JADWAL TYP SONY TV : 30
januari 2017
----------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------
Baji senang ia datang menemui adik-adiknya Baji mengatakan pada Pihu “Aku telah mendapatkan sesuatu di dalam diri ku”. Pihu bertanya “Apa?”. Chimna dan Pihu menatap Baji, Baji sangat bangga dan mengatakan “didalam diri ku .., aku Swabhimaan”. Bahkan Pihu dan Chimna mutari Baji, Pihu bingung dan bertanya “Tapi aku baru saja memulai Paath ku.. apa itu kak?”.., sepertinya itu sebuah kata yang sangat berarti”. Baji menjawab “Bahkan aku tidak tau .. tapi aku yakin ini hal yang baik” Baji meminta pada Chimna “Apa yang kau pelajari dalam buku, ketika kau tidak tahu apa artinya?.. Pihu mengulangi ucapan kakaknya Baji dan mereka meninggalkan Chimna sendirian.
Balaji
bersama dengan Radha Bai, ia mematikan lampu. Balaji mengatakan pada Radha
bahwa itu tidak mengambil waktu untuk membuat Swabhimaan berubah menjadi
Abhimaan, dan meminta Radha untuk
berhati-hati. Radha mengatakan “ baik-baik saja “ dan Radha meminta Balaji untuk berhati-hati ketika ia bertemu QamarUddin.
Radha mengatakan “ jangan biarkan dia memukul di belakang mu”. Balaji
meyakinkan istrinya.
Diperkemahan
Qomae Uddin berbicara dengan putranya dan memintanya untuk membuat musuh-musuh
mereka membungkuk pada dirinya dan kemudian dengan licik memukulnya pada titik
lemahnya, Putranya mengatakan “Sekarang musuh yang akan marah”
Qomar Uddin meminta agar putranya belajar
hari ini, ia memengatakan “ jangan harimau, tapi Chameleon”. Seorang utusan
datang dan mengatakan “Aurangzeb yang memanggil mu”. Putra Qamar Uddin mengambilkan topi ayahnya
dan bertanya “ apakah ia akan melakukan
hal yang sama dengan Marathis”, ayahnya
hanya tersenyum dan menepuknya.
Qamar Uddin datang ke ruangan Aurangzeb dan memberikannya salam. Aurangzeb
bertanya “Apakah kau sedang memikirkan
rencana?”. . Qamar Uddin mengatakan”Aku akan memenangkan perang tidak dengan memerangi
tetapi dengan mengetahui kelemahan musuh
… aku akan tahu kelemahan mereka dan mengistirahatkan
dari dalam”. Mendengar hal itu, Aurangzeb
senang ketika ia mendengar rencana Qomar Uddin lalu memintanya untuk datang
mendekat, Qomaruddin datang dan berlutut lalu Aurangzeb mencium dahinya.
Aurangzeb mengatakan “Aku memiliki
lebih percaya kebenaran dari mu dari
pada dari anak-anak ku”. Aurangzeb kemudian meminta Qomaruddin pergi untuk
mematahkan ego Mogul yang akan mencerna kejujuran mereka dari dalam.
Keesokan paginya, Baji bersama dengan teman-temannya sedang
sekolah dan mengikuti pelajaran, Baji
mengatakan pada Gotiya dan
teman-temannya bahwa ayahnya mengatakan ia mendapat Swabhimaan. Chimna berpikir
“Baji mendengar dan berpikir itu adalah
kata yang baik”. Gotiya mengatakan “ kita semua harus memilikinya”. Balu mengatakan “ hal itu disebut Swayam ka abhimaan, tidak akan membuatnya jatuh”. Baji datang menghampiri Bhalu dan mengucapkan
terima kasih dan mengatakan “ aku tidak
akan membiarkan Swabhimaan jatuh”. Guru ji datang dan mengatakan “semua telah membuat
gigi berasa pahit”. Guru Ji bertanya
pada semua muridnya “Apa kalian semua
memiliki mangga?” Gotiya mengangguk.
Guru ji marah dan mengambil tongkat, lalu meminta Baji maju, ketika Guru ji
akan memukul, Baji menckupkan tangannya dan meminta maaf pada Guru Ji dan
mengatakan “”Ibu ku telah memarahi kami semua dan membuat hkuman kamu belajar
Paath” dan Baji meminta teman-temannya untuk membacakannya dan mereka membaca
Paath tersebut bersama-sama, Bhalu tertawa senang
Guru ji mengatakan “Kau telah melanggar aturan dan kalian semua harus menanggung hukuman”. Baji
meminta pada Guru ji hanya menghukumnya
saja karena ia adalah orang yang meminta
agar teman-temannya keluar meninggalkan
pelajaran, Baji memberikan telapak tagannya dan Guru Ji menyabetinya dengan
tongkat, dan mengusir mereka semua pergi keluar dan berlajar Paath pada orang yang kemarin telah
mengajari mereka Paath.
Baji dan teman-temannya berjalan di
ladang. Baji mengatakan bahwa Guru ji takut pada ku dan itulah mengapa hanya membuat dirinya dan juga teman-temannya menyuruh
keluar. Gotiya mengatakan “ Radha akan memarahi mereka”. Baji mengatakan “ mari
kita pergi dan mandi di sungai”. Mereka berlari menuju sungai
Balaji datang untuk menyambut Qamar
Uddin. Qamar Uddin kesal melihat Balaji yang telah menyambutnya dan memberikan
salam padanya, dengan sombongnya Qomar
Uddin mengatakan “ meskipun Marathis
lupa untuk menyambut ku dengan baik, aku
berjalan dengan orang-orang ku untuk menyambut diriku sendiri”. Qomaruddin
bertepuk tangan dan beberapa orang pria
dari pihaknya bermain band. Balaji berpikir orang ini sangat pintar. Qomar
Uddin hanya tersenyum licik dan meminta semua orang masuk.
Tara Rani Saheb datang ke Rani Rajasvi
untuk menceritakan tentang Mughal. Rani Rajasvi memberitahu “Kau telah membuat ku dan anak ku di caravas ini
sejak 7 tahun”. Tara Rani mengatakan “ apa pun yang aku lakukan adalah untuk melindungi mereka dan
kerajaan”. Tara Rani mendengar iringan musik sedang di mainkan dan berpikir Mughal telah tiba.
Baji dan teman-temannya berlari datang ke
sungai untuk mandi. Mereka di kepung oleh beberapa orang prajurit yang
menghentikan mereka dalam bahasa Urdu. Baji berpikir “Aku akan membuat puisi dan kata wah wah.” Seorang prajurit mengatakan “Putra Qomar Uddin
(Naser) sedang beristirahat disana, kalian tidak bisa pergi kesana”. Baji mengatakan “ ia memiliki begitu banyak
nama dan meminta Naser untuk keluar sehingga ia bisa tidak peduli apakah
ia besar atau pendek untuk memotong
namanya.” Baji mengatakan “ kau tidak
harus membaca sejarah … tempat ini milik
kami”.
Naser meminta prajurit untuk membiarkan mereka pergi dan mengatakan
“kita akan menggeser tenda kami di suatu tempat”. Baji memberinya tantangan
berkara “ aku akan pergi ke sungai kami,
tetapi kau harus pergi dari sini”. Naser menerima tantangannya “ kau menantang ku
dan menunjukkan kesombongan mu?” . . Naser berpikir tentang Qamar Uddin
mengajarkannya agar bertekuk lutut didepan musuh dan kemudian menembus kuku di
antara dua jari kakinya, Naser meminta Baji untuk bermain permainan Qamar Uddin mengatakan Balaji “anaknya datang dari
Sasvad”. Balaji mengatakan “itu adalah
desa ku, mereka tidak akan menghadapi masalah di sana”. Di dekat sungai, Naser datang menghampiri ke Baji dan mengatakan “ aku Mughal dan kami memerintah di sini”. Baji
mengatakan “Aku memiliki Swabhimaan
aku tidak akan pernah membiarkan
itu jatuh”.
Qamar Uddin mengejel Marathis dan mengatakan “ Mogul tahu bagaimana
memperlakukan tamu mereka, tapi sayangnya Marathis tidak tahu dan mengirim prajurit
kecil seperti mu untuk menyambutku” . Qamar Uddin bertanya
tentang pendapatnya pada Balaji. Balaji meminta Qamar Uddin mengatakan “apa
yang kau inginkan?” … Rani
Tara dan Dhana ji meminta ku untuk
menuruti keinginan mu”. Qamar Uddin berpikir untuk sementara dan mengatakan
setiap keinginannya. Qamar Uddin meminta Balaji untuk membawa sepatunya. Balaji gugup dan
bertanya “Apa yang kau katakan”. Qamar
Uddin mengatakan “sepatu”. Qamar Uddin meminta Balaji membawa sepatunya. Balaji
ingat apa Dhana ji mengatakan kepadanya bahwa Mughal akan melakukan penghinaan dan itu juga dengan cinta. Qamar
Uddin bertanya “ apa yang sedang
kau pikirkan?” Balaji berjalan
mengambilkan sepatunya
Naser menjelaskan permainan pada Baji., teman-teman Baji memuji Baji dan
meminta ia untuk mengatakan “ya” .. Baji mengatakan “ kita ada 4 dan mereka
hanya 2.., Kami yakin akan menang Balaji meminta Naser untuk memanggil temannya yang berusia 3 tahun. Naser memanggil gajah bernama
Yakut... Baji dan teman-temannya ketakutan
ketika gajah itu datang. Naser tersenyum dan menyapa Yakut.
Precap:
Naser
meminta Baji dan teman-temannya untuk menarik gajah pada mereka. Baji dan
teman-temannya berusaha keras. Kemudian Balaji mengatakan pada Radha “Qamar
Uddin sangat licik dan dia tidak tahu apa yang terjadi dalam pikirannya”. Qamar
Uddin meminta Naser untuk menangani Marathis muda dan mengatakan aku akan menangani yang lebih tua ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar