JADWAL TYO SONY TV : 3 februari 2017
Malam hari, Radha Bai membalut luka di kaki Baji, dan
menatapnya, lalu Radha menoleh ke arah Balaji. Radha kembali menatap Baji dan
Baji menengok kearah Bihu yang ada di sampingnya. Baji menatapnya dan berkata
“Aayi….” Baji bersiul. Kuda datang meringkik dan masuk kedalam, Baji tersenyum
dan menghampiri kudanya. Pihu mengatakan “Kakak ku mendaptkannya”. Balaji kagum
mengatakan “Wah… Balaji menghampiri kuda itu dan menyebutnya Khupchan”. Radha
bertanya “Apa wah…khup chan, dia kuda dan kau hanya memberi nama Khupchan”.
Balaji bertanya tentang nama kudanya. Pihu menyebutkan namanya “kala Badal”.
Tapi Balaji memberikannya nama “Malhari” . Phiu mengatakan “Malhari Bhat, anak
bungsu dari Aayi dan adik ku”. Balaji tertawa. Baji mengatakan “sekarang
Malhari akan membuat kekalahan Naser, tidak ada yang bisa menghentikan ku untuk
membalas dendam”
Radha meminta dia untuk menghentikannya dan meminta Baji
untuk mendekat, Baji datang ke ibunya dan Radha mengikat benang hitam di tangannya.
Radha mengatakan “ Kau akan memberinya janji … aku tidak akan membalas dendam
darinya”. Baji bertanya “apa itu tentang teman yang telah penghinaan ku?”.
Radha mengatakan “ aku telah terikat benang ditangan ku dan memberi mu sumpah
dan kau harus menaatinya”. .. dharma lebih besar dari maan. Baji hanya
mengangguk menundukan kepalanya dan sedih. Balaji bersama teman- temanya di
tepian sungai, ia melihat benang hitam yang telah diikatkan ibunya. Gotiya
sangat bersemangat, ia bilang pada Baji "aku ingin melompat dan tidak akan
ada yang dapat menghentikan ku". Teman- temannya yang lain memegangi
Gotiya. Baji ingat semua ucapan yang Naser yang telah di katakana pada, Gotiya melepaskan
tangannya dari kedua temannya dan mengatakan pada Baji "apa kita
tidak akan membalas dendam atas penghinaan yang telah di lakukannya?... biarkan
aku mati".
Balaji bertanya pada Radha " mengapa kau memberi janji
untuk Baji?". Radha mengatakan " aku tidak ingin melihat anak ku
mendapatkan goresan ... Aku tidak ingin Baji membalas dendam pada Naser".
Di tepian sungai Baji dan teman-temannya masih membicarakan
kekahalannya dengan Naser, Gotiya bertanya kembali pada Baji "mengapa kau
tetap tenang setelah mendapatkan kuda dan mendapat shapath benang terikat di
tangan mu?".
Balaji mengatakan " aku hanya diam dan tidak
memberitahu Baji bahkan setelah berteman dengan Qamer Uddin..., itu tidak benar
jika Baji dan Naser saling melawan saat ini". Radha mengatakan pendapatnya
sendiri.
Gotiya meminta Baji untuk memutuskan benang yang telah
diikatkan oleh ibunya tapi Baji hanya menatap pergelangan tangannya Gotiya
meminta agar Baji mau menantang Naser dan membalas kekalahannya. Baji
mengatakan "itu tentang Dharam dan juga janji ku untuk Aayi "
Tanpa mereka duga, Baji dan Teman-temannya kedatangan tamu
yang tidak di undang, Bhalu meyakinkan mereka mengatakan" jika kau ingin
membalas dendam maka kau akan melakukannys, kau tidak memiliki kekuatan".
Gotiya dan temannya yang lain-lain menyalahkan Bhalu untuk
mengajarkan mereka tentang hal yang salah tentang Swabhimaan. Bhalu mengatakan
"kau tidak memiliki kekuatan".
Saat Naser memancing di tepian sungai, Naser mencuriagai
gelembung air tiba-tiba saja, Bhallu datang ia berenang di sungai dan
mengatakan " aku berenang di air sungai ini dan datang untuk memberitahu
tentang sesuatu yang penting" Bhallu memberitahu semua hal tentang Baji
dan teman-temannya, Naser membakar ikan lalu Naser tertawa saat mengetahui
benang shapath di tangan Baji, Naser mengatakan " tapi aku tidak dibatasi
oleh benang atau janji dan akan tetap bertarung dengan Baji biar bagaimanapun
itu". Naser meminta Bhalu untuk memberikan pesan pada Baji bahwa ia akan
datang. Bhalu memintanya untuk membuatkan chutney. Naser mengatakan " aku
akan mendengarkan mu" dan Naser meminta Bahllu duduk didepannya.
Baji dan teman-temannya keluar dari sekolah mereka melewati
pasar, mereka bebicara tentang segala hal dan tertawa besama-sama. Naser datang untuk menemui mereka ia
menghadang jalan Baji dan teman-teman Baji bersama beberapa orang prajuritnya
.... Baji dan Naser saling menatap, Gotiya melihat sebuah tongkat tergeletak di tanah dan
meminta Chima ji untuk memilih tongkat harus terus ada. Baji melihat Naser.
Naser mengatakan pada baji "aku berdiri di sini dan tidak ada yang bisa
pergi tanpa bertabrakan dengan ku".
Qamer Uddin menyambut Balaji yang ketika itu datang
jetendanga dan memberinya minum. Balaji
menyukainys dan mengatakan " itu begitu manis". Qamer Uddin
mengatakan " itu dibawa dari Turki ... Kau tidak akan
menyukainya".Balaji mengatakan "mereka suka kada?". Qamer Uddin
mengatakan "Shiva Raje seorang anak dan karena itu akan sesuai untuk
menemui Tara Rani untuk membahas tentang Politik"... aku akan bertemu
dengannya".
Ketika Chima menghampiri Naser dan menasehatinya, Naser
tanpa canggung memelototinya dengan penuh amarah dan membuat Baji dan juga
teman-temannya menunjuk pada naser dan berteriak “Heeeeey”. Naser pun menunjuk
pada Baji dan teman-temannya, Baji mengingat janji yang telah dibuat pada Aayi, ibunya berepsan
padanya bahwa ia tidak akan membalas dendam dari Naser, dan apa yang lebih
besar dari ego adalah tugas.
Naser mengatakan pada Baji bahwa jika ia berani berbenturan
dengannya maka ia akan dicincang. Baji meminta Naser untuk melupakan kejadian
itu, Naser mengangkat satu kakinya untuk menunjukkan sepatunya, Naser mengatakan
"jika kau ingin pergi dari sini bersihkan sepatu ku dan jilat dengan lidah
mu". Baji marah.
Gotiya meminta Pashu untuk mengangkat batu dan melemparkan
pada dirinya. Baji menghentikan mereka. Naser tersenyum dan memintanya untuk
menjilati sepatu dan mengatakan "itu akan menyenangkan".
Baji mengatakan "tidak ada masalah, aku akan pergi dari
sisi lain". Naser kembali tantangan pada baji dan menghinanya "tikus yang
bersembunyi di rumahnya". Baji mengatakan" jika aku tinggal di sini
lalu Aayi ku tidak akan merasakan makanan". Baji dan teman-temannya
berbalik arah tapi Naser masih saja menghina Baji
Naser berkata "
jika kau telah minum susu ibumu... datang dan bertarunglah dengan ku".
Baji pergi karena ia dibatasi oleh janji yang ia buat untuk ibunya ini. Naser
mengatakan " semua Saswad akan menanggung hukuman atas perbuatannya".
Radha mengatakan pada Phiu " kuku mu panjang harus
dipotong". Chima ji datang. Phiu bertanya pada Radha" jika Ram
Chandra belum memilih Shastra maka aku tidak akan menang". Radha
mengatakan" itu perlu". Chimna mengatakan "Naser datang dan
menghentikan Baji hari ini ia menantangnya..., seharusnya kau tidak menghentikan
kakak ku hari dengan benang shapath". Radha hanya diam menatap Chimna.
Di kerajaan, Dhana ji datang menemui Tara Rani
mengatakan" Qamer Uddin siap untuk bertemu dengan mu di tempat dan waktu
yang telah kau pilih". Dhana ji bertanya " apakah kau memiliki
keraguan tentang intelijen Balaji".
Tara Rani Saheb mengatakan"
aku tidak memiliki keraguan atas kecerdasannya,tapi kepintaran Mughal".
Tara Rani Saheb menunjukkan paku besi dan mengatakan " itu dibuat untuk
Qamer Uddin, ia ingin Pant Pratinidhi untuk mengirim pesan dari Qamer Uddin dan
meminta balaji untuk menyajikannya di sana, karena ia ingin melihat
kecerdasannya".Dhana ji mengatakan "baiklah" dan ia pergi.
Ketika itu teman Baji melewati sebuaj jalan, ia melihat
seorang prajurit dengan kejamnya memecuti pria tua tanpa belas kasihan, Naser merasa bangga karena dirinya telah berhasi; mengalahkan
orang-orang Saswad., Teman Baji berbalik dan membawa Baji ke sana.
Baji meminta Naser melepaskan pria tua tersebut. Naser mengatakan pada Baji "
skor lama mereka belum puas, lalu memintanya untuk bertarung dengannys atau
menjilati sepatunya dan membuatnya berkilau".
Baji marah, tapi ia melihat benang di tangannya. Baji
meminta teman-temannya untuk tidak meladeni Naser dan mereka berbalik arah hendak pergi. Naser tetap berkata-kata dan menghina Baji, Naser mengatakan
" kau akan menjadi begitu baik, jadi aku akan menjadi buruk" Naser mengambil
cambuk lalu kembali menyikasa seorang pria tua dengan memecutnya dengan
cambuk. Pria itu menangis kesakitan dan meminta ampun pada Naser.
Baji meminta Naser untuk berhenti dan mengatakan "aku
tidak bisa melawan dan itu sebabnya aku akan menjilato sepatu mu".Pria
yang telah disiksa Naser menangis dan mencakupkan tangannya meminta ampun dan
belas kasihan, Gotiya, Chimna ji dan teman-teman Baji yang lain mencoba untuk
menghentikan Baji". Bhalu bersembunyi dan melihat semua kekacuan yang
telah terjadi, Naser nyengir. Baji berjalan menghampiri Naser, dan mereka bertatapan, Naser hanya tersenyum licik
Qamer Uddin keluar dari tenda untuk bertemu dengan Tara Rani
Saheb . Tara Rani meminta Balaji jika Qamer uddin datang. Informan datang dan
mengatakan "ia akan datang'. Tara Rani meminta Balaji untuk menyambut
Qamer Uddin dan mengatakan pada Dhana ji " kata-kata mereka akan banyak
dihargai".
Di tenda Qameruddin, Qameruddin pergi besama dengan
ajudannya dan menaiki tandu sementara itu, Balaji bersiap untuk menyambut Qamer
Uddin, Balaji berjalan dengan maksud menyambut kedatangan Qameruddin tapi
seorang pria keluar dengan memakai pakian yang sama dengan Qameruddin keluar
dari tandu. Balaji terkejut. Pria itu
tersenyum.
Tara Rani dan Dhana ji
juga terkejut dan kaget. Tara
Rani bertanya " penghinaan apa ini?. Balaji bertanya "di mana adalah
Qamer Uddin Saheb". Qamer Uddin datang bersam Shiva Raje. Tara Rani juga
terkejut. Qamer Uddin meminta Shiva Raje untuk mengetahui Aayi Saheb. Shiva
Raje pergi menemui Tara Rani dengan membawa bingkisan miniature di tangannya.
Balaji terkejut melihat wajah licik Qamer Uddin. Naser tetap meminta
Balaji untuk menjilati sepatu dan mengatakan " Hindustan ini
milikku".
Naser meminta Baji untuk berlutut di hadapannya, teman-teman
Baji berteriak meminta Baji untuk tidak melakukannya, lalu Baji berlutut di
hadapan Naser, tapi Naser hanya tertawa puas bersama dengan semua prajuritnya
Precap:
Naser mencoba untuk memukul Baji dengan cambuk tapi cambuk itu terikat di tangan Baji, Baji hanya terdiam saat Naser menarik cambuknya dan membuat benang ditangannya terputus dan jatuh. Baji sedih melihatnya. Tara Rani menghukum Balaji dan melarangnya bekerja dengan Marathis selama 10 tahun dan mengatakan" rumah mu kekayaan dan semuanya akan kuambil dari mu". Balaji terkejut.
Naser mencoba untuk memukul Baji dengan cambuk tapi cambuk itu terikat di tangan Baji, Baji hanya terdiam saat Naser menarik cambuknya dan membuat benang ditangannya terputus dan jatuh. Baji sedih melihatnya. Tara Rani menghukum Balaji dan melarangnya bekerja dengan Marathis selama 10 tahun dan mengatakan" rumah mu kekayaan dan semuanya akan kuambil dari mu". Balaji terkejut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar