TAYANGAN SONY TV 28 Juni 2017
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 113 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Baji datang menemui Mahant ji di istananya. Dia mengungkapkan kesedihannya karena melihat Kashi kesal. Dia pergi ke memberitahu Mahant ji bahwa Kashi harus menerima kenyataan bahwa dia adalah seorang pejuang dan akan mengorbankan darahnya untuk bangsanya. Sementara itu, Radha mendapat sakit persalinan dan melahirkan bayi perempuan, Ved ji memeriksa bayinya dan menyatakan bahwa dia telah meninggal. Cari tahu apa yang terjadi selanjutnya dalam episode Peshwa Bajirao ini.
------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------
Kashi sangat sedih memberitahu suaminya (Baji ) " ayah ku Mahant ji bertanya tentang diri mu saat kau pergi ke sana dan bukan bertanya tentang aku.., jika aku bersikap seperti itu dengan orang tua mu, bagaimana perasaan mu" Baji merasa tidak enak pada mertuanya. Gotiya meminta Baji untuk tidak pergi sebelum memberi tahu mereka. Namrata memberitahu Gotiya "kau sering pulang sering tanpa memberi tahu ku". Gotiya mengatakan" ayahmu adalah halwai bagiku dan aku datang terhubung dengan itu, Baji bukan anak yang biasa dan ayah Kashi bukan halwai". Namrata menjadi marah. Baji berpikir untuk pergi dan meminta maaf pada mertuanya Mahant ji.
Shiv Bai membawakan minum untuk Mhant Ji, Baji datang menemui Mahant ji di rumahnya. Mahant ji bertanya "apakah semuanya baik-baik saja". Shivbai juga khawatir dan bertanya" apakah kau datang karena suatu alasan". Baji mengatakan "seorang putra tidak perlu izin untuk datang ke rumah orang tuanya". Shiv bai bertanya" apakah Radha mengirim mu". Baji bilang " aayi tidak tahu aku datang ke sini, aku merasa tidak enak melihat Kashi kesal", aku meminta maaf kepada kalian karena tidak datang ke sana untuk ritual tersebut". Mahant ji mengatakan " aku senang telah memilih muuntuk Kashi". Baji mengatakan "Kashi perlu menerima kebenaran bahwa aku seorang yodha dan akan mengorbankan darah ku untuk Swaraj".
Shiv Bai membawakan minum untuk Mhant Ji, Baji datang menemui Mahant ji di rumahnya. Mahant ji bertanya "apakah semuanya baik-baik saja". Shivbai juga khawatir dan bertanya" apakah kau datang karena suatu alasan". Baji mengatakan "seorang putra tidak perlu izin untuk datang ke rumah orang tuanya". Shiv bai bertanya" apakah Radha mengirim mu". Baji bilang " aayi tidak tahu aku datang ke sini, aku merasa tidak enak melihat Kashi kesal", aku meminta maaf kepada kalian karena tidak datang ke sana untuk ritual tersebut". Mahant ji mengatakan " aku senang telah memilih muuntuk Kashi". Baji mengatakan "Kashi perlu menerima kebenaran bahwa aku seorang yodha dan akan mengorbankan darah ku untuk Swaraj".
Baji pulang dan melihat istrinya Kashi kesal padanya. Baji mengatakan pada khasi" aku membawa sesuatu untuk mu". Kashi mengatakan "itu mungkin katak".Khasi ketakutan dan menutup matanya Baji menunjukkan hal itu. Kashi bilang "modak'. Baji mengatakan "itu dibuat oleh Shivbai, aku meminta maaf pada mereka dan mendapat modak untuk mu". Khasi berterima kasih pada Baji. Baji bilang " apa kau butuh sesuatu yang lainnya" Kashi bilang "itu sebabnya kau pergi ke mereka". Baji bilang" Aku pasti sudah mendapat akal sehat dari maykota mu, aku tetap akan pergi bahkan jika kau tidak mengizinkannya".
Baji pergi dari sana. Radha mencoba menghentikan Baji dan bertanya" apa yang terjadi". Baji meminta ibunya untuk bertanya pada putrinya yang baru. Tiba-tiba Radha mendapat sakit dan ia beriakan untuk melahirkan. Sevika (Nandini) mengatakan" kita tidak punya banyak waktu untuk memanggil Ved karena Shishu akan segera lahir". Radha berjuang untuk melahirkan bayinya bersama dengan pelayan wanita. Khasi membawakan air hangat untuk membantu persalinan Radha, Radha terus berjuang. Bajiao besama dengan Kashi dan yang lainnya melihat persalinan Radha sri Luar, Khasi meminta Radha untuk tidak kehilangan harapan Baji melihat sisi kepedulian Kashi terhadap Radha dan meminta Chimna untuk memanggil Ved ji. Radha melahirkan seorang bayi perempuan dan pingsan, Nandini menggendong bayi dan membawanya keluar. Ved ji datang untuk memeriksa bayi dan mengatakan "dia sudah meninggal".
Baji pergi dari sana. Radha mencoba menghentikan Baji dan bertanya" apa yang terjadi". Baji meminta ibunya untuk bertanya pada putrinya yang baru. Tiba-tiba Radha mendapat sakit dan ia beriakan untuk melahirkan. Sevika (Nandini) mengatakan" kita tidak punya banyak waktu untuk memanggil Ved karena Shishu akan segera lahir". Radha berjuang untuk melahirkan bayinya bersama dengan pelayan wanita. Khasi membawakan air hangat untuk membantu persalinan Radha, Radha terus berjuang. Bajiao besama dengan Kashi dan yang lainnya melihat persalinan Radha sri Luar, Khasi meminta Radha untuk tidak kehilangan harapan Baji melihat sisi kepedulian Kashi terhadap Radha dan meminta Chimna untuk memanggil Ved ji. Radha melahirkan seorang bayi perempuan dan pingsan, Nandini menggendong bayi dan membawanya keluar. Ved ji datang untuk memeriksa bayi dan mengatakan "dia sudah meninggal".
Kashi mulai mengusapkan kaki si bayi dan mengatakan pada bayi " kau tidak dapat meninggalkan ku, aku tidak punya adik perempuan". Bhiu juga meminta adiknya yang masih bayi untuk bangun. Ved ji mengatakan" sekarang tidak akan ada yang terjadi". Kashi mengatakan "dia memiliki darah Radha yang berani" dan meminta si bayi untuk menyerah agar tidak kehilangan nyawanya. Akhirnya bayi memberikan respon, ia menendang Baji. Baji bilang "dia menendang ku, bayi menendang ku lagi". Kashi dan lainnya merasa bahagia. Baji meminta Chimna dan Bhiu untuk memberi bayi kepadanya dan mengatakan " aku akan membuatnya diam". Kashi bertanya "apakah kau sudah berpengalaman?". Bhiu meminta Kashi mengizinkan Baji untuk berperang jika bayi menjadi tenang di pangkuannya. Chimna mengatakan" jika tidak maka Baji harus setuju dengan Vahini".
Malam hari, Chimna Ji bersama yang lainnya memangku adiknya yang masih Bayi, Bayi itu terus menangis, mereka berdebat tentang bayi, lalu bayi itu tidur di pangkuan Baji setelah dia membisikkan sesuatu di telinganya. Bhiu meminta Kashi untuk membiarkannya pergi dan meminta Baji "apa yang kau sampaikan pada Bayi". Baji bilang" aku memintanya untuk tidak menangis lagi, atau dia akan seperti vahininya". Mereka tertawa dan Kashi mendengarnya dan marah.
Keesokan paginya, Khasi keluar dari rumah dan berjalan-jalan meluapkan kekesalannya pada Bajirao, sekelompok pria menunggangi kuda mengepungnya Khasi telah diculik oleh ptajurit mughal. Radha bangun dan sangat terkejut saat ia bermimpi tentang Kashi. Baji bilang" dia tidur di kamarnya". Baji pergi ke kamar namun tidak menemukan istrinya, Baji keluar rumah dan melihat panah tertancap dipot tanaman dan mendapat sepucuk surat dan gelang kaki milik Khasi dari Naser, yang bertuliskan " kashi ada dalam tahanan ku" Baji menjadi sangat marah.
Di markas Mughal Naser menyapa Kashi. Kashi takut saat mendengar nama Naser. Naser memintanya untuk tidak khawatir dan mengatakan " begitu Baji datang ke sini, aku akan membebaskan mu". Kashi bilang pada Naset "Baji tidak akan datang kesini karena dia tidak mencintai ku". Naser tertawa dan mengatakan "kau tidak mengenal suami mu kebencian kalian sudah cukup bagi Baji untuk datang". Naser menyiapkan pot berisi air sampai Bajirao datang menyelamatkan Khasi.
Precap:
Naser mengatakan pada Kashi dengan menunjukkan pot berisi air " aku akan membunuh Baji di depan mata mu, kemudian aku juga akan memberitahu semua orang tentang keberanian ku". Baji datang kesana menyelamatkan Khasi. Prajurit menghentikan Baji, Kashi takut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar