Rabu, 15 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 38 : BEBERAPA PRIA MUGHAL YANG MERUPAKAN ORANG YANG SAMA LOLOS DARI PENAGAAN PEMERIKSAAN POS, RADHA MEMINTA BAJI MENGANTARKAN SURAT UNTUK PAMANNYA

Tayangan Sony Tv : 15 Maret 2017
PESHWA BAJIRAO EPISODE 38
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Baji kesal dan memukuli orang-orangan sawah dan membuat semua orang berkumpul, Guru ji menegurnya "Baji apa yang sedang kau lakukan". Baji mengatakan pada Guru ji " Mughal terlah lari dari sini, tapi mereka meninggalkan Bhayasur ... kita harus membuat penduduk desa keluar dari rumah dan menyingkirkan rasa takut mereka". Guru ji mengatakan "Ketakutan itu penting, itu membuat aman manusia" Radha berteriak memanggil guru ji dan datang ke hadapannya, Radha mengatakan "Burung merasakan aman di kandangnya, tapi burung tidak ingin berada di kandang.. jadi kau menginginkan seluruh penduduk desa di kurung dalam kandang mereka dalan ketakutan, aku tidak akan merusak impian Baji lenyap". 

Guru ji mengatakan "Ia telah menghina ku dan Vidyalaya...". Radha mengatakan "Aku tidak sedang menghina mu atau pun Vidyalaya.... aku punya sebuah pertanyaan". Guru ji marah mengatakan "Sesorang harus percaya guru dengan membabi buta". Radha mengatakan "Khrisna tidak pernah menghentikan Arjuna  untuk mempertanyakan hal yang lain, maka kita tidak akan punya Bhgawad Gita". Guru ji menjawab "Bahkan orang-orang suci pergi ke kul guru dan mengatakan "Kau yang telah membuat Baji menjadi cacat". Baji mengatakan "Jika tuhan datang di bumi ini kemudian ia akan membutuhkan seorang ibu... mereka akan membuat mutriata ....... orang-orang suci bergitu besar seperti resi atau apapun akan di lakukan untuk menyadap, mereka melakukannya setiap pagi". Baji menyentuh kaki Radha Bai untuk meminta berkatnya. Radha mengatakan "Baji punya tangan ibunya di kepalanya dan ibunya akan selalu mempercayai mimpi-mimpinya melebihi dari dia, aku tidak akan membiarkan itu pergi". Baji  berjanji bajwa ia tidak akan pernah merusak kepercayaan ibunya dan akan membuktikan bahawa semua keputusannya benar. Guru ji hanya terdiam, Radha tersenyum penuh dengan rasa bangga dengan Baji.

Beberapa prajurit Marathi  sedang memerikas semua orang yang masuk untuk mencari beberapa orang dari Maughal. Pant Pratinidhi menceritakan tentang serangan yang di lakukan Maughal di desa Saswad,dan pria Maughal berhasil melewati pos pemeriksaan. 

Prajurit Marathi memeriksa lokasi tragedi yang dilakukan oleh beberapa orang Maughal yang menyamar menjadi Marathi, Dhana ji bertemu dengan Baji dan memuji Balaji untuk keberanian putranya,  Balaji mencium kening Baji dengan kasih sayang dan kemudian meminta Baji untuk pergi. Balaji bertanya pada Dhana ji "apa yang akan Maughal dapatkan dengan menyerang sebuah desa kecil?". Dhana ji mengatakan "Mereka akan melakukan serangan yang lebih besar". 

Kembali pada pemeriksaan orang-orang Maughal ketika Pria Mughal berhasil lolos dari penjagaan pos dan Pria Maughal tersenyum menatap Pant Pratinidhi dan beberapa orang Mughal itu merupakan orang yang sama saat akan meledakan panggung di desa Saswad. Pria Maughal tersenyum dan berpura-pura tidak mengenali mereka. 

Baji datang menemui teman-temannya dan juga sudaranya, teman Baji mengatakan bajwa mereka harus memberikan pelajaran untuk Guru ji, Baji menolak untuk menyetujui rencana Gotiya dan membuang barang, Baji mengatakan pada mereka bahwa ia tidak ingin mengajarinya apa-apa, tapi hanya ingin membuktikan bahwa apa yang telah di ajarkan oleh ibunya adalah benar.

Dirumah Baji, Balaji sedang duduk di ayunan dan berbicang. Radha Bai mengatakan pada Balaji "Chimna terbuat dari pasir parampara dan Baji dari Karanit... Baji telah memperlajari semua kualitas". Radha menceritakan kejadian di sekolah pada Balaji lalu Balaji bertanya "Apakah kau telah mengajarkannya politik". Radha mengatakan "Kau yang akan mengajarkannya, tapi besok kau akan pergi kesatara dan kembalilah segera". Balaji bertanya "Apakah besok kau akan mengajarkan Baji besok". Radha mengatakan "Kau akan tahu itu besok"

Naser bersama dengan ayahnya Qammeruddin menghadap Aurangzeb. Naser mengatakan pada yang mulia Aueangzeb bahawa ia akan mengerti ketika Zeenat bertanya pada diri ku tentang madu dan memberitahukannya pada Qammmruddin. Aurangzeb mengatakan "Tampaknya politik mengalir dalam pembuluh darahnya". Kam Baksh bertanya "Mengapa harus menoleransi ketika Zeenat lebih mendukung Shahuji secara terbuka?". Aurangzeb mengatakan "Zeenat hanya sebagai bantalan dari segala sesuatu apapun yang terjadi atas keinginannya". Aurang mengatakan bahwa Shahuji selalu hanya mau menengarkan Zeenat saja dan Aurangzeb datang untuk mengetahui Shahuji hanya melalui Zeenat saja dan itu secara tidak langsung... Shahuji akan menjadi rusak ketika ia akan tahu kematian Tara Rani Baji". Aurangzeb memerintahkan prajurit untuk menjaga kamar Shahuji dan memintanya untuk tidak membiarkan udara masuk. Kam Baksh berfikir "Bagaimana aku bisa membantu Shahuji sekarang". Prajurit menghentikan Shahuji saat ia akan pergi keluar dan itu atas perintah dari yang mulia Aurangzeb, Shahuji marah dan pergi.

Semua anak-anak kembali ke rumah Baji, Gotiya mengatakan pada Radha tentang perutnya yang sedang lapar dan menceritakan  pembicaraan baru. Bihu mengatakan bahkan ayah tidak tahu tentang hal itu. Radha bertanya pada Baji untuk membuatkan surat untuk pamannya dan memastikan agar pamannya menerimanya suratnya, Baji tidak menolak dan mengatakan "Baiklah" Radha bertanya-tanya "Bagaimana Baji bisa pergi sendirian ke daerah hutan?". Gotiya berkata "aku akan pergi bersama Baji". Parshi mengatakan "Aku juga akan ikut pergi". Radha mengatakan "Lalu siapa yang akan pergi ke Paathsala kemudian?" dan meminta Pharsu dan anak-anak untuk pergi. Baji meminta ibunya untuk tidak khawatir dan meyakinkan ibunya bahwa ia akan pergi dengan Malhari. Radha bilang "aku akan berkemas untuk menyiapkan makanan mu". Mereka tersenum

Disekolah, Bhallu sedang sibuk memberikan tinta hitam di kain milik Guru ji sehingga itu akan membuat Guru ji marah dengan teman-teman Baji. Gotiya dan teman-temannya datang dan disusul dengan guru ji yang datang ke Paatshala, Guru ji mengambl kain untuk menyekakan kain tersebut di wajahnya, semua orang tertawa ketika melihat wajah guru ji menjadi hitam, Bhallu mencoba memberitahu jika wajah guru ji menghitam.

Chimna ji meminta Baji menyampaikan pesan untuk paman dan juga bibinya lengkap dengan nama Chimna ji Shaeb, Radha datang menemui Baji dan memberikannya pisau dan memintanya agar Baji selalu bersama dengan pisau tersebut, tapi Baji meminta ibunya untuk tidak khawatir, Radha meminta Baji untuk menyalakan api jika Baji dalam kesulitan maka ia akan memberitahunya ketika melihat asap dari gunung, Bhiu mengikatkan gelang hitam di bahu Baji  dengan harapan dan  keinginannya yang baik, Baji pergi menunggangi Malhari, saudara Radha datang kesana. Chimna terkejut dan bertanya-tanya mengatakan "Kakak ku segera pergi sementara itu paman ada disini apa yang sedang di rencanakan oleh ibu ? "Radha tersenyum

Precap:
Baji mengatakan pada Gotiya dan teman-temannya di kegelapan malam di tengah hutan bahwa ia berbohong pada keluarga dan teman-temannya dan mengkhianati mereka. Baji dan teman-temannya mendengar aauman suara harimau dan membuat mereka ketakutan dan terkejut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar