TAYANGAN SONY TV 121 0 JULI 2017
Index : Bajirao, yang telah tumbuh menjadi prajurit Maratha yang tak kenal takut, membawa pasukannya ke benteng Mughal. Bajirao membunuh para penjaga yang mengamankan gerbang benteng Mughal dan masuk benteng sendiri. Komandan Mughal memerintahkan pasukannya untuk mengelilingi Bajirao namun untuk mengejutkannya, Bajirao seorang diri membunuh semua tentara Mughal.
------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------
Bajirao pergi sendirian ke Qila/ benteng Mighal,pasukan Mughal diutus keluar untuk menyerang, tapi Baji bersorak sorai Har..har Mahadev " dan mengeluarkan senjatanya dan menyerang semua tentara Mughal dalam perjalanannya.
Azam meminta tentaranya untuk menutup pintu gerbang, tapi kuda Baji meringjik lali menendang pintu dan Bajorao masuk ke dalam, Bajirao telah berhasil masuk ke dalam Qilla dan membunuh tentara yang menghalangi jalannya, Baji menatap Azam penuh dengan kemarahan. Azam memintanya untuk berhenti.
Rakhma (istri Chimna) membaca surat, ia tersenyum,Khasi nertanya " kau membaca suratnya?"..,kau beruntung menfapatkan surat dan juga puisi".. Rakhma merasa malu dan tertawa, Kashi memberi makan burung dan mengatakan "Baji hanya berpikir tentang Mughal dan menganghap melihat bulan". Rakhma yeryawa mengatakan "Bhao tidak menulis surat karena dia tahu Chimna telah menulis tentang dirinya di dalam surat" Kashi mengatakan" aku membutuhkannya dan bukan ceritanya".
Azam mengatakan " kau telah melakukan kesalahan besar dengan datang ke sini". Bajirao mengatakan " aku tidak pergi ke mana pun bahkan pedang dan perilaku ku" . Azam mengatakan "aku akan membunuh mu hingga berkeping-keping, bahkan Ibumu akan kesulitan untuk menghitungnya".
Baji mengatakan " kau yang telah ditakdirkan untuk mati, itu bukan hal yang benar dengan mengambil nama ibu ku". zeenat memberitahu ibu Shahu ji dan Savitri" Baji adalah satu-datunya orang yang memaksa ku untuk melihatnya berkelahi dengan tentara" .
Baji meminta pada Azam untuk mengirimkan semua pasukannya jika tidak semua orang akan terbunuh seperti yang telah di lihatnya
Azam meminta pada sisa tentara yang tersisa untuk membunuh Bajirao, Bajirao marah mengangkat pedang mengatakan" har har mahadev " dan berkelahi dan membunuh prajurit Mughal.
Kashi mengatakan pada Rakhma " aku sedang menunggu Baji " dan memberi makan burung gagak, ia menangis dan berharap mendapatkan informasi mengwnai keadaan suaminya. Khasi bilang " aku ingin dia menuliskan nama ku, aku siap untuk memberikan perhiasannya dll untuk itu" .. Rakhma bilang" ada tempat besi dalam hidupnya dan bukan dari mutiara". Khasi menangis, Rakhma memeluknya. Kashi bilang "aku tidak akan berbicara dengannya kali ini". Rakhma mengatakan "aku akan melupakan semuanya begitu dia datang ke sini, adik laki-lakinya tidak akan membiarkan apapun terjadi pada Bajtaoi".
Di Qila Mughal,Bajirao bertarung dengan semua prajurit Mughal dan juga bertarung oedang dengan Azam, Chimna datang menunggangi kudanya ke Qila dan membunuh tentara dengan melemparkan belati dan bertanya "mengapa kau datang kesini?"
Chimna datang dengan menunggangi kudanya, ia menyerang pasukan Mughal dengan belatinya, Bajirao melihat Chimna datang menyusulnya, Chimna ji bilang " aku sudah bosan menunggu mu". Azam menyerang Bajirao hingga pedangnya tertancap di tanah, Bajirao berlari untuk mengambil pedangnya dan melompat kedinding lalu mendang Azam fan kemudian membunuhnua
Ditenda Zeenat, ibu Shahu ji dan Savitri Bai merasa bahagia mengintip dibalik celah jendela. Bajirao memasukan pedangnya kembali, ia berjalan masuk ketenda lalu berlutut mencakupkan kedua tangannya depan mereka dan mengatakan ' vana mu telah berakhir.., Anak mu Raja Shahu ji menyuruh ku membawa mu". Ibu Shahu ji mengatakan" kau telah kalah dengan utusan dewa, siapa nama mu". Bajirao mengatakan "Bajirai Ballal Bhat, ibu Shahu ji" apa yang kau inginkan, anak ku akan memenuhi keinginan mu".
Bajirao mengatakan "tidak ada harga yang bisa diambil untuk perawatan untuk seorang ibu yang ku butuhkan adalah berkah.. Berkahi aku msehingga bisa memenuhi impian Chatrapati Shivaji Maharaj sehingga tidak ada ibu yang harus menanggung rasa sakit karena tinggal jauh dari anaknya di masa depan"
Bajirao kemudian menemui Zeenat dan memberikan sesuatu titipan dari raja Shahu mengatakan " kau telah memberikan cinta dan perhatian pada Maharaj dan dia mengirimkan salam manis ini untuk mu" Zeenat menangis saat memberinya makan pada Shahu ji di masa mudanya, dan mengatakan pada ibu Shahu ji (Yeshu Bai) " aku merasa sakit untuk berpisah dengan mu" dan memintanya untuk berhati-hati.
Yeshu Bai meminta Zeenat juga berhati-hati. Bajirao mengatakan "kau seperti seorang malaikat yang merawat Shahu Maharaj, kau adalah Mughal pertama dan terakhir yang harus diajak bicara", Bajirao akan membungkukkan kepalanya, ia membungkuk di depan Yeshu Bai di depan Zeenat. Zeenat tersenyum dan terus memegangi kepalanya.
Baji menyingkirkan semua pihak dari Mughal dengan membuang bendnera biru dan menaruh bendera merah milik marathi. Balaji, Chimna, Gotiya dan lainnya melihat bendera itu dari tenda mereka. Gotiya mengatakan "Baji telah menjadi lebih tinggi".
Balaji merasa bangga padanya dan mengingat ramalan Pandit ji jika hidup Bajirao singkat. Bajirao kembali dan mengatakan " misi ku sudah selesai" dan bersujut meminta restu Balaji. Balaji memeluknya dan mengatakan " kami semua bangga pada mu" Bajiao mengatakan " aku akan membuat kerajaan Maratha memerintah Delhi dan sampai saat itu yerjadi, aku tidak akan membiarkan kematian datang ke sini"
Precap:
Kashi mengatakan " aku belum pernah bertemu dengannya (bajirao) sejak bertahun-tahun, ku pikir Rao melupakan aku". Bajitao mendengar suara Khasi dan pergi fari sana. Mastani ditampilkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar