Rabu, 01 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 3 ( 31 Januari 2017) : KEMBALINYA BALAJI VISHWANATH KETIKA BEBERAPA ORANG PRIA MEMINTA PADA RADHA BAI UNTUK MEMOTONG RAMBUTNYA KARENA RADHA BAI TELAH MENJADI JANDA, RADHA BAI DAN SUAMINYA MENDAPATKAN RAMALAN DARI PANDIT JI

Sony Tv 31 January 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 3
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 
Index : Kerabat Balaji Vishwanath mengucapkannya rasa bela sungkawa  karena Balaji telah meninggal. Namun, Radhabai menolak untuk menyatakan dirinya sebagai janda. Balaji Vishwanath muncul dan membersihkan kebingungannya. Kemudian, Balaji memberitahu pada Radhabai bahwa dia telah diselamatkan setelah terlempar dari tebing. Balaji dan Radhabai menamai anak mereka  Bajirao. Seorang guru spiritual memprediksi kematian Bajirao yang dini.



--------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------



Keesokan paginya  setelah Radha Bai melahirkan putra pertamanya, ia bertanya-tanya tentang keberadaan suaminya (Balaji) yang masih belum datang untuk menemui dirinya. Putranya sedikit tumbuh besar dan menarik  rambutnya dan Radha tersadar dengan lamunannya. Radha menaruh anaknya di tempat tidurnya.
Radha turun untuk menemui beberapa pria yang ketika itu datang ke rumah saudara Radha Bai, salah satu pria menyampaikan kabar duka untuk Radha bahwa suaminya Balaji Vishwanath sudah mati, Radha terkejut begitu juga dengan semua orang yang ketika itu ada disana. Radha menolak untuk percaya berkata “Ini tidak benar, suami ku masih hidup” Pria itu meminta agar Radha mengikuti kebiasaan kaum janda.
Pant berkata “Ia memang telah menghilang sejak 8 bulan yang lalu”. Pant meminta pada sudara Radha untuk mengikuti kebiasaan dan meminta Damodar untuk mencukur dengan  tangannya, Radha menangis mengatakan “Suami ku masih hidup, aku yakin suami ku masih hidup dan bernapas”. Pant bertanya pada Radha “Apakah kau Savitri sehingga kau bisa mengatakan semua ini?” Radha Vahini memegang dan meyakinkan Radha bahwa apa yang telah di katakana Pant benar. Pant meminta Damodar untuk memulai Vidhi dan mencukur rambut Radha. Radha memberontak namun ia di paksa untuk duduk, seorang pria memirintahkan seorang pria  ia mulai berjalan menghampiri Radha Bai, Radha mendorong semua orang dan mengambil kayu bakar ditungku dan meminta semua orang untuk menjauhinya.
Kakanya meminta pada Radha untuk tidak melawan Dharam, Radha berkata “Tidak akan ada lagi yang akan mendekati aku”. kakak .Radha dan Vahini meminta Radha melepaskan  kayu bakar. Damodar terus diperintah Pant untuk melakukannya sesuai dengan tardisi, Damodar mulai mendekati Radha dengan memagang pisau cukur dan kemudian sesorang pria datang dan memegangi tangannya dan menyayatkannya di bagian paha Damodar, semua orang terkejut. Ketika pisau cukur terjatuh. Dihadapan Radha suaminya Balaji Vishwanath berdiri dan tersenyum menatap Radha Bai, Radha menangis bercampur dengan kebahagiaannya.
Balaji Vishwanath menatap semua orang, Pant, Damodar dan semua orang ketakutan. Balaji berkata “Balaji Vishwanath masih hidup”. Radha bai menangis sedih namun Balaji Vishwanath dan membuang kayubakar, Balaji Vishwanath  menghapuskan airmata istinya dan mengatakan “Tradisi harus di lupakan jika tidak bisa menghormati seorang wanita… Balaji meminta untuk membiarkan kebiasaan itu dengan waktu dan untuk melindungi dirinya sendiri”. Pant meminta pada Balaji Vishwanath  “Kamu datang kesini untuk melindung tradisi kami”. Balaji Vishwanath mencakupkan kedua tangannya lalu  Pant dan semua anak buahnya pergi meninggalkan rumah Radha Bai dan Balaji Vishwanath.
Radha Bai menangis dan bertanya pada suaminya “Mengapa kau pergi dari rumah selama berbulan-bulan?” lalu Radha memeluk suaminya. Kemudian Radha dan suaminya melakukan puja , Radha tersenyum dan Balaji mengambil putra kecilnya di pangkuannya. Balaji berkata “Putra kami merupakab berkat dari dewa dan tidak akan ada yang akan membahayakan diri ku.., kematian itu ada didepan mata ku”. Radha terkejut dan bertanya “Apa?”
Balaji Vishwanath mengatakan “  mereka telah menunjukkan permusuhan dan setelah aku berfikir,  aku  akan mati.., . Aurangzeb bertanya bagaimana aku  ingin terbunuh?  Dengan Pedang atau  ia ingin  dilemparkan dari tebing kelembah… aku pikir aku akan mati ketika aku memainkan permainan dan memilih mati dengan pedang tapi  . Aurangzeb membuat anak buahnya mendorong ku  dari tebing.

Balaji terjatuh kebawah lembah ia sempat tidak sadarkan diri lalu mendapatkan kesadarannya kembali, beberapa orang pria datang untuk menyelamatkan ku, aku tidak sadarkan diri selama berbulan-bulan dan ketika aku tersadar aku sampai ke Dhana ji untuk memberikan kabar baik bahwa Shahu ji masih hidup, tapi dalam keadaan batuk yang sangat buruk, Balaji memberikan cincin Sahuji pada Dhana ji. Dhana ji  terkesan dan mengatakan “ia hanya  bisa hidup  jika tetap berada di cengkeraman Mughal ini”.

Malam hari Rani mengatakan pada Dhana Ji “Apa kau yakin Sahuji masih hidup?”. Sang ratu berkata “Aku bisa menyatakan anak ku sebagai raja baru, tapi aku bisa mengambil keputusan atas namanya”. Ratu meminta agar Dhana ji memahami untuk tetap mendukung Sahuji, siapapun besok tidak akan datang kita akan memberikan nama untuk mereka sebagai penghianat”. Ratu memandangi singgasana yang kosong.

Rani Saheb mengatakan bahwa dia yakin bahwa Shahu ji masih hidup. Seseorang mengatakan bahwa dia bisa menyatakan anaknya sebagai raja baru, tapi dia bisa mengambil keputusan atas namanya. Dia meminta dia untuk membuat hal ini memahami untuk pendukung Shahu ji ini, dan mengatakan siapa pun tidak datang besok, kita akan nama mereka pengkhianatan.
Balaji vishwanath  menjelaskan pada Radha Bai “Aku terluka dan pulih dalam berbulan-bulan.., aku tidak akan pernah kehilangan harapan”. Radha Bai berkata “Aku bangga pada mu”. Radha bai bertanya “Apa yang kau katakana?”. Balaji menjawab “Dhana ji benar.., aku cicik untuk pekerjaan Munshi.., aku menjadi yang terbaik di antara terntara”. Radha berkata “Aku tidak akan menghentikan mu, tapi kau harus datang pada ku setiap waktu Di kerajaan, Ratu dan putranya sedang duduuk melakukan Tilak, Pandit tidak melakukan Tilak pada putranya ...

Meanwhile Balaji Vishwanath dan Radha Bai  sampai di  kuil untuk melakukan  upacara penamaan untuk putra mereka. Radha mengatakan “Ini hari yang baik”. Ketika itu Pandit ji bertanya pada Balaji untuk memikirkan nama untuk putranya, Balaji dan istrinya Radha bai menyebutkan nama putranya “Baji”. Pandit mengatakan “aku katakana pada kalian, putra mu akan menulis takdir di Marathis dan ia akan memenangkan segalanya”.

Di istana, Ratu senang ketika anaknya mendapatkan tilak dan melakukan ritual, lalu Ratu memberikan mahkota dan menobatkan putranya sebagi raja baru. Ratu begitu sangat terharu dan meminta putranya duduk di singgasananya, semua orang bersorak sorai.Ketika itu Pandit ji bertanya pada Balaji untuk memikirkan nama untuk putranya, Balaji dan istrinya Radha bai menyebutkan nama putranya “Baji”. Pandit mengatakan “aku katakana pada kalian, putra mu akan menulis takdir di Marathis dan ia akan memenangkan segalanya”. Anak ratu masih melakukan serangkian ritual untuk pengangkatannya sebagi raja baru, namun putranya mengantuk sehingga ratu duduk di sampingnya. Sementara itu Dhana Ji sedang berbicara dengan seorang pria yang juga pendukung Sahuji “Anak inilah yang akan mengambil kerajaan Chatrapati Shivaji ini ke depan setelah Rani”
Di kuil saat pndit sedang menuliskan sesuatu dikertas, Baji kecil duduk, seekor gajah menyapa Baji kecil, Baji kebingungan dan menatap patung dewa Ghanes.. Pandit ji membuat beberapa tulisan  Bhavishya vani / astrologi melihat kundli nya, dan mengatakan” tak seorang pun akan yoddha seperti dirinya,  ia akan selalu menang dalam  perang” . Pandit  mengatakan 2 Bhavishya Vani ... .ia akan mengambil kembali trik dan akan menantang semua kebiasaan dan takdir, tak seorang pun akan seperti dirinya ... ia akan menjadi unik”.
Gajah terus menggoda Baji kecil, Baji kecil merangkak dan mendekati gajah, Pandit ji mengatakan  Bhavishya Vani ke tiga . Pandit  mengatakan “Dewa  telah memainkan trik, semuanya di kakinya, namun usianya akan berkurang ... ia akan segera mati”. Balaji Vishwanath dan Radha Bia mendapatkan menitihkan airmatanya. Mereka berbalik dan melihat Baji akan mendekati gajah. Gajah mengagkat  kakinya  ketika  Baji kecil akan sampai padanya, tapi Vishwanath dan Radha berjalan  untuk menyelamatkannya. Vishwanath mengangkat Baji pada waktu yang tepat. Radha menangis memeluknya. Radha bai menangis dan menggendong Baji kecil, ia bertanya pada pandit “ ji “Jika takdir bisa dirubah…”. Pandit ji mengatakan “Jika itu bisa di bubag maka itu bukanlah takdir”. Balaji mengatakan “Putra ku akan memenangkan setiap perang dan akan terjaga selama 2,5 hari dalam satu hari, dan mengatakan mereka akan memberikan asuhan  ke Baji sehingga ia akan menulis sejarah baru setelah tumbuh”. Ganapati Bappa memainkan tanah di belakang mereka .
Suara narrator mengatakan “ Balaji Vishwanath dan Radha Bia mencoba untuk membuat umur Baji lebih dan bermigrasi ke kota lain di  Saswad.Balaji menjadi Subedar   untuk Dhana ji .  Balaji mengatakan “  setelah 7 tahun berlalu  kami  memiliki dua anak lagi sekarang”, Chimna dan Bhim Bai.

Radha meminta  anak perempuannya  untuk  makanan. Chimna mengatakan ia akan menyelesaikan Paat pertama. Bhim Bai meminta Radha bercerita. Radha menceritakan kisahnya tentang Chatrapati. Bhim Bai mengatakan “beo terbang menjauh”. Mangi datang membawa dua kandang beo dan mengatakan “burung beo  terbang oleh Baji”. Anak  mengatakan “  Baji membebaskan semua beo”. Adik perempuannya  terus berjingkrak dan tertawa tapi Radha marah dan menjewewernya.

Radha mengatakan “sekarang aku  bisa mengerti mengapa kau  katakan beo terbang”. Radha meminta Chimna untuk membawa kotak uang. Mangi bilang  “ aku tidak mengatakan apa-apa” sementara itu  Balaji bekerja dengan Dhana ji. Radha memberinya uang tambahan dan memintanya untuk menghormati kemerdekaan, bahkan jika itu adalah hewan. Chimna mengatakan pada Radha “ kotak uang akan kosong dalam beberapa hari jika Baji terus merusaknya" . Radha bertanya “di mana saudaramu”. Baji berdiri di batu di dekat air terjun semua anak bersorak sorai  dan  Teman-temannya bertepuk tangan untuknya. Baji memutar  koin  ldan melemparkannya lalu kembali menangkapnya

Precap:

Seseorang menantang Baji. Baji mengatakan “aku  percaya dalam melakukan dan tidak berbicara. Ia  melompat kesungai  Radha datang dan terkejut dan berlari memanggil Baji,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar