Jumat, 23 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 135 ( 28 JULI 2017 ) : PANT MENCALONKAN RIDHANYA GANGADHAR SEBAGAI PESHWA PENGGANTI BALAJI, BAJIRAO DAN RADHA BAI TERUS BERDEBAT SATU SAMA LAIN, PERNIKAHAN MATSANI DENGAN PANGERAN KEMAYU VIJENDRA, RAJA CHARTASAL DATANG UNTUK MENGHENTIKAN MATSANI BUNUH DIRI

TAYANGAN SONY TV 28 JULI 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 135
DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE



Index : Tuduhan Mastani terrencana dengan baik. Dia diperintahkan untuk  memakai pakian pernikahannya, yang akan diadakan hari itu juga. Saat Mastani mendekati aula pernikahan, dia mengeluarkan pedang dan mengancam untuk bunuh diri jika dia dipaksa untuk menikah. 
--------------------
------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------
Ratu mencoba untuk membodohi Matsani berkata "Kau telah menunduh komdandan sebagai penghianat yang setia, mungkin kau tidak akan mematuhi ku jika kau tidak menginginkannya, tapi jangan pernah meduduh orang lain salah, Matsani!"  Komandan selalu selalu berdiri disamping raja dalam semua perang". Matsani mengatakan "Itu hanya salah satu dari banyak sifar penusuk dari belakang, bukan musuh tapi teman-teman bisa saja menipu atau jika aku bisa mengatakannya lebih tepatnya sebagai keluarga". Matsani menatap pangeran Jagat dengan penuh amarah, Ratu melangkah maju mengatakan "Jangan lupa bahwa aku telah memberikan persetujuan pada mu tentang perjodohan ini dan Rajput tidak akan pernah membalas kata-kata kami,Matsani". Surriyah menghampiri Matsani berkata " apa yang di katakan yang mulia bena, mengertilah". Matsani mengatakan pada ibunya "aku akan mematuhi mu jika takdir ku tidak di kaitkan dengan Bundelkhand". Ratu sangat tersinggung berkata "Cukup!".. bukan kata yang lain, Matsani, yang mulia telah memberikan ku wewenang untuk mengambil keputusan di istana ini dan dengan wewnang itu aku telah memutuskan kau akan tetap menikah dengan Vijendra, kau akan menikah hari ini". Ratu berkata "Suriyah begum, minta pada putri mu untuk segera melakukan pernikahan  jika tidak aku tidak akan bertanggung jawab untuk  akibatnya".  Ratu kesal dan pergi, Ibu Matsani menangis dan Matsani hanya terdiam.

Dirumah Radha Bai Baji rao sedang menaruh beberpa perkakas di atas meja dan Khasi Bai menemaninya, ia menaruh gelas di meja berkata "ini Haunt Sing dan surat, dia tinggal didaerah pesisirdai mahir dalam perdagangan, tapi dia bukan seorang pejuang". Khasi tersenyum, Bajirao meminta yang lain dan Khasi memberikannya, Bajirao mengatakan "disebelahnya Rudrha pratap Singh, dia mengunci tanduk dengan Mughal sendirian dan seorang pejuang yang hebat, tapi dia tidak tahu apa-apa tentang perdagangan". Bajirao mengulurkan tangannya lagi ke Khasi, istrinya mencari benda yang bisa dia berikan dan bergegas mengambil benda itu lalu memberikannya, Bajirao menaruhnya dimeja berkata " ini Gulab Singh menguasai administrasi dan kapal perang tapi orang takut padanya, mereka tidak mencintainya". Bajirao mengulurkan tangannya kembali ke Khasi, Khasi tersenyum dan Baji menatap wajahnya, mereka bertatapan dan khasi merasa malu dan bergegas menaiki anak tangga  untuk kelantai atas dan bertemu dengan Chimna ji, Chimna  menggoda Khasi Bai dan bertanya pada Khasi "ada apa kak ipar, cara mu menatap kakak ku sepertinya kau akan selamanya menatapnya". Khasi merasa malu dan bergegas  pergi dan Chimna tertawa. Sementara di lantai bawah Bajirao masih duduk dilantai, ia mengambil belatinya dan mengeluarkan dari sarungnya dan berkata "ini Gangadhar, dia seorang Brahman". Bajirao melihat belatinya.

Matsani telah bersiap dikamarnya mengenakan gaun pengantinnya, Suriyah mengatakan pada Matsani "singkirkan semua kesalah pahaman mu". Ibunya memakiannya duppata Surriyah berkata pada matsani "Yang mulia bisa bermusuhan dengan mu tapi tidak dengan Bundelkhand". Mtsani mengatakan pada ibunya "aku tidak memiliki kesalah pahaman dan kupikir yang mulia dan saudara laki-laki ku tahu  dengan maksud yang sebenarnya dengan ayah Vijendra dan memang benar mereka menyadari akan hal itu karena Vijendra tidak pantas menerima gadis manapun apalagi  aku.., itulah alasannya meskipun sudah dekat dengan tempat ini dia tidak datang untuk mengikuti lamaran bahkan  hanya mengirimkan keluarganya, pernikahan ini akan sesuai dengan tradisi Bundelkhand, tapi kenyataannya akan tetap tersembunyi .., ibu ayah tidak ada disini jadi jika  kau mau untuk mendukung untuk menghentikan pernikahan ini". Surriyah berkata pada Matsani "Jika pernikahan ini di batalkan, aku sudah lama cukup bertahan tapi itu tidak lagi, Mtsani kau bisa melawan yang mulia tapi bukan melawan takdir mu, kau telah ditakdirkan untuk menanggung rasa sakit karena diri ku". Ibu Matsani menangis, tapi Matsani menghapus air matanya dan mereka berpelukan, Surriyah menutup wajah Matsani dengan Dupptanya.

Bihu Bai sedang gelisah ia berdiri di atas balkon memperhatikan Bajirao yang sedang duduk di bawah, Rakhma mengejutkan Bhiu berkata "apa yang terjadi, kenapa kau terlihat takut?". Bhiu menghindar namun Chimna ji datang kesana dan bertanya "apa yang terjadi Bhiu?. Apakah kakak mengatakan sesuatu lagi pada mu?". Bhiu menjawab "aku tidak mengerti apa-apa , jika aku mematuhi suami ku itu akan menyakiti kakak ku tapi jika tidak pernikahan ku akan terpengaruh". Bajirao mendengar mereka dan berkata "pilihannya hanya diantara bernar dan salah akan mudah untuk di putusakan, rasa sakit dari orang-orang terkasih tidak bisa di abaikan". Bhiu.., Chimna dan Rakhma memperhatikan, Bajirao bertanya "ada apa Bhiu?". Bihu hanya terdiam dan menatap Bajirao dengan rasa cemas.

Matsani berjalan di altar penikahannya didampingi oleh Surriyah dan Chanda, semua orang telah berkumpul, Ratu dan Jagaraj tersenyum licik ketika Matsani menatap ke arah mereka. Matsani sampai di atas mandapnya ia mengambil pedang dan membuat semua orang terkejut dan berkata "Jika  anak perempuan dari Bundelkhand bisa membunuh bangsanya, mereka juga bisa memberikan hidup mereka.. aku membawa garis keturunan dan juga kemarahan dari raja chatrasal dan aku akan menyerahkan hidup ku, tapi tidak akan menjadi pion di tangan musuh kami". Matsani mengarahkan pedang pada dirinya dan membuat semua orang terkejut namun raja Chatrasal datang dan menangkis pedang Matsani di depan semua orang sebelum semuanya terlambat, semua orang terdiam dan Surriyah merasa lega. Raja Chatrasal memasukan pedangnya kembali dan tidak mengijinkan pangeran Jagat Raj untuk berbicara, Raja Cathrasal mengatakan "aku tidak tahu mengapa Matsani menolak pewrjodohan pernikahan ini, tapi aku tahu pasti jika dia kebih baik memilih kematian atau sebaliknya dan itu masalah serius... selain itu pilihan wanita di hormati di Bundelkhand, kami tidak memaksakan keputusan kami padanya, jika Matsani tidak setuju dengan aliansi ini tidak akan pernah di lakukan". Pihak calon mempelai pria dari pangeran Vijendara dan juga semua anggota keluarga kerajaan terkejut, Raja Chartasal pergi dari sana. Ayah dari pangeran Vijendra menghentikannya dan berkata pada yang mulia " keputusan ini akan membuat kita menjadi musuh mu".  Raja Chatrasal  mengatakan "daftar musuh kus sudah lama ada, jadi jika ada penambahan tidak akan ada bedanya, tapi jika aku benar-benar menjadi musuh  mu itu hanya membuat perbedaan yang besar untuk mu". Raja Chatrasal  namun ayah pangeran Vijendra hanya terdiam saja.

Bhiu mengatakan di depan Radha Bai dan semua saudara dan juga iparnya  di lantai bahwah, Bhiu mengatakan "aku tidak tahu mengapa suami ku datang menemui Pant, tapi aku tahu dengan pasti  mereka yang telah diam-diam untuk pergi memiliki niat yang tidak jujur". Bajirao berkata " dalam politik, ada batasan seberapa rendah orang bisa membungkuk, dengan menyeret keluarga ku kedalam politik maka Pant telah memaksa ku untuk menuntut jawaban darinya dab aku sendiri yang akan pergi untuk mendapatkan jawaban darinya". Bajirao hendak akan pergi namun Radha menghentikannya berkata "Rao kemarahan seperti percikan api yang akan membakar oarang yang sedang marah". Bajirao bertanya pada Radha "jadi apa yang harus aku lakukan, ibu?"... Haruskah aku duduk dirumah dan tidak melakukan apapun".

 Radha mengatakan pada Bajirao "Aku sudah memutuskan kau tidak akan melanggar kebiasaan atau juga tradisi". Mendengar hal itu Bajirao menjadi kesal berkata " tradisi bukanlah sebuah sumur, tapi itu sungai yang mengalir, kau tidak akan bisa melindunginya hanya dengan menghentikannya". Radha mengatakan " tapi mereka menyumbat dalam bentuk bendungan, sebuah sungai atau juga kemarahan mereka harus di kendalikan..., Rao, jika kau tidak menaruh tali pada kemarahan mu, maka impian mu untuk menjadi Peshwa  hanya akan tetap menjadi mimpi". Bajirao mengatakan " menjadi peshwa bukanlah mimpi ku  ini hanya usaha spriptual ku, itu impian ku untuk mati di tanah air ini.., tapi sebelum aku melakukan itu aku harus melakukan menetapkan untuk sebuah negara baru, sebuah masyarakat baru". Radha mengatakan ".., dan sebelum kau melakukan itu, kau harus menjadi peshwa dulu dan jika kau pergi sebelum hari ke-13 akan sulit bagi mu untuk menjadi Peshwa, itu sebabnya bersabarlah". Bajirao bertanya pada Radha "Bagaimana aku bisa bersabar?".., aku tahu kalai aku berhenti maka Pant tidak akan berhenti dengan kosnpirasinya! sementara aku terikat dengan semua ritual disini dan sementara disana Pant mencalonkan Gangadhar untuk menjadi peshwa"

Darbar pemilihan calon peshwa berikutnya sedang di pilih, Pant mengatakan pada raja Shahu " Yang mulia, untuk gelar Peshwa  aku ingin mencalonkan atas agama, dan pastinya berdedikasi, berpengalaman dan mampu, dan orang itu merupakan komandan dari Aruangabad yaitu Raidhanya Gangdhar". Raja Sahahuji mengijinkan agar  Gangdhar masuk pada ruang sidang, Gangdhar datang kehadapan raja Shahu dengan tertunduk dan semua orang memperhatikannya, Gangdhar membungkuk memberikan salam di depan Shahu. Sementara itu kegelisahan hati Bajirao membuat dirinya kesal, Chimna Ji bertanya pada Bajirao "bagaimana kau tahu hal itu ?". Bajirao menjawab "karena dialah satu-satunya yang bisa menandingi ayah dalam pengalaman dan pengetahuan, bahkan dia akan membuntikan kemampuannya di Aruangabad". Pant berkata "apa  yang telah di lakukannya di Aruangbad hanyalah sebuah contoh kecil dari kemampuan dan kekuatannya, yang mulia.., selama beberpa generasi, keluarganya telah melayani negara anggap saja pehwa juga ada di dalam darahnya". Raja Shahu hanya menangguk dan terdiam.

Radha Bai mengatakan pada Bajirao "Apapun  yang tidak kau miliki maksud mu Gangadhar memilikinya?". Bajirao menjawab "karena itulah aku harus berada diistana bersama raja Shahu sehingga aku bisa mengatakan kepadanya mungkin usia ku belum cukup dan juga kurang pengalaman, tapi bukan kemampuan ku, jika raja Shahu mengambil keputusan saat aku tidak hadir maka semua itu akan terlambat ibu".

Naroram mengatakan pada raja Shahu "Ya yang mulia, kita tidak boleh menunda  lebih lama lagi untuk mengumumkan nama peshwa  yang baru, semakin cepat kendali telah di serahkan  kepada orang yang lebih berpengalaman, ma akan semakin baik bagi kita dalam menghadapi masalah yang akan datang setelah kematian Balaji, musuh kita telah menunggu dengan penuh semangat untuk menyerang kita". Ketika Raja Shahu bertanya pada Gangadhar "apakah kau telah siap untuk menangani semua tugasnya selama waktu yang masih sulit ?". Gangadhar tertawa  terbahak-bahak di depan Raja Shahu dan membuat semua orang terkejut atas sikapnya. Gangadhar berkata "apa yang harus ku katakan  ketika mereka telah memuji ku yang mulia, tapi apapun yang sudah di katakan Pant  tentang diri ku itu semua benar". Pant merasa senang dan tersenyum lalu memcakupkan kedua tangannya. Gangadahar mengatakan "tap bagimana akan membedakannya yang mulia?... tapi pertanyaan ku adalah  apakah kau sepenuhnya mempercayai aku?".

Radha berpendapat di hadapan anak dan juga menantunya berkata "Gangaradhar memiliki segalanya dia memiliki pengalaman, otak dan kemampuan, tapi kau memiliki kepercayaan Raja Shahu dan percayalah padanya  dan selama itu menyangkut waktu  aku akan berbicara dengan pandit ji, aku akan memintanya  untuk melakukannya.., mungkin kau tidak pernah menghormatinya tapi dia sangat  menyayangi keluarga kita, dia panutan kita kau hanya membutuhkan waktu 13 hari, dan inilah tugas ku  agar kau bisa mendapatkannya". Semua anak Radha dan menantunya terdiam. Radha mengatakan "Rao, bersabarlah". Bajirao kesal kemudian Radha dan Bajirao pergi berlawanan arah. Rakhma menjadi sangat khawatir dan bertanya pada suaminya Chimna Ji "sekarang apa yang akan terjadi?". Chimna mengatakan "apapun yang akan terjadi, itu hanya demi kebbaikan mungkin ini untuk pertama kalinya kau melihat kakak ku sangat marah dan juga berdebat dengan ibu mertua mu, tapi aku, Bhiu dan Gotiya sudah terbiasa dengan semua perdebatannya,,, ya kan Gotiya?". Gotiya tertawa dan mengatakan Baji dan Maam telah lama bertengkar  itu sudah bertahun-tahun kau jangan khawatir  kakak ipar, dia hanya menganggap itu hanya sebagai tugasnya  jadi jangan khawatir".

Matsani datang menemui ayahnya Raja Chartasal dan meminta berkah dari ayahnya. Matsani bertanya "ayah, jika hari ini bukan karena ayah aku pasti sudah mati". Raja Chartashal mengatakan "apapun yang telah terjadi itu salah ku, pernikahan mu merupakan tanggung jawab ku, tapi aku sibuk mengurus Bundelkhand dan aku tidak bisa merawat putri ku". Matsani bertanya " apa kau kesal pada ku, ayah?". bisakah aku mengajukan pertanyaan?". Raja Chartasal mengatakan "iya ". Matsani mengatakan "apakah kau sedang kesal dengan hal yang lain selain aku, apa masalahnya?". Raja Chartasal mengatakan "hari ini setelah berabad-abad sesorang telah membaca pikiran ku, hari ini rasanya ada sesorang di istana ini tapi siapa yang bisa mengenalinya". Matsani berkata " jika aku sekarang anak mu maka aku akan mengatasi semuanya dengan tangan besi", Matsani tersenyum. Raja Chartasal mengatakan "aku khawatir karena telah kehilangan teman ku  hari ini, meskipun  kami tinggal jauh  tapi dia teman dekat ku".... 'Peshwa Balaji Vishwanath Bhatt, dia telah tiada lagi". Matsani terkejut berkata "Maksud ayah peshwa saheb?" orang yang telah menjadi tangan kanan raja Shahau?...  orang yang telah melayani kerajaan Marathi selama bertahun-tahun, kematiannya pasti merupakan kerugian terbesar untuk raja Shahu". Raja Chartasal mengatakan "meskipun kau tinggal jauh dari pengadilan, tapi kau begitu sangat mengerti politik, Matsani, sekarang istana Marathi didepan raja Shahu dihadapkan pada pertanyaan dan  pilihan yang sangat sulit, mengenai siapa yang seharusnya menggantikan posisi peshwa berikutnya setelah Balaji tiada..". Matsani bertanya "apa yang sekarang ayah pikirkan , siapa yang akan jadi peshwa berikutnya?'. Raja Charthsal mengatakan  hanya ada satu nama didalam pikiran ku yaitu putra sulung Balaji ' Bajirao Ballad Bhatt'..." Matsani mengulangi ucapan ayahnya berkata  "Bajirao?". Bajirao sedang di balkon sedang berlatih.


Precap:
Pant memberitahu Gangadhar bahwa mereka telah melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa Shahu ji menjadikannya sebagai peshwa. Pant bilang kita akan mentargetkan kelemahan Baji,  yaitu  keluarganya. Baji marah ...


















PESHWA BAJIRAO 134 (27 JULI 2017) : MATSANI PERGI MENYAMAR MENJADI PELAYAN UNTUK MENGUNGKAP JATI DIRINYA DAN MENENTANG RATU DAN PANGERAN JAGAT RAJ, RADHA BAI MEMINTA BAJIRAO UNTUK TETAP TINGGAL DIRUMAH SELAMA 13 HARI UNTUK MASA BERKABUNG BALAJI

TAYANGAN SONY TV 27 JULI 2017
PESHWA BAJIRAO EPIOSDE 134
DIINTERPETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE 





Index : Radhabai memberitahu kepada Bajirao bahwa musuh-musuhnya lebih bertekad untuk tidak menjatuhkannya, setelah kematian ayahnya, dan mengambil alih takhta. Bajirao mengingat semua kata yang  telah diberikan pada ayahnya. Sementara itu, Mastani menyamar sebagai pelayan untuk melihat calon suaminya sebelum menikah. Mastani mengetahui secara jelas bahwa dia akan ditawarkan ke Kekaisaran Mughal setelah pernikahannya dalam upaya untuk mendapatkan dukungan mereka.
-----------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Bajirao sedang duduk santai, Radha Bai mengatakan “Rao, ayah mu telah meninggalkan banyak musuh untuk mu.., mereka akan melakukan segala cara untuk menghentikan mu menjadi menteri , mereka pasti akan menyakiti mu , mereka akan kembali menghidupan luka-luka mu, kau tidak akan memberikan kesempatan pada mereka untuk menunjuk jari  pada Balaji dan juga kami” . Bajirao mengatakan “aku tidak mengerti dengan maksud mu, ibu “. Chimna Ji mengatakan “Ibu sedang membicarakan tentang janji yang telah kau buat pada ayah saat dia menghembuskan nafas terakhirnya”. Khasi dan Bihu Bai melihat pembicaraan mereka dari balkon atas. Chimna ji menjelaskan pada Bajirao “… kau akan mengurus kedua puta mu yang lain Rano Ji dan Bika Ji, tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang kebenaran ini saudara ku, karena keluarga ini akan menyembunyikan perbuatan teresbut , tapi masyarakat akan mempermalukan atas pebuatan mereka, kita harus melakukannya seperti kata ibu”. Rakhma  Bai dan Anu Bai ada disana.

Bajirao berkata pada Chimna Ji  berkata “Wow, Chimna, mintalah pada kitab suci kepada mu bahwa seorang anak tidak boleh menyimpannya  atas janji yang telah dia buat terhadap ayahnya yang sedang sekarat”. Chimna ji menatakan pada Bajirao “ kau khawatir dengahn janji mu dan kami prihatin dengan kehormatannya”. Bajirao berkata “hanya karena bulan memuliki bintik hitam tidak akan menghilangkan kemuliaannya”. Khasi Bai khawatir dan dia bergegas tutun kebawah, Chimna jie berkata “itulah perbedaan dengan bulan dan juga manusia, saudara ku, jika perbuatan salah sesorang terungkap  mereka akan menjadi identitasnya”. Bajirao bertanya “apakah saidata laki-laki mu, ayah mu dengan kedua putranya yang lain adalah merupakan aib?” .

Chimna ji mengatakan “tidak kakak, aku sedang memeprtimbangkannya, mereka juga saudara laki-laki ku siapa yang akan lebih memalukan?” . Radha Bai menghentikan mereka “cukup”… Radha menghampiri Bajirao dan berkata “ kau ingat pada janji yang telah kau buat pada ayah mu, tapi bukan pada janji yang telah kau buat untuk ku, kau telah berjanji pada ku, kau akan melakukan semua kemungkinan yang akan terjadi untuk melindungi reputasi keluarga ini “. Bajirao ingat saat dimasakecilnya ia membuat janji pada Radha  bahwa dia akan tetap menghormati ibuya dan menjaga kehormatan keluarganya.


Radha bertanya “Rap, apa janji yang telah kau buat untuk ibu mu tidak lebih penting, dari pada janji yang telah kau buat untuk ayah mu?”. Bajirao mengatakan "ibu, kau tidak pernah meminta pada ku untuk  memilih salah satu dari kalian saat ayah ku masih hidup, lalu kenapa sekarang kau meminta ku melakukannya?" . Radha mengatakan "Rao, lakukan apa yang kau inginkan saat kau telah menjadi peshwa tapi lakukan saja apa yang ku katakan pada saat ini". Bajirao mengatakan "jika aku menjadi peshwa (menteri)  maka saat ini aku berada bersama yang mulia Shahu ji di satara, kerena Pant dan juga sekeretarisnya akan mencoba untuk menghasutnya  untuk melawan ku, disaat aku tidak ada". Baji rao hendak pergi Pandit ji datang kesana dan berkata "apakah yang ku dengar ini benar?" . Pandit ji datang bersama dengan murid-muridnya dan Bajirao berbalik menatap meraka. Khasi membernariak pakiannya dan Bihu memberikan salam pada Panjdit ji. 

Seorang pembantu wanita tidak sadarkan diri, Matsani menyambar menjadi pelayan. Chanda mengatakan pada Matsani "Putri Matsani,  kembalilah sebelum pelayan itu kembali mendapatkan kesadaran  atai semua orang akan mengetahui jika kau sedang tidak berada diistana". Matsani mengerti dan mengambil kotak dan menurtupi wajahnya dengan dupptanya dan bergegas pergi, Matsani berjalan menuju sebuah tenda dan berdiri di tenda tersebut. Seorang pangeran agak kemayu memegang sekuntum bunga mawar merah,  berkata pada ayahnya "apa yang terjadi, ayah?" pertama kau menghentikan aku untuk belajar menari, tapi aku diam saja, lalu kau membuang gelang kaki ku.. tetap saja aku tidak mengatakan apapun, setelah itu kau memisahkan aku dengan pengawal ku Ranjit Singh  dan sekrang kau meminta ku untuk menikah !". 

Matsani medenegarkan percakapan pangeran itu dengan ayahnya dari celah lubang jendela, Ayahnya berkata pada pangeran "siapa yang meminta mu untuk menikah". Ayahnya mengangkat pedang  dan berkata pada pangeran " pedang akan melakukan yang dibutuhkan.., ini belum pernah kau angkat  apa lagi kau memakinya, dengarkan aku Raja Chhartacal sedang keluar dari negeri bagian itu sebabnya putrinya yang manis, polos  dan baik hati akan menikah dengan pria yang lembut seperti diri mu, apakah  jika raja ada disini? dia akan membiarkan pernikahan ini terjadi, berkat ratu dan pangeran Jagat  mereka telah meminta Matsani untuk menikah dengan mu  hanya untuk menyakiti egonya". Pangeran itu berkata "Tapi ayah...,". Matsani diluar menutup wajahnya dengan Duppata. Pangeran itu bertanya pada ayahnya "apa yang akan terjadi setelah pernikahan ?".., aku tidak akan pergi kekamar Matsani ". Ayahnya mengatakan "itu tidaklah diperlukan Matsani akan meninggalkan istananya, tapi tidak akan datang pada kita". pangeran bertanya "Lalu kemudian?" . Ayahnya mengatakan " dia akan pergi ke Delhi untuk hadiah kaisar Mughal dari kami dan kemudian aku akan mengambil alih Bundelkhand dengan bantuan Mughal". Matsani terkejut dan menjatuhkan kotak itu dan membuat pangeran dan ayahnya bergegas keluar dari tenda.

Ayah dari pangeran itu berteriak "Pelayan, kau telah mendengarkan percakapan kami secara diam-diam". Prajurit datang mengepung, Matsani mengambil kotak itu mengatakan "Tidak, aku punya paan Banarasi untuk pangeran, ini dikirim oleh mertua yang akan dia temui, aku sedang menunggu diluar saat kau sedang berbicara". Pangeran bertanya "apakah kau mendengarkan sesuatu?". Matsani mengatakan"tidak". Ayah dari pangeran itu bertanya "Lalu kenapa kau kaget?" . Matsani mengatakan "semut.. yah semut menyengat kaki ku itu sebabnya aku takut dan menjatuhkan kotak paan. maafkan aku". Pangeran  bertanya "Kau takut dengan semut!"  lalu mengambil kotak itu dari tangan Matsani Pangeran mengatakan "Menagapa kau perlu menghawairkan tantang hal itu, dia hanya takut semut seperti ku ayah, dia tidak mendengarkan apapun, Bahkan  jika dia melakukannya, siapa yang akan mendengarkan kata-kata pelayan untuk melawan orang setia seperti mu?" . Ayah pangeran itu mengatakan "pergilah kau dari sini". Matsani bergegas pegi dari sana.

Dirumah Radha Bai, Pandit Ji datang meneui Bajirao  dan bertanya "Jadi kau akan meninggalkan Saswad?" ..., Jika seorang anak meninggalkan rumah sebelum masa duka  ayahnya  yang telah ".meninggal berakhir maka jiwanya tidak beristirahat dengan tenang ". Radha mengatakan "aku juga telah mengatakan hal yang sama padanya, silahkan masuk". Radha mempersilahkan Pandit Ji untuk duduk dan Bajirao hanya terdiam. Pandit ji mengatakan " semoga dewa memberikan mu kekuatan  untuk menghadapi kesedihan ini, aku datang kesini hanya untuk meyakinkan mu bahwa aku mendukung Bajirao untuk posisi Peshwa". Radha mencakupkan tangannya, sementara itu Bajirao masih berdiri. 

Diisatana Bundelkand pangeran Jagat sedang marah-marah  pada suriyah  berkata "apa yang akan kita katakan pada keluarga mempelai pria?" gadis itu telah melarikan diri?"  seorang Rajput bisa menyerahkan nyawanya  tetapi tidak akan pernah menghormatinya., putri mu telah mencoreng reputasi kami". Surriayah menangis mengatakan " aku bahagia setelah begitu lama tapi putri ku menghancurkan segalanya, Ya allah mengapa aku melahirkan anak seperti itu?".., anak adalah kebanggan bagi orang tua mereka tapi putri ku telah membuat ku malu, apa yang akan di katakan pada keluarga mempelai pria ?".., bagaimana kita akan menghadapi mereka?" . Matsani berkata "kau tidak perlu memikirkan hal itu" Matsani datang menemui mereka, dan berkata "karea aku telah memutuskan untuk tidak akan pernah menikahinya". Ratu, pangeran Jagat dan Surriyah terkejut setelah mendengarnya. 

Surriyah menghampiri Matasani dan bertanya "apa yang kau rencanakan untuk tinggal bersama dengan ku dan menghabiskan sisa hidup mu hanya untuk menangis?". Matsani menjawab "itu akan lebih baik dari pada harus tinggal dengan orang asing". Ratu mengatakan "Matsani setelah pernikahan suami mu bukan lagi orang asing baginya". Matsani menjawab "untuk itu dia harus menerima seuaminya sepenuh hati, pria yang telah kau pilihkan untuk ku tidak pernah menginginkan wanita manapun  dalam hidupnya apa lagi aku.. aku telah melihatnya". Semua orang terkejut, pangeran Jagat mengatakan "itu bohong, yang dikatakannya itu kebohongan, kau telah membuat kesalahan dengan meninggalakn tempat itu tanpa  memberitahu siapapun, setelah upacara kunyit dan sekarang untuk menyelamatkan diri untuk tidak dimarahi kau telah berbohong dengan terang-terangan!ibu, itu hanya alasannya yang lain untuk membatalkan lamaran yang telah ku pilih ". Ratu sangat marah mengatakan pada Surriyah " bukankah kau dan Matsani telah memeprcayai kami?" .., kami telah memilihkan pria yang baik untuknya dan mengapa kau mengirimnya untuk menyelidiki perilakunya?". 

Surriyah mengatakan "yang mulia, aku tidak mengirimnya dan ku pikir Matsani keliru". Matsani mengatakan "aku  tidak salah dan sebaliknya yang keliru saudara laki-laki ku dan Ratu karena itu hanya untuk menghukum ku, maka mereka memilih pria pemalu untuk ku, bahkan dia pun tidak tahu jika ayahnya  selalu menjaganya dalam kegelapan, dia telah memutuskan untuk mengirim ku kekaisar Mughal sebagai hadiah, setalh aku menikahinya..". Surriyah terkejut. Matsani menjelaskan " mereka akan menahan ku sebagai tahanan Mughal dan mengkap Bundelkhand dengan bantuan Mughal". Ratu dan pangeran Jagat kesal, Matsani bertanya pada Jagat " Saudara ku, kau bisa menghukum ku jika kau mau, aku siap menikah dengan siapapun tapi tu jika Bundehlkhand  harus membayar akan kesalahan ku, aku tidak akan membirakan itu terjad, kau bisa memilihkan kematian untuk ku .., kau bisa memilihkan musuh untuk ku, tapi sayangnya  kau telah memilihkan penghianat untuk ku..., ,Matsani berkata pada Ratu " ..., dan yang mulia tidak apa-apa jika kau membenci ku, tapi pastikan kerajaan tidak menderita untuk itu". Pangeran Jagat dan ratu marah

Bihu Bai mengatakan " mengingat fakta behitu banyak yang telah dibayar, sudah jelas bahawa kau akan mendukung saudara laki-laki". Seorang murid pandit ji mengatakan "dia tidak melakukan ini untu kekayaan". Pandit ji berkata "apakah itu yang terjadi?" .., aku tidak akan menyakinkan Brahman  lainnya yang masih bingung dengan Rao karena tidak membiarkan wanita itu menjadi dev dasi (pelayan untuk dewa) dan tidak mendukungnya .. peswin Bai  kufikir kau tidak tahu tentang faktanya bahwa seluruh klan Brahman marah pada Rao, jika dia meninggalkan rumah sebelum masa berkabung berakhir selama 13   hari, jadi tolong jangan salahkan aku.., kali ini aku tidak bisa untuk meyakinkan mereka". Bajirao mengatakan "tapi apa yang akan ku lakukan disni saat yang mulia akan mengambil keputusan yang sangat penting?" . Radha mengatakan "Rao, kau tidak akan kemana-mana, kita tidak bisa menghina Priset Bhatt". Radha meyakinkan dengan berkata " Rao tidak akan melanggar tradisi apapun dan aku meminta maaf untuk setiap kata yang telah diucpakan Baji yang telah menyinggung mu dan juga tradisi". 

Khasi dan Bihu mengambil beberapa hadiah uang untuk pandit ji, Pandit Ji bertanya pada Raddha "apakah ini perlu?". Bajirao mengatakan  pada pandit ji "Hal itu tidak perlu untuk mu, tapi ini perlu untuk mereka yang berkarja di Mandir, ini untuk mereka". Pandit ji mengatakan "baiklah, apa gunanya uang untuk Brahman?" .. seorang Brahman harus menjaga jarak dari uang untuk surga dan dunia, itu aku tahu  tapi kau juga harus tahu, berfikirlah untuk selalu mendukung keluarga mu bukan hanya pekerjaan mu saja, tapi juga tugas ku, Radha Bai tugas itulah yang telah membawa ku kesini untuk memberitahu bahwa ditanah keramsi itu sendiri, intrik telah memulai untuk melawan keluarga mu, keluarga mu berasal dari konkan, jadi Baji akan disebut sebagai orang luar dan memilikinya sehingga untuk pencalonan jabatan menteri selanjutnya akan di tentang". Radha dan semuanya terkejut.

Pandit ji mengatakan " sekarang mungkin orang sudah mulai untuk menghasut raja Shahu Ji, Radha jika kau bisa membantu dalam masalah ini pesan ku tanpa ragu sekarang aku akan berpamitan". Radha memberikan salam dan berkata " aku punya keyakinan penuh bahwa kau selalu  bersama dengan kami". Pandit ji dan muridnya pergi, Radha akan pergi kedalam rumahnya. Bajirao bertanya-tanya "sejak kapan Bhatt membuat keputusan untuk apa yang akan aku lakukan dalam hidup ku?" namun Radha berbalik setelah mendengar ucapan Rao dan berkata "Rao itulah kelemahan mu  kau selalu implusif dan tidak rasional, aku telah meminta mu untuk mengikuti tradisi keagamaan  dan bukan mendengarkan sarannya, jika kau terus melanggar tradisi seperti ini maka tidak akan ada yang mau mendukung mu ". Bajirao marah dan bertanya pada Radha "apa yang harus aku lakukan Ibu?" .. musuh kita telalu strategis diluar sana, apa aku harus duduk dirumah?" . Khasi mencoba menenangan suaminya "mengapa kau jadi kehilangan kesabaran mu?" .., jika ibu mertua menyarankan hal itu, itu pasti benar". 
Bajirao mengatakan "Khasi Bai, ini bukan masalah siapa mengatakan kepada siapa, masalahnya apa yang orang akan lakukan dan aku tidak melakukan apapun". Khasi mengatakan "lalu kenapa kau berdebat dengannya, masalahnya tidak seberat yang kau inginkan, seluruh dunia akan berduaka selama 13 hari, jadi mengapa kau harus melawan dunia?" . Bajirao mengatakan "ku pikir istri ku akan memahami ku, terlepas dari tidak ada yang tidak, tapi kau tidak pernah bisa mengerti aku". Khasi menangi, Radha mengatakan "Rao, aku yang telah meminta mu untuk tinggal dirumah, tapi aku tidak meminta mu untuk tidak melakukan apapun, dalam berpolitik otak harus tajam, bahkan jika tidak ada yang lain, buatlah startegi dengan tetap tinggal dirumah, sehingga pada saat kau berangkat ke Satara pada hari ke 14  dari sekarang musuh mu tidak bisa keluar dari sarang mu".  Bajirao mengatakan "aku tidak setuju dengan mu ibu, itulah sebabnya dengan jelas aku menanyakan hal ini, apakah dengan pesan mu bahwa akhu harus tinggal dirumah selama 13  hari ?" . Radha Bai mengatakan "Iya Rao, itu pesan dari ku".

Bajirao kesal dan menuliskan dinding pilar dengan kapur berkata "aku tidak setuju dengan mu, tapi aku akan mematuhu mu, ibu. Bila baris terakhir terhapus tidak akan ada  garis, tradisi atau batas yang akan ada diantara aku dan juga ambisi ku". Bajirao kesal dan masuk kedalam. Bihu Bai membawakan minum untuk suaminya yang sedang bersiap, Bihu bertanya "apakah kau akan pergi kesuatu tempat, masa berkabung ayah masih berlaku". Suami Bihu mengatakan "mungkin kau yang tidak mendengarkan saudara mu , waktu berkabung telah berakhir". Bihu mengatakan pada suaminya "tidak masalah jika kau tidak merasa sedih, tapi setidaknya kau ada bersama dengan ku saat aku masih dalam kesedihan". Suami Bihu menjawab "tidakah kau mendengar apa yang telah dikatakan ibu mertua?" .., kebahagiaan akan memudar dalam kerumunan dan kesedihabn dalam kesendirian, jika kau meluangkan waktu sendirian dikamar mu maka kesedihan mu juga akan memudar.., Kenapa kau tidak belajar dari ibu mu?" dia telah kehilangan suaminya, tapi dia tidak pernah kehilangan keberaniannya dan disini kau semakin khawatir tentang aku keluar rumah". Suami Bihu pergi namun bajunya tersangkut dan berkata "lepaskan aku.. Pant pasti sudah menunggu ku". dan saat berbalik ia menyedari kain telah tersangkut, Bihu bertanya pada suaminya "mengapa kau akan bertemu dengan Pant?" .. kau sedang tidak merencanakan apapun untuk melawan saudara ku kan?" . Suami Bihu marah mengatakan"aku berfikir untuk tidak memberi tahu apapun tentang semua tidakan ku pada mu, dan akan lebih baik jika kau tidak menceritakan masalah ini kepada siapapun, kau tidak bisa memberikan ku anak, paling tidak simpanlah rahasia ku". Suami Bihu pergi dan Bihu Bai menangis, ia berjalan kejendela dan melihat Bajirao dibawah sedang kesal.


Precap:
Baji berpikir bahwa Pant mungkin akan menghasut Shahu ji untuk  melawannya dan mengusulkan nama Gangadhar sebagai Peshwa. Pant meminta Shahu ji untuk mengumumkan peshwa berikutnya.

















Kamis, 22 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO 133 (26 JULI 2017) : PANT BERSAMA NAROM BERUSAHA UNTUK MENGHASUT RAJA SHAHU UNTUK MENODAI KETURUNAN BALAJI, BAJIRAO BERTEKAT UNTUK MENJADI PESHWA

TAYANGAN TYO 26 JULI 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 133
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE
Index : Saat Bajirao melakukan upacara terakhir ayahnya, Balaji Vishwanath, kata-kata ayahnya bergema dalam pikirannya. Setelah pembakaran  dan kayu dinyalakan, Bajirao mengambil sumpah untuk mematuhi prinsip ayahnya dan memenuhi harapannya yang sekarat. Sementara itu, Mastani memutuskan untuk menemui suami masa depannya sebelum dia mengikat simpulnya dengannya. Kemudian, Bajirao mendapat restu dari Radhabai sebelum dia menjadi Peshwa selanjutnya.


-----------------------------------
------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------
Upacara terakhir untuk Balaji sedang di langsungkan, dan Bajirao yang akan mengkremasikan mendiang ayahnya Balaji Vishwanath, semua orang berkumpul untuk menghadrinya. Bajirao berkelilimh di samping kayu jenazah Balaji. Chimna Ji sedih dan berfikir tentang pesan terakhir Balaji yang mengatakan "selain dari ibu mu dalam hidup ku, ada wanita lain dan selain kalian bedua aku punya dua orang anak laki-laki lainnya. Pandit ji memberikan obor ketika Bajirao memecahkan pot minyak tanah dan mengingat pesan Balaji di masa kecilnya dan ketika Balaji mengajarkannya ilmu menyerang dengan padang di masa kecilnya dan ucapan Balaji bahwa saat dirinya sudah tidak ada harus tetap melindungi Shahu ji dari musuh. 

Bajirao mulai membakar kayu, semua orang sangat sedih dan memberikan salam perpisahan mereka pada Balaji, Bajirao berkata di depan jasad ayahnya berkata " siapa pun dapat membawa anak ke dunia ini namun tidak semua orang dapat memenuhi tugasnya sebagai seorang ayah, ketika seorang anak sedang berjuang untuk berjalan, ibunya selalu ada untuk mendukungnya, tapi ayah dia mengajarkan anaknya selalu untuk kembali pada kakinya, setelah anaknya terjatuh, dia mengajarkan anaknya untuk melawan, kaulah cahaya ku yang selalu membimbing ku ayah, tidak ada yang lebih yang dapat kau lakukan tapi tidak akan ku biarkan semua ajaran dan nilai yang telah kau ajarkan mati, prinsip dan perjuangan aku akan tetap hidup dengan prinsip itu.. mimpi chatravati Shivaji selalu ingin memimpin perintahnya sendiri dan itu tujuan terakhir mu, aku akan mewujudkan mimpi itu, aku akan meneruskan warisan mu dan juga aturan mu ". Pant dan pengikutnya saling memandang heran dam Bajirao mencakupkan kedua tangannya.

Diisatana Chhratacal, seorang wanita datang membawakan perlengkapan pernikhan untuk Matsani. Wanita itu mengatakan "calon menantu ku di masa depan  memang cukup cantik". Wanita itu berkata pada Surrya begum berkata "aku telah membawakan beberapa hadiah untuk putri mu yang cantik". Wanita itu menunjukkan perhiasan pada Matsani dan semu hadiah, Matsani hanya mengangguk. Surriyah senang dan berkata pada wanita itu " Yang mulia, kau telah membawakan hadiah terbaik untuk ku, hadiah ini jarang untuk di dapatkan ". Wanita itu berkata "tapi aku telah membawakan hadiah itu ke sini, karena aku sudah menganggapnya sebagai putri ku .., surriyah begum ini pakian dan perhiasan untuk anak ku maksud ku dari calon suaminya yang telah memilihkannya". Surriah senang dan berkata "ini sangat indah". 

Seorang wanita muda berkata pada Ratu"Yang mulia, penghinaan yang telah di lakukan pada mu oleh Matsani, dengan menyelamatkan kehidupan pangeran Jagat, aku berfikir kau membalaskannya dengan memberikan lamaran pernikahan ini, tapi apa ini?.. ini nampaknya hanya akan menjadi hadiah dari pada balas dendam, Matsani telah menerimanya sekarang setelah melihat banyak hadiah perhiasan dan pakian, bahkan ibunya terbang lebih tinggi". Ratu tersenyum dan berkata "hadiah tidak akan mengubah nasib, Matsani telah menyakiti ego anak ku dan aku telah memutusakan hukuman  dan dia akan menghadapinya  untuk membayar semua tindakan yang telah dilakukannya". Chanda mendengarkan pembicaraan Ratu dan menatap Matsani, Chanda duduk di samping Matsani dan memberitahu tentang apa yang telah didengarnya, Matsani menjadi sangat marah dan menatap Ratu, Wanita yang bersama ratu tersenyum dan ratu menatap Matsani penuh dengan kebencian. 

Surriah begitu sangat bahagia, ia duduk di dekat Matsani berkata  "Matsani aku selalu di dominasi tapi hari ini setelah aku melihat hormatilah masa depan mu yang telah di berikan untuk mu dan aku merasa sangat bangga, pastikan kau tidak akan membawakan keburukan untuk ku, sejak kau masih kecil  aku telah mengampuni semua kesalahan dan juga kebodohan ku, tapi berhati-hatilah tidak akan ada lagi kesalahan sekarang".  Matsani tersenyum dan Surriyah memeluknya. Matsani mengatakan "aku tidak akan pernah mempermalukan mu, Ibu.., tidak peduli berapa harga yang harus kubayar untuk itu". Matsani melihat Ratu sedang menatapnya. Kashi bai mengatakan pada Rakhma "aku hanya tidak mengerti dengan ibu mertua, bahkan setelah ayah mertua ku berselingkuh, bagimana bisa dia masih mencintainya?".., dan dari semua ucapanya nampaknya seolah-olah dia telah melupakan  rasa sakit dan semua kebohongan dari ayah mertua ku, bagimana masih tetap bisa mencintai satu orang yang telah banyak memberikan rasa sakit ".

Rakhma mengatakan pada Khasi Bai " Kakak ipar, mungkin kemarahan dan kebencian tidak akan melampau dari takdir kematian, tapi rasa cinta tidak terikat dengan belenggu tersebut .. itulah sebabnya setelah sesorang meninggal hanya akan ada cinta yang tetap ada, sesuatu yang lain  telah dilupakan dan hari ini aku melihat hati seiklas ibu mertua".. semua perempuan ayah hormati, perempuan yang telah melahirkan suami ku dan adik Bhiu dan terpujilah mereka". Bhu datang bersama Anu Bai, Bhiu berkata pada Rakhma "Kau benar kakak ipar, setelah bertahun-tahun kami sepertinya baru merasakan sepertinya kami mendapatkan ibu kami kami kembali.., satu orang yang berpolitik telah direnggit dari kami". Khasi mengatakan "Adik ipar Bhiu, bukan politik, tapi ayah mertua ku  tidak pernah  memikirkan penghianatannya telah melukai istrinya, rasa sakit yang dirasakan saat suami berselingkuh dengan orang lain tidak akan pernah di pahami oleh manusia"

Bajirao datang menemui semua orang dengan perasaan yang sedih, Chimna Ji menguatkannya. Pandit ji memberikan salam pada Pant dan pengikutnya. Pant mengatakan "orang berfikir aku musuh Balaji, maafkanlah mereka ya dewa, itu bohong yang benar adalah apapun yang dilakukan Balaji untuk negara ini kami menghormatinya, pandangan kami bertentangan di alam tapi tujuan kami tetap satu, kami hanyalah pesaing bukan musuh". Naororam ji mengatakan " tidak hanya Balaji tetapi juga pada kedua putranya yang telah melayani Shahu Maharaj begitu banyak, tapi sekarang tampaknya aku berpendapat bahwa Bajirao akan mengambil medan perang diusia muda dan Balaji tidak melakukan hal yang benar, karena setelah menyaksikan pertumpahan darah dimedan perang hati Baji telah menjadi batu, itulah sebabnya saat melakukan upacara terakhir ayahnya dia sedikitpun tidak meneteskan air mata, bukan Rao saja ... Pant bertanya "apa yang terjadi Naororam mengapa kau berhenti, jangan lagu-ragu jelaskan saja". Naororam mengatakan "saat melakukan ritual terakhir ayahnya, Bajirao telah bersumpah bahwa dia akan menjadi Peshwa yang berikutnya". Pant mengatakan "jawabat Peshwa bukanlah sesuatu yang akan di warisi untuk seorang anak laki-laki setelah kematian ayahnya". Pandit ji kesal dan menatap Bajirao, Pant menatap Naroroam yang tersenyum licik.

Matsani bersama dengan dua pelayannya berdiri di atas bukti mengamati tenda untuk menghapuskan semua keraguannya, Cahnda mengatakan "kau seharusnya tidak datang kesini, putri Matsani.., ini akan menjadi masalah  jika orang diisatana mengetahui hal ini". Matsani mengatakan "kau yang telah menanamkan kecurigaan pada ku, Chanda.., bagaimana aku akan memberikan persetujuan ku untuk pernikahan ini  tanpa mengetahu kebenaran". Prajurit wanita berkata "apa yang akan kau dapatkan, matsani?" . Matsani mengatakan "aku tidak tahu, apa yang harus dilakukan akan di pahami hanya setlah melihatnya, aku harus menyembunyikan identitas ku entah bagimana pun caranya aku harus sampai disana, atau ayah ku akan dipermalukan kalau ada yang menegali aku ".  Chanda mengatakan "apakah kau akan melihat calaon suami masa depan mu?" .. hal ini akan dianggap sebagai pertanda buruk, jika pengantin wanita melihat pengantin pria sebelum melakukan pernikahan". Matsani mengatakan "aku tidak percaya dengan tahayul, Chanda" .., dan bahkan jika itu benar  tindakan itu akan sangat menyenangkan hanya untuk ku, tapi jika dalam perjodohan ini ada cacat  dan aku menikah tanpa mengetahu tentang kebenaran  bersama dengan ku maupun dengan keluarga ku harus menderita dan aku tidak akan membiarkan keluarga ku menderita".

Bajirao pulang ke rumah, dan membayangkan Balaji sedang memanggil namanya "Baji..., Bajirao menatap kearah ayunan dan membayangkan ayahnya berkata "orang yang tidak takut mati. menghadapi kesulitan tanpa rasa takut, kepada siapa teriakan perang hanyalah musik yang menyenangkan, hanyalah sesorang yang sedang marah yang tidak mengenali batasan hanyalah orang yang menampilkan amukan api dari keberanian dan dia bisa membakar semuanya menjadi abu .. luka adalah perhiasan baginya yang bangga telah menumpahkan darahnya untuk tujuan mulia, hanya dia yang akan memiliki hak untuk hidup". Bajirao tersenyum bangga mengatakan "Iya ayah..." dan saat ia akan melangkah menujui Balaji di ayunan tapi Bakaji tidak ada disana, dan ia melihat Radha Bai mengangakah dengan mengenakan sari berwarna merah dan menutupi kepalanya seperti memakai jilbab, Radha berjalan menuju Bajirao dan duduk diatas ayunan, Chimna dan yang lainnya pulang, Bihu, Khasi dan yang lainnya keluar rumah dan menatap heran dengan sikap Radha Bai. Bajirao menatap ibunya.

Di Darbar kerajaan, yang mulia Shahu mengatakan "kematian Balaji telah menyebabkan kelemahan pemerintahan juga, tapi kewajiban tidak akan membiarkan kita terus menangis  atas kematian keluarga atau teman untuk datang terakhir kalinya, musuh kita bisa menyerang siapa saja, kita harus siap untuk menghadapi situasi apapun  dan kita harus segera memilih Psehaw yang baru". Pant Pratindhi mengatakan "pendapat mu sempurna yang mulia, tapi aku akan memberikan mu saran bahwa kita tidak akan mendapatkan orang yang lebih baik selain anak untuk memenuhi impian ayahnya, mengapa kau tidak menunjuk Baji untuk menjadi Peshwa ?". Sahahu bertanya pada Pant "apakah kau yang telah menyarankan nama Baji dan aku pikir..." Pant mengatakan "aku tidak menyukai Baji, yang mulia itu benar tindakan yang Baji lakukan itu hanya pada tekanan dan bukan pada kebijaksanaan, tapi kita tidak bisa mengabikan dedikasi Baji untuk menuju pemerintahan sendiri dan ku pikir kita harus memberikan Baji kesempatan".

Naroram berpendapat "Maafkan aku, tapi apa yang sedang kau katakan Pant?".. status Peshwa bukan mainan yang dapat diberikan pada setiap anak keras kepala dan dilepaskan kembali setelah anak gagal untuk menanganinya, dalam politik musuh menang dengan kekuatan  dan orang-orang  tersayang  yang akan di menangkan hanya akan menyenangkan mereka, raja harus memilih perira yang lebih mampu sebagai peshwa  dan membuat mereka senang". Pant mengatakan pada Naroram "kau cukup pintar, tapi jangan lupa, Baji mungkin tidak cukup pintar tapi dia memiliki kemampuan itu.. Balaji telah melatih dirinya sejak ia masih kecil .. yang mulia yang paling penting diri Baji ingin menjadi Peshwa, dai telah berjanji diatas tumpukan kayu jasad mendiang ayahnya untuk menjadi Peshwa berikutnya ". Naroram mengatakan "bukan Baji, tapi Raja sendiri yang akan memutuskan untuk Peshwa berikutnya, tampaknya Rao sangat ambisius, berapa usianya?"... baru berusia 19  tahun,  belum ada yang  bisa menjadi Peshwa  di usia muda ". Pant kesal dan mengatakan "Naroram.. kau" ... maafkan aku yang mulia ... Naroram seorang pemuda merupakan masa depan negeri dan ambisi memberikan kesempatan untuk berhasil dalam hidup". Pant bertanya "apakah aku benar, yang mulia?". Shahu mengatakan "aku butuh waktu untuk berfikir sebelum mengambil keputusan apapun "

Cuaca semakin sangat buruk, Radha hanya terdiam duduk di ayunan, Bajirao datang menghampiri ibunya, Chimna ji juga berdiri di samping Bajirao. Bajirao mengatakan "Chimna ji masa berkabung telah berakhir, pergi dan panggil semua orang, kami harus duduk dengan ibu dan mendiskusikan bagaimana menangani masalah yang akan datang". Chimna bertanya "Masalah apa kakak?". Bajirao mengatakan "selama ayah masih hidup kami aman, selarang akan timbul masalah dan kesulitan". Bajirao berlutut dan meminta berkah dari Radha "ibu berkatilah aku, sehingga aku bisa menjadi peshwa dan membawa kedepan warisan ayah.". Bajirao menatap ibunya dengan penuh harapan.

Naroram bertanya pada "bagaimana menurut mu Pant?... apakah kita berhasil untuk menghasut raja terhadap Baji?" . Pant berkata pada Naroram " kita telah menanamkan kecurigaan pada pikirannya dan kita harus menaruh semen. dan menodai warisan Balaji di hadapan  raja". Bajirao hanya terdiam menatap wajah Radha 

Precap:
Baji memberitahu Radha bahwa jika dia ingin menjadi Peshwa maka dia harus bersama Shahuji di Satara. Beberapa Pandits datang ke sana dan mengatakan bahwa Baji harus berkabung selama 13 hari sebelum dia keluar dari rumah. Radha menghentikan Baji pergi.

PESHWA BAJIRAO EPISODE 132 (25 JULI 2017) : PESAN TERAKHIR BALAJI SEBELUM MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA UNTUK BAJIRAO, RADHA BAI MELEPASKAN SEMUA PERHIASANNYA DAN MENGINGAT MASALALUNYA DENGAN BALAJI

TAYANGAN SONY TV 25 JULI 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 132
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Kashibai memberitahu semua orang dengan yakin bahwa Bajirao tidak akan pernah bisa memaafkan ayahnya. Namun, beberapa saat kemudian, Bajirao tiba di ranjang kematian ayahnya dan mengampuninya dan berjanji kepadanya bahwa dia akan memberi hormat kepada saudara tiri laki-lakinya yang pantas mereka dapatkan. Ini menghancurkan perasan Radhabai, kemudian dengan rasa kecewa Radha berjalan pergi. Kemudian, Kashibai mempertanyakan keputusan Bajirao dan meminta dia untuk tidak mengulangi apa yang telah dilakukan ayahnya dan kemudian menyakiti dirinya.
-------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------
Khasi Bai  mencoba untuk mengerti perasaan ibu mertuanya dan mengatakan pada semua orang " Sebagai seorang istri aku memahami rasa sakit yang di alami oleh mertua ku, kegembiraan keluarga suami ku dan juga mimpi suami ku, tapi ibu mertua ku tidak pernah bermimpi untuk berbagi suami dengan wanita lain, orang lainlah yang telah memaksa seorang istri  untuk menghadapi situasi seperti itu, itu orang yang sangat buruk yang pernah ada, orang seperti itu tidak akan pernah di ampuni", Semua orang tegang saat menatap Bajirao sejak tadi memperhatikan dan mendengar Khasu bebicara, Khasi  menangis berbalik dan memandangnya, Bajirao hanya terdiam dan ia pergi menaiki tangga tanpa bebicara sepatah kata pun. Chimna ji bertanya-tanya "aku ingin tahu apa yang ada didalam pikirannya" Khasi menatap keatas. Chimna ji berkata " dia tidak mengatakan sepatah kata pun mengenai hal itu". Khasi dengan yakin mengatakan "Rao akan memiliki pendapat sama seperti ku, dai tidak akan bisa memaafkan ayah mertua"

Diistana Chhratasal, Ratu sedang memanggil pedagang gelang lac. Pedagang (Bagiram) bertanya pada ibu Matsani "katakanlah pada ku yang mulia jenis gelang apa yang kau inginkan?" Saat Surriyah ingin mengungkapkannya namun Ratu utama menyelak berkata "Ratu Surriyah tidak akan tahu arti pentingnya gelang lac ini, Baghiram, dia dan putrinya hanya memiliki mata  hanya untuk berlian dan batu mulia,  Matsani berkata " apa yang kau katakan bernar apakah yang mulia?". Matsani datang menghapiri ibunya dan Ratu utama dan berkata "kami tidak tahu tentang nilai gelang lac, karena gelang ini sama sekali tidak ada nilainya bagi kami ". Ratu kesal dan meminta pria itu pergi, Surriah mengatakan pada Matsani "apa yang sedang kau lakukan disini?" . Matsani mengatakan "seorang wanita memakai gelang lac sambil berdoa sambil berdoa untuk suaminya, aku akan sangat beruntung untuk memakinya kau telah menetapkan perjodohan untuk ku dan aku menerimanya ".

Ratu tersenyum senang, Matsani mengatakan "aku akan mematuhi kehendak mu  tapi kau juga harus menuruti kata-kata ku, kau harus membuat pengumuman bahwa ibu ku akan memiliki  setatus yang sama seperti mu dikerajaan". Ratu berfikir dan berkata "aku akan menerimanya". Surriya terekjut, Matsani berkata "jika kau menerimanya...". Matsani mengambil bebrapa gelang itu dan berkata masukkan gelang lac ini pada ibu ku seperti kakak dan kemudian menghormatinya". Ratu mengambil gelang  lac yang ada ditangan Matsani dan kemudian memakikannya pada Surriyah, Surriyah menangis dan menatap Matsani, lalu Matsani tersenyum pada ibunya dan mengusap air matanya. Surriyah berkata " Matsani, semoga allah meberkati dan memberikan mu umur yang panjang, hari ini kau telah memberikan ibu mu kehormatannya, harga diri dan hak-haknya, ku harap kau akan di berkati dan pernikahan mu bahagia.. selalu bahagia ". Matsani tersenyum dan menatap ratu lalu kemudian pergi.

Balaji sedang tergeletak di ranjang kematiannya dan Radha menemai duduk di sampingnya, ia terus memangil Bajirao. Khasi dan yang lainnya berdiri di depan pintu, Bajirao berjalan menuju kamar ayahnya dan semua orang menoleh padanya dan terlihat tegang, Balaji terus memanggil Bajirao dalam ketidaksadarannya. Bajirao menatap wajah Chimna ji dan juga istrinya Khasi Bai, ia mulai melangkah memasuki kamar Blaaji, Rakhma mencoba mencegah Chimna Ji. Balaji berkata " kau akhirnya disini, Baji.... aku berharap kau sudah memaafkan aku, keluarga ini telah memberikan aku banyak kebahagiaan, sekarang aku hanya perlu pengampunan dari mu, aku tidak akan sampai pada keselamatan jika kau tidak mau memaafkan ku, berilah aku keselamatan , Baji".

Khasi sangat yakin dengan Baji rao dan berkata "aku sudah katakan pada mu, dia tidak akan memaafkan ayah mertua". Bajirao berjalan dan berlutut dibawah kaki ibunya dan berkata "maafkan aku, ibu... Bajirao menyentuh kaki Radha dan berkata "izinkan aku ibu". Radha menggeser kakinya. Khasi bertanya-tanya "untuk apa dia meminta izin ?". Radha memalingkan wajahnya, Bajirao duduk di samping Balaji "Ayah...." Balaji mengatakan "apa kau akan memaafkan aku kan?"... katakanlah pada ku Baji. Bajirao duduk dan memegang tangan ayahnya, Balaji mengatakan " apa kau telah memaafkan ku?". Bihu dan semua orang yang berdiri didepan pintu menangis, Bajirao mengatakan pada Balaji "aku telah mengampuni mu ayah" .., suara petir pun menggelegar Radha Bai terkejut dan meanatap Bajirao yang dengan mudahnya memaafkan ayahnya". Anu Bai tersenyum lega, Khasi, Bihu dan Chimna ji terkejut.

Balaji mengatakan "Baji..". Radha menangis menatap Bajirao dan Bajirao menatap ibunya. Balaji berkata" Baji berjanjilah kau akan mengurus kedua putra ku yang lainnya (saudara titinya) Bikaji dan Rano Ji, apa kau akan memberikan mereka tempat yang layak dimasyarakat ?"... Bajirao menatap ibunya, Balaji mengatakan " Cepat Baji, berjanilah". Radha bangun dan pergi dari sana, Balaji meminta janji dari Bajirao "jika tidak aku tidak akan mati dengan damai". Bajirao memegang tangan Balaji dan berkata"Aku berjanji, ayah aku tidak hanya akan menerima kedua anak mu Bikaji dan Rono ji sebagai suadara ku tatapi juga memberikan mereka rasa hormat yang layak". Bihu dan yang lainnya terkejut. Bajirao memberikan kata-katanya sebagai janji terakhir dari wasiat ayahnya dan Balaji menghembuskan nafas terakhirnya, Bajirao menatap wajah Khasi Bai dan semua orang.

Bajirao sedang menyendiri di atas balkon, Khasi Bai datang menemuinya, Khasi bertanya pada suaminya "apakah kau lupa tentang penderitaan ibu mertua ku?".. tidak bisakah kau melihat rasa sakitnya saat kau memaafkan ayah mertua ku?" .. ayah mertua ku telah menghancurkan kepercayaannya, apakah kau telah melupakan penghianatan". Khasi bertanya "Rao, apakah kau masih mencintai aku?". Bajirao mengatakan "ini tidak ada hubungannya dengan mu Khasi Bai". Khasi marah mengatakan "tapi itu urusan ku, Rao.., ku pikir suamu ku mengerti ikatan suci pernikahan, tapi kali ini nampaknya sepertinya aku tidak mengenali suami ku sendiri.. kau benar-benar anak ayah mu , kau telah mengampuni dosa bahwa tidak ada kekasih yang bisa di maafkan, pendapat ku tentang pernikahan kami, apapun yang telah ku lalui bersama dengan mu, aku tidak pernah mengatakan apapun kepada mu tentang hal itu, tapi hari ini aku akan memberitahu mu sesuatu tidak peduli kau mencintai ku atau tidak jangan pernah merusak kepercayaan ku, karena aku bangga menjadi istri mu , dan kau tidak bangga dengan diri ku Rao... jika itu terjadi maka aku tidak akan mentolerir itu, ibu mertua ku memiliki mkebesaran hati dia menahan semua penderitaan dan rahasia ini selama bertahun-tahun, hati ku tidak sebegitu tabah seperti hati ibu mertua ku karena aku hanyalah seorang istri yang tidak pernah bisa berbagi suaminya dengan orang lain, tidak peduli apakah kau masih milik ku atau tidak, tapi kau bukan orang lain untuk ku ". Kashi menangis dan pergi, Bajirao menghentikannya mengatakan "disaat nafas terakhir ayah ku ketenangan pikiran sangat penting untuk keselamatan orang selama kematiannya, ayah ku hanya membutuhkan perdamian dan keselamatan disaat-saat terakhirnya, itu sebabnya aku memaafkannya itu tugas ku sebagai seorang putra untuk memastikan bahwa rasa sakit ayahnya tidak melampaui kehidupan .. kau benar kau benar-benar tidak memahami aku, jika tidak kau akan mengerti bahwa aku memaafkan ayah ku saat ia menyadari rasa sakit dan rasa bersalah". Bajirao pergi dan Khasi hanya menangis.

Radha duduk didepan meja cermin, ia melepaskan satu perrsatu perhiasannya dan mengingat tentang mangalsutra dan prajurit mughal menyerang mereka, ia juga. Khasi, Bihu, Rakhma dan Anu Bai menemainya. Radha sangat sedih ketika ia berkata sekarang aku dan suami ku telah terpisahkan dan dia tidak berada dekat dengan ku lagi, tapi dia masih terasa bersama dengan ku, Radha mengingat ketika Balaji untuk memintanya berjanji untuk terus bermpimpi, Radha melepaskan gulungan rambutnya Radha mengingat jika Balaji menyukai rambutnya yang panjang dan indah saat Bajirao masih bayi menarik rambutnya. "hujan kini telah berhenti Balaji". Radha menatap dirinya di cermin Bihu dan semuanya menagis.

PESHWA BAJIRAO 131 (24 JULI 2017 ) : KEKECEWAAN KELUARGA BALAJI, RATU TERUS MENGHINA MATSANI DAN IBUNYA SERTA MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAHKAN MATSANNI DENGAN SEORANG PEMUDA YANG TELAH DIPILIHKAN PANGERAN JAGAT

TAYANGAN ONLINE 24 JULI 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 131
DIINTERPERTASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE



Index : Sementara semua orang terguncang dari wasiat yang disampaikan oleh Balaji Vishwanath, Bajirao menolak untuk berbagi rasa sakit dan penderitaannya pada siapapun. Sementara itu, Mastani sangat marah karena pernikahannya telah diutuskan tanpa izinnya, namun dia terpaksa mempertimbangkan pilihan ini demi kebahagiaan ibunya.
---------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------
Chima ji menangis menyandarkan kepalanya di kaki Radha dan mengatakan" aku tidak bisa memahami mu". Radha bilang "kau tidak melakukan kesalahan apapun, aku tidak mengeluh dengan anak-anak ku" Bihu bertanya pada Radha  "apakah kau memaafkannya". Radha  berkata"Tidak". Chimna ji bangun dan ia sangat marah dengan kenyataan yang di dapat menegnai kebenaran tentang Balaji, Rakhma menenagkan dirinya dan membawanya pergi, Bihu mengusap air matanya dan mengajak Radha pegi beristirahat. Khasi ingin mendekat dengan Bajirao, namun suaminya menolak dan duduk menyendiri, dan bertanya pada Anu Bai tentang sikap Baji, Anu Bai menjelaskan bahwa kakaknya sedang tidak bisa berbagi pendertitan setelah mengetahui derita yang di alami ibunya dan ibunya menyembunyikan kebenaran tentang ayah darinya sehingga tidak ada yang tahu tentang penderitaan yang selama bertahun-tahun yang telah disembunyikan oleh ibunya dan kakak kehilang kepercayaan dan kecewa terhadap ayah dan meminta Khasi untuk membirakannya sendiri sampai suaminya tenang" Khasi menangis menatap Bajirao.

Sementara itu Matsani merasa keberatan karena ratu telah memutuskan tentang hidupnya dan tidak bertanya terlebih dahuli pada dirinya, dan ratu berpendapat kau akan menikah dengan seorang pangeran yang akan snagat bertanggung jawab pada dirinya dan menganggap bahwa pilihannya untuk menikahkan Matsani tidak salah, karena sudah waktunya Matsani membentuk rumah tangga atau melakukan pernikahan dan meminta agar dirinya mempertimbangkan kebahagiaan ibunya jika memang dia anak yang sangat berbakti maka tidak seharusnya menolak permintaan Ratu untuk menerima tawaran pernikahannya dengan seorang pemuda yang akan menjadi suaminya kelak. Surrya begam merasa bahwa keputusan itu terlalu tegesa-gesa dan Ratu bertanya padanya apakah dia meragukan juga tentang keputusannya, Ratu tetap bersikeras dan menyuapkan manisan untuk Matsani dan pergi.

Bajirao melukai tangannya dengan belatinya, ia begitu sangat kecewa dengan Balaji yang telah menyakiti ibunya dan memiliki wanita lain selain ibunya dan memiliki dua putra lagi selain dirinya dan Chimna Ji, Bajirao menyayat telapk tangannya hingga berdarah, ia berbaring disana sementara Radha melihatnya dari atas balkon, Radha turun dan mengobati lukanya dengan pasta kunyit, Bajirao menatap wajah Radha dan bertanya pada Radha "sejak kapan kau terluka, kenapa kau tidak menceritakan apa pun pada ku". Radha  bertanya"menurut mu  apakah saya bisa memaafkan ayah mu?". Bajo hanya terdiam, Khasi turun dan mendengarkan percakapan mereka, Radha mengatakan baik Chimna, kau, Bihu Bai, Anu Bai tidak ada yang tahu setelah ayah mu sendiri yang berceita tentang kebenarannya dan aku menyembunyikannya dari kalian,semua orang mengatakan sesuatu, tapi aku tidak berbicara atau melampiaskan kemarahan ku".

Bajirao hanya terdiam ia bangun dan menuju ayunan yang sering diduduki oleh ayah dan ibunya, ia mengingat saat ayah dan ibunya membicarakan tentang harga diri ketika masih kecil, Bajirao tersenyum dan mengingat saat Balaji menyuapi Radha makanan dengn tangannya dan Baji datang bersama dengan Chimna dan Bihu menghampiri ayah dan ibu mereka dan tertawa bersama, Bajirao menangis dan Radha menepuk pundaknya, Bajirao masih tidak percaya tantang kebenaran yang telah diucapkan ayahnya bahwa ada cinta yang lain selain cinta Balaji terhadap Radha dan cinta itu menghancurkan dan merubah semua kebahagiaan didalam keluarganya, dan bertanya pada Ibunya untuk berfikir apakah dia akan mempertahankan cinta palsu itu atau memberikan cinta itu untuk keutuhan keluarga atu membiarkan cinta dan sekaligus keluarganya hancur, Bajirao mengusap airmatanya dan pergi Radha hanya menangis dan terdiam.

Khasi sedih saat melihat suaminya sedang kecewa dan tidak bisa melakukan apapun untuk menghiburnya. Radha datang membawakan makanan untuk Balaji  dan duduk disampingnya, Balaji menayakan tentang Bajirao "diamana Rao?" .. apakah rao masih marah pada ku apa yang terjadi?". Radha mengatakan "Tidak ada" .., apakah kau sudah merasa tenang setelah mengatakan semuanya". Balaji berkata "setidaknya aku tidak begitu lama untuk menyembunyikan rahasia ini". Radha membantu Balaji untuk minum "Minumlah" . Balaji menggenggam tangan Radha  dan bertanya "apakah kau tidak pernah mau memaafkan semua kesalahan ku.., kau pasti membenci ku". Balaji menangis, Radha menangis memeluk Balaji "Ayah, aku akan selalu mendukung mu meskipun semua yang kau lakukan sangat menyakiti ku, tapi aku akan tetap bersama dengan mu sampai kapan pun, percayalah pada ku". Bajirao melihat ayah dan ibunya dari jendela saling berpelukan dan ia pun menangis.

Bajirao hanya terdiam, Khasi Bai datang dan mengejutkannya dan membuat tangannya tertusuk duri, Khasi bertanya "apa kau tidak apa-apa?" .. biar aku melihatnya ". Bajirao menghempaskan tangannya dan pergi, Khasi mencoba menenangkan suaminya dan melihat jarinya yang telah mengeluarkan darah dan meminta agar rao mau menenagkan dirinya, Bajirao menyentuh rambut Khasi, Khasi terpejam dan air mata menetes dari matanya yang indah, Baji menatap Khasi dan kemudian pergi, sementara Khasi masih terpejam dan tidak menyadari jika Bajirao sudah tidak ada disana dan membuka matanya, Khasi mencari Bajirao dan menangis.

Sementara itu Matsani berlatih pedang dengan mata tertutup dibalkon ia melawan semua prajurit wanita berbaju hitam dengan pedang dan melampyaskan semua kekecewaanya pada ratu yang telah memaksanya menikah, Matsani mengingat semua penghinaan dan perilaku pangeran Jagath yang telah begitu banyak menghinanya dan ucapan ratu, ia berputar dan menghempskan pedang hingga menjatuhkan semua barang dan duduk di lantai, semua prajurit wanita meninggalkannya, Matsani menangis saat ia mendengar ratu begitu banyak menghinda dirinya dan merendahkan ibunya. Bihu menghawatirkan keadaan Balaji "apakah ayah akan meninggalkan kita semua"dan menangis, Anu bai mencoba untuk menguatkan Bihu Bahi "tidak".

Chimna ji dan Rakhma menenangkan Bihu. Suami Bihu mengejek "mengapa kalian semua menangis, dan jelaskan aku tidak mengerti dengan keadaan peshwa Saheb dan mengatakan kondisi peshwa saheb sudah sangat lemah dan  nyawanya pasti tidak akan tertolong". Bihu marah namun Chimna menghentikannya, dan meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi antara Balaji dan Radha. Suami Anu Bai menjelaskan hal yang logis dan Anu Bai berusaha untuk menutupi masalah kelarga  mereka, namun Khasi dapat memahami perasaan yang sedang di hadapi oleh keluarga mertuanya dan menganggap bahwa mertuanya tidak penrah mempunyai impian untuk berbagi suami dengannya dan mengutuk perbuatan wanita yang telah menghancurkan kebahagiaan antara peswa saheb dan aayi saheb menjadi tidak akur, ia berpendapat bahwa orang seperti itu tidak bisa di ampuni. Bajirao mendengarkan Khasi sejak tadi, Khasi menangis menatap suaminya yang sejak tadi berdiri.

PESHWA BAJIRAO 130 ( 21 JULI 2017) : PENGAKUAN BALAJI DIDEPAN CIMNA DAN BAJIRAO TENTANG SEMUA KEBENARAN YANG DISEMBUNYIKANNYA, RATU TELAH MEMUTUSKAN UNTUK MENIKAHKAN MATSANI DENGAN SEORANG PEMUDA

TAYANGAN ONLINE 21 JULI 2017
PESHWA BAJIRAO EPISODE 130
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE




Index : Radhabai meminta Bajirao untuk memberikan ahli waris sebelum pertempuran yang lain berakhir di atas kerajaan. Kesehatan Balaji Vishwanath semakin memburuk dan yang tak terelakkan tampaknya merupakan kemungkinan  yang mungkin harus  terjadi. Radhabai khawatir sesuatu buruk akan terjadi,  tapi Bajirao masih berharap ayahnya akan memenangkan pertempuran ini juga dan bertahan untuk. Balaji Vishwanath memutuskan untuk menerima takdir kematiannya dan menyerahkan tanggung jawabnya pada Bajirao. Karena takdir mengundang Bajirao, Balaji Vishwanath mengungkapkan sesuatu yang telah  mengejutkan dan memberitahu bahwa selain ibunya Balaji memiliki wanita dan selain kedua putranya dengan Radha ia memiliki dua putra dari wanita lainnya.

---------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------



Radha meminta Baji untuk memberi pewaris, Khasi Bai mendengarkan pembicaraan mereka dan bersembunyi dibalik pilar, Radha pergi dan Khasi bersembunyi. Khasi datang menemui Bajirao, mereka sama-sama tersipu malu dan saling bertatapan, Rakhma datang kesana dan memberi tahu Bajirao tentang kondisi Balaji, mereka bertiga bergaas berlari menuruni anak tangga untuk menengok kondisi Balaji yang semakin memburuk, Chimna ji meminta pada paman untuk memanggil Vaid ji, Bajirao bertanya "apa yang terjadi dengan ayah?". Bajirao bergegas berlari menemui Balaji. Balaji batuk dan berkata pada Bajirao "aku ingin memberitahu mi sesuatu sebeleum kematian ku datang". Bajirao mengatakan "tidak akan terjadi apa-apa pada mu". Radha melepaskan genggaman tangannya pada Balaji dan terlihat sangat sedih, Balaji menatap wajah Radha namun Radha bangun dan berjalan di dekat jendela dan terlihat rtegang. Bajirao membanti Balaji untuk duduk, namun Balaji ragu untuk mengatakan pada Bajirao bahwa ia memiliki satu keluarga lagi, Balaji terbatuk, Bajirao meminta Balaji untuk beristirahat dan Radha menangis.

Radha berdiri di depan kuil dan menyandar pada pilar, Bajirao datang menemui ibunya dan memeluknya dari belakang dan  mengatakan pada Radha "tidak akan terjadi apa-apa pada ayah". Radha mengatakan "dia memiliki kekuatan tapi tidak memiliki keinginan untuk hidup". Bajirao mengatakan "ayah ingin mengatakan sesuatu dengan ku, itu sesuatu yang penting, mungkin ayah ingin mengatakan tentang rann neeti".  Radha mengatakan "aku tidak sedang memikirkan hal itu dan mengingat tentang pembicaraan mereka setelah Balaji kembali dengan posisinya menjadi Peshwa. Kilas balik ditunjukkan saat Radha mengatakan pada Balaji bahwa mereka tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk di habiskan berdua, dan Radha merindukan dan mengingat waktu saat mereka berdua yang mereka habiskan di ayunan, dan Balaji menceritakan semua yang ia pendam pada Radha, kias balik berakhir. Radha mengatakan pada Bajirao "seorang Peshwa dan sorang ayah ingin memberikan tanggung jawab pada mu". Bajirao bertanya "ayah ku tidak akan lelah dan pensiun" dan pergi. Rahda berdoa pada dewa untuk memberikan kekuatan pada Bajirao saat ia mendengarkan tentang kebernaran dari Balaji.


Keesokan paginya, Mastani meminta Suraiyya untuk minum obat,  Suraiyya  begitu sangat sednih dan menolak untuk mengambil dan meminum obatnya, tapi Mastani  tetap memberikan obatnya. Suraiyya mengatakan "kau  marah pada ku,  ke mana kita akan pergi, jika Maharaj marah pada kita".
Ratu datang dan mengatakan "panegaran Jagat telah menjalinkan hubungan antara Matsani dengan seoang pemuda". Ratu tersenyum puas


Baji dan Chima ji bersama Balaji dikamranya. Balaji meminta mereka untuk mendengarkan dan mengatakan " kau harus mengurus tanggung jawab ku setelah aku pergi". Bajirao bertanya "apa yang terjadi?"  Balaji mengatakan kepada mereka "seorang anak memiliki tanggung jawab terhadap setiap perbuatan ayah, aku tidak tahu apakah itu dosa atau tidak". Balaji memegang tangan Bajirao dan Chima ji dan mengatakan "aku memiliki satu keluarga lagi" Baji bilang "aku tidak mengerti dengan maksud mu". Balaji mengatakan "selain ibu mu aku memiliki wanita lain dan selain kalian berdua aku memiliki dua orang putra lagi", Chimna ji kecewa dan melepaskan tangan Balaji, Bajirao terkejut dan terdiam, Balaji mengatakan "aku melihat kebencian di mata mu dan karena itulah aku menyembunyikan kebenaran ini dari mu". Chimna ji bilang" kau telah mengkhianati ibu ku". Bagaimana kau bisa melakukan ini? bukankah kaumencintainya, jika itu bohong dan ini adalah kebohongan". Balaji bilang" aku sangat mencintai ibu mu, tapi ... ".Chima ji bertanya "tapi apa? Bagaimana kau menjadi  begitu sangat lemah".  

Bajirao mengingat kata-kata Radha dan mengatakan "ibu tahu yang sebenarnya sejak lama". Bajrao  bertanya pada Balaji tentang semua itu. Chima ji bilang" kami tidak akan pernah memaafkan mu" dan pergi. Balaji meminta Baji untuk mengurus kedua putranya Megha ji dan Rano ji. Bajirao kaget dan kesal. Balaji meminta maaf pada Bajirao dan memintanya untuk tidak membencinya. Balaji memberinya contoh dan memintanya untuk melihat perbuatan baiknya, dan meminta maaf dan mencakuplam tangan dan menangis. Bajirao hanya terdiam  berjalan pergi. Chima ji menangis menyandarkan kepalanya di kaki Radha dan mengatakan" aku tidak bisa memahami mu". Radha bilang "kau tidak melakukan kesalahan apapun, aku tidak mengeluh dengan anak-anak ku" Chima ji bertanya "apakah kau memaafkannya". Radha hanya terdiam dan menangis

Precap:
Baji bertanya pada Radha "sejak kapan kau terluka, kenapa kau tidak menceritakan apa pun pada ku". Radha mengatakan" semua orang mengatakan sesuatu, tapi aku tidak berbicara atau melampiaskan kemarahan ku". Radha  bertanya"menurut mu  apakah saya bisa memaafkan ayah mu?"

PESHWA BAJIRAO EPISODE 129 (20 JUlI 2017) : PENGHINAAN PANGERAN JAGAT DAN RATU TERHADAP MATSANI DAN IBUNYA, RADHA SENANG DAN MEMINTA PEWARIS DARI KHASI BAI DAN BAJIRAO

TAYANGAN ONLINE 20 JULI 2017
PESHWA BAJIRAO EPISODE 129
DIINTERPERRTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Kashi bertemu dengan suaminya Bajirao dan memintanya untuk memaafkan Mohan Rao. Bajirao tidak mengucapkan sepatah kata pun dan berjalan keluar. Kemudian, Bajirao memeluk Mohan Rao, yang sangat mengesankan Kashi. Sementara itu, Jagrat Raj senang bahwa dia hidup tapi tidak senang karena seorang wanita/ Mastani, menyelamatkan hidupnya. Tindakan berani Mastani diabaikan dan karakternya dipertanyakan, bahkan pangeran Jagat membirakannya untuk  dibiarkan dipermalukan dan meminta agar tindakan heroiknya tidak diketahui oleh siapapun 
------------------
----------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------


Bajirao sedang  berlatih pedang di balkon untuk melampyaskan kekesalannya, Khasi datang dan memikirkan permintaan Kumud agar Bajirao mau meminta maaf pada Mohan Rao, suara gelang kaki Khasi menghentikannya untuk berlatih pedang dan menaruh jauh pedangnya. Bajirao bertanya pada Khasi "apakah menurut mu aku salah?". Khasi menangguk "Tidak". Bajirao meminta Khasi untuk tidak menceritakan apa yang telah terjadi, karena akan sulit untuk mengabaikan kata-katanya  dan tidak akan mungkin untuk menerimanya.  Khasi mengatakan "bagaimana kau tahu mengapa aku datang kesini?".

 Bajirao mengatakan  pada Khasi "mengapa aku harus meminta maaf pada Mohan Rao untuk mu dan untuk orang tua mu". Khasi mengatakan "aku tahu,  lupakan semua nilai-nilai untuk itu, apakah aku tidak memiliki hak atas diri mu?". Bajirao marah mengatakan "tidak" dan pergi meninggalkan Khasi.  Kashi sedih memikirkan kata-kata Shivbai bahwa Bajirao tidak memberikan tempat untuk Khasi di hatinya. Suami Bhiu datang, Bihu senang dan menyambutnya namun suaminya dan mengejeknya. Bihu  mengatakan "apa yang orang akan pikirkan?.Suami Bihu  bilang "aku  tidak peduli dengan mereka". Radha dan Chimna datang kesana. Radha menyambutnya. Suami Bihu mengatakan pada Radha jika bihu memberitahunya dengan tidak tepat dan salah dan menutupi sikap buruknya pada Bihu, dan Chimna ji mengajak suami Bihu untuk masuk kedalam rumah mereka.

Khasi Bai tutun dan melihat Bajirao berpelukan akrab dengan Mohan Rap, Khasi merasa sangat senang dan Bajirao tersenyum menatap wajah Khasi Bai, Khasi datang dan memeluk ibunya, Shiv Bai mengharagai Khasi, Kumud masih kesal mengatakan "kau telah berlajar bagaimana agar suami tetap mau mendengarkan mu"

Diisatana Chhartasal, pangeran Jagat memberitahu ratu jika hari ini hdupnya telah di selamatkan tapi kehilangan  haraga dirinya, pangeran Jagat mengatakan "aku telah kembali kerumah, tapi hari ini merasa tidak enak kerana telah dibebaskan oleh seorang wanita". Matsani mengatakan "yang terpenting sekarang kau baik-baik saka, aku menyelamatkan mu sepertinya dia saudara laki-laki ku". Ratu mengejek Matsani "aku bisa mendapatkan dukungan yang lebih baik bahkan setelah kau terlahir dari seorang muslim". Pangeran Jagat mengatakan "aku akan mencarikan peria untuknya". Suraiya menangis dan terjatuh lemas setelah mendengarkan keputusan itu.

Bajirao memainkan tangannya di atas api hingga api padam, Khasi mengharagai perbuatan suaminya yang mau kembali berbaikan dengan sepupunya. Bajirao menagatakan "kau istri ku dan Mohan Rao adik mu, aku telah melakukan tugas ku, aku tidak akan merasa buruk dengan kata-katanya, tapi tidak ingin membuat mu tegang. apapun yang telah terjadi di lantai bawah aku minta maaf". Khasi meminta Bajirao untuk tidak meminta maaf dan menunjukkan kepercayaan pada suaminya, Bajirao tersenyum dan mengatakan "kita akan pergi"

Suami Bihu sedang berbicara dengab Bajirao dan teman-teman kakaknya, Bhiu  terlihat sangat ketakutan dan tegang saat melihat suaminya. Chima ji bertanya "apakah  kaui  punya masalah". Bhiu mengatakan "aku hanya akan  mengeluh pada dewa  bukan dengan kakak ku". Chima ji bilang "sekarang kau sudah dewasa dan menyembunyikan sesuatu dari ku, aku masih saudara mu.aku harus berbicara dengan mu tentang masalah mu". Bhiu mengatakan "jika Baji mengetahui sesuatu maka tidak tahu bagaimana dia akan bereaksi". Chima ji bilang "aku tidak akan memberitahunya, tapi kamu bisa berbagi dengan ku". Chimna Ji memeluk Bihu dan meminta agar adiknya tidak khawatir

Mastani memainkan sitar dan mengingat penghinaan  yang telah dilakukan oleh pangeran Jagat dan juga Ratu hingga jarinya berdarah dan senar sitarnya terputus. Chanda datang ke sana sambil menangis dan bertanya" mengapa kau hanya terdiam, mengapa kau tidak mengatakan apapun". Mastani mengatakan "rasa sakit  dari pemberian mereka dan itu sangat berharga". Chanda mengatakan" mereka akan menemukan orang jahat untuk mu". Mastani bilang "aku tidak akan beruntung dan tidak akan pernah, hubungan diputuskan oleh allah dan aku yakin tidak akan ada orang seperti dia".

Baji memberitahu Radha bahwa mereka harus berhati-hati dan harus maju dua langkah. Kashi mengatakan "kami berencana untuk kembali". Radha mengatakan "aku memaafkan mu saat melihat apapun yang telah dia lakukan untuk Kashi, kau mulai menghormati Kashi, kau akan punya waktu untuk memahaminya, aku butuh pewaris darinya". Kashi merasa malu. Baji kaget.

Precap:
Chima ji meminta Kaka memanggil Vaid. Baji bertanya apa yang terjadi dengan Baba. Semua orang kaget.