JADWAL TYO SONY TV : 31
Januari 2017
Naser memberikan tantangan pada Baji dan juga teman-temannya untuk menarik gajahnya yang bernama Yakut, Baji mengatakan pada Naser “ Jika aku berhasil maka aku berhak bersama dengan teman-teman ku”. Naser meminta agar Baji memulai tantangan, ketika itu Baji akan menghampiri Naser tapi teman-temannya menarik Baji mereka berunding, Naser meminta untuk membuat kaki gajah Yakut terangkat, Baji dan teman-temannya mencoba menarik gajah dengan seluruh kekuatan mereka. Naser meminta mereka untuk membuat kaki Yakut terangkat namun Gotiya mundur bermaksud untuk menolak dan mengangkat tangannya “tidak mungkin mengangkat gajah”. .
Balaji berlutut untuk mengambilkan sepatu untuk Qamer Uddin, Qamer Uddin hanya tersenyum
puas, Balaji mengatakan “Athithi Devo Bhavo, Balaji bangun dan berkata “hanya
teman yang berhak meminta pada teman lainnya untuk memilih sepatu mereka, itu
berarti kau menganggap kami sebagai
teman”. Qamer Uddin hanya terdiam dan kemudian ia bertanya “:apa maksud. Mu?”
Balaji menghina Qamer Uddin dengan tidak
hormat lalu Balaji kembali untuk mengambilkan sepatunya. Qamer Uddin mengatakan
“ tidak ada yang telah menghina ku seperti ini sampai sekarang” dan memintanya untuk berpelukan. Balaji Dewanya. Qamer Uddin mengatakan
“ ketika kau telah membungkuk untuk
mengambil sepatu ku, aku pikir kau sama
sekali tidak memiliki harga diri”.
Balaji bertanya “apa itu hanya tentang sepatu mu saja?” . Qamer Uddin tertawa
... .Balaji tersenyum.
Baji
dan teman-temanya berjalan menghampiri tali gajah dan mereka bersiap untuk
menarik Yakut, Naser hanya
tersenyum duduk di atas gajah Yakut.
Baji dan teman-temannya mulai menarik gajah dengan seluruh tenaga yang mereka
punya. Baji mengatakan tidak ada yang mustahil dan mencoba untuk membuat gajah
bergerak, sementara itu Naser hanya tertawa dan beberapa prajurit bersorak
sorai untuk Yakut, Baji dan teman-temannya terus menarik yakut dan bersorak
sorai Har..har Maha dev, dan kaki Yakut sedikit terangkat dan Yakut sedikit
bergerak dan membuat Naser yang duduk diatasnya terkejut, Baji meminta
teman-temanya untuk menarik Yakut kembali dan itu membuat Naser khawatir
Naser menipu dan membuat gajah tidak
bergerak karena sebuah tongkat di tangannya dan juga sarang lebah madu dan mendadak Yakut keatkutan dan
mundur menarik Baji dan juga teman-temanya. Naser mengatakan “Kau telah
kehilangan kesempatan dalam tantangan ini dan membungkuklah lalu tinggalkan
tempat ini”. Baji bersama teman-temannya melepaskan tali dan membuat Naser tersenyum puas, Baji
melepaskan tali karena Baji melihat mata gajah Yakut dan menatapnya iba,
Baji menjawab tantangannya bahwa ia akan
membalas kecurangan dan akan segera kembali, Baji dan teman-temanya pergi...
Naser mengatakan “Kami akan tinggal di sini selama beberapa hari, mari kita
lihat apa yang marathis lakukan”.
Radha sedang mengajarkan Pihu membaca
huruf yang tertulis di lantai dan memberikan Pihu makan. Pihu bertanya tentang
kata Swabhimaan, Radha mengatakan “semua orang setelah Swabhimaan”. Radha
menjelaskan bahwa siapa pun merasa bangga jika mereka memiliki Abhimaan, dan siapa pun
yang berjalan dengan hormat diri berdiri tinggi memiliki Swabhimaan”. Pihu
mengatakan “Aku tidak punya Swabhimaan”.
Radha mengatakan “ akan segera datang”.
Baji dan teman-temanya duduk di pinggiran
sungai, Gotiya kesal karena lalaer terus menganggunya, Baji bertanya “Ada apa
Gotiya?” Gotiya yang kesal bertanya
“Baji mengapa lebah madu itu membuat kita kalah?”. Setidaknya kau bisa menjawab ku Baji…
kenapa?”. Baji menangis dan memeluk Gotiya yang terus bertanya padanya, tapi
Baji hanya terdiam.
Di kerajaan Tara Rani Saheb sedang
mengadakan pertemuan, Tara Rani Saheb
bertanya pada Dhana ji “Mengapa kau menyambut Qamer Uddin?” ketika aku meminta
mu untuk menghina Qamer Uddin dengan sopan?”.
Dhana ji mengatakan “ Qamer Uddin membawa iringan musiknya sendiri
bersamanya”. Balaji mengatakan “ Qamer Uddin ingin bertemu dengan mu”. Rani Tara mengatakan “Aku akan membuat Qamer Uddin menunggu”. Ajudan
Tara Rani meminta agar Balaji tidak bicara seperti Mughal dan tetap pada dalam
batas kemampuannya, Balaji hanya terdiam dan sedih.
Baji pulang dan mencuci tangan dan
kakinya, ibunya melihatnya dan memanggil Baji, tapi Baji tidak menghiraukannya.
Begitu juga dengan Balaji, ia pulang dengan wajah yang sangat sedih, Radha Bai
pun bertanya tentang kegelisahannya, ia pun bertanya pada suaminya namun Balaji
tidak mau menjawabnya dan masuk kedalam, Radha bai bertanya-tanya “Ada apa
dengan mereka?”.
Malam hari, Radha bai dan keluarganya
sedang makan bersama, Radha melihat Baji hanya terdiam bergitu juga dengan
Balaji yang hanya terdiam. Radha bertanya pada suaminya tentang pertemuannya
dengan utusan Mughal. Balaji mengatakan “Aku
tidak bisa menangkap konspirasi Qamer
Uddin ini”. Baji menangis mengatakan pada ayahnya “ Mughal memang licik, kami telah kehilangan itu dari mereka”. Balaji
bertanya “kapan?” Baji mengatakan “ Kami , anak-anak telah hilang dari Mughal”.
Chimna mengatakan “anak-anak berjuang dengan Mughal dan hilang”. Pihu meminta
dia untuk memberitahu. Baji bercerita tentang pertarungannya dengan Naser.
Balaji mengatakan “Naser adalah anak
Qamer Uddin”. Radha mengatakan “ takdir membawa mereka dan menunjukan mereka”. Baji pergi. Balaji
meminta Baji untuk menceritakan
semuanya. Baji mengatakan segalanya. Balaji bertanya “ siapa menghentikan kalian dari mandi di sungai kita sendiri?”. Pihu kesal dan pergi lalu kembali dan
membawakan cabai pada Baji untuk mengalahkan Naser. Balaji menegur Pihu dan
mereka tertawa.
Chimna mengatakan “Kau harus mengubah cara mu”. Pihu menggoda Chimna “Aku akan menggigit mu “. Chimna mengatakan “dia
telah menjadi seperti Baji”. Radha menatap
Balaji. Balaji meminta Pihu untuk tidak
marah. Pihu mengatakan “mereka marathis dan akan marah”. Baji mengatakan “mereka
telah menyakiti Swabhimaan ku”. Balaji mengatakan” itu Abhimaan”. Baji
mengatakan “ itu Abhimaan ku sendiri” ... Swabhimaan… .. Baji pergi lalu Chimna dan Pihu menyusul
Baji. Kemudian Radha dan Balaji bercerita kepada anak-anak mereka tentang Raja
membuka pintu sehingga praja nya dapat mengambil air dan makanan. Mereka
mengajarinya perbedaan antara Abhimaan dan Swabhimaan. Baji memahami perbedaan
itu. Radha tersenyum pada suaminya dan ketiga anak mereka telah tertidur.
Di temda Qamer Uddin, Naser sedang makan
malam bersama dengan ayahnya, Naser
memberitahu ayahnya tentang bermain dengan Baji. Qamer Uddin mengatakan “Kau
telah mengajarkan pelajaran yang baik pada mereka”, dan meminta Naser untuk
belajar di Saswad. Atahnya bilang “aku akan menangani pohon-pohon tua,
sementara kau dapat memotong pohon yang keci”l. Naser mengatakan “Mereka akan kita
tebang”. Qamer uddin meminta Naser untuk
belajar bagaimana untuk memerintah di Marathis. Naser hanya tersenyum.
Balaji sedang duduk membuat Paan , Radha
Bai datang menemuinya. Balaji memberikaan paan padanya dan mereka memakannya.
Balaji dan Radha berbincang, Balaji
berkata “Kita akan mengajarkan Baji tentang perbedaan Swabhimaan dan
Abhimaan, tapi kita tidak bisa membuat teman-temannya membenci atau menghina orang lain..aku hanya
ingin ingin anak-anak kita untuk
melindungi harga diri mereka dan tidak menghina orang lain”. .“Kau tahu bagaimana untuk berburu harimau kau harus belajar untuk bermain dengan rubah yang pintar”.., aku tidak tahu apa yang terjadi
dalam pikirannya”. Balaji memegang tangan Radha.
Baji tertidur, ia bermimpi ketika
melakukan tantangan menarik gajah dari Naser, Baji terbangun dan menatap
kesekeliling rumahnya ia tampak ketakutan.Baji melihat kedua adiknya telah
tertidur dengan sangat nyenyak.
Keesokan paginya, Chimna memberi salam
pada Balaji dan Baji memberitahu pada ayahnya bahwa dirinya ingin belajar
tentang perbedaan antara antara Abhimaan dan Swabhimaan, Baji bertanya “bagaimana
aku bisa kehilangan kekuatan ku ?”.
Balaji hanya tersenyum, Pihu berlari keluar. Radha bai datang mengatakan “Aku
memiliki jawabannya”.
Sementara itu, Pihu membawa kandang ayam
milik Shanta dan melarikan diri, Radha terkejut dan meminta Balaji untuk
membantu Shanta untuk menangkap ayam. Pihu hanya tertawa ketika seorang wanita
berusaha untuk menangkap ayamnya yang telah lari. Radha meminta pada Balaji untuk menangkap
ayam. Baji bergegas berlari, Radha meminta suaminya untuk membantu Baji
menagkap ayam. Mereka semua bergegas berlari untuk membantu Shanta menangkap
ayamnya. Shanta memberitahu pada Radha bahwa Pihu telah membebaskan ayamnya.
Pihu terkejut ketika melihat keluarganya telah datang, Radha meminta Baji untuk
segera menangkap ayam-ayam itu, Baji berlari untuk menangkap tapi ia gagal,
Radha juga meminta Balaji membantu Baji menangkap ayam. Radha dan Pihu
tersenyum, Ayah dan Baji mengejar ayam dan kesulitan untuk menangkap ayam, Baji
terjatuh dan kesal. Chimna mentertawakannya, Baji kembali bangkit dan kembali
mengejar ayam-ayam itu. Baji dan ayahnya pun gagal untuk menangkap ayam hitam
dan membuat semua orang tertawa.
Balaji kembali berjuang menangkap ayam,
Pihu tertawa senang tapi Radha menghentikan tawanya, Baji dan ayahnya melihat
dua erkor ayam dan siap untuk menangkapnya akan tetapi ketika itu menangkap satu sama lain, ternyata Baji
berkata “Ayah ini aku, aku disini”. Balaji bilang “Baji…”. Baji kembali menangkap tapi iya menjatuhkan
kendi air pecah dan menyipratinya. Balaji juga menangkap ayam di tumpukan
jerami tapi usahanya sia-sia, ayam itu kembali lari, Radha tersenyum menahan
tawanya, Pihu juga tertawa. Balaji
melihat ayam hitam dan akan menangkapnya, ayam itu kembali kabur, ia menatap
Radha yang sedang tersenyum, Balaji membersihkan dirinya dan menghampiri Radha
Bai, Blaaji bilang “Ayam itu sangat pintar”. . Pihu mengatakan pada ayahnya “
ini rencana Aayi untuk membuat kalian
belajar Paath, ia lebih pintar dari ayam-ayam itu”. Baji terkejut.
Balaji menatap Radha bai dengan tatapan tajam
Precap:
Qamer
Uddin mengatakan pada Balaji bahwa ia akan pergi bertemu Shiva Raje di ghat.
Balaji berbalik dan tersenyum sambil berjalan keluar. Baji mengatakan bahwa ia
membutuhkan kuda untuk mengalahkan gajah. ia datang untuk membeli gajah. Man
meminta ia untuk membeli sampai malam, kalau tidak dia akan membunuh kuda dan
melepaskan kulitnya. Baji terkejut ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar