![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 43 DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Qammeruddin bertemu dengan Saraadrs Marathi dan meminta mereka untuk tetap mendukungnya. Shankar bertanya pada Qammeruddin "Bagaimana kami akan mempercayai mu?". Qammeruddin mengatakan "Ketika kau mengajukan pertanyaan itu pada Tara Rani Bai maka kau akan di tendang dari istana". Qammaerudin meminta mereka untuk mendukungnya. Tara Rani Bai bersama dengan rombongannya datang kesana, Balaji menyerang prajurit Mughal dari belakang. Qammerudin mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Shankar. dengan ragu Shankar akan menjabat tangan Qammerudin namun sesorang menimpuknya.
Dana Ji maju bersama beberapa prajuritnya membuat Qammeruddin terkejut dan mengeluarkan pedangnya, disisi yang lain Tara Rani Bai bersama dengan rombongannya menyerang mereka juga membawa pedang, Qmmeruddin telah di kepung oleh prajurit Marathi. Baji di bawa oleh anak buah Dandak ke Korti, Dandak datang meneui Baji mengatakan pada anak buahnya "aku berharap dan memintanya untuk mati disini". Baji mengatakan "aku tidak sendirian.., ayah ku mengatakan bahwa aku selalu memiliki berkat dari ibunya". Dandak mentertawakannya.
Sementara itu, Radha Bai masih mengarahkan belati pada salah satu anak buah Dandak ketika Radha tertangkap. Pria itu mengatakan pada Radha " Aku tahu mengapa anak mu menjadi sangat egois". Radha Bai memperingatkannya namun Pria itu memelintir tangan Radha Bai dan ia mengancam Radha. Radha mendorongnya dan ia berhasil melarikan diri.
Gotiya dan teman-temannya meminta Dandak untuk membebaskan Baji, Dandak mengatakan pada mereka "Mungkin sekarang Baji telah mati karena di sana ada banyak tikus yang mengigitnya, Baji tersadar ia melihat sekelompok tikus datang ke arahnya, ia berteriak dan mencoba untuk membebaskan tangannya dan melepaskan ikatan di kedua kakinya, Baji lari menjuah dari tikus-tikus itu mendekati pintu goa dan menggerdor pintu, ia bertanya "apakah ada orang disana, bantulah aku". Tidak ada seorangpun yang menjawabnya, Baji menemukan kaleng disana dan mengetuk kaleng agar berbunyi untuk mengusir tikus itu, lalu memasukan beberapa buah batu dan sengaja membunyikannya, Tikus-tikus itu melarikan diri.
Radha Bai masih berlari, anak buah Dandak masih mengejarnya di belakang, ia terjatuh, pria itu memegang lehernya kemudian mencekik leher Radha Bai dan mendorongnya ke batang pohon, pria itu tertawa dan Radha Bai mencolok keduamatanya, dan memukul kepalanya dengan batu, pria itu jatuh pingsan, Kuda Malhari datang menemui Radha Bai, ia bertanya pada Malhari "ada apa Malhari?". Radha melihat sebuah kereta milik anak buah Dandak di jalanan, Radha berfikri jika kuda Malhari dapat membawanya ke tempat Baji di tawan dengan mengikuti kereta itu.
Qammeruddin mengejek Radha Bai "Apakah kau datang dengan membawa pedang kayu ditangan mu?". Tara Rani Bai mengatakan "ini adalah pedang asli aku akan membunuh mu Qameruddin, Bhavani ji" dan kemudian menyerangnya dengan pedang dan Qammeruddin menangkis serangan pedang Tara Rani Bai dan membuat Shiva Raze terkejut, Balaji melawan Shankar dan Sradar Marathi yang telah menjadi penghianat bersama dengan Dhana ji, Tara Rani berhasil untuk menjatuhkan pedang di tangan Qammerudin namun ia berhasil menghindari serangan Tara Rani dan melarikan diri, Qammeruddin membuka penutup mariam dan kemudian mengambil obor yang ada di dekatnya hal itu membuat Tara Rani dan pengikutnya terperangah dan menghentikan langkah kakinya, Qammeruddin mengatakan "aku tidak datang sendirian dan aku akan membawa kematian untuk kalian". Tara Rani mengatakan " Jika kau mencoba untuk membunuh kami, maka kau juga akan mati".
Qammeruddin mengatakan "aku tidak takut pada kematian, aku membunuh semua bangsa Marathis hari ini". Qammeruddin menyulutkan api pada sumbu mariam tersebut, Tara Rani meminta agar anak buahnya mundur namun Balaji marah dan berkata "Har.. har Mahadev", Balaji berlari menghampiri Qammeruddin dan menghabisi seorang prajurit Mughal yang mencoba untuk menghalangi jalannya, dan menendang Qammeruddin. Balaji mencoba untuk menjauhi mariam untuk menyelamatkan semua orang dari ledakan, namun peluru pada mariam tersebut melesat dan menghantam ke arah yang lain dan menimbulkan asap tebal, Balaji dan yang lainnya tidak bisa melihat dengan jelas karena asap tebal, Qammeruddin berhasil sudah tidak ada disana, Tara Rani, Shiva Raze dan Dhana Ji menghampiti Balaji, Rara Rani berkata "kemana Qammeruddin melarikan diri?", lalu meminta Balaji dan Dhana Ji mencari dan menangkap Qammeruddin. Dhana ji mengatakan "kita akan menangkapnya Balaji"
Dandak datang menemui Baji bersama dengan anak buahnya, ia tertawa ketika bertemu dengan Baji yang sudah berdiri di depan pintu. Dandak mengatakan "ternyata kau masih hidup". Baji mengatakan "aku tidak akan merusak swabhimaan ku, bahkan jika aku meninggal". Baji sangat marah kemudian ia melemparkan kaleng dan pergi meninggalkan Dandak. Gotiya duduk bersama dengan Ishu dan anak-anak tawanan yang lain, Gotiya menangisi Baji dan ia terdiam ketika melihat Baji datang ke hadapannya, Ishu dan Gotiya senang dan memeluknya. Baji mengatakan "semuanya akan baik-baik saja". Gotiya bilang "Baji Parshu menghilang sejak ia pergi". Ishu pun menimpali ucapan Gotiya mengatakan "kita tidak tahu apa yang sudah Dandak lakukan padanya".
Tara Rani Bai sangat marah dengan Shankar dan Saradar Maratis yang lainnya dan menegur mereka, Tara Rani bilang "mengapa kau mencoba untuk berjabat tangan dengan Maughal?". Shankar menjawab "aku telah berencana untuk menikamnya balik dan merebut Sahahuji dari Qammeruddin dan memberikan anak mu kepadanya". Tara Rani Bai terkejut mengatakan "Kau akan memberikan putra ku padanya?"... "Kau sama sekali tidak pernah merawat anak ku dan sibuk bertemur untuk semua orang kerajaan, bahkan kau tidak pernah memberikannya makanan atau pun susu karena sibuk untuk menyerang musuh". Radha meminta pada Shiva Raze untuk membunuh Shankar dan memintanya mengangkat pedangnya untuk membunuh penghianat, Shiva Raze gemetaran dan sangat tegang. Radha Bai melihat tangan Raze gemetaran, sementara itu Dhana ji dan Balaji sedang mengejar Qammeruddinyang melarikan diri dengan menunggangi kuda bersama dengan dua orang prajurit Mughal, panah melaesat tepat mengenai prajurit, Qammeruddin terkejut ketika ia melihat serangan anak panah, Qammeruddin terjatuh dari kudanya, Dhana ji dan Balaji datang ke hadapannya dan mengelilingi Qammeruddin.
Dandak sedang bersantai dan meminum air, Baji datang menemui Dandak dan bertanya "dimana teman ku Parshu?".. aku tahu kau telah menyembunyikannya untuk menghentikan ego ku". Dandak balik bertanya pada Baji "aku ingin tahu apa yang bisa kau lakukan untuknya?". Baji mengatakan "aku bisa melakukan apapun untuk teman ku". Dandak meminta Baji untuk pergi.
Shiva Raze gemetaran memegangi pedang, Tara Rani Bai memintanya untuk mengangkat pedangnya, seorang Sradaar Maratthi mencoba untuk menyerang Shiva namun Tara Rani Bai menangkis serangan, Tara Rani sangat marah "kau berani untuk melukai putra ku, aku akan membunuh semua orang yang menjadi penghianat". Dhana Ji mengatakan pada Qammeruddin " Cukup Balaji saja sanggip untuk melawan mu". Balaji turun dari kudanya dan mengambilkan pedang Qammeruddin dan memintanya mengambil pedangnya "sebagai Marathis aku tidak menyerang orang terlebih dahulu". Qammeruddin dan Balaji bertarung pedang, Balaji memukul mukanya, Qammeruddin kembali menyerang Balaji dengan pedangnya dan Balaji menangikis serangan pedangnya dan menjatuhkan pedang Balaji lalu ia mengarahkan pedang pada Balaji, dengan cepat Balaji melukai tangan Qammeruddin dengan belatinya lalu menendangnya. Balaji akan menikam Qammeruddin dengan belatinya namun Naser datang bersama dengan anak buahnya dan meminta pada Balaji untuk membuang belatinya atau Balaji akan mati, Balaji menjawabnya dengan tenang "kau masih kecil dan pulanglah "
Dandak mengajak Baji dan semua anak-anak tawannya ke sebuah sungai, ia mengatakan pada Baji " Kau ingin tahu tentang Parshu ?"... sehingga kau harus membawakan ku sesuatu dari dasar sungai Khrisna seperti yang ku inginkan". Radha sampai di tempat persembunyian Dandak, ia bersembunyi di balik pohon, dua orang pria sedang berbicara tentang Dandak yang meminta pada Baji untuk mendapatkan permata dari dasar sungai.
Dandak mengatakan pada Baji "ada berlian di dasar sungai ini..., duri sungan yan begitu tajam akan bisa langsung membunuh orang, beberapa pencuri berusaha masuk ke dasar sungan untuk mendapatkannya, namun sungai Khrisna ini telah langsung menghukum mereka, beberapa orang telah kembali, tapi tangan mereka berdarah. Dandak mengatakan Baji bahwa berlian adalah di sungai ini dan mengatakan bahwa duri sungai begitu tajam yang membunuh orang langsung. Dia mengatakan beberapa pencuri masuk sungai untuk mendapatkan air, namun Krishna River menghukum mereka. Dia mengatakan beberapa orang telah kembali, tetapi mereka memiliki darah di tangan mereka.
Precap:
Tara Rani Bai berkelahi dengan Sardaar Marathi. Dandak meminta Baji untuk memilih antara temannya atau egonya. Baji berjalan dan melompat ke sungai Khirnsa .









