JADWAL TAYANGAN TYO : 8
Februari 2017
Radha datang ke kuil dan berdoa pada dewa Gannapati untuk Baji
dan Balaji agar mereja menang. Baji datang pada kudanya Malhari dan memberikan
pisang untuk Yakut, sementara Naser mencoba untuk menghentikannya, tapi
sia-sia.
Naser masih berbicara dengan Baji dan tema-temannya, tapi
mereka menunjuk dan berteriak “Heeey”… dan membuat Naser diam. Pihu terlambat
untuk berteriak dan menunjukkan jarinya pada Naser, Baji meminta mereka untuk
tenang, Baji turun dari Malhari Chimna
Pihu dan teman-temannya melarang Baji untuk melakukannya, Baji memberikan beberapa sisir pisang untuk
gajah Yakut dan Naser melarang Yakut untuk melahap pisang dari Baji, Pihu dan
teman-temannya tertawa. Naser bergitu sangat marah, Baji bertanya pada Naser
“untuk apa kau marah aku hanya memberikannya makan mungkin Yakut
menginginkannya” Baji kembali mengerluarkan beberapa sisir pisang dan
melahapnya, Naser berteriak memanggil Yakut, mencakupkan tangannya dan meminta
maaf pada gajah Yakut,Yakut hanya mengangguk-angguk.Gotiya dan teman-temannya
tertawa dan membuat Naser marah.
Baji mengatakan "untuk
pertama kalinya gajah harus merasakan kehilangan karena kuda" dan Baji meminta Yakut untuk tidak merasa bersedih tapi
Naser terlihat marah. Yakut menyentuh kepala Baji dengan belalinya. Baji
tersenyum, Baji dan teman-temannya menganggap Yakut sebagai Ganapati Bappa Moriya .... dan mereka
bersorak sorai
Seorang pria (Fakeer/ Balaji) terlihat menonton tarian para penari wanita yang saat itu. menari dan menceritakan lelucon
buruk tentang pr * stitute. Si pria menghentikan tarian mengatakan "aku
anak Aurangzeb... Aku tidak menyukai tarian". Seorang pria Marathi(teman
Balaji) memata-matainya duduk di atas
pohon. Anak Aruangzeb mabuk dan ia menghampiri seorang penari wanita semua
prajurit berteriak “Wa..wa..wa”. Pria itu meminta mereka untuk tidak berisik.
Pria itu marah dan mendorong penari wanita kembali lalu ia bertepuk tangan dan meminta musik kembali di
mainkan ia menari-nari dalam kondisi mabuk dan para penari mengiringi tarian
bersama dengannya, mereka berputar-putar mengikuti lantunan irama musik. Ia
berhenti menari kemudian mengambil busur dan anak panah, semua penari merasa
ketakutan dan meminta mereka kembali menari. Dengan membawa busur lengkap
dengan anak panah, ia kembali menari dan melepaskan anak panahnya, anak panah mengenai burung merpati yang
ketika itu terbang, burung itu terjatuh Anak Aruangzeb mengatakan " ayah
ku akan tahu apa yang sedang dilakukan putranya Kam Baksh ". pria itu
berjalan dan akan menghampiri burung, kemudian seorang pria dayang dengan
berpakian serba putih mengambil burung yang telah terluka dan menyembuhkan
burung.
Radha bai masih melakukan pemujaan pada Gannapatti, Gotiya
memberitahukan aturan permainan mengatakan pada Naser " ada bendera di
dalam jalan sempit dan siapa pun yang membawa bendera pertama akan
menang". Gotiya dan teman-temannya yakin Baji akan menjadi pemenangnya. Naser tersenyum licik dan mengatakan "hanya waktu yang
akan memberitahu”. Pihu datang menemui Baji dan melakukan tilak dengan
menggunakan pasir. Baji menyapa semua teman-temannya dan mengatakan Har.. Har
Mahadev. Naser terkejut. Sementara itu
Aayi masih melakukan puja di kuil,
Seorang pria memakai baju serba putih menyelamatkan burung
merpati yang terluka, Putra Aruangzeb yang sedang mabuk datang menghampirinya. Kam
Baksh mengatakan " kau telah membuktikan kata-kata ku yang salah dan
meminta membawa mu di sini". Lalu
pria itu (Fakeer/ Balaji ) melepaskan
burung merpati itu kembali. Putra Aruangzeb terkejut ketika melihat burung
merpati itu sembuh dan kembali terbang. Kam Baksh lebih dekat ke pria itu mereka menatap
kelangit dan . ". Kam Baksh tertawa,
ia berkata " bahkan anak-anak tahu jika burung hantu tidur di siang hari”
dan menunjuk jari pada Balaji. Prajurit akan menyerang Balaji tapi Kam Bakash
menghalanginya.
Balaji bilang " aku datang untuk melihat burung hantu
di siang hariBalaji mengatakan padanya " kau tidak bisa melihat ular di
bawah lengan baju ku yang dapat menghentikan mu untuk mendapatkan
hak-haknya". Radha terus berdoa di kuil.
Naser dan Baji bersiap-siap dengan gajah dan kuda mereka dijalur mereka masing-masing. Baji menatap
teman-temannya dan tersenyum, tapi Naer tersenyum licik. Pihu melepaskan kain mmerah
ditangannya untuk memulai pertandingan, Baji mulai meminta Malhari untuk
bersiap, Malhari mulai berlari meninggalkan Yakut dan Naser di belakangnya,
semua teman-teman Baji bersorak sorai untuk mendukungnya. Naser menatap Baji
yang sudah jauh dan akan memasuki gang sempit, Naser hanya tersenyum licik
menatap pada teman-teman Baji. Gotiya mengatakan "tampaknya Ganapati
Bappa mendengar kami dan tidak bergerak dari tempatnya". Naser memukul kepala Yakut dengan sangat keras dan membuat
Yakut berteriak kesakitan, Yakut mulai melangah maju menyusul Baji sehingga
membuat Gotiya dkknya terkejut.
Malhari terus berlari sementara Yakut menyusulnya di
belakang, Baji sudah mendekat dengan berndera ia bersiap untuk mengambilnya.
Semua teman-temannya beteriak gembira ketika melihat Baji telah berhasil
membawa bendera di tangannya, mereka kembali bersorak sorai untuk Baji. Naser
mengatakan " ia akan menang ...” Phiu dan Chima ji tertengun ketika Naser
mengatakan bahawa Baji tidak akan menang ketika Baji akan datang kembali membawa bendera di
tangannya. Naser berdiri di depannya dan meminta Yakut menunggu dan mencari
kemarahannya pada Baji dan Malhari. Chima dan Phiu khawatir.Gotiya mengingatkan
apa yang telah Baji katakan pada mereka
bahwa keberanian lebih besar dari pada apa pun. Malhari akan sampai di ujung
jalan dimana Yakut hanya terdiam. Naser
berpikir "Baji terjebak dalam perangkapnya sendiri dan tidak ada yang bisa
menyelamatkannya sekarang”. Naser mengingat semua perencanannya saat ia
berbicara dengan Bhallu di tempat yang sama. Baji melihat Yakut berdiri.
Balaji bertanya pada Kam Baksh " jika kau tertarik
untuk duduk di Singhasa "dan untuk itu Bakaji memintanya untuk berhenti
menjaga ular di lengan" Kam Baksh bertanya " apakah kau berbicara
tentang Qamer Uddin?"Balaji mengatakan " Qamer Uddin mengirim surat
palsu untuk Aurangzeb sehingga Tara Rani Saheb siap untuk memberikan deccan
penuh" Kam Baksh mengamuk dan bertanya
" mengapa Tara Rani Shaeb mau setuju untuk memberikan Deccan
penuh?'.Balaji mengatakan "Qamer Uddin adalah kecurangan Aurangzeb dan
bahkan Tara Rani tidak menyadari hal itu". Balaji memintanys bersiap-siap
untuk melihat burung hantu di siang hari.
Baji akan sampai di penghujung jalan tapi ia melihat Yakut
hanya diam berdiri , ia akan datang kembali membawa bendera ditangannya. Baji
berfikir “Apa yang sedang di lakukannya?”. Radha Bai masih dikulil melakukan
puja pada Gannapati, Malhari masih berlari disepanjang lintasan jalan sempit
dan Yakut hanya diam berdiri dan Naser hanya terus berguam menantikan kekalahan
Baji dan ingin melihat apa yang bisa Baji lakukan untuk memenangkan
pertandingan. Gotiya, Chimaji dan Phiu berdoa pada baba Gannapati untuk
mambantu kemenangan Baji, Malhari semakin mendekat dengan Yakut .. Baji mulai
bersiap di punggung Malhari dan membuat Chimna dan semua teman-temannya
khawatir. Malhari terus berlari dan hampir mendekati Yakut ,
Gotiya mengatakan" pikiran cerdas Baji telah memenangkannya". Baji melompat tepat waktu dan menapakkan kakinya di belali Yakut dan kemudian melompat melewati Naser Baji terbang tinggi membawa bendera di tangannya sehingga membuat Naser terkejut. Ketika baji berhasil tutun, Gotiya dan teman lain-lain menghampirinya dan juga memujinya. Baji berlari menuju lukisan yang dibuat Pihu dan berdiri di depannya dengan membawa bendera sekali lagi Naser terkejut, Baji berkata “Har.. har … Mahadev”, Pihu, Chimna dan teman-temannya berlari mendekati Baji dan mereka senang dan bersorak sorai “Har-har Maha Dev. Baji tersenyum dan membuat Naser marah sehingga menusukan tongkat di tangannya pada Yakut. Naser terus memukuli Yakut dan semua Prajurit Naser berlari ke arahnya.
Gotiya mengatakan" pikiran cerdas Baji telah memenangkannya". Baji melompat tepat waktu dan menapakkan kakinya di belali Yakut dan kemudian melompat melewati Naser Baji terbang tinggi membawa bendera di tangannya sehingga membuat Naser terkejut. Ketika baji berhasil tutun, Gotiya dan teman lain-lain menghampirinya dan juga memujinya. Baji berlari menuju lukisan yang dibuat Pihu dan berdiri di depannya dengan membawa bendera sekali lagi Naser terkejut, Baji berkata “Har.. har … Mahadev”, Pihu, Chimna dan teman-temannya berlari mendekati Baji dan mereka senang dan bersorak sorai “Har-har Maha Dev. Baji tersenyum dan membuat Naser marah sehingga menusukan tongkat di tangannya pada Yakut. Naser terus memukuli Yakut dan semua Prajurit Naser berlari ke arahnya.
Precap:
Kam Baksh meminta anak buahnya untuk membunuh faker / Balaji jikz kata-katanya terbukti palsu. Kemudian Baji meminta Naser tidak menyakiti atau itu merugikan siapa pun di tanah mereka.
Kam Baksh meminta anak buahnya untuk membunuh faker / Balaji jikz kata-katanya terbukti palsu. Kemudian Baji meminta Naser tidak menyakiti atau itu merugikan siapa pun di tanah mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar