Selasa, 21 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 22 : BALAJI BERHASIL UNTUK MENAKHLUKAN BAIRAV GARTH DARI TANGAN BAHADUR QAZI, BAJI MENYAMAR MENJADI HANTU UNTUK MENAKUTINYA, BALLU DI JULUKI SEBAGAI PENGHIANAT DAN DIPUKULI BAJI, QAMERUDDIN MENGHUKUM NASER KARENA TELAH GAGAL MENJALANKAN MISINYA UNTUK MEMBUNUH BAJI

Tayangan Online : 21 februari 2017


PESHAWA BAJIRAO EPISODE 22
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Bahadur Qazi terkesan dengan keajaiban Fakeer baba/ Balaji yang dapat menurunkan hujan dan mendapatkan bongkahan berlian setelah ritual puja selesai, ia meminta pada Fakeer baba untuk menyembuhkan kakinya yang telah lama lumpuh, tapi Fakeer baba / Balaji hanya tersenyum dan mengatakan pada Qazi "Bagaimana jika para parajurit Mararthi  datang dan menyerang apa yang akan kau lakukan?. Balaji mengarahkan trisula di tangan Qazi ke lehernya. Qazi mengatakan " Jadi kalau begitu kau bukablah Fakeer, lalu siapa kau?". Fakeer baba/ Balaji menjawab "Aku Subedar dan Mahharaj Shiva untuk meruntuhkan kaisar dan pengikut setia yang jujur dari Tara Rani Bai Saheb yang bertanggung jawab untuk kemenangan Bairav Gatth" Fakeer Baba terlihat tampak tegang ketika membongkar jatidirinya sebagai Fakeer baba, Balaji berkata "Aku Balaji Vishwanath Bhatt".
Qazi memerintahkan para Prajurit Mughal untuk menyerang  dan membunuh Balaji, tapi sebagai gantinya Balaji  mengancam akan membunuh prajurit Mughal dengan ujung trisula di tangannya. 

Bahadur Qazi memerintahkan pada para Parajuritnya  untuk berhenti,Qazi  mengatakan "Kau sangat berani, tapi kau sangat bodoh untuk datang kesini sendirian untuk mendapatkan Bairav Garth dari tangan ku". Balaji menjawab "Aku memang datang sendiri tapi anak-anak  dari ibu pertiwinya ada bersama dengannya". Semua prajurit Mararthi datang ke hadapan Bahadur Qazi dengan mengikatkan bendera merah dan membawa pedang di tangan mereka Balaji dan semua Parjurit Marharti bersorak sorai "Har..har Mahadev" dan membuat Qazi terkejut, Balaji mendapatkan kemenangannya untuk merebut Bairav Garth dari tangan Bahadur Qazi

Radha Bai bersama dengan Baji masih menghadapai serangan sekelompok komodo beracun, Radha tersenyum ketika melihat Baji berhasil mengalahkan seekor komodo dengan menaruh potongan kayu di mulutnya, Radha dan Baji terkejut ketika melihat komodo lainnya datang dan akan menyerang mereka, Baji melompat dari komodo lainnya untuk menyelamatkan nyawa ibunya, Balaji memukuli komodo dengan sabatang kayu dan mencoba untuk membunuhnya, Radha mengatakan pada Baji "Mereka takut api". Baji melepaskan sabuknya dan membaginya menjadi dua bagian ia melemparkannya pada komodo dan kemudian mengikatkan kain pada batang pohon yang ia temukan, Baji mencoba untuk menyalakan api dengan menggesek dua buah batu dan mengarahkannya pada komodo, semua komodo pergi dari sana.

Akirnya Bahadur Qazi menyetah pada Balaji ia meletakan pedangnya di hadapan Balaji, dan semua prajurit Maughal berlutut dan menyerah, Balaji  melepaskan  kekaisaran Bahadur Qazi dengan menggunakan  ujung trisula di tangannya dan bersorak sorai Har..har Mahadev. Qazi bertanya "Bagaimana kau dapat menunjukkan keajaiban jika kau hanya orangg biasa?" Balaji menjawab "Pemikiran anak kecik yang hanya dapay menemukan emas, perak dsb.., tetapi mereka tidak memiliki pengetahuan .. aku tahu kekayaan terbesar di negara mu". Qazi bertanya "Apa itu?". Blaji mengatakan "Pengetahauan, ilmu pengetahuan dan tegnologi, Ayurved, akupunktur, dll apapun yang telah kau lihat   itu gyan shashtra kami".  Seluruh prajurit Marharti mengangkatnya dan Balaji bersorak sorai kembali "Har..har Mahadev", Qazi hanya terdiam menatapnya

Baji masih di tempat dimana banyak terdapat sekelompok komodo beracun, Baji masih memegangi bakar untuk melindungi ibunya dari serangan komodo, Baji bertanya "Sekarang apa yang terjadi?.. aku tidak takut dengan kalian". Radha terharu dan tersenyum bangga melihat rasa taku Baji hilang, Baji mengatakan "Aku telah membuat meerka pergi, aku tidak akan membiarkan mereka mendekati mu". Baji melemparkan kayu bakar dan mereka menangis dan saling berpelukan.

Disekolah, Gotiya dan teman-temannya pura-pura menangis, Gotiya memakan ladoo dan berkata "Mengapa kau merebut Baji ku dewa... lalu siapa sekarang yang akan melindungi kami, kami tidak tahu siapa yang sudah membunuh Baji". Bahllu datang kesana ia tersenyum puas karena telah mendapatkan kabar kematian Baji, Bhallu pergi dengan rasa gembira dan memberitahu pada teman-temannya bahwa Baji telah mati, mereka bersorak sorai gembira "Bhalluram ki jay" dan sesorang membekap mulut dua teman Bhallu dan membawamya pergi, ia  ketakutan  ketika menyadari dua temannya telah pergi dan berbalik melihat sesuatu dan dengan terbata-bata Bhallu hanya berucap "Baba...ba..ba" wajah, Bhalu gemetar dab jetakutan ketika melihat Baji bergantung terbalik muncul dari atas pohon dengan wajah yang pucat, Bhallu berteriak dan ia berlari ketakutan dan terjatuh ketika Bhallu berusaha untuk melarikan diri dari  hantu Baji sudah berdiri didepannya, Bhallu kembali ketakutan dan terbata-bata memanggil nama Baji. Baji mengatakan "Apa baba"

Bhallu gemetar berkata "Apa kau hantu Baji?". Baji  marah dan melepaskan kain putih ditubuhnya mengatakan "tidak aku Baji". Bhallu meminta pengampunan dan mengakui semuanya pada Baji "Aku melakukan semua itu untuk Naser". Baji memukuli dan menampar Bhallu dan akhirnya Bhallu tahu Baji masih hidup, teman-teman Baji datang kesana mengeliling Bhallu mereka marah pada Bhallu, Baji mengatakan "Aku akan mengampuni mu, tapi aku tidak akan bisa memaafkan semua penghianatan mu.., kau penghianat". Begitu juga dengan semua orang yang memanggil Bhallu sebagai penghianat. Chimna dan Bihu datang kesana menyampaikan pada Baji bahwa ayahnya telah kembali kerumah, Baji tersenyum senang. Baji masih memukuli Bhallu dan memegangi kerah baju Bhallu, Ballu berkata  "Apakah paman telah datang?". Baji kembali memukulinya dan mengatakan "Aku tidak akan melepaskan mu jika Chimna tidak datang kesini". Baji mengatakan "Aku akan kembali". Baji menamparnya kembali dan membiarkan Bhallu pergi, Baji dan semua teman-temannya bersorak sorai  "Har..har Mahadev"

Radha Bai sedang mengangkat dan menjemur pakian bersama pelayannya, seekor burung gagak hitam datang dan membuat Radha terganggu oleh suaranya, Radha mencoba untuk mengusirnya pergi dan meminta agar burung gagak membawakan Balaji, Radha mencoba mengusir  burung gagak yang terbang dan menghinggap di tempat yang lain,  ia terpeleset dan hampir terjatuh, Balaji datang bergegas menahan tubuh Radha di pelukannya, Radha sangat terharu bercampur bahagia ketika melihat Balaji ada di depan matanya, Balaji hanya tersenyum mereka berpelukan melepaskan rindu dan behenti ketika ketiga anaknya datang Chimna, Baji dan Bhiu memeluk Balaji. Balaji terasa nyeri. Radha meminta  suaminya untuk menunjukkan lukanya. tapi Balaji mengatakan "ini hanya luka kecil, jangamn Khawatir". Bihu bertanya pada ayahnya "Ada apa?".

Balaji mengatakan "Aku akan sembuh dengan cepat karena Bihu selalu di hati ku". Bihu bertanya "Aku tinggal di dua tempat, dan aku tidak tahu hal itu". Balaji tertawa. Baji mengatakan "Kami tahu... Baji bertanya pada ayahnya "Apakah pekerjaan ayah telah selesai?". Bihu bertanya "Apa yang kau bawa untuk kami?". Balaji mengatakan "Aku telah memenangkan Bhairav Garth untuk semua Marathis". Radha turut senang ketika mendengarnya". Chimna bertanya pada Balaji "Tapi..., yang gila Maharaj Shrivaji begitu penting". Balaji menjawab "Ya". Baji meminta Chimna untuk membiarkan dirinya untuk berbicara, Baji berkata "Aku ingin tahu segalanya". Bihu berkata pada ayahnya " Baba, kita tidak memiliki malai sejak lama dan itu sebabnya gigi susu ku rusak", Chimna meledeknya "Gigi susu mu di ambil tikus". Balaji hanya mengangguk, Bihu meminta ayahnya membawakan kembali gigi nya dari tikus". Baji mengatakan "Bukan Qila tapi bil (tempat persembunyian". Balaji hanya tertawa dan memeluk Bihu.

Radha meminta ketiga anaknya untuk membawakan ayah mereka minum, mereka bertiga pergi untuk membawakan air minum untuk ayah mereka, Balaji menarik tangan Radha Bai dan bertanya "Dimana dia?". Radha mengatakan "Aku disini, kau pergi jauh dari ku tanpa memberi tahu atau bertemu dengan ku". Mereka menghabiskan waktu dengan sangat romantis. Balaji mengatakan "Kau telah mengirim mereka dengan sengaja". Radha bertanya "mengapa aku?". Balaji mengatakan "Aku akan membalas mu tanpa bicara, mereka mencoba untuk lebih dekat dan  kemudian ketiga anak mereka datang kembali membawakan gelas berisi air di tangan masing-masing. Balaji terbaruk dan Radha Bai tersenyum menahan tawa. Radha mengatakan pada Baji " Aku meminta kalian membawakan air untuk mandi, ketiga anak mereka  pergi,  Balaji menggoda Radha Bai, Radha  mengatakan kadang-kadang untuk mengatakannya kita perlu waktu untuk diri kita sendiri". Mereka tersenyum

Radha dan Biuhu sedang memasak, Bihu mengatakan pada Radha "aku akan memberikan ayah roti buatan tangan ku". Radha tertawa. Sementara itu, Baji mengajarkan Baji pedang dan cara melawan. Baji mengatakan "Aku tahu usia ku pendek". Balaji terkejut ketika mendengarnya. Baji mengatakan pada ayahnya "aku tahu apa yang telah di ramalkan pandit ji untuk ku". Balaji menguatkan Baji mengatakan "Apakah kau tahu apa yang di ramalkan Pandit ji tentang diri mu sebelum kau lahir?". sebuah kilas balik di tampilkan ketika Pandit ji meramalkan "Putra mu akan memenuhi tanggung jawabnya untuk Swaraj.. takdir telah memilihnya". Kilas balik berakhir, Balaji mengatakan "Mararthi Samrajh merupakan tanggung jawab mu dan kau memiliki waktu yang sangat singkat". Baji bertanya "apa yang harus ku lakukan?"

Qameruddin menghukum putranya  dan bertanya pada Naser "Apakau kau benar-benar putra ku atau hanya orang lain yang terus tinggal di rumah ku?". Tanagn Naser terikat pada tiang dan disekelilingnya terdapat kobaran api, Naser  mengatakan pada ayahnya  "Aku hanya akan menjadi anak mu". Qammeruddin mengatakan "Jika kau ingin menjadi anak ku maka kau tidak akan lemah dari anak Marathi dan kau telah di pukuli seorang wanita". Naser mengatakan "Aku tidak tahu takdirnya begitu baik dan ia akan kembali di antara orang yang telah mati"

Balaji dan Baji sedang berlatih pedang, Balaji menjelaskan makna Swaraj, ia mengatakan "Kau akan mengerti sendiri". Mereka saling bertarung pedang. Baji berteriak ketika Balaji dengan keras menyerangnya dan membuat Baji ketakutan.

Qammeruddin meminta Naser untuk membunuh musuh yang merupakan akar dari permusuhan mereka, ia menyirakan minyak tanah dan membuat nyala api semakin membesar. Qammerudin mengatakan "Kami datang kesini untuk memberintah, bukan hanya sekerdar membuang waktu.., aku akan duduk di kursi Aruangseb setelah ia meninggal". Naser berjanji pada ayahnya bajwa ia tidak akan kehilangan waktunya dan pasti akan membalaskan dendamnya pada Baji.

Balaji menurunkan pedangnya dari Baji, ia bertanya pada ayahnya " Ayah aku tidak bisa mengerrti jika aku membawa Swaraj, lalu kenapa perasaan ini tidak datang dalam hati ku sampai sekarang ... bagaimana aku akan mengembangkan perasaan ini"


Baji bilang aku tidak bisa mengerti jika saya akan membawa Swaraj, lalu kenapa perasaan ini tidak datang dalam hatiku sampai sekarang dan bagaimana saya akan mengembangkan perasaan ini. Dia tampak pada.

Precap:
Chimna sedang bermain dengan Bihu Prajurit Mughal utusan Qammeruddin melintasi jalan perkampungan dan membuat Bihu terjatuh dan ketakutan, para prajurit Mughal datang untuk menyiksa semua orang Marathi dan memecuti semua wanita yang saat itu sedang menimba air di sebuah sumur, Radha terjatuh saat mereka datang dengan kuda mereka, Chimna berteriak ketakutan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar