JADWAL TAYANGAN ONLINE : 13 Februari 2017
Seorang pria datang
memberikan surat untuk Radha Bai, Radha menerimanya dan masuk kedalam, ia
sedang memasak. Radha membaca surat Balaji
yang ditulis dengan puitis. Dalam surat Balaji memberitahu Radha bahwa ia telah
pergi kerja tanpa meminta izin. Ia memberitahu bahwa Balaji mempunyai sebuah
misi yang telah diberikan pada oleh Tara Rani Saheb dan ia sangat terkesan
dengannya. Balaji meminta Radha Bai untuk tidak menangis dan mengatakan bahwa
dirinya tidak bisa menulis suratnya sampai ia selesai dengan misinya. Radha
mengingat ketika ia memeluk Balaji dari belakang sebelum suaminya pergi, ia
berusaha untuk tidak menangis dan tersenyum, tapi Radha tidak sanggup menahan air matanya dan menangis dan memeluk suratnya. Radha meminta
maaf dan mengatakan "kau telah meminta ku untuk tidak menangis, dan aku
tahu bahwa aku istri seorang prajurit, tetapi aku tidak bisa berhenti menangis,
jangan khawatir ... Aku akan mengurus anak-anak. Bhiu dan Chimna ji
pulang.memanggil ibunya, Radha mengusap airmatanya dan berlari keluar, Radha bertanya
pada mereka "di mana Baji?".
Baji di jebak oleh Naser,
mendengar ucapan Baji Naser berlari dan akan menyerang baji tapi Baji memukul
Naser dan membuanya jatuh, Baji meminta
Naser untuk belajar membela diri. Baji mengatakan " aku tidak membiarkan
sorban kami jatuh". Naser sengaja mengangkat kakinya sehingga membuat Baji
terjatuh, Naser dan Baji bangun, mereka
saling meanatap dan memakai sorbannya masing-masing.
Naser kembali akan
menyerang kembali dan menginginkan agar Sorban Baji jatuh ke tanah, Baji
berjongkok mengambil pasir dan melempar ke mata Naser, Baji berlari dan akan
pergi tapi beberapa pengikut Naser dan beberapa prajuritnya menghadangnya di
depan, Naser menyerang Baji dari belakang,
tapi Baji melakukan perkelahian , Baji berkelahi dengan Naser seperti pejuang
sejati dan terus saling melawan satu sama lainnya, Baji berhasil mengalahkan
Naser dan membuatnya hampir terjatuh ke jurang, lalu Baji memegangi tangan
Naser untuk menahannya, ketika semua prejurit Naser akan mendekatinya, Baji memperingati mereka mengatakan"
kalau ada yang datang dekat pada ku maka aku akan menjatuhkan mu dari tebing". Mereka semua mundur, Naser ketakutan dan meminta agar Baji tidak
melepaskan tangannya, Baji melepaskan tangan Naser dan membuat ia hampir
terjatuh tapi Baji memegang tangan Naser yang satunya, Baji hanya tersenyum
lalu menariknya, Baji menarik Naser ke tempat yang aman dan mendorongnya.
Baji mengatakan" ini tanah kami, jangan main-main
dengan kami, kalau tidak aku akan membuat mu merasakan tanah ini lagi" .
Naser meminta pedang dari Heydar dan mengarahkannya pada Baji, Naser mulai
memulai perkrlahiannya kembali dengan menggunakan pedang dan menyerang Baji
tapi Baji menghindari serangannya. Naser terus menyerang Baji dengan pedang
dengan membabi buta sehingga membuat Baji terpelset sampai ke tepian jurang, Baji terprosok dan
bergantungan pada batu, Naser menancapkan pedangnya. Baji mencoba untuk
memmanjat dinding tebing dengan berpegangan pada batu, Naser hanya melihatnya
dan tersenyum puas, Baji mengatakan " kau telah menipu ku, kau tidak
melakukannya dengan benar'”. Baji mencoba memanjat kembali, tapi Naser
menendang lengannya dan Baji terjatuh kejurang dan berteriak, Naser hanya
tertawa. Haydar menghampiri Naser dan mengambilkan topinya, Naser meminta
Haydar dan semua pengikutnya agar Baji di selamatkan. Haedar megatakan “Temapat
ini berbahaya, Baji tidak akan mungkin keluar dan hidup dari sana”.
Malam hari, Balaji datang ke Bhairav Gath bersama dengan
temannya, para penduduk berdiri menyambut kedatangannya. Seorang wanita
mengatakan pada mereka bahwa suaminya telah dipenjara oleh Mughal, wanita itu
juga menceritakan semua penderitaan mereka.
Balaji merasa kasihan dengan nasib wanita itu, Balaji mengatakan" jika kau ingin hidup maka kau harus belajar untuk menyalakan cahaya api".
Balaji merasa kasihan dengan nasib wanita itu, Balaji mengatakan" jika kau ingin hidup maka kau harus belajar untuk menyalakan cahaya api".
Baji terluka, ia sadar dan mencoba untuk bangun dan
menemukan dirinya di kelilingi komdodo, seekor komodo mengigit kaki Baji, ia
bangun dan mencoba berjalan untuk menghin dari dirinya dari serangan komodo
yang terus mengejarnya, Baji tersandung batu besar dan terjatuh. Komodo menyerang
Baji.
Radha Bai tertidur diluar menunggu Baji pulang, ia menatap
langit dan terkejut ketika menyadari hari telah malam, Radha menghawatirkan
Baji yang masih belum pulang, lalu berteriak memanggil Chimna dan pelayannya
untuk mencari Baji, Radha menangis dan menghawatirkan Baji.
Keesokan paginya, Balaji dan temannya melihat dari kejauhan
ketika melihat pria dar Marthi di ikat dan dicambuki oleh prajurit Mughal,
Balaji mengatakan pada temannya bahwa dirinya akan menghentikan kekajaman itu
bagaimana pun caranya, tapi Balaji ragu dan berhenti dan meminta temannya untuk
melihat komandan parajurit Mughal meninggalkan pria Marthi, ia mengatakan “kita
akan membiarkan pria ini bebas sehingga ia dapat memiliki rasa takut dan rasa
sakit'. Balaji mengatakan " aku telah merasakan dan membaca mata orang
mughal". Anak buahnya melepaskan
ikatan pria itu lemah dan terjatuh. Prajurit Mughal pergi dengan menunggangi
kuda mereka. Temannya bertanya tentang apa yang terjadi. Kilas balik di
tempilkan sejenak ketika pria Marthi di cambuki, komandan prajurit mengepalkan
tangan dan juga memejamkan matanya. Balaji berjalan bersama dengan temannya dan
membicarakan pencambukan itu
Teman-teman Baji memberitahu Radha Bai bahwa mereka melihat
Baji berjalan menuju ke pegunungan, mereka mengatakan jika baji telah hilang. Radha
terkejut dan bertanya pada mereka “Bagaimana Baji bisa menghilang?”. Seakan tidak
percaya, Radha tidak percaya dengan ucapannya. Tapi Cimna mengatakan pada Radha
"bahkan aku pergi dan mencari, tapi aku tidak dapat menemukannya". Tapi Radha yakin tidak akan terjadi apa-apa
pada saudaranya.
Gotiya berteriak memanggil Radha Bai datang ke hadapannya
dengan menangis, Radha bertanya “Ada apa Gotiya, diaman Baji?”. Radha terus
memarahi Gotiya dan memintanya memberitahu dimana Baji, Gotiya dan semua orang
melihat kearah pintu gerbang dan melihat beberapa orang berjalan masuk dan menandu
Baji yang sedang kritis. Radha bertanya pada mereka lalu beberapa pria itu
menurunkan tandu, Radha Bai terkejut, Chimna berteriak memanggil kakaknya
bergitu juga dengan teman-temanya mereka semua menghampiri Baji dan menangis,
Radha masih terkejut melihat kondisi
Baji, ia mengingat semua ucapan ramalam Pandit ji yang saat itu meramalkan masa
depan Baji bahwa Usia Baji akan semakin pendek. Bihu menangis memeluk ibunya dan
bertanya “ibu apa yang terjadi dengan kakak ku?”.
Radha masih terpaku menatap kondisi Baji, Chimna juga
menangis dan menarik tangan Radha dan bertanya
pada ibunya “Aayi katakan pada ku apa yang terjadi dengan kakak ku?”. Teman-teman
Baji memanggil Radha tapi sama sekali tidak ada reaksi. Salah seorang pria yang
telah menghantarkan Baji memberitahu pada Radha bahwa Baji digigit komodo
berkali-kali. Radha bergerak dan berlutut disamping putranya yang tampak pucat
dan memegang wajahnya, ia sangat
khawatir dengan kondisi Baji, Chimna dan Bihu juga berada disamping Baji
bersama dengan teman-temannya yang lain. Radha berteriak mengatakan “Apa yang
kalian lihat, panggilkan tabib dan daun peepal”. Gotiya dan beberapa orang
pergi.Radha Bai mengangkat Baji kedalam
pelukannya dan membawa Baji masuk ke dalam rumah.
Malam hari, tabib datang untuk mengobati Baji. Semua orang
menangis, Baji masih terbaring tidak sadarkan diri dan kondisinya keritis, Baji
do obati dalam kolam penuh dengan daun Peepal. Bihu menangisi kondisi kakaknya,
tabib memberikan wadah berisi lintah dan meminta Radha untuk menaruhnya di atas
tubuh Baji, Bihu ketakutan dan menjerit memeluk Chimna. Radha mengatakan “tenanglah
Bihu, mereka akan menghisap racun kakak mu”.
Bihu ketakutan, Radha meminta Chimna untuk membawa Bihu masuk ke dalam,
tapi Bihu menangis dan menolak ajakan Chimna. Chimna mencoba merayu Bihu, dan
memintanya untuk ikut dengannya. Bihu bertanya “Apakah kakak ku akan baik-baik
saja?”. Chimna memeluk Bihu, dan Radha menangis meminta Chimna membawa Bhiu
masuk, Bihu tetap menolak dan memoon agar ia tetap besama dengan kakaknya. Chimna
dan Gotiya membawa Bihu masuk ke dalam.
Radha menangis mengatakan pada Baji yang masih tidak
sadarkan diri “Baji, aku tahu kau masih mendengarkan ibu mu, bukalah mata mu..
Aayi mu meminta bukalah mata mu”. Radha menangis sedih. Tabib meminta Radha untuk melakukan apa yang ia
bilang. Radha menyeka darah yang keluar
di wajah Baji
Vaid ji/ tabib meminta Radha untuk menaruh minyak di hidung
dan matanya. Radha kemudian menaruh minyak di hidung dan matanya seperti yang
di minta tabib padanya. Vaid
mengatakan" Mari kita serahkan pada Mahadev untuk kesembuhannya, kita
telah melakukan pengobatan, kalau Baji tidak segera membuka matanya maka
......". Radha menangis merindukan Balaji dan berpikir " putra mu
membutuhkan mu dan bahkan aku" ....
Precap:
Radha menangis duduk di samping Baji, ketika itu angina berhembus sangat kencang Radha menutup diya dengan tangannya agar cahaya lampu tidak padam, Pandit ji datang kesana membuat Radha dan semua orang terkejut.
Radha menangis duduk di samping Baji, ketika itu angina berhembus sangat kencang Radha menutup diya dengan tangannya agar cahaya lampu tidak padam, Pandit ji datang kesana membuat Radha dan semua orang terkejut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar