TAYANG SONY TV : 27 Januari 2017
Masih di kebun mangga, dihadapan
Baji dan teman-temannya pemilik kebun
mangga memanggil Andha Khoka, Andha Kokha datang melompati batang pohon dan muncul di hadapan Baji dan teamn-temannya, wajah mereka
begitu sangat menakutkan ia memegang busur panah, Baji dan teman-temannya
terkejut. Andha Koka dapat mendengarkan gerakan, ia menyiapkan busur dan juga
anak panahnya ia dapat mendengrkan gerakan mangga yang telah di lempar Govind lalu melepaskan anak panah dan tepat mengenai buah mangga, Govind hanya tertawa
senang dan meminta agar mereka tidak
lagi menyentuh buah mangganya.
Radha
sedang mencuci pakian di rumah, ia melihat Bihu yang sedang memasukan beberapa
barang kedalam tas, Radha bertanya “Apa yang sedang kau lakukan?” Pihu
mengaatakan pada ibunya “ Aku sedang mengumpulkan mainan Baji kedalam tas”.
Guru ji datang kerumah Radha, Radha datang menemui Guru ji dan bertanya “Apa
yang terjadi?”. Guru ji mengatakan “Baji
tidak ingin mendapatkan pendidikan di Paathshaala ku dan pergi untuk mencuri
buah mangga”. Radha mengatakan “tidak, ia pergi untuk membawa mangga.. Aku akan
meminta Baji untuk tidak melewatkan
Paath shaalanya lagi”.
Baji
dan teman-temannya duduk di pinggiran sungai, Baji melemparkan batu kesungai.
Teman Baji membahas tentang target dari Andha Khoka dan berpikir “bagaimana
kita akan mencuri buah mangga sekarang”.
Baji mengatakan” kita akan mencuri meskipun ia duduk di sana, seperti ayah ku mengatakan
tidak ada yang mustahil”. Baji membuat rencana dengan teman-temannya dan bertanya”
apakah kalian mengerti?. Gotiya bertanya
“bagaimana mangga kejujuran akan
datangmelalui mencuri” ... Baji mengatakan “Kita akan mendapatkan mangga”.
Rani Saheb berlatih pedang dengan Tagela. Rani Saheeb
menang dan akan menikam
prajuritnya tapi kemudian ia berhenti, Dhana ji datang dan mengatakan “
Aurangzeb mengirim pesan.. ia mengatakan kami memintanya untuk memberikan benteng kami kembali, dan ia
mengirim utusan dengan pesannya”. Mentirnya
mengatakan “ Aurangzeb berpikir itu
merupakan penghinaan baginya untuk berbicara dengan Rani atau anak mu”. Rani menancapkan
pedangnya jetanah dan meminta Tagela pergi, Rani berkata “pemukul istri datang
ke sini dengan ego, tapi sekarang ego dan kesombongan hancur dalam debu dan ia
akan pergi dengan hanya pedangnya”. Rani Saheb memintanya untuk mengirimkan
beberapa prajurit kecil untuk baik padanya. Dhana ji meminta Balaji untuk
menyambut utusan Rani Saheeb
Baji
bersama dengan teman-temannya sedang duduk di atas batang pohon, Gotiya
bertanya pada Baji “Apa yang harus di lakukan?” Baji bercerita tentang
kata-kata ibunya itu. Balaji mengatakan pada
Dhana ji bahwa ia adalah seorang prajurit kecil dan Mughal akan merasa terhina.
Dhana ji mengatakan “kau harus menghina mereka dengan sopan”. Balaji mengatakan “menunggu
cahaya api untuk kegelapan untuk meringankan”.
Baji
dan teman-temannya bersembunyi di tumpukan jerami, Baji juga mengatakan
kata-kata yang sama kepada teman-temannya dan meminta mereka untuk tidak
membuat suara. Govind dan Andha Khoka dan lain-lain diperkebunan mangga. Baji dan teman-temannya masuk ke sana
dengan diam-diam. Andha Khoka mendengar
suara dan melepaskan panahnya. Govind tertawa dan meminta anak buahnya untuk
membawa orang-orang yang terkena panah. ia pikir tak seorang pun akan
menargetkan mangga sekarang. Mereka membawa buah nangka yang terkena tiga anak
panah Andha Koka dan mengatakan bahwa
panah hanya mengenai buah nangka. Govind mengatakan” seseorang harus punya lelucon. Baji datang dan mengatakan” lelucon,
mangga dicuri”. Baji datang
menunjukkan mangga. Govind mengatakan “mana mangga lainnya”. Mereka membuka
sabuk Lungis dan berjingkrak-jingkrak sehingga mangga keluar dari lungis
Govind
terkejut dan bertanya-tanya “ bagaimana aku bisa gagal?” Baji mengatakan “Aku telah berhasil karena ajaran ayah ku”. .seseorang
dari semua orang mu telah membantu kami”.
Govind bertanya “siapa penghianat itu?” . Baji tertawa dan mengatakan “Kau… Bukankah kau
mengatakan pada ku bahwa Andha Khoka hanya dapat mendengar dan menyerang, itu sebabnya kami telah
membuat suara dan telah mencuri mangga dari sisi lain” Baji memberikan syarat agar mereka memberikan
izin untuk membiarkannya membawa mangga-mangga itu kerumah dan meminta janji
tidak akan pernah memukuli mereka, dan permintaan Baji di setujui oleh Govind.
Mereka melemparkan buah mangga itu keudara dan menari-nari bergembira di depan tuan pemilik kebun dan juga anak buahnya..
Malam
hari diistana, Rani Saheb sedang berbicara dengan putranya” seorang prajurit yang
bijaksana adalah orang yang akan memenangkan perang tanpa membuhuh siapapun”.
Putranya Raze hanya tersenyum ia pun tegang berkata “Aku tidak mengerti
apa-apa, aku tidak bisa mengakat badan Marathis pada diri ku”. Rani berkata
pada Raze “Kau anak Abhimaaan ku dan aku tidak akan membiarkan Abhimaan ku
gagal”
Balaji
sedang duduk sendirian diayunannya, Radha Bai dayang dan bertanya padanya “Apa
yang sedang kau pikirkan?”. Balaji berkata pada istrinya “Dhana ju dan Rani
Shaeb telah memberikan ku tanggung jawab untuk menyambut kedatangan Qomaruddin..,
aku mencoba untuk mendapatkan info tentangnya”. Radha mengatakan “Aku tidak
tahu ia musuh, tapi yang aku tahu hanya kau dan itulah mengapa aku tahu bahwa
kau akan berhasil menang atas mereka” Radha meminta Balaji untuk menjadi Shashtri jika mereka
menggunakan Shashtra, dan jika mereka menggunakan Shastra / senjata kemudian
menjadi Yodhha. Balaji tersenyum dan memegang tangan Radha. Radha memberikan
mangga pada Balaji, Radha Bai bertanya “Apakah itu tidak baik?”. Balaji berkata
pada Radha “Itu baik ada cinta mu di dalamnya”. Radha bai mengatakan “Kejujuran
putra mu Baji juga ada di dalamnya”. Balaji bertanya “Ada apa?”.
Sebuah kilas
balik di tampilkan ketika Baji bersama dengan teman-temannya datang menemui
Radha membawakan keranjang penuh dengan buah mangga, mereka mengatakan bahwa itu merupakan mangga kejujuran, Radha
hanya tersenyum menerimanya. Baji mengatakan “Kami telah melakukan kerja keras
bersama-sama”.
Radha
mengatakan “semua orang akan mendapatkan aamras, tetapi kalian semua juga
akan dihukum karena telah melarikan diri dari Paathshaala”. … aku akan memberikan hukuman yang manis sebelum aam
manis”. Radha Bai meminta mereka untuk membacakan
beberapa seloka-seloka. Baji dan teman-temannya menceritakan garis besarnya.
Radha meminta mereka untuk memberitahu sesuai dengan baris satu persatu. Kilas balik berakhir
Radha
mengatakan pada Balaji bahwa dia tidak
meninggalkan mereka. Kilas balik di mulai ketika . Chimna mengucapkan seloka di
depan ibunya. Dan ia mendapatkan ras aam.
. teman Baji pergi untuk membacakan ulang sloka mantra satu per satu dan membacanya ulang di depan Radha. Mereka juga
berhasil dan mendapatkan ras aam. Kini
hanya tinggal Baji yang berdiri
sendirian ... ia mencakupkan tangannya dan mulai membacakan sloka d depan
ibunya Radha mengangguk dan meminta Baji
untuk mengambil ras mangga. Pihu mendapatkan tugas dari ibunya untuk menuangkan
Rass aam mangga, dan memberikan rasa am
ekstra untuk Baji, Baji tersenyum, Balaji memuji istrinya karena telah mengajar
Swabhimaan pada Baji, Balaji menyuapi aam mangga pada Radha. Baji
mendengar pembicaraan ayah dan ibunya dan
tersenyum manis.
Precap:
Baji bersama dengan teman-temannya menginjak tanah bangsa Mughal, Parjurit Maughal menghentikan mereka karena telah menginjak
tanah Mughal. Pria Mughal mengatakan “Apa kalian Mughal”. ia meminta mereka
untuk bertarung dengan gajah jika mereka ingin tanahnya kembali. Gotiya mereasa
ketakutan ketika ia melihat gajah datang di hadapannya, disisi lain Qomaruddin
dalam perjalanannya ke kerajaan Rani Saheb.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar