TAYANGAN SONY TV : 1 Maret 2017
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 28 DI INTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Radha Bai membawa Baji ke ladang yang penuh dengan sampah dan meminta Baji untuk membersekan semua sampah agar Baji bisa menanam benih cabai untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik, seorang pejuang besar dsb, Radha meminta Baji untuk memulaii pekerjaannya dan menyerahkan balok kayu pada Baji, Baji mengayakan " ibu ini berat". Di rumah Bihu datang dan bertanya "Dimana Baji?". Chimna menjedotkan kepalanya ke pilar dan menjelaskan pada Bihu "Ibu telah mengelurakan Baji dari Paath Shaala / sekolah". Bihu senang mengatkaan "Sekarang Baji akan bermain dengan ku". Chimna kesal
Di kerajaan Aurangzeb, seorang wanita (Zeenat )di tampilkan sedang berdoa pada Allah, dan ia keluar dari tandu setelah melakukan doanya, prajurit mengatakan pada Zeenat "Aurangzeb ingin bertemu dengan mu". Zeenat mengatakan "Pertama aku akan bertemu dengan putranya Shauji dan meminyanya untuk menunggu".
Bihu datang ke ladang untuk menemui Baji yang saat itu sedang memulai pekerjaannya, Baji mengatakan pada Bihu "Aku akan menanam bibit cabai seperti yang ibu ajarkan pada ku".
Shahuji berbaring di tempat tidur dan ibunya mengobati luka bakar di tubuhnya, Zeenat datang ke Shahuji dan ibunya salam padanya. Shahuji memberikan salam pada Zeenat mengatakan "kau telah datang". Shahuji mengerti bahwa Zeenat telah dipanggil oleh Aurangzeb ke sini karena ia tidak setuju untuk menikah. Zeenat setuju dan memberinya kurma dan Shahuji memakannya. Shahuji mengatakan "ini manis, tapi saya tidak setuju untuk menikah". Zeenat terkejut dan senyum di wajahnya memudar
Gotiya bersama dengan dua temannya melewati ladang, ia melihat Baji sedang bekerja keras di ladang mengangkat batu dan menaruhnya di gerobak . Gotiya mengatakan "Apapun yang di lakukan dewa itu benar.., ibunya baik". Gotiya pergi ke Paatshaala / sekolah. Hari telah sore, Baji menimba air di sumur, Radha terssenyum ketika melihat Baji berusaha dengan sangat keras untuk mendapatkan air dari sumur, Baji menyiramkan air pada jalur yang bibit cabai yang telah di tanamnya, ia tersenyum puas. Dijalan, Bhallu dan teman-temannya sedang duduk menikmati makanan ia berguam dan berkeluh kesah berkata "Aku tidak bisa memulai hari sebelum menggoda Baji". Bhallu kesal dan pergi dari sana dan dua temannya mengikutinya
Radha sedang mendampingi Chimna dan Bihu makan, Bihu marah dan Radha memintanya untuk duduk dan memakan makanannya, Bihu bertanya pada Radha "Mengapa kau meminta kakak bertani.., ia di lahirkan untuk tidak melakukan hal ini, mengapa kau menghukum kakak ku". Radha Bai berkata " ini Atyachaar / hukuman itu akan pergi". Bihu membalikan makanannya dan Radha menggodanya dan bertanya pada Chimna ji tentang rasa masakannya dan Chimna Ji menggoda berkata bahwa makanan ibunya sangat lezat. Chimna dan Radha membujuk Bihu, kemudian Radha meminta Bihu duduk dan makan. Bihu memakan makanannya dan ia masih bertanya berbagai macam pertanyaan pada ibunya. Di ladang, Baji sedang memberikan minum dengan tangannya pada kudanya, Bihu datang dan meminta Baji untuk makan, namun Baji kesakitan karena telapak tangannya terluka, Bihu tersenyum dan menyuapi makanan ke mulut Baji, Baji tetap bertekat untuk berhasil dan yakin bahwa tekatnya tidak akan goyah.
Di kamar Shahuji, Zeenat mengatakan "Aku akan menikah hanya dengan bangsa ku, Swaraj dan orang-orang Mararthi". Shahuji berkata "Kau putri dari Aurangzeb ... mengapa kau begitu sangat mencintai ku?". Zeenat mengatakan bahwa ia telah memenangkan banyak kerajaan tapi lupa dengan kemanusiaan... Zeenat meminta agar Shahuji mau menikah untuk kebaikan kaum Marathi dan mengingatkannya tentang teknik dan juga politik.
Baji masih bersemangat dan menyirami bibit cabai, malam hari Gotiya dan teman-temannya datang ke rumah Baji dan memijat Baji yang telah berusaha dan bekerja keras untuk menanam cabai di ladang dan Baji terlelap dan tidur. Radha mengguyur Baji untuk membangunkannya dan memintanya untuk kembali bekerja, Baji kelelahan dan tertidur pulas, Gotiya dan teman-temannya datang keladang, dan kemudian Baji melanjutkan pekerjaannya membajak dan mencangkul . Bihu menatap Baji dari kejauhan, Bihu pulang dan merangkul ibunya ia berjanji bahwa tidak akan pernah menyentuh ekor kuda Malhari lagi asalkan ibunya mengijinkan Baji untuk menyudahi pekerjaannya di ladang, Radha hanya mengangguk dan tersenyum.
Keesokannya, Cimna, Bihu, Gotiya dan teman-temannya datang ke ladang untuk menemani Baji yang masih menyirami air pada bibit cabai yang telah ia tanam, mereka bernyanyi penuh dengan semangat, Bihu bertanya "Apakah nyanyian Gotiya akan membuat tanaman cabai sepat tumbuh?. mereka saling menoleh dan bertanya hal yang sama, mereka sangat bahagia,, Bhallu dan teman-temannya datang dan bertanya pada Baji "Apakah kau akan berhasil membawakan Swaraj dengan menanam Cabai?". Bhallu akan mendekat dan Gotiya menghentikan langkahnya dan menunjukkan cabai pada Bahllu dan Chimana kemudian menggoda "Kau sudah pernah memakan cabai rasanya pedas". Bhallu ketakutan ketika ia diusir oleh gotiya, Bihu berteriak sangat gembira dan menunjuk pada tanaman cabai ia begitu gembira ketika melihat bibit cambai telah tumbuh tunas dan daun, Gotiya senang bahwa nanyiannya telah mempercepat tumbuhnya tunas pada tanaman cabai dan mereka semua bersorak sorai dan sangat bergembira. Gotiya ingin bernyanyi kembali namun ia terbatuk dan Chimna menggodanya. Baji berharap bunga cabai akan tumbuh dan ia berdoa pada Mahadev agar bunga-bunga pada tanaman cabai tumbuh dengan waktu yang sangat singkat. Baji bersama dengan kedua adik dan juga teman-temannya pergi untuk beristirahat dan bersantai, Bhallu datang kembali ke ladang ia membawaka beberapa ekor kambing untuk memakan tanaman cabai, Baji tersadar ketika mendengarkan sura kambing dan mereka berlari bergegas menuju keladang untuk melihat tanaman dan semua telah di makan oleh kambing, Bhallu bersembunyi di balik pohon dan tersenyum puas, Baji kesal dan sedih bergitu juga dengan perasaan Bihu menjadi sangat sedih berkata "Semuanya telah menjadi hancur".
Dekerjaaan, Shiva Raze datang menemui Tara Bai dan memberitahu pada ibunya bahwa ia telah mempelajari 5 hal dari Bidhur Neeti, Pant Pratidhi bergitu sangat memujinya, kemudian, Tara Bai bertanya pada Balaji dan meminta pendapatnya, Balaji mengatakan "Aku baru saja membacanya dan tidak memiliki pengetahuan praktis / wawasan". Tara Rani Bai mengatakan "Aku setuju dengan pendapat mu" dan kemudian meminta Balaji untuk mengetes Shiva Raze untuk kembali bermain pedang dan mengalahkawan lawan.
Balaji mengetes Shiva Raje " Apa yang lebih hitan dari pada Kajal?". Raze menjawab " Tidak ada yang libih hitam dari pada kajal". Balaji berkata "Warna hitam itu adalah kalang yang ada di dahi mu sepanhang kau masih hidup mu jika kau terbukti tidak berharga". Tara Rani Bai mengatakan "Shiva Raze sedang tidak siap untuk berlatih pedang". dan meminta pada Balaji untuk mempersiapkan diri bukan sebagai pelayannya tapi sebagai guru Shiva Raze, Tara Rani bercerita tentang ramuan cabai yang akan membuat Raze menjadi cerdas dan ia meminta Balaji untuk memberikan pada Raze agar ia meminum ramuan kada/ herbal sehari-harinya sehingga hal itu membuat Raze terkejut. Tara Rani pergi, Raze marah dengan keputusan ibunya dan meminta Balaji sebagai gurunya tapi Balaji menjawan "Aku akan memenuhi semua tanggung jawab yang telah di berikan oleh ibu mu". Raze menatap penuh kemarahan pada Balaji dan kemudian pergi.
Baji datang menemui ibunya yang sedang memasak di dapur, dengan terengah Baji bercerita bahwa kambing-kambing telah memakan tanaman cabai yang telah di tanamnya dan meminta agar ibunya mau untuk mengajarinya kembali namun Radha Bai menolak dan meminta Baji untuk membawakan bunga pertama. Baji berkata "Aku ingin memperlajari segala sesuatunaya secepat mu, kau tahu aku tidak punya cukup waktu". Radha menasehati Baji bahwa ia sedang membuat roti dan di tangannya masih terdapat roti yang masih mentah dan memmberikannya pada Baji, dan Baji bertanya pada ibunya "Jika tidak di masak lalu bagaimana akan memakannya". Radha mengatakan aku telah membuat adonan tepung dan membuat roti karena kerja keras mu aku akan pergi kesana". Baji senang menatap ibunya.
Precap:
Baji kembali bekerja keras lagi untuk menanam benih, tapi sekali lagi ladang kembali hancur.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar