Jumat, 10 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 14 ( 9 Februari 2017) : KONSPIRASI BALAJI MENYAMAR SEBAGAI FAKEER BABA, PIHU DAN TEMAN-TEMAN BAJI MERAYAKAN KEMENANGAN BAJI NASER MARAH DAN AKAN MENYAKITI YAKUT

JADWAL TAYANGAN ONLINE : 9 Februari 2017

SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 14
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Nasir menyalahkan gajahnya karena kekalahannya melawan Bajirao. Bajirao memperingatkan Nasir tentang kemungkinan akibatnya, jika dia menyakiti gajahnya sendiri. Kam Baksh bertemu dengan Aurangzeb dan mengatakan kepadanya bahwa Kamruddin ingin merebut wilayah 'Dakhan' dengan mengembalikan Shahu ke Tararani. Balaji Vishwanath menginformasikan Dhanaji bahwa dia telah memicu persaingan antara Kamruddin dan Kam Baksh.
------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------



Radha Bai masih melakukan puja di kuil Gannapati, ia berkata Murya dan semua orang mengikutinya. Di hadapan Gannapati, Radha berdoa " aku percaya pada mu, aku tidak akan pernah membiarkan kepercayaan diri ku gagal".
Kam Baksh masih menatap ke atas langit, sementara Balaji hanya memejamkan matanya dan terdiam, Kam Baksh  meminta anak buahnya untuk membunuh fakeer / Balaji dan mengatakan' ia adalah pendusta", Saat itu Kam Badkh melihat burung hantu di langit dan bertanya " bagaimana ksu tahu bahwa burung hantu itu akan datang?".

Fakeer / Balaji  menghentikannya ia menujuk ke atas langit. Kam Baksh menatap langit dan melihat burung hantu sedang terbang. Kam Baksh bertanya “Bagaimana semua ini bisa terjadi?”
Fakeer/ Balaji mengatakan " semua itu tentang keYakinan" dan ia memintanya untuk menghentikan musuh dan kemudian kerajaan Agra akan menjadi miliknya. Kam Baksh bertanya "bagaimana untuk menghentikan Qamer Uddin'. Balaji bilang " kau tidak bisa menghentikannya, tapi Aurangzeb bisa dan kau harus membuat mu percaya bahwa hanya darah sendiri yang dapat dipercaya". Kam Baksh ,bilang " bagaimana untuk membuat diiri ku sendiri percaya karena aku percaya dengan Qamer Uddin".  Fakeer / Balaji mengatakan " tidak ada yang mustahil".  Kam Baksh  kembali melihat langit untuk melihat burung hantu yang terbang di atas langit, ia mengatakan" aku tahu apa yang harus dilakukan", saat Kam Baksh melihat  kearah Fakeer/ Balaji  ternyata Balaji sudah pergi, Kam Baksh melihat kesekelilingnya lalu bertanya pada anak buahnya "di mana fakeer baba?", Kam Baksh meminta anak buahnya menghukum dirinya sendiri dengan cambuk,  tapi  anak buahnya menyalahkan dirinya sendiri dengan Cambuk.
Di tenda Aurangzebm Aurangzeb mengatakan pada Kam Baksh yang tidak ingin memberikan kesempatan untuk Qamer Uddin, melainkan menciptakan peluang, Aruangzeb ia tidak percaya dengam anak-anaknya sendiri, Aruangzen mengatakan "mereka semua tidak berharga". Kam Baksh meminta Aurangzeb berpikir" mengapa Qamer Uddin selalu ada di depan mereka... jika sapi memberikan susu lebih dari sapi lainnya, maka itu berarti bahwa susu sapi sudah tercemar.., bagaimana Tara Rani Bai dapat setuju untuk memberikan seluruh Deccan" Aurangzeb cukup terkejut saat mendengarnya.
Pihu dan semua teman-teman Baji bersorak sorai, mereka begitu sangat senang dan merayakan kemenangannya Baji, mereka memberikan karangan bunga pada Malhari dan Gotiya senang memberikan Malhari Ladoo dan mengagumi Malhari. Naser marah  dan tidak menerima kekalahannya, Naser mengatakan pada Baji mengatakan " kau telah menipu ku dan aku tidak setuju kau menang".  Baji  meminta Ladoo  ia berjalan menghampiri Naser, Baji mengatakan" kita telah ditantang untuk menaruh  bendera di sini” ". Baji memberikan ladoo pada Yakut, Yakut mengambil ladoo dengan belalinya dan memakannya. Naser marah tapi Baji meminta Naser untuk tidak melakukan kejahatan dengan Marathis, Baji pergi dari hadapannya.
Naser marah pada Yakut dan tongkat pada Yakut, tapi Baji berbalik dan melemparkan keranjang Ladoo agar Yakut tidak di sakiti Naser, Naser berteriak dan bertambah marah. Naser meminta Baji  untuk tidak mengganggunya, Baji memintanya untuk tidak menyakiti binatang dan mengatakan " jika ia tertangkap merugikan orang maka aku akan mengirimnya kembali setengah pakaiannya" Naser bilang " apa kau gila hanya untuk memikirkan binatang". , Naser menghampirinya dan akan meludahi kaki Baji, Pihu dan teman-teman Baji menunjuk padanya dan berteriak,  Baji mengambilkan tanah dan berkata "mereka berhubungan dengan tanah air dan ini sebagai Maa (ibu) kami, dan lebih dari surga bagi kita". Baji meminta Naser untuk menjadi bijaksana. Baji pergi dan Naser hanya terdiam. Baji menghampiri Malhari dan membawanya pulang, Naser marah dan berteriak melepaskan kekesalannya pada Baji
Aurangzeb mengatakan pada Kam Baksh" Tara Rani tidak akan pernah setuju untuk memberikan seluruh deccan ... bahkan seorang anak tidak akan percaya pada berita ini" dan Aruangzeb mengatakan 'Qamer Uddin tidak bodoh untuk percaya hal ini". Kam Baksh mengatakan "Qamer Uddin mengkhianatinya... Aku memiliki bukti kuat terhadap dirinya.. Tara Rani Bai belum berjanji apa-apa, tapi kemudian Qamer Uddin mengirim surat untuk mu di mana tertulis bahwa Tara Rani Bai setuju untuk memberikan seluruh deccan". Kemudian,
Aurangzeb bertanya" bagaimana kau tahu?" Kam Baksh ingat kata-katanya untuk memintanya hanya percaya padanya dan berbicara tentang kepercayaan". Prajurit masuk untuk memberitahukan bahwa Utusan Qamer Uddin datang ke sana dengan membawakan suratnya. Utusan Qameruddin memberikan gulungan surat, Aurangzeb  membacanya dan terkejut. Kam Baksh mengatakan " kau tidak pernah peduli aku, tapi aku memenuhi kewajiban ku sebagai anak, hingga sekarang kau akan memutuskan". Aurangzeb marah dan membuang surat itu.
Baji dan teman-temannya kembali, Gotia sangat senang Baji mengalahkan Yakut dan Tuannya, Radha Bai  datang dari kuil tertawa  dan semua orang menyambutnya, Radha memberikan tilak  dan melakukan aarti
Dhana ji datang menemui Qameruddin, Dhana ji  mengatakan pada Qameruddin " Aurangzeb menolak untuk membiarkan Shahu ji bebas dalam pertukaran seluruh deccan ... ketika Balaji meminta mu untuk menandatangani surat-surat dimana kau mendapatkan 25 persen Deccan, dan sekarang kau tidak akan mendapatkan apa-apa".  Balaji hanya diam untuk menahan tawanya, Qamewruddin menatapnya. Qamer Uddin mengerti bahwa itu konspirasi Balaji, dan bertanya pada Balaji  " bagaimana kau melakukan ini? "  Balaji mengatakan " aku telah belajar ini dari mu bahkan aku bisa memberikan nyawa untuk orang yang ku cintai" Qamer Uddin mengatakan " aku akan mengingat kau dan konspirasi mu". Qameruddin mengingat semua pembicaraannya dengan Balaji saat bermain catur.
Radha menyuguhkan makan untuk Baji dan teman-temannya. Baji menuangkan air di atas nampan makannya, Radha Bai hanya tersenyum dan meminta mereka bedoa sebelum makan dan mereka mulai memakannya, Radha duduk memperhatikan mereka di tengah-tengah. Gotiya mempertanyakan sesuatu pada Baji.
Baji mengatakan pada Gotiya " aku meragukan Bhalu dan itulah mengapa pergi menemuinys dengan madu" . Gotiya bertanya" apa yang Naser rencana... Ia mengancam untuk membuat lebah madu menyerangnya".
Dhana ji bertanya pada Balaji "kenapa kau menyembunyikan rencana mu?" Balaji mengatakan 'jika aku akan gagal, maka itu akan menjadi kerugian ku ... Kau menghina karena aku". Dhana ji mengatakan "aku telah memahami bahwa Anda telah memprovokasi Kam Baksh terhadap Qamer uddin", Dhana ji bertanya " dari mana burung hantu muncul dalam waktu sehari " dan tertawa. Balaji mengatakan " aku mendapat ide ini dari Qamer Uddin".
Balaji mengatakan " aku datang untuk tahu dari orang lain, saat burung hantu datang melihat ular, dan mata mereka setengah tertutup di siang hari". Dhana ji bertanya pada Balaji " bagaimana kau dieksekusi atas semua rencana itu?". Mereka semua tertawa
Baji memberitahu teman-temannya " aku memberikan Yakut memakan pisang sebelum tantangan itu dimulai " aku melihat cinta di mata Yakut dan aku mengerti bahwa dewa ada bersama dengan ku dan tidak ada yang bisa mengalahkan ku".
Kilas balik ditampilkan ketika Bhalu berjalan dengan pincang memegangi bokongnya dan Baji berdiri di hadapan Bhalu sehingga membuat ia berbicara tergagap  “Baji kau disini?”. Baji mencoba untuk mencari tahu bahwa Bhalu memberitahu semua rencananya pada Naser, Bhalu tidak mengaku dan Baji menyiramkan madu ke Bhalu.  Baji mengambil batu dan menunjukkan sarang lebah pada Bhalu, Bhalu terkejut ketika Baji akan melemparkan batu ke sarang lebah dan meminta agar Baji tidak melakukannya. Baji kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama tapi Bhalu tetap mengatakan tidak, Baji kembali akan melemparkan batu dan Bhalu berjanji akan memberitahunya.
Balaji mengatakan pada Dhana ji  " aku hanya melihat keserakahan dalam mata Qamer Uddin dan aku melihat rasa takut kehilangan sesuatu di mata Kam Baksh"
Precap:
Qamer Uddin meminta Naser untuk membunuh Baji dan membalas dendam pada Balaji, mereka berencana untuk membunuh Baji.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar