Sabtu, 28 Januari 2017

PESHAWA BAJIRAO EPISODE 5 (27 Januari 2017) : SIASAT UNTUK MENDAPATKAN BUAH MANGGA, RADHA BAI MEMINTA BAJI DAN TEMAN-TEMANNYA MEMBACA SELOKA UNTUK MENDAPATKAN RASS AAM MANGGA.

TAYANG SONY TV : 27 Januari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 5
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Bajirao berencana untuk mencuri mangga dari kebun Govindsheth. Guru Bajirao datang ke rumahnya dan menemui Radhabai. Guru Ji mengatakan kepada Radhabai bahwa Bajirao tidak serius dengan pelajarannya. Bajirao dan teman-temannya dengan cerdik mencuri mangga dari kebun dan kembali ke rumah. Radhabai mengajarkan 'sloka' pada mereka. Kemudian, Radha menjanjikan mereka untuk menawarkan jus mangga jika mereka mengucapkan 'sloka' yang sama di hadapannya.

-------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------



Masih di kebun mangga, dihadapan Baji dan teman-temannya pemilik kebun mangga memanggil Andha Khoka, Andha Kokha datang melompati batang pohon  dan muncul di hadapan Baji dan teamn-temannya, wajah mereka begitu sangat menakutkan ia memegang busur panah, Baji dan teman-temannya terkejut. Andha Koka dapat mendengarkan gerakan, ia menyiapkan busur dan juga anak panahnya ia dapat mendengrkan gerakan mangga yang telah di lempar Govind lalu melepaskan anak panah dan tepat mengenai buah mangga, Govind hanya tertawa senang  dan meminta agar mereka tidak lagi menyentuh buah mangganya.

Radha sedang mencuci pakian di rumah, ia melihat Bihu yang sedang memasukan beberapa barang kedalam tas, Radha bertanya “Apa yang sedang kau lakukan?” Pihu mengaatakan pada ibunya “ Aku sedang mengumpulkan mainan Baji kedalam tas”. Guru ji datang kerumah Radha, Radha datang menemui Guru ji dan bertanya “Apa yang terjadi?”. Guru ji mengatakan  “Baji tidak ingin mendapatkan pendidikan di Paathshaala ku dan pergi untuk mencuri buah mangga”. Radha mengatakan “tidak, ia pergi untuk membawa mangga.. Aku akan meminta Baji  untuk tidak melewatkan Paath shaalanya lagi”.

Baji dan teman-temannya duduk di pinggiran sungai, Baji melemparkan batu kesungai. Teman Baji membahas tentang target dari Andha Khoka dan berpikir “bagaimana kita akan mencuri buah mangga  sekarang”. Baji mengatakan” kita akan mencuri meskipun ia duduk di sana, seperti ayah ku mengatakan tidak ada yang mustahil”. Baji membuat rencana dengan teman-temannya dan bertanya” apakah kalian  mengerti?. Gotiya bertanya “bagaimana mangga  kejujuran akan datangmelalui mencuri” ... Baji mengatakan “Kita  akan mendapatkan mangga”.

Rani Saheb berlatih pedang dengan Tagela. Rani Saheeb  menang dan akan menikam  prajuritnya tapi kemudian ia berhenti, Dhana ji datang dan mengatakan “ Aurangzeb mengirim pesan.. ia mengatakan kami memintanya  untuk memberikan benteng kami kembali, dan ia mengirim utusan dengan pesannya”.  Mentirnya  mengatakan “ Aurangzeb berpikir itu merupakan penghinaan baginya untuk berbicara dengan Rani atau anak mu”. Rani menancapkan pedangnya jetanah dan meminta Tagela pergi, Rani berkata “pemukul istri datang ke sini dengan ego, tapi sekarang ego dan kesombongan hancur dalam debu dan ia akan pergi dengan hanya pedangnya”. Rani Saheb memintanya  untuk mengirimkan beberapa prajurit kecil untuk baik padanya. Dhana ji meminta Balaji untuk menyambut utusan Rani Saheeb

Baji bersama dengan teman-temannya sedang duduk di atas batang pohon, Gotiya bertanya pada Baji “Apa yang harus di lakukan?” Baji bercerita tentang kata-kata ibunya itu. Balaji mengatakan pada Dhana ji bahwa ia adalah seorang prajurit kecil dan Mughal akan merasa terhina. Dhana ji mengatakan  “kau  harus menghina mereka  dengan sopan”. Balaji mengatakan “menunggu cahaya api untuk kegelapan untuk meringankan”.

Baji dan teman-temannya bersembunyi di tumpukan jerami, Baji juga mengatakan kata-kata yang sama kepada teman-temannya dan meminta mereka untuk tidak membuat suara. Govind dan Andha Khoka dan lain-lain diperkebunan  mangga. Baji dan teman-temannya masuk ke sana dengan  diam-diam. Andha Khoka mendengar suara dan melepaskan panahnya. Govind tertawa dan meminta anak buahnya untuk membawa orang-orang yang terkena panah. ia pikir tak seorang pun akan menargetkan mangga sekarang. Mereka membawa buah nangka yang terkena tiga anak panah Andha Koka  dan mengatakan bahwa panah hanya mengenai buah nangka. Govind mengatakan” seseorang harus punya lelucon. Baji datang dan mengatakan” lelucon, mangga dicuri”.   Baji  datang menunjukkan mangga. Govind mengatakan “mana mangga lainnya”. Mereka membuka sabuk Lungis dan berjingkrak-jingkrak sehingga  mangga  keluar dari lungis

Govind terkejut dan bertanya-tanya “ bagaimana aku bisa gagal?”  Baji mengatakan “Aku telah  berhasil karena ajaran ayah ku”. .seseorang dari semua orang mu telah  membantu kami”. Govind bertanya “siapa penghianat  itu?” . Baji tertawa dan mengatakan “Kau… Bukankah kau  mengatakan pada ku bahwa Andha Khoka hanya dapat mendengar  dan menyerang, itu sebabnya kami telah membuat suara dan telah mencuri mangga dari sisi lain”  Baji memberikan syarat agar mereka memberikan izin untuk membiarkannya membawa mangga-mangga itu kerumah dan meminta janji tidak akan pernah memukuli mereka, dan permintaan Baji di setujui oleh Govind. Mereka melemparkan buah mangga itu keudara dan menari-nari  bergembira di depan tuan pemilik kebun dan juga anak buahnya..

Malam hari diistana, Rani Saheb sedang berbicara dengan putranya” seorang prajurit yang bijaksana adalah orang yang akan memenangkan perang tanpa membuhuh siapapun”. Putranya Raze hanya tersenyum ia pun tegang berkata “Aku tidak mengerti apa-apa, aku tidak bisa mengakat badan Marathis pada diri ku”. Rani berkata pada Raze “Kau anak Abhimaaan ku dan aku tidak akan membiarkan Abhimaan ku gagal”

Balaji sedang duduk sendirian diayunannya, Radha Bai dayang dan bertanya padanya “Apa yang sedang kau pikirkan?”. Balaji berkata pada istrinya “Dhana ju dan Rani Shaeb telah memberikan ku tanggung jawab untuk menyambut kedatangan Qomaruddin.., aku mencoba untuk mendapatkan info tentangnya”. Radha mengatakan “Aku tidak tahu ia musuh, tapi yang aku tahu hanya kau dan itulah mengapa aku tahu bahwa kau akan berhasil menang atas mereka” Radha meminta Balaji  untuk menjadi Shashtri jika mereka menggunakan Shashtra, dan jika mereka menggunakan Shastra / senjata kemudian menjadi Yodhha. Balaji tersenyum dan memegang tangan Radha. Radha memberikan mangga pada Balaji, Radha Bai bertanya “Apakah itu tidak baik?”. Balaji berkata pada Radha “Itu baik ada cinta mu di dalamnya”. Radha bai mengatakan “Kejujuran putra mu Baji juga ada di dalamnya”. Balaji bertanya “Ada apa?”. 

Sebuah kilas balik di tampilkan ketika Baji bersama dengan teman-temannya datang menemui Radha  membawakan keranjang penuh dengan buah mangga, mereka mengatakan  bahwa itu merupakan mangga kejujuran, Radha hanya tersenyum menerimanya. Baji mengatakan “Kami telah melakukan kerja keras bersama-sama”.

Radha mengatakan “semua orang akan mendapatkan aamras, tetapi kalian  semua juga  akan dihukum  karena telah  melarikan diri dari Paathshaala”. … aku  akan memberikan hukuman yang manis sebelum aam manis”. Radha Bai  meminta mereka untuk membacakan beberapa seloka-seloka. Baji dan teman-temannya menceritakan garis besarnya. Radha meminta mereka untuk memberitahu sesuai dengan baris satu persatu. Kilas balik berakhir

Radha mengatakan  pada Balaji bahwa dia tidak meninggalkan mereka. Kilas balik di mulai ketika . Chimna mengucapkan seloka di depan ibunya. Dan ia mendapatkan  ras aam. . teman Baji pergi untuk membacakan ulang sloka mantra satu per satu  dan membacanya ulang di depan Radha. Mereka juga berhasil dan mendapatkan ras aam.  Kini hanya tinggal Baji  yang berdiri sendirian ... ia mencakupkan tangannya dan mulai membacakan sloka d depan ibunya  Radha mengangguk dan meminta Baji untuk mengambil ras mangga. Pihu mendapatkan tugas dari ibunya untuk menuangkan Rass aam  mangga, dan memberikan rasa am ekstra untuk Baji, Baji tersenyum, Balaji memuji istrinya karena telah mengajar Swabhimaan pada  Baji,  Balaji menyuapi aam mangga pada Radha. Baji mendengar pembicaraan ayah dan ibunya  dan tersenyum manis.

Precap: Baji bersama dengan teman-temannya menginjak tanah bangsa  Mughal, Parjurit Maughal  menghentikan mereka karena telah menginjak tanah Mughal. Pria Mughal mengatakan “Apa kalian Mughal”. ia meminta mereka untuk bertarung dengan gajah jika mereka ingin tanahnya kembali. Gotiya mereasa ketakutan ketika ia melihat gajah datang di hadapannya, disisi lain Qomaruddin dalam perjalanannya ke kerajaan Rani Saheb.
.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar