Sabtu, 11 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 15 (10 Februari 2017) : JEBAKAN NASER UNTUK BAJI BAGIAN 1: BIHU MENIKAHKAN BONEKANYA, NASER DATANG MENEMUI BAJI DAN MEMINTANYA UNTUK MENYELAMATKAN BIHU

TYO SONY TV : 10 Februari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 15
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 


Index : Qamruddin memerintahkan anaknya Nasir untuk membunuh Bajirao. Tararani memerintahkan Balaji Vishwanath untuk menaklukkan benteng Bhairavgadh. Pihu dan teman-temannya mengatur pernikahan bonekanya. Nasir bertemu dengan Bajirao di pasar. Dia mengatakan kepada Bajirao bahwa dia telah menculik adiknya Pihu. Nasir memanggil Bajirao di sebuah gunung untuk menyelamatkan adiknya.

------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------



Qameruddin bersama Naser sedang melihat prajurit menurunkan bendera merah dan menggantikannya dengan bendera buru, seorang prajurit Marthi dateng menemuinya untuk memintanya datang saat ia akan kembali, Qamerudin kesal ia membersihkan darah di muka dan di wajahnya, lalu memukulinya dan membunuhnya di depan mata Naser.
Qameruddin menghsmpiri putranya Naser, Ia berkata " aku tidak akan pergi dengan kekalahan" Qmeruddin meminta Naser untuk membunuh Baji dan cara ini Balaji akan menjadi melemah katena kehilangan Baji.  Qamer Uddin manggil Hyder untuk merubah semua rencananya membuat rencana lain dari darah karena kebiasaannya.
Baji sedang bersiap mengenakan pakaiannya. Ia nerdiri di depan kaca. Phiu tertawa melihatnya. Baji meminta Pihu untuk tidak tertawa lagi karena gigi susunya akan pecah. Phiu bertanya " jika susu memberi kita kekuatan maka mengapa gigi susu menjadi lemah.. Aku hanya takut dengan Chima ji, tapi bukan dengan mu" Baji meminta dia untuk memberikan pagdinya.
Baji memakai pagdinya dan merapikannya, Pihu naik ke bangku untuk membantunya memakai sorban. Pihu mengatakan " Kau terlihat baik".
Radha Bai datang dan bertanya" apa yang terjadi di sini?".
Baji mengatakan " aku telah berjanji padanya aku akan melakukan apa yang dikatakan Pihu pada ku.. Pihu meminta ku untuk berpakaian seperti ayah dan melakukan kanyadaan untuk boneka nya".
Phiu meminta Baji untuk bergegas dan mengatakan "Baraat akan datang"
Radha mengambil Shorban dari Baji dan membawanya pergi, lalu kembali dan memakaikan Sorbannya dengan benar detelah memasukan kain, Radha Bai sangat mengaguminya ia menangis menatap Baji. Radha mengatakan pada Baji "sorban adalah ego Marathi yang merupajan segala sesuatu, dan jangan membiarkannya jatuh". Radha meminta Pihu dan Baji pergi dan mengusap air matanya. Pihu meminta Baji menurunkannya,Baji mengankat Pihu dan ia keberatan dan membuat Radja Bai tertawa.
Di istana, Tara Rani Saheb melakukan puja Dewa Bhavani dan memberikan aarti untuk semua orang. Tara Bai mengatakan" Maa Bhavani adalah dewi... ia memiliki senjata di tangannya, sehingga untuk menjaga perdamaian". Tara Bai melakukan tilak mengatakan " kita harus berjalan di jalan yang benar dan membuat kerajaan Mughal terguncang.... apa pun yang tekah Balaji lakukan itu hanya hal yang kecil, dan kami harus membuat tanah mereka terguncang". Tara Rani memberikan pekerjaan pada semua orang tapi melewati Balaji, Balaji bertanya " apa ini agar aku... " Rani Saheb menghampirinya melajukan tilak pada Balaji dan mengatakan " kau akan membawa Bhairav ​​garh untuk ku". Balaji hanya tertegun menatap Rani Saheb
Baji, Bhiu, Chima, Gotiya sedang dalam berjalanannya untuk mengambil boneka ke kuil untuk menikahkan bonekanya. Beberapa anak melempari kuntym bunga disepanjang jalan. Gotiya berkata pada Baji "
Gotiya mengatakan " aku juga akan menikah " dan Gotiya berpikir jika ayahnya tidak memikirkan pernikahannya, tapi Phiu hanya berpikir tentang pernikahan boneka nya.
Baji bingung dan bertanya" mengapa semua orang ingin menikah? ... .Gotiya menceritakan tentang keuntungan dari pernikahan.
Pengikut Naser melihatnya melihat mereka.
Naser bersama pengikutnya melihat mereka dari kejauhan.
Baji fan teman- temanya di bawah pohon besar, Chima ji sedang membaca mantra. Gotiya menggoda gadis kecil, Gotiya mengatakan " aku akan memanggil Chima untuk pernikahan ku".
Naser dan pengikutnya masih menhsmati mereka dari kejauhan.
Baji meminta Chimna untuk melakukan kanyadaan. Chimna sebagai pandit menyatakan pernikahan telah selesai, semua anak berteriak gembira , Chimna ji meminta boneka yang dimiliki Padma untuk mengurus istrinya. Baji meminta boneka Pihu karena Padma akan pergi dengan boneka Phiu. Phiu menangis menolak untuk mengirim bonekanya ke Sasural nya. Padma dan Phiu bertengkar satu sama lain memperebutkan boneka mereks. Chimna berpikir "sekarang apa yang terjadi?" Baji berteriak untuk menghentikannya.
Di istana, Ram Chandra bertanya pada Tara Rani Saheb , "bagaimana bisa Balaji menang Bhairav ​​garh ..." Tara Rani mengatakan " Balaji akan pergi ke sana dengan dua orang".
Balaji mengatakan "aku siap". Dhana ji terkejut. Tara Rani Bai mengatakan" keberanian mu dihargai " dan memintanya untuk membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin...., jika kau berhasil maka kau akan memiliki tempat di istana kami". Balaji bertanya "kapan aku harus pergi?" Tara Rani Bai mengatakan" sekarang".
Baji meminta Phiu untuk memberikan bonekanya untuk Padma dan mengatakan "meskipun pernikahan ini palsu, tapi janji yang telah di buat adalah benar". Baji mengatakan jisme Maha nahi wo Marathi nahi ... Baji meminta Phiu untuk memberikan boneka untuk Padma. Pihu mengerti setelah Baji menjelaskannya. Nader hanya tersenyum melihat mereka bermain.
Phiu hanya menamgguk, tapi dengan berat hati memberikan bonekanya ke Padma. Mereka beroelukan, Padma mengatakan" aku akan mengirimkan boneka Mayka untuk bertemu mu". Naser dan pengikutnya mendengar semuanya, Mereka pergi.
Phiu meminta Baji untuk mendapatkan boneka untuknya. Baji mengatakan " apa, aku akan mendapatkan boneka untuk mu?" Baji meminta Gotiya untuk membawanya Pihu pulang. Baji tertawa dan pergi, Pihu gembura dan meminta Baji cepat kembali.
Pengikut Naser mengerti akan sesuatu mengatakan "Baji mencintai adiknya". Naser tertawa licik mengatakan "Baji akan datang kepada kita karena adiknya".
Di kerajaan Dhana ji dan Balaji membicarakan keputusan Rani Saheb
Baji membeli boneka dipasar dan membayarnya. Baji yakin Pihubakan suka dengan boneka barunya
Baji terkejut saat melihat Naser datang ke sana, baji menghampiri Nader... Baji mengatakan " setiap kali kau akan kehilangan " Baji meminta Naser untuk pergi ke Agra. Naser tertawa dan mengatakan" kau telah kehilangan sesuatu yang berharga untuk mu" . Baji bertanya "apa itu? " Naser menunjukkan kain boneka dan mengatakan " adik mu, ada di penangkaran kami sekarang". Baji bertanya "bagaimana kau berani?"
Naser meminta Baji untuk datang menemuinya jika ia masih membutuhkan adiknya, Naser pergi, Baji menangis dan berteriak memanggil Naser is bergegas berlari.
Pant Pratinidi memberitahu Tara Rani Bai" tugas yang kau berikan ini tidak mungkin untuk Balaji" Tara Rani Bai mengatakan "aku tahu, Balaji membuat dua hal yang mungkin dan ia tidak takut kehilangan apa-apa". Radha bilang " aku tidak tahu apakah ia akan berhasil atau tidak, tapi aku yakin bahwa aku akan mencoba.., Kami akan melihat apakah ia akan melakukan pergantian mungkin saja itu terjadi" .
Baji berteriak sampsi di yebing dan terus berjalan mengikuti Naser, ia berteriak memanggil Pihu. Naser tertawa saat Baji sampai di tebing. Naser bilang " aku telah membuat mu bodoh, adik mu mungkin telah sampai di rumah sekarang, dan kau telah tertangkap oleh kami".
Baji kebingungan dan bertanya-tanya pada Phiu "Apakah kau baik-baik saja ?... Baji senang dan berkata "har..har maha dev. Baji berbalik tapi Naser menghentikannya, Naser mengatakan " Phiu baik-baik saja, tetapi kau akan mati". Baji bertanya" siapa yang akan membunuh ku?. Naser menunjukkan semua prajuritnya dan meminta Baji untuk menunjukkan kekuatannya. Baji mengatakan" aku pasti akan berjuang itu pasti".

Precap:
Naser dan melawan Baji ... Naser menendang Baji hingga jatuh di tebing. Baji berteriak saat terjatuh kebawah mengatakan" kau telah menipu ku" Naser tersenyum puas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar