![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 126 DIINTERPERTASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Kashibai dan Bajirao menuju kuil untuk puja. Mereka disambut hujan pertama musim ini sepanjang perjalanan. Bajirao menyambutnya dengan tangan terbuka, sangat mengagumi Kashibai. Di bait suci, Bajirao melihat seorang gadis dipaksa menjadi dasi dev oleh orang tuanya, dan dia melindunginya. Imam kepala menanyakan keputusan Bajirao bahwa dia menentang ritual dan tradisi mereka. Akankah Bajirao bisa menyelamatkan gadis itu? Perhatikan untuk mencari tahu.
-----------------------------
-------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------
Radha Bai berbicara dengan Bajirao dan
Khasi Bai berkata"dalam nama sire peshwa, aku sudah menyiapkan
makanan untuk amal untuk 1001 kuil, semua bahan-bahan ini untuk amal temui
kepala pandit ji dan berikan ini kepadanya" . Khasi bai tersenyum dan
mengangguk, Bajirao mengatakan " dibawah perlindungan Bahat Ji,
orang-orang yang suci akan di untungkan, mari kita mendaftarkan diri mereka
untuk menjadi tentara itu akan menjadi lebih baik, begitu banyak rensum tentara
dapat merangsang selera makan mereka selam satu bula, ibu". Radha berkata
"Rao, apakah kau berfikir tradisi kita hanya lelucon?" . Bajirao
tertawa dan berkata "tidak ibu, aku menganggapnya itu tradisi dan mengajak
mu bercanda dengan mu". Radha mengatakan pada Bajirao "kau lebih baik
tidak menarik kaki Bahat ini di kuil, jika tidak dia akan merasa tersinggung
".
Bajirao mengatakan pada Radha "kalo
begitu aku akan membawanya keluar dari kuil dan mengatakan ini padanya, mungkin
dia tidak akan merasa buruk" Khasi menghentikan perdebatan suami dan ibu
mertuanya.dan berkata "ini adalah waktu yang tepat untuk pemujaan, kita
harus pergi kekuil". Radha tersenyum dan berkata "untuk pertama
kalinya kalian berdua akan keluar bersama-sama, keluarga pedana menteri harus
mempertahankan martabat dan perawakannya di depan mata semua orang ..,
orang cendurng lebih jeli, ingat bahwa tidak hanya kalian berdua yang
akan membawa dan tetap menghormati keluarga kalian, tapi kalian juga membawa
martabat ku dan juga perdana menteri, jangan memberikan kesempatan pada siapapun
untuk membiarkan orang menunjukkan jari pada kami". Khasi Bai mengatakan
"tentu saja ibu mertua" . Radha Bai meminta kepada mereka untuk
segera pergi, Bajiro keluar terlebih dahulu dan Rakhma menggoda Khasi berkata
" kakak ipar, keinginan mu menjadi kenyataan bahkasn sebelum berangkat
kekuil". Rakhma tertawa dan Khasi memintanya untuk diam.
Khasi pergi, Radha memanggil Rakhma Bai
dan memintanya untuk datang menemuinya. Dalam perjalanan Bajirao dan Khasi Bai
kekuil , Khasi berada di tandu, ia menatap Bajirao namun suaminya memikirkan
Matsani, Bajirao tersenyum dan mengingat ketika ia pertama kali menemui Matsani
dan menyanyikan lagu pujian dengan sangat lembut. Suara petir terdengar, hujan
akan segera turun. Bajirao mengatakan pada Khasi Bai " ketika kembali
kerumah, aku mendengarkan suara gadis sedang bewrnyanyi pujian di kuil
inetraksi mu adalah kisah cinta.., dalam kata-kata air suci itu ada kisah
cinta". Khasi bertanya pada Bajirao "apa artinya?" .
Bajirao mengatakan "dia bernyanyi lagu tentang cinta". Khasi terkejut dan berkata "menyanyikan tentang cinta selama pemujaan?" . Bajirao mengatakan "bahkan cinta semacam pemujaan, orang-orang yang berdoa mereka tidak melihat dewa, tapi pecinta sejati dapat melihat-Nya". Khasi bertanya pada Bajirao "apakah yang kau maksud Bhat tidak akan mednapatkan berkat dari dewa?" .. apakah hanya orang-orang yang sedang jatuh cinta yang akan mendapatkan berkat dari dewa ". Bajirao mengatakan " jatuh cinta merupakan hadiah terbesar dari cinta, cinta tidak perlu kemenangan lainnya". Khasi tersenyum dan bertanya pada suaminya "apakah kau mencintai ku?" .
Hujan telah turun, Bajirao menikmati hujan. Khasi meminta suaminya "Rao, masuk dan berlindung di tandu atau kau akan jatuh sakit". Bajirao mengatakan "saat hujan muncul sesorang tidak harus berlindung, sebaikinya harus menyambut hujan dengan tangan terbuka". Khasi berkata "kau sudah cukup basah kuyub". Bajirao mengatakan :aku tidak akan basah". Khasi mengatakan "sebelum sampai dikuil pakaian mu akan kotor". Bajirao tertawa dan berkata "sebelum masuk kuil pikiran oarang harus murni dan bukan pakian, Khasi bai.., bahkan kau harus keluar dan mandi hujan untuk menyambutnya" . Khasi tersenyum dan berkata "ya" tapi mengurungkan niatnya. Bajirao berjalan dan membentangkan rangan dan menikmati hujan.
Bajirao mengatakan "dia bernyanyi lagu tentang cinta". Khasi terkejut dan berkata "menyanyikan tentang cinta selama pemujaan?" . Bajirao mengatakan "bahkan cinta semacam pemujaan, orang-orang yang berdoa mereka tidak melihat dewa, tapi pecinta sejati dapat melihat-Nya". Khasi bertanya pada Bajirao "apakah yang kau maksud Bhat tidak akan mednapatkan berkat dari dewa?" .. apakah hanya orang-orang yang sedang jatuh cinta yang akan mendapatkan berkat dari dewa ". Bajirao mengatakan " jatuh cinta merupakan hadiah terbesar dari cinta, cinta tidak perlu kemenangan lainnya". Khasi tersenyum dan bertanya pada suaminya "apakah kau mencintai ku?" .
Hujan telah turun, Bajirao menikmati hujan. Khasi meminta suaminya "Rao, masuk dan berlindung di tandu atau kau akan jatuh sakit". Bajirao mengatakan "saat hujan muncul sesorang tidak harus berlindung, sebaikinya harus menyambut hujan dengan tangan terbuka". Khasi berkata "kau sudah cukup basah kuyub". Bajirao mengatakan :aku tidak akan basah". Khasi mengatakan "sebelum sampai dikuil pakaian mu akan kotor". Bajirao tertawa dan berkata "sebelum masuk kuil pikiran oarang harus murni dan bukan pakian, Khasi bai.., bahkan kau harus keluar dan mandi hujan untuk menyambutnya" . Khasi tersenyum dan berkata "ya" tapi mengurungkan niatnya. Bajirao berjalan dan membentangkan rangan dan menikmati hujan.
Matsani juga sedang menikmati hujan
ditaman.., Khasi mengatakan pada Bajirao "Ibu mertua membeli sari ini di
Banares, jika aku keluar dan bermain hujan, jika ibu mertua tahu akan marah,
hujan akan terus turun". Bajirao mengatakan "besok akan turun hujan,
tapi itu bukan hujan yang pertama, Khasi Bai". Khasi bingung dan berkata
"Baji, apa yang sudah terjadi pada mu hari ini?" .., hari ini kau
berbicara seperti Gotiya, kau bisa melanjutkannya dan basah kuyub, jika ibu
mertua datang untuk mengetahui bahwa kami berdua basah kuyup dalam hujan
pertama, maka dia akan melapyaskan kemarahannya pada ku.., dengan melihat kau
bahagia bahwa aku telah basah kuyup saat dikamar mandi untuk pertama
kalinya". Khasi tersenyum dan mengelurkan tangannya dan bermain hujan,
Baji berhartap hujan terun lebih deras. Dan Matsani juga berharap hujan lebih
deras,
Matsani memejamkan matanya dan menikmati
hujan, Sevika datang dan menegurnya "apa yang kau lakukan Mtsani, tolong
masuklah kedalam". Matsani mengatakan pada Sevika (Chanda) "Hujan
yang turun pertama kali selalu lebih spesial dan sangat menyenangkan sambil
menari menikmati hujan dari pada menyentuh tetesan di tempat penampungan".
Chanda dan Matsani bermain hujan bersama, Ruhaani bai mengatakan "kalian
bedua sudah dewasa tapi masih kekanak-kanakan". Matsani mengatakan
"memang", mereka berdua berputar hingga pakian mereka di penuhi
dengan lumpur.
Bajirao dan Khasi Bai sampai di kuil,
Bajirao berkata "Har..har Mahadev (salam dewa siwa), Khasi turun dari
tandu dan tersenyum menatapnya, semua orang dosana menyapa mereka, mereka
menaiki anak tangga, Bajirao berkata pada wanita tua yang sedang
membungkuk" tidak bibi, apa yang kau lakukan?". Sorang anak laki-laki
berkata "tidak perlu melakukan hal ini, sesorang yang tidak keras kepala
bukan Marathi". Bajirao bersorak sorai "Har..har mahadev" dan
semua orang menyerukannya. Bajirao dan khasi Bai datang kekuil dewa siwa.
Seorang anak kecil memohon pada ayahnya "aku tidak ingin menjadi devdasi
(pelayan tuhan), ia terus memohon pada ayahnya namun pria itu menggenggam erat
tangannya dan berkata "aku telah berjanji pada pandit ji, kau akan
melayani kuil untuk hidup mu dan jika aku mengingkari janji ku akan ada
kehancuran".
Ayah dan anak itu bertemu dengan Bajirao.
Khasi sangat gelisah dan berkata pada Bajirao "sudah waktunya untuk
melakukan pemujaan, waktu yang menguntungkan akan segera lewat ". Bajirao
menatap ayah dari si gadis kecil, ayah dari si gadis mengatakan "Rao
sebaiknya kau tidak ikut campur, ini masalah pribadi keluarga kami". Khasi
membenarkan berkata pada Bajirao "ya, mereka orang tuanya, yang mereka
katakan benar, kita tidak terkait dengannya". Bajirao mengatakan "
yang mengatakan bahwa gadis ini tidak mempunyai hubungan dengan ku, gadisi ini
adalah adik dari Bajirao Ballal Bhat " Ayah seigadis mencoba untuk
berbicara, namun Bajirao mengatakan "hubungan tidak harus di tentukan oleh
darah, mereka juga ditentukkan oleh emosi, saat gadis ini menatap ku dengan
penuh harapan aku terhubung dengan emosinya, dan sekrang tidak akan ada yang
terjadi disini tanpa persetujuannya" Gadis kecil itu manangis.
Seorang pandit ji mengatakan
"tradisi, kehormatan dan desiplin ..". Semua orang menyingkir,
seorang pandit ji berjalan menuju kekuil dan mengatakan pada Bajirao " itu
adalah tiga pilar masyarakat Bajirao Ballal Bhat, melanggar mereka itu tidak
akan tepat untuk mu atau bagi masyarakat.. untuk masalalu, sekarang dan
masa depan tergantung pada pilar tersebut, dan jika anak sulung dari perdana
menteri mencoba untuk menghentikan mereka bagimana akan berfungsi di masyarakat
akan benar?" .
Bajirao mengatakan pada pandit ji
"tradisi dan masyarakat tidak selalu di atas diri seseorang, ada perbedaan
antara tradisi dan kontrol, salah satu tetap disiplin dengan kehendaknya
sendiri, sedang kontrol di kendalikan oleh orang lain, gadis ini tidak di
ajarkan disiplin, dia susah di kendalikan". Pandit ji mengatakan
"budaya dev dasi sedang diikuti sejak usia dini, gadis seperti dia
seharusnya beruntung mendapat kesempatan untuk melayani dewa, ini akan menjadi
saat yang membanggakan untuk dia dan keluarganya, dia akan menjadi istri
yang kekal disepanjang hidupnya, dia tidak akan pernah menjadi
janda". Bajirao berpandapat “jika budaya ini bernar-benar
menguntungkan dan penting, lalu mengapa gadis dari keluarga kaya dan
terkenal tidak menjadi bagian dari
tradisi ini?” .., mengapa hanya gadis dari keluarga miskin yang harus menjadi
dev dasi ?”. Pandit ji hanya terdiam,
gadisi itu bersembunyi di balik punggung Baji rao. Bajirao mengatakan “ Jika
gadisi ini datang dengan keinginannya sendiri, aku tidak memiliki masalah
dengan hal itu, tapi itu tidak terjadi dan itu sebabnya aku punya masalah
dengan semua ini, dan aku keberatan, akan jadi masalah jika melawan ku “.
Pandit ji mengatakan “kau benar, memberontak
terhadap budaya hindu sebagai keyakinan suci kami, seroang gadis menjadi milik suaminya setelah dia menikah
dan sebelum menikah, dia tetap milik ayahnya, dalam konteks ini itu tidak tepat
untuk mu untuk menganggu dalam hal ini”.
Bajirao mengatakan “seroang anak perempuan dia bukan binatang liar yang harus
diikat oleh tali, dia juga memili hak atas hidupnya sendiri dan budaya yang kau
gunakan sebagai alasan untuk menyebutkan jika gadis ini masih milik ayahnya,
budaya yang sama untuk memberikan Sita dan drupadi untuk memilih suami mereka,
kitab hindu menyatakan bahwa seorang
wanita memiliki semua hak untuk memilih pengantin pria.., sage aku sangat
menghormati mu, dan aku meminta pada mu untuk menghormati kitab suci dan budaya
kita, tolong berikan dia hak untuk memilih”.
Pandit ji berkata “orang tua tidak
pernah mengambil keputusan yang salah
untuk anak-anak mereka , dan jika ini merupakan keputusan mereka, maka
mereka harus berfikir tentang hal itu”. Bajirao berkata “jika orang lain
mengatakan pengaruh mu, kau tidak dapat mengambil keputusan apapun pada diri mu sendiri “.
Pandit ji mengatakan … dan keputusan tersebut
tidak dapat hanya mengubah karena hati sesorang rentan, orang tuanya
telah mendedikasikan hidupnya dalam nama dewa, dan sekrang, jika mereka
melanggar janji mereka, maka mereka tidak akan pernah mendapatkan keselamatan”.
Kedua orang tua gadis itu hanya tertunduk.
Bajirao bertanya-tanya mengatakan “siapa
yang akan mencapai keselamatan dengan
memuat kehidupan anak-anak menjadi
sengsara!”.. mendidiknya, dan memberikannya hak untuk memilih pasangan,
memberikannya kebebasan, dapat dikatakan ketika seoang pria berpendidikan maka sesorang berpendidikan, tapi jika
seorang wanita berpendidikan kemudian seluruh generasi mendapatkan pendidikan “
. Semua orang setuju dengan pendapat Bajirao, Khasi tersenyum bangga pada
suaminya.
Pandit ji berkata “hal ini takdirnya untuk
menjadi dev dasi, takdirnya tidak tertulis
dalam suratan tangannya, sebaliknya ada dan tertulis dalam dirinya ‘keshrasi’
dalam helaian rambutnya, ini adalah keinginan dewa siwa yang menginginkannya
untuk menjadikannya sebagai dev dasi.., iru sebabnya ia memilik rambut panjang
seperti itu”. Bajirao mengelurkan belati dan memotong rambut gimbal gadis kecil
dan menunjukkanya pada pandit ji “ini dia, aku telah mengubah takdirnya”. Pandit
ji marah dan berkata pada Bajirao “jadi kau akan melawan keinginan dewa siwa”.
Bajirao mengatakan “jika ini keinginan dewa siwa lalu bagaimana orang sepreti
diri ku bisa mengubahnya?” .. itu
sebenarnya hanya keinginan mu dan kau menghlaim bahwa itu merupakan keinginan
dewa siwa agaro atau atau orang tuanya
menginginkan menjadikannya dev dasi atau gadis itu sendiri yang menginginkannya”.
Pandit ji mengatakan “Baik!”.. jika itu yang diinginkan orang tuanya, maka aku
tidak akan memaksakan mereka, gadis ini bebas untuk pergi bersama dengan orang
tuanya”. Bajirao mengangguk dan Khasi tersenyum, Gadis kecil bersujut meminta
berkah pada Pandi ji.
Murid Pandit ji mengingatkan jika waktu untuk
melakukan puja telah tiba, Bajirao menatap Pandit ji dengan penuh amarah dan
pergi, gadis kecil memberi rasa
hormatnya untuk Bajirao, ia mengusap airmatanya berkata “seorang adik tidak baik bersikap keras kepala dengan
kakaknya dan tidak menyentuh kaki kakaknya, pergilah sekarang”. Gadis itu
datang menemui ayah ibunya dan mereka memberikan salam pada Bajirao. Khasi
mengingatkan Bajirao bahwa sudah waktunya untuk melakukan pemujaan”. Bajirao
meminta Khasi melakukan puja dan dia akan menunggunya, Khasi menatapnya dan
pergi.
Distana Chhartasal, ratu sangat marah. Seorang
pria mengatkan “Rani sahib, pangeran Jagaraj bersama dengan pasukan kecilnya
menyerang barak burre khan dan ia telah di tangkap oleh burre khan”. Ratu
terkeut. Matsani berkata “ tapi ketika
ayah memintanya untuk tidak menyerang mengapa dia melakukan serangan itu?” .
Ratu berkata “ kehidupan anak ku dalam bahaya dank au mengeritik dia”. Matsani terdiam, Ibu Matsani mengatakan “Rani saheb,
maksud Matsani bukan seperti itu!”. Ratu mengangkat tangannya dan mencegahnya
untuk berbicara “ini masalah yang
berkaitan dengan keluarga kerajaan, jadi
biarkan mereka mengatasinya, kalian berdua tidak perlu khawatir tentang hal itu”.
Ratu bertanya “menterim siapa yang akan menyelamatkan anak ku sekarang?”
Precap:
Baji dan Mohan Rao berdebat
satu sama lain. Mohan Rao bilang kamu tidak bisa berbicara dengan saya seperti
ini. Chimna bilang dia adikku dan kamu tidak bisa berbicara dengannya seperti
ini. Kumud mengatakan pada Kashi bahwa saudaranya Mohan Rao merasa terhina
dengan sasuralnya dan memintanya untuk memberitahu Baji untuk meminta maaf
padanya. Kashi kaget.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar