Senin, 20 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 21 ( 20 Februari 2017) : RENCANA RADHA BAI UNTUK MENGEMBALIKAN KEBERANIAN BAJI, FAKER BABA/ BALAJI MELAKUKAN PUJA DI HADAPAN BAHADUR QAZI

Tayangan Sony Tv : 20 Februari 2017


PESHAWA BAJIRAO EPISODE 21
DITERJEMAHAN DAN DIINTERPERTASIKAN OLEH MADE



Index : Radhabai melompat dari air terjun untuk menginspirasi Bajirao untuk menjadi tak kenal takut. Balaji Vishwanath melakukan 'yajna' di depan Gazi untuk menunjukkan kepadanya sebuah keajaiban. Bajirao bergegas menuju tebing saat ia melihat beberapa 'kadal  raksaksa' merangkak ke arah ibunya. Radhabai mendesak Bajirao untuk mengatasi rasa takutnya. Bajirao memutuskan untuk menyelamatkan ibunya dari sekelompok  kadal raksaksa.

------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------



Radha Bai membawa Baji ke tebing dan meminta pada putranya untuk melompat dan jatuh bersama dengannya di air pengunungan di sungai, Baji terdiam dan ketakutan ia berfikir ketika maha Pandit ji membicarakan tentang  kematiannya dan Baji masih saja berdiri kemudian Radha berjalan lebih dekat ke tepian air terjun ia menarik nafas dan  menutup matanya dan melompat ke sungai, Baji berlari dan beteriak "Tidak Aayi", dan Radha jatuh kedalam sungai, Baji masih ketakutan berteriak memanggil Aayi, Baji terkejut ketika melihat ibunya belum muncul dari permukaan air, dan sesaat kemudian Radha keluar dan menatap Baji, Baji  pergi masih belum keluar dari rasa takutnya akan kematian.

Di kerajaan, membuat Shiva mengangkat kayu berat dan memikulnya di pundaknya, membuatnya berlatih untuk menjadi seorang pejuang, Shiva Raze mengatakan "Aku tidak pernah mengangkat benda kecil dan sekarang kau membuat ku terus mengangkat kayu yang berat ini, aku tidak bisa melakukan ini dan tidak bisa menjadi seorang pajurit dalam waktu sehari".  Tara Rani Saheb mengatakan "Yang jay jatakan benar, aku tidak memberikan kau waktu sebelumnya tapi sekarang aku akan fokus pada perkembangan mu". Raze berjalan memutari lapangan dengan memmanggul kayu besar di pundaknya dan terjatuh tidak sadarkan diri, Tara Rani menghampiri Raze, ia merasa sangat buruk dan berpikir putranya sangat lemah dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mau memberikannya waktu.

Baji bersama dengan Chimna sedang duduk bersama, Baji sedang berlajar dan membuat Chimna terkejut, Bihu sedang bermain membuat konsentrasi Baji terganggu, Baji melanjutkan membaca bukunya dan menutup telinganya. Chimna pergi dan Radha memanggilnya berkata "Mengapa kau tidak belajar?". Chimna mengatakan "Aku sangat terkejut dan tidak bisa berkonsentrasi pada pelajaran ku". Chimana duduk di dekat ibunya  bertanya pada Radha "Mengapa dia merubah dirinya sendiri ketika dia yang terbaik". Radha mengatakan "Kau telah memberi ku untuk mengajarinya dengan baik, bagaimana membuat rasa takutnya pergi?" Chimna bertanya "Mengapa?". Baji membaca tentang kisah seorang ibu dan Radha mendengarnya.  Radha mengatakan "Jika dia mencoba untuk menjadi putra Adatsh, maka aku akan menjadi ibu Adarsh.., aku akan membuat mu seperti Chatrapati Shrivaji, dan aku harus seperti ibunya"

Fakeer Baba/ Balaji sedang membacakan mantra dan menaburkan  Bijli di hadpaan Bahadur Qazi, Qazi memanggil satu pajuritnya dan bertanya "Abdullah dimana?". Parajuritnya berkata"Abdullah hilang dan kami sedang mencarinya". Istri Bahadur Qazi mengatakan "Apakah dia benar-benar akan mendapatkan Bijli saat ini?... apakah Balaji  bisa mendatangkan keajaiban?".  Fakeer baba. Balaji hanya terdiam menatapnya.

Radha Bai sedang berjalan bersama dengan Chimna. Chimna bertanya pada Radha "Aayi apakah rencana ini akan bekerja?". Radha mengatakan "Ya" Radha meminta Chimna untuk mendukung Baji agar ia keluar dari rasa takutnya. Radha pergi wajahnya menyiratkan kegelisahan dan Chimna hanya memperhatikan ibunya dari belakang. Chimna menangis, ia teringat kakanya dan pergi menemui Baji yang pada saat itu masih belajar, Chimna menangis mencoba mengatakan sesuatu pada Baji dan membuat Baji tambah terguncang,  cuaca berubah dan suara petir menggelegar  Baji terkejut dan ketakutan "Aayi ". Baji berlari untuk mencari ibunya

Beberapa orang pria terikat di pilar, seorang prajurit Marahti datang ke Qila, beberapa prajuit Mughal mengawasi situasi dan membekap salah satu prajurit Qazi dan menghentikan prajuirt yang lainnya. Disisi lain, Prajurit Mughal datang kesuatu tempat dan menemukan Abullah sudah tidak bernyawa, mereka berfikir ada sesuatu yang salah sedang terjadi ketika Fakeer akan menunjukkan beberapa sihir, mereka kembali menemui Bahadur Qazi dan memberitahunya, Fakeer baba/ Balaji masih memcacakan mantra diluar, Prajurit Marhati membunuh parajurit Mughal dan teman-temannya membebaskan tahanan, ia mengatakan "Sekarang merka harus setia dengan tanah air mereka . Matra Bhoomi.., sekarang mereka akan hidup dan mati untuk tanah air mereka". Prajurit Marahati membagikan bendera dan pedang pada tahanan yang telah di bebaskan dan bersorak sorai :Har..har Maha dev"

Balaji datang ke tebing  untuk menyelamatkan ibunya, ia terus berlari memanggil ibunya, dan terkejut melihat Radha Bai di bawah, Baji mengingat ketika dirinya diggit oleh komodo bercaun menyerang Baji, Baji meminta ibunya untuk pergi dari sana tapi ibunya menolak "Sampai rasa takut mu hilang Baji, aku tidak akan pergi darisini, melompatlah dan selamatkan aku Baji". Beberapa ekor komodo datang menghampiri Radha Bai.

Balaji masih melakukan buja dan tiba-tiba awan menjadi gelap dan didiringi suara petir, Ajudannya bingung dan bertanya-tanya dan terkejut  "Apa yang sebenarnya Balaji lakukan, jika dia Subedar berarti dia suci, dan magis atai sesuatu yang lainnya". Bahadur Qazi terkejut ketika melihat petir dan hembusan angin yang sangat kencang, Fakeer Baba berdiri membentangkan tangannya dan mendongakkan kepalanya ketas menatap langit yang gelap.

Baji masih berdiri di tebing dan ibunya berdiri di tempat yang menjadi bagian dari tragedi dirinya kehilangan nyawanya, Baji meminta ibunya untuk pergi dari sana, tapi dengan bersih keras Radha Bai menolak untuk pergi dari sana " Sampai rasa takut mu hilang..., aku tidak akan pergi dari sini, lompatlah Baji dan selamatkan aku". Beberapa ekor komodo mendekati Radha Bai, Baji yang masih berdiri terpaku melihat ibunya hanya gemetar bercampur dengan rasa takut, Radha meminta Baji untuk menyelamatkannya "Melompatlah atau kau bukan Marhari (  jisme Maha na wo Marathi nahi ) selamatkan aku atau kau akan melihat kematian ibu mu di tempat ini ... " Baji melempari Batu pada komodo yang semakin dekat jaraknya dengan Radha Bai, lalu Baji melompat dari tebing untuk menyelamatkan ibunya dari beberapa ekor komodo yang terus mendekatinya, Radha berteriak memanggil nama Baji yang masih tergeletak, Baji meminta Radha berhenti dari sana. Baji bangkit ketika ia melihat komodo datang semakin dekat kearahnya, ia berkata "Meskipun aku memiliki hidup yang pendek tapi aku hanya akan mati setelah berhasil menyelamatkan ibu ku". Radha terkejut dan menangis ketika ia menyadari  tentang kebenarannya

Langit semakin gelap dan hujan akan turun, komodo semakin dekat menghampiri Baji, komodo mulai menyerang Baji dan membuat Radha ketakutan, Baji terus mundur ketika komodo semakin mendekatinya, Baji menimpuki komodo dengan batu,  Radha meminta Baji untuk dapat membuang rasa ketakutannya, Naji mulai melompat dan mencoba menghadapi komodo, Radha melemparkan sebuah tongkat dan Baji melompat untuk mengambilnya, Radha mengatakan " Anda kaal dari shatru dan lal dari Anda ibu dll Baji". Baji termotivasi  dengan kata-kata ibunya ia bersorak sorai ketika ibunya memintanya untuk mengingat Mahadev selalu ada bersama-samanya "Har..har mahadev" dan membunuh komodo yang datang di hadapannya. Baji memberlah kayu menjadi dua dan menyerang komodo yang ada di hadapannya, Radha menangis dan tersenyum

Angin semain kencang, dan meniup pasir dan Fakeer Baba/ Balaji masih seolah sedang mendatangkan hujan di hadapan Qazi, Qazi terkejut ketika melihat awan semakin gelap dan disertai dengan kilatan petir. Baji bangkit dan berhasil mengalahkan satu komodo dengan menaruh batang kayu di mulutnya, Radha menoleh dan terkejut ketika ia melihat komodo lainnya ada dibelakangnya.
Bahadur Qazi bertambah terkejut ketika kilatan petir menyambar tisula dan kemudian awan berubah menjadi terang, dan Fakeer baba/ Balaji selesai melakukan ritual pujanya, Balaji mengambil trisulanya dan menggali tanah untuk mengambil sebongkah kecil berlian dari puja havannya, Qazi begitu sangat terkesan kedua istrinya beserta para prajuritnya terkejut, ketika Fakeer baba/ Balaji menunjukan berlian itu di tangannya, tapi ajudan Balaji bertambah bingung dan ketakutan.

Qazi meminta Fakeer baba / Balaji untuk dapat menyembuhkan kedua kakinya menjadi pulih kembali dan ia bisa berjalan. Fakeer baba/ Balaji bertanya pada Bahadur Qazi "Apa yang akan kau lakukan jika serangan Marathi datang pada mu". Bahadur Qazi mengatakan "Tidak mudah untuk membunuh ku". beberapa parjurit datang menemui Qazi  dan memberitahu bahwa Abdullah telah tewas terbunuh, Balaji mengarahkan trisulanya keleher Abdulah Qazi dan membuat Qazi terkejut dan beteriak memanggil nama Fakeer dan prajurit Qazi bersiap menyerang tapi Balaji/ Fakeer baba meminta mereka mundur.


Precap:
Baji dan ibunya dikelilingi oleh banyak komodo, dan komodo yang diserang Baji menelan batang kayu, Baji dan ibunya begitu sangat  terkejut ketika melihat komodo semakin banyak datang ke arah mereka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar