Sabtu, 04 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 10 ( 3 Februari 2017) : NASER KEMBALI MENEMUI BAJI DAN MENGHINANYA, BAJI TETAP DIAM DAN TIDAK MELAWAN NASER KARENA JANJI YANG TELAH DI BERIKAN UNTUK IBUNYA

JADWAL TYO SONY TV : 3 februari 2017


SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 10
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 



Index : Radhabai menginstruksikan Bajirao agar tidak melawan Nasir apapun yang terjadi. Balu bertemu dengan Nasir dan memintanya untuk membalas dendam pada Bajirao. Nasir datang ke pasar dan berdiri di depan Bajirao. Naser memerintahkan Bajirao untuk menjilati sepatunya. Tararani kaget melihat Shivaraje berjalan bersama Qamruddin.

-----------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------


Malam hari, Radha Bai membalut luka di kaki Baji, dan menatapnya, lalu Radha menoleh ke arah Balaji. Radha kembali menatap Baji dan Baji menengok kearah Bihu yang ada di sampingnya. Baji menatapnya dan berkata “Aayi….” Baji bersiul. Kuda datang meringkik dan masuk kedalam, Baji tersenyum dan menghampiri kudanya. Pihu mengatakan “Kakak ku mendaptkannya”. Balaji kagum mengatakan “Wah… Balaji menghampiri kuda itu dan menyebutnya Khupchan”. Radha bertanya “Apa wah…khup chan, dia kuda dan kau hanya memberi nama Khupchan”. Balaji bertanya tentang nama kudanya. Pihu menyebutkan namanya “kala Badal”. Tapi Balaji memberikannya nama “Malhari” . Phiu mengatakan “Malhari Bhat, anak bungsu dari Aayi dan adik ku”. Balaji tertawa. Baji mengatakan “sekarang Malhari akan membuat kekalahan Naser, tidak ada yang bisa menghentikan ku untuk membalas dendam”
Radha meminta dia untuk menghentikannya dan meminta Baji untuk mendekat, Baji datang ke ibunya dan Radha mengikat benang hitam di tangannya. Radha mengatakan “ Kau akan memberinya janji … aku tidak akan membalas dendam darinya”. Baji bertanya “apa itu tentang teman yang telah penghinaan ku?”. Radha mengatakan “ aku telah terikat benang ditangan ku dan memberi mu sumpah dan kau harus menaatinya”. .. dharma lebih besar dari maan. Baji hanya mengangguk menundukan kepalanya dan sedih. Balaji bersama teman- temanya di tepian sungai, ia melihat benang hitam yang telah diikatkan ibunya. Gotiya sangat bersemangat, ia bilang pada Baji "aku ingin melompat dan tidak akan ada yang dapat menghentikan ku". Teman- temannya yang lain memegangi Gotiya. Baji ingat semua ucapan yang Naser  yang telah di katakana pada, Gotiya melepaskan tangannya dari kedua temannya dan mengatakan pada Baji  "apa kita tidak akan membalas dendam atas penghinaan yang telah di lakukannya?... biarkan aku mati".
Balaji bertanya pada Radha " mengapa kau memberi janji untuk Baji?". Radha mengatakan " aku tidak ingin melihat anak ku mendapatkan goresan ... Aku tidak ingin Baji membalas dendam pada Naser".
Di tepian sungai Baji dan teman-temannya masih membicarakan kekahalannya dengan Naser, Gotiya bertanya kembali pada Baji "mengapa kau tetap tenang setelah mendapatkan kuda dan mendapat shapath benang terikat di tangan mu?".
Balaji mengatakan " aku hanya diam dan tidak memberitahu Baji bahkan setelah berteman dengan Qamer Uddin..., itu tidak benar jika Baji dan Naser saling melawan saat ini". Radha mengatakan pendapatnya sendiri.
Gotiya meminta Baji untuk memutuskan benang yang telah diikatkan oleh ibunya tapi Baji hanya menatap pergelangan tangannya Gotiya meminta agar Baji mau menantang Naser dan membalas kekalahannya. Baji mengatakan "itu tentang Dharam dan juga janji ku untuk Aayi "
Tanpa mereka duga, Baji dan Teman-temannya kedatangan tamu yang tidak di undang, Bhalu meyakinkan mereka mengatakan" jika kau ingin membalas dendam maka kau akan melakukannys, kau tidak memiliki kekuatan".
Gotiya dan temannya yang lain-lain menyalahkan Bhalu untuk mengajarkan mereka tentang hal yang salah tentang Swabhimaan. Bhalu mengatakan "kau tidak memiliki kekuatan".
Saat Naser memancing di tepian sungai, Naser mencuriagai gelembung air tiba-tiba saja, Bhallu datang ia berenang di sungai dan mengatakan " aku berenang di air sungai ini dan datang untuk memberitahu tentang sesuatu yang penting" Bhallu memberitahu semua hal tentang Baji dan teman-temannya, Naser membakar ikan lalu Naser tertawa saat mengetahui benang shapath di tangan Baji, Naser mengatakan " tapi aku tidak dibatasi oleh benang atau janji dan akan tetap bertarung dengan Baji biar bagaimanapun itu". Naser meminta Bhalu untuk memberikan pesan pada Baji bahwa ia akan datang. Bhalu memintanya untuk membuatkan chutney. Naser mengatakan " aku akan mendengarkan mu" dan Naser meminta Bahllu  duduk didepannya.
Baji dan teman-temannya keluar dari sekolah mereka melewati pasar, mereka bebicara tentang segala hal dan tertawa besama-sama.  Naser datang untuk menemui mereka ia menghadang jalan Baji dan teman-teman Baji bersama beberapa orang prajuritnya .... Baji dan Naser saling menatap,  Gotiya  melihat sebuah tongkat tergeletak di tanah dan meminta Chima ji untuk memilih tongkat harus terus ada. Baji melihat Naser. Naser mengatakan pada baji "aku berdiri di sini dan tidak ada yang bisa pergi tanpa bertabrakan dengan ku".
Qamer Uddin menyambut Balaji yang ketika itu datang jetendanga  dan memberinya minum. Balaji menyukainys dan mengatakan " itu begitu manis". Qamer Uddin mengatakan " itu dibawa dari Turki ... Kau tidak akan menyukainya".Balaji mengatakan "mereka suka kada?". Qamer Uddin mengatakan "Shiva Raje seorang anak dan karena itu akan sesuai untuk menemui Tara Rani untuk membahas tentang Politik"... aku akan bertemu dengannya".
Ketika Chima menghampiri Naser dan menasehatinya, Naser tanpa canggung memelototinya dengan penuh amarah dan membuat Baji dan juga teman-temannya menunjuk pada naser dan berteriak “Heeeeey”. Naser pun menunjuk pada Baji dan teman-temannya, Baji mengingat  janji yang telah dibuat pada Aayi, ibunya berepsan padanya bahwa ia tidak akan membalas dendam dari Naser, dan apa yang lebih besar dari ego adalah tugas.
Naser mengatakan pada Baji bahwa jika ia berani berbenturan dengannya maka ia akan dicincang. Baji meminta Naser untuk melupakan kejadian itu, Naser mengangkat satu kakinya untuk menunjukkan sepatunya, Naser mengatakan "jika kau ingin pergi dari sini bersihkan sepatu ku dan jilat dengan lidah mu". Baji marah.
Gotiya meminta Pashu untuk mengangkat batu dan melemparkan pada dirinya. Baji menghentikan mereka. Naser tersenyum dan memintanya untuk menjilati sepatu dan mengatakan "itu akan menyenangkan".
Baji mengatakan "tidak ada masalah, aku akan pergi dari sisi lain". Naser kembali tantangan  pada baji dan menghinanya "tikus yang bersembunyi di rumahnya". Baji mengatakan" jika aku tinggal di sini lalu Aayi ku tidak akan merasakan makanan". Baji dan teman-temannya berbalik arah tapi Naser masih saja menghina Baji
Naser berkata  " jika kau telah minum susu ibumu... datang dan bertarunglah dengan ku". Baji pergi karena ia dibatasi oleh janji yang ia buat untuk ibunya ini. Naser mengatakan " semua Saswad akan menanggung hukuman atas perbuatannya".
Radha mengatakan pada Phiu " kuku mu panjang harus dipotong". Chima ji datang. Phiu bertanya pada Radha" jika Ram Chandra belum memilih Shastra maka aku tidak akan menang". Radha mengatakan" itu perlu". Chimna mengatakan "Naser datang dan menghentikan Baji hari ini ia menantangnya..., seharusnya kau tidak menghentikan kakak ku hari dengan benang shapath". Radha hanya diam menatap Chimna.
Di kerajaan, Dhana ji datang menemui Tara Rani mengatakan" Qamer Uddin siap untuk bertemu dengan mu di tempat dan waktu yang telah kau pilih". Dhana ji bertanya " apakah kau memiliki keraguan tentang intelijen Balaji".
Tara Rani  Saheb mengatakan" aku tidak memiliki keraguan atas kecerdasannya,tapi kepintaran Mughal". Tara Rani Saheb menunjukkan paku besi dan mengatakan " itu dibuat untuk Qamer Uddin, ia ingin Pant Pratinidhi untuk mengirim pesan dari Qamer Uddin dan meminta balaji untuk menyajikannya di sana, karena ia ingin melihat kecerdasannya".Dhana ji mengatakan "baiklah" dan ia pergi.
Ketika itu teman Baji melewati sebuaj jalan, ia melihat seorang prajurit dengan kejamnya memecuti pria tua tanpa belas kasihan, Naser  merasa bangga karena dirinya telah berhasi; mengalahkan orang-orang Saswad., Teman Baji berbalik dan membawa Baji ke sana.
Baji meminta Naser melepaskan pria tua  tersebut. Naser mengatakan pada Baji " skor lama mereka belum puas, lalu memintanya untuk bertarung dengannys atau menjilati sepatunya dan membuatnya berkilau".
Baji marah, tapi ia melihat benang di tangannya. Baji meminta teman-temannya untuk tidak meladeni Naser  dan mereka berbalik arah  hendak pergi. Naser  tetap berkata-kata dan menghina Baji, Naser mengatakan " kau akan menjadi begitu baik, jadi aku akan menjadi buruk" Naser  mengambil  cambuk lalu kembali menyikasa  seorang pria tua dengan memecutnya dengan cambuk. Pria itu menangis kesakitan dan meminta ampun pada Naser.
Baji meminta Naser untuk berhenti dan mengatakan "aku tidak bisa melawan dan itu sebabnya aku akan menjilato sepatu mu".Pria yang telah disiksa Naser menangis dan mencakupkan tangannya meminta ampun dan belas kasihan, Gotiya, Chimna ji dan teman-teman Baji yang lain mencoba untuk menghentikan Baji". Bhalu bersembunyi dan melihat semua kekacuan yang telah terjadi, Naser nyengir. Baji berjalan menghampiri Naser, dan  mereka bertatapan,  Naser hanya tersenyum licik
Qamer Uddin keluar dari tenda untuk bertemu dengan Tara Rani Saheb . Tara Rani meminta Balaji jika Qamer uddin datang. Informan datang dan mengatakan "ia akan datang'. Tara Rani meminta Balaji untuk menyambut Qamer Uddin dan mengatakan pada Dhana ji " kata-kata mereka akan banyak dihargai".
Di tenda Qameruddin, Qameruddin pergi besama dengan ajudannya dan menaiki tandu sementara itu, Balaji bersiap untuk menyambut Qamer Uddin, Balaji berjalan dengan maksud menyambut kedatangan Qameruddin tapi seorang pria keluar dengan memakai pakian yang sama dengan Qameruddin keluar dari tandu. Balaji  terkejut. Pria itu tersenyum.
Tara Rani dan Dhana ji  juga  terkejut dan kaget. Tara Rani bertanya " penghinaan apa ini?. Balaji bertanya "di mana adalah Qamer Uddin Saheb". Qamer Uddin datang bersam Shiva Raje. Tara Rani juga terkejut. Qamer Uddin meminta Shiva Raje untuk mengetahui Aayi Saheb. Shiva Raje pergi menemui Tara Rani dengan membawa bingkisan miniature di tangannya. Balaji terkejut melihat wajah licik Qamer Uddin. Naser tetap meminta Balaji untuk menjilati sepatu dan mengatakan " Hindustan ini milikku".
Naser meminta Baji untuk berlutut di hadapannya, teman-teman Baji berteriak meminta Baji untuk tidak melakukannya, lalu Baji berlutut di hadapan Naser, tapi Naser hanya tertawa puas bersama dengan semua prajuritnya
Precap:
Naser mencoba untuk memukul Baji dengan cambuk tapi cambuk itu terikat di tangan Baji, Baji hanya terdiam  saat Naser menarik cambuknya dan membuat benang ditangannya terputus dan jatuh. Baji sedih melihatnya. Tara Rani menghukum Balaji dan melarangnya bekerja dengan Marathis selama 10 tahun dan mengatakan" rumah mu kekayaan dan semuanya akan kuambil dari mu". Balaji terkejut.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar