Kamis, 30 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 42 : NIAT PARSHU UNTUK MENINGGALKAN GOTIYA. BAJI BERSAMA TEMAN-TEMANNYA BERNIAT UNTUK MELARIKAN DIRI DARI GUA, TARA RANI BAI BESAMA DENGAN SHIVA RAZE AKAN MENGEPUNG SHARDAAR MARATHI YANG SEDANG BERTEMU DENGAN MUGHAL

Tayangan Soni Tv : 21 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 42
DIINTERPETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Didalam gua di mana Baji ditahan, semua anak menjerit kesakitan karena luka pecutan di tubuh mereka, Baji hanya terdiam. Ishu bertanya pada mereka tantang nama mereka, Anak-anak yang telah di tawan oleh Dandak menceritakan pada Baji dan teman-temannya, Baji bertanya pada mereka " Sejak kapan kalian berada di tempat ini". Anak-anak menjelaskan "Kami telah di culik sejak Dandak menyerang desa kami dan membunuh orang tua kami". Baji terkejut, Anak buah Dandak datang melemparkan paratta pada anak-anak yang di tawan, semua anak berebutan menangkap setiap paraata yang di lemparkan. Pria itu menegur dan meminta mereka untuk menagkap paratta jika mereka ingin mendapatkan makan dan menegur Baji, tapi Baji menolak dan anak buah Dandak meminta Baji untuk mengemis, Baji mengatakan padanya "Tinggalkan aku dan menangislah". Anak buah Dandak marah dan mencekik leher Baji, teman-teman Baji terkejut dan meminta pria itu melepaskan Baji dan mereka menangis. Dandak datang dan meminta pada anak buahnya untuk melepaskan Baji.

Dandak mengatakan " Hanya yang kelaparan saja di hargai disini", kemudian meminta Baji untuk melihat, pria itu meminta pada sekelompok anak-anak yang menjadi tahanan dan bertanya pada mereka "siapa yang menginginkan parataa ini?". Semua anak-anak bangkit dan mencoba untuk mendapatkan paratta, hal itu membuat Dandak tertawa dan bertanya pada mereka "Apakah kelaparan lebih besar dari pada rasa hormat?". Baji mengatakan "Jika aku mati, maka tubuh ku juga akan mati,  tapi bukan rasa hormat ku, aku sudah mendapatkan makanan dan bekerja untuk mu, dan ku pikir kau juga harus memberikan paratta itu pada ku dengan rasa hormat, aku tidak akan memakan paratta yang dibuang". Dandak marah dan menampar Baji, Baji terjatuh dan semua teman-temannya berteriak menghawatirkannya

Di kerajaan, Tara Rani Bai membaca pesan pada butiran beras yang dikirimkan Shahuji di depan Pant Pratidhi  dengan kaca pembesar, Tara Rani Bai bertanya pada Pant Pratidhi  "Jika pesan ini di buat Shahuji  dan keraguan tentang kesetiaan karena ia tinggal di Mughal sejak bertahun-tahun". Pant Pratidhi mengatakan "Kita harus pergi dan melihat pertemuaan antara Sardaa Marathi dengan Mughal".  Pant Pratidhi  mengatakan  "Mereka akan mendapatkan Shiba dan membuatnya duduk di singgasana dan mengangkatnya dengan keraguan di benak setiap orang tentang kesetiaan Sahuji sebagai Marati.., Shiva akan tetap di Singgasana sampai Marathu merasa aman dengannya sebelum ia menjadi Raja mereka". Tara Rani Bai mengataakan "Mereka akan membawa Shiva Raze saat ini dan aku ingin ia tahu bahwa mereka harus menumpahkan darah mereka untuk kaisar"

Dandak melemparkan pratta pada Baji dan memintanya untuk mengambilnya, Baji tetao menolak, Dandak bertambah marah dan memukul Baji dan membuatnya tidak sadarkan diri, Gotiya dan teman-temannya menangis, Baji akhirnya sadar, ia kembali bangun dan menatap Dandak dengan amarah, Dandak memperingatkan Baji dengan menunjukkan palu di tangannya dan ia akan kembali memukul Baji pada bagian kepalanya, anak buah Dandak mengatakan "Kuda di hutan itu sangat sulit untuk di kendalikan, ia akan membawakan sesuatu untuk kita dan kita akan membutuhkannya". Dandak pergi bersama dengan anak buahnya meninggalkan para tawanan dan kemudian Baji jatuh  setelah Dandak pergi.

Tara Rani Bai mengeluarkan pedang, Balaji memberi tahu padanya "aku akan datang untuk mengetahui apakah kau akan membawa Shiva Raze untuk bertarung pedang?" Tara Rani Bai menjawab "apakah kau meragukan keputusan ku?". Balaji mengatakan "Ku rasa ia masih belum siap untuk pergi berperang". Tara Rani Bai mengatakan " itu merupakan tanggung jawab mu untuk melatihnya". Balaji mengatakan "aku akan mencoba untuk mengajarinya, tapi Shiva Raze tidak siap untuk belajar". Tara Rani mengatakan "ia harus melangkah di air yang dalam jia ia ingin berenang". Balaji mengatakan "ia akan ragu ketika ia akan tenggelam". Tara Rani Bai mengatakan "Shiva memiliki darah Chatrapati Shrivaji di pembuluh darahnya dan ia pasti akan berjuang, jika kau berfikir bahwa ia belum suap maka kau juga akan ikut bersama dengan kami dan kau akan merawatnya". Balaji setuju dengan hal itu.

Radha Bai datang besama Malhari dan bersembunyi di tumpukan kayu, . Radha berjalan lebih dekat di belakang tumpukan kayu, ia berfikir bahwa tidak mengetahui di mana Baji dan teman-temannya tinggal, Radha bai mengintip dari balik tumpukan kayu, saat itu anak buah Dandak datang menemui seorang pria, ia mengatakan "Kami telah menangkap 4 orang anak laki-laki kemarin dan salah satu anak tidak siap untk berkompromi dengan kami dan menolak untuk bekerja dengan Mughal".., Dandak telah melukai kaki temannya dan memukulnya dengan keras". Radha terkejut dan menangis ketika ia mendengar hal itu.

Baji duduk terdiam, Parshu mengatakan "Kita akan mati kelaparan disini". Baji mengatakan "Kita akan melarikan diri dari sini, anak-anak tawanan lainnya memberitahu bahwa mereka akan terkunci di Kotori Kaal. Ishu dan Parshu takut akan kematian, Baji berfikir kembali tentang ucapan pandit ji tentang usianya yang pendek, Baji mengatakan "Kalian harus menemukan jalan keluar dari sini"

Radha Bai dengan sengaja menjatuhkan kayu, dan anak buah Dandak mengatakan "Mungkin disana ada sesorang yang sedang memata-matai kita disini". Semua anak Buah Dandak berkeliling mencari, dan Radha Bai bersembunyi mencari tempat yang aman di balik batang kayu, kemudian  Mereka menyadari setelah  memeriksa dan berpikir bahwa mungkin saja itu hanyalah kesalahpahaman. Shilasur mengatakan pria lain yang harta hutan akan menjadi miliknya segera.. Radha merasa lega, namun tanpa sengaja kakinya menendang batu dan membuat terkejut anak buah Dandak. Pria itu menyiapkan palu di tangannya 

Tara Rani Bai sedang bersembunyi di balik tumpukan dedaunan bersama dengan Shiva Raze dan semua pegawai kerajaan, Shiva Raze menepuk tangannya saat nyamuk menyerangnya dan membuat Rani Saheb menatapnua, mereka bersiap untuk melakukan penyerangan dan melihat ketika Pant Prat sacheev datang mendunggangi kudanya bersama dengan seorang pria yang juga sedang memacu kudanya. Tara Rani Bai mengingat saat ia berbicara dengan Sankar. Danhan ji mengatakan "Sankar Malhar memang Mughal, kita tidak bisa lagi memikirkan hal ini".  Shiva Raze menjadi sangat marah dan mengeluarkan pedangnya tapi Balaji berpendapat " aku tidak yakin jika mereka datang untuk bertemu dengan Mughal, kita akan tetap menunggu sampai semuanya jelas". Dana ji mengatakan "aku akan pergi kesana dengan bebearapa orang prajurit dan akan memberikan tanda untuk menterang mereka pada waktu yang tepat". Tara Rani Bai mengatakan "Baiklah".

Anak buah Dandak akan menyerang pada tumpukan kayu dimana Radha Bai sedang bersembunyi dan ia dikejutkan dengan ringkikan suara kuda (Malhari), pria itu pergi dan Radha mengikutinya sampai di keretanya, Radha bersembunyi  dibawah kereta  itu. Radha berdoa pada Mahadev  untuk keselamatan Baji dan juga teman-temannya.

Baji bersama dengan teman-temannya dan anak-anak tawanan lainnya berjalan memeriksa sekeliling goa, ketika itu Baji menemukan lubang beserta dengan akar pohon panjang, Baji mencoba naik pada akar itu dan memberitahu pada mereka untuk naik dan keluar pada lubang di atas gua itu. Parshu ketakutan dan Gotiya meyakinkannya, Baji meminta pada Gotiya untuk naik dan memanjat pada akar pohon dan mulai memanjat, Gotiya terjatuh. Parshu mengatakan " Kita tidak akan bisa pergi bersama dengan Gotiya dan harus melarikan diri tanpanya". Gotiya menangis sedih. Baji menatakan pada Parshu "Apa kau sudah menjadi gila .. aku tidak bisa meninggalkan Gotiya sendirian disini, jika kita meninggalkan Gotiya maka Dandak dan anak buahnya akan membunuhnya, kita akan pergi bersama-sama".

Parshu menangis mengatakan " Baji, aku tidak ingin mati".., mengapa kau mempertaruhkan hidup mu untuk kehidupan semua orang walapun hanya satu?". Baji mengatakan "Gotiya teman baik ku". Parshu mengatakan "Aku tahu Gotiya tidak akan berhasil, bahkan ia tidak bisa berjalan". Parshu pergi, bahkan Ishu mencegah Baji untuk menghentikannya,  Ishu mengatakan  "Biarkan Parshu menemukan jalan keluarnya sendiri".

Malhari mengikuti kereta anak buah Dandak, roda kereta terhenti karena terhalang batu yang besar. Pria itu kesal, kemudian Radha menyingkirkan dan melempar batu. Anak buah Dandak/ Shilasur berfikir "Bagaimana mungkin batu itu bisa pindah dari jalan", ia meragukannya namun melanjutkan perjalanannya. Pria itu menemukan Radha dan mengancamnya dengan palu besar, ia bertanya pada Radha "Hey, siapa kau?". Radha menjawab pertanyaannya "Aku ibu dari nak-anak yang kemarin di culik.., aku bisa memberikan kehidupan  dan dengan mudah mengambilnya".  Radha mengarahkan belati ke lehernya

Baji membuatkan tangga dengan batang pohon. Gotiya mengatakan "Baji, ia bisa melakukan apa saha". Baji mengatakan "Aku juga akan membawa Parshu keluar dari sini". Dandak datang dan Baji terkejut, Dandak mengatakan " Kau lupa bahawa kuda yang cacat tidak dapat berjalan aku bahkan bisa mematahkan kakinya yang lainnya". Dandak tertawa ketika ia akan memukul Gotiya, tapi Baji memagangi palunya. Baji mengatakan "Ide ini milik ku, aku yang telah meminta mereka untuk melarikan diri, mereka tidak melakukan kesalahan apapun". Dandak mengatakan "Apa?".. kau memiliki harapan besar di dalam hati mu tapi aku akan merebut harapan itu dari mu". Dandak meminta agar anak buahnya membawa Baji bersama dengan mereka. Ishu dan Gotiya berusaha mengejar mereka namun pintu telah ditutup.


Precap:
Tara Rani dan  yang lainnya mereka  bertarung pedang dengan Qamer Uddin dan  juga Sardaar Marathi. Qamer Uddin mengatakan "aku akan membunuh semua marathis hari ini". Shiva Raze menjadi panik dan ketakutan dan bersembunyi di balik   Tara Rani ..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar