JADWAL TAYANGAN ONLINE : 9 Februari 2017
Radha Bai masih melakukan puja di kuil
Gannapati, ia berkata Murya dan semua orang mengikutinya. Di hadapan Gannapati,
Radha berdoa " aku percaya pada mu, aku tidak akan pernah membiarkan
kepercayaan diri ku gagal".
Kam Baksh masih menatap ke atas langit,
sementara Balaji hanya memejamkan matanya dan terdiam, Kam Baksh meminta anak buahnya untuk membunuh fakeer /
Balaji dan mengatakan' ia adalah pendusta", Saat itu Kam Badkh melihat
burung hantu di langit dan bertanya " bagaimana ksu tahu bahwa burung
hantu itu akan datang?".
Fakeer / Balaji menghentikannya ia menujuk ke atas langit. Kam Baksh menatap langit dan melihat burung hantu sedang terbang. Kam Baksh bertanya “Bagaimana semua ini bisa terjadi?”
Fakeer/ Balaji mengatakan " semua itu
tentang keYakinan" dan ia memintanya untuk menghentikan musuh dan kemudian
kerajaan Agra akan menjadi miliknya. Kam Baksh bertanya "bagaimana untuk
menghentikan Qamer Uddin'. Balaji bilang " kau tidak bisa menghentikannya,
tapi Aurangzeb bisa dan kau harus membuat mu percaya bahwa hanya darah sendiri
yang dapat dipercaya". Kam Baksh ,bilang " bagaimana untuk membuat
diiri ku sendiri percaya karena aku percaya dengan Qamer Uddin".
Fakeer / Balaji mengatakan " tidak ada yang mustahil". Kam Baksh kembali melihat langit untuk melihat burung
hantu yang terbang di atas langit, ia mengatakan" aku tahu apa yang harus
dilakukan", saat Kam Baksh melihat kearah Fakeer/ Balaji ternyata Balaji sudah pergi, Kam Baksh melihat
kesekelilingnya lalu bertanya pada anak buahnya "di mana fakeer
baba?", Kam Baksh meminta anak buahnya menghukum dirinya sendiri dengan
cambuk, tapi anak buahnya menyalahkan dirinya sendiri
dengan Cambuk.
Di tenda Aurangzebm Aurangzeb mengatakan pada
Kam Baksh yang tidak ingin memberikan kesempatan untuk Qamer Uddin, melainkan
menciptakan peluang, Aruangzeb ia tidak percaya dengam anak-anaknya sendiri,
Aruangzen mengatakan "mereka semua tidak berharga". Kam Baksh meminta
Aurangzeb berpikir" mengapa Qamer Uddin selalu ada di depan mereka... jika
sapi memberikan susu lebih dari sapi lainnya, maka itu berarti bahwa susu sapi
sudah tercemar.., bagaimana Tara Rani Bai dapat setuju untuk memberikan seluruh
Deccan" Aurangzeb cukup terkejut saat mendengarnya.
Pihu dan semua teman-teman Baji bersorak
sorai, mereka begitu sangat senang dan merayakan kemenangannya Baji, mereka memberikan karangan bunga pada Malhari dan Gotiya
senang memberikan Malhari Ladoo dan mengagumi Malhari. Naser marah dan tidak menerima kekalahannya, Naser
mengatakan pada Baji mengatakan " kau telah menipu ku dan aku tidak setuju
kau menang". Baji meminta Ladoo ia berjalan menghampiri Naser, Baji mengatakan"
kita telah ditantang untuk menaruh bendera di sini” ". Baji memberikan ladoo
pada Yakut, Yakut mengambil ladoo dengan belalinya dan memakannya. Naser marah
tapi Baji meminta Naser untuk tidak melakukan kejahatan dengan Marathis, Baji
pergi dari hadapannya.
Naser marah pada Yakut dan tongkat pada Yakut, tapi Baji
berbalik dan melemparkan keranjang Ladoo agar Yakut tidak di sakiti Naser,
Naser berteriak dan bertambah marah. Naser meminta Baji untuk tidak mengganggunya, Baji memintanya
untuk tidak menyakiti binatang dan mengatakan " jika ia tertangkap
merugikan orang maka aku akan mengirimnya kembali setengah pakaiannya"
Naser bilang " apa kau gila hanya untuk memikirkan binatang". , Naser
menghampirinya dan akan meludahi kaki Baji, Pihu dan teman-teman Baji menunjuk
padanya dan berteriak, Baji mengambilkan
tanah dan berkata "mereka berhubungan dengan tanah air dan ini sebagai Maa
(ibu) kami, dan lebih dari surga bagi kita". Baji meminta Naser untuk
menjadi bijaksana. Baji pergi dan Naser hanya terdiam. Baji menghampiri Malhari
dan membawanya pulang, Naser marah dan berteriak melepaskan kekesalannya pada
Baji
Aurangzeb mengatakan pada Kam Baksh" Tara Rani tidak
akan pernah setuju untuk memberikan seluruh deccan ... bahkan seorang anak
tidak akan percaya pada berita ini" dan Aruangzeb mengatakan 'Qamer Uddin
tidak bodoh untuk percaya hal ini". Kam Baksh mengatakan "Qamer Uddin
mengkhianatinya... Aku memiliki bukti kuat terhadap dirinya.. Tara Rani Bai
belum berjanji apa-apa, tapi kemudian Qamer Uddin mengirim surat untuk mu di
mana tertulis bahwa Tara Rani Bai setuju untuk memberikan seluruh deccan".
Kemudian,
Aurangzeb bertanya" bagaimana kau tahu?" Kam Baksh
ingat kata-katanya untuk memintanya hanya percaya padanya dan berbicara tentang
kepercayaan". Prajurit masuk untuk memberitahukan bahwa Utusan Qamer Uddin
datang ke sana dengan membawakan suratnya. Utusan Qameruddin memberikan
gulungan surat, Aurangzeb membacanya dan
terkejut. Kam Baksh mengatakan " kau tidak pernah peduli aku, tapi aku
memenuhi kewajiban ku sebagai anak, hingga sekarang kau akan memutuskan".
Aurangzeb marah dan membuang surat itu.
Baji dan teman-temannya kembali, Gotia sangat senang Baji
mengalahkan Yakut dan Tuannya, Radha Bai
datang dari kuil tertawa dan
semua orang menyambutnya, Radha memberikan tilak dan melakukan aarti
Dhana ji datang menemui Qameruddin, Dhana ji mengatakan pada Qameruddin " Aurangzeb
menolak untuk membiarkan Shahu ji bebas dalam pertukaran seluruh deccan ...
ketika Balaji meminta mu untuk menandatangani surat-surat dimana kau
mendapatkan 25 persen Deccan, dan sekarang kau tidak akan mendapatkan
apa-apa". Balaji hanya diam untuk
menahan tawanya, Qamewruddin menatapnya. Qamer Uddin mengerti bahwa itu
konspirasi Balaji, dan bertanya pada Balaji " bagaimana kau melakukan ini?
" Balaji mengatakan " aku telah belajar ini dari mu bahkan aku
bisa memberikan nyawa untuk orang yang ku cintai" Qamer Uddin mengatakan
" aku akan mengingat kau dan konspirasi mu". Qameruddin mengingat
semua pembicaraannya dengan Balaji saat bermain catur.
Radha menyuguhkan makan untuk Baji dan teman-temannya. Baji
menuangkan air di atas nampan makannya, Radha Bai hanya tersenyum dan meminta
mereka bedoa sebelum makan dan mereka mulai memakannya, Radha duduk
memperhatikan mereka di tengah-tengah. Gotiya mempertanyakan sesuatu pada Baji.
Baji mengatakan pada Gotiya " aku meragukan Bhalu dan
itulah mengapa pergi menemuinys dengan madu" . Gotiya bertanya" apa
yang Naser rencana... Ia mengancam untuk membuat lebah madu menyerangnya".
Dhana ji bertanya pada Balaji "kenapa kau
menyembunyikan rencana mu?" Balaji mengatakan 'jika aku akan gagal, maka
itu akan menjadi kerugian ku ... Kau menghina karena aku". Dhana ji
mengatakan "aku telah memahami bahwa Anda telah memprovokasi Kam Baksh
terhadap Qamer uddin", Dhana ji bertanya " dari mana burung hantu
muncul dalam waktu sehari " dan tertawa. Balaji mengatakan " aku
mendapat ide ini dari Qamer Uddin".
Balaji mengatakan " aku datang untuk tahu dari orang
lain, saat burung hantu datang melihat ular, dan mata mereka setengah tertutup
di siang hari". Dhana ji bertanya pada Balaji " bagaimana kau
dieksekusi atas semua rencana itu?". Mereka semua tertawa
Baji memberitahu teman-temannya " aku memberikan Yakut
memakan pisang sebelum tantangan itu dimulai " aku melihat cinta di mata
Yakut dan aku mengerti bahwa dewa ada bersama dengan ku dan tidak ada yang bisa
mengalahkan ku".
Kilas balik ditampilkan ketika Bhalu berjalan dengan pincang
memegangi bokongnya dan Baji berdiri di hadapan Bhalu sehingga membuat ia
berbicara tergagap “Baji kau disini?”.
Baji mencoba untuk mencari tahu bahwa Bhalu memberitahu semua rencananya pada
Naser, Bhalu tidak mengaku dan Baji menyiramkan madu ke Bhalu. Baji mengambil batu dan menunjukkan sarang
lebah pada Bhalu, Bhalu terkejut ketika Baji akan melemparkan batu ke sarang
lebah dan meminta agar Baji tidak melakukannya. Baji kembali bertanya dengan
pertanyaan yang sama tapi Bhalu tetap mengatakan tidak, Baji kembali akan
melemparkan batu dan Bhalu berjanji akan memberitahunya.
Balaji mengatakan pada Dhana ji " aku hanya melihat keserakahan dalam
mata Qamer Uddin dan aku melihat rasa takut kehilangan sesuatu di mata Kam
Baksh"
Precap:
Qamer Uddin meminta Naser untuk membunuh Baji dan membalas dendam pada Balaji, mereka berencana untuk membunuh Baji.
Qamer Uddin meminta Naser untuk membunuh Baji dan membalas dendam pada Balaji, mereka berencana untuk membunuh Baji.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar