JADWAL TAYANGAN ONLINE : 2
februari 2017
Balaji
bersama dengan Bihu dan teman-temannya berjalan di ladang, Pihu mengatakan
“Kita akan mendapatkan kuda itu bagaimana pun caranya kita pasti akan
memilikinya”. Gotiya mengatakan “Kau tahu, pemilik kuda itu pada kita”. Baji
berkata “Kuda itu menjadi teman ku dan aku akan menyelamatkannya dari pembantian”.. teman-temannya yang lain meminta agar Gotiya
ikut. Pihu menyumbangkan uang tabungannya di saku putihnya dan ia menyumbang
sebagai tambahan uang untuk membeli kuda. Tapi Gotiya menolak untuk ikut
bersama dengan mereka untuk mencari kuda itu, Gotiya pergi.
Rombongan
Qamer Uddin masih dalam perjalanannya ke Ghat, mereka berjalan kaki, menyusuri
jalan bebatuan, angina berhembus dengan kencang. Balaji memerintahkan untuk
mempercepat perjalanan mereka. Saat itu Qamer Uddin akan tergelincir tapi
Balaji memeganginya dan memintanya untuk melepaskan sepatunya dan kembali
berjalan. Qamerudin mengatakan “Apa kau mengejek ku?”. Balaji mengatakan
“Bagaimana aku bisa mengejek mu untuk menjadi Subedar kecil… jika kau berfikir aku mengejek mu yaa
memang aku mengejek mu”.
Qamer
Uddin menjadi marah dan mengatakan pada Parajuritnya bahwa mereka harus melindunginya ia akan
mengambil belati dar balik bajunya namun prajuritnya siap menembakan anak panah
dari atas pohon... Qamer Uddin mengatakan bahwa ia akan terus berjalan mesikipun
sedang Badai tapi Balaji memintanya
untuk tidak keras kepala dan mempertaruhkan nyawanya. Ia berjalan dan
Balaji tetap berteriak dan memanggil namanya, Balaji hanya tersenyum. Balaji
membujuknya untuk kembali, namun Qamer Uddin hanya terdiam dan menatap langit
yang semakin menghitam dan dipenuhi dengan kilatan petir. Hujan pun turun
mengguyur Balaji dan Qamer Uddin yang masih menatap ke langit yang gelap dan
semakin lebat hujan mengguyur mereka berdua, Balaji meminta dia untuk datang ke
bawah dimana disana terdapat tempat penampungan.
Dirumah
Radha Bai, Radha melihat cuaca sangat buruk, ia bertanya-tanya “Kemana Baji
mengapa ia belum pulang sampai sekarang?” Radha meminta Chima ji untuk mencari
Phiu dan Baji dan membawa mereka pulang. Chima bergegas pegi menuruti perintah
ibunya.
Ditempat
pemilik kuda yang baru, kuda hitam terus berlari tanpa kendali, langit semakin
tidak bersahabat. Khan berpikir untuk segera membunuh kuda itu sebelum waktunya
di tetapkan. Khan menatap ke langit ketika petir menggelegar, Seorang pria
mengingatkannya “ hujan akan datang”/
Baji
datang bersama dengan Pihu dan juga teman-temannya kecuali Gotiya. Baji berkata
“Tidak… Baji datang dengan hujan dan akan mengambil badai /Cloud bersama dengan
ku”, Khan menjadi begitu sangat tegang. Khan dan Baji bertatapan dan hujan pun
tutun membasahi mereka.
Balaji
dan Qamer Uddin masih berjalan di tengah hujan yang sangat deras. Balaji
memintanya untuk berpegangan dengan rumput dari pada pohon. Qamer Uddin mulai
marah “Kau meminta ku untuk menuruti mu, aku gila jika aku percaya pada mu”.
Lalu Qamer Uddin menolak untuk memegang pada rerumputan dan sambaran petir
menyambar pohon lalu merobohkannya tepat di depan mata Balaji. Balaji meminta
Qamer Uddin melepaskan sepatunya dan berpegangan pada rerumputan, tapi ia
berjalan dan tidak mau menuruti saran Balaji, Qamer Uddin berjalan dan ia
terjatuh berguling-guling menuruni bukit, Balaji mencoba untuk menolongnya.
Khan
meminta pada Baji jika ia mencoba untuk datang maka Khan akan memukulinya.
Baji mengatakan “Tidak.., kami datang
hanya untuk melakukan kesepakatan”. . Khan mengatakan “Aku tidak melakukan kesepakatan dengan chuchundars”.
Baji mengatakan” Bagaimana jika
chuchundar ini dapat membuktikan bahwa kuda ini tidak gila?”. Khan mengatakan “
kuda itu memiliki luka di kakinya dan tidak bisa berjalan untuk jarak yang
jaug”. Phiu meminta Khan menerima tantangan dan mengatakan “ jika Baji keluar dari
kuda maka kau dapat mengambil uang ini dan membiarkan kuda
pergi bersama dengan kami”. Khan setuju
dan mengambil uang dari Baji
Baji
masuk ke dalam kandang kuda dan berjalan menghamipiri kuda hitam yang terus
berlari tanpa henti, Khan melompat kedalam kandang dan menatap Baji. Ditengah
hujan yang sangat lebat Kuda hitam berlari kencang kearah Baji membuat Pihu dan
temannya yang lain tegang , Baji mengangkat kedua tangannya untuk
mengendalikannya, tapi kuda itu hendak menyerang Baji, ia menghindari sedangan
kuda. Kahn tertawa dan mengejek Pihu dengan mengepak-gepakan kedua tangannya,
ia berkata pada Pihu “Kakak mu akan hilang sebentar lagi”
Baji
menyebut juda itu dengan sebutan kala Badal dan mengatakan “ aku datang kesini
bukan untuk menyakiti mu…, tetapi untuk
membawamu pulang”. Tapi Khan mentertawakannya, Pihu ingin memberikan pelajaran
pada Khan tapi teman-teman Baji menghentikannya dan memintanya untuk tenang.
Kuda hitam kembali berlari di kala hujan mengguyur, Pihu dan teman-temannya
bersorak sorai untuk Baji. Baji mengangkat kedua tangannya dan mereka terdiam.
Kuda berlari dan Baji juga berlari dan melompat ia duduk di atas kuda yang
terus berlari, disisi lain Balaji juga
melompat untuk menyelamatkan Qamer Uddin, Balaji memegang tangan Qamer Uddin
agar ia tidak terjatuh ke lembah. Qamer Uddin meminta Balaji untuk
mengangkatnya “Aku tidak ingin mati” tapi . Balaji ingat apa yang dikatakan
Qamer Uddin saat ia melemparkannya dari
tebing “ Lihatlah apakah Mughal tahu bagaimana caranya untuk terbang di udara” . Qamer Uddin terkejut.
Baji
mencoba untuk duduk di atas kuda hitam yang terus berlari, Pihu dan
teman-temannya meminta Baji untuk berhati-hati, Baji bertahan meskipun ia akan
terjatuh berpegangan pada tali pengendali kuda tapi Baji terlempar dan terjatuh
dari kuda, Pihu dan teman-teman Baji berteriak sementara itu Khan tertawa. Baji
mencoba untuk bangun, Baji ingat ucapan Khan saat ia mengatakan bahwa kuda hitam itu memiliki luka di kakinya. phiu
mencoba untuk masuk ke dalam kandang, tapi teman-teman Bajii menghentikannya. Khan
menegur Pihu “Permainan mu sudah berakhir”. Kuda hitam mulai berlari dan akan
menyerang Baji, tanpa diduga Gotiya masuk kedalam kandang dan mengulurkan
tangannya pada Baji. Baji bertanya “Gotiya kau di sini?”. Gotiya meminta Baji
bangun dan ia akan membantunya. Baji berbisik untuk membuat rencana menjinakan
kuda hitam pada Gotiya dan membuat Khan menjadi bingung. Gotiya sangat senang,
lalu Baji menemui Pihu dan teman-temannya yang lain. Pihu mengatakan “Kakak
kita pasti akan menang, kuda itu sudah gila”. Lalu Baji membuat perencanaan
dengan mereka. Gotiya sengaja memancing kuda hitam untuk terus mengejarnya.
Lalu Baji tersadar “Bersabarlah Gotiya, aku akan datang”. Pihu mengejek Khan.
Qamer
Uddin masih bergantungan memegangi ditebing
tangan Balaji meminta Balaji tidak membuat permusuhan pada dirinya.
Balaji mengatakan “Kau tidak mengenali ku” Balaji mengingatkannya bahwa ia Marathi
dan masuk ke Mughal untuk tahu tentang Shahu ji/ Sahuji dan Qameruddin telah mendorongnya dari tebing
Qamer
Uddin meminta maaf pada Balaji dan
memintanya untuk tidak membuat dirinya jatuh. Balaji bilang “aku ingin melepaskan tangan mu, tapi harus ada perbedaan antara Marathi
dan Mughal”. Balaji kemudian menyelamatkannya.
Kembali
ke kandang kuda, Gotiya dan Baji sedang mencoba kembali untuk menjinakan kuda
hitam yang susah untuk di kendalikan. Gotiya menari-nari ditengah hujan deras,
sementara itu Khan meminta tombaknya dan membuat kuda melangkah mundur kuda
hitam mengangkat kedua kakinya dan terangkat. Khan mengatakan pada Baji bahwa
permainan mereka telah berakhir tapi Baji tidak mempedulikannya.
Qamer
Uddin mengucapkan rasa terima kasihnya pada Balaji karena ia telah menyelamatkan hidupnya Qamer
Uddin berkata “ aku berharap aku bisa memanggil mu sebagai teman, tapi Mughal dan Marathi bermusuhan dan datang di antara kita, hanya orang beruntung
mendapatkan musuh seperti mu “ . Balaji mengubah pola pikir nya. Qamer Uddin
mengatakan “ kau telah mengubah ku, dari hari ini tidak akan ada permainan dan
politik, ia bertanya “apa yang bisa saya
lakukan untuk mu ?”. mereka berdua menatap ke langit
Khan
melempar tombak ke kuda dengan maksud
untuk membunuhnya, Pihu dan teman-teman Baji berteriak, teman kecil Baji
melemparkan bungkusan padanya dan Gotiya meminta Baji melakukan sesuatu dan
menyelamatkan kuda itu sebelum tombak membunuh kuda itu, Gotiya berlutut lalu
baji berlari kearahnya, Baji melompat dan menendang tombak yang melukai
kakinya, Baji membuka bungkusan dan menaruh sepatu pada kuda sehingga membuat
kuda hitam itu berhenti berlari. Baji tersenyum menatapnya, Baji mengingat
ucapan pria tua yang ketika itu menasehatinya, Baji bangun dan menyentuh serta
mencium kuda itu.
Malam
hari, Radha Bai sedang berdiri di dekat jendela menatap bulan purnama. Balaji
datang mengatakan pada Radha “Qamer Uddin menjadi baik di depan ku dan itu
kerana saran mu”. Radha menjadi sangat marah ketika ia melihat Baji dan Pihu
pulang dengan pakian penuh dengan kotoran “Tunjukanlah rasa sakit mu
baji”. Radha keluar dan bertanya pada
Baji “Dari mana kalian?” Baji mengatakan kami pergi untuk membawa kuda. Radha
mengatakan “Kau tidak bisa mendapatkan kuda di sedikit uang”. Phiu mengatakan “
apa yang kau tahu?” Radha memutuskan untuk menghukum mereka dan mengambil
tongkat, ketika akan memukul Radha melihat
luka dengan darah segar di kaki
Baji dan bertanya tentang hal itu. Baji hanya terdiam dan mengingat kakinya
terluka ketika menyelamatkan nyawa kuda dari ancaman tombak Khan.
Baji
berhasil mendapatkan kuda itu dan membuat Pihu serta teman-temannya senang
memasuki kandang kuda. Khan bertepuk tangan dan menghargai Baji, ia bertanya
“Bagaimana kau dapat mengendalikan kuda tanpa menusuknya . Baji mengatakan pada
Khan “ Aayi ku mengatakan ketika ada luka di hati seseorang,
tubuh tidak harus ikut dilukai”. Khan mengatakan” ia memiliki luka di kakinya”.
Baji mengatakan “ kuda ini terluka tapi tidak pada kakinya tapi hatinya”. Baji ingat ayah pemilik kuda ketika mengatakan
bahwa kuda digunakan untuk menatap sepatu anaknya. Jadi Baji membawkan sepatu milik
tuannya untuk menenangkannya.
Baji bilang “ aku telah mengendalikan dirinya dengan cinta
ku”. Khan menghargai Baji dan mengatakan “Kau akan menjadi orang yang hebat”. Khan
mengatakan”Kau telah mengajari yang hal yang tidak pernah ku bisa pelajai bahkan
setelah menghabiskanwaktu bertahun-tahu dengan kuda.., kau bisa mengambil kuda
ini bersama dengan mu, tapi aku akan menyimpan uang ini tetapi tidak pernah
akan menghabiskan untuk berpikir aku memilik uang dari anak laki-laki yang
bijaksana”. Khan melepaskan kuda bersama dengan mereka. Baji berjalan pergi
dengan kudanya.
Precap:
Radha
mengikat benang dan meminta dia untuk tidak melakukan apa-apa. Kemudian Naser
menantang Baji dan menghukum orang-orang Saswad yang membuat Baji marah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar