![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 40 DI INTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Malam hari, Baji dan teman-temannya masih di hutan. Gotiya dan teman-temannya menangis ketakutan, Baji mengeluarkan pisau untuk menakuti harimau namun Gotiya tersayat pisau. Prarshu tidak mengijinkan Baji pergi meninggalkan mereka, Baji mengingat ketika Radha Bai memintanya untuk menyalakan api jika ia berada dalam bahaya ibunya akan datang untuk menyelamatkannya, Semua teman-teman Baji berteriak meminta tolong, Baji mengambil batu untuk membuat api. Teman-temannya mengatakkan "Siapa yang akan datang kesini?".. harimau akan memakannya". Baji meminta mereka untuk tidak merasa ketakutan "aku akan mati tapi tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada kalian". . Mereka mengambil batang kayu dan bersiap untuk menghadapi serangan Baji melemparkan barang pohon pada harimau yang bersembunyi di balik pepohonan, Baji berjanji pada teman-temannya bahwa mereka tidak akan takut dengan apapun
Qammerudin membicarakan rencananya pada Aurangzeb bahwa mereka akan betemu dengan Sardaar Marathi dan kemudian Tara Rani Bai akan sendirian dan itu akan mudah untuk membunuh Tara Rani Bai. Aurangzeb mengatakan "Mimpi Shazada akan terpenuhi ... Shahuji di tolak untuk pergi keluar". Seorang penjaga datang memberitahu tentang Thaalo dari Shahuji, mereka memeriksa prajurit yang akan pergi kekuil, ketika Qammeruddin akan ikut memeriksa, Kam Bakhs menghentikannya, ia meminta pada penjaga untuk tetap mengawasinya. Kam Baksh dan Qammeruddin saling bertatapan.
Dihutan, Radha Bai sedang mencari Baji Radha berfikir jika Baji telah belajar Paath saat ini dan berfikir bahawa Baji akan segera pulang, Radha membawa baju harimau, ia memikirkan tentang orang tua Gotiya, Parshu dan ishu yang juga menghawatirkan keadaan anak-anaknya. Baji menyalakan api dan mengatakan pada Ishu bahwa Radha akan datang ketika ia melihat asap yang membumbung tinggi di langit. Parshu ketakutan mengatakan"aku akan meminta maaf pada orang tua ku". Mereka melihat preman datang ke sana. Parshu mengatakan " kami memiliki lupa jalan " dan meminta mereka untuk mengijinkan untuk pulang.
Preman tertawa, mengatakan " tidak akan membawa kalian" . Gotiya dan yang lainnya datang bersama orang tua dan memberitahu Mama bahwa anak-anak mereka belum kembali ke rumah. Mama/ paman baji mengatakan "Radha pergi untuk menemui mereka jangan khawatir".
Qammerudin membicarakan rencananya pada Aurangzeb bahwa mereka akan betemu dengan Sardaar Marathi dan kemudian Tara Rani Bai akan sendirian dan itu akan mudah untuk membunuh Tara Rani Bai. Aurangzeb mengatakan "Mimpi Shazada akan terpenuhi ... Shahuji di tolak untuk pergi keluar". Seorang penjaga datang memberitahu tentang Thaalo dari Shahuji, mereka memeriksa prajurit yang akan pergi kekuil, ketika Qammeruddin akan ikut memeriksa, Kam Bakhs menghentikannya, ia meminta pada penjaga untuk tetap mengawasinya. Kam Baksh dan Qammeruddin saling bertatapan.
Dihutan, Radha Bai sedang mencari Baji Radha berfikir jika Baji telah belajar Paath saat ini dan berfikir bahawa Baji akan segera pulang, Radha membawa baju harimau, ia memikirkan tentang orang tua Gotiya, Parshu dan ishu yang juga menghawatirkan keadaan anak-anaknya. Baji menyalakan api dan mengatakan pada Ishu bahwa Radha akan datang ketika ia melihat asap yang membumbung tinggi di langit. Parshu ketakutan mengatakan"aku akan meminta maaf pada orang tua ku". Mereka melihat preman datang ke sana. Parshu mengatakan " kami memiliki lupa jalan " dan meminta mereka untuk mengijinkan untuk pulang.
Preman tertawa, mengatakan " tidak akan membawa kalian" . Gotiya dan yang lainnya datang bersama orang tua dan memberitahu Mama bahwa anak-anak mereka belum kembali ke rumah. Mama/ paman baji mengatakan "Radha pergi untuk menemui mereka jangan khawatir".
Kilas balik ditampilkan, ketika paman Baji mengingat datang ke rumah Radha. Radha memintanya untuk mengurus Chimna dan Bhiu. Mama/ paman Baji mengatakan" Baji seperti diri mu" kilas balik berakhir. Mama ji/ paman Baji mengatakan " aku akan tetap tinggal di sini sampai Radha datang kembali". Guru ji bertanya "mengapa ia pergi ke sana?" Bhiu dan Chimna mengatakan " Gotiya, Ishu dan Parshu pergi mengikuti Baji'.
Guru ji mengejekan Radha dan Mama ji/ paman Baji, ia mengatakan "Radha tidak tahu bagaimana melakukan anushasan / disiplin, ia telah menghina Paathshaala". Mendengar hal itu, Ayah Gotiya menjadi sangat marah.
Guru ji mengatakan" kaulah orang tidak mendukung ku ketika ia berdebat dengan ku, dan apa yang telah ia ajarkan di hutan, apa ia berfikir jika dewa yang akan datang untuk menyelamatkan anak-anak mu" . Mama ji/ paman Baji meyakinkan semua orang bahwa anak-anak mereka akan kembali dengan selamat. Guru ji mengatakan" mari kita lihat saat Radha Bai membawa kembali anak-anak pulang nersama dengannya"
Di hutan, Gotiya meminta maaf pada pereman, ia mengatakan " kami tidak menginginkannapapun". Preman mengatakan " kau akan bekerja untukami" Baji meminta mereka untuk tidak menyentuh teman-temannya, tapi para preman bertanya" apa yang akan kau lakukan? " Baji mengatakan " apa yang bisa aku lakukan?" aku hanya seorang anak kecil di hadapan kalian" . Lalu melemparkan pasir di mata mereka dan lari dari sana.
Di kegelapan malam, Radha Bai datang sendirian ke hutan dengan terus memanggil nama Baji, Gotiya dan juga anak-anak yang lainnya, Radha bertanta- bertanya "di mana kalian semua?"
Baji dan teman-temannya terus berjalan di hutan untuk melarikan diri dari para preman yang akan membawa mereka. Preman berhasil menangkap Baji dan teman-temannya dan mengancam untuk membunuh mereka, para pereman tertawa. Radha mendengar suara ringkikan kuda Malhari dan berpikir jika perampok akan menculik Baji dan teman-temannya. Radha Bai pingsan.
Kam Baksh memeriksa thaali puja milik Shshuji kembali, dan membaca pesan dari Shahu ji pada setiap butir beras dengan kaca pembesar. Kam Baksh mengatakan" Tara Rani akan mendapatkan setengah pesan bahwa Qamer Uddin akan berjabat tangan dengan Marathis, tapi ia tidak akan tahu bahwa kami telah merencanakan untuk membunuhnya" . Kam Baksh memikirkan" rencana yang telah di buat oleh Qamer Uddin akan gagal, dan aku akan berhasil membunuh Tara Rani Bai". Kam Baksh meminta pada prajurit untuk membawa seseorang ahli yang tahu bagaimana untuk menulis pada butiran beras.
Perampok membawa Baji dan teman-temannya ke tempat mereka. Baji meminta mereka untuk meninggalkan teman-temannya. Malhari terus berputar-putar di sekitar Radha yang masih tergeletak pingsan dan kemudian Malhari menarik sepotong kain saree dan membawanya pergi, Radha masih tak sadarkan diri.
Gotiya dan anak-anak yang lain terus berteriak. Baji meminta mereka untuk tidak takut. Teman- teman Baji memintanya untuk memanggil Radha datang ke sana dan mengatakan" orang tua kami tidak tahu jika kami ad di sini? "Baji bertanya "bagaimana untuk memanggilnya". Mereka semua kwtakutan dan menangis. Wajah Baji terlihat tegang.
Tidak ada precap. ..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar