![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 111 DIINTERPRETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Radhabai menasehati Kashi dan Bihu agar tidak bertengkar satu sama lain. Radha menginstruksikan mereka untuk membersihkan dapur yang telah hancur berantakan atas tindakan mereka. Di sisi lain, Bajirao memberitahu Malhar Rao Holkar bahwa Bappaji marah karena dia tidak bisa menjadi 'Peshwa'. Bajirao dan Malhar Rao Holkar membantu seorang tahanan melarikan diri dari penawanan Shahu.
------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bihu dan Khasi masih menata rambut boneka mereka, Radha datang dan duduk di dekat mereka untuk menawarkan pada Bihu dan Khasi untuk menata rambut, mereka sangat senang dan beradu mulut, Radha bingung mendengarkan perdebatan mereka dan menghentikannya, Radha menegaskan bahwa hal itu akan dilakukan saat mereka berdua berhenti
mengoceh dan berbicara saling berdebat satu sama lainnya. Khasi Khasi berkata “aku ingin mendapatkan tatanan rambut
terlebih dahulu”. Bihu tidak mau kalah mengatakan pada Radha “akulah orang
pertama yang akan mengikat rambut ku”. Radha Bai mengatakan “aku hanya punya
dua tangan dan aku bisa melakukannya secara bersamaan”. Radha meminta mereka
duduk dan diam, kemudian menyatukan kepangan rambut Bihu dan Khasi, Chimna ji,
Gotiya dan Namrata mentertawakan mereka, Radha berkata “sudah selesai” dan ia
pergi meninggalkan Bihu dan Khasi. Khasi
dan Bihu berteriak ketika rambut mereka sama-sama tertarik dan saling
menyalahkan, Gotiya, namrata dan Chimna tertawa. Radha Bai berkata “tidak akan ada yang bisa memadamkannya ini
untuk mendekatkan Khasi dan Bihu. Radha meminta pada Chimna, Namrata dan Gotiya untuk tidak membantu mereka, Radha bersama Gotiya, Chimna dan Namrata meninggalkan Bihu dan Khasi berdua.
Baji dan Malhar berjalan dikoridor. Malhar bertanya pada Baji
“apakah keputusan mu baik saat kau mengatakan pada ayah mu bahwa kau akan
tinggal di rumah dengan ritual yang seharusnya kau lakukan dirumah”. Namun Baji
menyangkalnya dan memberikan alasan berkata “Shahu ji hidup bersama dengan
istrinya sesuaui dengan pernihakannya”. Malhar mencoba untuk meyakinkan Baji, namun
Baji mengatakan “aku sudah memberikan
alasan ku dan pesan ku telah di kirimkan ke rumah”.
Di Saswad tepatnya saat Bihu dan Khasi membuat berantakan
dapur dan sangat kacau dan semua kaleng penyimpanan makanan berantakan, Radha
Bai datang dan menyalahkan mereka dan meminta mereka untuk segera membereskan
kekacuan segera dan mengancam bahwa dia hanya akan memberikan apa yang mereka
inginkan jika semua kekacuan itu.
Bihu akan membersihkannya, Namun Khasi mengatakan “tapi aku
tidak bisa membersihkan rumah, sejak ku kecil pelayan yang melakukannya”. Bihu
mengambil sapu dan mereka saling berebutan , Bihu mengolok-ngokok Khasi “diam
saja kau dirumah orang tua mu yang makmur” dan memintanya untuk mencari sapu
yang lain.
Khasi setuju dan mereka membersihkan tepung yang telah berantakan di lantai dan bekerja sama untuk menuangkan
kembali kedalam kaleng, Bihu dan Khasi saling membantu membersihkan dapur
hingga semua tertata rapi dan lantai dapur bersih kembali. Diluar, Radha
bersama dengan Chimna, Namrata dan Gotiya mengamati mereka di luar jendela,
mereka tersenyum, Radha kembali masuk bersama dengan Chimna, Gotiya dan Namrata kedapur setelah dapur besih
memberikan kaleng berisi jiggery dan acar dan meminta agar mereka akan tetap
berdamai selamanya. Khasi dan Bihu meminta maaf pada Radha
Malhar bertanya pada Baji “siapa yang kau curiagai?”. Baji
berkata pada Malhar “orang-orang dalam mereka lebih biadab dan aku akan
mengungkapkan alasan mengapa aku tersinggung
dan ingin balasa dendam terhadap Shahu ji.., akhirnya meraka dapat
mengatasinya karena Bappa ji dialah satu-satunya alasan mengapa menginginkan untuk
menjadi Pesawa dan bersekutu dengan pelaku yang sebenarnya untuk membunug
Shahuji. Malhar bertanya pada Baji “Bagaimana kau akan mengungkapnya di depan
umum?”. Baji mengatakan “Orang-orangnya yang setia ada di belakang dan akan
membantu untuk melakukannya”.
Sesorang datang menemui Bappa ji dan menanyakan tentang rencanannya
yang telah sia-sia untuk Shahu ji dan mendesak Bappa ji melakukan kejahatan pada
Balaji, namun pria itu berpandapat tidak mudah membunuh Shahu ji karena Baji
dan Balaji selalu melindunginya. Bappa ji tetap pada pendiriannya dan tidak
akan membiarkan hal itu terjadi dan akan melakukan hal itu untuk memberikan
pelajaran.
Dirumah Radha Bai, Chimna Ji dan yang lainnya sedang duduk bersama menikmati memakan mangga, Gotiya memuji Baji dan membuat Khasi marah dan mereka
berdebat. Khasi dengan penuh kecemburan terhadap suaminya. Ketidak seimbangan
amarah Khasi membuat Radha Bai terganggau, Gotiya mencoba meyakinkan Khasi
tentang Baji dan Chimna mendamikan mereka dan membuat Khasi tidak bergeming dan
Khasi bertanya pada Radha tapi ayyi hanya mengangguk. saat Gotiya menceritakan
Suaminya Bajitelah bertempur melawan Mughal. Radha meminta tidak melanjutkan
cerita karena melihat rasa gelisah Khasi menghawatirkan Baji.
Baji datang kempenjara dan melihat seorang pria di tahan,
Baji mengisyaratkan agar Malhar masuk.
Malhar masuk membawa makanan untuk tahanan. Malhar meminta pada pria itu
mengambil makanannya, pria itu menemukan kunci untuk membuka borgol
ditangannya, Malhar pergi dan Baji menhgawasi si pria dari kejauhan, pria itu
membuka gembok dan melarikan diri, Baji memberi peringatan dan memberi tahu
prajurit untuk mengejar tahanan yang kabur.
Bihu menceritakan keberanian Baji pada Istrinya Khasi, saat
Baji melawan Naser dan mengalahkan prajuritnya, Bihu juga menceritakan
ketangguhan Baji saat meledakan gudang persenjataan milik Mughal dan Baji
berperang dengan Mughal dan berhasil mengalahkan 4000 pasukan Mugahal hanya
dengan banteng, Bihu juga menceritakan saat Baji menyelamatkan ibunya dari
serangan Naser, Khasi menjadi ketakutan dan meminta Bihu mengehntikannya, Khasi
pergi dari sana. Bihu dan Chimna bertanya-tanya pada Radha tapi ibunya hanya
terdiam.
Tahanan kabur dari penjara ia berlari dikooridor dan berbelok kearah yang lain, prajurit datang untuk kembali menangkap tahanan namun Malhar datang dan menunjukkan arah yang lain pada prajurit, prajurit terus
berlari untuk menacri tahanan yang telah kabur dan bertemu dengan Shahuji,
prajurit mengatakan bahwa tahanan telah melarikan diri dari penjara , Shahu ji
menjadi marah dan meminta semua prajurit menangkapnya, Bappa ji mendengar hal
itu ia akan menarik belatinya namun seseorang mencegahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar