Rabu, 08 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 33 : RENCANA UNTUK MENYERANG SATRA PADA HARI GUDI PADWA OLEH AURANGZE, QAMERUDDIN, DAN KAM BAKSH, PERTEMUAN BAJI DENGAN MAHARAJ SHRIVAJI DI DALAM MIMPINYA

Tayangan SONY TV : 8 Maret 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 33
DIINTERPERASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH
MADE









Beberapa anak datang ke pohon beringin besar, mereka mentertawakan Baji saat menangkap daun kering yang berjatuhan dengan keeanjang, Gotiya datang bersama Warshu dan Parshu dan kesal kemudian menyerahkan semua barang bawaannya pada Warshu, Gotiya menghampiri mereka dan menegur serta memintanya untuk tidak mentertawakan kerja keras Baji, kemudian mengusir mereka pergi, Baji meminta agar Gotiya tidak menghiraukan mereka tapi Gotiya meminta Baji untuk membiarkan daun jatuh laku mengumpulka nsemua daun kering kedalam keranjang/ tokri. Chimna ji menegut Gotiya dan memintanya untuk tidak melakukan hal yang salah untuk Baji.Bihu menggoda dan mencubit pipi Gotiya dan bahwa kakaknya hebat dan ia juga meminta agar Gotiya tidak mengajarkan hal yang salah. Gotiya menghampiri pohon beringin, ia mengatakan " aku akan memotong pohon itu". Bhiu mengatakan " tapi Aayi mengatakan dewatinggal di sana" Bihu mencakupkan kedua tangannya dan menyebut nama Dewa agar mereka mau membantu kakaknya. Gotiya dan temannya menyerahkan barang bawaannya pada Baji mereka ikut berdoa menghadap ke pohon beringin besar. Kemudian mereka di kejutkan oleh suara sesorang dan membuat Gotiya meminta pengampunan atas sikapnya. 

Bhallu bersama teman-temannya menggoda mereka di balik pohon, ia seolah sebagai dewa, Bhallu mengatakan pada Bhiu " aku sangat terkesan dengan doa mu, ia bertanya " apa yang kau inginkan?" Bihu mengatakan tentang hal-hal yang ia butuhkan. Baji memberikan isyarat untuk Gotiya dan Parshu untuk memeriksa siapa yang ada di belakang pohon. Mereka menangkap Bhallu dan teman-temannya lalu menimpukinya dengan batu, Bhallu dan teman-temannya berlari kerakutan. Gotiya besama Wasrhu dan Parshu pergi meninggalkan Baji dan kemudian disusul oleh Bhiu, Chimna dan ke Guru kul. Baji terus berusaha menangkap daun-daun keringsendirian, Baji berusaha untuk mencaoba menangkap setiap daun kering yang terjatuh dari pohon dan menghadangnya dengan keranjang, ia putus asa, Baji sangat lelah lalu tergeletak ditanah dan tertidur di sana sendirian. Daun-daun kering berhamburan pada dirinya. Saat itu sinar matahari terpantul atuh pada dirinya sementara angin kencang datang, dan seorang pria menakai baju kerajaan berjalan dan menghampiri Baji ke arahnya.

Baji terkejut dan bangun dari tidurnya. Pria itu (Maharaj Shrivaji) bertanya " apa yang sesang kau akukan disini?" Baji mengatakan "aku sedang menangkap daun kering, ibu meminta aku melakukannya.. Semua ibu pasti sama". Maharaj Shrivaji membantunya berdiri, dan Baji melihat wajahnya, kemudian Maharaj Shrivaji mengulurkan tangannya dan pria itu membantu Baji bangun.

DI Sekolah Balu dan temannya menghina Gotiya didepan teman-temannya, Gotiya bersama yang lainnya datang, Gotiya berteriak dan marah meneggur Bhallu, Gotiya, Warshu dan Parshu menyerang Bhallu yang masih menghinannya dan mereka berkelahi. Guru ji datang menghentikan mereka dan bertanya tentang perkelahian yang telah mereka lakukan , Bhallu dan teman-temannya mengatakan bahwa Gotiya hanya sedang berjuang dengan mereka.

Gotiya mengatakan pada guru ji " mereka yang telah mengolok-olok Baji dan semua yang telah di ajarkan oleh ibunya". Guru ji mengatakan "katanya itu benar, Baji tidak bisa melakukan apa pun, bukankah ia orang yang berharga dan apa pun akan dilakukan ibunya yang akan mengajarkannya hal yang salah". Gotiya memuji Radha dan Baji, dan mengatakan" ia mengajar lebih baik daripada diri mu.. Baji akan membawa Swaraj dll " Guru ji marah dan menghajar tangan Gotiya, Warshu dan Parshu dan itu membuat Bhallu bertambah senang karena mendapatkan dukungan dari guru ji. Chimna baru datang dan ia terlihat terkejut menatap mereka.

Qameruddin mengatakan pasa Aurangzeb " Kam Baksh akan memperbaiki kesalahan ku..akan ada pengamanan ketat di tempat marathi dan mengatakan kita harus lebih pintar dari mereka".

Baji mengatakan pada pria yang datang menemuinya" nampaknya kau akrab fengan ku". Pria otu mengatakan " aku juga seorang Marathi ... "Aku datang untuk mengetahui tentang katha dari Shivaji".


Baji memintannya untuk memberitahu namanya dengan rasa hormat, dan mengatakan" Chatrapati Shivaji jai?" Maharaj Shrivaji menolak untuk mengatakan hal yang akan mengejutkan Baji. Maharaj Shrivaji meminta Baji untuk mendengar katha pertama, Maharaj melemparkan sesuatu ke pohon dan kemudian menagkapnya kembali ditangannya, lalu ia bercerita tentang kisah Shivaji dan Aurangzeb. Maharaj Shrivaji mengatakan bahwa negara tidak akan menagan seseorang jika orang itu merupakan orang mereka sendiri tidak akan pernah ada yang bida membantu orang luar".


Kilas balik di tampilkan ketika Maharaj Shrivaji datang menemui Aurangzeb, kemudian ia kembali pergi namun di hadany oleh beberapa prajurit Mughal.


Dikerajaan Mughal, Aurangzeb bertanya pada Qameruddin " apa rencana mu?" Qameruddin melempar pisau ke Sisinya saat berbaring, Dan para Prajurit Berjalan ke sana.Qammeruddin melemparkan belati yang menacap pada jendela kemudian ia mengarahkan pedang di Leher kam Baksh, bebrapa orang mencabut belati yang saat itu terperangkap di jendela, Aurangzeb Tertawa Dan Memahami rencana Qammeruddin. Kam Baksh marah dan mengatakan pada Qammeruddin " kau telah menghibur kami". Aurangzeb mengatakan " Kita harus melakukan hal yang sama dengan apa yang telah di lakukan marathis".



Baji meminta Maharaj Shrivaji menceritakan lebih dalam . Pria mengatakan " Kita harus tumbuhkan minat.. Shivba sedang Bermain drama.. Maharaj Shrivaji menjelaskan bahwa Shivaba berpura-pura Jatuh sakit Dan kemudian ia berpura-pura Baik-baik Saja"


Kilas balik di tampilkan ketika Vaid ji datang untuk menengoknya saay itu Maharaj Shrivaji berbaring lemah di ranjang lalu Maharaj Shrivaji membuang obat setelah vaid ji pergi dan keesokan harinya tabib datang kembali memberikan obat yang sama dan Maharaj Shrivaji kembali membuang obat itu kesebuah wadah gelas, Maharaj Shrivaji meminta Aurangzeb bahwa ia Ingin memberikan sekotak manisan yang akan di tunjukan pada orang-orang yang Miskin, dan Terus mengawasi trokis selama 4 hari Dan kemudian mereka Bosan Dan Berhenti untuk memberikannya.., Shiva ba sama sekali tidak Mengalihkan perhatiannya". 

Ketika sampai diluar, Maharaj Shrivaji masuk kedalam kotak yang telah disiapkan dan kemudian pengikutnya menutupinya dengan sekeotak manisan di bagian atasnya dan mereka semua lolos dari pengawasan penjaga dan berhasil melarikan diri.

Baji sangat terkesan dengan hal itu, Maharaj Shrivaji bertanya "apa yang harus dilakukan .. Apa yang harus di inginkan untuk bisa melakukan "apa Yang harus ku inginkan"... Apa misi mu?" Baji mengatakan "Swaraj". Maharaj Shrivaji meminta Baji untuk melihat kembali untuk Berpikir tentang daun kering yang Jatuh Ke Bawah Adalah Swaraj Dan bertanya" apakah kau akan membiarkannya Jatuh". Baji mengatakan "Tidak ".Maharaj Shrivaji memberikan memotivasi untuk Baji. Baji memintanya untuk memuji Chatrapati Shivaji Dan mengatakan" jai".


Maharaj Shrivaji menolak dan mengatakan " aku tidak akan memuji Diri ku sendiri'. Baji bingung dan tersadar bahwa ia tidak lagi menemukan Maharaj Shrivaji di hadapannya . Akhirnya Baji tersadar dari tidurnya, Baji Berpikir jika pria yang datang menemuinya Adalah Chatrapati Shivaji, Ia Berpikir Chatrapati Shivaji mengajarinya untuk belajar hal yang lain di dalam mimpinya Baji senang dan bersorak sorai har..har maha dev. Baji Berpikir untuk mengulang kembali untuk Menangkap daun kering di kranjan.

Precap:

Aurangzeb Dan Qamer Uddin Berencana untuk Mengalihkan Perhatian Marathi dan Menyerang mereka. Qamer Uddin mengatakan kami akan menyerang saat Saswad sedang berlangsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar