Selasa, 31 Januari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 6 ( 30 Januari 2017) : QOMARDUDDIN DATANG UNTUK MENEMUI TARA RANI SAHEB DAN MENYOMBONGKAN DIRINYA PADA BALAJI, BAJI BERTEMU DENGAN NASER PUTRA DARI QOMARUDDIN KETIKA AKAN MANDI DI SUNGAI

JADWAL TYP SONY TV : 30 januari 2017

SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 6
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 



Index : Guru Bajirao menghukumnya karena tidak hadir lagi di sekolah pada hari sebelumnya. Bajirao dan teman-temannya bergegas menuju sungai. Balaji Vishwanath berencana bertemu dengan Kamruddin. Tentara Mughal menghentikan Bajirao pergi ke sungai. Putra Kamruddin, Nasir, menantang Bajirao dan teman-temannya untuk bermain tarik-menarik dengan seekor gajah.
----------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------


Baji  senang ia datang menemui adik-adiknya Baji mengatakan pada Pihu “Aku telah mendapatkan sesuatu di dalam diri ku”. Pihu bertanya “Apa?”. Chimna dan Pihu menatap Baji, Baji sangat bangga dan mengatakan “didalam diri ku .., aku Swabhimaan”. Bahkan Pihu dan Chimna mutari Baji,  Pihu bingung dan bertanya “Tapi aku baru saja memulai Paath ku.. apa itu kak?”.., sepertinya itu sebuah kata yang sangat berarti”. Baji menjawab “Bahkan aku tidak tau .. tapi aku yakin ini hal yang baik” Baji meminta pada Chimna “Apa yang kau pelajari dalam buku, ketika kau tidak tahu apa artinya?.. Pihu mengulangi ucapan kakaknya Baji dan mereka meninggalkan Chimna sendirian.

Balaji bersama dengan Radha Bai, ia mematikan lampu. Balaji mengatakan pada Radha bahwa itu tidak mengambil waktu untuk membuat Swabhimaan berubah menjadi Abhimaan, dan meminta Radha  untuk berhati-hati. Radha mengatakan “ baik-baik saja “ dan Radha meminta Balaji  untuk berhati-hati ketika ia bertemu QamarUddin. Radha mengatakan “ jangan biarkan dia memukul di belakang mu”. Balaji meyakinkan istrinya.
Diperkemahan Qomae Uddin berbicara dengan putranya dan memintanya untuk membuat musuh-musuh mereka membungkuk pada dirinya dan kemudian dengan licik memukulnya pada titik lemahnya, Putranya mengatakan “Sekarang musuh yang akan marah”
Qomar Uddin meminta agar putranya belajar hari ini, ia memengatakan “ jangan harimau, tapi Chameleon”. Seorang utusan datang dan mengatakan “Aurangzeb yang memanggil mu”.  Putra Qamar Uddin mengambilkan topi ayahnya dan  bertanya “ apakah ia akan melakukan hal yang sama dengan Marathis”,  ayahnya hanya tersenyum dan menepuknya.

Qamar Uddin  datang ke ruangan  Aurangzeb dan memberikannya salam. Aurangzeb bertanya  “Apakah kau sedang memikirkan rencana?”. . Qamar Uddin mengatakan”Aku  akan memenangkan perang tidak dengan memerangi tetapi dengan mengetahui  kelemahan musuh …  aku akan tahu kelemahan mereka dan mengistirahatkan dari dalam”.  Mendengar hal itu, Aurangzeb senang ketika ia mendengar rencana Qomar Uddin lalu memintanya untuk datang mendekat, Qomaruddin datang dan berlutut  lalu Aurangzeb mencium dahinya.  
Aurangzeb mengatakan “Aku memiliki lebih  percaya kebenaran dari mu dari pada dari anak-anak ku”. Aurangzeb kemudian meminta Qomaruddin pergi untuk mematahkan ego Mogul yang akan mencerna kejujuran mereka dari dalam.

Keesokan paginya,  Baji bersama dengan teman-temannya sedang sekolah dan mengikuti pelajaran,  Baji mengatakan pada  Gotiya dan teman-temannya bahwa ayahnya mengatakan ia mendapat Swabhimaan. Chimna berpikir “Baji  mendengar dan berpikir itu adalah kata yang baik”. Gotiya mengatakan “ kita semua harus memilikinya”.  Balu mengatakan  “ hal itu disebut Swayam ka abhimaan, tidak  akan membuatnya jatuh”. Baji  datang menghampiri Bhalu dan mengucapkan terima kasih dan mengatakan “  aku tidak akan membiarkan Swabhimaan jatuh”. Guru ji datang dan mengatakan “semua telah membuat gigi berasa  pahit”. Guru Ji bertanya pada semua muridnya “Apa kalian  semua memiliki mangga?”  Gotiya mengangguk. Guru ji marah dan mengambil tongkat, lalu meminta Baji maju, ketika Guru ji akan memukul, Baji menckupkan tangannya dan meminta maaf pada Guru Ji dan mengatakan “”Ibu ku telah memarahi kami semua dan membuat hkuman kamu belajar Paath” dan Baji meminta teman-temannya untuk membacakannya dan mereka membaca Paath tersebut bersama-sama, Bhalu tertawa senang

Guru ji mengatakan “Kau  telah melanggar aturan dan  kalian semua harus menanggung hukuman”. Baji meminta pada Guru ji  hanya menghukumnya saja karena  ia adalah orang yang meminta agar  teman-temannya keluar meninggalkan pelajaran, Baji memberikan telapak tagannya dan Guru Ji menyabetinya dengan tongkat, dan mengusir mereka semua pergi keluar dan  berlajar Paath pada orang yang kemarin telah mengajari mereka Paath.


Baji dan teman-temannya berjalan di ladang. Baji mengatakan bahwa Guru ji takut pada ku  dan itulah mengapa  hanya membuat  dirinya dan juga teman-temannya menyuruh keluar. Gotiya mengatakan “ Radha akan memarahi mereka”. Baji mengatakan “ mari kita pergi dan mandi di sungai”. Mereka berlari menuju sungai

Balaji datang untuk menyambut Qamar Uddin. Qamar Uddin kesal melihat Balaji yang telah menyambutnya dan memberikan salam padanya,  dengan sombongnya Qomar Uddin  mengatakan “ meskipun Marathis lupa untuk menyambut ku  dengan baik, aku  berjalan dengan orang-orang ku  untuk menyambut diriku sendiri”. Qomaruddin bertepuk tangan dan  beberapa orang pria dari pihaknya bermain band. Balaji berpikir orang ini sangat pintar. Qomar Uddin hanya tersenyum licik dan meminta semua orang masuk.


Tara Rani Saheb datang ke Rani Rajasvi untuk menceritakan tentang Mughal. Rani Rajasvi memberitahu “Kau  telah membuat ku dan anak ku di caravas ini sejak 7 tahun”. Tara Rani mengatakan “ apa pun yang aku  lakukan adalah untuk melindungi mereka dan kerajaan”. Tara Rani mendengar iringan musik sedang di mainkan  dan berpikir Mughal telah tiba.

Baji dan teman-temannya berlari datang ke sungai untuk mandi. Mereka di kepung oleh beberapa orang prajurit yang menghentikan mereka dalam bahasa Urdu. Baji berpikir “Aku akan membuat  puisi dan kata wah wah.”  Seorang prajurit mengatakan “Putra Qomar Uddin (Naser) sedang beristirahat disana, kalian tidak bisa pergi kesana”.  Baji mengatakan “ ia memiliki begitu banyak nama dan meminta Naser  untuk  keluar sehingga ia bisa tidak peduli apakah ia  besar atau pendek untuk memotong namanya.” Baji mengatakan “ kau  tidak harus membaca sejarah …  tempat ini milik kami”.
Naser meminta prajurit  untuk membiarkan mereka pergi dan mengatakan “kita akan menggeser tenda kami di suatu tempat”. Baji memberinya tantangan berkara  “ aku akan pergi ke sungai kami, tetapi kau harus pergi  dari sini”.  Naser menerima tantangannya “ kau  menantang ku  dan menunjukkan kesombongan mu?” . . Naser berpikir tentang Qamar Uddin mengajarkannya agar bertekuk lutut didepan musuh dan kemudian menembus kuku di antara dua jari kakinya, Naser meminta Baji untuk bermain permainan  Qamar Uddin mengatakan Balaji “anaknya datang dari  Sasvad”. Balaji mengatakan “itu adalah desa ku, mereka tidak akan menghadapi masalah di sana”.  Di dekat sungai, Naser datang  menghampiri ke Baji  dan mengatakan  “ aku  Mughal dan kami memerintah di sini”. Baji mengatakan “Aku  memiliki Swabhimaan aku  tidak akan pernah membiarkan itu  jatuh”.

Qamar Uddin mengejel  Marathis dan mengatakan “ Mogul tahu bagaimana memperlakukan tamu mereka, tapi sayangnya Marathis tidak tahu dan mengirim prajurit  kecil seperti mu  untuk menyambutku” . Qamar Uddin bertanya tentang pendapatnya pada Balaji. Balaji meminta Qamar Uddin mengatakan “apa yang kau  inginkan?”  …  Rani Tara dan Dhana ji meminta ku  untuk menuruti keinginan mu”. Qamar Uddin berpikir untuk sementara dan mengatakan setiap keinginannya. Qamar Uddin meminta Balaji  untuk membawa sepatunya. Balaji gugup dan bertanya “Apa yang kau katakan”.  Qamar Uddin mengatakan “sepatu”. Qamar Uddin meminta Balaji membawa sepatunya. Balaji ingat apa Dhana ji mengatakan kepadanya bahwa Mughal akan melakukan  penghinaan dan itu juga dengan cinta. Qamar Uddin  bertanya “ apa yang sedang kau  pikirkan?” Balaji berjalan mengambilkan sepatunya

Naser menjelaskan permainan pada  Baji., teman-teman Baji memuji Baji dan meminta ia untuk mengatakan “ya” .. Baji mengatakan “ kita ada 4 dan mereka hanya  2.., Kami yakin  akan menang  Balaji  meminta Naser untuk memanggil temannya yang  berusia 3 tahun. Naser memanggil gajah bernama  Yakut... Baji dan teman-temannya ketakutan ketika gajah itu datang. Naser tersenyum dan menyapa Yakut.

Precap:
Naser meminta Baji dan teman-temannya untuk menarik gajah pada mereka. Baji dan teman-temannya berusaha keras. Kemudian Balaji mengatakan pada Radha “Qamar Uddin sangat licik dan dia tidak tahu apa yang terjadi dalam pikirannya”. Qamar Uddin meminta Naser untuk menangani Marathis muda  dan mengatakan aku  akan menangani yang lebih tua ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar