerdasan mu .. yang aku takutkan kau hanya akan sendirian di laga ini". Balaji Vishwanath mengatakan "ia hanya sedikit takut, tapi itu tidak berarti, dia tidak memiliki keberanian".Dhana ji mengatakan "kemenangan akan merangkul ketika seseorang hidup dan tidak mati, tersenyum ... "
Di perkumpulan perkemahan, seorang pria berjalan memasuki tenda, Shahu ji sedang duduk, pria itu mengatakan  kepadanya "ini peringatan hari ke-13 dari kematian pamanmu Chatrapati Maharaj..., kau dipanggil  Aurangzeb" . Shahu ji terkejut, ia berjalan ke bagian tenda  Aurangzeb bersama dengan utusan Aurangzeb dan bertanya "mengapa kau memanggil ku?".
Aurangzeb meminta semua pengawalnya keluar, ia mengatakan " aku  merasa buruk tentang paman Chatrapati Maharaj..., aku mengijinkan mu untuk memperingati  kematian ke-13 nya". Shahuji yang masih berdiri  bilang pada Aurangzeb  "aku akan makan makanan biasa bahkan hari ini". Aurangzeb mengatakan " kau marah dengan ku ... Kau telah diurus, ... Kau dan ibu mu dan ia bertanya " apa yang tidak memilikinya?' Shahuji mengatakan " membutuhkan kebebasan". Aurangzeb mempersilahkan Shahuji duduk
Shahu ji mengatakan pada Aurangzeb bahwa mereka hanya memiliki satu hubungan diantara mereka, dan itu hanya kebencian. Aurangzeb mendengarkannya  ia hanya terdiam  dan meminta pada mentrinya untuk menahan diri, lalu Auruangseb menuangkan minuman ke gelas  /jus apel. ia bilang " aku telah membuat mu aman di sini sejak 11 tahun, jadi mengapa aku membunuhmu sekarang?". Angurzeb meminta dia untuk minum. Shahu ji ragu untuk meminum, namun ia meminumnya dan ia terbatuk.
Aurangzeb mengatakan " aku memiliki benih di dalamnya, dan aku akan sadar kadang-kadang akan ku sebar... Jika kau ada dalam kondisi mereka, maka kau tidak akan bisa kawin lari, karena Marthis sedang berusaha untuk membuat mu kawin lari dari sini dengan seseorang"
Sahuji berfikir "ia akan melihat pemberani dari Marathis untuk langkah Mughal.
Shahu ji menjadi lemas, ia memegangi lehernya dan ia jatuh pingsan. Mentrinya bertepuk untuk memanggil penjaga, dua orang prajurit datang untuk membawa Shahu ji dari ruangan Aurangzeb.
Diluar tenda Aurangzeb, Balaji sudah bersiap dengan mengenakan pakian prajurit lengkap dengan prisai dan juga pedangnya, ia berjalan menuju kekaisaran Mughal dan melihat keadaan sekeliling perkemahan, prajurit rata-rata sedang tertidur pulas, Balaji melihat kesalah satu tenda. Ia kemudian kembali dan membersihkan kudanya. Balaji berbicara pada ajudannya berkata “Aku yakin Shauji ada di salah satu tenda itu”.  Ajudannya berkata  " mungkin trik Aurangzeb untuk menipu kita" . Balaji bilang "aku harus masuk kesana  untuk melihat". Ajudanya ketakutan “Apa maksud mu?”.
Balaji menancapkan pedang dan menaruh prisainya, ia berjalan menuju tenda yang sejak tadi menjadi targetnya, ia berlari namun tersandung batu, Balaji bergegas menuju ke jendela, ia mengintip dari lubang jendela ketika itu Sahuji sedang batuk dan berbaring lemah, Balaji masuk ke dalam tenda lalu bersembunyi ketika melihat ibu Sahuji datang untuk merawatnya, Ibu Sahuji berkata “Aku akan membawakan obat untuk mu”, kemudian Ibu Sahuji meminumkan obat pada putranya yang terus terbatuk, Balaji mengintip dari tempat persembunyiannya, ibu Sahuji melepaskan cincin dan kemudian menaruh semua perhiasan Sahuji di sebuah meja, Balaji keluar untuk melihatnya ketika ibunya masuk kedalam. Balaji mengambil cincin Sahuji dan saat itu ibu Sahuji akan kembali, Balaji berlari dan menginjak jebakan yang telah disiapkan…, ia terjebak kedalam perangkap jaring dan terjatuh ke selokan air. Balaji terkejut ketika semua prajurit Qameruddin mengepungnya dari atas.
Qameruddin tertawa ia menceritakan bahwa dirinya curiga saat mendengarkan suara batu dan Balaji masuk ke tenda Sahuji.
Keesokan paginya, Radha Bai yang sedang melakukan puja, tiba-tiba saja perutnya sakit dan akan melakukan persalinan, ia menjatuhkan wadah air beberapa wanita bergegas berlari untuk membantunya.
Qamaruddin menyiksa Balaji Vishwanath hingga muntah darah, ia membawanya ke hadapan  Aurangzeb, Aurangzeb mengatakan " kau telah menunjukkan keberanian dan aku menghormati orang yang berani". , Aurangzeb memberinya kebebasan untuk memilih kematian Balaji ... dan bertanya "apakah kau ingin terbunuh oleh pedang, atau jika ia ingin didorong dari tebing".
Balaji Vishwanath mengingat janji yang  telah dibuat pada istrinya, dan mengatakan pada Aurangzeb " aku lebih suka mati dengan pedang dan takut jatuh dari tebing". Qameruddin menatap Aurangzeb yang hanya mengangguk. Namun Aurangzeb menghianati janjinya, ketika itu  QamarUddin membawa Balaji dekat ke tebing dan dua  orang  prajurit siap untuk mendorongnya
Balaji Vishwanath  didorong dari tebing, dan jatuh di lembah dan pingsan. Qamar Uddin mengatakan" tidak tahu apa yang akan menjadi takdir Marathis". Di sisi lain, Radha Bhai telah melahirkan bayi laki-laki yang akan diberi nama sebagai Peshwa Baji Rao. Bayi laki-laki mungil ditaruh disamping ibunya yang masih terbaring lemah.

Precap:
Seseorang mengatakan pada Radha Bai nahwa dirinya telah menjadi janda dan memintanya  untuk mengikuti kebiasaan. ia menolak dan berteriak. Kemudian Sedikit ditampilkan sosok Bajirao.

 SONY TV


Selasa, 24 Januari 2017

PESHAWA BAJIRAO EPISODE 1 (23 Janurai 2017) : KEHAMILAN RADHA BAI, TRAGEDI PEMBAKARAN RUMAH, MAHARAJ CHATARPATI MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA DIHADAPAN ISTRI PERTAMANYA

JADWAL TYO SONY TV :  23 January 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 1 (PERDANA)
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 




Index : Awal kish Peshwa Bajirao dimulai dengan kisah Peshwa 'Balaji Vishwanath Bhatt 'dan istrinya 'Radhabai. Balaji Vishwanath menginformasikan Radhabai bahwa segera mereka akan diberkati dengan seorang anak yang akan menjadi Raja yang hebat di masa depan. Pasangan tersebut pindah dari rumah mereka di Chiplun saat prajurit  Mughal menyerang desa mereka. Tararani Saheb adalah ratu Chhatrapati Rajaram Bhonsle. Pada kematian Rajaram, janda Tararani menjadi Janda memproklamasikan anak laki-lakinya yang masih bayi, Shivaji sebagai pengganti Rajaram dan dirinya sebagai bupati. 

-----------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------

SINOPSIS TAYANGAN PERDANA BY MADE

Malam hari ketika itu Maharaj shivaji rao melakukan puja  pada dewa siwa di dalam gua dan mengatakan "Om Namashya vay"., ia mengelurkan pedangnya  dan memotong jarinya, ia berjani untuk menang dan tidak akan membiarkan musuhnya untuk duduk damai. Lalu ia bersorak sorai mengatakan “Har.. har Mahadev”, dan semua pengikutnya pun ikut bersorak sorai, Maharaj shivaji rao kemudian memasukan kembali pedangnya dan berjalan pergi sementara itu semua pengikutnya terus bersorak sorai Har..har … Mahadev.
Suara narrator berkata “Har… Har .. Mahadev… Maharaj shivaji rao akan meninggal dan Mughal akan mencoba untuk merebut kerajaan”.

Setelah 55 tahun berlalu, ayah Peshwa (Balaji Vishwanath Bhat) sedang berdoa pada dewa siwa dan bersorak sorai Har..har Mahadev, ia hatinya sedang dirundung ketakutan yang sangat besar, Balahi mengatakan " Maharaj Shivaji Rao telah mengambil sumpah / shapath, tapi ia tidak bisa memenuhi janjinya... "Kaisar Mughal Aurangzeb mengkhianati Maharaj Shivaji Rao dan melukai dia". Kilas balik di tampilkan ketika sekelompok pria berkuda sedang melintas, dan beberapa orang sedang berndam disungai bersiap-siap untuk melelapkan diri ke dalam air. Balaji meminta pada Maha dev  untuk mengirim seseorang untuk melindungi kerajaan atau kerajaan mereka akan hancur.
Pandit datang ia berdiri di luar dan  berkata pada Balaji “ Aku merasa baik ketika melihat seseoarang sedang berdoa untuk kerajaan mereka, tapi siapa yang akan menulis swaraj di negeri ini, ia akan pasti akan menjadi anak mu saja”.  Balaji Vishwanath Bhat mengatakan " bahkan aku tidak punya anak".

Pandit JI berkata "takdir telah memilih anakmu untuk merangkul Swaraj dan ia akan lahir di rumah mu " Balaji Vishwanath Bhat  datang menemui pandit, ia mencakupkan kedua tangannya dengan rasa penuh syukur dan pandit memberkatinya.
Di sebuah  pedesaan, Seorang wanita (Radha Bai /  sitri dari istri Balaji Vishwanath sedang bernanyi Bhajan, alunan suaranya terdengar sangat merdu menggema di perkampungan yang begitu sangat tenang, beberapa anak sedang bermain dan berlari. Radha sedang berdoa, kemudian ia duduk di meja dan mulai menulis di selembar kerta bahwa ia telah sampai di tempat tinggalknya dan menuliskan bahwa suaminya telah mendatkan perkejaan dan juga rumah… dalam surat itu Radha menambahkan bahwa ia juga mendapatkan sarang burung, ia berpikir untuk mendapatkannya..., kemudian Radha kembali  berpikir harus ada perbedaan antara Mughal dan Marathis. Radha berkata " Kita tidak bisa membuat sarang untuk kita sendiri, tidak peduli apa yang akan terjadi ... tapi kita bisa membiarkan sarang seseorang untuk membangunnya". Ia tesenyum dan menggulung kertas suratnya. Kemudian sesorang datang mengetuk pintu rumahnya dan mengejutkannya. Radha bangun dan bertanya “Siapa yang datang?” . Radha membuka pintu dan keluar namun ia tidak menemukan siapapun di luar, Radha akan kembali masuk akan tetapi ia mencurigai sesuatu, ia melangkah maju dan menemukan keranjang buah yang terletak di luar. Balaji Vishwanath Bhat datang dan memeluknya dari belakang. Radha terkejut, lalu Mereka bicara tentang Aurangzeb. Lalu ia marah dan masuk kedalam rumahnya.

Balaji Vishwanath Bhat menatapnya Radha tertawa dan bertanya “Ada apa?”, bALAJI bertanya pada Radha, Balaji banyak bertanya dan mengajukan pertanyaan “Beri tahu aku, apakah kau sedang hamil?” tanpa disadari Radha mengatakan “Ya”. Radha salah tingkah dan tertawa, Balaji sangat bahagia dan kemudian memeluknya. Radha terdiam seketika dan Balaji beingung menatapnya. Dengan sangat ragu, Radha Bai mengatakan pada suaminya “Bagaimana jika kita tidak dapat memberikan pendidikan yang baik untuknya?”. Balaji mengatakan untuk meyakinkan Radha dan menyentuh perutnya “Anak kita akan menjadi kaisar besar dan akan mendapatkan Swaraj”. Mendengar ucapan suaminya Radha senang. Mereka kembali berpelukan.

Hari-hari telah berlalu, Radha kembali bernyanyi melantunkan nyanyian yang sangat merdu memecah kesunyian malam di desanya. Balaji memberikan beberapa pakaian untuk Raddha ia mengelurkan sebuah patung dan terus menatapnya, Radha Bai mengatakan "aku senang mereka memiliki rumah ini sekarang". Balaji mengalihkan pembicaraan dan ia menaruh semua pakian miliknya ke kotak penyimpanan dan memintanya bangun,  Radha merasa tendangan bayi di perutnya dan mengatakan " bayi ku menendang seolah-olah ia marah dengan seseorang". Balaji tertawa mendengarkan ucapan Radha.

Mereka terkejut mendengarkan suara bising dari luar dan suara gajah, Balaji keluar mendengarkan semua orang sedang teriak. Sekelompok orang utusan Aurangzeb sedang menyerang Marathis, Rahda bai meminta agar suaminya masuk kedalam rumah ia bergitu sangat kahawatir. Radha bai ketakutan dan mengambi patung dewa di tempat pemujaannya, sementara itu suaminya sedang menaikan seluruh barang-barang mereka ke kereta. Diluar sekelompok prajurit berkuda menyerang penduduk kampung dan membunuhnya, Balaji meminta agar istinya tenang dan duduk di kereta, sementara itu ledakan api terjadi dan membakar salah satu rumah penduduk, Balaji dan istrinya terkejut ketika ia melihat api diluar rumah mereka telah membesar. Beberapa prajurit itu sengaja membakar rumah-rumah penduduk, Balaji mengambil obor yang ada di keretanya, Radha bertanya “Apa yang akan kau lakukan”. Balaji Vishwanath Bhat mengatakan " rumah ini adalah milik kita dan hanya kita yang memiliki hak untuk membakarnya Balaji  akan membakar rumahnya snediri, Radha menangis dan tidak setuju dengan usulan Balaji

Balaji kemudian melemparkan obor, api jatuh terpat diatas atap dan membakar jerami di atas rumah mereka. Radha menangis sedih karena ia telah kehilangan rumahnya, mereka menatap sedih kerah rumah mereka yang telah terbakar dan kemudian ia menaiki ke keretanya, sekali lagi mereka menatap ke rumah dan mereka mulai berangkat meninggalkan perkampungan dengan kereta, Radha terus menangis, ia duduk di belakang kereta dan bertanya pada suaminya “ Kemana kita akan pergi?”. Balaji mengatakan “Kita akan mencari rumah baruRadha Bai bertanya " ke mana kita akan pergi?" Balaji mengatakan "kita akan mencari rumah baru... Kau mungkin berpikir mengapa aku tidak menantang Mughal … kita  tidak bisa mengambil risiko untuk masa depan  bayi ini untuk perang".

Di tengah perjalan mereka melarikan diri dari perkampungan, sambil mengemudikan kereta, Radha menangis berkata pada Balaji “ Aku merasa sangat buruk karena mereka telah membakar rumah di perkampungan.. dan impian mereka juga telah ikut terbakar. Balaji meminta pada istrinya agar ia  untuk terus bermimpi bahkan jika ajal sudah datang dan meminta janji. Radha Bai hanya mengangguk.

Beberapa prajurit berkuda menegur dan menghentkan perjalanan mereka, prajuri bertanya pada Bakaji “Apakah kalian pikir…, kalian bisa melarikan diri?”. Prajurit juga meminta agar Balaji menyerahkan perhiasannya, Balaji meminta agar istinya menyerahkan perhiasannya,. Balaji Vishwanath Bhat meminta mereka untuk tidak menyentuh istrinya dan memberikan perhiasan. Tapi Mereka memintanya untuk memberikan mangalsutra juga. Balaji Vishwanath Bhat meminta agat mereka untuk melepaskan mangalsutra. Salah satu praurit maju, ia akan mencoba melepaskan magalsutra yang dikenakannya,, tapi Radha memulul parjurit itu.

Seorang putra laki-laki dari  Aurangzeb bertanya " apakah kau akan menghentikan kami .. Mereka mengejek mengatakan " tangan brahmana memiliki pena dan bukan pedang" seorang Pria berjalan menuju Radha Bai, Balaji Vishwanath Bhat membunuh semua prajurit  untuk melindungi istrinya. Radha yang ketakutan bergegas memeluk suaminya dan memangis. Balaji mengusap air mata radha dan memeluknya.
Suara Narator menjelaskan setelah perlawanan yang di lakukan oleh Balaji untuk memperjuangkan keselamatan istri dan anaknya,  masalah tidak hanya sampai di sana. Ditampilkan bebetapa orang sedang menunggangi kuda di kegelapan malam, mereka mamasuki istana.

Seorang wanita turun dari keretanya, ia merupakan  istri kedua dari Chatrapati Shivaji Rao terlihat sedang menangis ia melangkah masuk kedalam istana untuk melihat suaminya yang ternyata sedang berbaring lemah. Pedana menteri memberitahu pada istri pertamanya  bahwa suaminya sudah lama sakit keras dan terus terbatuk dan berbaring lemah di tempat tidur, sang istri  memerintahkan semua orang keluar dari kamarnya.
Istri keduanya mengatakan "aku juga istri Chatrapati maharaj" . Istri kedua yang duduk di samping suaminya pun menangis mencemaskan keadaan suaminya yang sedang sakit,  istri pertama mengatakan " semua jari tidak sama dan itulah mengapa semua istri tidak memiliki tempat yang sama dalam hidupnya". Istri keduanya terkejut dan menangis ketika dirinya diminta keluar oleh istri keduanya. Istri keduanya  keluar ia menggendong anak yang masih kecil dan berlari keluar.
Maharaj Chatrapati terus terbatuk, istri keudanya berlari dan bergegas melihat keadaan suaminya yang sedang berbaring lemah. Istri kedua memegang tangan suaminya

Suaminya  mengatakan" keponakan ku... Sahuji akan duduk di Singhasan ku..." Maharaj Chatrapati meminta pada istrinya untuk berjanji padanya. Istrinya memegang tangannya meyakinkannya, kemudian Chatrapati meninggal. Pedana mentrinya menangis ketika Maharaj Chatrapati menghembuskan nafas terakhirnya , istri pertamanya    menangis berlinangan air mata menatap kepergian suaminya, anaknya yang masih kecil menghampiri ayahnya dan menangisi kepergian ayahnya disamping ibunya, ibunya mengusapkan air mata sambil menatap kearah jasad suaminya, istri pertamnya  mengajak anaknya pergi ke aula, semua orang sedang berkumpul lalu istri pertama Maharaj Chatrapati memecahkan gelang ditangannya dan menangis patahan gelang berhamburan di lantai, semua orang berlutut ketika mengetahui Maharaj Chatrapati telah meninggal, lalu istri keduanya  pun juiga memecahkan gelang ditangannya ia pun menangis sedih lalu mengambil bayi kecilnya .
Istri pertama berkata “Dinasti kami tidak akan membiarkan kami untuk meratapi kepergian Maharaj Chatrapati”. Ia mengumumkan  “Aku ingin memenuhi keinginan terakhur dari suami ku…, maharaj ingin putra kami menjadi raja” istri pertama maharaj menggandeng putranya
Semua pedana menteri berdiri setelah  mengetahui tentang keinginan terakhir Maharaj Chatrapati dan terkejut, salah satu dari pedana menteri bertanya “Bagaimana bisa dia membuat anaknya menjadi seorang raja, ia bukan Shauji”. Istri pertama Maharaj berkata “Ini keinginan terakhir dari mendiang suami ku, aku akan mengumumkan raja berikutnya”. Semua hanya mengangguk, istri pertama mulai berjalan meninggalkan aula koridor dengan membawa anaknya diikuti oleh pedana menteri, mereka keluar dan di bawah semua rakyat ikut berkabung untuk mendiang Maharaj  Chatrapati ketika ratu mengumumkan kematian raja mereka, semua menangis sedih karena telah kehilangan Chatrapati. Mereka bersorak sorai, dan ratu juga bersorak sorai “Har..har maha dev “ yang diikuti oleh pendukungnya.
Keesokan paginya, Balaji bersama dengan istrinya melintasi jalanan yang telah dipenuhi oleh banyak orang dengan menggunakan pakaian berwarna putih, mereka bingung meliat mereka berjalan dengan membawa segala perlengkapan seperti kambing dsbnya. Balaji berhenti di sebuah rumah dimana seorang wanita sedang berdiri dan ia memberikan salam pada wanita itu, Balaji dan istrinya beristirahat disana, Balaji sedang menyegarkan dirinya ia mencuci mukanya, pemilik rumah (wanita yang menyambut Balaji) ia membawakan haduk dan minuman untuk Balaji dan Radha Bai,  datang  membicarakan tentang kematian Maharaj Chatrapati, ia menambahkan bahkan sang ratu meminta agar anaknya tidak menangis dan besiap untuk menangani dinasti yang telah di tinggalkan oleh ayahnya. Radha berbicang dengan wanita itu dan ia melihat ketika suaminya mengeluarkan beberapa keping uang logam dari dalam sakunya.
Sementara itu, upacara terakhir mendiang Maharj Chatrapati sedang berlangsung, suasana begitu sangat penuh dengan duka. Istri pertama dan istri kedua Chatrapati begitu sangat sedih. Anaknya menangis danRani Saheb/ ibunya  meminta agar ia diam dan tidak lagi menangisi kepergian anaknya dan berpesan bahwa ia harus bisa menerima kepergian ayahnya dan menjalankan pesan terakhir dari mendiang ayahnya. Ketika itu Dhanan ji datang ke sana dan membicarakan tentang permintaan maaf pada ratu dan mengakui jika dirinya telah berfikiran salah, Dhana Ji berkata “Banyak orang yang menginginkan Shauji  untuk duduk di singgasana tersebu”.., Rani Saheb meminta semua pelayan yang hadir disana untuk menutup telinga mereka.  Rani Saheb menjawab “bahkan aku juga menginginkan hal yang sama dan itu sesuai dengan keinginan terakhiar suami ku, tapi Sahuji dan juga ibunya berada di penjara oleh Mughal dan hal itu membuat Dhana Ji begitu sangat terkejut.
Disebuah perkemahan, Aurangzeb berkata “Kita harus tetap menahan Shuji untuk menjaga Marathis agar tetap aman saat berada dalam kontol kami dan istri dari Chatrapati sama sekali tidak mengetahui jika sejak 11 tahun yang lalu Sahuji telah di penjara oleh Aurangzeb… tidak akan ada yang tahu jika Shauji itu asli atau palsu, tidak akan ada yang tahu jika dirinya Shahuji yang sebenarnya atau bukan”. Aurangzeb duduk tersenyum di singgasananya
Kembali ke istri pertama mendiang  Maharaj Chatrapati,  Dhanan ji berkata “Hanya ada satu orang yang bisa membeaskannya dari cengkaraman Aurangzeb dan memberitahukan nama orang tersebut adalah Balaji Vishwanath Bhat dan sang ratu terlihat penuh dengan harapan.
Ketika itiu Balaji sedang bersama dengan Radha Bai.

Precap:
Marathis bertanya-tanya tentang nasib mereka di kerajaan. Balaji bersama parajuritnya mencoba untuk membebaskan Shauji, Peshwa Balaji kecil telah lahir, dan Peshwa tumbuh besar diperkenalkan sedang melompat ke sungai, Radha bai berteriak memanggilnya dan terkejut