Selasa, 28 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 23 : BIHU SAKIT PERUT KETIKA BALAJI DAN TEMAN-TEMANNYA IKUT KE SATARA, PRAJURIT MUGHAL MENYIKSA SEMUA WANITA, PERTEMUAN BAJI DAN TEMAN-TEMANNYA DENGAN PUTRA CHARAN DAS

TAYANGAN SONY TV : 22 Februari 2017




PESHAWA BAJIRAO EPISODE 23
DI INTERPTEASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Baji bertanya pada ayahnya " Kenapa perasaan ini datang bukan dari hati ku, sampai saat ini dan bagaimana aku akan mengembangkan perasaan ini. Balaji memberikan contoh kehidupan, seperti halnya ketika menaburkan benih di pasir, Baji mengatakan " kenapa perasaan ini datang bukan dari hati ku sampai sekarang.., dan bagaimana aku akan mengembangkan perasaan ini?".

Balaji meyakinkan Baji bahwa itu akan terjadi, Balaji mengatakan "Jika kau menaburkan benih, akankah itu akan berkecambah atau tidak?". Balaji mengatakan "Jika tanah itu subur dan jika mendapatkan jumlah matahari, dan juga air maka ia akan berkecambah". Balaji berkata "emmh.., bagaimana kau tahu?". Baji mengatakan "Ayah, inilah hukum alam".., jika air dan sinar matahari yang di dapatkan tepat maka benih itu akan tumbuh menjadi tanaman". Balaji tersenyum berkata "itulah yang akan terjadi jika evolusi itu muncul, setiap Martha menunggu kesempatan.., jika mereka mendapatkan kesempatan yang tepat maka revolusi itu akan menjadi keberhasilan dan itu akan menkadi kuat, tidak akan ada yang dapat menghancurkannya".

Balaji kembali mengajarkan Baji menggunakan pedang, ia berkata pada Baji "Ayolah Baji seranglah leher ku" Baji mulai menyerang Balaji dengan menggunakan pedangnya dan Balaji menghindari sedangan, Balakji berkata "Serangan sisi". Balaji terus menghindari sarangan Baji dan kemudian mengarahkan pedangnya di leher Baji. Baji bertanya pada Balaji "Ayah apa yang harus ku lakukan agar aku bisa mempersiapkan diri untuk revolusi ini?". Seorang pria datang dan memberikan salam pada Balaji, ia hanya tersenyum menyambut kedatangannya. Balaji datang menghampiri pria itu berkata"Katakan Charandas.. apa kau memiliki pesan apapun dari Dhana ji?". Charandas mengatakan pada Balaji "Ya, Ratu Rani Saheb ingin bertemu dengan mu pada pertemuan dewan umum ". Balaji bertanya pada Charandas "Apakah kau tahu alasan di balik semua ini?". Charandas mengatakan "Tidak, aku tidak tahu". Balaji mengatakan "Apakah kau ingin minum?". Charandhas menolak "tidak terima kasih, aku akan pergi sekarang". Balaji mengijinkannya pergi.

Baji yang ketika itu hanya melihat ayahnya dan Charandas bertemu hanya tersenyum saja, Balaji mengatakan pada Baji "Ya baji". Baji mengatakan pada Balaji " Ayah, mungki mereka berencana untuk kembali mengirimkan mu pada sebuah misi baru, setelah semua yang terjadi kau telah memberikan Aurang zeb tidur malam". Balaji hamya tersenyum dan berkata "Baji bahkan kau harus menemani ku". Baji bertanya "Bnearkah?" . Balaji meyakinkan Baji " ini akan menjadi pengalaman yang baik untuk mu". Baji mengatakan "Ayah apa ku juga akan mengajah Chimna ji, Bihu dan juga teman-teman ku juga?" Balaji setuju dengan permintaan Baji dan membuat Baji berjingkrak gembira dan memeluk ayahnya. Baji mengatakan "Ayah aku akan pegi dan memberitahu pada teman-teman ku, Gotiya akan segera bersiap". Baji hanya tertawa, Baji bergegas pergi keluar.Balaji mengatakan "Kau mengatakan hal yang benar Baji.., mungkin saja Aurangzeb mendapatkan tidurnya yang nyenyak, aku telah mengacaukan satu kekuatannya, ia pasti akan kembali menyerang"

Seorang pria pengikiut Aurangzeb berkata "Mulia,  yang tak terkalahkan, plopor dan  yang mulia Mohiddin Mohammad Aurangzeb telah datang untuk memberikan rahmat ke  pengadilan" Aurangzeb datang dan semua pengikutnya memberikannya salam. Aurangzeb mengatakan " Qameruddin Khan.., ".Qamerudin menjawab "Ya yang mulia". Aurangzeb bertanya "Peranhkah kau bertemu dengan saudara ku Late Dara Shikoh?". Qameuddin mengatakan "Tidak tuan ku, aku tidak pernah punya kesempatan untuk bertemu dengan Dara Shikoh". Aurangzeb mengatakan "lupakan". Kemudian Aurangzeb membuka penutup dan membuat Qameruddin terkejut ketika melihatnya.  Aurangzeb meminta Qameerudin melihat sebuah tengkorak kepala, ia berkata pada Qameruddin "Lihatlah ini, ini dirinya, kau pria baik dan berbudaya.. apakah ini, bagaimana kau akan menyapa saudara tertua dari kaisar mu?" .

Qameruddin memberikan salam pembuka dan membuat Aurangzeb hanya tertawa. Aurangzeb mengatakan "ia telah berada jauh dari mu, ku pikir ia tidak akan pernah mau mendengarkan mu". Aurangzeb melemparkan tengkorak kepala pada Qameruddin "Temuilah dan pegang dengan erat". Qameruddin menangkap terngkorak kepada itu dan tampak begitu tegang. Aurangseb berkata "Akulah yang telah membunuhnya, aku telah memutuskan kepalanya dan mengirimkannya pada ayah ku, kemudian kaisar dari India Akhir Shah Jahan sebagai hadiah, dan aku meletakan mayat tanpa kepala pada gajah dan membawanya keliling kota, aku melakukannya untuk menyampikan pesan pada semua orang bahwa salah satu yang telah mereka harapkan untuk dapat melindungi kekaisaran Mughal bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri, sejak hari itu mereka lupa untuk menaikan suaranya untuk ku Algamir tidak pernah berani untuk menatap dengan matanya, tapi apa yang sudah kau lakukan hari ini Qameruddin?". Semua hanya terdiam, Qameruddin hanya terteunduk, Aurangzeb berkata"tidak hanya diri sendiri, aku juga telah menempatkan kekaisar di bawah Mughal, bagaimana kau bisa percaya dengan startagi Tara Rani Saheb menginginkan Sahuji dilepaskan?".

Qameruddin mengatakan "Yang mulia, mata-mata kai telah mendengarkan pembicaraan Rani Saheb mengatakan hal ini pada putranya,". Aurangzeb mengatakan " Kau terlah tertipu oleh beberapa desas-desus dengan begitu cepatnya?"... lalu aku harus mengirimkan kepaka botak mu sebagai hadiah untuk sesorang segera?". Mendengar hal itu, Qammeruddin terkejut berkata "Yang mulia, aku meminta kau mengampuni ku!". Aurangezeb marah mengatakan "Permintaan?".. aku tahu dari pepatah..,  bahwa musuh yang sederhana akan jauh lebih bijaksana dari pada musuh yang bodoh, aku senang kau membantu ku untuk dapat memahami itu, kau tidak pergi kesana sebagai Qammeruddin, tapi sebagai utusan Aurangzeb, kaisar India dan kebodohan itu dari mu telah membuat aku, kaisar mu menggantungkan kepala ku karena malu .. aku mengutusnya untuk memadamkan api dan akhirnya ia telah menghidupkannya kembali dan sekali lagi akan ada pemberontakan di wilayah Deccan  dan semua itu karena mu". Qameruddin hanya terdiam, tapi putra Aurangzeb (Kambakhas) berkata " tapi kau lebih mempercayainya lebih dari kau mempercayai putra mu sendiri, dan Kambakhas juga bertanya pada Qameruddin "bagaimana kau akan membayar semuanya Qammeruddin?". Aurangzeb menghentikan putranya Kambakhas dan berkata "Kehilangan pion, itu tidak akan membuat mu kehilangan seluruh permainan, aku akan kembali menakhlukan Deccan tidak peduli  apapun yang akan terjadi !" tapi kali ini,  aku tidak akan mendengarkan usulan mu (Kambakhas) ataupun orang lain, aku telah bodoh mempercayai cara yang lebih diperlukan dan aku tidak ingin mengulangi kesalahan ku lagi ". Aurangzeb menatap Qameruddin dengan penuh amarah dan pergi meninggalkan ruang pertemuan, sementara itu Qmeeruddin masih terdiam menahan amarahnya.


Bhiu mengeluh sakit perut, ia berbaring kesakitan kemudian Chimna datang menemui Bihu dan bertanya padanya "Apa yang terjadi dengan mu Bihu?". Bihu menangis, Chimna ji mengatakan "Siapa yang meminta mu memakan begitu banyak krim?" Seperti kucing" .. karena kau aku tidak jadi pergi ke Satara, kakak dan semua teman-temannya akan pergi kesana". Bihumemohon pada Chimna berkata "Ku harap kau tetap berada disini dan kembali Saudara ku Chimna, Dewa akan memberkati mu". Chimana marah dan menghempas tangan Bihu dan memintanya untuk diam, ia selalu memberkati ku!". Balaji datang dan Bihu berteriak memanggil "Ayaaah". Balaji bertanya "apa yang terjadi?". Bihu bangun dan memegangi perutnya, ia bertanya pada Balaji "Ayah seberapa besar Satara?". Balaji mengatakan " itu sangat besar Bihu, kenapa?" Bihu mendekati ayahnya mengatakan "aku tidak bisa pergi kesana, jadi kau bisa membawakan Satara kesini kan?". Balaji hanya tertawa, Balaji meminta Bihu duduk di sapingnya begitu juga dengan Chimna, Balaji mengatakan "Kalian berdua tidak perlu marah, aku akan segera membawa mu untuk melihat Satara, Blaji meminta Chimna "  tapi sampai aku kembali dari sana, kau harus mengurus Bihu dan ibu mu, Chimna Saheb" . Chimna berterima kasih pada ayahnya. Bihu bertanya "tapi dimana ibu?" . Balaji mengatakan "Kakak mu akan melakukan perjalanan jauh dan ketika anak laki-laki melakukan perjalanan jauh maka ibunya akan membungkuskan makanan dengan penuh kebijaksanaan, dan memasukannya kedalam tas".

Radha Bai sedang membungkus makanan untuk Baji, Baji datang dengan memakai pakian lain dari biasanya. Baji mengatakan "ambil ini ibu". Baji dengan terburu-buru memasukan bekal makanannya dan Radha memintanya untuk perlahan, ketika Baji akan pergi Radha menghentikannya "Dengarkan .. pejalanan ini merupakan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baru., dunia adalah sebuah buku di mana ketika orang sedang tinggal di rumah, hanya dengan membaca satu bab dari buku itu, itu sebabnya mereka mengatakan perjalanan akan mengajarkan mu banyak hal tentang dunia dan  diri sendiri, ingatlah itu". Baji hanya tersenyum dan mengangguk, Radha bai bilang "Pengetahuan ada di mana-mana dan kau harus memiliki kemuan untuk mencarinya, apa kau paham?" Baji mengatakan "Iya". Mereka tersenyum dan berpelukan. Teman-temannya memanggilnya "Baji ayolah cepat". Baji berkata "Baiklah aku datang". Baji berpamitan dengan ibunya dan menggandengnya keluar. Baji sangat senang dan ia berlari menghampiri teman-temannya ke kereta, Gotiya dan yang lainnya sudah menunggu Baji disana "Baji ayolah", Balaji datang dan ia hanya tersenyum. Teman-teman Baji berteriak gembira sementara itu Radha Bai dan Chimna hanya menatap mereka dari kejauhan. Balaji bersiap untuk mengemudikan keretanya, ia menatap pada Radha Bai dan tersenyum. Kereta telah di berangkatkan oleh Balaji, Gotiya dan teman-temannya yang lain bersorak bergembira, Chimna yang ikut berteriak dan bersorak gembira, Radha bertanya pada Chimna ji "Bahkan kau tidak ikut bersama mereka ke Satara?" ... lalu mengapa kau begitu bersemangat?" . Chimna ji hanya tersenyum berkata pada Radha " Karena setelah waktu yang lama, aku telah melihat senyum di wajah kakak ku, ia begitu senang, Jika kakak ku senang begitu juga dengan ku, aku senang juga". Radha tersenyum mendengar Chimna ji berkata jujur.

Suara Bihu berteriak memanggil Aayi, "Ibu apa kau akan mengurus ku atau tidak?" ..., perut ku sakit". Radha Bai dan Chimna Ji hanya terdiam melihat Bihu hanya berbaring, Bihu berkata " Kak Chimna uruslah adik mu ini". Chimna marah dan membuat Radha tertawa. Sementara itu dalam perjalanan Balaji ke Satara bersama dengan Baji dan juga teman-temannya, Gotiya bertanya pada Baji " Baji, apa kau tahu, di Satara kita akan mendapatkan hal yang sangat pedas di dunia.., paman ku telah mendapatkannya sekali". Teman Gotiya yang lainnya mengatakan " Apakah kau tidak memikirkan hal yang lain selakin makanan dipikiran mu ?" ... "Keistimewaan dari Satara adalah Kasadas, teman yang memiliki setiap jenis bunga di dunia ini". Baji mengatakan "Aku ingin melihat benteng Ajinkatara, aku berharap Bihu dan Chimna ji akan senang jika mereka ikut bersama kita". Gotiya mengatakan " Baiklah, mereka tidak bisa ikut jika tidak aku bahkan harus berbagi makanan dengan mereka". Balaji hanya teresnyum mendengarkan mereka dan mereka tertawa senang.
Baji membaca batu kecil ketika kereta melintasi sebuah jalanan  " Khas Pathar!". Baji bertanya pada Balaji "Ayah mengapa kita melintasi rute ini?". Balaji menjawab "Karena hal-hal besar tidak bisa di capai dengan mengambil jalan pintas, Baji" Baji dan teman-temannuya tersenyum.

Chimna ji bersama dengan Bihu kembali ke Vaid ji, Chimna berkata pada Bihu "Kita tidak salah jika kembali berobat, Vaid ji telah memberikan mu yang terbaik ". Bihu berkata "ya Kakak", Chimna ji marah berkata " Begitu banyak rasa hormat, apa lagi yang nikmat yang kau inginkan?". Bihu hanya tersenyum dan ia membentangkan tangannya, Chimna berkata padanya "Bihu, rumah kita tidak jauh dari sini" lalu Chimna pergi dan tidak mempedulikan Bihu, Bihu menangis berkata " tapi aku tidak bisa berjalan, bahkan Vaid ji meminta ku untuk banyak beristirahat". Bihu hanya duduk di tanah dan kemudian Chimna berbalik dan kembal, ia menggencong Bihu di punggungnya. Bihu masih berkomentar "Kakak, sebaiknya kau berjalan di sisi kiri jalan, maka kita akan tetap berlindung dengan pohon ". Chimna berkata "Seiring dengan naungan pohon kita juga akan mendapatkan ..." Makan Goosberry yang segar". Bihu mengatakan "itu juga yang telah terlintas di pikiran ku". Chimna ji marah dan menurunkan Bihu, Bihu bertanya "Ada apa kak, apa yang telah terjadi?". Chimna ji berkata "Berjalanlah sendiri, jika tidak aku akan meninggalkan mu disini sendiri dan pergi" Bihu berkata "Chimna bodoh" Chimna marah berkata "Aku bisa mendengarkan suara mu". Bihu berkata " Kau begitu tanpa ampun kak, tapi kakak ku Baji ia tidak pernah meninggalkan aku dan pergi".

Tiba-tiba saja Bihu terkejut mendengar suara ringkikan kuda, Chimna pun menghentikan langkah kakinya dan tersentak kaget ketika melihat beberapa orang prajurit Mughal datang dengan menunggangi kuda mereka, Bihu berteriak ketakutan dan terjatuh ia berteriak memanggil kakaknya, Cihmna hendak menghampiri Bihu, tapi terhalangi oleh beberapa prajurit yang masih melintasi jalan. Akhirnya Chimna berhasil menghampiri Bihu dan menghawatirkannya, ia menarik tangan Bihu dan membangunkannya, Bihu menangis dan memeluk Chimna, Chimna bertanya pada Bihu " Apakah kau terluka, apa kau baik-baik saja Bihu?". Chimna memeluk Bihu dan menangis dan mengajak Bihu pergi dari sana dan mereka mendengar suara jertian seorang wanita, beberpa prajurit Mughal datang untuk menyiksa wanita dari Marathi, mereka memukuli dan menyiksa wanita tanpa rasa ampun dan begitu sangat kejam, seroang wanita memohon pengampunan dari prajurit Mughal, Bihu dan Chimna terkejut melihat hal itu tepat di depan matanya. Seorang Pajurit Mughal turun dan mendekati seorang wanita "Ikut dengan ku". Chimna kesal, Bihu mencegah agar kakaknya tidak melakukan hal bodoh.

Prajurit Mughal menyiksa seorang wanita dan seorang  meminta agar prajurit melepaskan wanita yang telah di ganggunya, namun Pajurt Mughal mendorongnya, Pajurit itu mencambuknya, Bihu menangis memeluk Chimna, Parajurit Mugahal terus memecuti wanita itu berkata " Menjadi seorang wanita bagaimana kau bisa berani melawan seorang pria?" ... menjadi seorang wanita beraninya kau melakukan ini?" Prajurit terus mencambuki wanita itu tanpa ampun dan Bihu menangis memerluk Chimna. Parajurit Maugal berkata "Kalian wanita lemah, mereka tidak akan pernah bisa melawan seorang pria". Bihu menangis memejamkan matanya.

Balaji bersama dengan Baji dan teman-teman Baji datang ke Satara, Charan Das memperkenalkan mereka pada putranya, Putra Charan Das  memberikan salam pada Balaji dan juga Baji. Baji bertanya "Siapa namanya?". Charan Das berkata "Karena ia anak ku, maka namanya Vishesh". Gotiya mengatakan "Wow, nama yang sangat manis".Vishesh meminta mereka untuk duduk, dan meyakinkan mereka bahawa dirinya akan membawakan air.  Charan Das mempersilahkan Balaji masuk kedalam rumahnya "Selamat datang". Charan Das mempersilahkan Balaji untuk duduk, sementara itu Baji dan teman-temannya mengagumi rumah Charan Das, Baji berkata "Rumah yang sangat indah". Charn Das juga meminta Baji dan teman-temannya untuk duduk, Charan Das berkata pada mereka "Ini rumah leluhur ku.., nenek moyang ku tuan tanah, aku memutuskan untuk menjadi pejuang kemerdekaan.., jadi aku bergabung menjadi prajurit". Baji terpukau mendengarnya berkata "Bahkan aku sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pejuang kemerdekaan". Balaji hanya tersenyum,   Vishesh datang membawakan minuman dan ia tersenyum di hadapan mereka dan membagikan gelas pada semua tamu yang datang, Gotiya berkata " Vishesh kau sangat manis" . Vishesh tersenyum dan berterima kasih, Vishesh menawarkan minum pada Balaji namun Balaji menolaknya, Balaji berkata "Tidak, kami akan pergi"

Balaji mengatakan pada Charan Das "Ayo, Khas, kau akan menemani ku kepengadilan Royal, aku tidak bisa melakukan Bairavgarh tanpa bantuan mu". Charan Das mengatakan "Tapi Balaji, ibu Vishesh sedang menunjungi orang tuanya, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian dan ikut dengan mu". Baji mengatakan "Tidak masalah.., bahkan Vishesh bisa menemani kami". Balaji dan Charan Da menolaknya "Tidak". Balaji mengatakan "Jangan khawatir Khas, Baji dan juga teman-temannya akan merawat Vishesh". Charan Das mengatakan "Tapi Balaji kau tidak tahu tentang anak ku". Balaji menjawab "Bahkan kau tidak tahu tentang anak ku, aku yakin Baji bisa memikul tanggung jawab ini". Baji bingung dan mendekati Balaji "Tapi ayah, kami telah datang kesini untuk melihat Satara". Gotiya  berkata "Iya paman bahkan kami telah siap sejak semalam, bahkan aku memakai Dhoti baru ku ". Balaji mengatakan "Satara tidak akan pergi kemana pun, kita akan berjalan-jalan besok, kalian harus merawat  Vishesh, apakah kalian mampu untuk melakukannya?". Baji dan teman-temannya murung dan hanya mengangguk, Baji mengatakan "Baik".
Balaji mengatakan " Seharusnya Vishesh tidak memiliki masalah, tidak akan ada salah satu di antara kalian yang akan menyulitkannya, menerti?". Baji mengatakan "Ya ayah, jangan kahawtir kami akan merawatnya, setelah semua, ia hanyalah seorang anak". Baji dan teman-temannya tersenyum menatap Vishesh.

Bihu datang kerumah bersama Chimna, ia memeluk Radha Bai, Radha meminta Bihu untuk berhenti menangis "Haruskah aku mendapatkan banyak air karena mu?". Bihu mengatakan " Ibu, katakan pada ku apakah seorang wanita tidak akan pernah bisa mengalahkan seorang pria?" .., apakah seorang wanita benar-benar lemah?" . Radha mengatakan "tidak Bihu, tidak semuanya seperti itu.., katakan pada ku setiap kali kau membuat beberapa kekacauan, apakah ayah mu memberitahu mu?". Bihu mengatakan "Ayah mengatakan aku akan membawa  sekuruh rumah runtuh". Radha mengatakan "Naah, jika begitu bisakah seorang gadis akan membuat rumahnya menjadi runtuh?" .. dan ia menjadi lemah?". Bihu mengatakan "Ibu, bukankah itu berarti seorang wanita sangat kuat?". Radha bai berkata "Itu benar, jika peremuan tidak pernah kuat maka Tara Rani Saheb akan menang karena begitu banyak perempuan yang akan melawan Mughal, lalu akankah ada orang seperti Hail Jibaji yang akan menghormati maharaj Shrivaji". Chimna berkata "Tapi Aayi ini kasus yang sangat berbeda, mereka juga termasuk keluarga kerajaan, mereka berlatih dalam peperangan" .., Bihu berkata " bahkan aku tidak akan pernah bisa memegang penjepit lama". Radha berkata "Itu tidak masalah". Radha berkata pada Chimna "Terlepas wanita itu apakah dari keluarga kerajaan, atau ia hanya wanita bisa, ia tidak akan lemah.. tidak pernah"..."Katakan pada ku, kau telah membaca tentang Hirkani kan?".., kau telah membacanya kan?" . Chimna ji hanya mengangguk.

Bihu bertanya pada Radha "Siapakah Hirkani ibu?" Radha "Hirkani....". Chmna berkata "Hirkani hanyalah wanita biasa, ia hanyalah penjual susu di benteng Rajgarh, suatu hari ia terlamat untuk sampai di rumah dan ketika itu semua pintu masuk di benteng telah di tutup, lalu ia meminta penjaga untuk membukakan pintu, karena anaknya yang kecil tidak akan mampu untuk melakukan sesuatu tanpanya di malam hari, tapi penja tidak membukakannya pintu, ia menuruni pegunggungan yang tinggi,  di tengah kegelapan ia datang menemui anaknya". Bihu bertanya "Apakah ia tidak merasa takut?". Radha mengatakan "Setiap orang punya rasa takut Bihu, bahkan pemberani juga punya rasa takut, tapi yang pemberani menakhlukan ketakutan mereka, apakah kau tahu apa yang telah di lakukan kaisar Shivaji ketika ia mendengar kisah tentang Hirkani?". Bihu bertanya "Apa?"

Radha Bai mengatakan "Cakhravati Shrivaji, telah dihormati oleh seluruh wanita, dan dia membangun dinding di tempat itu dan menamakannya dengan mengginakan namanya, apakah kau tahu Bihu?" .. dinding yang masih ada sebagai lambang wanita pemberani dan juga keyakinannya dan Chimna tidak cukup banyak membacanya dan ia hanya mengetahui antara perbedaan antara keadilan dan ketidakadilan saja itu tidak cukup tapi belajar untuk memperjuangkan keadilan, karena orang yang hanya terdiam menanggung ketidakadilan dan itu merupakan dosa besar dari orang yang telah melakukannya, apakah kau mengerti?" Chimna ji tersenyum dan mengangguk. Bihu mengangkat kedua tangannya untuk menunjukkan betapa ia wanita yang kuat, Bihu berkata "Ibu, jangan kahawtir sebagai adik Baji itu akan sangat memalukan bagi ku jika aku tidak mengajarkan mereka untuk melawan Mughal dan memberikan mereka pelajaran". Radha hanya tersenyum dan Chimna bertanya pada Bihu "Apa yang terjadi dengan sakit perut mu?" Bihu mengatakan "Aku telah sembuh dan mendapatkan bantuan dari itu, setelah ramuan yang diberikan Vaid ji pada ku". Chimna marah dan memegangi pundaknya  berkata "dan apapun yang telah kau katakan di jalan". Bihu mengatakan "Oh dewa, kakak Chimna lupakanlah bahwa kita harus segera memberikan pelajaran untuk musuh kita sekarang"
Radha Bai hanya tersenyum pada Bihu, Bihu berkata pada Radha " Ibu berkatilah aku". Bihu memberikan kantong uangnya pada ibunya dan ia pergi keluar bersama dengan Chimna. Radha tampak khawatir berkata "Jika Mughal terus menyebar teror seperti ini, maka aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi dengan pejuang kemerdekaan"

Baji dan Gotiya memberikan salam didepan pintu untuk Balaji dan Charan Das yang akan segera pergi, Vishesh hanya tersenyum dengan mencakupkan kedua tangannya lalu ia menunjukkan sifat aslinya, ia berbaring di ranjang kuning berkata "Hey Gotiya, apa yang sedang kau cari disana seperti pencuri?". Baji dan teman-temannya menengok kesekeliling ruangan, dan terkejut ketika melihat Vishesh sedang menunjukkan sifat aslinya. Baji datang menghampirinya berkata " Vishesh, ini bukan cara berbicara dengan orang yang lebih tua dengan mu". Vishesh mengejeknya dengan mengulangi ucapan Baji. Baji bertanya "Mengapa kau meniru ku?" dan Vishesh menirukan kembali ucapan Baji. Gotiya marah dan Vishesh juga mengikuti gaya Gotiya berbicara. Teman Baji berkata "Apa kau hanya akan mengulangi apa yang akan kita katakan?" Vishesh mengatakan " Maukah kau mengatakan apapun yang kita katakan?". Baji mengatakan pada Vishesh "Kau hanya berpura-pura manis di hadpaan  ayah mu, lalu apa yang terjadi pada mu sekarang Vishesh?".

Vishesh bangun dan berkata pada Baji "Ayah ku memita agar aku tidak membuat kekacauan apapun dihadapan ayah mu, sekarang ayah mu telah pergi dari sini". Vishesh memegang dagu Gotiya dan memainkan kepalanya, Gotiya pusing dan akan terjatuh "Oh dewa". dan Vishesh mengikuti gaya gotiya dengan ikut memegangi kepalanya sendiri dan duduk di samping Gotiya. Gotiya bingung dan menatap Vishesh, tapi Vishesh mengikuti semua gerak tubuh Gotiya dan membuat Baji kebingungan. Gotiya mendapatkan ide, ia melompat dan setengah berjongkok berkata "Apa yang terjadi sekarang?" .. ayo tirulah aku sekarang" ... ayolah lakukan". Vishesh mengejek Gotiya bodoh "Aku melihat bagaimana aku membodohi mu". Gotiya terkejut begitu juga dengan teman-temannya. Vishesh berkata "ini cukup untuk mu". Gotiya marah dan Vishesh mengatakan "Aku meniru orang tapi aku tidak bodoh seperti mu" . Gotiya menatap Baji, Baji hanya diam menatap Vishesh



Precap:
Baji dan teman-temannya mencari Vishesh di rumah. Bhiu pergi menemui prajurit  Mughal  yang masih menyiksa perempuan di dekat sumur dan menghentikan mereka untuk memukuli perempuan. Pajurit Mughal  akan memukulnya, tapi  ketika itu Radha datang dan memelintir tangannya.
.

Selasa, 21 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 22 : BALAJI BERHASIL UNTUK MENAKHLUKAN BAIRAV GARTH DARI TANGAN BAHADUR QAZI, BAJI MENYAMAR MENJADI HANTU UNTUK MENAKUTINYA, BALLU DI JULUKI SEBAGAI PENGHIANAT DAN DIPUKULI BAJI, QAMERUDDIN MENGHUKUM NASER KARENA TELAH GAGAL MENJALANKAN MISINYA UNTUK MEMBUNUH BAJI

Tayangan Online : 21 februari 2017


PESHAWA BAJIRAO EPISODE 22
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Bahadur Qazi terkesan dengan keajaiban Fakeer baba/ Balaji yang dapat menurunkan hujan dan mendapatkan bongkahan berlian setelah ritual puja selesai, ia meminta pada Fakeer baba untuk menyembuhkan kakinya yang telah lama lumpuh, tapi Fakeer baba / Balaji hanya tersenyum dan mengatakan pada Qazi "Bagaimana jika para parajurit Mararthi  datang dan menyerang apa yang akan kau lakukan?. Balaji mengarahkan trisula di tangan Qazi ke lehernya. Qazi mengatakan " Jadi kalau begitu kau bukablah Fakeer, lalu siapa kau?". Fakeer baba/ Balaji menjawab "Aku Subedar dan Mahharaj Shiva untuk meruntuhkan kaisar dan pengikut setia yang jujur dari Tara Rani Bai Saheb yang bertanggung jawab untuk kemenangan Bairav Gatth" Fakeer Baba terlihat tampak tegang ketika membongkar jatidirinya sebagai Fakeer baba, Balaji berkata "Aku Balaji Vishwanath Bhatt".
Qazi memerintahkan para Prajurit Mughal untuk menyerang  dan membunuh Balaji, tapi sebagai gantinya Balaji  mengancam akan membunuh prajurit Mughal dengan ujung trisula di tangannya. 

Bahadur Qazi memerintahkan pada para Parajuritnya  untuk berhenti,Qazi  mengatakan "Kau sangat berani, tapi kau sangat bodoh untuk datang kesini sendirian untuk mendapatkan Bairav Garth dari tangan ku". Balaji menjawab "Aku memang datang sendiri tapi anak-anak  dari ibu pertiwinya ada bersama dengannya". Semua prajurit Mararthi datang ke hadapan Bahadur Qazi dengan mengikatkan bendera merah dan membawa pedang di tangan mereka Balaji dan semua Parjurit Marharti bersorak sorai "Har..har Mahadev" dan membuat Qazi terkejut, Balaji mendapatkan kemenangannya untuk merebut Bairav Garth dari tangan Bahadur Qazi

Radha Bai bersama dengan Baji masih menghadapai serangan sekelompok komodo beracun, Radha tersenyum ketika melihat Baji berhasil mengalahkan seekor komodo dengan menaruh potongan kayu di mulutnya, Radha dan Baji terkejut ketika melihat komodo lainnya datang dan akan menyerang mereka, Baji melompat dari komodo lainnya untuk menyelamatkan nyawa ibunya, Balaji memukuli komodo dengan sabatang kayu dan mencoba untuk membunuhnya, Radha mengatakan pada Baji "Mereka takut api". Baji melepaskan sabuknya dan membaginya menjadi dua bagian ia melemparkannya pada komodo dan kemudian mengikatkan kain pada batang pohon yang ia temukan, Baji mencoba untuk menyalakan api dengan menggesek dua buah batu dan mengarahkannya pada komodo, semua komodo pergi dari sana.

Akirnya Bahadur Qazi menyetah pada Balaji ia meletakan pedangnya di hadapan Balaji, dan semua prajurit Maughal berlutut dan menyerah, Balaji  melepaskan  kekaisaran Bahadur Qazi dengan menggunakan  ujung trisula di tangannya dan bersorak sorai Har..har Mahadev. Qazi bertanya "Bagaimana kau dapat menunjukkan keajaiban jika kau hanya orangg biasa?" Balaji menjawab "Pemikiran anak kecik yang hanya dapay menemukan emas, perak dsb.., tetapi mereka tidak memiliki pengetahuan .. aku tahu kekayaan terbesar di negara mu". Qazi bertanya "Apa itu?". Blaji mengatakan "Pengetahauan, ilmu pengetahuan dan tegnologi, Ayurved, akupunktur, dll apapun yang telah kau lihat   itu gyan shashtra kami".  Seluruh prajurit Marharti mengangkatnya dan Balaji bersorak sorai kembali "Har..har Mahadev", Qazi hanya terdiam menatapnya

Baji masih di tempat dimana banyak terdapat sekelompok komodo beracun, Baji masih memegangi bakar untuk melindungi ibunya dari serangan komodo, Baji bertanya "Sekarang apa yang terjadi?.. aku tidak takut dengan kalian". Radha terharu dan tersenyum bangga melihat rasa taku Baji hilang, Baji mengatakan "Aku telah membuat meerka pergi, aku tidak akan membiarkan mereka mendekati mu". Baji melemparkan kayu bakar dan mereka menangis dan saling berpelukan.

Disekolah, Gotiya dan teman-temannya pura-pura menangis, Gotiya memakan ladoo dan berkata "Mengapa kau merebut Baji ku dewa... lalu siapa sekarang yang akan melindungi kami, kami tidak tahu siapa yang sudah membunuh Baji". Bahllu datang kesana ia tersenyum puas karena telah mendapatkan kabar kematian Baji, Bhallu pergi dengan rasa gembira dan memberitahu pada teman-temannya bahwa Baji telah mati, mereka bersorak sorai gembira "Bhalluram ki jay" dan sesorang membekap mulut dua teman Bhallu dan membawamya pergi, ia  ketakutan  ketika menyadari dua temannya telah pergi dan berbalik melihat sesuatu dan dengan terbata-bata Bhallu hanya berucap "Baba...ba..ba" wajah, Bhalu gemetar dab jetakutan ketika melihat Baji bergantung terbalik muncul dari atas pohon dengan wajah yang pucat, Bhallu berteriak dan ia berlari ketakutan dan terjatuh ketika Bhallu berusaha untuk melarikan diri dari  hantu Baji sudah berdiri didepannya, Bhallu kembali ketakutan dan terbata-bata memanggil nama Baji. Baji mengatakan "Apa baba"

Bhallu gemetar berkata "Apa kau hantu Baji?". Baji  marah dan melepaskan kain putih ditubuhnya mengatakan "tidak aku Baji". Bhallu meminta pengampunan dan mengakui semuanya pada Baji "Aku melakukan semua itu untuk Naser". Baji memukuli dan menampar Bhallu dan akhirnya Bhallu tahu Baji masih hidup, teman-teman Baji datang kesana mengeliling Bhallu mereka marah pada Bhallu, Baji mengatakan "Aku akan mengampuni mu, tapi aku tidak akan bisa memaafkan semua penghianatan mu.., kau penghianat". Begitu juga dengan semua orang yang memanggil Bhallu sebagai penghianat. Chimna dan Bihu datang kesana menyampaikan pada Baji bahwa ayahnya telah kembali kerumah, Baji tersenyum senang. Baji masih memukuli Bhallu dan memegangi kerah baju Bhallu, Ballu berkata  "Apakah paman telah datang?". Baji kembali memukulinya dan mengatakan "Aku tidak akan melepaskan mu jika Chimna tidak datang kesini". Baji mengatakan "Aku akan kembali". Baji menamparnya kembali dan membiarkan Bhallu pergi, Baji dan semua teman-temannya bersorak sorai  "Har..har Mahadev"

Radha Bai sedang mengangkat dan menjemur pakian bersama pelayannya, seekor burung gagak hitam datang dan membuat Radha terganggu oleh suaranya, Radha mencoba untuk mengusirnya pergi dan meminta agar burung gagak membawakan Balaji, Radha mencoba mengusir  burung gagak yang terbang dan menghinggap di tempat yang lain,  ia terpeleset dan hampir terjatuh, Balaji datang bergegas menahan tubuh Radha di pelukannya, Radha sangat terharu bercampur bahagia ketika melihat Balaji ada di depan matanya, Balaji hanya tersenyum mereka berpelukan melepaskan rindu dan behenti ketika ketiga anaknya datang Chimna, Baji dan Bhiu memeluk Balaji. Balaji terasa nyeri. Radha meminta  suaminya untuk menunjukkan lukanya. tapi Balaji mengatakan "ini hanya luka kecil, jangamn Khawatir". Bihu bertanya pada ayahnya "Ada apa?".

Balaji mengatakan "Aku akan sembuh dengan cepat karena Bihu selalu di hati ku". Bihu bertanya "Aku tinggal di dua tempat, dan aku tidak tahu hal itu". Balaji tertawa. Baji mengatakan "Kami tahu... Baji bertanya pada ayahnya "Apakah pekerjaan ayah telah selesai?". Bihu bertanya "Apa yang kau bawa untuk kami?". Balaji mengatakan "Aku telah memenangkan Bhairav Garth untuk semua Marathis". Radha turut senang ketika mendengarnya". Chimna bertanya pada Balaji "Tapi..., yang gila Maharaj Shrivaji begitu penting". Balaji menjawab "Ya". Baji meminta Chimna untuk membiarkan dirinya untuk berbicara, Baji berkata "Aku ingin tahu segalanya". Bihu berkata pada ayahnya " Baba, kita tidak memiliki malai sejak lama dan itu sebabnya gigi susu ku rusak", Chimna meledeknya "Gigi susu mu di ambil tikus". Balaji hanya mengangguk, Bihu meminta ayahnya membawakan kembali gigi nya dari tikus". Baji mengatakan "Bukan Qila tapi bil (tempat persembunyian". Balaji hanya tertawa dan memeluk Bihu.

Radha meminta ketiga anaknya untuk membawakan ayah mereka minum, mereka bertiga pergi untuk membawakan air minum untuk ayah mereka, Balaji menarik tangan Radha Bai dan bertanya "Dimana dia?". Radha mengatakan "Aku disini, kau pergi jauh dari ku tanpa memberi tahu atau bertemu dengan ku". Mereka menghabiskan waktu dengan sangat romantis. Balaji mengatakan "Kau telah mengirim mereka dengan sengaja". Radha bertanya "mengapa aku?". Balaji mengatakan "Aku akan membalas mu tanpa bicara, mereka mencoba untuk lebih dekat dan  kemudian ketiga anak mereka datang kembali membawakan gelas berisi air di tangan masing-masing. Balaji terbaruk dan Radha Bai tersenyum menahan tawa. Radha mengatakan pada Baji " Aku meminta kalian membawakan air untuk mandi, ketiga anak mereka  pergi,  Balaji menggoda Radha Bai, Radha  mengatakan kadang-kadang untuk mengatakannya kita perlu waktu untuk diri kita sendiri". Mereka tersenyum

Radha dan Biuhu sedang memasak, Bihu mengatakan pada Radha "aku akan memberikan ayah roti buatan tangan ku". Radha tertawa. Sementara itu, Baji mengajarkan Baji pedang dan cara melawan. Baji mengatakan "Aku tahu usia ku pendek". Balaji terkejut ketika mendengarnya. Baji mengatakan pada ayahnya "aku tahu apa yang telah di ramalkan pandit ji untuk ku". Balaji menguatkan Baji mengatakan "Apakah kau tahu apa yang di ramalkan Pandit ji tentang diri mu sebelum kau lahir?". sebuah kilas balik di tampilkan ketika Pandit ji meramalkan "Putra mu akan memenuhi tanggung jawabnya untuk Swaraj.. takdir telah memilihnya". Kilas balik berakhir, Balaji mengatakan "Mararthi Samrajh merupakan tanggung jawab mu dan kau memiliki waktu yang sangat singkat". Baji bertanya "apa yang harus ku lakukan?"

Qameruddin menghukum putranya  dan bertanya pada Naser "Apakau kau benar-benar putra ku atau hanya orang lain yang terus tinggal di rumah ku?". Tanagn Naser terikat pada tiang dan disekelilingnya terdapat kobaran api, Naser  mengatakan pada ayahnya  "Aku hanya akan menjadi anak mu". Qammeruddin mengatakan "Jika kau ingin menjadi anak ku maka kau tidak akan lemah dari anak Marathi dan kau telah di pukuli seorang wanita". Naser mengatakan "Aku tidak tahu takdirnya begitu baik dan ia akan kembali di antara orang yang telah mati"

Balaji dan Baji sedang berlatih pedang, Balaji menjelaskan makna Swaraj, ia mengatakan "Kau akan mengerti sendiri". Mereka saling bertarung pedang. Baji berteriak ketika Balaji dengan keras menyerangnya dan membuat Baji ketakutan.

Qammeruddin meminta Naser untuk membunuh musuh yang merupakan akar dari permusuhan mereka, ia menyirakan minyak tanah dan membuat nyala api semakin membesar. Qammerudin mengatakan "Kami datang kesini untuk memberintah, bukan hanya sekerdar membuang waktu.., aku akan duduk di kursi Aruangseb setelah ia meninggal". Naser berjanji pada ayahnya bajwa ia tidak akan kehilangan waktunya dan pasti akan membalaskan dendamnya pada Baji.

Balaji menurunkan pedangnya dari Baji, ia bertanya pada ayahnya " Ayah aku tidak bisa mengerrti jika aku membawa Swaraj, lalu kenapa perasaan ini tidak datang dalam hati ku sampai sekarang ... bagaimana aku akan mengembangkan perasaan ini"


Baji bilang aku tidak bisa mengerti jika saya akan membawa Swaraj, lalu kenapa perasaan ini tidak datang dalam hatiku sampai sekarang dan bagaimana saya akan mengembangkan perasaan ini. Dia tampak pada.

Precap:
Chimna sedang bermain dengan Bihu Prajurit Mughal utusan Qammeruddin melintasi jalan perkampungan dan membuat Bihu terjatuh dan ketakutan, para prajurit Mughal datang untuk menyiksa semua orang Marathi dan memecuti semua wanita yang saat itu sedang menimba air di sebuah sumur, Radha terjatuh saat mereka datang dengan kuda mereka, Chimna berteriak ketakutan




Senin, 20 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 21 ( 20 Februari 2017) : RENCANA RADHA BAI UNTUK MENGEMBALIKAN KEBERANIAN BAJI, FAKER BABA/ BALAJI MELAKUKAN PUJA DI HADAPAN BAHADUR QAZI

Tayangan Sony Tv : 20 Februari 2017


PESHAWA BAJIRAO EPISODE 21
DITERJEMAHAN DAN DIINTERPERTASIKAN OLEH MADE



Index : Radhabai melompat dari air terjun untuk menginspirasi Bajirao untuk menjadi tak kenal takut. Balaji Vishwanath melakukan 'yajna' di depan Gazi untuk menunjukkan kepadanya sebuah keajaiban. Bajirao bergegas menuju tebing saat ia melihat beberapa 'kadal  raksaksa' merangkak ke arah ibunya. Radhabai mendesak Bajirao untuk mengatasi rasa takutnya. Bajirao memutuskan untuk menyelamatkan ibunya dari sekelompok  kadal raksaksa.

------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------



Radha Bai membawa Baji ke tebing dan meminta pada putranya untuk melompat dan jatuh bersama dengannya di air pengunungan di sungai, Baji terdiam dan ketakutan ia berfikir ketika maha Pandit ji membicarakan tentang  kematiannya dan Baji masih saja berdiri kemudian Radha berjalan lebih dekat ke tepian air terjun ia menarik nafas dan  menutup matanya dan melompat ke sungai, Baji berlari dan beteriak "Tidak Aayi", dan Radha jatuh kedalam sungai, Baji masih ketakutan berteriak memanggil Aayi, Baji terkejut ketika melihat ibunya belum muncul dari permukaan air, dan sesaat kemudian Radha keluar dan menatap Baji, Baji  pergi masih belum keluar dari rasa takutnya akan kematian.

Di kerajaan, membuat Shiva mengangkat kayu berat dan memikulnya di pundaknya, membuatnya berlatih untuk menjadi seorang pejuang, Shiva Raze mengatakan "Aku tidak pernah mengangkat benda kecil dan sekarang kau membuat ku terus mengangkat kayu yang berat ini, aku tidak bisa melakukan ini dan tidak bisa menjadi seorang pajurit dalam waktu sehari".  Tara Rani Saheb mengatakan "Yang jay jatakan benar, aku tidak memberikan kau waktu sebelumnya tapi sekarang aku akan fokus pada perkembangan mu". Raze berjalan memutari lapangan dengan memmanggul kayu besar di pundaknya dan terjatuh tidak sadarkan diri, Tara Rani menghampiri Raze, ia merasa sangat buruk dan berpikir putranya sangat lemah dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mau memberikannya waktu.

Baji bersama dengan Chimna sedang duduk bersama, Baji sedang berlajar dan membuat Chimna terkejut, Bihu sedang bermain membuat konsentrasi Baji terganggu, Baji melanjutkan membaca bukunya dan menutup telinganya. Chimna pergi dan Radha memanggilnya berkata "Mengapa kau tidak belajar?". Chimna mengatakan "Aku sangat terkejut dan tidak bisa berkonsentrasi pada pelajaran ku". Chimana duduk di dekat ibunya  bertanya pada Radha "Mengapa dia merubah dirinya sendiri ketika dia yang terbaik". Radha mengatakan "Kau telah memberi ku untuk mengajarinya dengan baik, bagaimana membuat rasa takutnya pergi?" Chimna bertanya "Mengapa?". Baji membaca tentang kisah seorang ibu dan Radha mendengarnya.  Radha mengatakan "Jika dia mencoba untuk menjadi putra Adatsh, maka aku akan menjadi ibu Adarsh.., aku akan membuat mu seperti Chatrapati Shrivaji, dan aku harus seperti ibunya"

Fakeer Baba/ Balaji sedang membacakan mantra dan menaburkan  Bijli di hadpaan Bahadur Qazi, Qazi memanggil satu pajuritnya dan bertanya "Abdullah dimana?". Parajuritnya berkata"Abdullah hilang dan kami sedang mencarinya". Istri Bahadur Qazi mengatakan "Apakah dia benar-benar akan mendapatkan Bijli saat ini?... apakah Balaji  bisa mendatangkan keajaiban?".  Fakeer baba. Balaji hanya terdiam menatapnya.

Radha Bai sedang berjalan bersama dengan Chimna. Chimna bertanya pada Radha "Aayi apakah rencana ini akan bekerja?". Radha mengatakan "Ya" Radha meminta Chimna untuk mendukung Baji agar ia keluar dari rasa takutnya. Radha pergi wajahnya menyiratkan kegelisahan dan Chimna hanya memperhatikan ibunya dari belakang. Chimna menangis, ia teringat kakanya dan pergi menemui Baji yang pada saat itu masih belajar, Chimna menangis mencoba mengatakan sesuatu pada Baji dan membuat Baji tambah terguncang,  cuaca berubah dan suara petir menggelegar  Baji terkejut dan ketakutan "Aayi ". Baji berlari untuk mencari ibunya

Beberapa orang pria terikat di pilar, seorang prajurit Marahti datang ke Qila, beberapa prajuit Mughal mengawasi situasi dan membekap salah satu prajurit Qazi dan menghentikan prajuirt yang lainnya. Disisi lain, Prajurit Mughal datang kesuatu tempat dan menemukan Abullah sudah tidak bernyawa, mereka berfikir ada sesuatu yang salah sedang terjadi ketika Fakeer akan menunjukkan beberapa sihir, mereka kembali menemui Bahadur Qazi dan memberitahunya, Fakeer baba/ Balaji masih memcacakan mantra diluar, Prajurit Marhati membunuh parajurit Mughal dan teman-temannya membebaskan tahanan, ia mengatakan "Sekarang merka harus setia dengan tanah air mereka . Matra Bhoomi.., sekarang mereka akan hidup dan mati untuk tanah air mereka". Prajurit Marahati membagikan bendera dan pedang pada tahanan yang telah di bebaskan dan bersorak sorai :Har..har Maha dev"

Balaji datang ke tebing  untuk menyelamatkan ibunya, ia terus berlari memanggil ibunya, dan terkejut melihat Radha Bai di bawah, Baji mengingat ketika dirinya diggit oleh komodo bercaun menyerang Baji, Baji meminta ibunya untuk pergi dari sana tapi ibunya menolak "Sampai rasa takut mu hilang Baji, aku tidak akan pergi darisini, melompatlah dan selamatkan aku Baji". Beberapa ekor komodo datang menghampiri Radha Bai.

Balaji masih melakukan buja dan tiba-tiba awan menjadi gelap dan didiringi suara petir, Ajudannya bingung dan bertanya-tanya dan terkejut  "Apa yang sebenarnya Balaji lakukan, jika dia Subedar berarti dia suci, dan magis atai sesuatu yang lainnya". Bahadur Qazi terkejut ketika melihat petir dan hembusan angin yang sangat kencang, Fakeer Baba berdiri membentangkan tangannya dan mendongakkan kepalanya ketas menatap langit yang gelap.

Baji masih berdiri di tebing dan ibunya berdiri di tempat yang menjadi bagian dari tragedi dirinya kehilangan nyawanya, Baji meminta ibunya untuk pergi dari sana, tapi dengan bersih keras Radha Bai menolak untuk pergi dari sana " Sampai rasa takut mu hilang..., aku tidak akan pergi dari sini, lompatlah Baji dan selamatkan aku". Beberapa ekor komodo mendekati Radha Bai, Baji yang masih berdiri terpaku melihat ibunya hanya gemetar bercampur dengan rasa takut, Radha meminta Baji untuk menyelamatkannya "Melompatlah atau kau bukan Marhari (  jisme Maha na wo Marathi nahi ) selamatkan aku atau kau akan melihat kematian ibu mu di tempat ini ... " Baji melempari Batu pada komodo yang semakin dekat jaraknya dengan Radha Bai, lalu Baji melompat dari tebing untuk menyelamatkan ibunya dari beberapa ekor komodo yang terus mendekatinya, Radha berteriak memanggil nama Baji yang masih tergeletak, Baji meminta Radha berhenti dari sana. Baji bangkit ketika ia melihat komodo datang semakin dekat kearahnya, ia berkata "Meskipun aku memiliki hidup yang pendek tapi aku hanya akan mati setelah berhasil menyelamatkan ibu ku". Radha terkejut dan menangis ketika ia menyadari  tentang kebenarannya

Langit semakin gelap dan hujan akan turun, komodo semakin dekat menghampiri Baji, komodo mulai menyerang Baji dan membuat Radha ketakutan, Baji terus mundur ketika komodo semakin mendekatinya, Baji menimpuki komodo dengan batu,  Radha meminta Baji untuk dapat membuang rasa ketakutannya, Naji mulai melompat dan mencoba menghadapi komodo, Radha melemparkan sebuah tongkat dan Baji melompat untuk mengambilnya, Radha mengatakan " Anda kaal dari shatru dan lal dari Anda ibu dll Baji". Baji termotivasi  dengan kata-kata ibunya ia bersorak sorai ketika ibunya memintanya untuk mengingat Mahadev selalu ada bersama-samanya "Har..har mahadev" dan membunuh komodo yang datang di hadapannya. Baji memberlah kayu menjadi dua dan menyerang komodo yang ada di hadapannya, Radha menangis dan tersenyum

Angin semain kencang, dan meniup pasir dan Fakeer Baba/ Balaji masih seolah sedang mendatangkan hujan di hadapan Qazi, Qazi terkejut ketika melihat awan semakin gelap dan disertai dengan kilatan petir. Baji bangkit dan berhasil mengalahkan satu komodo dengan menaruh batang kayu di mulutnya, Radha menoleh dan terkejut ketika ia melihat komodo lainnya ada dibelakangnya.
Bahadur Qazi bertambah terkejut ketika kilatan petir menyambar tisula dan kemudian awan berubah menjadi terang, dan Fakeer baba/ Balaji selesai melakukan ritual pujanya, Balaji mengambil trisulanya dan menggali tanah untuk mengambil sebongkah kecil berlian dari puja havannya, Qazi begitu sangat terkesan kedua istrinya beserta para prajuritnya terkejut, ketika Fakeer baba/ Balaji menunjukan berlian itu di tangannya, tapi ajudan Balaji bertambah bingung dan ketakutan.

Qazi meminta Fakeer baba / Balaji untuk dapat menyembuhkan kedua kakinya menjadi pulih kembali dan ia bisa berjalan. Fakeer baba/ Balaji bertanya pada Bahadur Qazi "Apa yang akan kau lakukan jika serangan Marathi datang pada mu". Bahadur Qazi mengatakan "Tidak mudah untuk membunuh ku". beberapa parjurit datang menemui Qazi  dan memberitahu bahwa Abdullah telah tewas terbunuh, Balaji mengarahkan trisulanya keleher Abdulah Qazi dan membuat Qazi terkejut dan beteriak memanggil nama Fakeer dan prajurit Qazi bersiap menyerang tapi Balaji/ Fakeer baba meminta mereka mundur.


Precap:
Baji dan ibunya dikelilingi oleh banyak komodo, dan komodo yang diserang Baji menelan batang kayu, Baji dan ibunya begitu sangat  terkejut ketika melihat komodo semakin banyak datang ke arah mereka

Jumat, 17 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 20 ( 17 Februari 2017) : BAJI MENAWARKAN PERSAHATAN PADA BHALLU TAPI BALLU BERNIAT UNTUK MENCELAKAI BAJI DAN MENGGANTUNGKAN TEMPAT TIDURNYA DI SUMUR, QODAR KHAN MENYELAMATAKAN BAJI DAN MEMINTA RADHA BAI MEMBANTU BAJI MENDAPATKAN KEMBALI KEBERANIANNYA, PEMBUNUHAN ABUDLLAH OLEH PRAJURIT MARHATI DAN BALAJI DATANG UNTUK MENDUKUNG SEMUA PRAJTUIT MARATHI YANG BEKERJA PADA MUGHAL

Tayangan Online Sont Tv : 17 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 20
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Index : Bajirao mengatakan pada ibunya bahwa ia ingin tidur di pekarangan rumahnya. Di malam hari, Balu dan teman-temannya mengikatkan ranjang Bajirao ke sebuah sumur. Seorang pedagang kuda menabung Bajirao dan membawanya ke rumahnya. Di sisi lain, Balaji Vishwanath memotivasi beberapa tentara mughal untuk berperang melawan Gazi.
------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------



Masih di ladang, Baji ingin menawrkan pertemanan dengan Bhallu setelah ia mengatakan sesuatu pada Bhallu dan pergi meninggalkan Bhallu dan juga teman-temannya. Chimna berpikir tentang perubahan prilaku Baji "Apa yang di pelajari saat keadaannya sedang tidak sadarkan diri?. Gotiya mengambil ketapelnya lalu mengacam Ballu agar tidak melakukan apapun terhadap Baji meskipun Baji telah mengampuninya, Gotiya menarik karet pada ketapel dan mengarahkannya pada Bhallu. Gotiya bersama dengan teman-temannya menyusul Baji, Gotiya mengatakan " Kami ingin melompat dan jatuh ke air". Baji mengatakan pada Gotiya dan teman-temannya "Tidak..., aku tidak akan melakukan apapun,  ibu ku meminta aku tidak melakukannya, aku akan menjadi anak yang baik". Bhallu yang mendengar semua perkataan mereka berpikir cara baru untuk menyakiti Baji "Baji sedang ketakutan dan aku akan lebih  menakut-nakutinya"

Ditenda Bahadur Qazi,  Ajudan Balaji/ Fakeer baba, memberikan makanan untuknya, Saat itu Qazi   hanya melihat Fakeer baba/ Baji yang hanya tersenyum menatapnya dari kejauhan, ia akan memakan makanan yang telah di sajikan, tapi ia di hentikan oleh prajuritnya " Bahadur  mengatakan pada prajuritnya "Mengapa kau menghentikan ku? Abdullah mengatakan  "Makanan ini telah di tambahkan racun oleh Fakeer... tidak, kau tidak akan memakannya", ia menunjuk curiga pada Fakeer baba berkata "Ia yang  akan memakannya untuk membuktikan kejujuran ku". Prajurit yang berada di pihak Balaji  beralasan " Aku yang akan memakannya dan juga merasakannya". tapi Balaji / Fakeer baba mengambil makanan itu dan memakannya ia seolah-olah makanan terasa pedas. Fakerr Baba mengatakan "ini tidak ada racunnya, makanan ini sangat pedas dan terlalu banyak masala yang ditambahkan kedalamnya,  tidak ada apapun di dalam makanan ini" Bahadur Qazi  meminta Fakeer Baba hanya berkonsentrasi pada keajaiban sihir yang akan di lakukannya atau dia akan membunuh semua orang. Bahadur Qazi peergi ditandu anak buahnya Faaker Baba/ Balaji mengatakan "Semua prajurit telah berkerja untuk Mughal, tapi Qazi sama sekali tidak percaya pada mu?",  prajurit  meminta Fakeer baba/ Balaji melakukan beberapa trik sihir yang lain atau mereka semua akan di bunuh jika mereka tidak menginginkannya, semua prajurit pergi meninggalkan Fakeer baba/ Balaji. Prajurit itu pun pergi, hanya tersiasa Balaji dan Ajudannya
Balaji memberi tahu pada Ajudannya bahwa mereka harus mendapatkan semua Marathis bersama dengan mereka sehingga semuanya akan adil dalam cinta dan perang untuk tanah airnya...   kita harus mengambil bantuan divide et impera".

Malam hari, Radha Bai melihat Baji sedang tidur diluar dan memintanya untuk segera masuk kedalam, Baji mengatakan "Ini tanggung jawab ku untuk melindungi mu ketika ayah tidak ada disini". Radha Bai bilang "Aku tahu kau akan masuk kedalam jika kau merasa kedinginan". Radha mematikan semua pencahayaan ruangan dan masuk kedalam. Bhallu datang bersama teman-temannya ketika Baji tidur nyenyak  dan mengangkat tempat tidur Baji dan menggantungnya di sumur di tempat yang sepi dan tidak ada sedikit pun manusia, Bhallu dan teman-temannya tertawa puas, Baji bangun dari tidurnya dan menyadari sesuatu yang aneh sedang terjadi, Bahllu bersembunyi di balik keranjang bersam teman-temannya, Baji  berteriak ketika ia menyadari sesorang telah menggantung tempat tidurnya  di atas lubang sumur dan bergerak-gerak, ia terus berteriak dan meminta tolong,, ia berteriak memanggil Gotiya dan siapapun yang dapat membantunya Bhallu mengatakan pada teman-temannya "Jika Baji bergerak maka Khatiya (tempat tidurnya) maka ia akan terjatuh ke dalam air".

Bhallu berfikir untuk memberitahukannya pada Naser dan berharap ia akan mendapatkan hadiah yang sangat besar setelah ia melakukan hal itu pada Baji". Bhallu bersamA dengan teman-temannya diam-diam pergi meninggalkan Baji, Baji mencoba untuk tenang akan tetapi ia ketakutan dan memanggil ibunya ia  menangis meminta pada siapapun untuk menolong dirinya, angin bertiup sangat kencang dan mengguncang-guncangkan tempat tidur Baji yang masih tergantung di sumur, Baji berpegangan pada sisi tempat tidurnya dan beteriak meminta tolong, ia berfikir tentang ucapan Maha Pandit ji  yang mengatakan bahwa usia hidupnya pendek. Radha terbangun dari tidurnya dan memeriksa Baji di kamarnya dan berfikir bahwa Baji masih tertidur di luar".

Sementara itu, Baji yang masih ketakutan karena ulah Bhallu dan teman-temannya terus berteriak meminta tolongm Qadar Khan datang kesana dan bertanya "Kau siapa?". Baji mengatakan "Baba ji kau dan aku pernah bertemu". Wader Khan mengingat saat ia bertemu dengan seorang anak dan memberikan kudanya ke Baji. Baji memintanya untuk menyelamatkannya. Khan merasa sangat kasian pada Baji dan terkejut.

Para prajurit sedang menikmati makanannya, ia menemukan kertas di rantang makanannya dan membaca pesan dari seseorang, sementara itu, Prajurit Marahati datang menemui Abdullah di tendanya, ia mengatakan bahawa seseorang telah menantang Qazi dan ingin  bertemu malam ini"

Baji masih tergantung bersama dengan tempat tidurnya di atas lubang sumur, Baji mengatakan pada Khan "Jika aku terjatuh maka aku akan mati". Qadar Khan meminta Baji untuk memberikan tangannya dan meyakinkan Baji "tidak akan ada yang terjadi pada mu.. " . Baji berdoa pada dewa dan ia berteriak ketika Khan menariknya ke bibir sumur, Baji berjhasil di selamatkan, ia menangis ketakutan memeluk Khan. Khan bertanya pada Baji " kau tidak takut lautan sebelumnya dan telah banyak melalui rintangan sebelumnya". Baji hanya diam menatap Khan dan ia memeluk Khan kembali dan menangis.

Semua prajurit Marahti yang bekerja untuk Mughal saling bertemu dan berkumpul, mereka berbagi pendapat dan bertanya-tanya "Siapa yang disebut kami disini? dan berfikir "Jika Qazi datang dan mengetahui bahwa kita bertemu disini maka dia akan sangat marah. Abdullah datang kesana dan menampar prajurit Marahti, Abdullah menginjak tangannya. Parjurit Marahti mengatakan bahwa mereka jujur pada mereka, Abdullah mengatakan padanya  "Kau tidak setia pada tanah air mu, maka bagaimana kau akan setia pada kami". Abdullah akan membunuhnya tapi prajurit lainnya memohon pengampunan, tapi Abdullah akan menyerang dan ketika itu Pajurit lainnya melemparkan batu dan membunuh Abdullah. Para prajurit bertanya padanya "Mengapa kau membunuh Abdullah?". Prajirit mengatakan "Jika aku tidak membunuhnya maka dia yang akan membunuh kita dan itu sangat perlu". Balaji datang mengatakan "Itu hanya merupakan awal" dan memberikan mereka keberanian untuk melawan Mughal untuk masa denap dan anak-anak mereka sendiri.

Qodar Khan mengantarkan Baji kerumahnya, ia menceritakan semua yang terjadi bahwa dirinya tekah menemukan tempat tidur Baji yang terikat di sumur, Chimna sangat marah ketika mengatahui apa yang terjadi pada kakaknya, Radha meminta Chima tenang dan meminta Baji masuk kedalam bersama dengan Bihu. Radha Bai berterima kasih pada Khan karena ia telah menyelamatkan anaknya dan membawanya pulang dengan selamat dan merasa bersalah karena ia tidak bisa mengentikan musuh Baji yang ketika itu membawa Baji pergi dari rumah . 

Qadar Khan mengatakan bahwa terakhir kali saat bertemu Baji, Baji sangat  berbeda dan berani dan tidak takut apa pun ..  saat ini Baji berubah dan menjadi  anak yang penakut,  bahkan aku tidak tahu apa yang terjadi padanya". Radha mengatakan" Baru-baru ini Baji telah di serang". Chimna berbisik pada Radha mengatakan " Baji sangat ketakutan" . Qadar Khan mengatakan "Kau  harus mengembalikan ketakutan Baji dan menrubahnya kembali menjadi anak yang pemberani". Khan berpamitan dan Radha Bai menatap Baji.

Balaji mengatakan pada tentara Marathi bahwa ia dikirim oleh Tara Rani Bai dan ia memperkenalkan dirinya pada prajurit Marahti. Prajurit  mengatakan "apa yang bisa kita lakukan, ketika Tara Rani Bai tidak bisa menyelamatkan Bhairav ​​garh dari Mughal?". Balaji mengatakan "Jika salah satu dari kalian fokus maka ia bisa melakukan apapun". Prajurit bertanya padanya "Bagimana kita bisa melawan tanpa senjata?". Balaji mengatakan prajurit yang bisa membantu mereka dan memanggil Badhar, ia datang bersama Ajudan Balaj, Bahdar membuka tumpukan jerami  dan membuka kotak menunjukkan pedang pada mereka, dan semua Prajurit Marthi mengambil senjata darinya,, Ajudan Balaji mengawasi kondisi di luar dan Balaji menyobekkan sepotong kain merah  beserta pedang dan memberikannya pada semua prajurit, Semua prajurit mengikatkan kain merah di kepala mereka, Balaji mengatakan "ini adalah bendera dan perti kita juga"... Balaji mengatakan "Har..har Mahadev. Semua prajurit bersorak sorai.

Ke esokan paginya, Radha membawa Baji terbing lebih dekat ke dekat air terjun yang sama ketika Baji dan teman-temannya melompat dan masuk kedalam air, Baji bertanya "Aayi, apakah kau marah dengan ku, aku tidak tau kenapa aku sampai disana". Baji mengingat ketika ia melompat dan mengambil koin karena menerima tantangan Bhallu dan membuat ibunya berteriak dan menangis. Radha mengatakan "terakhir kalinya aku tidak akan takut ketika kau melompat ketinggian air terjun ke dalam air sungai , kau putra Balaji yang tidak akan pernah takut ketika mendapatkan kematian, aku ingin melihat mu menjadi verr .., aku akan belajar dari mu"


Precap:
Radha Bai mendekati air terjun dan ia  melompat dan jatuh di sungai. Baji berteriak  ketakutan "Aayi.
.

Kamis, 16 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 19 ( 16 Februari 2017 ) : KETAKUTAN BAJI KETIKA BIHU MEMINTANYAVMENGAMBILKAN WADAH ACHAAR DI RAK PALING ATAS, BAJI MEMINTANYA UNTUK MANDIRIVDAN TIDAK BERGANTUNG PADANYA, BALAJI MENYAMAR MENJADI FAKEE BABA DAN BERTEMU QAZI, BAJI MENGHALANGI TEMAN-TEMANYA MENYAKITI BHALLU

Tayangan Online Sony TV : 16 Februari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 19
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Bajirao memberitahu pada Radhabai bahwa dia mengetahui kebenaran pahit tentang dirinya sendiri. Baji  menjanjikan Radhabai bahwa dia akan mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tuanya. Tararani menyarankan Siwa untuk mengetahui lebih banyak tentang benteng yang dibangun oleh nenek moyang mereka. Ghazi menantang Balaji Vishwanath untuk menunjukkan kepadanya kekuatan magisnya. Bajirao mengatakan kepada teman-temannya bahwa dia telah memutuskan untuk memaafkan Balu atas kesalahan masa lalunya.

---------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Masih di dapur, ketika Bihu meminta Baji untuk membantynya mengambil kaleng acchar. Bihu bilang " hanya ayah yang bisa mengambilkan pohon Peepal" . Baji mengatakan " tapi aku akan pergi ..." Bhiu meminta Baji untuk kembali bahkan jika ia pergi, Bihu menangis memeluknya. Mereka menangis kemudian Baji mengusap air matanya dan  meminta Bihu untuk berhenti menangis  Baji meminta agar Bhiu belajar untuk melakukan semua hal dengan mengandalkan  dirinya sendiri. Baji melihat tangga tersandar di tembok dan  meminta Bihu untuk menambil tangga dan membawanya ke dekat lemari, dan naik di atasnya untuk mendapatkan wadah Acchar. Bhiu  senang karena telah mendapat wadah Acchar ia melompat ke pelukan Baji dan terima kasih pada Baji. Bihu senang, ia mengatakan" aku bisa mengambil achaar dengan tangsn ku" Bihu duduk lalu  memakannya. Baji hanya nenatapnya.
Bahadur  bertanya pada, Balaji "mengapa kau datang ke sini.. Katakan yang sebenarnya. Balaji mengingat ucapannya pada Qazi bahwa jika sesorang telah meyakini dan percaya maka ua akan memilikibsenyum di wajahnya.. Dan jika salah  satunya pynya keraguan maka wajahnya akan terlihat tegang. Balaji menjelaskan padanya tentang membaca ekprsi  wajah. Abdullah marah dan mengarahkan  pedangnya pada Fakeer Baba. Qazi menghentikan Abdullah untuk bertindak bodoh / Ajudan Balaji yang juga menyamar membenarkan ucapan baHwa Fakeee Baba tidak berbohong.. Balaji mengatakan bahwa Shasmsher Tuhan telah menghabiskan waktu pada memori Tuhan bukan leher orang".Qazi mengatakan " kau yang telah tertipu dengan orang yang dapat melakukan keajaiban, tapi tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata".  Balaji mengatakan " kau berani, tapi kau juga bodoh... apa yang terjadi di sini merupakan keajaiban".

Bahadur Qazi  meminta  Fakeer baba untuk menunjukkan adakah mukjizat lain saat ia akan memotong lehernya dan menggantung kepalanya di dinding istana. Balaji tersenyum dan memintanya untuk memberikan waktu padanya. Bahdaur  mengatakan "kau akan melakukan keajaiban itu dengan pasir dan memintanya untuk tidak melakukannya hanya dalamdua hari.  Qazi   hanya memberinya kesempatan satu hari dan mengatakan " aku memiliki 1000 mata, hanya kau ingat... jika aku datang untuk mengetahui bahwa kau telah bersekongkol dalam hal apapun. apa maka aku akan membunuh mu dengan waktu yang singkat. Fakeer baba hanya tertawa membua tQazi  marah, lalu Qazi bertepuk tangan dan beberapa pasukannya keluar dari tempat persembunyiaannya dari berbagi arah

Balaji  dan ajudnya  bertemu dengan prajurit yang dimaintanya untuk bekerja sama dan membantunya memberikan sesuatu pada prajurit  sebuah besi kecil dan memintanya untuk membuang  sesuatu, Balaji mengatakan "itu tidak ada gunanya baginya". Prajurit  membuka gulungan kertas kecil dan membaca pesan Balaji saat memintanya untuk membawa beberapa prajurit lain untuk membuat dirinya menang. Parajurit hanya tersenyum.

Keesokan paginya, Baji terbangun dari tidurnya, ia mendengarkan suara lantunan nyanyian seorang pria yang ketika itu sedang  berjalan di desanya, Baji bangun dan melihat pria itu  dari jendela dan ia tersenyum
Dikerajaan, Tara Rani Bai menjelaskan  tentang Qillas dari miniatur dan cara  untuk meruntuhkan Shiva dan memintanya untuk melihat jalan dan mengingat semua ucapannya. Shiva Raze menguap. Tara Rani memintanya untuk memulai berjalan. Shiva Raje bertanya "mengapa jalan tidak lurus".  Tara Rani mengatakan " itu direncanakan oleh Chatrapati.. aku  telah mengirim Balaji untuk Bhairav ​​garh dan mengatakan " aku akan melihat apakah dia sangat pintar"  Dhana ji  terkejut dan menatap Tara Rani Bai.


Baji membawa keluar ibunya, ia mengatakan pada Radha bahwa ia datang untuk tahu tentang kebenaran. Radha bertanya "apa? "Baji membuat alasan dan mengatakan "aku tidak akan membuat kesulitan pada senua orang mulai dari sekarang dan seterusnya dan akan melakukan apa yang kau katakan" Bhiu mengatakan pada Chimna " sesuatu tekahvterjadi Baji". Radha bertanya "apa yang terjadi padamu". Baji mengatakan "sekarang akuv tidak akan datang dalam pembicaraan Dewd, aku tidak akan melompat jatuh dari ketinggian air jatuh atau mengambilbush mangga ... aku tidak akan bertarung dengan Mughal dan akan menjadi seperti Chimna, aku akan berkonsentrasi pada pekajaran ku". Radha terkejut, ia memegangi suhu tubuh Baji dan kebingungan dengan sikap putranya. Baji mengatakan " apa kau akan membawa aku dan ayah ke Kashi yatra?". 

Radha mengatakan" kita tidak akan pergi lama, kita akan melihatnya nanti. Baji mengatakan " itu berarti aku tidak akan berada di sini lagi?"   Baji berlutut di hadapan Radha Bai dan ia menghapus air matanya ketika itu dan kembali menunjukkan wajahnya yang ceria, tapi Baji  berbalik menyembunyikan kesedihannya,, Radha terkejut. Bihu memanggil Chimna dan memintanya untuk melihat Baji bersama ibunya. Bihu berkata "Tidak".. ia membuang kantong putihnya dan membuat Radha tertawa, Baji menunjukan keranjang pada Radha Bai dan memikulnya. Baji mengatakan " mungkin aku akan berada di tempat lain dan kemudian ... " , Radha tersenyum dan tertawa, Baji  menangis, ia  mengusap air mata ibunya dan memeluk Baji, Radha pun menangis mengatakan "kau anak ku yang baik". Baji bilang " Aayi aku akan membuat mu bangga".
Balaji mengatakan sesuatu ketika para Pajurit Mughal sedang memasak, tapi prajurit bilang " aku tahu apa yang akan kau coba lakukan tapi itu tidak mungkin". Balaji menuangkan garam kedalam masakannya mengatakan "tidak ada yang mustahil, hanya kekuatan yang dibutuhkan untuk mencapai misi ini" . Prajurit lainnya mengatakan "  kau akan sulit untuk menipu Mughal".  Bahdur  datang dan bertanya "apa yang kalian bicarakan? "Balaji mengatakan" ya, kita memasak khichdi".., " aku akan memberi makan untuk 101 orang yang kelaparan sebelum melakukan sihir dan mengatakan aku akan bercerita mahabharat" Qazi mengatakan "Pandawa diselamatkan karena mereka tidak melakukan kesalahan dengan percaya saudara-saudara mereka"... ketika mereka tidak percaya saudara-saudaranya atau diri mereka sendiri, maka bagaimana aku bisa mempercayai mu". Balaji  mendekati Bahadur Qazi bilang "aku akan menunjukkan keajaiban .... Aku datang ke sini untuk memeriksa makanan yang dibuat prajurit". Bahadur  bertanya " apa kau akan makan makanan ini?". Balaji/Faaker  akan melayani untuk mengambilkan makanan dan membawakannya pada Bahadur . Qazi  bersama dengan prajurit yang di ajak bekerja sama mengambilkan Bahdur  untuk makanan dan menuangkan bubuk pada makanannya, Prajurit Qazi mencurigai sesuatu  dan  mereka membawakan pada Bahadur  untuk mencoba rasa masakan.Anak buah Qazi mencurigai sesuatu ketika Qazi akan mengambil makanan dan Balaji hanya tersenyum menatapnya. 

Baji dan teman-temannya berjalan di ladang. Balu datang di sana. Gotiya, Chimna dan lain-lain berputar-putar di depan Bhalu mengatakan" ia satu-satunya pria kotor di desa ini... Baji dalam kondisi ini karena mu dan membuat senyum di wajah Baji  menghilang dari wajahnya.  Gotiya mengeluarkan ketapel dari sakunya dan Mereka mengatakan ide untuk menghukumnya. Gotiya menyerahkan ketapel itu dan memnita Baji melakukannyam, Gotiya, Cimna dan yang lainnya mengambil batu besar untuk menyerang Ballu dan membuatnya ketakutan Baji hanya diam melihat Bhallu, Baji membuang batu dan ketapel dan membuat teman-temannya terkejut. Gotiya bertanya " Baji apa yang telah kau lakukan?" meminta mereka untuk tidak melakukannya,  Baji mengatakan" ketika salah satu dapat membuat teman-teman dengan berjabat tangan, lalu apa kebutuhan kalian untuk mengangkat senjata" Baji berjalan menghampiri Ballu dan memeluknya ... Gotiya dan teman-temannya terkejut begitu juga dengan Bhallu. Gotiya terperangah dan mengangguk seolah mengerti apa yang di katakan Baji padanya,  Baji mengatakan  pada Bahllu " Aayi mengatakan pada ku bahwa pengampunan merupakan hal terbaik dan memberi kebahagiaan". Gotiya mengatakan" tapi Bhallu tidak meminta maaf pada mu" Baji menasehati mereka dan terlihat tersenyum pada Bahllu.


Precap:


Qadar Khan mengatakan pada Radha  bahwa  Baji ketakutan dan meminta Radha untuk membuat Baji merasa  aman dan baik-baik saja. Prajurit (bersama dengan Balaji)  datang ke tenda dan memberikan berita palsu untuk Qazi bahwa Marathi akan menyerang istana. Qazi terkejut. .


Rabu, 15 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 17 ( 15 Februari 2017) : BERHARAP KESEMBUHAN BAJI AKAN TERJADI, MAHA PANDIT JI DATANG KERUMAH RADHA BAI MEREKA BEDOA PADA MAHADEV UNTUK MENGEMBALIKAN KESADARAN BAJI YANG MASIH KERITIS.

TYO SONY TV : 15 Februari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 17
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 

Index : Seorang guru spiritual datang ke rumah Radhabai saat dia merawat anaknya yang sakit. Teman Bajirao berdoa kepada Dewa untuk pemulihannya yang cepat. Guru spiritual melakukan 'yajna' di rumah Radhabai. Pada akhirnya, Bajirao mendapatkan kembali kesadarannya. Balaji Vishwanath dan ajudannya menangkap seorang tentara mughal di hutan. Teman-teman Bajirao mengalahkan Balu karena diam-diam membantu Nasir. Radhabai mengetahui bahwa Nasir telah melempar Bajirao dari tebing.

-----------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------


Usai Naser menipu Baji dan sengaja menendang Baji hengga jatuh ke juarang  dan terjatuh di lembah penuh dengan beberapa ekor komodo yang sangat mematikan, kondisi Baji masih kritis. Bihu, Chimna dan teman- temannya berdoa pada Maha dev agar dewa mengembalikan Baji pada mereka, kondisi Bihu membawakan beberapa buah asam untuk persembahannya untuk Mahadev. Bihu dan kawan-kawannya memohon agar Mahadev menyelamatkan kakaknya. 

Dirumah Radha, Kondisi Baji masih sangat keritis belum sadarkan diri ia masih terbaring lemas  dalam ramuan obat herbal untuk menyembuhakn semua luka-lukanya, dan tabib masih merawat Baji.  Radha menangis sedih bebrapa pria yang datang membawa Baji berpamitan untuk pulang.


Langit menggelegar menggetarkan lonceng di kuil Mahadev,  Gotiya dan  teman-teman yang lainnya sedang membunyikan lonceng  serta gendang di kuil dan tersenyum daat mengetahui keadaan Baji. Chimna dan Bihu memandikan patung dewa siwa dengan susu,  Baji. Radha hanya menangis duduk di samping putranya, ia menangis melihat kondisi Baji. Tabib  dan Guru Ji berpamitan pergi. Radha membelai Baji dengan penuh kasih sayang dan memintanya untuk membuka mata. 


Semua prajurit Mughal sedang beristirahat di tepian sungai. Ajudan Balaji mengamati mereka dari kejauhan, dan Balaji juga menginta semua gerak gerik mereka, Ajudan Balaji mendekati seekor kuda dan memberikannya makanan, ia bergegas berlari dan sembunyi ketika para prajurit selesai makan dan bergegas menaiki kuda, Balaji dan Ajudannya membuat rencana sesuai dengan rencana mereka, 

Balaji mengatakan kepadanya bahwa setelah sampai rumah, ketika aku akan memberitahu rencanana ku pada Baji Baji, putra ku pasti akan terkesan. 

Bihu  dan Chimna menangis melakukan pemujaan di hadapan Mahadev, bersama dengan teman-temannya, saat itu Bhallu dan teman-temannya datang melihat mereka sedang membunyikan alat musik dan nenbunyikan lonceng dikuil, Gotiya membunyikan lonceng ia menangis memanggil Baji. Bhallu mengamati mereka bersembunyi di balik tembok besama teman-temannya. 


Cuaca semakin memburuk, Radha Bai masih duduk menunggu putranya, angin bertiup kencang dan akan memadamkan api di lilin, Radha bergegas melindungi cahaya lilin agar tidak padam dengan tangannya, Radha menangis ketika mengingat ucapan Baji ketika ia mengatakan jika pukulan ibunya terasa manis untuknya


Maha Pandit ji datang untuk memperkirakan hidup dan mati Baji, Radha terkejut ketika melihat kedatangannya dan bertanya" kau nerada di sini?". Pandit ji mengatakan oada Radha " Aku telah merasakan Baji dalam bahaya, ketika aku shmadi, dan karena itulah aku datang". sementara itu di kuil Cihimna, Bihu dan teman-temannya masih melakukan puja di kulil Maha dev, Bhalu nampak begitu sangat puas setelah mengetahui kondisi Baji. Bhalu bersama- teman-temannya pergi, Teman Baji mengetahui kedatangan Bhalu dan menoleh kebelakang namun Bhalu telah pergi, ia kembali berbalik untuk menambuhkan gendangnya.

Radha Bai bangun dan duduk kembali di samping Baji, ia menutupi wajah Baji dengan kain sarinya, Chimna, Bihu teman-temannya masih memohon pada Mahadev untuk kesembuhan Baji, tiba-tiba saja dalam kegelapan malam pintu dirumah Radha Bai terbuka dan seorang pria sedang berdiri, Radha tersenyum ketika melihat  dengan samar Maha Pandit ji datang kerumahnya, Radha terpaku melihat kedatangannya didepan matanya, Radha mencakupkan kedua tangannya pada Maha Pandit ji.

Maha Pandit ji melangkah masuk ke dalam rumah Radha, ia melihat keadaan Baji. Radha memberi salam padanya berkata "Pandit ji, kau disini?". Pandit ji  menjelaskan pada Radha  "Aku  telah merasakan Baji dalam bahaya ketika i Samadhi dan itu sebabnya datang kemari"

Radha menangis dan meminta Pandit ji melakukan sesuatu untuk dapat menyembuhkan Baji, Pandit ji meyakinkan Radha Bai agar tidak berkecil hati, ia mengatakan "Baji akan tetap hidup karena doa dari mu".  Radha bertanya pada Pandit ji dalam keputusasaannya "Bagaimana aku memberi tahu pada anak-anak ku yang lain jika Baji memiliki kekuatan... kau telah meramalkan tiga hal dan putra ku adalah pemenangnya, Radha Bai memohon pada Pandit ji untuk membantunya.
Pandit ji bilang " aku tidak tahu apa ini akan berhasil tapi aku pasti akan mencoba". Radha memintanya untuk melakukan sesuatu agar Baji kembali sadar. Pandit ji melakukan puja. Dan Semua orang berdiri dan berdoa untuk memohon keselamatan Baji.

Disisi lain Prajurit Mugal melintasi jalanan di malam yang gelap, tiba-tiba saja kuda putih yang ditunggangi oleh komandan prajurit Muaghal tidak dapat dikendalikan. Balaji menyerangnya 


Maha Pandit ji melakukan puja, Radha Bai berdiri bersama dengan kedua anaknya Chimna ji dan Bihu dan teman-teman Baji  mereka mencakupkan kedua tangan mereka untuk memohon kesembuhan dan juga keselamatan pada Baji. Api puja Pandit ji semakin besar, angin bertiup menghembus semua daun-daun herbal di tubuh Baji dan membuat Chimna terkejut. Pandit ji terus membacakan mantra di tengah hujan angin dan pertir yang menggelegar. Baji mendapatkan kesadarannya, ia terbatuk dan memanggil "Aayi...".  .Radha menangis bahagia. Gotiya, Chima ji, Bhiu dan yang lainnya  turut  senang dan menangis bahagia. Radha duduk di dekat Baji dan mengankat kepala Baji kepangkuannya, ia menecup dahi Baji.

Maha Pandit ji tersenyum. Bhiu mengatakan pada Baji " aku tidak akan meminta buah asem lagi". Chima ji mengatakan " kau sudah membuatku ketakutan. Baji bilang" aku tidak akan pergi meninggalkan kalian semua dengan begitu cepat. Baji mengatakan pada Radha " Aayi aku lapar". Radha mengatakan " apa kau baik-baik saja" Radha duduk di sampingnya. Radha tersenyum pada Pandit Ji tapi Pandit ji mengisyaratkan bahwa semua merupakan kehendak dewa. Gotiya mengucapan terima kasih pada Mahadev kerana telah mendengarkan doa mereka.



Bhiu mengatakan  pada Baji bahwa dia tidak akan pernah  lupa untuk memberikan persembahan buah asem dan membuat semua orang tertawa. Chima ji mengatakan "Kakak, kau membuat ku ketakutan" Baji bilang " aku tidak akan meninggalkan  kalian semua dengan  begitu cepat". Baji mengatakan Radha "Aayi aku lapar". Radha hanya meneangis dan mengangguk memberlai kepala Baji.

Balaji mengubur komandan prajurit Mughal, ia mulai menaburkan pasir di lubang kuburan yang telah di seiapkannya. Komandan prajurit meminta Balaji untuk membiarkannya pergi ia mengatakan " aku tidak punya permusuhan dengan mu, aku harus mengikuti perintah Mughal karena aku bekerja untuk mereka, tapi aku merasa buruk untuk mereka dan menyelamatkan kehidupan seseorang hari ini" Balaji mengatakan" Aku memberimu hukuman untuk mengianati orang sendiri, sekarang tanah mu akan membawa mu ke dalam bersama dengan mu" . Prajurit Mughal meminta Balaji untuk meelepaskannya dan ia  meminta maaf. 

Keesokan paginya, Tara Rani Saheb  memegang panah, ia melepaskan anak panah ke udara .., anak panah melesat tepat mengenai burung dara putih yang terbang, Rani Saheb tersenyum puas, Rani Saheb  dan meminta Shiva Raje untuk belajar memanah. Shiva Raje bertanya " mengapa melakukannya di pagi hari?".Tara Rani Saheb meminta Shiva Raje untuk menjadi prajurit, Shiva Raje mulai membidik anak panah pada burung merpati yang lain tapi ia ragu dan mengatakan pada Rani Saheb “Aku bisa pergi kekamar ku dan bermain”. Rani Saheb berkata “ Ini bukan permainan” dan memintanya untuk menginspirasi semua orang di kerajaan seperti Chatrapati Maharaj. Shiva Raje marah dan bertanya”  apakah  jika aku memanah burung dengan panah maka kau juga  akan membiarkan ku  pergi?”. Rani Saheb meminta untuk mencobanya dan Shiva Raje kembali mengambil panah dan menargetkan sasaran burung tapi anak panah selalu meleset dan tidak mengenai sasar burung dara putih yang telah dilepaskan,  dan Rani Saheb memintanya untuk mencobanya dan fokus pada target sasaran dan kemudian untuk ketiga kalinya untuk melepaskan akan panahnya dan berhasil  melepaskan anak panahnya mengenai burung dar, Shiva Raje begitu kagum. Tara Rani Saheb  memintanya  untuk ingat untuk memenangkan perang Swaraj dan mengatakan “Kau  tidak akan mendapatkan banyak peluang di sana” . Shiva Raje  hanya terdiam menatap Rani Saheb.
Radha menyuapi Baji makan, Baji menatap ibunya dan meminta maaf karena telah membuatnya cemas, mereka mendengar suara anak-anak sedang bertengkar, Radha Bai  pergi keluar untuk melihatnya. . Bhiu, Chima, Gotiya dan lain-lain  memukuli Bhalu. Bihu menutup mulut Bahllu mereka berkata “ Bhalu sangat jahat karena telah membantu Naser untuk mencelakai Baji”. Radha datang kesana untuk menghentikan Chimna ji dan teman-temannya, Radha Bai  bertanya “apa yang mereka lakukan? “ Bhalu  meminta Radha untuk menyelamatkan dirinya. Chima ji dan teman-temannya memukuli Bhalu  mengatakan “Aayi dialah orang yang telah bersekongkol untuk mencelakai Baji” Radha meminta Chimna untuk berhenti. Radha mengatakan “Bahlu akan dihukum karena dosanya, biarkan dia pergi.". Bahllu bergegas pergi dengan jalan terpincang, Chimna dan teman-temannya sangat marah

Precap:

Radha  datang menemui Naser menamparnya, ketika semua prajurit datang Radha Bai melemparkan bubuk cabai pada mereka, Radha Bai marah dan memukuli Naser dengan tongkat. Pandit ji mengingatkan Radha bahwa hidup Baji sangat singkat. Baji mendengar pembicaraan mereka.
.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 18 ( 15 Februari 2017) : KEMARAHAN RADHA BAI PADA NASER, MAHA PANDIT JI DATANG MENEMUI RADHA BAI, AKHIRNYA BAJI TAHU KENYATAAN USIA HIDUPNYA SANGAT PENDEK

JADWAL TYO SONY TV : 15 Februari 2017

SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 18
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Radhabai memukul Nasir dengan tongkat untuk melempar anaknya dari tebing. Nasir meminta maaf kepada Radhabai atas kesalahannya. Seorang tentara mughal memberitahu Ghazi bahwa dia telah bertemu seorang mistik di hutan. Ghazi memerintahkan tentaranya untuk mengundang mistik ke istananya. Bajirao belajar bahwa ia memiliki umur pendek. Balaji Vishwanath datang ke benteng Ghazi dengan kedok seorang mistikus.

------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Radha Bai datang untuk menemui Naser ke tendanya, dua orang prajurit menghadangnya, Radha meminta mereka untuk tidak ikut campur urusannya karena akan menghukum tidakan Naser yang ingin membunuh putranya Baji. Nase rmendangarnya ia berfikir Bajo telah berhasil diselamatkan. kilas balik ditampilkan ketika Heydar dan Naser menjebak Baji sampai kepegunungan dan berencana untuk membunuhnya. Prajurit Mughal menolak untuk membiarkan Radha Bai menemui Naser, Radha Bai hanya tertawa dan tersenyum dan mengejek mereka.
Naser yang pada saat itu mengetahui kedatangan Radha Bai mengatakan "Biarkan dia datang". Naser keluar dari tendanya dan berdiri, Radha menghampirinya dan menatapnya marah, Naser bertanya pada Radha "Katakan apa yang kau inginkan". Radha mengatakan pada Naser " Aku datang untuk memberi tahu dua berita, pertama putra ku baik-baik saja dan ia masih hidup, dan kabar lainnya adalah hadiah yang harus kau berikan untuk ibu mu", Naser terkejut lalu Radha bai menampar Naser di depan semua prajuritnya. Semua prajurit datang ingin menangkap Radha, tapi Radha melemparkan bubuk cabai pada mereka, semua prajurit tergeletak kemudian Radha mengambil sebuah tongkat dan memukuli Naser berkali-kali. Naser kesakitan dan meminta Radha mengentikannya, ia meminta maaf dan meminta pengampunan pada Radha Bai. Naser mengingat ketika ia mendendang dada Baji dan Baji terjatuh ke jurang.
Radha mengatakan " Aku akan memaafkan mu, karena aku berfikir kau juga hanya seorang anak". Radha meminta Naser untuk menghormati tanah mereka dan hal yang lainnya bahwa Marahati sangat keras kepala dan jika mereka bertekad mereka akan mengambil kehidupan musuh mereka". Radha meminta Naser untuk mengingat  apa yang dapat Marharti lakukan untuk musuh-musuh mereka dan melemparkan tongkat ke Naser lalu berbalik dan  berjalan pergi meninggalkan Naser. Nase hanya terdiam ia  menangis dan mengusap air matanya.
Di kerajaan, Shivaje bertanya pada Rani Saheb "Menga[a yang bersalah tidak dihukum?". Rani Saheb mengatalan "Burung rentan melakukan kesalahan seperti itu...  Aurangzeb melakukan perang untuk merebut tanah dan kita melakukan  perang untuk perdamaian..., jika kami kalah, maka orang kami akan dibunuh oleh Mughal" . Rani Saheb  meminta Shiva Raje  untuk membuat dirinya siap bertarung dengan Mughal. Ketika Rani Saheb berbalik ia tidak menemukan Shiva Raje. 
Pant Pratinidhi meminta Rani Saheb  untuk memberikan wakti untuk  Shiva Raje dan mengatakan "Ia masih kecil sekarang", Rani Saheb mengatakan "tapi kita sudah tidak punya waktu lagi". Rani Saheb mengatakan "Kita sudah tidak punya waktu lagi, aku tidak bisa memberikan waktu untuknya dan sibuk memegang pedang di tangan ku.., aku akan mekatihnya".  Pant Pratinidhi mengatakan "Aku datang untuk berrbicara dengan mu tentang Balaji.., kami belum mendapatkan kabar darinya". Rani Saheb memintanya untuk bersiap memberikan kejuatan
Di suatu tempat, Komandan prajurit Mugal sedang bertemu  dan berbicara dengan Bahadur dari Bhairav ​​Garth yang saat itu duduk di kursi, dan mengatakan  padanya  tentang baba yang menyelamatkannya, ia mengingat ketika Baji menyelamatkannya, dan memintanya untuk membuat pemipinannya percaya padanya. komandan prajurit pergi dan berterima kasih padanya lalu  Bahadur yang saat itu duduk di tempat yang gelap meminta pada pengikutnya untuk mengetahui apakah hal itu merupakan konspirasi yang dibuat Tara Rani Bai.
Baji bangun, dan mencari ibunya diluar Maha Pandit ji datang kembali menemui Radha Bai, Radha berterima kasih pada Pandit ji karena telah menyelamatkan Baji , Pandit ji sangat menghargainya ketika Radha berlutut meminta berkahnya  Baji keluar dari kamarnya ia tersenyum,  tapi Pandit ji sudah mengetahui sejak awal jika Baji memiliki usia yang pendek, tapi kemudian ia mencoba cara terbaik untuk menyelamatkan naywa Baji, Baji terkejut ketika mendengarnya ia menjadi gemetar, tiba-tiba angin berhembus kencang dan merubah langit yang terang menjadi gelap. Baji mengingat semua yang telah di lakukan Naser padanya dan ia menangis, cuaca berubah dengan cepat dan Maha pandit ji berpamitan pada Radha
Balaji dan ajudannya menyamar, ia memberitahu pada ajudannya bahwa dirinya akan membunuh Qazi sebelum ia mencoba membunuh mereka. Ajudannya bertanya "Aku tidak akan datang besama dengan mu jika aku tahu semua rencana mu". Balaji memberitahu pada ajudannya tentang semua rencananya dengannya dengan menunjukkan sebuah benda pada Aajudannya, Ajudannya bertanya " Bagaimana kau akan membunuhnya?". Mereka harus melewati pemerikasaan dan komandan prajurit membantunya untuk lolos dari penjagaan, komandan Parjurit berkata "Dia adalah baba itu". Penjaga curiga dan menatap Balaji yang ketika itu menyamar, Penjaga berkata "Ia lebih tampak seperti seorang prajurit".  Dua orang prajurit memeriksa Balaji dan ajudannya, Balaji mengangkat tangannya dan menyembunyikan sebuah benda di balik telapak tangannya. Kepala penja mencurigai Balaji, dan Balaji melemparkan benda itu ke tanah, ajudannya sengaja menginjaknya, dan kepela penjaga memeriksa kembali Balaji lalu ajudan Balaji menendang benda itu dan Balaji menangkapnya, Kepala penjaga mengijinkan Balaji dan ajudannya masuk, Balaji hanya tersenyum pada komandan prajurit yang telah membantunya.
Radha sedang melukis di luar, ia mengatakan pada Baji bahwa ia telah bermimpi melihat Baji menjadi orang  besar". Baji duduk mendengarkan ibunya, Baji menyembunyikan kesedihannya dan berbicara dalam hatinya pada dewa "Mengapa kau memberikan usia pendek untuk ku ketika orang tua ku berdoa untuk usia hidup ku yang panjang?". Tanpa Baji sadari ia meneteskan air matanya, Rahda meminta Baji untuk mengambilkan kunyit di dapur, Baji mengusap air matanya, dan ia pergi ke dapur. Chimna berjalan memegang wadah berisi minyak yang menetes kelantai, Baji berjalan menuju dapur, ia hanya terdiam mengingat ucapan Maha pandit ji, Baji terplesert karena tumpahan minyak di lantai ia menghindari dirinya tertimpa barang-barang dan melindungui dirinya  dan tanpa sengaja menarik tali dan menjatuhkan perabotan yang lainnya, Pisau-pisau berjatuhan dan menusuk tepat lehernya, ia menjerit memegangi lehernya, Baji  berteriak, ia tersadar dan bangun dan terkejut bercampur dengan rasa takut dan juga bingung,  kemudian Baji menyadari itu hanya rasa takut dan imajinasinya. Baji melihat kesekeliling dapur dan melihat semua prabotan didapur tetap pada posisinya semula.
Penjaga pintu membawa Balaji dan ajudannya kehadapan Bahadur di kawal oleh kepala prajuritnya yaitu  Abdullah, dan meminta mereka untuk berjalan merangkak, Balaji  dan Ajudannya merangkak seperti yang di perintahkan,  Bahadur  meminta prajuritnya untuk menghentikannya, Balaji bangun dan mengatakan "Yang kami lakukan keramat... sihir " ketika Balaji akan mendekatinya, beberapa  tombak menghalangi Balaji  ketika akan menghampiri Bahaduri  tapi Bahadur  bertanya pada Fakeer Baba  " bagaimana kau sampai kei Bhairav ​​garh dan membuat prajurit ku percaya bahwa ka hebat
Baji masih terdiam. berpikir tentang  semua ucapan yang telah dikatakan Maha Pandit  ji bahwa dirinya sendiri lupa bahwa Baji memiliki usia  yang pendek. Baji menangis dan ia duduk ketakutan. Bhiu datang dan membuatnya terkejut, Bihu bertanya  pada Baji " Kakak apakah kau  melihat tikus". Baji mengatalan "Tidak aku baik-baki saja". Bihu meminta Baji untuk memberikannya achaar, tapi Baji ketakutan  ketika melihat rak dan meminta Bihu mengambil sendiri, Baji mengatakan "Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak ada dirimah dan aku tidak pernah kembali?" Bihu berkata "Aku akan menunggu mu kembali  karena kau  tidak pernah berendam di  tanaman Peepal". Baji bertanya "apakah aku berendam di  tanaman Peepal?. Bhiu terkejut.

Precap:
Baji mengatakan pada  Radha bahwa ia mendengarnya berbicara dengan Pandit ji tentang usia hidupnya  yang pendek. Radha terkejut. Baji mengajak Radha kesuatu tempat tapi Radha menolaknya
.