Kamis, 22 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO 133 (26 JULI 2017) : PANT BERSAMA NAROM BERUSAHA UNTUK MENGHASUT RAJA SHAHU UNTUK MENODAI KETURUNAN BALAJI, BAJIRAO BERTEKAT UNTUK MENJADI PESHWA

TAYANGAN TYO 26 JULI 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 133
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE
Index : Saat Bajirao melakukan upacara terakhir ayahnya, Balaji Vishwanath, kata-kata ayahnya bergema dalam pikirannya. Setelah pembakaran  dan kayu dinyalakan, Bajirao mengambil sumpah untuk mematuhi prinsip ayahnya dan memenuhi harapannya yang sekarat. Sementara itu, Mastani memutuskan untuk menemui suami masa depannya sebelum dia mengikat simpulnya dengannya. Kemudian, Bajirao mendapat restu dari Radhabai sebelum dia menjadi Peshwa selanjutnya.


-----------------------------------
------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------
Upacara terakhir untuk Balaji sedang di langsungkan, dan Bajirao yang akan mengkremasikan mendiang ayahnya Balaji Vishwanath, semua orang berkumpul untuk menghadrinya. Bajirao berkelilimh di samping kayu jenazah Balaji. Chimna Ji sedih dan berfikir tentang pesan terakhir Balaji yang mengatakan "selain dari ibu mu dalam hidup ku, ada wanita lain dan selain kalian bedua aku punya dua orang anak laki-laki lainnya. Pandit ji memberikan obor ketika Bajirao memecahkan pot minyak tanah dan mengingat pesan Balaji di masa kecilnya dan ketika Balaji mengajarkannya ilmu menyerang dengan padang di masa kecilnya dan ucapan Balaji bahwa saat dirinya sudah tidak ada harus tetap melindungi Shahu ji dari musuh. 

Bajirao mulai membakar kayu, semua orang sangat sedih dan memberikan salam perpisahan mereka pada Balaji, Bajirao berkata di depan jasad ayahnya berkata " siapa pun dapat membawa anak ke dunia ini namun tidak semua orang dapat memenuhi tugasnya sebagai seorang ayah, ketika seorang anak sedang berjuang untuk berjalan, ibunya selalu ada untuk mendukungnya, tapi ayah dia mengajarkan anaknya selalu untuk kembali pada kakinya, setelah anaknya terjatuh, dia mengajarkan anaknya untuk melawan, kaulah cahaya ku yang selalu membimbing ku ayah, tidak ada yang lebih yang dapat kau lakukan tapi tidak akan ku biarkan semua ajaran dan nilai yang telah kau ajarkan mati, prinsip dan perjuangan aku akan tetap hidup dengan prinsip itu.. mimpi chatravati Shivaji selalu ingin memimpin perintahnya sendiri dan itu tujuan terakhir mu, aku akan mewujudkan mimpi itu, aku akan meneruskan warisan mu dan juga aturan mu ". Pant dan pengikutnya saling memandang heran dam Bajirao mencakupkan kedua tangannya.

Diisatana Chhratacal, seorang wanita datang membawakan perlengkapan pernikhan untuk Matsani. Wanita itu mengatakan "calon menantu ku di masa depan  memang cukup cantik". Wanita itu berkata pada Surrya begum berkata "aku telah membawakan beberapa hadiah untuk putri mu yang cantik". Wanita itu menunjukkan perhiasan pada Matsani dan semu hadiah, Matsani hanya mengangguk. Surriyah senang dan berkata pada wanita itu " Yang mulia, kau telah membawakan hadiah terbaik untuk ku, hadiah ini jarang untuk di dapatkan ". Wanita itu berkata "tapi aku telah membawakan hadiah itu ke sini, karena aku sudah menganggapnya sebagai putri ku .., surriyah begum ini pakian dan perhiasan untuk anak ku maksud ku dari calon suaminya yang telah memilihkannya". Surriah senang dan berkata "ini sangat indah". 

Seorang wanita muda berkata pada Ratu"Yang mulia, penghinaan yang telah di lakukan pada mu oleh Matsani, dengan menyelamatkan kehidupan pangeran Jagat, aku berfikir kau membalaskannya dengan memberikan lamaran pernikahan ini, tapi apa ini?.. ini nampaknya hanya akan menjadi hadiah dari pada balas dendam, Matsani telah menerimanya sekarang setelah melihat banyak hadiah perhiasan dan pakian, bahkan ibunya terbang lebih tinggi". Ratu tersenyum dan berkata "hadiah tidak akan mengubah nasib, Matsani telah menyakiti ego anak ku dan aku telah memutusakan hukuman  dan dia akan menghadapinya  untuk membayar semua tindakan yang telah dilakukannya". Chanda mendengarkan pembicaraan Ratu dan menatap Matsani, Chanda duduk di samping Matsani dan memberitahu tentang apa yang telah didengarnya, Matsani menjadi sangat marah dan menatap Ratu, Wanita yang bersama ratu tersenyum dan ratu menatap Matsani penuh dengan kebencian. 

Surriah begitu sangat bahagia, ia duduk di dekat Matsani berkata  "Matsani aku selalu di dominasi tapi hari ini setelah aku melihat hormatilah masa depan mu yang telah di berikan untuk mu dan aku merasa sangat bangga, pastikan kau tidak akan membawakan keburukan untuk ku, sejak kau masih kecil  aku telah mengampuni semua kesalahan dan juga kebodohan ku, tapi berhati-hatilah tidak akan ada lagi kesalahan sekarang".  Matsani tersenyum dan Surriyah memeluknya. Matsani mengatakan "aku tidak akan pernah mempermalukan mu, Ibu.., tidak peduli berapa harga yang harus kubayar untuk itu". Matsani melihat Ratu sedang menatapnya. Kashi bai mengatakan pada Rakhma "aku hanya tidak mengerti dengan ibu mertua, bahkan setelah ayah mertua ku berselingkuh, bagimana bisa dia masih mencintainya?".., dan dari semua ucapanya nampaknya seolah-olah dia telah melupakan  rasa sakit dan semua kebohongan dari ayah mertua ku, bagimana masih tetap bisa mencintai satu orang yang telah banyak memberikan rasa sakit ".

Rakhma mengatakan pada Khasi Bai " Kakak ipar, mungkin kemarahan dan kebencian tidak akan melampau dari takdir kematian, tapi rasa cinta tidak terikat dengan belenggu tersebut .. itulah sebabnya setelah sesorang meninggal hanya akan ada cinta yang tetap ada, sesuatu yang lain  telah dilupakan dan hari ini aku melihat hati seiklas ibu mertua".. semua perempuan ayah hormati, perempuan yang telah melahirkan suami ku dan adik Bhiu dan terpujilah mereka". Bhu datang bersama Anu Bai, Bhiu berkata pada Rakhma "Kau benar kakak ipar, setelah bertahun-tahun kami sepertinya baru merasakan sepertinya kami mendapatkan ibu kami kami kembali.., satu orang yang berpolitik telah direnggit dari kami". Khasi mengatakan "Adik ipar Bhiu, bukan politik, tapi ayah mertua ku  tidak pernah  memikirkan penghianatannya telah melukai istrinya, rasa sakit yang dirasakan saat suami berselingkuh dengan orang lain tidak akan pernah di pahami oleh manusia"

Bajirao datang menemui semua orang dengan perasaan yang sedih, Chimna Ji menguatkannya. Pandit ji memberikan salam pada Pant dan pengikutnya. Pant mengatakan "orang berfikir aku musuh Balaji, maafkanlah mereka ya dewa, itu bohong yang benar adalah apapun yang dilakukan Balaji untuk negara ini kami menghormatinya, pandangan kami bertentangan di alam tapi tujuan kami tetap satu, kami hanyalah pesaing bukan musuh". Naororam ji mengatakan " tidak hanya Balaji tetapi juga pada kedua putranya yang telah melayani Shahu Maharaj begitu banyak, tapi sekarang tampaknya aku berpendapat bahwa Bajirao akan mengambil medan perang diusia muda dan Balaji tidak melakukan hal yang benar, karena setelah menyaksikan pertumpahan darah dimedan perang hati Baji telah menjadi batu, itulah sebabnya saat melakukan upacara terakhir ayahnya dia sedikitpun tidak meneteskan air mata, bukan Rao saja ... Pant bertanya "apa yang terjadi Naororam mengapa kau berhenti, jangan lagu-ragu jelaskan saja". Naororam mengatakan "saat melakukan ritual terakhir ayahnya, Bajirao telah bersumpah bahwa dia akan menjadi Peshwa yang berikutnya". Pant mengatakan "jawabat Peshwa bukanlah sesuatu yang akan di warisi untuk seorang anak laki-laki setelah kematian ayahnya". Pandit ji kesal dan menatap Bajirao, Pant menatap Naroroam yang tersenyum licik.

Matsani bersama dengan dua pelayannya berdiri di atas bukti mengamati tenda untuk menghapuskan semua keraguannya, Cahnda mengatakan "kau seharusnya tidak datang kesini, putri Matsani.., ini akan menjadi masalah  jika orang diisatana mengetahui hal ini". Matsani mengatakan "kau yang telah menanamkan kecurigaan pada ku, Chanda.., bagaimana aku akan memberikan persetujuan ku untuk pernikahan ini  tanpa mengetahu kebenaran". Prajurit wanita berkata "apa yang akan kau dapatkan, matsani?" . Matsani mengatakan "aku tidak tahu, apa yang harus dilakukan akan di pahami hanya setlah melihatnya, aku harus menyembunyikan identitas ku entah bagimana pun caranya aku harus sampai disana, atau ayah ku akan dipermalukan kalau ada yang menegali aku ".  Chanda mengatakan "apakah kau akan melihat calaon suami masa depan mu?" .. hal ini akan dianggap sebagai pertanda buruk, jika pengantin wanita melihat pengantin pria sebelum melakukan pernikahan". Matsani mengatakan "aku tidak percaya dengan tahayul, Chanda" .., dan bahkan jika itu benar  tindakan itu akan sangat menyenangkan hanya untuk ku, tapi jika dalam perjodohan ini ada cacat  dan aku menikah tanpa mengetahu tentang kebenaran  bersama dengan ku maupun dengan keluarga ku harus menderita dan aku tidak akan membiarkan keluarga ku menderita".

Bajirao pulang ke rumah, dan membayangkan Balaji sedang memanggil namanya "Baji..., Bajirao menatap kearah ayunan dan membayangkan ayahnya berkata "orang yang tidak takut mati. menghadapi kesulitan tanpa rasa takut, kepada siapa teriakan perang hanyalah musik yang menyenangkan, hanyalah sesorang yang sedang marah yang tidak mengenali batasan hanyalah orang yang menampilkan amukan api dari keberanian dan dia bisa membakar semuanya menjadi abu .. luka adalah perhiasan baginya yang bangga telah menumpahkan darahnya untuk tujuan mulia, hanya dia yang akan memiliki hak untuk hidup". Bajirao tersenyum bangga mengatakan "Iya ayah..." dan saat ia akan melangkah menujui Balaji di ayunan tapi Bakaji tidak ada disana, dan ia melihat Radha Bai mengangakah dengan mengenakan sari berwarna merah dan menutupi kepalanya seperti memakai jilbab, Radha berjalan menuju Bajirao dan duduk diatas ayunan, Chimna dan yang lainnya pulang, Bihu, Khasi dan yang lainnya keluar rumah dan menatap heran dengan sikap Radha Bai. Bajirao menatap ibunya.

Di Darbar kerajaan, yang mulia Shahu mengatakan "kematian Balaji telah menyebabkan kelemahan pemerintahan juga, tapi kewajiban tidak akan membiarkan kita terus menangis  atas kematian keluarga atau teman untuk datang terakhir kalinya, musuh kita bisa menyerang siapa saja, kita harus siap untuk menghadapi situasi apapun  dan kita harus segera memilih Psehaw yang baru". Pant Pratindhi mengatakan "pendapat mu sempurna yang mulia, tapi aku akan memberikan mu saran bahwa kita tidak akan mendapatkan orang yang lebih baik selain anak untuk memenuhi impian ayahnya, mengapa kau tidak menunjuk Baji untuk menjadi Peshwa ?". Sahahu bertanya pada Pant "apakah kau yang telah menyarankan nama Baji dan aku pikir..." Pant mengatakan "aku tidak menyukai Baji, yang mulia itu benar tindakan yang Baji lakukan itu hanya pada tekanan dan bukan pada kebijaksanaan, tapi kita tidak bisa mengabikan dedikasi Baji untuk menuju pemerintahan sendiri dan ku pikir kita harus memberikan Baji kesempatan".

Naroram berpendapat "Maafkan aku, tapi apa yang sedang kau katakan Pant?".. status Peshwa bukan mainan yang dapat diberikan pada setiap anak keras kepala dan dilepaskan kembali setelah anak gagal untuk menanganinya, dalam politik musuh menang dengan kekuatan  dan orang-orang  tersayang  yang akan di menangkan hanya akan menyenangkan mereka, raja harus memilih perira yang lebih mampu sebagai peshwa  dan membuat mereka senang". Pant mengatakan pada Naroram "kau cukup pintar, tapi jangan lupa, Baji mungkin tidak cukup pintar tapi dia memiliki kemampuan itu.. Balaji telah melatih dirinya sejak ia masih kecil .. yang mulia yang paling penting diri Baji ingin menjadi Peshwa, dai telah berjanji diatas tumpukan kayu jasad mendiang ayahnya untuk menjadi Peshwa berikutnya ". Naroram mengatakan "bukan Baji, tapi Raja sendiri yang akan memutuskan untuk Peshwa berikutnya, tampaknya Rao sangat ambisius, berapa usianya?"... baru berusia 19  tahun,  belum ada yang  bisa menjadi Peshwa  di usia muda ". Pant kesal dan mengatakan "Naroram.. kau" ... maafkan aku yang mulia ... Naroram seorang pemuda merupakan masa depan negeri dan ambisi memberikan kesempatan untuk berhasil dalam hidup". Pant bertanya "apakah aku benar, yang mulia?". Shahu mengatakan "aku butuh waktu untuk berfikir sebelum mengambil keputusan apapun "

Cuaca semakin sangat buruk, Radha hanya terdiam duduk di ayunan, Bajirao datang menghampiri ibunya, Chimna ji juga berdiri di samping Bajirao. Bajirao mengatakan "Chimna ji masa berkabung telah berakhir, pergi dan panggil semua orang, kami harus duduk dengan ibu dan mendiskusikan bagaimana menangani masalah yang akan datang". Chimna bertanya "Masalah apa kakak?". Bajirao mengatakan "selama ayah masih hidup kami aman, selarang akan timbul masalah dan kesulitan". Bajirao berlutut dan meminta berkah dari Radha "ibu berkatilah aku, sehingga aku bisa menjadi peshwa dan membawa kedepan warisan ayah.". Bajirao menatap ibunya dengan penuh harapan.

Naroram bertanya pada "bagaimana menurut mu Pant?... apakah kita berhasil untuk menghasut raja terhadap Baji?" . Pant berkata pada Naroram " kita telah menanamkan kecurigaan pada pikirannya dan kita harus menaruh semen. dan menodai warisan Balaji di hadapan  raja". Bajirao hanya terdiam menatap wajah Radha 

Precap:
Baji memberitahu Radha bahwa jika dia ingin menjadi Peshwa maka dia harus bersama Shahuji di Satara. Beberapa Pandits datang ke sana dan mengatakan bahwa Baji harus berkabung selama 13 hari sebelum dia keluar dari rumah. Radha menghentikan Baji pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar