![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 41 DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Malam hari, masih di dalam hutan, kuda Malhari membawa potongan kain sari Radha Bai di mulutnya, Radha Bai masih belum sadarkan diri, Malhari kembali dan menciprati Radha Bai dengan air, akhirnya Radha sadar dan memanggil nama Baji, Radha bangun, dan naik di punggung Malhari dan Radha kembali tidak sadarkan diri, Malhari membawa Radha pergi dari hutan. Sementara itu, para pereman membawa Baji dan teman-temannya, pereman memutar tuas dan pintu di sebuah ruangan terbuka disana Baji dan teman-temannya di tahan.
Di istana semua orang berkumpul menghadap Tara Rani Bai, Tara Rani Bai mengatakan pada Balaji "aku harus bangga dengan anak mu Baji.. minimal harus ada satu Baji di setiap desa". Balaji hanya tersenyum ketika mendengar Tara Rani Bai memuju Baji. Shiva Raze datang dan bertanya pada Rani Saheb/ Tara Rani Bai mengatakan "Mengapa kau membangunkan aku sekarang?". Semua orang memberikan salam pada Shiva Raze, Tara Rani Bai memberitahu pada Shiva Raze tentang serangan yang terjadi terhadap Saswad, Shiva Raze mengatakan "aku tidak tahu dan bertindak bodoh". Dhana Ji mengatakan " 6 desa telah di serang... Balaji yang telah membawakan berita bahwa Mughal akan menyerang pada hari Gudi Padwa sedang berlangsung"
Shiva Raze mengatakan "Maka kita tidak akan merayakan festival". Balaji mengatakan "Kita tidak akan rasa takut ketika mendapatkan serangan". Tara Rani Bai mengatakan "ia mendengar kata-kata mu". Balaji mengatakan "Baji telah memberikannya pelajaran baru" dan kemudian menceritakan bagaimana Baji membuat rasa takut warga desa menghilang. Tara Rani Bai sangat terkesan mengatakan "Darah yang menetes ke tanah merupakan Sinhaar mereka". Tara Rani Bai bertanya pada Shiva Raze "Apakah kau punya pendapat lain tentang semua pendapat ku?". Shiva Raze mengatakan "aku akan melakuan apa yang menurut ku benar". Tara Rani Bai mengatakan "Kita akan merayakan Gudi Padwa dan kemudian menrang Mughal", wajah Panpraniti menjadi tegang.
Seorang wanita paruh baya mewat Radha yang masih tidak sadarkan diri, Radha berguam dan memanggil nama Baji.Radha meminta aga wanita itu membiarkannya pergi, Wanita itu meminta agar Radha tenang, tapi Radha menceritakan bahwa ia harus mencari putranya yang telah di culik oleh gerombolan pereman. .
Ditempat dimana Baji dan teman-temannya di tahan, seorang pria (Dandak) sedang duduk di batu dan ia tersenyum, Baji dan teman-temannya ketakutan, Dandak meminta Baji dan teman-temannya melakukan pekerjaan. Baji mengatakan "Kami tidak akan melakukan pekerjaan apapun". Dandak turun dan melompat dari ketinggian dan membuat Baji dan teman-temannya melangkah mundur, Dandak meminta pada anak buahnya untuk menghukumnya. Dandak mengatakan dengan tegas "Jika kau mau membawa kayu itu maka aku akan membebaskan mu".
Wanita paruh baya itu menceritakan segalanya tentang Dandak pada Radha Bai, Wanita itu mengatakan "itu Dadank, ia selalu mencari tilang dari para tawanan dengan menggunakan palu sampai orang tersebut meninggal dengan rasa nyeri yang sungguh luar biasa". Radha hanya terdiam setelah mengetahui bahwa Baji dan teman-temannya dalam bahaya. Radha mengatakan"Aku harus harus pergi aku bukan hanya ibu dari Baji, tapi juga ibu untuk teman-temannya,
Baji menolak untuk memotong kayu dan mengatakan pada Dandak "Ibu ku mengatakan bahkan pohon juga berhak untuk memiliki hidup". Dandak kesal dan mengatakan "Aayi mu telah berbohong", dan meminta Baji pergi dan membawanya ke hutan, Dandak mengatakan "Kau harus menjual kayu untuk bangsa Mughal". Baji menolak semua permintaan Dandak untuk membawa kayu dan mengatakan "Aku tidak akan pernah mau membawa kayu-kayu itu untuk Mughal, Dandak bertambah marah, Gotiya, Ishu dan Parshu menangis ketakutan, Dandak meminta Baji untuk melepaskan rasa egonya. Baji mengatakan kata-katanya " jisme beroleh hi nahi woh Marathi nahi." Gotiya mengangkat tangannya, kemudian Dandak memukul kaki Gotiya dengan palu dan Gotiya berteriak kesakitan dan berteriak memanggil ibunya, Dandak tertawa terbahak dan mengejek Gotiya. Baji menatap wajah Dandak.
Dandak terus mengejek ketika Gotiya berteriak kesakitan memanggil ibunya, Dandak tertawa senang. Baji bertanya pada Dandak "Mengapa kau memukul kaki teman ku ketika kau marah pada teman ku?". Dandak mengatakan "Bukankah ego mu adalah betom, tapi hati mu lemah, aku telah memukul pada titik relemah mu". Dandak tertawa keji kemudian Dandak meminta Baji untuk pergi dan membawanya ke hutan yang lain, tapi Baji setuju untuk memotong dan membawa kayu dan hal itu membuat Dandak terkesan dan ia tertawa puas.
Radha Bai mencoba untuk menaiki Malhari, Wanita mengatakan Radha bahwa dia tidak bisa menginjak kuda benar dan mengatakan kau mungkin akan terjatuh". Radha mengelus kuda Malharim mengatakan malhari seperti anaknya dan ia akan melindunginya. Radha bersih keras untuk pergi .Wanita itu bertanya pada Radha Bai "Dimana kau akan menemukan Dandak?". Radha mengatakan "Aku akan menemukan para pereman itu. Wanita itu berpesan pada Radha Bai dan Radha berhasil menaiki punggung Malhari dan ia pergi bersama Malhari di kegelapan malam tanpa mengatakan apa pun.
Di kerajaan Maughal Aurangzeb sedang berbicara dengan Kam Baksh dan Qammeruddin, Aurangzeb mengatakan pada Kam Baksh "Kau telah meninggalkan ku, mengapa kau menyerang 5 tempat selain desa Saswad, apa rencana mu?". Qammeruddin mengatakan "Parevaan akan melakukan ledakan yang akan membunuh Tara Rani Saheb, dan aku akan menangani Balaji". Aurangseb mengatakan "Apa rencana mu?" Kam Baksh mengatakan "Aku tidak sedang memikirkan apapun", Kam Baksh berfikir bahwa ia telah mengirimkan pesan pada Tara Rani Bai bahwa Qammeruddin akan bertemu dengan Sardaar dari Marathi. Aurangzeb sanggat bangga tentang semua perencanaan mereka untuk membunuh Tara Rani Bai
Keesokan paginya, Baji besama dengan teman-temannya datang kehutan, mereka melihat tindakan keji yang telah di lakukan anak buah Dandak pada anak-anak, anak buah Dandak memecuti dan menyiksa semua anak yang bekerja tanpa belas kasihan. Baji dan teman-temannya terkejut melihat semua itu. Anak buah Dandak mengatakan pada Baji dan juga teman-temannya untuk segera mengambil kayu dan mengatakan "Mungkin Mughal telah menunggu". Parshu mencoba untuk mengangkat kayu, namun ia menjatuhkannya di depan anak buah Dandak, pria itu menjadi sangat marah dan mengancam Parshu, Baji mengambil kayu itu kembali dan memberikannya pada Parshu. dan memberikan kayu yang lainnya pada Ishu, Gotiya berjalan pincang dan ia mengambil kayu bangiannya namun Gotiya menjerit kesakitan, Baji mengatakan "Teman ku tidak akan bisa mengangkat kayu lihatlah keadaannya. Pria itu mengatakan pada Baji" Kalau begitu aku akan membunuhnya".
Baji menghentikan pria itu ketika ia akan menyerang Gotiya, dan mengatakan padanya "sebelum kau menyentuh teman ku maka kau harus membunuh ku terlebih dahulu". Dandak datang kesana, ia sangat marah mengatakan "Kau mau melawan kami". Dandak mengatakan " Jika kau ingin membantunya maka kau akan mengangkat kayu itu atas namanya". Gotiya mengatakan "Aku akan mengangkat kayu itu". Baji mengatakan dengan tegas pada Gotiya "Semua ini menjadi tanggung jawab ku, jika sesuatu terjadi pada mu maka aku tidak akan pernah mampu menjawab semua pertanyaan ibu ku". Dandak memerintahkan Baji untuk segera mengangkat kayu, Baji mengambil potongan kayu dan mengangkatnya besana kayu yang lebih kecil, Gotiya terus menangis, Baji terjatuh dan Gotiya menghampiri Baji, Dandak menyusulnya lalu meminta pada Baji untuk meminta kekalahannya.
Baji marah dan berusaha untuk mengambil kayu-kayi itu kembali, Baji mengatakan pada Dandak "Ayah ku telah mengajarkan ku untuk menerima kekelahan dan mengangkat kayu yang berat". Baji bersorak sorai "Har..har Mahadev". Parshu meminta Baji untuk berpikir sesuatu agar mereka bisa keluar dari snaa, Baji mengatakan "Aku akan memikirkannya"
Precap:
Dandak mengatakan pada Baji bahwa ia akan merebut harapan mereka dan meminta anak buahnya untuk membawa Baji bersama dengan mereka.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar