Rabu, 01 Februari 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 7 (31 Januari 2017): BAJI MENJAWAB TANTANGAN NASER, PENANGKAPAN AYAM KARENA ULAH PIHU, PIHU MEMBERITAHU JIKA ITU RENCANA RADHA BAI DAN MEMBUAT BAJI DAN SUAMINYA TERKEJUT

JADWAL TYO  SONY TV  : 31 Januari 2017

SINOPSIS PESHAWA BAJIRAO EPISODE 7
 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE 



Index : Bajirao dan teman-temannya bermain tarik-menarik dengan gajah Nasir. Nasir menggunakan alat untuk menyakiti gajah tersebut. Akhirnya, Nasir meminta Bajirao untuk menerima kekalahan tersebut. Bajirao menjawab Nasir bahwa ia akan segera mengajarkan kepadanya sebuah pelajaran. Di sisi lain, Balaji Vishwanath mengejek Qamruddin, bahwa dia akan merasa terhormat untuk mengangkat sepatunya dengan tangannya.

---------------------------
-----------------------------------------------------------------------------
-------------------








Naser memberikan tantangan pada Baji dan juga teman-temannya untuk menarik gajahnya yang bernama Yakut, Baji mengatakan pada Naser “ Jika aku berhasil maka aku berhak bersama dengan teman-teman ku”. Naser meminta agar Baji memulai tantangan,  ketika itu Baji akan menghampiri Naser tapi teman-temannya menarik Baji mereka berunding, Naser meminta untuk membuat kaki gajah Yakut terangkat, Baji dan teman-temannya mencoba menarik gajah dengan seluruh kekuatan mereka. Naser meminta mereka untuk membuat kaki Yakut terangkat namun Gotiya mundur bermaksud untuk menolak  dan mengangkat tangannya “tidak mungkin mengangkat gajah”. .

Balaji berlutut untuk mengambilkan  sepatu  untuk Qamer Uddin, Qamer Uddin hanya tersenyum puas, Balaji mengatakan “Athithi Devo Bhavo, Balaji bangun dan berkata “hanya teman  yang berhak meminta pada  teman lainnya untuk memilih sepatu mereka, itu berarti kau  menganggap kami sebagai teman”. Qamer Uddin hanya terdiam dan kemudian ia  bertanya “:apa  maksud. Mu?”
Balaji menghina Qamer Uddin dengan tidak hormat lalu Balaji kembali untuk mengambilkan sepatunya. Qamer Uddin mengatakan “ tidak ada yang telah menghina ku  seperti ini sampai sekarang”  dan memintanya untuk  berpelukan. Balaji Dewanya. Qamer Uddin mengatakan “ ketika kau  telah membungkuk untuk mengambil sepatu ku, aku  pikir kau sama sekali  tidak memiliki harga diri”. Balaji bertanya “apa itu hanya tentang sepatu mu saja?” . Qamer Uddin tertawa ... .Balaji tersenyum.

Baji dan teman-temanya berjalan menghampiri tali gajah dan mereka bersiap untuk menarik Yakut,  Naser hanya tersenyum  duduk di atas gajah Yakut. Baji dan teman-temannya mulai menarik gajah dengan seluruh tenaga yang mereka punya. Baji mengatakan tidak ada yang mustahil dan mencoba untuk membuat gajah bergerak, sementara itu Naser hanya tertawa dan beberapa prajurit bersorak sorai untuk Yakut, Baji dan teman-temannya terus menarik yakut dan bersorak sorai Har..har Maha dev, dan kaki Yakut sedikit terangkat dan Yakut sedikit bergerak dan membuat Naser yang duduk diatasnya terkejut, Baji meminta teman-temanya untuk menarik Yakut kembali dan itu membuat Naser khawatir

Naser menipu dan membuat gajah tidak bergerak karena sebuah tongkat di tangannya dan juga  sarang  lebah madu dan mendadak Yakut keatkutan dan mundur menarik Baji dan juga teman-temanya. Naser mengatakan “Kau telah kehilangan kesempatan dalam tantangan ini dan membungkuklah lalu tinggalkan tempat ini”. Baji bersama teman-temannya melepaskan tali  dan membuat Naser tersenyum puas, Baji melepaskan tali karena Baji melihat mata gajah Yakut dan menatapnya iba, Baji  menjawab tantangannya bahwa ia akan membalas kecurangan dan akan segera kembali, Baji dan teman-temanya pergi... Naser mengatakan “Kami akan tinggal di sini selama beberapa hari, mari kita lihat apa yang marathis lakukan”.

Radha sedang mengajarkan Pihu membaca huruf yang tertulis di lantai dan memberikan Pihu makan. Pihu bertanya tentang kata Swabhimaan, Radha mengatakan “semua orang setelah Swabhimaan”. Radha menjelaskan bahwa siapa pun merasa bangga  jika mereka memiliki Abhimaan, dan siapa pun yang berjalan dengan hormat diri berdiri tinggi memiliki Swabhimaan”. Pihu mengatakan “Aku  tidak punya Swabhimaan”. Radha mengatakan “ akan segera datang”.

Baji dan teman-temanya duduk di pinggiran sungai, Gotiya kesal karena lalaer terus menganggunya, Baji bertanya “Ada apa Gotiya?” Gotiya yang kesal  bertanya “Baji mengapa lebah madu itu membuat kita kalah?”.  Setidaknya kau bisa menjawab ku Baji… kenapa?”. Baji menangis dan memeluk Gotiya yang terus bertanya padanya, tapi Baji hanya terdiam.

Di kerajaan Tara Rani Saheb sedang mengadakan pertemuan,  Tara Rani Saheb bertanya pada Dhana ji “Mengapa kau menyambut Qamer Uddin?” ketika aku meminta mu untuk menghina Qamer Uddin dengan sopan?”.  Dhana ji mengatakan “ Qamer Uddin membawa iringan musiknya sendiri bersamanya”. Balaji mengatakan “ Qamer Uddin ingin bertemu  dengan mu”. Rani Tara mengatakan “Aku  akan membuat Qamer Uddin menunggu”. Ajudan Tara Rani meminta agar Balaji tidak bicara seperti Mughal dan tetap pada dalam batas kemampuannya, Balaji hanya terdiam dan sedih.

Baji pulang dan mencuci tangan dan kakinya, ibunya melihatnya dan memanggil Baji, tapi Baji tidak menghiraukannya. Begitu juga dengan Balaji, ia pulang dengan wajah yang sangat sedih, Radha Bai pun bertanya tentang kegelisahannya, ia pun bertanya pada suaminya namun Balaji tidak mau menjawabnya dan masuk kedalam, Radha bai bertanya-tanya “Ada apa dengan mereka?”.

Malam hari, Radha bai dan keluarganya sedang makan bersama, Radha melihat Baji hanya terdiam bergitu juga dengan Balaji yang hanya terdiam. Radha bertanya pada suaminya tentang pertemuannya dengan utusan Mughal.  Balaji mengatakan “Aku  tidak bisa menangkap konspirasi Qamer Uddin ini”. Baji  menangis mengatakan  pada ayahnya “ Mughal memang  licik, kami  telah kehilangan itu dari mereka”. Balaji bertanya “kapan?” Baji mengatakan “ Kami , anak-anak telah hilang dari Mughal”. Chimna mengatakan “anak-anak berjuang dengan Mughal dan hilang”. Pihu meminta dia untuk memberitahu. Baji bercerita tentang pertarungannya dengan Naser. Balaji mengatakan “Naser adalah  anak Qamer Uddin”. Radha mengatakan “ takdir membawa mereka  dan menunjukan mereka”. Baji pergi. Balaji meminta Baji  untuk menceritakan semuanya. Baji mengatakan segalanya. Balaji  bertanya “ siapa menghentikan  kalian  dari mandi di sungai kita  sendiri?”.  Pihu kesal dan pergi lalu kembali dan membawakan cabai pada Baji untuk mengalahkan Naser. Balaji menegur Pihu dan mereka tertawa.

Chimna mengatakan “Kau  harus mengubah cara mu”. Pihu menggoda Chimna “Aku  akan menggigit mu “. Chimna mengatakan “dia telah menjadi seperti Baji”.  Radha menatap  Balaji. Balaji meminta Pihu untuk tidak marah. Pihu mengatakan “mereka marathis dan akan marah”. Baji mengatakan “mereka telah menyakiti Swabhimaan ku”. Balaji mengatakan” itu Abhimaan”. Baji mengatakan “ itu Abhimaan ku sendiri” ... Swabhimaan… ..  Baji pergi lalu Chimna dan Pihu menyusul Baji. Kemudian Radha dan Balaji bercerita kepada anak-anak mereka tentang Raja membuka pintu sehingga praja nya dapat mengambil air dan makanan. Mereka mengajarinya perbedaan antara Abhimaan dan Swabhimaan. Baji memahami perbedaan itu. Radha tersenyum pada suaminya dan ketiga anak mereka telah tertidur.

Di temda Qamer Uddin, Naser sedang makan malam bersama dengan ayahnya,  Naser memberitahu ayahnya tentang bermain dengan Baji. Qamer Uddin mengatakan “Kau telah mengajarkan pelajaran yang baik pada mereka”, dan meminta Naser untuk belajar di Saswad.   Atahnya  bilang “aku akan menangani pohon-pohon tua, sementara kau  dapat memotong pohon yang  keci”l. Naser mengatakan “Mereka akan kita tebang”. Qamer uddin meminta Naser  untuk belajar bagaimana untuk memerintah di Marathis. Naser  hanya tersenyum.

Balaji sedang duduk membuat Paan , Radha Bai datang menemuinya. Balaji memberikaan paan padanya dan mereka memakannya. Balaji dan Radha berbincang, Balaji   berkata “Kita akan mengajarkan Baji tentang perbedaan Swabhimaan dan Abhimaan, tapi kita tidak bisa membuat teman-temannya  membenci atau menghina orang lain..aku hanya ingin  ingin anak-anak kita untuk melindungi harga diri mereka dan tidak menghina orang lain”. .“Kau  tahu bagaimana untuk berburu harimau kau  harus belajar untuk bermain dengan rubah yang  pintar”.., aku tidak tahu apa yang terjadi dalam pikirannya”. Balaji memegang tangan Radha.
Baji tertidur, ia bermimpi ketika melakukan tantangan menarik gajah dari Naser, Baji terbangun dan menatap kesekeliling rumahnya ia tampak ketakutan.Baji melihat kedua adiknya telah tertidur dengan sangat nyenyak.

Keesokan paginya, Chimna memberi salam pada Balaji dan Baji memberitahu pada ayahnya bahwa dirinya ingin belajar tentang perbedaan antara antara Abhimaan dan Swabhimaan, Baji bertanya “bagaimana aku bisa  kehilangan kekuatan ku ?”. Balaji hanya tersenyum, Pihu berlari keluar. Radha bai datang mengatakan “Aku memiliki jawabannya”.  

Sementara itu, Pihu membawa kandang ayam milik Shanta dan melarikan diri, Radha terkejut dan meminta Balaji untuk membantu Shanta untuk menangkap ayam. Pihu hanya tertawa ketika seorang wanita berusaha untuk menangkap ayamnya yang telah lari.  Radha meminta pada Balaji untuk menangkap ayam. Baji bergegas berlari, Radha meminta suaminya untuk membantu Baji menagkap ayam. Mereka semua bergegas berlari untuk membantu Shanta menangkap ayamnya. Shanta memberitahu pada Radha bahwa Pihu telah membebaskan ayamnya. Pihu terkejut ketika melihat keluarganya telah datang, Radha meminta Baji untuk segera menangkap ayam-ayam itu, Baji berlari untuk menangkap tapi ia gagal, Radha juga meminta Balaji membantu Baji menangkap ayam. Radha dan Pihu tersenyum, Ayah dan Baji mengejar ayam dan kesulitan untuk menangkap ayam, Baji terjatuh dan kesal. Chimna mentertawakannya, Baji kembali bangkit dan kembali mengejar ayam-ayam itu. Baji dan ayahnya pun gagal untuk menangkap ayam hitam dan membuat semua orang tertawa.

Balaji kembali berjuang menangkap ayam, Pihu tertawa senang tapi Radha menghentikan tawanya, Baji dan ayahnya melihat dua erkor ayam dan siap untuk menangkapnya akan tetapi ketika itu  menangkap satu sama lain, ternyata Baji berkata “Ayah ini aku, aku disini”. Balaji bilang “Baji…”.  Baji kembali menangkap tapi iya menjatuhkan kendi air pecah dan menyipratinya. Balaji juga menangkap ayam di tumpukan jerami tapi usahanya sia-sia, ayam itu kembali lari, Radha tersenyum menahan tawanya, Pihu juga tertawa.  Balaji melihat ayam hitam dan akan menangkapnya, ayam itu kembali kabur, ia menatap Radha yang sedang tersenyum, Balaji membersihkan dirinya dan menghampiri Radha Bai, Blaaji bilang “Ayam itu sangat pintar”. . Pihu mengatakan pada ayahnya “ ini rencana Aayi untuk membuat kalian  belajar Paath, ia lebih pintar dari ayam-ayam itu”. Baji terkejut. Balaji menatap Radha bai dengan tatapan tajam

Precap:
Qamer Uddin mengatakan pada Balaji bahwa ia akan pergi bertemu Shiva Raje di ghat. Balaji berbalik dan tersenyum sambil berjalan keluar. Baji mengatakan bahwa ia membutuhkan kuda untuk mengalahkan gajah. ia datang untuk membeli gajah. Man meminta ia untuk membeli sampai malam, kalau tidak dia akan membunuh kuda dan melepaskan kulitnya. Baji terkejut ...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar