Jumat, 03 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 9 ( 2 Februari 2017 ) PETUALANGAN MENCARI KUDA BAGIAN 2 : TANTANGAN MENJINAKAN KUDA HITAM DARI KHAN, BALAJI MENYELAMATKAN NYAWA QAMER UDDIN, BAJI BERHASIL MENENANGKAN KUDA DAN MENYELAMATKAN NYAWANYA DARI TOMBAK KHAN

JADWAL TAYANGAN ONLINE : 2 februari 2017



SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 9
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 



Index : Bajirao melompat ke atas kuda yang telah mengamuk dalam hujan deras. Namun, ia gagal mengendalikan kuda liar tersebut. Di sisi lain, Qamruddin memasuki hutan bersama dengan Balaji Vishwanath untuk mencari Shiva raje. Balaji Vishwanath menyelamatkan Qamruddin saat ia terjatuh dari tebing. Bajirao akhirnya berhasil mengendalikan kuda dan membawanya pulang ke rumahnya.

----------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------
Balaji bersama dengan Bihu dan teman-temannya berjalan di ladang, Pihu mengatakan “Kita akan mendapatkan kuda itu bagaimana pun caranya kita pasti akan memilikinya”. Gotiya mengatakan “Kau tahu, pemilik kuda itu pada kita”. Baji berkata “Kuda itu menjadi teman ku dan aku akan menyelamatkannya dari pembantian”..  teman-temannya yang lain meminta agar Gotiya ikut. Pihu menyumbangkan uang tabungannya di saku putihnya dan ia menyumbang sebagai tambahan uang untuk membeli kuda. Tapi Gotiya menolak untuk ikut bersama dengan mereka untuk mencari kuda itu, Gotiya pergi.

Rombongan Qamer Uddin masih dalam perjalanannya ke Ghat, mereka berjalan kaki, menyusuri jalan bebatuan, angina berhembus dengan kencang. Balaji memerintahkan untuk mempercepat perjalanan mereka. Saat itu Qamer Uddin akan tergelincir tapi Balaji memeganginya dan memintanya untuk melepaskan sepatunya dan kembali berjalan. Qamerudin mengatakan “Apa kau mengejek ku?”. Balaji mengatakan “Bagaimana aku bisa mengejek mu untuk menjadi Subedar  kecil… jika kau berfikir aku mengejek mu yaa memang aku mengejek mu”.

Qamer Uddin menjadi marah dan mengatakan pada Parajuritnya  bahwa mereka harus melindunginya ia akan mengambil belati dar balik bajunya namun prajuritnya siap menembakan anak panah dari atas pohon... Qamer Uddin mengatakan bahwa ia akan terus berjalan mesikipun sedang Badai tapi Balaji memintanya  untuk tidak keras kepala dan mempertaruhkan nyawanya. Ia berjalan dan Balaji tetap berteriak dan memanggil namanya, Balaji hanya tersenyum. Balaji membujuknya untuk kembali, namun Qamer Uddin hanya terdiam dan menatap langit yang semakin menghitam dan dipenuhi dengan kilatan petir. Hujan pun turun mengguyur Balaji dan Qamer Uddin yang masih menatap ke langit yang gelap dan semakin lebat hujan mengguyur mereka berdua, Balaji meminta dia untuk datang ke bawah dimana disana terdapat tempat penampungan.

Dirumah Radha Bai, Radha melihat cuaca sangat buruk, ia bertanya-tanya “Kemana Baji mengapa ia belum pulang sampai sekarang?” Radha meminta Chima ji untuk mencari Phiu dan Baji dan membawa mereka pulang. Chima bergegas pegi menuruti perintah ibunya.
Ditempat pemilik kuda yang baru, kuda hitam terus berlari tanpa kendali, langit semakin tidak bersahabat. Khan berpikir untuk segera membunuh kuda itu sebelum waktunya di tetapkan. Khan menatap ke langit ketika petir menggelegar, Seorang pria mengingatkannya “ hujan akan datang”/

Baji datang bersama dengan Pihu dan juga teman-temannya kecuali Gotiya. Baji berkata “Tidak… Baji datang dengan hujan dan akan mengambil badai /Cloud bersama dengan ku”, Khan menjadi begitu sangat tegang. Khan dan Baji bertatapan dan hujan pun tutun membasahi mereka.

Balaji dan Qamer Uddin masih berjalan di tengah hujan yang sangat deras. Balaji memintanya untuk berpegangan dengan rumput dari pada pohon. Qamer Uddin mulai marah “Kau meminta ku untuk menuruti mu, aku gila jika aku percaya pada mu”. Lalu Qamer Uddin menolak untuk memegang pada rerumputan dan sambaran petir menyambar pohon lalu merobohkannya tepat di depan mata Balaji. Balaji meminta Qamer Uddin melepaskan sepatunya dan berpegangan pada rerumputan, tapi ia berjalan dan tidak mau menuruti saran Balaji, Qamer Uddin berjalan dan ia terjatuh berguling-guling menuruni bukit, Balaji mencoba untuk menolongnya.

Khan meminta pada Baji jika ia mencoba untuk datang maka Khan akan memukulinya. Baji  mengatakan “Tidak.., kami datang hanya untuk melakukan kesepakatan”. . Khan mengatakan “Aku tidak melakukan kesepakatan dengan chuchundars”. Baji mengatakan” Bagaimana  jika chuchundar ini dapat membuktikan bahwa kuda ini tidak gila?”. Khan mengatakan “ kuda itu memiliki luka di kakinya dan tidak bisa berjalan untuk jarak yang jaug”. Phiu meminta Khan menerima tantangan dan mengatakan “ jika Baji keluar dari  kuda maka kau  dapat mengambil uang ini dan membiarkan kuda pergi  bersama dengan kami”. Khan setuju dan mengambil uang dari Baji

Baji masuk ke dalam kandang kuda dan berjalan menghamipiri kuda hitam yang terus berlari tanpa henti, Khan melompat kedalam kandang dan menatap Baji. Ditengah hujan yang sangat lebat Kuda hitam berlari kencang kearah Baji membuat Pihu dan temannya yang lain tegang , Baji mengangkat kedua tangannya untuk mengendalikannya, tapi kuda itu hendak menyerang Baji, ia menghindari sedangan kuda. Kahn tertawa dan mengejek Pihu dengan mengepak-gepakan kedua tangannya, ia berkata pada Pihu “Kakak mu akan hilang sebentar lagi”

Baji menyebut juda itu dengan sebutan kala Badal dan mengatakan “ aku datang kesini bukan untuk menyakiti mu…,  tetapi untuk membawamu pulang”. Tapi Khan mentertawakannya, Pihu ingin memberikan pelajaran pada Khan tapi teman-teman Baji menghentikannya dan memintanya untuk tenang. Kuda hitam kembali berlari di kala hujan mengguyur, Pihu dan teman-temannya bersorak sorai untuk Baji. Baji mengangkat kedua tangannya dan mereka terdiam. Kuda berlari dan Baji juga berlari dan melompat ia duduk di atas kuda yang terus berlari,  disisi lain Balaji juga melompat untuk menyelamatkan Qamer Uddin, Balaji memegang tangan Qamer Uddin agar ia tidak terjatuh ke lembah. Qamer Uddin meminta Balaji untuk mengangkatnya “Aku tidak ingin mati” tapi . Balaji ingat apa yang dikatakan Qamer Uddin saat ia  melemparkannya dari tebing “  Lihatlah apakah Mughal  tahu bagaimana caranya  untuk terbang di udara” . Qamer Uddin terkejut.

Baji mencoba untuk duduk di atas kuda hitam yang terus berlari, Pihu dan teman-temannya meminta Baji untuk berhati-hati, Baji bertahan meskipun ia akan terjatuh berpegangan pada tali pengendali kuda tapi Baji terlempar dan terjatuh dari kuda, Pihu dan teman-teman Baji berteriak sementara itu Khan tertawa. Baji mencoba untuk bangun,  Baji ingat  ucapan  Khan  saat ia mengatakan bahwa kuda  hitam itu memiliki luka di kakinya. phiu mencoba untuk masuk ke dalam kandang, tapi teman-teman Bajii menghentikannya. Khan menegur Pihu “Permainan mu sudah berakhir”. Kuda hitam mulai berlari dan akan menyerang Baji, tanpa diduga Gotiya masuk kedalam kandang dan mengulurkan tangannya pada Baji. Baji bertanya “Gotiya kau di sini?”. Gotiya meminta Baji bangun dan ia akan membantunya. Baji berbisik untuk membuat rencana menjinakan kuda hitam pada Gotiya dan membuat Khan menjadi bingung. Gotiya sangat senang, lalu Baji menemui Pihu dan teman-temannya yang lain. Pihu mengatakan “Kakak kita pasti akan menang, kuda itu sudah gila”. Lalu Baji membuat perencanaan dengan mereka. Gotiya sengaja memancing kuda hitam untuk terus mengejarnya. Lalu Baji tersadar “Bersabarlah Gotiya, aku akan datang”. Pihu mengejek Khan.

Qamer Uddin masih bergantungan memegangi ditebing  tangan Balaji meminta Balaji tidak membuat permusuhan pada dirinya. Balaji mengatakan “Kau tidak mengenali ku” Balaji mengingatkannya  bahwa  ia  Marathi  dan masuk  ke Mughal untuk  tahu tentang Shahu ji/ Sahuji  dan Qameruddin telah  mendorongnya dari tebing
Qamer Uddin meminta maaf pada Balaji  dan memintanya  untuk tidak membuat dirinya  jatuh. Balaji bilang “aku ingin  melepaskan  tangan  mu, tapi harus ada perbedaan antara Marathi dan Mughal”. Balaji kemudian menyelamatkannya.

Kembali ke kandang kuda, Gotiya dan Baji sedang mencoba kembali untuk menjinakan kuda hitam yang susah untuk di kendalikan. Gotiya menari-nari ditengah hujan deras, sementara itu Khan meminta tombaknya dan membuat kuda melangkah mundur kuda hitam mengangkat kedua kakinya dan terangkat. Khan mengatakan pada Baji bahwa permainan mereka telah berakhir tapi Baji tidak mempedulikannya.

Qamer Uddin mengucapkan rasa terima kasihnya pada  Balaji  karena ia telah menyelamatkan hidupnya Qamer Uddin berkata “ aku berharap aku bisa memanggil mu  sebagai teman, tapi Mughal dan Marathi  bermusuhan dan  datang di antara kita, hanya orang beruntung mendapatkan musuh seperti mu “ . Balaji mengubah pola pikir nya. Qamer Uddin mengatakan “ kau telah mengubah ku, dari hari ini tidak akan ada permainan dan politik,  ia bertanya “apa yang bisa saya lakukan untuk mu ?”. mereka berdua menatap ke langit

Khan melempar tombak ke kuda  dengan maksud untuk membunuhnya, Pihu dan teman-teman Baji berteriak, teman kecil Baji melemparkan bungkusan padanya dan Gotiya meminta Baji melakukan sesuatu dan menyelamatkan kuda itu sebelum tombak membunuh kuda itu, Gotiya berlutut lalu baji berlari kearahnya, Baji melompat dan menendang tombak yang melukai kakinya, Baji membuka bungkusan dan menaruh sepatu pada kuda sehingga membuat kuda hitam itu berhenti berlari. Baji tersenyum menatapnya, Baji mengingat ucapan pria tua yang ketika itu menasehatinya, Baji bangun dan menyentuh serta mencium kuda itu.

Malam hari, Radha Bai sedang berdiri di dekat jendela menatap bulan purnama. Balaji datang mengatakan pada Radha “Qamer Uddin menjadi baik di depan ku dan itu kerana saran mu”. Radha menjadi sangat marah ketika ia melihat Baji dan Pihu pulang dengan pakian penuh dengan kotoran “Tunjukanlah rasa sakit mu baji”.  Radha keluar dan bertanya pada Baji “Dari mana kalian?” Baji mengatakan kami pergi untuk membawa kuda. Radha mengatakan “Kau tidak bisa mendapatkan kuda di sedikit uang”. Phiu mengatakan “ apa yang kau tahu?” Radha memutuskan untuk menghukum mereka dan mengambil tongkat, ketika akan memukul  Radha melihat  luka dengan darah segar  di  kaki Baji dan bertanya tentang hal itu. Baji hanya terdiam dan mengingat kakinya terluka ketika menyelamatkan nyawa kuda dari ancaman tombak Khan.

Baji berhasil mendapatkan kuda itu dan membuat Pihu serta teman-temannya senang memasuki kandang kuda. Khan bertepuk tangan dan menghargai Baji, ia bertanya “Bagaimana kau dapat mengendalikan kuda tanpa menusuknya . Baji mengatakan pada Khan  “ Aayi ku  mengatakan ketika ada luka di hati seseorang, tubuh tidak harus ikut dilukai”. Khan mengatakan” ia memiliki luka di kakinya”. Baji mengatakan “ kuda ini terluka tapi tidak pada kakinya tapi hatinya”. Baji  ingat ayah pemilik kuda ketika mengatakan bahwa kuda digunakan untuk menatap sepatu anaknya. Jadi Baji membawkan sepatu milik tuannya  untuk menenangkannya.

Baji  bilang  “ aku telah mengendalikan dirinya dengan cinta ku”. Khan menghargai Baji dan mengatakan “Kau akan menjadi orang yang hebat”. Khan  mengatakan”Kau  telah mengajari  yang  hal yang tidak pernah ku bisa pelajai bahkan setelah menghabiskanwaktu bertahun-tahu dengan kuda.., kau bisa mengambil kuda ini bersama dengan mu, tapi aku akan menyimpan uang ini tetapi tidak pernah akan menghabiskan untuk  berpikir aku  memilik uang dari anak laki-laki yang bijaksana”.  Khan  melepaskan kuda  bersama dengan mereka. Baji berjalan pergi dengan kudanya.

Precap:
Radha mengikat benang dan meminta dia untuk tidak melakukan apa-apa. Kemudian Naser menantang Baji dan menghukum orang-orang Saswad yang membuat Baji marah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar