Selasa, 14 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 16 ( 13 Februari 2017 ) : JEBAKAN NASER UNTUK BAJI BAGIAN 2 : BAJI TERJATUH DARI TEBING OLEH NASER, BALAJI MENGIRIMKAN SURAT UNTUK RADHA, KEADAAN BAJI KRITIS.

JADWAL TAYANGAN ONLINE : 13 Februari 2017
SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 16
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 



Index : Nasir mulai bertarung melawan Bajirao di puncak sebuah bukit. Bajirao membalas dengan keras melawan Nasir. Radhabai menerima surat Balaji Vishwanath. Dia mengetahui bahwa Tararani telah mengirim Balaji Vishwanath ke sebuah misi baru. Di sisi lain, Nasir melempar Bajirao dari tebing. Beberapa warga desa membawa Bajirao terluka ke rumahnya. Mereka memberi tahu Radhabai bahwa Bajirao telah digigit beberapa kadal raksaksa.

--------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------




Seorang pria datang memberikan surat untuk Radha Bai, Radha menerimanya dan masuk kedalam, ia sedang memasak.  Radha membaca surat Balaji yang ditulis dengan puitis. Dalam surat Balaji memberitahu Radha bahwa ia telah pergi kerja tanpa meminta izin. Ia memberitahu bahwa Balaji mempunyai sebuah misi yang telah diberikan pada oleh Tara Rani Saheb dan ia sangat terkesan dengannya. Balaji meminta Radha Bai untuk tidak menangis dan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menulis suratnya sampai ia selesai dengan misinya. Radha mengingat ketika ia memeluk Balaji dari belakang sebelum suaminya pergi, ia berusaha untuk tidak menangis dan tersenyum, tapi  Radha tidak sanggup menahan air matanya dan  menangis dan memeluk suratnya. Radha meminta maaf dan mengatakan "kau telah meminta ku untuk tidak menangis, dan aku tahu bahwa aku istri seorang prajurit, tetapi aku tidak bisa berhenti menangis, jangan khawatir ... Aku akan mengurus anak-anak.  Bhiu dan Chimna ji pulang.memanggil ibunya,  Radha  mengusap airmatanya dan berlari keluar, Radha bertanya pada mereka "di mana Baji?".
Baji di jebak oleh Naser, mendengar ucapan Baji Naser berlari dan akan menyerang baji tapi Baji memukul Naser dan membuanya jatuh, Baji  meminta Naser untuk belajar membela diri. Baji mengatakan " aku tidak membiarkan sorban kami jatuh". Naser sengaja mengangkat kakinya sehingga membuat Baji terjatuh,  Naser dan Baji bangun, mereka saling meanatap dan memakai sorbannya masing-masing.
Naser kembali akan menyerang kembali dan menginginkan agar Sorban Baji jatuh ke tanah, Baji berjongkok mengambil pasir dan melempar ke mata Naser, Baji berlari dan akan pergi tapi beberapa pengikut Naser dan beberapa prajuritnya menghadangnya di depan, Naser menyerang Baji dari belakang, tapi Baji melakukan perkelahian , Baji berkelahi dengan Naser seperti pejuang sejati dan terus saling melawan satu sama lainnya, Baji berhasil mengalahkan Naser dan membuatnya hampir terjatuh ke jurang, lalu Baji memegangi tangan Naser untuk menahannya, ketika semua prejurit Naser akan mendekatinya,  Baji memperingati mereka mengatakan" kalau ada yang datang dekat pada ku maka aku akan menjatuhkan mu dari  tebing". Mereka semua mundur,  Naser ketakutan dan meminta agar Baji tidak melepaskan tangannya, Baji melepaskan tangan Naser dan membuat ia hampir terjatuh tapi Baji memegang tangan Naser yang satunya, Baji hanya tersenyum lalu menariknya, Baji menarik Naser ke tempat yang aman dan mendorongnya.
Baji mengatakan" ini tanah kami, jangan main-main dengan kami, kalau tidak aku akan membuat mu merasakan tanah ini lagi" . Naser meminta pedang dari Heydar dan mengarahkannya pada Baji, Naser mulai memulai perkrlahiannya kembali dengan menggunakan pedang dan menyerang Baji tapi Baji menghindari serangannya. Naser terus menyerang Baji dengan pedang dengan membabi buta sehingga membuat Baji terpelset  sampai ke tepian jurang, Baji terprosok dan bergantungan pada batu, Naser menancapkan pedangnya. Baji mencoba untuk memmanjat dinding tebing dengan berpegangan pada batu, Naser hanya melihatnya dan tersenyum puas, Baji mengatakan " kau telah menipu ku, kau tidak melakukannya dengan benar'”. Baji mencoba memanjat kembali, tapi Naser menendang lengannya dan Baji terjatuh kejurang dan berteriak, Naser hanya tertawa. Haydar menghampiri Naser dan mengambilkan topinya, Naser meminta Haydar dan semua pengikutnya agar Baji di selamatkan. Haedar megatakan “Temapat ini berbahaya, Baji tidak akan mungkin keluar dan hidup dari sana”.
Malam hari, Balaji datang ke Bhairav Gath bersama dengan temannya, para penduduk berdiri menyambut kedatangannya. Seorang wanita mengatakan pada mereka bahwa suaminya telah dipenjara oleh Mughal, wanita itu juga menceritakan semua penderitaan mereka.
Balaji merasa kasihan dengan nasib wanita itu, Balaji mengatakan" jika kau ingin hidup maka kau harus belajar untuk menyalakan cahaya api".

Baji terluka, ia sadar dan mencoba untuk bangun dan menemukan dirinya di kelilingi komdodo, seekor komodo mengigit kaki Baji, ia bangun dan mencoba berjalan untuk menghin dari dirinya dari serangan komodo yang terus mengejarnya, Baji tersandung batu besar dan terjatuh. Komodo menyerang Baji.
Radha Bai tertidur diluar menunggu Baji pulang, ia menatap langit dan terkejut ketika menyadari hari telah malam, Radha menghawatirkan Baji yang masih belum pulang, lalu berteriak memanggil Chimna dan pelayannya untuk mencari Baji, Radha menangis dan menghawatirkan Baji.
Keesokan paginya, Balaji dan temannya melihat dari kejauhan ketika melihat pria dar Marthi di ikat dan dicambuki oleh prajurit Mughal, Balaji mengatakan pada temannya bahwa dirinya akan menghentikan kekajaman itu bagaimana pun caranya, tapi Balaji ragu dan berhenti dan meminta temannya untuk melihat komandan parajurit Mughal meninggalkan pria Marthi, ia mengatakan “kita akan membiarkan pria ini bebas sehingga ia dapat memiliki rasa takut dan rasa sakit'. Balaji mengatakan " aku telah merasakan dan membaca mata orang mughal".  Anak buahnya melepaskan ikatan pria itu lemah dan terjatuh. Prajurit Mughal pergi dengan menunggangi kuda mereka. Temannya bertanya tentang apa yang terjadi. Kilas balik di tempilkan sejenak ketika pria Marthi di cambuki, komandan prajurit mengepalkan tangan dan juga memejamkan matanya. Balaji berjalan bersama dengan temannya dan membicarakan pencambukan itu
Teman-teman Baji memberitahu Radha Bai bahwa mereka melihat Baji berjalan menuju ke pegunungan, mereka mengatakan jika baji telah hilang. Radha terkejut dan bertanya pada mereka “Bagaimana Baji bisa menghilang?”. Seakan tidak percaya, Radha tidak percaya dengan ucapannya. Tapi Cimna mengatakan pada Radha "bahkan aku pergi dan mencari, tapi aku tidak dapat menemukannya".  Tapi Radha yakin tidak akan terjadi apa-apa pada saudaranya.
Gotiya berteriak memanggil Radha Bai datang ke hadapannya dengan menangis, Radha bertanya “Ada apa Gotiya, diaman Baji?”. Radha terus memarahi Gotiya dan memintanya memberitahu dimana Baji, Gotiya dan semua orang melihat kearah pintu gerbang dan melihat beberapa orang berjalan masuk dan menandu Baji yang sedang kritis. Radha bertanya pada mereka lalu beberapa pria itu menurunkan tandu, Radha Bai terkejut, Chimna berteriak memanggil kakaknya bergitu juga dengan teman-temanya mereka semua menghampiri Baji dan menangis, Radha masih  terkejut melihat kondisi Baji, ia mengingat semua ucapan ramalam Pandit ji yang saat itu meramalkan masa depan Baji bahwa Usia Baji akan semakin pendek. Bihu menangis memeluk ibunya dan bertanya “ibu apa yang terjadi dengan kakak ku?”.
Radha masih terpaku menatap kondisi Baji, Chimna juga menangis dan menarik tangan Radha  dan bertanya pada ibunya “Aayi katakan pada ku apa yang terjadi dengan kakak ku?”. Teman-teman Baji memanggil Radha tapi sama sekali tidak ada reaksi. Salah seorang pria yang telah menghantarkan Baji memberitahu pada Radha bahwa Baji digigit komodo berkali-kali. Radha bergerak dan berlutut disamping putranya yang tampak pucat dan memegang wajahnya, ia  sangat khawatir dengan kondisi Baji, Chimna dan Bihu juga berada disamping Baji bersama dengan teman-temannya yang lain. Radha berteriak mengatakan “Apa yang kalian lihat, panggilkan tabib dan daun peepal”. Gotiya dan beberapa orang pergi.Radha Bai mengangkat  Baji kedalam pelukannya dan membawa Baji masuk ke dalam rumah.
Malam hari, tabib datang untuk mengobati Baji. Semua orang menangis, Baji masih terbaring tidak sadarkan diri dan kondisinya keritis, Baji do obati dalam kolam penuh dengan daun Peepal. Bihu menangisi kondisi kakaknya, tabib memberikan wadah berisi lintah dan meminta Radha untuk menaruhnya di atas tubuh Baji, Bihu ketakutan dan menjerit memeluk Chimna. Radha mengatakan “tenanglah Bihu, mereka akan menghisap racun kakak mu”.  Bihu ketakutan, Radha meminta Chimna untuk membawa Bihu masuk ke dalam, tapi Bihu menangis dan menolak ajakan Chimna. Chimna mencoba merayu Bihu, dan memintanya untuk ikut dengannya. Bihu bertanya “Apakah kakak ku akan baik-baik saja?”. Chimna memeluk Bihu, dan Radha menangis meminta Chimna membawa Bhiu masuk, Bihu tetap menolak dan memoon agar ia tetap besama dengan kakaknya. Chimna dan Gotiya membawa Bihu masuk ke dalam.
Radha menangis mengatakan pada Baji yang masih tidak sadarkan diri “Baji, aku tahu kau masih mendengarkan ibu mu, bukalah mata mu.. Aayi mu meminta bukalah mata mu”. Radha menangis sedih. Tabib  meminta Radha untuk melakukan apa yang ia bilang. Radha menyeka darah  yang keluar di wajah Baji
Vaid ji/ tabib meminta Radha untuk menaruh minyak di hidung dan matanya. Radha kemudian menaruh minyak di hidung dan matanya seperti yang di minta tabib  padanya. Vaid mengatakan" Mari kita serahkan pada Mahadev untuk kesembuhannya, kita telah melakukan pengobatan, kalau Baji tidak segera membuka matanya maka ......". Radha menangis merindukan Balaji dan berpikir " putra mu membutuhkan mu dan bahkan aku" ....
Precap:
Radha menangis duduk di samping Baji,  ketika itu angina berhembus sangat kencang Radha menutup diya dengan tangannya agar cahaya lampu tidak padam, Pandit ji datang kesana membuat Radha dan semua orang terkejut.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar