![]() |
| SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 3 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Kerabat Balaji Vishwanath mengucapkannya rasa bela sungkawa karena Balaji telah meninggal. Namun, Radhabai menolak untuk menyatakan dirinya sebagai janda. Balaji Vishwanath muncul dan membersihkan kebingungannya. Kemudian, Balaji memberitahu pada Radhabai bahwa dia telah diselamatkan setelah terlempar dari tebing. Balaji dan Radhabai menamai anak mereka Bajirao. Seorang guru spiritual memprediksi kematian Bajirao yang dini.
--------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------
Keesokan
paginya setelah Radha Bai melahirkan
putra pertamanya, ia bertanya-tanya tentang keberadaan suaminya (Balaji) yang
masih belum datang untuk menemui dirinya. Putranya sedikit tumbuh besar dan
menarik rambutnya dan Radha tersadar
dengan lamunannya. Radha menaruh anaknya di tempat tidurnya.
Radha
turun untuk menemui beberapa pria yang ketika itu datang ke rumah saudara Radha
Bai, salah satu pria menyampaikan kabar duka untuk Radha bahwa suaminya Balaji
Vishwanath sudah mati, Radha terkejut begitu juga dengan semua orang yang
ketika itu ada disana. Radha menolak untuk percaya berkata “Ini tidak benar,
suami ku masih hidup” Pria itu meminta agar Radha mengikuti kebiasaan kaum
janda.
Pant
berkata “Ia memang telah menghilang sejak 8 bulan yang lalu”. Pant meminta pada
sudara Radha untuk mengikuti kebiasaan dan meminta Damodar untuk mencukur
dengan tangannya, Radha menangis
mengatakan “Suami ku masih hidup, aku yakin suami ku masih hidup dan bernapas”.
Pant bertanya pada Radha “Apakah kau Savitri sehingga kau bisa mengatakan semua
ini?” Radha Vahini memegang dan meyakinkan Radha bahwa apa yang telah di
katakana Pant benar. Pant meminta Damodar untuk memulai Vidhi dan mencukur
rambut Radha. Radha memberontak namun ia di paksa untuk duduk, seorang pria
memirintahkan seorang pria ia mulai
berjalan menghampiri Radha Bai, Radha mendorong semua orang dan mengambil kayu
bakar ditungku dan meminta semua orang untuk menjauhinya.
Kakanya
meminta pada Radha untuk tidak melawan Dharam, Radha berkata “Tidak akan ada
lagi yang akan mendekati aku”. kakak .Radha dan Vahini meminta Radha melepaskan
kayu bakar. Damodar terus diperintah
Pant untuk melakukannya sesuai dengan tardisi, Damodar mulai mendekati Radha
dengan memagang pisau cukur dan kemudian sesorang pria datang dan memegangi
tangannya dan menyayatkannya di bagian paha Damodar, semua orang terkejut. Ketika
pisau cukur terjatuh. Dihadapan Radha suaminya Balaji Vishwanath berdiri dan
tersenyum menatap Radha Bai, Radha menangis bercampur dengan kebahagiaannya.
Balaji
Vishwanath menatap semua orang, Pant, Damodar dan semua orang ketakutan. Balaji
berkata “Balaji Vishwanath masih hidup”. Radha bai menangis sedih namun Balaji
Vishwanath dan membuang kayubakar, Balaji Vishwanath menghapuskan airmata istinya dan mengatakan
“Tradisi harus di lupakan jika tidak bisa menghormati seorang wanita… Balaji
meminta untuk membiarkan kebiasaan itu dengan waktu dan untuk melindungi
dirinya sendiri”. Pant meminta pada Balaji Vishwanath “Kamu datang kesini untuk melindung tradisi
kami”. Balaji Vishwanath mencakupkan kedua tangannya lalu Pant dan semua anak buahnya pergi
meninggalkan rumah Radha Bai dan Balaji Vishwanath.
Radha
Bai menangis dan bertanya pada suaminya “Mengapa kau pergi dari rumah selama
berbulan-bulan?” lalu Radha memeluk suaminya. Kemudian Radha dan suaminya
melakukan puja , Radha tersenyum dan Balaji mengambil putra kecilnya di
pangkuannya. Balaji berkata “Putra kami merupakab berkat dari dewa dan tidak
akan ada yang akan membahayakan diri ku.., kematian itu ada didepan mata ku”.
Radha terkejut dan bertanya “Apa?”
Balaji
Vishwanath mengatakan “ mereka telah
menunjukkan permusuhan dan setelah aku berfikir, aku akan mati.., . Aurangzeb bertanya bagaimana aku
ingin terbunuh? Dengan Pedang atau ia ingin
dilemparkan dari tebing kelembah… aku pikir aku akan mati ketika aku
memainkan permainan dan memilih mati dengan pedang tapi . Aurangzeb membuat anak buahnya mendorong ku
dari tebing.
Balaji
terjatuh kebawah lembah ia sempat tidak sadarkan diri lalu mendapatkan
kesadarannya kembali, beberapa orang pria datang untuk menyelamatkan ku, aku
tidak sadarkan diri selama berbulan-bulan dan ketika aku tersadar aku sampai ke
Dhana ji untuk memberikan kabar baik bahwa Shahu ji masih hidup, tapi dalam
keadaan batuk yang sangat buruk, Balaji memberikan cincin Sahuji pada Dhana ji.
Dhana ji terkesan dan mengatakan “ia
hanya bisa hidup jika tetap berada di cengkeraman Mughal ini”.
Malam
hari Rani mengatakan pada Dhana Ji “Apa kau yakin Sahuji masih hidup?”. Sang
ratu berkata “Aku bisa menyatakan anak ku sebagai raja baru, tapi aku bisa
mengambil keputusan atas namanya”. Ratu meminta agar Dhana ji memahami untuk
tetap mendukung Sahuji, siapapun besok tidak akan datang kita akan memberikan
nama untuk mereka sebagai penghianat”. Ratu memandangi singgasana yang kosong.
Rani
Saheb mengatakan bahwa dia yakin bahwa Shahu ji masih hidup. Seseorang
mengatakan bahwa dia bisa menyatakan anaknya sebagai raja baru, tapi dia bisa
mengambil keputusan atas namanya. Dia meminta dia untuk membuat hal ini
memahami untuk pendukung Shahu ji ini, dan mengatakan siapa pun tidak datang besok,
kita akan nama mereka pengkhianatan.
Balaji
vishwanath menjelaskan pada Radha Bai
“Aku terluka dan pulih dalam berbulan-bulan.., aku tidak akan pernah kehilangan
harapan”. Radha Bai berkata “Aku bangga pada mu”. Radha bai bertanya “Apa yang
kau katakana?”. Balaji menjawab “Dhana ji benar.., aku cicik untuk pekerjaan
Munshi.., aku menjadi yang terbaik di antara terntara”. Radha berkata “Aku
tidak akan menghentikan mu, tapi kau harus datang pada ku setiap waktu Di
kerajaan, Ratu dan putranya sedang duduuk melakukan Tilak, Pandit tidak
melakukan Tilak pada putranya ...
Meanwhile
Balaji Vishwanath dan Radha Bai sampai
di kuil untuk melakukan upacara penamaan untuk putra mereka. Radha
mengatakan “Ini hari yang baik”. Ketika itu Pandit ji bertanya pada Balaji
untuk memikirkan nama untuk putranya, Balaji dan istrinya Radha bai menyebutkan
nama putranya “Baji”. Pandit mengatakan “aku katakana pada kalian, putra mu
akan menulis takdir di Marathis dan ia akan memenangkan segalanya”.
Di
istana, Ratu senang ketika anaknya mendapatkan tilak dan melakukan ritual, lalu
Ratu memberikan mahkota dan menobatkan putranya sebagi raja baru. Ratu begitu
sangat terharu dan meminta putranya duduk di singgasananya, semua orang
bersorak sorai.Ketika itu Pandit ji bertanya pada Balaji untuk memikirkan nama
untuk putranya, Balaji dan istrinya Radha bai menyebutkan nama putranya “Baji”.
Pandit mengatakan “aku katakana pada kalian, putra mu akan menulis takdir di
Marathis dan ia akan memenangkan segalanya”. Anak ratu masih melakukan
serangkian ritual untuk pengangkatannya sebagi raja baru, namun putranya
mengantuk sehingga ratu duduk di sampingnya. Sementara itu Dhana Ji sedang
berbicara dengan seorang pria yang juga pendukung Sahuji “Anak inilah yang akan
mengambil kerajaan Chatrapati Shivaji ini ke depan setelah Rani”
Di
kuil saat pndit sedang menuliskan sesuatu dikertas, Baji kecil duduk, seekor
gajah menyapa Baji kecil, Baji kebingungan dan menatap patung dewa Ghanes..
Pandit ji membuat beberapa tulisan Bhavishya vani / astrologi melihat kundli nya,
dan mengatakan” tak seorang pun akan yoddha seperti dirinya, ia akan selalu menang dalam perang” . Pandit mengatakan 2 Bhavishya Vani ... .ia akan
mengambil kembali trik dan akan menantang semua kebiasaan dan takdir, tak
seorang pun akan seperti dirinya ... ia akan menjadi unik”.
Gajah
terus menggoda Baji kecil, Baji kecil merangkak dan mendekati gajah, Pandit ji
mengatakan Bhavishya Vani ke tiga . Pandit
mengatakan “Dewa telah memainkan trik, semuanya di kakinya,
namun usianya akan berkurang ... ia akan segera mati”. Balaji Vishwanath dan
Radha Bia mendapatkan menitihkan airmatanya. Mereka berbalik dan melihat Baji
akan mendekati gajah. Gajah mengagkat
kakinya ketika Baji kecil akan sampai padanya, tapi
Vishwanath dan Radha berjalan untuk
menyelamatkannya. Vishwanath mengangkat Baji pada waktu yang tepat. Radha
menangis memeluknya. Radha bai menangis dan menggendong Baji kecil, ia bertanya
pada pandit “ ji “Jika takdir bisa dirubah…”. Pandit ji mengatakan “Jika itu
bisa di bubag maka itu bukanlah takdir”. Balaji mengatakan “Putra ku akan
memenangkan setiap perang dan akan terjaga selama 2,5 hari dalam satu hari, dan
mengatakan mereka akan memberikan asuhan ke Baji sehingga ia akan menulis sejarah baru
setelah tumbuh”. Ganapati Bappa memainkan tanah di belakang mereka .
Suara
narrator mengatakan “ Balaji Vishwanath dan Radha Bia mencoba untuk membuat
umur Baji lebih dan bermigrasi ke kota lain di Saswad.Balaji menjadi Subedar untuk Dhana ji . Balaji mengatakan “ setelah 7 tahun berlalu kami memiliki dua anak lagi sekarang”, Chimna dan
Bhim Bai.
Radha
meminta anak perempuannya untuk makanan. Chimna mengatakan ia akan
menyelesaikan Paat pertama. Bhim Bai meminta Radha bercerita. Radha
menceritakan kisahnya tentang Chatrapati. Bhim Bai mengatakan “beo terbang
menjauh”. Mangi datang membawa dua
kandang beo dan mengatakan “burung beo terbang oleh Baji”. Anak mengatakan “ Baji membebaskan semua beo”. Adik perempuannya
terus berjingkrak dan tertawa tapi Radha
marah dan menjewewernya.
Radha
mengatakan “sekarang aku bisa mengerti
mengapa kau katakan beo terbang”. Radha meminta
Chimna untuk membawa kotak uang. Mangi bilang “ aku tidak mengatakan apa-apa” sementara itu Balaji bekerja dengan Dhana ji. Radha
memberinya uang tambahan dan memintanya untuk menghormati kemerdekaan, bahkan
jika itu adalah hewan. Chimna mengatakan pada Radha “ kotak uang akan kosong
dalam beberapa hari jika Baji terus merusaknya" . Radha bertanya “di mana
saudaramu”. Baji berdiri di batu di dekat air terjun semua anak bersorak
sorai dan Teman-temannya bertepuk tangan untuknya. Baji memutar koin ldan melemparkannya lalu kembali menangkapnya
Precap:
Seseorang
menantang Baji. Baji mengatakan “aku percaya dalam melakukan dan tidak berbicara.
Ia melompat kesungai Radha datang dan terkejut dan berlari
memanggil Baji,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar