Kamis, 22 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO 126 ( 17 JULI 2017) : RADHA BAI MEMINTA BAJRAO DAN KHASI BAI UNTUK MEMBERIKAN PERSEMBAHAN KE 1001 KUIL, BAJIRAO BERDEBAT DENGAN PANDIT JI TENTANG SEORANG GADIS KECIL YANG AKAN DI JADIKAN PELAYAN UNTUK DEWA SIWA (DEV DEVI), JAGAT RAJ TERTANGKAP MUSUH DAN MEMBUAT RATU MEMARAHI IBU MATSANI.

TAYANGAN TYO 17 JULI 2017
PESHWA BAJIRAO EPISODE 126
DIINTERPERTASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE






Index : Kashibai dan Bajirao menuju kuil untuk puja. Mereka disambut hujan pertama musim ini sepanjang perjalanan. Bajirao menyambutnya dengan tangan terbuka, sangat mengagumi Kashibai. Di bait suci, Bajirao melihat seorang gadis dipaksa menjadi dasi dev oleh orang tuanya, dan dia melindunginya. Imam kepala menanyakan keputusan Bajirao bahwa dia menentang ritual dan tradisi mereka. Akankah Bajirao bisa menyelamatkan gadis itu? Perhatikan untuk mencari tahu.

-----------------------------
-------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------


Radha Bai berbicara dengan Bajirao dan Khasi Bai berkata"dalam nama sire peshwa,  aku sudah menyiapkan makanan untuk amal untuk 1001 kuil, semua bahan-bahan ini untuk amal temui kepala pandit ji dan berikan ini kepadanya" . Khasi bai tersenyum dan mengangguk, Bajirao mengatakan " dibawah perlindungan Bahat Ji, orang-orang yang suci akan di untungkan, mari kita mendaftarkan diri mereka untuk menjadi tentara itu akan menjadi lebih baik, begitu banyak rensum tentara dapat merangsang selera makan mereka selam satu bula, ibu". Radha berkata "Rao, apakah kau berfikir tradisi kita hanya lelucon?" . Bajirao tertawa dan berkata "tidak ibu, aku menganggapnya itu tradisi dan mengajak mu bercanda dengan mu". Radha mengatakan pada Bajirao "kau lebih baik tidak menarik kaki Bahat ini di kuil, jika tidak dia akan merasa tersinggung ".

Bajirao mengatakan pada Radha "kalo begitu aku akan membawanya keluar dari kuil dan mengatakan ini padanya, mungkin dia tidak akan merasa buruk" Khasi menghentikan perdebatan suami dan ibu mertuanya.dan berkata "ini adalah waktu yang tepat untuk pemujaan, kita harus pergi kekuil". Radha  tersenyum dan berkata "untuk pertama kalinya kalian berdua akan keluar bersama-sama, keluarga pedana menteri harus mempertahankan martabat  dan perawakannya di depan mata semua orang .., orang cendurng lebih jeli, ingat bahwa tidak hanya kalian berdua  yang akan membawa dan tetap menghormati keluarga kalian, tapi kalian juga membawa martabat ku dan juga perdana menteri, jangan memberikan kesempatan pada siapapun untuk membiarkan orang menunjukkan jari pada kami". Khasi Bai mengatakan "tentu saja ibu mertua" . Radha Bai meminta kepada mereka untuk segera pergi, Bajiro keluar terlebih dahulu dan Rakhma menggoda Khasi berkata " kakak ipar, keinginan mu menjadi kenyataan bahkasn sebelum berangkat kekuil". Rakhma tertawa dan Khasi memintanya untuk diam. 

Khasi pergi, Radha memanggil Rakhma Bai dan memintanya untuk datang menemuinya. Dalam perjalanan Bajirao dan Khasi Bai kekuil , Khasi berada di tandu, ia menatap Bajirao namun suaminya memikirkan Matsani, Bajirao tersenyum dan mengingat ketika ia pertama kali menemui Matsani dan menyanyikan lagu pujian dengan sangat lembut. Suara petir terdengar, hujan akan segera turun. Bajirao mengatakan pada Khasi Bai " ketika kembali kerumah, aku mendengarkan suara gadis sedang bewrnyanyi pujian di kuil inetraksi mu adalah kisah cinta.., dalam kata-kata air suci itu ada kisah cinta". Khasi bertanya pada Bajirao "apa artinya?" . 

Bajirao mengatakan "dia bernyanyi lagu tentang cinta". Khasi terkejut dan berkata "menyanyikan tentang cinta selama pemujaan?" . Bajirao mengatakan "bahkan cinta semacam pemujaan, orang-orang yang berdoa mereka tidak melihat dewa, tapi pecinta sejati dapat melihat-Nya". Khasi bertanya pada Bajirao "apakah yang kau maksud  Bhat tidak akan mednapatkan  berkat dari dewa?" .. apakah hanya orang-orang yang sedang jatuh cinta  yang akan mendapatkan berkat dari dewa ". Bajirao mengatakan " jatuh cinta merupakan hadiah terbesar dari cinta, cinta tidak perlu kemenangan lainnya". Khasi tersenyum dan bertanya pada suaminya "apakah kau mencintai ku?" .

 Hujan telah turun, Bajirao menikmati hujan. Khasi meminta suaminya "Rao, masuk dan berlindung di tandu atau kau akan jatuh sakit". Bajirao mengatakan "saat hujan muncul sesorang tidak harus berlindung, sebaikinya harus menyambut hujan dengan tangan terbuka". Khasi berkata "kau sudah cukup basah kuyub". Bajirao mengatakan :aku tidak akan basah". Khasi mengatakan "sebelum sampai dikuil pakaian mu akan kotor". Bajirao tertawa dan berkata "sebelum masuk kuil pikiran oarang harus murni dan bukan pakian, Khasi bai.., bahkan kau harus keluar dan mandi hujan untuk menyambutnya" . Khasi tersenyum dan berkata "ya" tapi mengurungkan niatnya. Bajirao berjalan dan membentangkan rangan dan menikmati hujan. 

Matsani juga sedang menikmati hujan ditaman.., Khasi mengatakan pada Bajirao "Ibu mertua membeli sari ini di Banares, jika aku keluar dan bermain hujan, jika ibu mertua tahu akan marah, hujan akan terus turun". Bajirao mengatakan "besok akan turun hujan, tapi itu bukan hujan yang pertama, Khasi Bai". Khasi bingung dan berkata "Baji, apa yang sudah terjadi pada mu hari ini?" .., hari ini kau berbicara seperti Gotiya, kau bisa melanjutkannya dan basah kuyub, jika ibu mertua datang untuk mengetahui bahwa kami berdua basah kuyup dalam hujan pertama, maka dia akan melapyaskan kemarahannya pada ku.., dengan melihat kau bahagia bahwa aku telah basah kuyup saat dikamar mandi untuk pertama kalinya". Khasi tersenyum dan mengelurkan tangannya dan bermain hujan, Baji berhartap hujan terun lebih deras. Dan Matsani juga berharap hujan lebih deras,

Matsani memejamkan matanya dan menikmati hujan, Sevika datang dan menegurnya "apa yang kau lakukan Mtsani, tolong masuklah kedalam". Matsani mengatakan pada Sevika (Chanda) "Hujan yang turun pertama kali selalu lebih spesial dan sangat menyenangkan sambil menari menikmati hujan dari pada menyentuh tetesan di tempat penampungan". Chanda dan Matsani bermain hujan bersama, Ruhaani bai mengatakan "kalian bedua sudah dewasa tapi masih kekanak-kanakan". Matsani mengatakan "memang", mereka berdua berputar hingga pakian mereka di penuhi dengan lumpur.

Bajirao dan Khasi Bai sampai di kuil, Bajirao berkata "Har..har Mahadev (salam dewa siwa), Khasi turun dari tandu dan tersenyum menatapnya, semua orang dosana menyapa mereka, mereka menaiki anak tangga, Bajirao berkata pada wanita tua  yang sedang membungkuk" tidak bibi, apa yang kau lakukan?". Sorang anak laki-laki berkata "tidak perlu melakukan hal ini, sesorang yang tidak keras kepala bukan Marathi". Bajirao bersorak sorai "Har..har mahadev" dan semua orang menyerukannya. Bajirao dan khasi Bai datang kekuil dewa siwa. Seorang anak kecil memohon pada ayahnya "aku tidak ingin menjadi devdasi (pelayan tuhan), ia terus memohon pada ayahnya namun pria itu menggenggam erat tangannya dan berkata "aku telah berjanji pada pandit ji, kau akan melayani kuil untuk hidup mu dan jika aku mengingkari janji ku akan ada kehancuran".

Ayah dan anak itu bertemu dengan Bajirao. Khasi sangat gelisah dan berkata pada Bajirao "sudah waktunya untuk melakukan pemujaan, waktu yang menguntungkan akan segera lewat ". Bajirao menatap ayah dari si gadis kecil, ayah dari si gadis mengatakan "Rao sebaiknya kau tidak ikut campur, ini masalah pribadi keluarga kami". Khasi membenarkan berkata pada Bajirao "ya, mereka orang tuanya, yang mereka katakan benar, kita tidak terkait dengannya". Bajirao mengatakan " yang mengatakan bahwa gadis ini tidak mempunyai hubungan dengan ku, gadisi ini adalah adik dari Bajirao  Ballal Bhat " Ayah seigadis mencoba untuk berbicara, namun Bajirao mengatakan "hubungan tidak harus di tentukan oleh darah, mereka juga ditentukkan oleh emosi, saat gadis ini menatap ku dengan penuh harapan aku terhubung dengan emosinya, dan sekrang tidak akan ada yang terjadi disini tanpa persetujuannya" Gadis kecil itu manangis.

Seorang pandit ji mengatakan "tradisi, kehormatan dan desiplin ..". Semua orang menyingkir, seorang pandit ji berjalan menuju kekuil dan mengatakan pada Bajirao " itu adalah tiga pilar masyarakat Bajirao Ballal Bhat, melanggar mereka itu tidak akan tepat untuk mu atau bagi masyarakat.. untuk masalalu, sekarang  dan masa depan tergantung pada pilar tersebut, dan jika anak sulung dari perdana menteri mencoba untuk menghentikan mereka bagimana akan berfungsi di masyarakat akan benar?" .

Bajirao mengatakan pada pandit ji "tradisi dan masyarakat tidak selalu di atas diri seseorang, ada perbedaan antara tradisi dan kontrol, salah satu tetap disiplin dengan  kehendaknya sendiri, sedang kontrol di kendalikan oleh orang lain,  gadis ini tidak di ajarkan disiplin, dia susah di kendalikan". Pandit ji mengatakan "budaya dev dasi sedang diikuti sejak usia dini, gadis seperti dia seharusnya beruntung mendapat kesempatan untuk melayani dewa, ini akan menjadi saat yang membanggakan  untuk dia dan keluarganya, dia akan menjadi istri yang kekal disepanjang hidupnya, dia tidak akan pernah menjadi janda".  Bajirao berpandapat “jika budaya ini bernar-benar menguntungkan dan penting, lalu mengapa gadis dari keluarga kaya dan terkenal  tidak menjadi bagian dari tradisi ini?” .., mengapa hanya gadis dari keluarga miskin yang harus menjadi dev dasi ?”.  Pandit ji hanya terdiam, gadisi itu bersembunyi di balik punggung Baji rao. Bajirao mengatakan “ Jika gadisi ini datang dengan keinginannya sendiri, aku tidak memiliki masalah dengan hal itu, tapi itu tidak terjadi dan itu sebabnya aku punya masalah dengan semua ini, dan aku keberatan, akan jadi masalah jika melawan ku “. 

Pandit ji mengatakan “kau benar, memberontak terhadap budaya hindu sebagai keyakinan suci kami, seroang gadis  menjadi milik suaminya setelah dia menikah dan sebelum menikah, dia tetap milik ayahnya, dalam konteks ini itu tidak tepat untuk mu  untuk menganggu dalam hal ini”. Bajirao mengatakan “seroang anak perempuan dia bukan binatang liar yang harus diikat oleh tali, dia juga memili hak atas hidupnya sendiri dan budaya yang kau gunakan sebagai alasan untuk menyebutkan jika gadis ini masih milik ayahnya, budaya yang sama untuk memberikan Sita dan drupadi untuk memilih suami mereka, kitab hindu menyatakan  bahwa seorang wanita memiliki semua hak untuk memilih pengantin pria.., sage aku sangat menghormati mu, dan aku meminta pada mu untuk menghormati kitab suci dan budaya kita, tolong berikan dia hak untuk memilih”. 

Pandit ji berkata “orang tua tidak pernah mengambil keputusan yang salah  untuk anak-anak mereka , dan jika ini merupakan keputusan mereka, maka mereka harus berfikir tentang hal itu”. Bajirao berkata “jika orang lain mengatakan pengaruh mu, kau tidak dapat mengambil  keputusan apapun pada diri mu sendiri “. Pandit ji mengatakan … dan keputusan tersebut  tidak dapat hanya mengubah karena hati sesorang rentan, orang tuanya telah mendedikasikan hidupnya dalam nama dewa, dan sekrang, jika mereka melanggar janji mereka, maka mereka tidak akan pernah mendapatkan keselamatan”. Kedua orang tua gadis itu hanya tertunduk.

Bajirao bertanya-tanya mengatakan “siapa yang akan mencapai keselamatan  dengan memuat  kehidupan anak-anak menjadi sengsara!”.. mendidiknya, dan memberikannya hak untuk memilih pasangan, memberikannya kebebasan, dapat dikatakan ketika seoang pria berpendidikan  maka sesorang berpendidikan, tapi jika seorang wanita berpendidikan kemudian seluruh generasi mendapatkan pendidikan “ . Semua orang setuju dengan pendapat Bajirao, Khasi tersenyum bangga pada suaminya.

Pandit ji berkata “hal ini takdirnya untuk menjadi dev dasi, takdirnya  tidak tertulis dalam suratan tangannya, sebaliknya ada dan tertulis dalam dirinya ‘keshrasi’ dalam helaian rambutnya, ini adalah keinginan dewa siwa yang menginginkannya untuk menjadikannya sebagai dev dasi.., iru sebabnya ia memilik rambut panjang seperti itu”. Bajirao mengelurkan belati dan memotong rambut gimbal gadis kecil dan menunjukkanya pada pandit ji “ini dia, aku telah mengubah takdirnya”. Pandit ji marah dan berkata pada Bajirao “jadi kau akan melawan keinginan dewa siwa”. Bajirao mengatakan “jika ini keinginan dewa siwa lalu bagaimana orang sepreti diri ku  bisa mengubahnya?” .. itu sebenarnya hanya keinginan mu dan kau menghlaim bahwa itu merupakan keinginan dewa siwa agaro atau  atau orang tuanya menginginkan menjadikannya dev dasi atau gadis itu sendiri yang menginginkannya”. Pandit ji mengatakan “Baik!”.. jika itu yang diinginkan orang tuanya, maka aku tidak akan memaksakan mereka, gadis ini bebas untuk pergi bersama dengan orang tuanya”. Bajirao mengangguk dan Khasi tersenyum, Gadis kecil bersujut meminta berkah pada Pandi ji.

Murid Pandit ji mengingatkan jika waktu untuk melakukan puja telah tiba, Bajirao menatap Pandit ji dengan penuh amarah dan pergi, gadis kecil  memberi rasa hormatnya untuk Bajirao, ia mengusap airmatanya berkata “seorang adik  tidak baik bersikap keras kepala dengan kakaknya dan tidak menyentuh kaki kakaknya, pergilah sekarang”. Gadis itu datang menemui ayah ibunya dan mereka memberikan salam pada Bajirao. Khasi mengingatkan Bajirao bahwa sudah waktunya untuk melakukan pemujaan”. Bajirao meminta Khasi melakukan puja dan dia akan menunggunya, Khasi menatapnya dan pergi.

Distana Chhartasal, ratu sangat marah. Seorang pria mengatkan “Rani sahib, pangeran Jagaraj bersama dengan pasukan kecilnya menyerang barak burre khan dan ia telah di tangkap oleh burre khan”. Ratu terkeut. Matsani  berkata “ tapi ketika ayah memintanya untuk tidak menyerang mengapa dia melakukan serangan itu?” . Ratu berkata “ kehidupan anak ku dalam bahaya dank au mengeritik dia”. Matsani terdiam,  Ibu Matsani  mengatakan “Rani saheb, maksud Matsani bukan seperti itu!”. Ratu mengangkat tangannya dan mencegahnya untuk berbicara “ini masalah  yang berkaitan dengan keluarga kerajaan,  jadi biarkan mereka mengatasinya, kalian berdua tidak perlu khawatir tentang hal itu”. Ratu bertanya “menterim siapa yang akan menyelamatkan anak ku sekarang?”


Precap:

Baji dan Mohan Rao berdebat satu sama lain. Mohan Rao bilang kamu tidak bisa berbicara dengan saya seperti ini. Chimna bilang dia adikku dan kamu tidak bisa berbicara dengannya seperti ini. Kumud mengatakan pada Kashi bahwa saudaranya Mohan Rao merasa terhina dengan sasuralnya dan memintanya untuk memberitahu Baji untuk meminta maaf padanya. Kashi kaget.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar