JADWAL TYO SONY TV : 15 Februari 2017
Radha Bai datang untuk menemui Naser ke tendanya, dua orang prajurit menghadangnya, Radha meminta mereka untuk tidak ikut campur urusannya karena akan menghukum tidakan Naser yang ingin membunuh putranya Baji. Nase rmendangarnya ia berfikir Bajo telah berhasil diselamatkan. kilas balik ditampilkan ketika Heydar dan Naser menjebak Baji sampai kepegunungan dan berencana untuk membunuhnya. Prajurit Mughal menolak untuk membiarkan Radha Bai menemui Naser, Radha Bai hanya tertawa dan tersenyum dan mengejek mereka.
Naser yang pada saat itu mengetahui kedatangan Radha Bai mengatakan "Biarkan dia datang". Naser keluar dari tendanya dan berdiri, Radha menghampirinya dan menatapnya marah, Naser bertanya pada Radha "Katakan apa yang kau inginkan". Radha mengatakan pada Naser " Aku datang untuk memberi tahu dua berita, pertama putra ku baik-baik saja dan ia masih hidup, dan kabar lainnya adalah hadiah yang harus kau berikan untuk ibu mu", Naser terkejut lalu Radha bai menampar Naser di depan semua prajuritnya. Semua prajurit datang ingin menangkap Radha, tapi Radha melemparkan bubuk cabai pada mereka, semua prajurit tergeletak kemudian Radha mengambil sebuah tongkat dan memukuli Naser berkali-kali. Naser kesakitan dan meminta Radha mengentikannya, ia meminta maaf dan meminta pengampunan pada Radha Bai. Naser mengingat ketika ia mendendang dada Baji dan Baji terjatuh ke jurang.
Radha mengatakan " Aku akan memaafkan mu, karena aku berfikir kau juga hanya seorang anak". Radha meminta Naser untuk menghormati tanah mereka dan hal yang lainnya bahwa Marahati sangat keras kepala dan jika mereka bertekad mereka akan mengambil kehidupan musuh mereka". Radha meminta Naser untuk mengingat apa yang dapat Marharti lakukan untuk musuh-musuh mereka dan melemparkan tongkat ke Naser lalu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Naser. Nase hanya terdiam ia menangis dan mengusap air matanya.
Di kerajaan, Shivaje bertanya pada Rani Saheb "Menga[a yang bersalah tidak dihukum?". Rani Saheb mengatalan "Burung rentan melakukan kesalahan seperti itu... Aurangzeb melakukan perang untuk merebut tanah dan kita melakukan perang untuk perdamaian..., jika kami kalah, maka orang kami akan dibunuh oleh Mughal" . Rani Saheb meminta Shiva Raje untuk membuat dirinya siap bertarung dengan Mughal. Ketika Rani Saheb berbalik ia tidak menemukan Shiva Raje.
Pant Pratinidhi meminta Rani Saheb untuk memberikan wakti untuk Shiva Raje dan mengatakan "Ia masih kecil sekarang", Rani Saheb mengatakan "tapi kita sudah tidak punya waktu lagi". Rani Saheb mengatakan "Kita sudah tidak punya waktu lagi, aku tidak bisa memberikan waktu untuknya dan sibuk memegang pedang di tangan ku.., aku akan mekatihnya". Pant Pratinidhi mengatakan "Aku datang untuk berrbicara dengan mu tentang Balaji.., kami belum mendapatkan kabar darinya". Rani Saheb memintanya untuk bersiap memberikan kejuatan
Di suatu tempat, Komandan prajurit Mugal sedang bertemu dan berbicara dengan Bahadur dari Bhairav Garth yang saat itu duduk di kursi, dan mengatakan padanya tentang baba yang menyelamatkannya, ia mengingat ketika Baji menyelamatkannya, dan memintanya untuk membuat pemipinannya percaya padanya. komandan prajurit pergi dan berterima kasih padanya lalu Bahadur yang saat itu duduk di tempat yang gelap meminta pada pengikutnya untuk mengetahui apakah hal itu merupakan konspirasi yang dibuat Tara Rani Bai.
Baji bangun, dan mencari ibunya diluar Maha Pandit ji datang kembali menemui Radha Bai, Radha berterima kasih pada Pandit ji karena telah menyelamatkan Baji , Pandit ji sangat menghargainya ketika Radha berlutut meminta berkahnya Baji keluar dari kamarnya ia tersenyum, tapi Pandit ji sudah mengetahui sejak awal jika Baji memiliki usia yang pendek, tapi kemudian ia mencoba cara terbaik untuk menyelamatkan naywa Baji, Baji terkejut ketika mendengarnya ia menjadi gemetar, tiba-tiba angin berhembus kencang dan merubah langit yang terang menjadi gelap. Baji mengingat semua yang telah di lakukan Naser padanya dan ia menangis, cuaca berubah dengan cepat dan Maha pandit ji berpamitan pada Radha
Balaji dan ajudannya menyamar, ia memberitahu pada ajudannya bahwa dirinya akan membunuh Qazi sebelum ia mencoba membunuh mereka. Ajudannya bertanya "Aku tidak akan datang besama dengan mu jika aku tahu semua rencana mu". Balaji memberitahu pada ajudannya tentang semua rencananya dengannya dengan menunjukkan sebuah benda pada Aajudannya, Ajudannya bertanya " Bagaimana kau akan membunuhnya?". Mereka harus melewati pemerikasaan dan komandan prajurit membantunya untuk lolos dari penjagaan, komandan Parjurit berkata "Dia adalah baba itu". Penjaga curiga dan menatap Balaji yang ketika itu menyamar, Penjaga berkata "Ia lebih tampak seperti seorang prajurit". Dua orang prajurit memeriksa Balaji dan ajudannya, Balaji mengangkat tangannya dan menyembunyikan sebuah benda di balik telapak tangannya. Kepala penja mencurigai Balaji, dan Balaji melemparkan benda itu ke tanah, ajudannya sengaja menginjaknya, dan kepela penjaga memeriksa kembali Balaji lalu ajudan Balaji menendang benda itu dan Balaji menangkapnya, Kepala penjaga mengijinkan Balaji dan ajudannya masuk, Balaji hanya tersenyum pada komandan prajurit yang telah membantunya.
Radha sedang melukis di luar, ia mengatakan pada Baji bahwa ia telah bermimpi melihat Baji menjadi orang besar". Baji duduk mendengarkan ibunya, Baji menyembunyikan kesedihannya dan berbicara dalam hatinya pada dewa "Mengapa kau memberikan usia pendek untuk ku ketika orang tua ku berdoa untuk usia hidup ku yang panjang?". Tanpa Baji sadari ia meneteskan air matanya, Rahda meminta Baji untuk mengambilkan kunyit di dapur, Baji mengusap air matanya, dan ia pergi ke dapur. Chimna berjalan memegang wadah berisi minyak yang menetes kelantai, Baji berjalan menuju dapur, ia hanya terdiam mengingat ucapan Maha pandit ji, Baji terplesert karena tumpahan minyak di lantai ia menghindari dirinya tertimpa barang-barang dan melindungui dirinya dan tanpa sengaja menarik tali dan menjatuhkan perabotan yang lainnya, Pisau-pisau berjatuhan dan menusuk tepat lehernya, ia menjerit memegangi lehernya, Baji berteriak, ia tersadar dan bangun dan terkejut bercampur dengan rasa takut dan juga bingung, kemudian Baji menyadari itu hanya rasa takut dan imajinasinya. Baji melihat kesekeliling dapur dan melihat semua prabotan didapur tetap pada posisinya semula.
Penjaga pintu membawa Balaji dan ajudannya kehadapan Bahadur di kawal oleh kepala prajuritnya yaitu Abdullah, dan meminta mereka untuk berjalan merangkak, Balaji dan Ajudannya merangkak seperti yang di perintahkan, Bahadur meminta prajuritnya untuk menghentikannya, Balaji bangun dan mengatakan "Yang kami lakukan keramat... sihir " ketika Balaji akan mendekatinya, beberapa tombak menghalangi Balaji ketika akan menghampiri Bahaduri tapi Bahadur bertanya pada Fakeer Baba " bagaimana kau sampai kei Bhairav garh dan membuat prajurit ku percaya bahwa ka hebat
Baji masih terdiam. berpikir tentang semua ucapan yang telah dikatakan Maha Pandit ji bahwa dirinya sendiri lupa bahwa Baji memiliki usia yang pendek. Baji menangis dan ia duduk ketakutan. Bhiu datang dan membuatnya terkejut, Bihu bertanya pada Baji " Kakak apakah kau melihat tikus". Baji mengatalan "Tidak aku baik-baki saja". Bihu meminta Baji untuk memberikannya achaar, tapi Baji ketakutan ketika melihat rak dan meminta Bihu mengambil sendiri, Baji mengatakan "Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak ada dirimah dan aku tidak pernah kembali?" Bihu berkata "Aku akan menunggu mu kembali karena kau tidak pernah berendam di tanaman Peepal". Baji bertanya "apakah aku berendam di tanaman Peepal?. Bhiu terkejut.
Precap:
Baji mengatakan pada Radha bahwa ia mendengarnya berbicara dengan Pandit ji tentang usia hidupnya yang pendek. Radha terkejut. Baji mengajak Radha kesuatu tempat tapi Radha menolaknya
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar