Kamis, 30 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 43 :PENGEPUNGAN QAMMERUDDIN OLEH TARA RANI BAI, BALAJI BERTARUNG PEDANG DENGAN QAMMERUDDIN, BAJI MENANYAKAN PARSHU PADA DANDAK, TAPI DANDAK MEMINTANYA UNTUK MENYELAM KE DASAR SUNGAI KHRISNA UNTUK MEMBAWAKANNYA BERLIAN

Tayangan Sony Tv : 22 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 43
DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE








Qammeruddin bertemu dengan Saraadrs Marathi dan meminta mereka untuk tetap mendukungnya. Shankar bertanya pada Qammeruddin "Bagaimana kami akan mempercayai mu?". Qammeruddin mengatakan "Ketika kau mengajukan pertanyaan itu pada Tara Rani Bai maka kau akan di tendang dari istana". Qammaerudin meminta mereka  untuk mendukungnya. Tara Rani Bai bersama dengan rombongannya datang kesana, Balaji menyerang prajurit Mughal dari belakang. Qammerudin mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Shankar. dengan ragu Shankar akan menjabat tangan Qammerudin namun sesorang menimpuknya. 

Dana Ji maju bersama beberapa prajuritnya  membuat Qammeruddin terkejut dan mengeluarkan pedangnya, disisi yang lain Tara Rani Bai bersama dengan rombongannya menyerang mereka juga membawa pedang, Qmmeruddin telah di kepung oleh prajurit Marathi. Baji di bawa oleh anak buah Dandak ke Korti, Dandak datang meneui Baji mengatakan pada anak buahnya "aku berharap dan memintanya untuk mati disini". Baji mengatakan "aku tidak sendirian.., ayah ku mengatakan bahwa aku selalu memiliki berkat dari ibunya". Dandak mentertawakannya.

Sementara itu, Radha Bai masih mengarahkan belati pada salah satu anak buah Dandak ketika Radha tertangkap. Pria itu mengatakan pada Radha " Aku tahu mengapa anak mu menjadi sangat egois". Radha Bai memperingatkannya namun Pria itu memelintir tangan Radha Bai dan ia mengancam Radha. Radha mendorongnya dan ia berhasil melarikan diri.

Gotiya dan teman-temannya meminta Dandak untuk membebaskan Baji, Dandak mengatakan pada mereka "Mungkin sekarang Baji telah mati karena di sana ada banyak tikus yang mengigitnya, Baji tersadar ia melihat sekelompok tikus datang ke arahnya, ia berteriak dan mencoba untuk membebaskan tangannya dan melepaskan ikatan di kedua kakinya, Baji lari menjuah dari tikus-tikus itu mendekati pintu goa dan menggerdor pintu, ia bertanya "apakah ada orang disana, bantulah aku". Tidak ada seorangpun yang menjawabnya, Baji menemukan kaleng disana dan mengetuk kaleng agar berbunyi untuk mengusir tikus itu, lalu memasukan beberapa buah batu dan sengaja membunyikannya, Tikus-tikus itu melarikan diri.

Radha Bai masih berlari, anak buah Dandak masih mengejarnya di belakang, ia terjatuh, pria itu memegang lehernya kemudian mencekik leher Radha Bai dan mendorongnya ke batang pohon, pria itu tertawa dan Radha Bai mencolok keduamatanya, dan memukul kepalanya dengan batu, pria itu jatuh pingsan, Kuda Malhari datang menemui Radha Bai, ia bertanya pada Malhari "ada apa Malhari?". Radha melihat sebuah kereta milik anak buah Dandak di jalanan, Radha berfikri jika kuda Malhari dapat membawanya ke tempat Baji di tawan dengan mengikuti kereta itu.

Qammeruddin mengejek Radha Bai "Apakah kau datang dengan membawa pedang kayu ditangan mu?". Tara Rani Bai mengatakan "ini adalah pedang asli aku akan membunuh mu Qameruddin, Bhavani ji" dan kemudian menyerangnya dengan pedang dan Qammeruddin menangkis serangan pedang Tara Rani Bai dan membuat Shiva Raze terkejut, Balaji melawan Shankar dan Sradar Marathi yang telah menjadi penghianat bersama dengan Dhana ji, Tara Rani berhasil untuk menjatuhkan pedang di tangan Qammerudin namun ia berhasil menghindari serangan Tara Rani dan melarikan diri, Qammeruddin membuka penutup mariam dan kemudian mengambil obor yang ada di dekatnya hal itu membuat Tara Rani dan pengikutnya terperangah dan menghentikan langkah kakinya, Qammeruddin mengatakan "aku tidak datang sendirian dan aku akan membawa kematian untuk kalian". Tara Rani mengatakan " Jika kau mencoba untuk membunuh kami, maka kau juga akan mati".

Qammeruddin mengatakan "aku tidak takut pada kematian, aku membunuh semua bangsa Marathis hari ini". Qammeruddin menyulutkan api pada sumbu mariam tersebut, Tara Rani meminta agar anak buahnya mundur namun Balaji marah dan berkata "Har.. har Mahadev", Balaji berlari menghampiri Qammeruddin dan menghabisi seorang prajurit Mughal yang mencoba untuk menghalangi jalannya, dan menendang Qammeruddin. Balaji mencoba untuk menjauhi mariam  untuk menyelamatkan semua orang dari ledakan, namun peluru pada mariam tersebut melesat dan menghantam ke arah yang lain dan menimbulkan asap tebal, Balaji dan yang lainnya tidak bisa melihat dengan jelas karena asap tebal,  Qammeruddin berhasil sudah tidak ada disana, Tara Rani, Shiva Raze dan Dhana Ji menghampiti Balaji, Rara Rani berkata "kemana Qammeruddin melarikan diri?", lalu meminta Balaji dan Dhana Ji mencari dan menangkap Qammeruddin. Dhana ji mengatakan "kita akan menangkapnya Balaji"

Dandak datang menemui Baji bersama dengan anak buahnya, ia tertawa ketika bertemu dengan Baji yang sudah berdiri di depan pintu. Dandak mengatakan "ternyata kau masih hidup". Baji mengatakan "aku tidak akan merusak swabhimaan ku, bahkan jika aku meninggal". Baji sangat marah kemudian ia melemparkan kaleng dan pergi meninggalkan Dandak. Gotiya  duduk bersama dengan Ishu dan anak-anak tawanan yang lain, Gotiya menangisi Baji dan ia terdiam ketika melihat Baji datang ke hadapannya, Ishu dan Gotiya senang dan memeluknya. Baji mengatakan "semuanya akan baik-baik saja". Gotiya bilang "Baji Parshu menghilang sejak ia pergi". Ishu pun menimpali ucapan Gotiya mengatakan "kita tidak tahu apa yang sudah Dandak lakukan padanya".

Tara Rani Bai sangat marah dengan Shankar dan Saradar Maratis yang lainnya dan menegur mereka, Tara Rani bilang "mengapa kau mencoba untuk berjabat tangan dengan Maughal?". Shankar menjawab "aku telah berencana untuk menikamnya balik dan merebut Sahahuji dari Qammeruddin dan memberikan anak mu kepadanya". Tara Rani Bai  terkejut mengatakan "Kau akan memberikan putra ku padanya?"...  "Kau  sama sekali tidak pernah merawat anak ku dan sibuk bertemur untuk semua orang kerajaan, bahkan kau tidak pernah memberikannya makanan atau pun susu karena sibuk untuk menyerang musuh". Radha meminta pada Shiva Raze untuk membunuh Shankar dan memintanya mengangkat pedangnya untuk membunuh penghianat, Shiva Raze gemetaran dan sangat tegang. Radha Bai melihat tangan Raze gemetaran, sementara itu Dhana ji dan Balaji sedang mengejar Qammeruddinyang melarikan diri dengan  menunggangi kuda bersama dengan dua orang prajurit Mughal, panah melaesat tepat mengenai prajurit, Qammeruddin terkejut ketika ia melihat serangan anak panah, Qammeruddin terjatuh dari kudanya, Dhana ji dan Balaji datang ke hadapannya dan mengelilingi Qammeruddin.

Dandak sedang bersantai dan meminum air, Baji datang menemui Dandak dan bertanya "dimana teman ku Parshu?".. aku tahu kau telah menyembunyikannya untuk menghentikan  ego ku". Dandak balik bertanya pada Baji "aku ingin tahu apa yang bisa kau lakukan untuknya?". Baji mengatakan "aku bisa melakukan apapun untuk teman ku". Dandak meminta Baji untuk pergi.

Shiva Raze gemetaran memegangi pedang, Tara Rani Bai memintanya untuk mengangkat pedangnya, seorang Sradaar Maratthi mencoba untuk menyerang Shiva namun Tara Rani Bai menangkis serangan, Tara Rani sangat marah "kau berani untuk melukai putra ku, aku akan membunuh semua orang yang menjadi penghianat".  Dhana Ji mengatakan pada Qammeruddin  " Cukup Balaji saja sanggip untuk melawan mu". Balaji turun dari kudanya dan mengambilkan pedang Qammeruddin dan  memintanya  mengambil pedangnya "sebagai Marathis  aku tidak menyerang orang terlebih dahulu". Qammeruddin dan Balaji  bertarung pedang, Balaji memukul mukanya, Qammeruddin kembali menyerang Balaji dengan pedangnya dan Balaji menangikis serangan pedangnya dan menjatuhkan pedang Balaji lalu ia mengarahkan pedang pada Balaji, dengan cepat Balaji melukai tangan Qammeruddin dengan belatinya lalu menendangnya. Balaji akan menikam Qammeruddin dengan belatinya namun Naser datang bersama dengan anak buahnya dan meminta pada Balaji untuk membuang belatinya atau Balaji akan mati,  Balaji menjawabnya dengan tenang "kau masih kecil dan pulanglah "

Dandak mengajak Baji dan semua anak-anak tawannya ke sebuah sungai, ia mengatakan pada Baji " Kau ingin tahu tentang Parshu ?"...  sehingga kau harus membawakan ku sesuatu dari dasar sungai Khrisna seperti yang ku inginkan". Radha sampai di tempat persembunyian Dandak, ia bersembunyi  di balik pohon, dua orang pria sedang berbicara tentang Dandak yang meminta pada Baji untuk mendapatkan permata dari dasar sungai.

Dandak mengatakan pada Baji "ada berlian di dasar sungai ini..., duri sungan yan begitu tajam akan bisa langsung membunuh orang, beberapa pencuri berusaha masuk ke dasar sungan untuk mendapatkannya, namun sungai Khrisna ini telah langsung menghukum mereka, beberapa orang telah kembali, tapi tangan mereka berdarah. Dandak mengatakan Baji bahwa berlian adalah di sungai ini dan mengatakan bahwa duri sungai begitu tajam yang membunuh orang langsung. Dia mengatakan beberapa pencuri masuk sungai untuk mendapatkan air, namun Krishna River menghukum mereka. Dia mengatakan beberapa orang telah kembali, tetapi mereka memiliki darah di tangan mereka.

Precap:
Tara Rani Bai berkelahi dengan Sardaar Marathi. Dandak meminta Baji  untuk memilih antara temannya  atau  egonya. Baji berjalan dan melompat  ke sungai Khirnsa .

PESHWA BAJIRAO EPISODE 42 : NIAT PARSHU UNTUK MENINGGALKAN GOTIYA. BAJI BERSAMA TEMAN-TEMANNYA BERNIAT UNTUK MELARIKAN DIRI DARI GUA, TARA RANI BAI BESAMA DENGAN SHIVA RAZE AKAN MENGEPUNG SHARDAAR MARATHI YANG SEDANG BERTEMU DENGAN MUGHAL

Tayangan Soni Tv : 21 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 42
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Didalam gua di mana Baji ditahan, semua anak menjerit kesakitan karena luka pecutan di tubuh mereka, Baji hanya terdiam. Ishu bertanya pada mereka tantang nama mereka, Anak-anak yang telah di tawan oleh Dandak menceritakan pada Baji dan teman-temannya, Baji bertanya pada mereka " Sejak kapan kalian berada di tempat ini". Anak-anak menjelaskan "Kami telah di culik sejak Dandak menyerang desa kami dan membunuh orang tua kami". Baji terkejut, Anak buah Dandak datang melemparkan paratta pada anak-anak yang di tawan, semua anak berebutan menangkap setiap paraata yang di lemparkan. Pria itu menegur dan meminta mereka untuk menagkap paratta jika mereka ingin mendapatkan makan dan menegur Baji, tapi Baji menolak dan anak buah Dandak meminta Baji untuk mengemis, Baji mengatakan padanya "Tinggalkan aku dan menangislah". Anak buah Dandak marah dan mencekik leher Baji, teman-teman Baji terkejut dan meminta pria itu melepaskan Baji dan mereka menangis. Dandak datang dan meminta pada anak buahnya untuk melepaskan Baji.

Dandak mengatakan " Hanya yang kelaparan saja di hargai disini", kemudian meminta Baji untuk melihat, pria itu meminta pada sekelompok anak-anak yang menjadi tahanan dan bertanya pada mereka "siapa yang menginginkan parataa ini?". Semua anak-anak bangkit dan mencoba untuk mendapatkan paratta, hal itu membuat Dandak tertawa dan bertanya pada mereka "Apakah kelaparan lebih besar dari pada rasa hormat?". Baji mengatakan "Jika aku mati, maka tubuh ku juga akan mati,  tapi bukan rasa hormat ku, aku sudah mendapatkan makanan dan bekerja untuk mu, dan ku pikir kau juga harus memberikan paratta itu pada ku dengan rasa hormat, aku tidak akan memakan paratta yang dibuang". Dandak marah dan menampar Baji, Baji terjatuh dan semua teman-temannya berteriak menghawatirkannya

Di kerajaan, Tara Rani Bai membaca pesan pada butiran beras yang dikirimkan Shahuji di depan Pant Pratidhi  dengan kaca pembesar, Tara Rani Bai bertanya pada Pant Pratidhi  "Jika pesan ini di buat Shahuji  dan keraguan tentang kesetiaan karena ia tinggal di Mughal sejak bertahun-tahun". Pant Pratidhi mengatakan "Kita harus pergi dan melihat pertemuaan antara Sardaa Marathi dengan Mughal".  Pant Pratidhi  mengatakan  "Mereka akan mendapatkan Shiba dan membuatnya duduk di singgasana dan mengangkatnya dengan keraguan di benak setiap orang tentang kesetiaan Sahuji sebagai Marati.., Shiva akan tetap di Singgasana sampai Marathu merasa aman dengannya sebelum ia menjadi Raja mereka". Tara Rani Bai mengataakan "Mereka akan membawa Shiva Raze saat ini dan aku ingin ia tahu bahwa mereka harus menumpahkan darah mereka untuk kaisar"

Dandak melemparkan pratta pada Baji dan memintanya untuk mengambilnya, Baji tetao menolak, Dandak bertambah marah dan memukul Baji dan membuatnya tidak sadarkan diri, Gotiya dan teman-temannya menangis, Baji akhirnya sadar, ia kembali bangun dan menatap Dandak dengan amarah, Dandak memperingatkan Baji dengan menunjukkan palu di tangannya dan ia akan kembali memukul Baji pada bagian kepalanya, anak buah Dandak mengatakan "Kuda di hutan itu sangat sulit untuk di kendalikan, ia akan membawakan sesuatu untuk kita dan kita akan membutuhkannya". Dandak pergi bersama dengan anak buahnya meninggalkan para tawanan dan kemudian Baji jatuh  setelah Dandak pergi.

Tara Rani Bai mengeluarkan pedang, Balaji memberi tahu padanya "aku akan datang untuk mengetahui apakah kau akan membawa Shiva Raze untuk bertarung pedang?" Tara Rani Bai menjawab "apakah kau meragukan keputusan ku?". Balaji mengatakan "Ku rasa ia masih belum siap untuk pergi berperang". Tara Rani Bai mengatakan " itu merupakan tanggung jawab mu untuk melatihnya". Balaji mengatakan "aku akan mencoba untuk mengajarinya, tapi Shiva Raze tidak siap untuk belajar". Tara Rani mengatakan "ia harus melangkah di air yang dalam jia ia ingin berenang". Balaji mengatakan "ia akan ragu ketika ia akan tenggelam". Tara Rani Bai mengatakan "Shiva memiliki darah Chatrapati Shrivaji di pembuluh darahnya dan ia pasti akan berjuang, jika kau berfikir bahwa ia belum suap maka kau juga akan ikut bersama dengan kami dan kau akan merawatnya". Balaji setuju dengan hal itu.

Radha Bai datang besama Malhari dan bersembunyi di tumpukan kayu, . Radha berjalan lebih dekat di belakang tumpukan kayu, ia berfikir bahwa tidak mengetahui di mana Baji dan teman-temannya tinggal, Radha bai mengintip dari balik tumpukan kayu, saat itu anak buah Dandak datang menemui seorang pria, ia mengatakan "Kami telah menangkap 4 orang anak laki-laki kemarin dan salah satu anak tidak siap untk berkompromi dengan kami dan menolak untuk bekerja dengan Mughal".., Dandak telah melukai kaki temannya dan memukulnya dengan keras". Radha terkejut dan menangis ketika ia mendengar hal itu.

Baji duduk terdiam, Parshu mengatakan "Kita akan mati kelaparan disini". Baji mengatakan "Kita akan melarikan diri dari sini, anak-anak tawanan lainnya memberitahu bahwa mereka akan terkunci di Kotori Kaal. Ishu dan Parshu takut akan kematian, Baji berfikir kembali tentang ucapan pandit ji tentang usianya yang pendek, Baji mengatakan "Kalian harus menemukan jalan keluar dari sini"

Radha Bai dengan sengaja menjatuhkan kayu, dan anak buah Dandak mengatakan "Mungkin disana ada sesorang yang sedang memata-matai kita disini". Semua anak Buah Dandak berkeliling mencari, dan Radha Bai bersembunyi mencari tempat yang aman di balik batang kayu, kemudian  Mereka menyadari setelah  memeriksa dan berpikir bahwa mungkin saja itu hanyalah kesalahpahaman. Shilasur mengatakan pria lain yang harta hutan akan menjadi miliknya segera.. Radha merasa lega, namun tanpa sengaja kakinya menendang batu dan membuat terkejut anak buah Dandak. Pria itu menyiapkan palu di tangannya 

Tara Rani Bai sedang bersembunyi di balik tumpukan dedaunan bersama dengan Shiva Raze dan semua pegawai kerajaan, Shiva Raze menepuk tangannya saat nyamuk menyerangnya dan membuat Rani Saheb menatapnua, mereka bersiap untuk melakukan penyerangan dan melihat ketika Pant Prat sacheev datang mendunggangi kudanya bersama dengan seorang pria yang juga sedang memacu kudanya. Tara Rani Bai mengingat saat ia berbicara dengan Sankar. Danhan ji mengatakan "Sankar Malhar memang Mughal, kita tidak bisa lagi memikirkan hal ini".  Shiva Raze menjadi sangat marah dan mengeluarkan pedangnya tapi Balaji berpendapat " aku tidak yakin jika mereka datang untuk bertemu dengan Mughal, kita akan tetap menunggu sampai semuanya jelas". Dana ji mengatakan "aku akan pergi kesana dengan bebearapa orang prajurit dan akan memberikan tanda untuk menterang mereka pada waktu yang tepat". Tara Rani Bai mengatakan "Baiklah".

Anak buah Dandak akan menyerang pada tumpukan kayu dimana Radha Bai sedang bersembunyi dan ia dikejutkan dengan ringkikan suara kuda (Malhari), pria itu pergi dan Radha mengikutinya sampai di keretanya, Radha bersembunyi  dibawah kereta  itu. Radha berdoa pada Mahadev  untuk keselamatan Baji dan juga teman-temannya.

Baji bersama dengan teman-temannya dan anak-anak tawanan lainnya berjalan memeriksa sekeliling goa, ketika itu Baji menemukan lubang beserta dengan akar pohon panjang, Baji mencoba naik pada akar itu dan memberitahu pada mereka untuk naik dan keluar pada lubang di atas gua itu. Parshu ketakutan dan Gotiya meyakinkannya, Baji meminta pada Gotiya untuk naik dan memanjat pada akar pohon dan mulai memanjat, Gotiya terjatuh. Parshu mengatakan " Kita tidak akan bisa pergi bersama dengan Gotiya dan harus melarikan diri tanpanya". Gotiya menangis sedih. Baji menatakan pada Parshu "Apa kau sudah menjadi gila .. aku tidak bisa meninggalkan Gotiya sendirian disini, jika kita meninggalkan Gotiya maka Dandak dan anak buahnya akan membunuhnya, kita akan pergi bersama-sama".

Parshu menangis mengatakan " Baji, aku tidak ingin mati".., mengapa kau mempertaruhkan hidup mu untuk kehidupan semua orang walapun hanya satu?". Baji mengatakan "Gotiya teman baik ku". Parshu mengatakan "Aku tahu Gotiya tidak akan berhasil, bahkan ia tidak bisa berjalan". Parshu pergi, bahkan Ishu mencegah Baji untuk menghentikannya,  Ishu mengatakan  "Biarkan Parshu menemukan jalan keluarnya sendiri".

Malhari mengikuti kereta anak buah Dandak, roda kereta terhenti karena terhalang batu yang besar. Pria itu kesal, kemudian Radha menyingkirkan dan melempar batu. Anak buah Dandak/ Shilasur berfikir "Bagaimana mungkin batu itu bisa pindah dari jalan", ia meragukannya namun melanjutkan perjalanannya. Pria itu menemukan Radha dan mengancamnya dengan palu besar, ia bertanya pada Radha "Hey, siapa kau?". Radha menjawab pertanyaannya "Aku ibu dari nak-anak yang kemarin di culik.., aku bisa memberikan kehidupan  dan dengan mudah mengambilnya".  Radha mengarahkan belati ke lehernya

Baji membuatkan tangga dengan batang pohon. Gotiya mengatakan "Baji, ia bisa melakukan apa saha". Baji mengatakan "Aku juga akan membawa Parshu keluar dari sini". Dandak datang dan Baji terkejut, Dandak mengatakan " Kau lupa bahawa kuda yang cacat tidak dapat berjalan aku bahkan bisa mematahkan kakinya yang lainnya". Dandak tertawa ketika ia akan memukul Gotiya, tapi Baji memagangi palunya. Baji mengatakan "Ide ini milik ku, aku yang telah meminta mereka untuk melarikan diri, mereka tidak melakukan kesalahan apapun". Dandak mengatakan "Apa?".. kau memiliki harapan besar di dalam hati mu tapi aku akan merebut harapan itu dari mu". Dandak meminta agar anak buahnya membawa Baji bersama dengan mereka. Ishu dan Gotiya berusaha mengejar mereka namun pintu telah ditutup.


Precap:
Tara Rani dan  yang lainnya mereka  bertarung pedang dengan Qamer Uddin dan  juga Sardaar Marathi. Qamer Uddin mengatakan "aku akan membunuh semua marathis hari ini". Shiva Raze menjadi panik dan ketakutan dan bersembunyi di balik   Tara Rani ..


PESHWA BAJIRAO EPISODE 40 : BAJI DAN TEMAN-TEMANNYA MENGHADAPI PEREMAN DI HUTAN, RADHA BAI DATANG KEHUTAN DAN TERJATUH PINGSAN, KAM BAKSH MEMBACA PESAN DI SETIAP BUTIRAN BERAS, GURU JI MENYALAHKAN RADHA BAI DAN JUGA MAMA JI/ PAMAN BAJI KERNA TELAH MENGINA SEKOLAH

Tayangan Sony TV : 17 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 40
DI INTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE



Malam hari, Baji dan teman-temannya masih di hutan. Gotiya dan teman-temannya menangis ketakutan, Baji mengeluarkan pisau untuk menakuti harimau namun Gotiya tersayat pisau. Prarshu tidak mengijinkan Baji pergi meninggalkan mereka, Baji mengingat ketika Radha Bai memintanya untuk menyalakan api jika ia berada dalam bahaya ibunya akan datang untuk menyelamatkannya, Semua teman-teman Baji berteriak meminta tolong, Baji mengambil batu untuk membuat api. Teman-temannya mengatakkan "Siapa yang akan datang kesini?".. harimau akan memakannya". Baji meminta mereka untuk tidak merasa ketakutan "aku akan mati tapi tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada kalian". . Mereka mengambil batang kayu dan bersiap untuk menghadapi serangan Baji melemparkan barang pohon pada harimau yang bersembunyi di balik pepohonan, Baji berjanji pada teman-temannya bahwa mereka tidak akan takut dengan apapun

Qammerudin membicarakan rencananya pada Aurangzeb bahwa mereka akan betemu dengan Sardaar Marathi dan kemudian Tara Rani Bai akan sendirian dan itu akan mudah untuk membunuh Tara Rani Bai. Aurangzeb mengatakan "Mimpi Shazada akan terpenuhi ... Shahuji di tolak untuk pergi keluar". Seorang penjaga datang memberitahu tentang Thaalo dari Shahuji, mereka memeriksa prajurit yang akan pergi kekuil, ketika Qammeruddin akan ikut memeriksa, Kam Bakhs menghentikannya, ia meminta pada penjaga untuk tetap mengawasinya. Kam Baksh dan Qammeruddin saling bertatapan.

Dihutan, Radha Bai sedang mencari Baji Radha berfikir jika Baji telah belajar Paath saat ini dan berfikir bahawa Baji akan segera pulang, Radha membawa baju harimau, ia  memikirkan tentang orang tua Gotiya, Parshu dan ishu yang juga menghawatirkan keadaan anak-anaknya. Baji menyalakan api dan mengatakan pada Ishu bahwa Radha akan datang ketika ia melihat asap yang membumbung tinggi di langit.  Parshu ketakutan mengatakan"aku akan meminta maaf pada orang tua ku". Mereka melihat preman datang ke sana. Parshu mengatakan " kami memiliki lupa jalan " dan meminta mereka untuk mengijinkan untuk pulang.

 Preman tertawa, mengatakan " tidak akan membawa kalian" . Gotiya dan yang lainnya datang bersama orang tua dan memberitahu Mama bahwa anak-anak mereka belum kembali ke rumah. Mama/ paman baji mengatakan "Radha pergi untuk menemui mereka jangan khawatir".

Kilas balik ditampilkan, ketika paman Baji mengingat datang ke rumah Radha. Radha memintanya untuk mengurus Chimna dan Bhiu. Mama/ paman Baji mengatakan" Baji seperti diri mu" kilas balik berakhir. Mama ji/ paman Baji mengatakan " aku akan tetap tinggal di sini sampai Radha datang kembali". Guru ji bertanya "mengapa ia pergi ke sana?" Bhiu dan Chimna mengatakan " Gotiya, Ishu dan Parshu pergi mengikuti Baji'.
Guru ji mengejekan Radha dan Mama ji/ paman Baji, ia mengatakan "Radha tidak tahu bagaimana melakukan anushasan / disiplin, ia telah menghina Paathshaala". Mendengar hal itu, Ayah Gotiya menjadi sangat marah.
Guru ji mengatakan" kaulah orang tidak mendukung ku ketika ia berdebat dengan ku, dan apa yang telah ia ajarkan di hutan, apa ia berfikir jika dewa yang akan datang untuk menyelamatkan anak-anak mu" . Mama ji/ paman Baji meyakinkan semua orang bahwa anak-anak mereka akan kembali dengan selamat. Guru ji mengatakan" mari kita lihat saat Radha Bai membawa kembali anak-anak pulang nersama dengannya"
Di hutan, Gotiya meminta maaf pada pereman, ia mengatakan " kami tidak menginginkannapapun". Preman mengatakan " kau akan bekerja untukami" Baji meminta mereka untuk tidak menyentuh teman-temannya, tapi para preman bertanya" apa yang akan kau lakukan? " Baji mengatakan " apa yang bisa aku lakukan?" aku hanya seorang anak kecil di hadapan kalian" . Lalu melemparkan pasir di mata mereka dan lari dari sana.
Di kegelapan malam, Radha Bai datang sendirian ke hutan dengan terus memanggil nama Baji, Gotiya dan juga anak-anak yang lainnya, Radha bertanta- bertanya "di mana kalian semua?"
Baji dan teman-temannya terus berjalan di hutan untuk melarikan diri dari para preman yang akan membawa mereka. Preman berhasil menangkap Baji dan teman-temannya dan mengancam untuk membunuh mereka, para pereman tertawa. Radha mendengar suara ringkikan kuda Malhari dan berpikir jika perampok akan menculik Baji dan teman-temannya. Radha Bai pingsan.
Kam Baksh memeriksa thaali puja milik Shshuji kembali, dan membaca pesan dari Shahu ji pada setiap butir beras dengan kaca pembesar. Kam Baksh mengatakan" Tara Rani akan mendapatkan setengah pesan bahwa Qamer Uddin akan berjabat tangan dengan Marathis, tapi ia tidak akan tahu bahwa kami telah merencanakan untuk membunuhnya" . Kam Baksh memikirkan" rencana yang telah di buat oleh Qamer Uddin akan gagal, dan aku akan berhasil membunuh Tara Rani Bai". Kam Baksh meminta pada prajurit untuk membawa seseorang ahli yang tahu bagaimana untuk menulis pada butiran beras.


Perampok membawa Baji dan teman-temannya ke tempat mereka. Baji meminta mereka untuk meninggalkan teman-temannya. Malhari terus berputar-putar di sekitar Radha yang masih tergeletak pingsan dan kemudian Malhari menarik sepotong kain saree dan membawanya pergi, Radha masih tak sadarkan diri. 
Gotiya dan anak-anak yang lain terus berteriak. Baji meminta mereka untuk tidak takut. Teman- teman Baji memintanya untuk memanggil Radha datang ke sana dan mengatakan" orang tua kami tidak tahu jika kami ad di sini? "Baji bertanya "bagaimana untuk memanggilnya". Mereka semua kwtakutan dan menangis. Wajah Baji terlihat tegang.

Tidak ada precap. ..






PESHWA BAJIRAO EPISODE 41 : PERTEMUAN BAJI DAN TEMAN-TEMANNYA DENGAN DANDAK, DANDAK MEMINTA BAJI UNTUK MEMBAWA DAN MEMOTONG KAYU LALU MENJUAL KAYU-KAYU TERSEBUT PADA MUGHAL

Tayangan Sony TV : 20 MARET 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 41
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE




Malam hari, masih di dalam hutan, kuda Malhari membawa potongan kain sari Radha Bai di mulutnya, Radha Bai masih belum sadarkan diri, Malhari kembali dan menciprati Radha Bai dengan air, akhirnya Radha sadar dan memanggil nama Baji, Radha bangun, dan naik di punggung Malhari dan Radha kembali tidak sadarkan diri, Malhari membawa Radha pergi dari hutan. Sementara itu, para pereman membawa Baji dan teman-temannya, pereman memutar tuas dan pintu di sebuah ruangan terbuka disana Baji dan teman-temannya di tahan.

Di istana semua orang berkumpul menghadap Tara Rani Bai, Tara Rani Bai mengatakan pada Balaji "aku harus bangga dengan anak mu Baji.. minimal harus ada satu Baji di setiap desa". Balaji hanya tersenyum ketika mendengar Tara Rani Bai memuju Baji. Shiva Raze datang dan bertanya pada Rani Saheb/ Tara Rani Bai mengatakan "Mengapa kau membangunkan aku sekarang?". Semua orang memberikan salam pada Shiva Raze, Tara Rani Bai memberitahu pada Shiva Raze  tentang serangan yang terjadi terhadap Saswad, Shiva Raze mengatakan "aku tidak tahu dan bertindak bodoh". Dhana Ji mengatakan " 6 desa telah di serang... Balaji yang telah membawakan berita bahwa Mughal akan menyerang pada hari Gudi Padwa sedang berlangsung"
Shiva Raze mengatakan "Maka kita tidak akan merayakan festival". Balaji mengatakan "Kita tidak akan rasa takut ketika mendapatkan serangan". Tara Rani Bai mengatakan "ia mendengar kata-kata mu". Balaji mengatakan "Baji telah memberikannya pelajaran baru" dan kemudian menceritakan bagaimana Baji membuat rasa takut warga desa menghilang. Tara Rani Bai sangat terkesan mengatakan "Darah yang menetes ke tanah merupakan Sinhaar mereka". Tara Rani Bai bertanya pada Shiva Raze "Apakah kau punya pendapat lain tentang semua pendapat ku?". Shiva Raze mengatakan "aku akan melakuan apa yang menurut ku benar". Tara Rani Bai mengatakan "Kita akan merayakan Gudi Padwa dan kemudian menrang Mughal", wajah Panpraniti menjadi tegang.

Seorang wanita paruh baya mewat Radha yang masih tidak sadarkan diri, Radha berguam dan memanggil nama Baji.Radha meminta aga wanita itu membiarkannya pergi,  Wanita itu meminta agar Radha tenang, tapi Radha menceritakan bahwa ia harus mencari putranya yang telah di culik oleh gerombolan pereman. . 

Ditempat dimana Baji dan teman-temannya di tahan, seorang pria (Dandak) sedang duduk di batu dan ia tersenyum, Baji dan teman-temannya ketakutan, Dandak meminta Baji dan teman-temannya melakukan pekerjaan. Baji mengatakan "Kami tidak akan melakukan pekerjaan apapun". Dandak turun dan melompat dari ketinggian dan membuat Baji dan teman-temannya melangkah mundur, Dandak  meminta pada anak buahnya untuk menghukumnya. Dandak mengatakan dengan tegas "Jika kau mau membawa kayu itu maka aku akan membebaskan mu". 

Wanita paruh baya itu menceritakan segalanya tentang Dandak pada Radha Bai, Wanita itu mengatakan "itu Dadank, ia selalu mencari tilang dari para tawanan dengan menggunakan palu sampai orang tersebut meninggal dengan rasa nyeri yang sungguh luar biasa". Radha hanya terdiam setelah mengetahui bahwa Baji dan teman-temannya dalam bahaya. Radha mengatakan"Aku harus  harus pergi  aku bukan hanya ibu dari Baji, tapi juga ibu untuk teman-temannya,

Baji menolak untuk memotong kayu dan mengatakan pada Dandak "Ibu ku mengatakan bahkan pohon juga berhak untuk memiliki hidup". Dandak kesal dan mengatakan "Aayi mu telah berbohong", dan meminta Baji pergi dan membawanya ke hutan, Dandak mengatakan "Kau harus menjual kayu untuk bangsa Mughal".  Baji menolak semua permintaan Dandak untuk membawa kayu dan mengatakan "Aku tidak akan pernah mau membawa kayu-kayu itu untuk Mughal, Dandak bertambah marah, Gotiya, Ishu dan Parshu menangis ketakutan,  Dandak meminta Baji untuk melepaskan rasa egonya. Baji mengatakan kata-katanya " jisme beroleh hi nahi woh Marathi nahi." Gotiya mengangkat tangannya, kemudian Dandak memukul kaki Gotiya dengan palu dan Gotiya berteriak kesakitan  dan berteriak memanggil ibunya, Dandak tertawa terbahak dan mengejek Gotiya. Baji menatap wajah Dandak.

Dandak terus mengejek ketika Gotiya berteriak kesakitan memanggil ibunya, Dandak tertawa senang. Baji bertanya pada Dandak "Mengapa kau memukul kaki teman ku ketika kau marah pada teman ku?". Dandak mengatakan "Bukankah ego mu adalah betom, tapi hati mu lemah, aku telah memukul pada titik relemah mu". Dandak tertawa keji kemudian Dandak meminta Baji untuk pergi dan membawanya ke hutan yang lain, tapi Baji setuju untuk memotong dan membawa kayu dan hal itu membuat Dandak terkesan dan ia tertawa puas. 

Radha Bai mencoba untuk menaiki Malhari,  Wanita mengatakan Radha bahwa dia tidak bisa menginjak kuda benar dan mengatakan kau mungkin  akan terjatuh". Radha mengelus kuda Malharim mengatakan malhari seperti anaknya dan ia akan melindunginya. Radha bersih keras untuk pergi .Wanita itu bertanya pada Radha Bai "Dimana kau akan menemukan Dandak?". Radha mengatakan "Aku akan menemukan para pereman itu. Wanita itu berpesan pada Radha Bai dan Radha berhasil menaiki punggung Malhari dan ia pergi  bersama Malhari di kegelapan malam tanpa mengatakan apa pun.

Di kerajaan Maughal Aurangzeb sedang berbicara dengan Kam Baksh dan Qammeruddin, Aurangzeb mengatakan pada Kam Baksh "Kau telah meninggalkan ku, mengapa kau menyerang 5  tempat selain desa Saswad, apa rencana mu?". Qammeruddin mengatakan "Parevaan akan melakukan ledakan yang akan membunuh Tara Rani Saheb, dan aku akan menangani Balaji". Aurangseb mengatakan "Apa rencana mu?" Kam Baksh mengatakan "Aku tidak sedang memikirkan apapun", Kam Baksh berfikir bahwa ia telah mengirimkan pesan pada Tara Rani Bai bahwa Qammeruddin akan bertemu dengan Sardaar dari Marathi. Aurangzeb sanggat bangga tentang semua perencanaan mereka untuk membunuh Tara Rani Bai

Keesokan paginya, Baji besama dengan teman-temannya datang kehutan, mereka melihat tindakan keji yang telah di lakukan anak buah Dandak pada anak-anak, anak buah Dandak memecuti dan menyiksa semua anak yang bekerja tanpa belas kasihan. Baji dan teman-temannya terkejut melihat semua itu. Anak buah Dandak mengatakan pada Baji dan juga teman-temannya untuk segera mengambil kayu dan mengatakan "Mungkin Mughal telah menunggu". Parshu mencoba untuk mengangkat kayu, namun ia menjatuhkannya di depan anak buah Dandak, pria itu menjadi sangat marah dan mengancam Parshu, Baji mengambil kayu itu kembali dan memberikannya pada Parshu. dan memberikan kayu yang lainnya pada Ishu, Gotiya berjalan pincang dan ia mengambil kayu bangiannya namun Gotiya menjerit kesakitan, Baji mengatakan "Teman ku  tidak akan bisa mengangkat kayu lihatlah keadaannya. Pria itu mengatakan pada Baji" Kalau begitu aku akan membunuhnya".  

Baji menghentikan pria itu ketika ia akan menyerang Gotiya, dan mengatakan padanya "sebelum kau menyentuh teman ku maka kau harus membunuh ku terlebih dahulu". Dandak datang kesana, ia sangat marah mengatakan "Kau mau melawan kami". Dandak mengatakan " Jika kau ingin membantunya maka kau akan mengangkat kayu itu atas namanya". Gotiya mengatakan "Aku akan mengangkat kayu itu". Baji mengatakan dengan tegas pada Gotiya "Semua ini menjadi tanggung jawab ku, jika sesuatu terjadi pada mu maka aku tidak akan pernah mampu menjawab semua pertanyaan ibu ku". Dandak memerintahkan Baji untuk segera mengangkat kayu, Baji mengambil potongan kayu dan mengangkatnya besana kayu yang lebih kecil, Gotiya terus menangis, Baji terjatuh dan Gotiya menghampiri Baji, Dandak menyusulnya lalu meminta pada Baji untuk meminta kekalahannya.

Baji marah dan berusaha untuk mengambil kayu-kayi itu kembali, Baji mengatakan pada Dandak "Ayah ku telah mengajarkan ku untuk menerima kekelahan dan mengangkat kayu yang berat". Baji bersorak sorai "Har..har Mahadev". Parshu meminta Baji untuk berpikir sesuatu agar mereka bisa keluar dari snaa, Baji mengatakan "Aku akan memikirkannya"


Precap:
Dandak mengatakan  pada Baji bahwa ia akan merebut harapan mereka dan meminta anak buahnya untuk membawa  Baji  bersama dengan mereka.
.

Kamis, 16 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 39 : GURU JI MARAH KETIKA BHALLU MEMBERITAHU WAJAHNYA HITAM, DAN BHALLU MENGHASUD DURU JI JIKA SEMUA ITU DILAKUKAN OLEH GOTIYA DAN TEMAN-TEMANNYA, KEMARAHAN GURU JI MENGUSIR GOTIA PARSHU DAN ISHU DARI SEKOLAH, GOTIYA MENGUSULKAN UNTUK MENYUSUL BAJI DI HUTAN

Tayangan SONY TV : 16 Maret 2017



PESHWA BAJIRAO EPISODE 39
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE








Masih di sekolah,  ketika guru ji menyeka wajahnya dengan kain putih yang sengaja di taruhkan tinta hitam oleh Bhallu, wajah guru ji menghitam karena tinta hitam dan membuat semua orang mentertawakannya. Guru ji menengok ke arah Bhallu dan Bhallu memberitahukan noda hitam di wajahnya, Bhallu menengok ke arah Gotiya dan teman-temannya ia yakin jika rencanannya akan berhasi, guru ji terkejut ketika menyadarinya, ia mengambil kayu dan seketika gelak tawa anak-anak berheti. Guru ji bertanya kepada semua anak-anak "Siapa yang telah melakukan ini?". Bhallu berkata pada Guru ji bahwa Gotiya dan juga teman-temannya yang telah melakukannya, Gotiya dan teman-temannya marah dan akan menyerang Bhallu, Bhallu berlari ke Guru ji dan Bhallu terus menghasud guru ji,  tapi Prashu dan Gotiya memberitahu bahwa mereka telah berjanji pada Baji bahwa mereka tidak akan menginannya. Tapi Guru ji semakin marah dan menngatakan bahwa mereka bodoh... dan hal itu membuat Gotiya dan teman-temannya terkejut, tapi Bhallu tersenyum licik ketika melihat Gotiya dan teman-temannya di marahi oleh Guru ji.

Guru ji menambahkan  Ayah Baji berada di sena Satara  karena menmberikan beberapa pekerjaan untuk Baji, tapi apa yang kalian lakukan ketika orang tua kalian miskin, Guru ji menghina Baji dan mengatakan "Baji terlalu merisaukan anak-anak baik seperti Bhallu".  Gotiya mengatakan pada guru ji  bahwa Baji bergitu sangat menghormatinya dan meminta agar tidak menghona  dan kami akan berjanji". Guru ji mengatakan "Radha sudah menjadi gila ketika ia berfikir jika putranya adalah Rakshak dari Saswad". Guru ji mengusir semua anak dari kelas dan meminta mereka untuk memanggil orang tua mereka besok, sehingga ia bisa menanyakan pada mereka "apakah mereka telah mendidik anak-anak mereka ketika di sekolah atau hanya di rumah tangga Radha".  Gotiya dan teman-temannya bertemu dengan Chimna ji di jalan, Chimna ji mengatakan "Aku akan ke Paathsaala". Gotiya  memberikan ide agar Chimna ji belajar dan juga mendidik mereka,  Gotiya berpikir untuk pergi menemui Baji tapi Pharsu keberatan, Gotiya berpendapat  ia  tidak tahu apa yang akan di katakan oleh orang tua mereka. Gotiya dan teman-temannya pergi

Baji masih menunggangi kudanya di hutan, Baji mengatakan pada Malhari bahwa ia merupakan teman sejati.. aku memiliki banyak teman sejati, Gotiya, Ishu, Pharsu datang  kesana dan mengatakan bahawa mereka akan pergi besama dengan Baji. Baji bertanya tentang sekolah namun mereka menceritakan semua hal yang terjadi ketika Guru ji memarahi mereka tanpa sebab, Baji bertanya "Apa kalian sudah meminta izin dengan orang tua kalian?". Gotiya menjawab dan beralasan "Iya"

Dikamar Shahuji, Shahuji nampak sangat gelisah, ia mengatakan pada Zeenat "Aku harus sampai ke Bibi Tara Rani dan mengatakan padanya bahwa nyawanya dalam bahaya,  ibu Shahuji tidak suka dengan hal itu, Zeenat "Aurangzeb tidak akan membiarkan kau pergi dan penjaga selalu datang memeriksa mu,, mengapa kau mau membahayakan hidup mu dengan mengambi resiko untuk orang yang telah membuat anaknya duduk di singgasana sementara yang layak mendapatkannya dalah diri mu". Shahuji berkata "Kau tidak bisa menuduh dan meragukan keputusan yang telah di buat oleh Tara Rani Bai sampai mengetahui mengapa ia mengambik keputusan ini, aku tidak tertarik dengan singgasana tapi hanya menyelamatkan semua penduduk Marathi

Baji dan teman-temannya di dalam hutan mereka sangat senang menikmati perjalanan mereka, tapi tiba-tiba saja raut wajah Baji berubah, Gotiya membuat lelucon, Gotiya masuk kedalam semak-samak untuk membuang air kecil, ia terkejut ketika melihat samar-samar mata harimau yang sedang mengawasinya di balik pepohonan, Gotiya ketakutan dan melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya, teman-temannya bertanya "Apa yang kau lihat?" . Gotiya mencoba menjelaskan bahwa ia melihat harimau yang sangat besar, Gotia berlari disusul oleh teman-temannya begitu juga dengan Malhari yang bergegas berlari meninggalkan Baji sendirian, kemudian Baji menyadari jika Gotiya mengatakan hal yang benar, beberapa ekor harimau sedang mengincar mereka, Baji berlari menyusul teman-temannya untuk mengajaknya bersembunyi di tempat yang aman, Pharsu terjatuh dan Gotiya kelaparan karena telah berlari, mereka duduk dan Baji mengeluarkan makanan dari dalam tasnya, namun Baji hanya menemukan batu di dalam makanannya. dan mereka terkejut ketika melihatbya. Gotiya mengatakan "Ibu mu telah lupa untuk menjaga padinya". Baji menyadari bahwa Radha ingin mengajarkan beberapa Paath dan mengatakan bajwa ibunya adalah gurunya juga. Baji mengatakan pada teman-temannya bahwa mereka harus mencari sesuatu untuk di makan di hutan.

Shahuji bersama dengan ibunya mencoba untuk keluar dari istana Maughal dengan membawa piring puja, penjaga mengarahkan belati dan menghentkan mereka. Shahuji mengatakan pada penjawa bahawa ia akan mengikuri parampara dan pergi ke kuil Bhairav, Shahuji mengiris jempol tangannya dan melakukan tilak di dahinya, Shahuji mengatakan "Aku tinggal disini tapi aku akan tetap mengikuti sanskritiny ku". Pria datang menghadap Shahuji mengatakan bahwa ia akan ikut mengambil Thaali ke kuil". Ibu Shahuji bertanya "Apakah kau yakin bajwa Thaali akan sampai di kuil?" Shahuji mengatakan "Aku berharap ia akan segera sampai pada Tara Rani Bai"

Malam hari, Baji masih berkeliaran besama dengan teman-temannya di hutan karena mereka lupa jalan untuk kembali, Baji mengatakan bahwa mereka akan menandai batu agar mengetahui jalan. Parshu mengatakan "aku lapar". Baji perhi meninggalkan teman-temannya,  Gotiya Parshu dan ishu  berfikir jika ayah dan ibunya akan mencari mereka di hutan. Baji bergikir "jika aku menyalakan api, itu berarti aku akan memanggil ibu untuk meminta bantuan, Baji berfikir "Jika aku menyerah begitu vepat maka..."  Suara Malhari meringkik di balik pepohonan dan menunjukkan  buah yang digantungkan di pohon. Baji berteriak bahwa mereka berhasil mendapatkan makanan dan meminta teman-temannya  datang dan memmakan buah-buhan dan mereka memakannya. Saat itu mereka melihat petir di langit dan berlari  ke tempat yang aman, mereka ketakutan lalu bersembunyi dan memegang pohon dengan erat dan berharap jika semuanya akan baik-baik saja.

Parshu mengayakan "kita harus memberitahu orang tua kita sebelumnya untuk datang kesini" Gotiya juga berfikir hal yang sama bahwa hal itu tidaklah baik datang ke hutan tanpa memberitahu orang tua mereka, Baji bertanya "apa maksud mu?" Parshu mencoba untuk menceritakan hal yang sebenarnya, dan Baji kecewa "Jadi kalian telah berbohong pada ku dan menyembunyikan kebenaran dari orang tua mu?.. kau telah menghianati kami berdua, Gotiya marah dengan Parshu, saat itu mereka terkejut ketika melihat pohon terbakar karena tersambar petir, mereka berteriak dan memeluk Baji yang juga ketakutan, dan mereka telah di kepung oleh harimau. Baji mengatakan pada teman-temannya "ada banyak harimau". Teman-temannya menangis ketakutan, Baji mengeluarkan pisau pemberian ibunya dan meminta mereka untuk bediri di belakangnya


Precap:
Perampok menimpuk batu dan  menculik Baji, Gotiya, Ishu dan Parshu dan membawa mereka di kegalapan malam. Radha datang ke hutan dan memanggil nama mereka ..
.

Rabu, 15 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 38 : BEBERAPA PRIA MUGHAL YANG MERUPAKAN ORANG YANG SAMA LOLOS DARI PENAGAAN PEMERIKSAAN POS, RADHA MEMINTA BAJI MENGANTARKAN SURAT UNTUK PAMANNYA

Tayangan Sony Tv : 15 Maret 2017
PESHWA BAJIRAO EPISODE 38
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Baji kesal dan memukuli orang-orangan sawah dan membuat semua orang berkumpul, Guru ji menegurnya "Baji apa yang sedang kau lakukan". Baji mengatakan pada Guru ji " Mughal terlah lari dari sini, tapi mereka meninggalkan Bhayasur ... kita harus membuat penduduk desa keluar dari rumah dan menyingkirkan rasa takut mereka". Guru ji mengatakan "Ketakutan itu penting, itu membuat aman manusia" Radha berteriak memanggil guru ji dan datang ke hadapannya, Radha mengatakan "Burung merasakan aman di kandangnya, tapi burung tidak ingin berada di kandang.. jadi kau menginginkan seluruh penduduk desa di kurung dalam kandang mereka dalan ketakutan, aku tidak akan merusak impian Baji lenyap". 

Guru ji mengatakan "Ia telah menghina ku dan Vidyalaya...". Radha mengatakan "Aku tidak sedang menghina mu atau pun Vidyalaya.... aku punya sebuah pertanyaan". Guru ji marah mengatakan "Sesorang harus percaya guru dengan membabi buta". Radha mengatakan "Khrisna tidak pernah menghentikan Arjuna  untuk mempertanyakan hal yang lain, maka kita tidak akan punya Bhgawad Gita". Guru ji menjawab "Bahkan orang-orang suci pergi ke kul guru dan mengatakan "Kau yang telah membuat Baji menjadi cacat". Baji mengatakan "Jika tuhan datang di bumi ini kemudian ia akan membutuhkan seorang ibu... mereka akan membuat mutriata ....... orang-orang suci bergitu besar seperti resi atau apapun akan di lakukan untuk menyadap, mereka melakukannya setiap pagi". Baji menyentuh kaki Radha Bai untuk meminta berkatnya. Radha mengatakan "Baji punya tangan ibunya di kepalanya dan ibunya akan selalu mempercayai mimpi-mimpinya melebihi dari dia, aku tidak akan membiarkan itu pergi". Baji  berjanji bajwa ia tidak akan pernah merusak kepercayaan ibunya dan akan membuktikan bahawa semua keputusannya benar. Guru ji hanya terdiam, Radha tersenyum penuh dengan rasa bangga dengan Baji.

Beberapa prajurit Marathi  sedang memerikas semua orang yang masuk untuk mencari beberapa orang dari Maughal. Pant Pratinidhi menceritakan tentang serangan yang di lakukan Maughal di desa Saswad,dan pria Maughal berhasil melewati pos pemeriksaan. 

Prajurit Marathi memeriksa lokasi tragedi yang dilakukan oleh beberapa orang Maughal yang menyamar menjadi Marathi, Dhana ji bertemu dengan Baji dan memuji Balaji untuk keberanian putranya,  Balaji mencium kening Baji dengan kasih sayang dan kemudian meminta Baji untuk pergi. Balaji bertanya pada Dhana ji "apa yang akan Maughal dapatkan dengan menyerang sebuah desa kecil?". Dhana ji mengatakan "Mereka akan melakukan serangan yang lebih besar". 

Kembali pada pemeriksaan orang-orang Maughal ketika Pria Mughal berhasil lolos dari penjagaan pos dan Pria Maughal tersenyum menatap Pant Pratinidhi dan beberapa orang Mughal itu merupakan orang yang sama saat akan meledakan panggung di desa Saswad. Pria Maughal tersenyum dan berpura-pura tidak mengenali mereka. 

Baji datang menemui teman-temannya dan juga sudaranya, teman Baji mengatakan bajwa mereka harus memberikan pelajaran untuk Guru ji, Baji menolak untuk menyetujui rencana Gotiya dan membuang barang, Baji mengatakan pada mereka bahwa ia tidak ingin mengajarinya apa-apa, tapi hanya ingin membuktikan bahwa apa yang telah di ajarkan oleh ibunya adalah benar.

Dirumah Baji, Balaji sedang duduk di ayunan dan berbicang. Radha Bai mengatakan pada Balaji "Chimna terbuat dari pasir parampara dan Baji dari Karanit... Baji telah memperlajari semua kualitas". Radha menceritakan kejadian di sekolah pada Balaji lalu Balaji bertanya "Apakah kau telah mengajarkannya politik". Radha mengatakan "Kau yang akan mengajarkannya, tapi besok kau akan pergi kesatara dan kembalilah segera". Balaji bertanya "Apakah besok kau akan mengajarkan Baji besok". Radha mengatakan "Kau akan tahu itu besok"

Naser bersama dengan ayahnya Qammeruddin menghadap Aurangzeb. Naser mengatakan pada yang mulia Aueangzeb bahawa ia akan mengerti ketika Zeenat bertanya pada diri ku tentang madu dan memberitahukannya pada Qammmruddin. Aurangzeb mengatakan "Tampaknya politik mengalir dalam pembuluh darahnya". Kam Baksh bertanya "Mengapa harus menoleransi ketika Zeenat lebih mendukung Shahuji secara terbuka?". Aurangzeb mengatakan "Zeenat hanya sebagai bantalan dari segala sesuatu apapun yang terjadi atas keinginannya". Aurang mengatakan bahwa Shahuji selalu hanya mau menengarkan Zeenat saja dan Aurangzeb datang untuk mengetahui Shahuji hanya melalui Zeenat saja dan itu secara tidak langsung... Shahuji akan menjadi rusak ketika ia akan tahu kematian Tara Rani Baji". Aurangzeb memerintahkan prajurit untuk menjaga kamar Shahuji dan memintanya untuk tidak membiarkan udara masuk. Kam Baksh berfikir "Bagaimana aku bisa membantu Shahuji sekarang". Prajurit menghentikan Shahuji saat ia akan pergi keluar dan itu atas perintah dari yang mulia Aurangzeb, Shahuji marah dan pergi.

Semua anak-anak kembali ke rumah Baji, Gotiya mengatakan pada Radha tentang perutnya yang sedang lapar dan menceritakan  pembicaraan baru. Bihu mengatakan bahkan ayah tidak tahu tentang hal itu. Radha bertanya pada Baji untuk membuatkan surat untuk pamannya dan memastikan agar pamannya menerimanya suratnya, Baji tidak menolak dan mengatakan "Baiklah" Radha bertanya-tanya "Bagaimana Baji bisa pergi sendirian ke daerah hutan?". Gotiya berkata "aku akan pergi bersama Baji". Parshi mengatakan "Aku juga akan ikut pergi". Radha mengatakan "Lalu siapa yang akan pergi ke Paathsala kemudian?" dan meminta Pharsu dan anak-anak untuk pergi. Baji meminta ibunya untuk tidak khawatir dan meyakinkan ibunya bahwa ia akan pergi dengan Malhari. Radha bilang "aku akan berkemas untuk menyiapkan makanan mu". Mereka tersenum

Disekolah, Bhallu sedang sibuk memberikan tinta hitam di kain milik Guru ji sehingga itu akan membuat Guru ji marah dengan teman-teman Baji. Gotiya dan teman-temannya datang dan disusul dengan guru ji yang datang ke Paatshala, Guru ji mengambl kain untuk menyekakan kain tersebut di wajahnya, semua orang tertawa ketika melihat wajah guru ji menjadi hitam, Bhallu mencoba memberitahu jika wajah guru ji menghitam.

Chimna ji meminta Baji menyampaikan pesan untuk paman dan juga bibinya lengkap dengan nama Chimna ji Shaeb, Radha datang menemui Baji dan memberikannya pisau dan memintanya agar Baji selalu bersama dengan pisau tersebut, tapi Baji meminta ibunya untuk tidak khawatir, Radha meminta Baji untuk menyalakan api jika Baji dalam kesulitan maka ia akan memberitahunya ketika melihat asap dari gunung, Bhiu mengikatkan gelang hitam di bahu Baji  dengan harapan dan  keinginannya yang baik, Baji pergi menunggangi Malhari, saudara Radha datang kesana. Chimna terkejut dan bertanya-tanya mengatakan "Kakak ku segera pergi sementara itu paman ada disini apa yang sedang di rencanakan oleh ibu ? "Radha tersenyum

Precap:
Baji mengatakan pada Gotiya dan teman-temannya di kegelapan malam di tengah hutan bahwa ia berbohong pada keluarga dan teman-temannya dan mengkhianati mereka. Baji dan teman-temannya mendengar aauman suara harimau dan membuat mereka ketakutan dan terkejut.

Selasa, 14 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 37 : RADHA BAI DAN BAJI BERUSAHA UNTUK MEMANTIKAN KOBARAN API AGAR TIDAK MENYEBABKAN BANYAK KORBAN,

Tayangan Sony TV : 14 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 37
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEJ MADE



Masih di atas panggung ketika Guru ji menegur Baji, Guru ji bertanya pada Baji yang masih ketakutan ketika pria Mughal yang menyamar menjadi Marathi membuatnya pingsan "apa kau lupa dengang dialog mu?". Baji mengatakan "Tidak" dan ia menyapa semua orang yang hadir disana 
Gotiya berjalan dan tersandung tali dinamit, Gotiya mengatakan "Semua orang telah melawan ku untuk aku berperan sebagai Afzal Khan". Gotiya menangis dan kemudian menarik tali itu. Pri Maughal datang untuk menghentikannya, Baji yang masih duduk diatas panggung mengatakan dan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Chatrapati Shrivaji.... mereka harus menyadari musuh ada di sekitar mereka, kami akan mengajarkan pekajaran untuk Maughal. 
Tiga orang pria Maughal datang menemui Gotiya dan bertanya padanya "Apa yang sedang kau lakukan disini". Gotiya beralasan bahwa ia menarik sumbu itu untuk mendapatkan air. Ketiga pria Maughal berfikir bahwa anak laki-laki bernama Gotiya itu gila. Gotiya mengatakan "Aku menjadi gila saat memperlajari dan berlatih bagian dialog Afzal Khan, aku tidak akan menjadi seperti Mughal". Gotiya marah dan menyesali peranannya dan menampar wajahnya sendiri,  Salah seorang pria Mughal marah tapi membiarkan Gotiya pergi.Pria Maughal terkejut ketika melihat jasad dari Jeena sedang duduk dengan mata terbuka menyender di pohon.  Mereka berfikir mungkin saja Baji telah melihat mayat Jeebvn, sementara itu Radha melihat mereka mengambil dan menggotong mayat Jeevan , 

Gotiya kembali dan bertemu dengan Radha, Radha mempertanyakan "Gotiya kau disini, dari mana saja?". Gotiya mengatakan bahwa ia sedang mencari Baji sejak tadi dan Gotiya pergi masuk kedalam panggung, Radha meneggur mereka dan bertanya "Apa yang sedang kalian lakukan?' Seorang pria menepuk pundaknya dan menangkap Radha dan mengarahkan pisau ke lehernya, Radha mengatakan bahwa mereka tidak membahayakan Marathis.

Diatas panggung, Baji memberitahu pada dua saudaranya untuk memperhatikan tingkah sesorang kemudian dengan berbisik Baji memanggil Afzal Khan (yang di perankan Gotiya) ke atas panggung. Gotiya datang ke panggung dan mengatakan bahwa ia tidak ingin membunuh Chatrapati Shrivaji, Bihu bingung dengan bagian dialog yang di ucapkan oleh Gotiya, Baji mersakan sesuatu yang salah akan terjadi dan ia berdoa kepada dewa untuk membantunya menghentikan orang-orang yang hendak berbuat jahat.

Soerang pria Maughal datang untuk menemui pimpinannya mereka saling berbicara satu sama lain, Baji melihat mereka. Chimna mengatakan bagian dari dialognya dan mengatakan "Niat mu adalah salah". Gotiya mengatakan "Tidak". Bihu mengatakan "Jika ia mengatakan itu maka ia benar". Gotiya mengatakan bagian dialognya yang berbeda dan membuat semua penonton tertawa "Aku Chatrapati Shrivaji yang abadi dan ingin bertarung dengan Maughal".  Chimana mengingatkan Gotiya bahwa ia memerankan peran Azal Khan.
Baji  menatap pria Maughal yang sejak tadi bediri di antara kerumunan penonton, Baji merasa gelisah ketika memikirkan hanya ibunya saja yang bisa mengerti tentang dirinya .

Pria Maughal yang lainnya akan meyulutkan api di sumbu dinamit, Radha masih berada di tawan. Radha memberi tahu pada mereka bahwa mereka tidak akan pernah bisa meledakan tanah milik Marathi tapi kasar Maughal. 

Mughal pria melihat bermain diam-diam meninggalkan. Baji mengikutinya. Lain mencoba mengikuti Baji, tetapi Guru ji berhenti mereka dan meminta untuk melakukan bermain. Baji datang dan berjalan setelah Mughal. Mughal mengatakan kepadanya bahwa ia akan segera mati dan bahwa mereka akan ledakan semua Marathi. Pria Maughal hanya tertawa dan menyulutkan api di sumbu dinamit dan kemudian mereka pergi, Radha didorong dan ia terpentok batu dan pingsan. Orang-orang Mughal akan meninggalkan Saswad, dan seorang pria Maughal lainnya datang menemui pimpinannya dan mengisyaratkan bahwa semua telah di kerjakan sesuai dengan rencana mereka. Baji curiga dengan tindak-tanduk mereka ketika pergi meninggalkan dertan penonton, dan membuat Baji bertanya-tanya dengan sikap mereka. Baji berlari mengikuti mereka dan meninggalkan panggung, dan membuat Bihu, Chimna dan teman-temannya bingung, Guru ji mengalangi ketika mereka akan pergi meninggalkan panggung dan meminta mereka untuk menyelesaikan pentas drama.

Api semakin meluas membakar daun-daun kering dan sumbu dinamit, beberapa pria Muaghal akan meninggalkan Saswad dan menunggangi kuda mereka, mereka yakin akan membuat Aurangzeb senang dengan rencana meledakan Saswad di hari Guadi Padwa dan mereka tertawa licik dan pergi meninggalkan desa. Baji melihat beberapa orang pria Maughal melarikan diri dan mengejar mereka di belakangnya.
Radha masih tergeletak di tanah  mulai tersadar dan terkejut ketika melihat kobaran api semakin memjauh mendekati di namit, Rahda meminta tolong dan Baji melihat Radha berteriak meminta tolong di dalam kobaran api dan ia terkejut memanngil ibunya, Baji berlari menghampiri ibunya dan kakinya merasakan sakit dan mencabut jarum yang tertusuk di kakinya, Baji  bertriak memanggil ibunya "Aayi". Jeritan Baji membuat Anak-anak yang masih memainkan drama terkejut, semua orang bertepuk tangan. Diluar Baji menghampiri Radha Bai yang berusaha untuk memadamkan kobaran api di sumbu dinamit dengan berjalan terpincang. Radha dan Baji menimbunkan pasir pada kobaran api, Baji  menanyakan keadaan ibunya tap Radha meminya Baji untuk berusaha memadamkan api sebelum terjadi ledakan dan menewaskan banyak orang dan meminta agar Baji membawakan air.

Dipanggung Gotiya mengatakan pada Bihu bahwa ia akan memeriksa  apa yang sebenarnya terjadi, dan Bihu menghawatirkan keadaan kakaknya, Gotiya dan teman-temannya berusaha keluar dari kerumunan orang di panggung. Baji mengatakan pada Radha "Waktu akan semakin sedikit, kita harus mengosongkan semua tempat dan membawa semua orang ketempat yang lebih aman". Radha mengatakan "Kita tidak punya banyak waktu Baji". Baji meminta Radha untuk pergi seperti yang dikatakannya, Baji meminta untuk tenang dan merubah raut di wajah ibunya dan tidak melihatnya, Radha bertanya "Apa yang akan kau lakukan?". Baji membelakangi ibunya dan meminta pada Radha untuk tidak melihatnya.

Shahuji bersama dengan Zeenat. Zeenat mengatakan pada Shahuji bajwa sesuatu akan terjadi pada perayaan Gudi Padwa hari ini. Kilas balik di tampilkan ketika Zeenat mencari sesuatu dan Naser datang dan bertanya "Apa yang sedang kau lakukan disini?". Zeenat mengatakan "Aku sedang mencari cincin. Naser mengatakan "Aku akan mencari cincin". Zeenat membahas tentang madu manis dan bertanya pada Naser "Apakah kau mengambil madu dari sarang?" Naser mengatakan "Tidak". Kilas balik berakhir   Zeenat mengatakan". Qammeruddin berkata pada Aurangzeb bagaimana tidak untuk mengambil madu dari sarang?". Shahuji mengerti dengan rencana Qameruddin dan mengatakan bahwa kehidupan Tara Rani Saheb dalam bahaya, Kam Baksh mendengarkan merekan dari luar ia tersenyum licik dan mengatakan pada Shauji bajwa bahkan dinding pun memiliki relinga, tapi tidak tahu bahwa telinga bisa mendengar dengan cepat.. aku sedang memainkan trik yang akan membuat konspirasi Qanneruddin dan akan mengguncang Shahuji.

Semua Marathis datang (Guru ji bersama dengaan yang lainnya) mereka mendatangi Radha Bai. Baji dan teman-temannya memberikan salam pada semua orang, Bihu bertanya pada kakanya tentang apa yang terjadi. Baji mengatakan bahwa Maughal berusaha untuk membakar tempat mereka tapi ia berhasil memadamkan api,  Semua oang sangat terkesan dan mengangkat Baji dengan sangat bahagia dan menjadikannya seperti mengidolakan Chatrapati Shrivaji

Baji berjanji  akan selalu untuk membawa Swaraj untuk keselamatan semua orang. Baji mengatakan jai Chatrapati Shivaji i. Semua orang yang hadir di sana berkat Radha dan Baji. Guru ji mengatakan bahwa ia telah memberitahu Saswad tentara. Guru ji  tidak menghargai Baji dan mengatakan bahwa Baji akan dimanjakan. Baji dan teman-temannya melihat desa  dan bersembunyi dari  rumah-rumah mereka dan mengatakan "kita  harus melakukan sesuatu". Mereka mengetuk rumah semua orang dan menaruh catatan yang berbunyi "Kau  berani", dengan bunga di atasnya. Semua orang mendapatkan bingkisan itu di rumah mereka dan membaca catatan. Mereka bertanya " siapa menaruhnya ?" Mereka melihat Baji mengusir  gagak dengan  menakut-nakutinya. Guru ji bertanya "apa yang sedang terjadi Baji".

Precap:
Balaji datang untuk tahu tentang serangan terhadap Saswad. Mereka berpikir tidak ada tempat yang aman dan mereka harus ekstra memperingatkan.
.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 36 : BAJI MENGETAHUI BAHWA PANGGUNG DALAM BAHAYA, BHALLU TERHASUT OLEH OMONGAN BAJI DAN MENUSUKAN PAKU DAN MENANPAR DIRINYA DUA KALI AGAR BERHASIL MENGHAFAL SEMUA NASKAH DIALOG

TAYANG SONT TV : 13 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 36
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE





Radha Bai sedang mempersiapkan puja, Baji datang dan membawa Radha ikut bersama dengannya, Radha bertabrakan dengan peria Maughal yang menyamar menjadi Marathi, Baji tampak tegang dan menatap pria itu ketika ia tersenyum dan memberikan salam pada Radha Bai dan Baji terus menolehkan wajahnya ke belakang dan menatap pria itu. Pria Maughal lainnya mengawasi di sekitar panggung, dan mereka membicarakan rencana mereka dan meminta 3 orang pria lainnya bersiap melakukan ledakan di Saswad.

Radha membantu Chimna ji untuk besiap dengan memerankan Chtrapati Shrivaji diruang ganti, Radha tersenyum dan berkata "Kau telah memiliki kumis sebelum kakak mu". Chimna ji mengatakan "Aku nampak sudah cukup usia dari kakak ku". Bihu datang dan bertanya pada Radha "Kapan aku akan memiliki kumis". Radha tertawa, dan Bihu memeluknya, mereka di kejutkan dengan suara tangisan Gotiya yang bersembunyi di bawah meja, Gotiya mengatakan "Aku memerankan Afzal Khan " Gotiya kembali menangis. Radha memanggil Gotiya yang masih mencurahkan rasa kecewanya karena tidak bisa membawakan peran sebagai Chatrapati Shrivaji, Radha menghampirinya dan mengatakan [ada Gotiya "Bukankah sekarang kau seorang aktor dan jangan menangis". Baji masih membantu Parshu dan Wharshu mempersiapkan peranan mereka, lalu Baji meminta agar Gotiya mempelajari embali naskah dialog. Gotiya keluar dari tempat pesembunyiannya dan mengambil naskahnya berkata "Baiklah". Bihu menyarankan agar Gotiya menuliskan seluruh naskah dialog pada seluruh perutnya. Parshu mengatakan "Aku bisa memberitahu mu dialog-dialog dari Afzal Khan". Baji berkata "Gotiya lebih cocok memerankannya dari pada memerankan Chatrapati Shrivaji". Gotiya kesal dan keluar dari ruang ganti dan berjalan sendirian. Radha membawa anak-anak pergi 

Sementara itu, Radha Bai keluar bersama anak-anak dari tenda ruang ganti dan meyakinkan bahwa mereka akan berhasil melakukannya. Guru ji datang dan memberi tahu pada Radha bai bahawa semoga ia tidak melakukan kesalahan besar dengan membawa Baji keluar dari Paatshaalanya. Radha mengatakan dengan tenang " aku tidak membawanya keluar dari Paatshaala .. itu hanya akan menggesernya sebentar dari Paatshaala mu bersama dengan ku". Guru ji menjawab dengan menegaskan "Ia telah memperlajarinya sampai akhir, aku akan memberikannya tes dan mari kita lihat bagaimana seorang ibu bisa membangun karir anaknya". Ucapan Guru ji membuat Baji marah ia mengepal tangannya dan menahan amarahnya kemudian Guru ji memanggil Bhallu dan teman-temannya libih pintar dari pada Baji, Guru ji hanya menatap Baji penuh dengan kemarahan dan kemudian ia pergi. Baji mencoba untuk bicara pada ibunya namun Radha menghentikannya. Raddha membawa anak-anak pergi namun Chimna menanyakan prihal tentang Bhallu. Baji yakin bahwa ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi dan Chimna tersenyum.

Di kerajaan Mughal, Kam Baksh mengatakan pada Aurangzeb "Qammeruddin telah memilih tempat serangan di mana anak-anak akan memainkan pernan dalam drama di Chatraphati ji". Aurangzeb tersenyum dan berkata "akan banyak anak-anak yang akan mati". Seorang penjaga datang dan memberitahu pada mereka bahwa Shahuji datang untuk bertemu dengan Aurangzeb. Shahuji datang dengan menawarkan mereka parasad tapi Aurangzeb menilak untuk mengambilnya, Aurangzeb bertanya "Mengapa kau mau membawakannya ketika kau tahu jika aku tidak akan mau menerimanya?". Shahuji mengatakan " Ayah dan Chatrapati berhasil melarikan diri dari cengkarman mu dan mereka bersembunyi di kotak besar penuh dengan prasad". Mendengar hal itu membuat Aurangzeb menjadi sangat marah dan mengerluarkan pedang milik Qammeruddin,  namun Shahuji memintanya untuk tidak melakukan keslahan yang lain sebelum Aurangzeb menghadapi kekuatan dari Parasad. 

Baji berjalan dan ia bertemu dengan Chimna ji, Baji meminta agar Chimna menampar dirinya dua kali dan kemudian membungkus kuku di tangannya untuk membuat Chimna ingat dengan semua naskah dialog yang akan di pernakannya dengan baik. Namun ternyata, hal itu di dengar oleh Bhallu dan teman-temannya yang mengenakan pakian sesuai dengan peranannya , Chimana ji menolaknya dan Baji menyadari keberadaan Bhallu, kemudian Baji mengelurakan jarum dan menunjukkannya dengan sengaja agar Bhallu melihatnya, lalu menusukkan jarum di tangan Chimna ji, Chimna ji sengaja menjatuhkan jaruum itu dan ia berlari, Baji mengejar Chimna ji. Bhallu kemudian mengambil jarum di tanah kemudian ia menampar dirinya dua kali lalu ia menusukkan jarum di tangannya Bhallu berteriak kesakitan, Bhallu yakin dengan ucapan Baji lalu Baji kembali  bersama dengan teman-temannya dan mentertawakan Bhallu, Baji menggatakan "kuku yang tekah dicampur minyak datura.. sekrang kau hanya akan mengatakan kebenaran dan menceritakan semua perbuatan mu". Bhallu menutup mulut dengan tangannya. Baji dan teman-temannya mentertawakan Bhallu. Bhallu ketakutan ketika Baji mengancamnya untuk membawanya kehadapan guru ji, ia berlari dan menabrak pria Mughal yang menyamar menjadi Marathi. Baji meminta dua sudaranya dan teman-temannya pergi sementara Baji berjalan dan ia mencurigai sesuatu.

Sementara itu di panggung semua orang sedang bergembira menonton panggung saat beberapa orang pria bernyanyi, pimpinan prajurit Mugahal yang ketika itu menyamar mrnjadi Marathi berbicara dengan anak buahnya, di dekat kerumunan orang. Guru ji bersama dengan Radha sedang melakukan puja di patung Chtrapati Shrivaji, Guru ji memecahkan kelapa di batu, bersamaan dengan itu Radha tidak sengaja mengambil kelapa yang sama dan membuat guru ji kesal. Baji datang dan mencurigai pria-pria yang sedang ada di acara tesebut  dan ia mengambil prasad yang deiberikan oleh ibunya, kemudain Radha memberikan prasad dibagikan pada Baji, Baji membagikan prasad pada semua orang dan  untuk pria Muaghal yang menyamar menjadi Marathi, pria itu mengambil prasad dengan menggunakan tangan kiri dan membuat Baji meragukan pria tersebut. sipria pergi dan Baji mengikutinya

Sementara itu, Gotiya berjalan sampai di tempat yang sepi demi untuk membuat dirinya berhasil menghafalksan semua naskah dialog, bergitu semangatnya Gotiya mengguncang-guncangkan tangga dan kemudian sebuah karung terjatuh. Gotiya terkejut ketika ia menemukan mayat seoramg pria, sementara itu, Baji mengikuti pria Mughal dan menemukan prasad di tanah, dan ia mencarinya lalu pria Mughal membekap mulut Baji, Baji memberontak dan ia tak sadarkan diri. 
Gotiya terkejut ketika ia melihat mayat seseroang dan Gotiya memanggilnya sebagai paman Jeevan, Gotiya ketakutan dan bertanya-tanya "Bagaimana ia bisa mati?". Gotiya tidak tahu jika pria itu mati dengan mata yang masih terbuka, ia banyak mengajukan berbagaimacam pertanyaan.

Guru ji menegur dua orang anak ketika mengetahui bahwa Bhalu telah melarikan diri dan menduduh jika Baji penyebab dari semua itu, dari sana. Radha datang dengan sangat bahagia,Radha bertanya pada Radha "Bukankah kau berfikir jika Baji memiliki pengaruh yang lebih baik dari pada Bhalu dari mu?". Guru ji mengatakan "tidak... Baji tidak sama dengan murid ku". Radha bertanya "Apakah perasaan mu begitu sangat yakin atas kerusakan Baji". Guru ji bertanya "perasaan ku?". Radha bertanya "Bagimana Baji bisa dalam terlibat dalam hal ini". Guru ji menjawab dengan keyakinannya "Ya". Guru ji datang ke panggung dan mengatakan bahwa Chimna telah menulis naskah dialog dan meyakini jika Baji adalah kakaknya. Semua orang bergelak tawa ketika Chimna ji mengkoreksi namanya ketika guru ji hanya memanggilnya Chimna, dan semua orang bersorak sorai memanggil nama Baji ketika nama Baji di sebutkan.

Bihu meinta Radha untuk memanggil Bahi dan juga Gotiya. Radha pergi. Guru ji bersama dengan anak-anak melakukan puja di ghanapati Ghanesa, Chimna dan yang lainnya gelisah menantikan kedatangan Baji. 

Sementara itu pria Mughal telah membuat Baji tidak sadarkan diri dan menyeret Baji dan membawanya, tapi kemudian Baji terasadar dan melemparkan pasir ke matanya, pria itu meronta-ronta kesakitan Baji melarikan diri ia mendekati panggung, Chimna, Bihu dan teman-temannya tersenyum ketika melihat Baji kembali

Sementara itu di luar, prajurit Maughal yang menyamar menjadi Marathi berfikir bahwa ia harus sergera menghentikan Baji entah bagaimana pun caranya termasuk memberi tahukan jati diri mereka pada semua orang. Pria itu datang menemui anak buahnya bahwa seroang anak laki-laki telah meragukan dirinya. lalu Baji datang ke atas panggung, Bihu bertanya "Apa yang sedang kau lakukan disni". Prajurit Maughal mengambil pisau, Guru ji bertanya "Apakah kau lupa dengan dialognya?" Baji melihat pria itu memegang pisau di tangannya. Baji ketakutan dan menatap pria Maughal dan membuat semua orang menoleh ke arah yang Baji lihat, guru ji kesal dan bertanya pada Baji tentang apa yang terjadi


Precap:
Orang-orang mughal mengotong sorang pria, Radha datang untuk menghentikan mereka, prajurit Maughal juga menangkap Baji dan Radha. Mereka menyalakan api di sekitar Baji dan mengatakan bahwa mereka akan meledakan tempat setelah mereka pergi.  Baji bangkit dan mengejar mereka.
.

PEHAWA BAJIRAO EPISODE 35 : PERAYAAN GUDI PADWA DAN ULANG TAHUN CATRAPATHI SHRIVAJI, BEBERAPA ORANG MUGHAL MENYAMAR MENJADI MARATHI, BALAJI CEMAS TENTANG RENCANA AURANGZEB. BOM DI TANAM DI TANAH DIDEKAT LOKASI PANGGUNG

Tayangan SONY TV : 10 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 35
DI INTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Masih di tempat dimana Baji bersama dua saudara dan juga teman-temannya bertemu dengan Bhallu dan Guru ji datang dengan penuh rasa amarah. Guru ji mengatakan pada Radha bahwa itu adalah merupakan pilihannya agar membuat Bhallu dapat memerankan Chtarapati Shrivaji Maharj. Radha menjawab pernyataan guru ji "Tapi mengapa kau marah pada anak-anak yang lain, hanya kerena ia membantu baji dari kul gurunya.., Biarkan Baji, Chimna, Gotiya dan yang lainnya ikut bermain". Tapi Guru ji mengatakan " Bhallu dan teman-temannya akan menjadi pemenang dan akan lebih cemerlang dari orang lain. Baji memberitahu pada Gotiya dan teman-temannya bahwa ia tidak akan pernah membiarkan Bhallu memerankan sebagai Chatrapati, kita akan terus berlatih dan bermain".
Gotiya mengatakan" ia tidak bisa bermain " Afzal Khan dan mengatakan " kita akan mengubah naskah lakon". Chimna mengatakan " itu adalah sejarah dan tidak dapat diubah." Bhiu datang. Baji mengatakan kita  akan tetap bertindak dan meminta Gotiya melakukan jai jai kar di dalam hati, tetapi menceritakan dialog  dan  Chimna ji menulis.

Beberapa prajurit Mughal menyamar menjadi prajurit Marathi datang menunggangi kuda dan melihat dari kejauhan,  dan bertanya pada seorang pria tentang anak-anak yang sedang bermain di atas panggung. Pria dari Marathi bercerita tentang anak-anak yang sedang memainkan peranan sebagai Chatrapati Maharaj.
Diatas panggung Chimna sedang bicara bagian dari dialognya, neberapa pria yang menyambar menjadi Marathi mengeluarkan bungkusan putih ia mengatakan bahwa mereka akan melakukan serangannya di sana. Baji mengatakan bahwa hanyalah bunga yang akan mekar di tanag mereka dan mereaka akan memberantas semua Maughal. Mereka bersorak sorai Har-har Mahadev.

Balaji mendorong gerobak dangan menyamar, beberapa orang sedang makan, Balaji duduk bersama dengan prajurit Marathi dan kemudian ia akan pergi saat membuka bungkusannya kosong, seorang prajurit mengatakan bahwa Aurangzeb sedang duduk dengan tenang. Balaji mengayakan "Ya, ia akan melakukan sesuatu" Ia membagikan makanannya pada Balaji. Mereka berbicara dan seorang pria Maughal menergur mereka dan meninggalkan Balaji seorang diri.

Seorang pria Mughal yang menyamar menjadi Marathi menggali tanah dan meminta prajurit lainnya untuk rencana mereka melakukan ledakan,  dan menutupi sumbu di dalam tanah. Pimpinan mereka mengatakan "ledakan itu akan terjadi di dekat panggung diamana anak-anak akan melakukan pentas drama", Balaji bertanya pada beberapa orang pria "Apa yang akan di lakukan Aurangzeb?". Seorang pria menjawab bahwa ia membawa masuk Zeenat ke istana Aurangzeb dan mendengar bahwa mereka sedang melakukan sesuatu di hari Gudi padwa. Balaji bertanya-tanya tentang bencana apa yang akan di lakukan. 

Kembali pada beberapa prajurit Maugal yang menyamar penjadi Marathi, mereka menyiapkan untuk melakukan ledakan, mereka panik ketika seorang pria datang dan bertanya "Apa yang terjadi?". lalu mereka membunuhnya dan berdikir untuk menyembunyikan tubuhnya di suatu tempat.

Gotiya berguam dalam tidurnya ketika ia tidak yakin untuk berperan menjadi Afzal Kahan, dan mengiggau dalam tidurnya kemudian Gotiya menangis ketika ia menyadari dirinya sedang mengiggau sendirian di saat semua orang sedang tertidur, lalu Gotiya di kejutkan dengan melihat Baji sedang melakukan posisi berdiri dengan posisi lilin, Gotiya menghampirinya  dan mengakaknya berbicang sambil tidur telantang, Gotiya mengatakan bahwa dirinya hanya ingin menjadi Chatrapati Shrivaj. dan tidak bisa memperlajari dialog Afzal Kahan.
Baji mengatakan "Kita akan melakukan praktek".  Baji mengatakan pada Gotiya bahwa ia bhakt Chatrapati Sjrivaji dan meminta Gotiya untuk menyelesaikan perannya sebagai Afzal Khan.. aku tidak akan membiarkan penghianat seperti Bhallu beperan menjadi Chatrapati Shrivaji. lalu Radha Bai melihat Baji bersama Gotiya, Baji berteriak lantang membangunkan semua orang yang sedang tertidur dan mereka pun mengikuti Baji memegangi dada dan tersenyum.

Dikerajaan, bebrapa orang sedang berbaris dengan memegang dada mengatakan bahwa sebelum Maharajm Balaji, Shiva dapat menakhlukan, Tara Rani Bai dan semua orang merayakan Gudi Padwa dan ualng tahun Vhatrapati Shrivaji, dan mereka bersorak-sorai har..har Mahadev. dan mereka memainkan gendang untuk memeriahkan acara, dan Tara Rani Bai melakukan puja dan aarti pada patung Chatrapati Shrivaji dan semua orang melakukan penghormatan. Tara Rani Bai memberitahu pada semua orang bahwa ia melihat Chatrapati Shrivaji Maharaj dalam mimpinya ketika  ia sedang bermain dengan Swarabi Saheb, Tara Rani Bai mengatajab "Ketika ia menghilang ,, Charapati Shrivaji ditawarjab untuk bermain dan ia puh hilang dan hanya tertawa dan saat aku bertanya padanya bahkan dirinya juga menghilang... ia hilang tapi bukan dengan kekuatannya dan ia akan memainkan perangannya lagi dan akan menang, aku masih mengingat dengan ajarannya dan Radha Bai memberikan hadiah pada Shiva atas keberhasilannya untuk berlatih, kemudian Tara Rani Bai memberikan pedang untuk Shiva berlatih, Shiva Raze membawanya dan berbisik di telinga Balaji dan juga di telinga Dhana ji bahwa Shiva akan berlatih dan masih mampu untuk memegang pedang. Tara Rani Bai mengatakan bahwa itu bukanlah pedang tapi parampra dan memintanya untuk lebih banyak belajar pada Balaji, Shiva Raze hanya mengangguk, Balaji berfikir untuk memberi tahu pada Tara Rani Bai tentang ancaman dan juga rencana yang telah di buat oleh Aurangzeb.

Bebebrapa anak berlari membawa bendera, dan mereka menuju panggung. Sorang pria bertanya pada Guru ji tentang sikap Radha Bai yang telah mengelurkan Baji dari sekolah, tapi guru ji tidak mau membahas tentang hal itu, Baji melihat pria Mughal yang menyampar menjadi Marathi dan mereka juga melihatnya kemudaian Baji mengajak Radha Bai pergi dari sana.


Precap:
Orang Mughal menyerang Baji dan menyekap mulutnya. Baji jatuh pingsan.
.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 34 : LIBUR DI HARI UNTUK MENYAMBUT PERAYAAN GUDI PADWA, AURANGZEB DAN QAMMERUDDIN MERENCANAKAN LEDAKAN DI SASWAD DAN MEMBUNUH TARA RANI BAI

Tayangan SONI TV : 9 Maret 2017


PESHAWA BAJIRO EPISODE 34
DI INTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE





Di rumah Baji, Gotiya dan teman-temannya sedang bersantai tapi mereka kesakitan setelah guru ji memukuli tangannya di sekolah. Chimna bertanya pada Gotiya apa yang akan ia jelaskan pada Baji jika guru ji telah menghukum dia dan juga teman-temannya Gotiya mengatakan pada Parshu bahwa mereka harus berusaha untuk menyembunyikan tangan mereka dari Baji.., kita akan mengalihkan pada pelajaran dan juga misinya tapi kita tidak bisa mengatakan pada Baji jika Guru ji telah menhukum kita". Chimna setuju dan memeluk Gotiya, Chimna berkata pada Gotiya "Aku salut pada mum kau adalah teman Baji yang nyata. Radha datang mengatakan pada mereka "Aku akan melihatnya dan itu pasti". Mereka semua terkejut dan Bihu mengalihkan pembicaraan dengan membahas kakaknya yang masih bekerja keras mengumpulkan dedaunan kering dan ia harus menangkapnya lalu menaruhnya di dalam keranjang, Mereka membicarakan tentang Chatrapati Srivaji dan kemudian Baji datang membawakan keranjang dengan penuh dedaunan kering. Radha terkejut dan Gotiya senang dan memujinya, kemudian Baji bergegas menuangkan daun kering dan meleparnya ke api.

Baji pulang mengatakan dengan membawa dedaunan kering di keranjang, ia mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan menikmati  menangkap daun kering dan tidak tahu kapan matahari tenggelam, lalu Baji membuang daun kering di api dan duduk menuliskan sesuatu di batu tulis dan menunjukkannya pada Radha, Radha terkejut ketika membaca tulisan Baji, Bhiu lebih dekat untuk membaca apa yang telah di tulisakan kakanya tapi Baji memintanya untuk menyingkir. Baji membacakan Bunga, kenikmatan". Baji mengatakan kita akan selalu menyalakan api intuk keinginan kita sehari-hari ... sesorang telah mengajari ku". Radha tersenyum dan terharu, ia meminta Baji untuk memeluknnya, Chima,  Bihu dan teman-temannya pun senang dan mereka manari-nari.

Di Isatana Mughal, Aurangzeb sedang merencanakan untuk meledakan desa tetangga saat Gudi Padwa sedang berlangsung ia akan mengacaukan Satara, Kam Baksh "Dimana kalian akan melakukannya?" Qammeruddin mengatakan "Saswad?"...  kita akan meledakannya?". Aurangzeb berencana untuk menyerang Saswad dan kemudian melakukan pernyerangan pada Tara Rani Bai, dan mengadu domba antara Shauji dan Shiva Raze.

Kam Baksh mengatakan "Prajurit ku Shamer itelah  berjanji pada Aurangzeb akan memberikan kemenangan pada kita lalu memintanya untuk pergi ke Satara. Kam Baksh meminta pada prajuritnya untuk tidak membiarkan Qammeruddin menang tapi hanya membuktika bahwa ia salah... Qammeruddin akan mencoba untuk membuat Marathi Saeadar datang di pihaknya .. aku ingin membuatnya merasa kehilangan". Kam Baksh meminta prajurit itu pergi dan memperisapkan pasukannya untuk menyerang saswad di hari gudi padwa sedang berlangsung.

Radha  sangat senang bahwa Baji telah memahami tentang Saswad, ia bertanya pada Baji "Tapi apa yang sudah ku ajarkan pada mu?. Baji hanya tersenyum, ia mengingat mimpinya bertemu dengan Maharaj Shrivaji. Baji mengatakan pada ibunya bahwa Chatrapati Shrivaji Maharaj telah datang dalam mimpinyad dan mengatakan padanya tentang Katha. Radha dan semua anak-anak terkejut. Gotiya mengatakan pada Baji "Mungkin ia hantu". Baji hanya tersenyum, ia bertanya pada ibunya "Kapan kau akan mengajari ku 4 pelajaran yang lainnya?" Radha mengatakan besok hari libur untuk mu ... ada ulang tahun Chtrapati Shivaji, dan itu hari libur untuk kalian semua...". Semua anak bersukacita dan menari-nari setelah mendenga hal itu. Radha tersenyum

Kam Baksh mengatakan pada prajuritnya (Shmsher) bahwa ia telah berjanji pada Aurangzeb untuk memberikannya kemenangan dan meminta prajuritnya untuk bergegas pergi ke Satara dan memintanya untuk tidak membiarkan Qammeruddin menang dan membuktikan bahwa dia salah.., bahkan Kam Baksh menambahkan "Qammeruddin akan mencoba untuk membuat Marathi Sardaar datang di pihaknya dan berkata "Aku ingin kau membuatnya kehilangan". Lalu memerintahkan prajuritnya untuk menyiakpkan pasukan untuk menyerang Saswad pada saat perayaan Gudi Padwa sedang berlangsung.
Qamer Uddin mengatakan  oada Parveen bahwa dirinya  adalah senjata terbaik untuk mengalahkan musuh dan mengatakan "bahkan Balaji akan dikalahkan". Qammeruddin kemudian memintanya = untuk membunuh Balaji dan kemudian membuat pasukan prajurit dari  Kam Baksh mendapatkan ke gagalan dan kemudian membunuh Tara Rani Bai. bahkan Qammeruddin mengatakan "kau akan berhasil.

Baji mengatakan pada Gotiya bahwa ia tida akan berperan  di hadapan semua orang saat berada di atas panggung. Gotiya mengatakan "Aku akan membantu mu jija kay tidak bisa menjadi Maharaj Shrivaji saat bermain maka aku akan menjadi Maharj Shrivaji". Baji terkejut. Tapi Teman Baji memiliki pendapat lain mengatakan bahawa mereka akan menjadi Maharaj Shrivaji. Bihu datang dengan berpakian sebagai Rabi dari Marathi, Baji tersenyum saat melihat gaunnya. Baji mengatakan "Kau seperti seorang ibu". Radha datang mengatakan "Siapapun yang telah menulis ini maka ia akan menjadi Chatrapati Maharaj.. ini bukan hanya sekedar drama tapi juga sebagai bentuk penghormatan kita kepadanya". Mereka melakukan latihan drama, namun Chimna ji selalu lupa dengan setiap naskah dialgog dan Baji memberitahunya,

Baji memanggil Chimna untuk lebih fokus tapi Chimna ji marah dan meminta jika Baji harus memanggilnya "Shriam Chimna Ji Saheb, Baji menjelaskan bebera[a adegan jika Chimna ji sebagai Chtrapati Shrivaji , Baji mengatakan pada Tara Rani Bai kecil (diperankan oleh Bihu_ dan kemudian Prshu dan Warshu meminta berkah darinya Chimna ji dan Bihu bertengkar dan mereka tertawa ketika Chimna meminta berkah pada Tara rani Bai kecil (Bihu). Bihu mengajukan pertanyaan  pada ibunya mengatakan "Aku akan menjadi Chatravati Shrivaji" . Kemudian Baji mengarahkan dialog dengan mengambil pedang mereka masing- masing dan mereka berjanji untuk memberantas Maughal di tanah air mereka dan Baji bersorak sorai Har-har Mahadev dan membuat Radhatersentuh dan ia tersenyum menatap Baji.

Kemudian mereka  menyambut kedatangan patung Chatrapati Shivaji Maharaj di daerah mereka karena ia sedang dihormati di hari ulang tahunnya. Baji senang.  Mereka mengikuti iringan patung kemudian bertemu dengan Bhallu yang secara sengaja muncul di hadpaan Baji dan teman-temannya.
Bhallu  mengatakan bahwa ia bermain Chatrapati Shivaji dalam bermain. Baji meminta agar Bllhu   besok ia tidak datang  dan mengancam untuk menamparnya. Bhallu  mengatakan "kau tidak bisa berperan sebagai Chatrapati Shivaji maharaj".
Guru ji datang menemui mereka. Bhallu mengatakan padanya "ia yang telah  menggangguku". Guru ji mengatakan"aku sama sekali  tidak akan mengerti" dan menyalahkan Baji. Chimna dan Bhiu berpihak pada kakanya  Baji. Guru ji menjadi bertambah  kesal dan mengatakan "jika ia mengambil nyawa semua orang lalu kemudian  Aayi mu  tidak akan mengatakan apa-apa". Radha datang dan bertanya" apa yang terjadi?".

Guru ji mengatakan " mengapa kau merasa  keberatan ketika aku  ingin membuat Bhallu menjadu Chatrapati Shivaji?". Radha mengatakan " ya,  jika Baji lupa tanggung jawabnya, maka itu merupak tanggung jawab mu" Guru ji  bertanya" mengapa kau  tidak ingin Bhallu  bertindak sebagai Chatrapati Shivaji". Bhallu hanya tertunduk, Baji mengatakan" ia tidak ingin menjawab". Semua orang  menatapnya..


Precap:

Mogul berencana untuk menyerang Saswad. Baji memberitahu teman-temannya bahwa Mughal tidak akan pernah bisa melakukan apa-apa dan tempat ini akan di penuhi oleh bunga-bunga 








.