Kamis, 09 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 13 ( 8 Februari 2017) dii : PERTEMUAN BALAJI DENGAN KHAM BKHAS, TANTANGAN KECIL UNTUK NASER BAJI MENANG MEMBAWA BENDERA DITANGANNYA DAN MELOMPAT MELEWATI GAJAH YAKUT DAN NASER YANG HANYA DIAM DI UJUNG JALAN SEMPIT

JADWAL TAYANGAN TYO  : 8 Februari 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 10
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 

Index : Bajirao dan Nasir saling berhadapan satu sama lain untuk sebuah tantangan. Bajirao duduk di kudanya Malhari sementara Nasir naik ke gajahnya. Di sisi lain, seorang fakir bertemu dengan putra Aurangzeb, Kam Bakhsh. Dia memberitahu Kam Bakhsh bahwa Kamruddin berencana untuk merebut wilayah 'Dakhan' dengan melepaskan Shahu dari penawanan Aurangzeb. Nasir berencana untuk menghalangi jalan Bajirao saat Bajirao membawa kembali bendera di atas kudanya.

-------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------



Radha datang ke kuil dan berdoa pada dewa Gannapati untuk Baji dan Balaji agar mereja menang. Baji datang pada kudanya Malhari dan memberikan pisang untuk Yakut, sementara Naser mencoba untuk menghentikannya, tapi sia-sia.
Naser masih berbicara dengan Baji dan tema-temannya, tapi mereka menunjuk dan berteriak “Heeey”… dan membuat Naser diam. Pihu terlambat untuk berteriak dan menunjukkan jarinya pada Naser, Baji meminta mereka untuk tenang, Baji turun dari Malhari    Chimna Pihu dan teman-temannya melarang Baji untuk melakukannya,  Baji memberikan beberapa sisir pisang untuk gajah Yakut dan Naser melarang Yakut untuk melahap pisang dari Baji, Pihu dan teman-temannya tertawa. Naser bergitu sangat marah, Baji bertanya pada Naser “untuk apa kau marah aku hanya memberikannya makan mungkin Yakut menginginkannya” Baji kembali mengerluarkan beberapa sisir pisang dan melahapnya, Naser berteriak memanggil Yakut, mencakupkan tangannya dan meminta maaf pada gajah Yakut,Yakut hanya mengangguk-angguk.Gotiya dan teman-temannya tertawa dan membuat Naser marah.
Baji mengatakan  "untuk pertama kalinya gajah harus merasakan kehilangan karena kuda" dan Baji  meminta Yakut untuk tidak merasa bersedih tapi Naser terlihat marah. Yakut menyentuh kepala Baji dengan belalinya. Baji tersenyum, Baji dan teman-temannya menganggap Yakut sebagai  Ganapati Bappa Moriya .... dan mereka bersorak sorai
Seorang pria (Fakeer/ Balaji)  terlihat menonton tarian para penari wanita  yang saat itu. menari dan menceritakan lelucon buruk tentang pr * stitute. Si pria menghentikan tarian mengatakan "aku anak Aurangzeb... Aku tidak menyukai tarian". Seorang pria Marathi(teman Balaji)  memata-matainya duduk di atas pohon. Anak Aruangzeb mabuk dan ia menghampiri seorang penari wanita semua prajurit berteriak “Wa..wa..wa”. Pria itu meminta mereka untuk tidak berisik. Pria itu marah dan mendorong penari wanita kembali lalu ia  bertepuk tangan dan meminta musik kembali di mainkan ia menari-nari dalam kondisi mabuk dan para penari mengiringi tarian bersama dengannya, mereka berputar-putar mengikuti lantunan irama musik. Ia berhenti menari kemudian mengambil busur dan anak panah, semua penari merasa ketakutan dan meminta mereka kembali menari. Dengan membawa busur lengkap dengan anak panah, ia kembali menari dan melepaskan anak panahnya,  anak panah mengenai burung merpati yang ketika itu terbang, burung itu terjatuh Anak Aruangzeb mengatakan " ayah ku akan tahu apa yang sedang dilakukan putranya Kam Baksh ". pria itu berjalan dan akan menghampiri burung, kemudian seorang pria dayang dengan berpakian serba putih mengambil burung yang telah terluka dan menyembuhkan burung.
Radha bai masih melakukan pemujaan pada Gannapatti, Gotiya memberitahukan aturan permainan mengatakan pada Naser " ada bendera di dalam jalan sempit dan siapa pun yang membawa bendera pertama akan menang". Gotiya dan teman-temannya yakin Baji akan menjadi pemenangnya.  Naser tersenyum  licik dan mengatakan "hanya waktu yang akan memberitahu”. Pihu datang menemui Baji dan melakukan tilak dengan menggunakan pasir. Baji menyapa semua teman-temannya dan mengatakan Har.. Har Mahadev. Naser terkejut.  Sementara itu Aayi masih melakukan puja di kuil,
Seorang pria memakai baju serba putih menyelamatkan burung merpati yang terluka, Putra Aruangzeb yang sedang mabuk datang menghampirinya. Kam Baksh mengatakan " kau telah membuktikan kata-kata ku yang salah dan meminta membawa mu di sini".  Lalu pria itu (Fakeer/ Balaji )  melepaskan burung merpati itu kembali. Putra Aruangzeb terkejut ketika melihat burung merpati itu sembuh dan kembali terbang. Kam Baksh  lebih dekat ke pria itu mereka menatap kelangit dan  . ". Kam Baksh tertawa, ia berkata " bahkan anak-anak tahu jika burung hantu tidur di siang hari” dan menunjuk jari pada Balaji. Prajurit akan menyerang Balaji tapi Kam Bakash menghalanginya.
Balaji bilang " aku datang untuk melihat burung hantu di siang hariBalaji mengatakan padanya " kau tidak bisa melihat ular di bawah lengan baju ku yang dapat menghentikan mu untuk mendapatkan hak-haknya". Radha terus berdoa di kuil.
Naser dan Baji bersiap-siap dengan gajah dan kuda mereka  dijalur mereka masing-masing. Baji menatap teman-temannya dan tersenyum, tapi Naer tersenyum licik. Pihu melepaskan kain mmerah ditangannya untuk memulai pertandingan, Baji mulai meminta Malhari untuk bersiap, Malhari mulai berlari meninggalkan Yakut dan Naser di belakangnya, semua teman-teman Baji bersorak sorai untuk mendukungnya. Naser menatap Baji yang sudah jauh dan akan memasuki gang sempit, Naser hanya tersenyum licik menatap pada teman-teman Baji.   Gotiya mengatakan "tampaknya Ganapati Bappa mendengar kami dan tidak bergerak dari tempatnya". Naser memukul  kepala Yakut dengan sangat keras dan membuat Yakut berteriak kesakitan, Yakut mulai melangah maju menyusul Baji sehingga membuat Gotiya dkknya terkejut.
Malhari terus berlari sementara Yakut menyusulnya di belakang, Baji sudah mendekat dengan berndera ia bersiap untuk mengambilnya. Semua teman-temannya beteriak gembira ketika melihat Baji telah berhasil membawa bendera di tangannya, mereka kembali bersorak sorai untuk Baji. Naser mengatakan " ia akan menang ...” Phiu dan Chima ji tertengun ketika Naser mengatakan bahawa Baji tidak akan menang ketika  Baji akan datang kembali membawa bendera di tangannya. Naser berdiri di depannya dan meminta Yakut menunggu dan mencari kemarahannya pada Baji dan Malhari. Chima dan Phiu khawatir.Gotiya mengingatkan apa  yang telah Baji katakan pada mereka bahwa keberanian lebih besar dari pada apa pun. Malhari akan sampai di ujung jalan dimana Yakut hanya terdiam.  Naser berpikir "Baji terjebak dalam perangkapnya sendiri dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya sekarang”. Naser mengingat semua perencanannya saat ia berbicara dengan Bhallu di tempat yang sama. Baji melihat Yakut berdiri.
Balaji bertanya pada Kam Baksh " jika kau tertarik untuk duduk di Singhasa "dan untuk itu Bakaji memintanya untuk berhenti menjaga ular di lengan" Kam Baksh bertanya " apakah kau berbicara tentang Qamer Uddin?"Balaji mengatakan " Qamer Uddin mengirim surat palsu untuk Aurangzeb sehingga Tara Rani Saheb siap untuk memberikan deccan penuh" Kam Baksh  mengamuk dan bertanya " mengapa Tara Rani Shaeb mau setuju untuk memberikan Deccan penuh?'.Balaji mengatakan "Qamer Uddin adalah kecurangan Aurangzeb dan bahkan Tara Rani tidak menyadari hal itu". Balaji memintanys bersiap-siap untuk melihat burung hantu di siang hari.
Baji akan sampai di penghujung jalan tapi ia melihat Yakut hanya diam berdiri , ia akan datang kembali membawa bendera ditangannya. Baji berfikir “Apa yang sedang di lakukannya?”. Radha Bai masih dikulil melakukan puja pada Gannapati, Malhari masih berlari disepanjang lintasan jalan sempit dan Yakut hanya diam berdiri dan Naser hanya terus berguam menantikan kekalahan Baji dan ingin melihat apa yang bisa Baji lakukan untuk memenangkan pertandingan. Gotiya, Chimaji dan Phiu berdoa pada baba Gannapati untuk mambantu kemenangan Baji, Malhari semakin mendekat dengan Yakut .. Baji mulai bersiap di punggung Malhari dan membuat Chimna dan semua teman-temannya khawatir. Malhari terus berlari dan hampir mendekati Yakut , 

Gotiya mengatakan" pikiran cerdas Baji telah memenangkannya". Baji melompat tepat waktu dan menapakkan kakinya di belali  Yakut dan kemudian melompat melewati   Naser Baji  terbang tinggi membawa bendera di tangannya sehingga membuat Naser terkejut. Ketika baji berhasil tutun, Gotiya dan teman lain-lain  menghampirinya dan juga memujinya. Baji berlari menuju lukisan yang dibuat Pihu dan berdiri di depannya dengan membawa bendera sekali lagi Naser terkejut, Baji berkata “Har.. har … Mahadev”,  Pihu, Chimna dan teman-temannya berlari mendekati Baji dan mereka senang dan bersorak sorai “Har-har Maha Dev. Baji tersenyum dan membuat Naser marah sehingga menusukan tongkat di tangannya pada Yakut. Naser terus memukuli Yakut dan semua Prajurit Naser berlari ke arahnya.
Precap:
Kam Baksh meminta anak buahnya untuk membunuh faker / Balaji jikz kata-katanya terbukti palsu. Kemudian Baji meminta Naser tidak menyakiti atau itu merugikan siapa pun di tanah mereka.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar