Jumat, 23 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 135 ( 28 JULI 2017 ) : PANT MENCALONKAN RIDHANYA GANGADHAR SEBAGAI PESHWA PENGGANTI BALAJI, BAJIRAO DAN RADHA BAI TERUS BERDEBAT SATU SAMA LAIN, PERNIKAHAN MATSANI DENGAN PANGERAN KEMAYU VIJENDRA, RAJA CHARTASAL DATANG UNTUK MENGHENTIKAN MATSANI BUNUH DIRI

TAYANGAN SONY TV 28 JULI 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 135
DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE



Index : Tuduhan Mastani terrencana dengan baik. Dia diperintahkan untuk  memakai pakian pernikahannya, yang akan diadakan hari itu juga. Saat Mastani mendekati aula pernikahan, dia mengeluarkan pedang dan mengancam untuk bunuh diri jika dia dipaksa untuk menikah. 
--------------------
------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------
Ratu mencoba untuk membodohi Matsani berkata "Kau telah menunduh komdandan sebagai penghianat yang setia, mungkin kau tidak akan mematuhi ku jika kau tidak menginginkannya, tapi jangan pernah meduduh orang lain salah, Matsani!"  Komandan selalu selalu berdiri disamping raja dalam semua perang". Matsani mengatakan "Itu hanya salah satu dari banyak sifar penusuk dari belakang, bukan musuh tapi teman-teman bisa saja menipu atau jika aku bisa mengatakannya lebih tepatnya sebagai keluarga". Matsani menatap pangeran Jagat dengan penuh amarah, Ratu melangkah maju mengatakan "Jangan lupa bahwa aku telah memberikan persetujuan pada mu tentang perjodohan ini dan Rajput tidak akan pernah membalas kata-kata kami,Matsani". Surriyah menghampiri Matsani berkata " apa yang di katakan yang mulia bena, mengertilah". Matsani mengatakan pada ibunya "aku akan mematuhi mu jika takdir ku tidak di kaitkan dengan Bundelkhand". Ratu sangat tersinggung berkata "Cukup!".. bukan kata yang lain, Matsani, yang mulia telah memberikan ku wewenang untuk mengambil keputusan di istana ini dan dengan wewnang itu aku telah memutuskan kau akan tetap menikah dengan Vijendra, kau akan menikah hari ini". Ratu berkata "Suriyah begum, minta pada putri mu untuk segera melakukan pernikahan  jika tidak aku tidak akan bertanggung jawab untuk  akibatnya".  Ratu kesal dan pergi, Ibu Matsani menangis dan Matsani hanya terdiam.

Dirumah Radha Bai Baji rao sedang menaruh beberpa perkakas di atas meja dan Khasi Bai menemaninya, ia menaruh gelas di meja berkata "ini Haunt Sing dan surat, dia tinggal didaerah pesisirdai mahir dalam perdagangan, tapi dia bukan seorang pejuang". Khasi tersenyum, Bajirao meminta yang lain dan Khasi memberikannya, Bajirao mengatakan "disebelahnya Rudrha pratap Singh, dia mengunci tanduk dengan Mughal sendirian dan seorang pejuang yang hebat, tapi dia tidak tahu apa-apa tentang perdagangan". Bajirao mengulurkan tangannya lagi ke Khasi, istrinya mencari benda yang bisa dia berikan dan bergegas mengambil benda itu lalu memberikannya, Bajirao menaruhnya dimeja berkata " ini Gulab Singh menguasai administrasi dan kapal perang tapi orang takut padanya, mereka tidak mencintainya". Bajirao mengulurkan tangannya kembali ke Khasi, Khasi tersenyum dan Baji menatap wajahnya, mereka bertatapan dan khasi merasa malu dan bergegas menaiki anak tangga  untuk kelantai atas dan bertemu dengan Chimna ji, Chimna  menggoda Khasi Bai dan bertanya pada Khasi "ada apa kak ipar, cara mu menatap kakak ku sepertinya kau akan selamanya menatapnya". Khasi merasa malu dan bergegas  pergi dan Chimna tertawa. Sementara di lantai bawah Bajirao masih duduk dilantai, ia mengambil belatinya dan mengeluarkan dari sarungnya dan berkata "ini Gangadhar, dia seorang Brahman". Bajirao melihat belatinya.

Matsani telah bersiap dikamarnya mengenakan gaun pengantinnya, Suriyah mengatakan pada Matsani "singkirkan semua kesalah pahaman mu". Ibunya memakiannya duppata Surriyah berkata pada matsani "Yang mulia bisa bermusuhan dengan mu tapi tidak dengan Bundelkhand". Mtsani mengatakan pada ibunya "aku tidak memiliki kesalah pahaman dan kupikir yang mulia dan saudara laki-laki ku tahu  dengan maksud yang sebenarnya dengan ayah Vijendra dan memang benar mereka menyadari akan hal itu karena Vijendra tidak pantas menerima gadis manapun apalagi  aku.., itulah alasannya meskipun sudah dekat dengan tempat ini dia tidak datang untuk mengikuti lamaran bahkan  hanya mengirimkan keluarganya, pernikahan ini akan sesuai dengan tradisi Bundelkhand, tapi kenyataannya akan tetap tersembunyi .., ibu ayah tidak ada disini jadi jika  kau mau untuk mendukung untuk menghentikan pernikahan ini". Surriyah berkata pada Matsani "Jika pernikahan ini di batalkan, aku sudah lama cukup bertahan tapi itu tidak lagi, Mtsani kau bisa melawan yang mulia tapi bukan melawan takdir mu, kau telah ditakdirkan untuk menanggung rasa sakit karena diri ku". Ibu Matsani menangis, tapi Matsani menghapus air matanya dan mereka berpelukan, Surriyah menutup wajah Matsani dengan Dupptanya.

Bihu Bai sedang gelisah ia berdiri di atas balkon memperhatikan Bajirao yang sedang duduk di bawah, Rakhma mengejutkan Bhiu berkata "apa yang terjadi, kenapa kau terlihat takut?". Bhiu menghindar namun Chimna ji datang kesana dan bertanya "apa yang terjadi Bhiu?. Apakah kakak mengatakan sesuatu lagi pada mu?". Bhiu menjawab "aku tidak mengerti apa-apa , jika aku mematuhi suami ku itu akan menyakiti kakak ku tapi jika tidak pernikahan ku akan terpengaruh". Bajirao mendengar mereka dan berkata "pilihannya hanya diantara bernar dan salah akan mudah untuk di putusakan, rasa sakit dari orang-orang terkasih tidak bisa di abaikan". Bhiu.., Chimna dan Rakhma memperhatikan, Bajirao bertanya "ada apa Bhiu?". Bihu hanya terdiam dan menatap Bajirao dengan rasa cemas.

Matsani berjalan di altar penikahannya didampingi oleh Surriyah dan Chanda, semua orang telah berkumpul, Ratu dan Jagaraj tersenyum licik ketika Matsani menatap ke arah mereka. Matsani sampai di atas mandapnya ia mengambil pedang dan membuat semua orang terkejut dan berkata "Jika  anak perempuan dari Bundelkhand bisa membunuh bangsanya, mereka juga bisa memberikan hidup mereka.. aku membawa garis keturunan dan juga kemarahan dari raja chatrasal dan aku akan menyerahkan hidup ku, tapi tidak akan menjadi pion di tangan musuh kami". Matsani mengarahkan pedang pada dirinya dan membuat semua orang terkejut namun raja Chatrasal datang dan menangkis pedang Matsani di depan semua orang sebelum semuanya terlambat, semua orang terdiam dan Surriyah merasa lega. Raja Chatrasal memasukan pedangnya kembali dan tidak mengijinkan pangeran Jagat Raj untuk berbicara, Raja Cathrasal mengatakan "aku tidak tahu mengapa Matsani menolak pewrjodohan pernikahan ini, tapi aku tahu pasti jika dia kebih baik memilih kematian atau sebaliknya dan itu masalah serius... selain itu pilihan wanita di hormati di Bundelkhand, kami tidak memaksakan keputusan kami padanya, jika Matsani tidak setuju dengan aliansi ini tidak akan pernah di lakukan". Pihak calon mempelai pria dari pangeran Vijendara dan juga semua anggota keluarga kerajaan terkejut, Raja Chartasal pergi dari sana. Ayah dari pangeran Vijendra menghentikannya dan berkata pada yang mulia " keputusan ini akan membuat kita menjadi musuh mu".  Raja Chatrasal  mengatakan "daftar musuh kus sudah lama ada, jadi jika ada penambahan tidak akan ada bedanya, tapi jika aku benar-benar menjadi musuh  mu itu hanya membuat perbedaan yang besar untuk mu". Raja Chatrasal  namun ayah pangeran Vijendra hanya terdiam saja.

Bhiu mengatakan di depan Radha Bai dan semua saudara dan juga iparnya  di lantai bahwah, Bhiu mengatakan "aku tidak tahu mengapa suami ku datang menemui Pant, tapi aku tahu dengan pasti  mereka yang telah diam-diam untuk pergi memiliki niat yang tidak jujur". Bajirao berkata " dalam politik, ada batasan seberapa rendah orang bisa membungkuk, dengan menyeret keluarga ku kedalam politik maka Pant telah memaksa ku untuk menuntut jawaban darinya dab aku sendiri yang akan pergi untuk mendapatkan jawaban darinya". Bajirao hendak akan pergi namun Radha menghentikannya berkata "Rao kemarahan seperti percikan api yang akan membakar oarang yang sedang marah". Bajirao bertanya pada Radha "jadi apa yang harus aku lakukan, ibu?"... Haruskah aku duduk dirumah dan tidak melakukan apapun".

 Radha mengatakan pada Bajirao "Aku sudah memutuskan kau tidak akan melanggar kebiasaan atau juga tradisi". Mendengar hal itu Bajirao menjadi kesal berkata " tradisi bukanlah sebuah sumur, tapi itu sungai yang mengalir, kau tidak akan bisa melindunginya hanya dengan menghentikannya". Radha mengatakan " tapi mereka menyumbat dalam bentuk bendungan, sebuah sungai atau juga kemarahan mereka harus di kendalikan..., Rao, jika kau tidak menaruh tali pada kemarahan mu, maka impian mu untuk menjadi Peshwa  hanya akan tetap menjadi mimpi". Bajirao mengatakan " menjadi peshwa bukanlah mimpi ku  ini hanya usaha spriptual ku, itu impian ku untuk mati di tanah air ini.., tapi sebelum aku melakukan itu aku harus melakukan menetapkan untuk sebuah negara baru, sebuah masyarakat baru". Radha mengatakan ".., dan sebelum kau melakukan itu, kau harus menjadi peshwa dulu dan jika kau pergi sebelum hari ke-13 akan sulit bagi mu untuk menjadi Peshwa, itu sebabnya bersabarlah". Bajirao bertanya pada Radha "Bagaimana aku bisa bersabar?".., aku tahu kalai aku berhenti maka Pant tidak akan berhenti dengan kosnpirasinya! sementara aku terikat dengan semua ritual disini dan sementara disana Pant mencalonkan Gangadhar untuk menjadi peshwa"

Darbar pemilihan calon peshwa berikutnya sedang di pilih, Pant mengatakan pada raja Shahu " Yang mulia, untuk gelar Peshwa  aku ingin mencalonkan atas agama, dan pastinya berdedikasi, berpengalaman dan mampu, dan orang itu merupakan komandan dari Aruangabad yaitu Raidhanya Gangdhar". Raja Sahahuji mengijinkan agar  Gangdhar masuk pada ruang sidang, Gangdhar datang kehadapan raja Shahu dengan tertunduk dan semua orang memperhatikannya, Gangdhar membungkuk memberikan salam di depan Shahu. Sementara itu kegelisahan hati Bajirao membuat dirinya kesal, Chimna Ji bertanya pada Bajirao "bagaimana kau tahu hal itu ?". Bajirao menjawab "karena dialah satu-satunya yang bisa menandingi ayah dalam pengalaman dan pengetahuan, bahkan dia akan membuntikan kemampuannya di Aruangabad". Pant berkata "apa  yang telah di lakukannya di Aruangbad hanyalah sebuah contoh kecil dari kemampuan dan kekuatannya, yang mulia.., selama beberpa generasi, keluarganya telah melayani negara anggap saja pehwa juga ada di dalam darahnya". Raja Shahu hanya menangguk dan terdiam.

Radha Bai mengatakan pada Bajirao "Apapun  yang tidak kau miliki maksud mu Gangadhar memilikinya?". Bajirao menjawab "karena itulah aku harus berada diistana bersama raja Shahu sehingga aku bisa mengatakan kepadanya mungkin usia ku belum cukup dan juga kurang pengalaman, tapi bukan kemampuan ku, jika raja Shahu mengambil keputusan saat aku tidak hadir maka semua itu akan terlambat ibu".

Naroram mengatakan pada raja Shahu "Ya yang mulia, kita tidak boleh menunda  lebih lama lagi untuk mengumumkan nama peshwa  yang baru, semakin cepat kendali telah di serahkan  kepada orang yang lebih berpengalaman, ma akan semakin baik bagi kita dalam menghadapi masalah yang akan datang setelah kematian Balaji, musuh kita telah menunggu dengan penuh semangat untuk menyerang kita". Ketika Raja Shahu bertanya pada Gangadhar "apakah kau telah siap untuk menangani semua tugasnya selama waktu yang masih sulit ?". Gangadhar tertawa  terbahak-bahak di depan Raja Shahu dan membuat semua orang terkejut atas sikapnya. Gangadhar berkata "apa yang harus ku katakan  ketika mereka telah memuji ku yang mulia, tapi apapun yang sudah di katakan Pant  tentang diri ku itu semua benar". Pant merasa senang dan tersenyum lalu memcakupkan kedua tangannya. Gangadahar mengatakan "tap bagimana akan membedakannya yang mulia?... tapi pertanyaan ku adalah  apakah kau sepenuhnya mempercayai aku?".

Radha berpendapat di hadapan anak dan juga menantunya berkata "Gangaradhar memiliki segalanya dia memiliki pengalaman, otak dan kemampuan, tapi kau memiliki kepercayaan Raja Shahu dan percayalah padanya  dan selama itu menyangkut waktu  aku akan berbicara dengan pandit ji, aku akan memintanya  untuk melakukannya.., mungkin kau tidak pernah menghormatinya tapi dia sangat  menyayangi keluarga kita, dia panutan kita kau hanya membutuhkan waktu 13 hari, dan inilah tugas ku  agar kau bisa mendapatkannya". Semua anak Radha dan menantunya terdiam. Radha mengatakan "Rao, bersabarlah". Bajirao kesal kemudian Radha dan Bajirao pergi berlawanan arah. Rakhma menjadi sangat khawatir dan bertanya pada suaminya Chimna Ji "sekarang apa yang akan terjadi?". Chimna mengatakan "apapun yang akan terjadi, itu hanya demi kebbaikan mungkin ini untuk pertama kalinya kau melihat kakak ku sangat marah dan juga berdebat dengan ibu mertua mu, tapi aku, Bhiu dan Gotiya sudah terbiasa dengan semua perdebatannya,,, ya kan Gotiya?". Gotiya tertawa dan mengatakan Baji dan Maam telah lama bertengkar  itu sudah bertahun-tahun kau jangan khawatir  kakak ipar, dia hanya menganggap itu hanya sebagai tugasnya  jadi jangan khawatir".

Matsani datang menemui ayahnya Raja Chartasal dan meminta berkah dari ayahnya. Matsani bertanya "ayah, jika hari ini bukan karena ayah aku pasti sudah mati". Raja Chartashal mengatakan "apapun yang telah terjadi itu salah ku, pernikahan mu merupakan tanggung jawab ku, tapi aku sibuk mengurus Bundelkhand dan aku tidak bisa merawat putri ku". Matsani bertanya " apa kau kesal pada ku, ayah?". bisakah aku mengajukan pertanyaan?". Raja Chartasal mengatakan "iya ". Matsani mengatakan "apakah kau sedang kesal dengan hal yang lain selain aku, apa masalahnya?". Raja Chartasal mengatakan "hari ini setelah berabad-abad sesorang telah membaca pikiran ku, hari ini rasanya ada sesorang di istana ini tapi siapa yang bisa mengenalinya". Matsani berkata " jika aku sekarang anak mu maka aku akan mengatasi semuanya dengan tangan besi", Matsani tersenyum. Raja Chartasal mengatakan "aku khawatir karena telah kehilangan teman ku  hari ini, meskipun  kami tinggal jauh  tapi dia teman dekat ku".... 'Peshwa Balaji Vishwanath Bhatt, dia telah tiada lagi". Matsani terkejut berkata "Maksud ayah peshwa saheb?" orang yang telah menjadi tangan kanan raja Shahau?...  orang yang telah melayani kerajaan Marathi selama bertahun-tahun, kematiannya pasti merupakan kerugian terbesar untuk raja Shahu". Raja Chartasal mengatakan "meskipun kau tinggal jauh dari pengadilan, tapi kau begitu sangat mengerti politik, Matsani, sekarang istana Marathi didepan raja Shahu dihadapkan pada pertanyaan dan  pilihan yang sangat sulit, mengenai siapa yang seharusnya menggantikan posisi peshwa berikutnya setelah Balaji tiada..". Matsani bertanya "apa yang sekarang ayah pikirkan , siapa yang akan jadi peshwa berikutnya?'. Raja Charthsal mengatakan  hanya ada satu nama didalam pikiran ku yaitu putra sulung Balaji ' Bajirao Ballad Bhatt'..." Matsani mengulangi ucapan ayahnya berkata  "Bajirao?". Bajirao sedang di balkon sedang berlatih.


Precap:
Pant memberitahu Gangadhar bahwa mereka telah melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa Shahu ji menjadikannya sebagai peshwa. Pant bilang kita akan mentargetkan kelemahan Baji,  yaitu  keluarganya. Baji marah ...


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar