Kamis, 22 Februari 2018

PESHWA BAJIRAO EPISODE 128 (19 JULI 2017) : KUMUD DAN SHIV BAI MEMPERTANYAKAN KHASI TENTANG PENGHINAAN YANG DILAKUKAN BAJIRAO PADA SEPUPUNYA/ ANAK DARI KUMUD, MATSANI BERHASIL MENGFALAHKAN BUERE KHAN DAN MEMBEBASKAN PANGERAN JAGAT

TATANGAN SONY TV 19 JULI 2017
PESHWA BAJIRAO EPISODE 128
DIINTERPERTASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE


Index : Bajirao melepaskan amarahnya pada Mohan Rao karena telah menghina ajudan terdekatnya. Mohan Rao mencoba membujuk Bajirao untuk berjabatan tangan dengannya. Bajirao mengajarkan kepadanya bahwa dia akan berdiri di samping mereka yang berdiri di sampingnya di medan pertempuran. Argumen tersebut keluar dari tangan saat Mohan Rao menghina ayah Bajirao dan membuat Bajirao membentaknya dan mengejutkan semua orang yang hadir disana.

----------------------------------
---------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------

Radha Bai besiap untuk menyambut tamu dan melihat para tamu dari atas balkon, semua orang sangat bahagia. Balaji duduk berbicara dengan Mahant Ji, Mohan Rao, dan Pant. Pant memberikan Balaji pedang berkata "Peshwa, salam untuk seorang prajurit dari seorang pria yang cerdas, terimalah hadiah kecil ini, sarung pedang ini terbuat dari emas murni dan memiliki batu mulia yang tertanam di dalamnya, ini bentuk dari dewi kali dan dewi laksmi. musuh yang terbunuh dengan pedang ini akan berterima kasih". Balaji menerima hadiah pedang dari Pant, dan berterima kasih atas hadiah yang telah diberikannya. Pant menyembunyikan rasa tidak sukanya pada Balaji lalu mengambil hadiah pedang itu dan meletakannya di meja dan berkata pada Balaji " tapi aku punya pikiran dalam pikiran ku, berapa lama lagi pedang ini harus menunggu untuk melihat keberanian mu di medan perang?", sepertinya luka mu menjadi lebih dalam, tapi tidak peduli seberapa dalam luka pada tubuh mu?".

Radha Bai datang mengatakan "luka itu akan segera sembuh". Pant memberi salam pada Radha Bai berkata "Ya, Radha Bai".., Radha tersenyum. Pant mengatakan "aku berharap seperti itu,  bahwa Peshwa akan segera lebih baik, aku hanya mengatakan dia tidak perlu buru-buru, aku disini untuk menangani segala sesuatu saat dia tidak ada (dalam ketidakhadiran Balaji). Balaji bertanya "mengapa sepertinya kau menginginkan aku sakit, Pant?" .. aku takut hanya dengan pikiran aku akan kehilangan teman seperti diri mu, aku ingin kembali secepatnya ke istana, sehingga aku bisa melihat mu setiap hari, karena masalah akan timbul jika aku tidak  mengawasi mu". Balaji dan Mahan Ji tertawa, Radha Bai tersenyum dan berkata "silahkan, aku akan memperkenalkan mu pada putri ku dan juga menantu ku". Radha Bai pergi bersama istri Pant.

Bajirao sedang berbicara dengan teman-temannya mereka sangat bahagia, Malhar berkata pada Bajirao "aku rindu makanan rumah selama perang dan aku berfikir tentang perang ketika aku memakan makanan murahan, Rao aku berharap bisa tetap melwan meskipun dengan makanan murahan". Bajirao tertawa dan berkata "perang juga terjadi dirumag, Malhar". Seorang pria menjawab "tapi satu-satunya perbedaan baik kemenangan dan kekalahan yang mungkin terjadi dimedan perang dan kemenangan seorang istri di beritahu dalam pertarungan di rumah". Mereka tertawa bahagia, Khasi Bai menatap Bajirao dengan penuh kekesalan, Gotiya terkejut ketika melihat raut wajah Khasi dan bertanya pada Bajirao " apa yang kamu lakukan?" Bajirao mengatakan "tidak ada, kau pasti melakukan sesuatu mengapa Khasi Bai marah? ". Bajirao menatap wajah istrinya di kejauhan, Khasi menjadi salah tingkah dan membetulkan kalungnya yang baru". Seorang wanita berkata "wow, ini kalung yang indah, dimana kau membuatnya?". Khasi Bai mengatakan "Rakhma memberikan kalung ini untuk ku". Teman Baji rao berkata " ada apa, rao?'. Bajirao mengatakan "tidak ada". lalu menyuapkan makanan pada Gotiya. 

Sudara laki-laki Khasi Bai (Mohan Rao)  datang menyapa Bajirao berkata " anak sulung Peshwa telah tumbuh menjadi dewas dan dia tidak punya waktu untuk bertemu dengan ku?". Bajirao tersenyum dan memeluknya  dan berkata "itu tidak benar, ku pikir kau dan Mahan Ji sibuk dan ku pikir untuk menjauh dari mu". Mohan Rao bertanya "itulah maslaahnya, rao.., menjadi anak sulung dari peshwa  sehingga kau tidak tahu dengan siapa kau harus kau temui dan dengan siapa kau harus menjauh dari... ". Bajirao terseinggung dan berkata "untuk memutuskan dengan siapa bersama dan dengan siapa harus tinggal jauh dari karya para penguasa, kami sebagai tentara hanya tahu bahwa kami harus selalu bersama dengan pedang kami dan tinggal jauh dari pedang musuh dan ku pikir kau hanya belum berkenalan dengan ketiga teman ku".

Baji memberkenalkan "dia adalah Gotiya, teman masa kecil ku, aku percaya padanya lebih dari pada diri ku sendiri, dia berani dan cerdas tidak ada yang membunuh musuh di medan perang dan menyelesikan makan lebih cepat dai pada Gotiya.. dan temuliah dia..., dia adalah Malhar Rao peshwa tidak dengan ku dalam pertempuran di Dauldabad ketika aku menghancurkan dinamid dari Mughal, dia adalah orang yang telah mendukung ku.. temui dia.., dia adalah Jadhav Rao, seorang tentara Marathi pemberani, tanah air ini bangga akan kebernaian dari ketiga orang ini dan aku bangga untuk bersahabat dengan mereka". Mohan Rao tersenyum berkata "Rao, aku bangga dengan perasaan mu, tapi pedang dan meriam akan terlihat baik  jika bersama-sama hanya di medan perang bukan di masyarakat, Rao aku berbicara langsung  jadi biarkan kau membuatnya menjadi jelas untuk ku, kau anak sulung dari peshwa, para pejabat militer tinggal dengan mu hanya untuk keuntungan pribadi dan bukan untuk alasan yang lain".

Bajirao berkata "pedang dan Mariam adalah senjata,Mohan rao dan menurut budaya kita, kita menggunakan pedang selama perang dan menyembah senjata ketika ada perdamian". Baji marah dan menaikkan nada bicaranya pada mohan Rao berkata "kami tidak menghina senjata". Semua orang terkejut dan menoleh pada Bajirao dan Mohan Rao yang sedang berdebat, Balaji terkejut berkata "Baji...". Semua orang datang ketempat perdebatan mereka, Bajirao mengatakan dalam kemarahannya "pedang seperti mu hanya membangun hubungan  berdasarkan untung dan rugi  tapi kami tentara tidak mealukan hal itu".  Balaji berkata pada Bajirao "Hentikan". Semua orang terdiam dan hanya menatap pada perdebatan sengit mereka, Mohan Rao berkata "kau tidak dapat berbicara seperti ini dengan ku, aku saudara istri mu". Bajirao mengatakan "dan kau tidak dapat berbicara dengan mereka seprti ini, mereka adalah saudara-saudara ku".

Mohan Rao merasa sangat terhina dan mengatakan pada Bajiro " jika aku dan paman ku tidak memberikan mu dana untuk pertempuran, maka kau dan peshwa bukanlah apa-apa ". Gotiya dan Malhar marah namun Bajirao menghentikan mereka, Bajirao menatap Mohan rao dengan penuh dengan kemarahan, semua orang hanya terdiam dan suasana menjadi sangat tegang diantara Bajirao dan Mohan Rao. Mahant Ji berusaha untuk mendamaikan mereka dan berkata pada Mohan Rao "tenanglah, jika kau memiliki kekayaan maka prajurit ini memiliki keberanian .., ingatlah bahwa status kekayaan selalu dibawah tugas terhadap kerajaan, tapi sayangnya kau adalah putra adik ipar ku, itu sebabnya aku tidak menghukum mu atau aku tidak akan bertoleransi pernyataan yang telah menghina pada pejuang yang gagah".

Semua orang tampak tegang dan terdiam, Balaji berkata   pada Mohan Rao " menuju kerajaan hati, apa yang dibicarakan paman mu benar". Mahan ji mencakupkan tangannya untuk meminta maaf atas tindakan Mohan Rao.., dengan komentar yang tidak kau inginkan maka jangan menghina dan melaukan kesalahan". Mohan Rao berkata "aku meminta maaf Peshwa, tapi aku tidak mengatakan sesuatu yang salah, bajirao tidak bangga dia hanya penuh dengan arogansi  ketika itu tentang prajurit atau tentang dirinya, setidaknya dia bisa menerima apa yang ku katakan, meskipun prajurit memenagkan pertempuran tapi tanpa bantuan dari peminjam uang seperti kami  maka berjuang dipertempuran itu mustahil ". Bajirao mengatakan  pad Mohan Rao "Tapi total dari kemerdekaan itu tidak hanya milik ki, itu milik semua orang, untuk itu harus berkorban  demi ibu pertiwi mereka dan tidak harus meminta harga untuk itu, kau menaruh koin emas mu untuk dipertaruhkan dan kami prajurit mempertaruhkan hidup kami , jika kau tidak bisa menghormati  pengorbanan pejuang, maka jangan pernah mengatakan itu tapi setidaknya  jangan menghina dia dengan menaruh harga pada keberaniannya". Pant menggelengkan kepalanya dan tertawa puas, Bajirao pergi. Radha Bai menghentikan Khasi Bai berkata "biarkan dia pergi dalam beberapa saat dia akan menjadi tenang". Kumud kesal dan marah, ia mengatakan pada Sgiv Bai "Kakak, apa kau melihat itu?" .., inilah yang terjadi ketika kau tinggal jauh dari keluarga putri mu, Khasi Bai  telah menjadi boneke ditangan Radha dan itu sebabnya  bahkan dia hanya terdiam saat melihay sepupunya yang telah dihina, bahakan seorang saudara yang lebih mencintai adiknya sendiri".

Pant mengatakan pada Nauram "aku tidak ingin datang kesini, tapi baiklah yang kulakukan ini tanpa alasan tapi aku menemui kelemahan  dalam diri Balaji sekarang hanya tinggal menunggu dan menontonnya saja, aku punya cara yang cerdik  untuk membuat gerakan ku sendiri". Malhar  menatap wajah Mohan Rao penuh dengan kemarahan sehingga membuatnya jadi salah tingkah  dan kemudian bergegas untuk pergi, Radha Bai pergi, Shiv Bai meminta pada Khasi  untuk datang menemui dirinya dan Balaji juga meminta pada Mahant Ji untuk duduk namun hati Mahant Ji merasa tidak enak pada Balaji dan berkata pada Balaji "mohon terima permintaan maaf ku untuk kenakalan yang telah di lakukan oleh Mohan Rao". Pant mengatakan " Mohan Rao hanya menempatkan pedangnya dengan cara yang salah  tapi yang dia bicarakan tidaklah salah, dan kupikir dengan menghabiskan  waktu lebih banyak di medan perang  Bajirao telah menanamkan sifat agresif, tapi kita harus membuatnya sadar akan hal itu", Balaji berpendapat "menurut ku satu-satunya orang yang menghargai pedamian hanyalah orang-orang yang telah melihat sendiri pertempuran, pertempuran itu bukan di alam Bajirao tapi itulah tugasnya, dia sedang tidak menghina siapapun, itu hanya cara untuk mengungkapkan dirinya". Pant mengatakan pada Balaji "Peshwa, aku hanya berusaha mengatakan bahwa Bajirao harus lembut untuk berbicara dan tidak ada lagi yang ingin ku katakan". Balaji mengatakan "Pant, apa yang sedang kau alami adalah cara yang lembut untuk di ucapkan, aku harap kau tidak hanya melihat dari sisi kemarahannya saja". Mahant Ji dan Balaji tersenyum dan Pant hanya terdiam.

Dipenjara Mughal, Bure Khan mengatakan pada Jagaraj " seorang wanita datang untuk membebaskan mu". Jaga Raj di kepung oleh prajurit. Matsanui berbalik dan menatap wajah Bure Khan berkata " keberanian dari saeorang prajurit bukan hanya dilihat apakah dia prajurit pria atau wanita". Bure Khan mengatakan "Diam, kau sebagai seorang wanita sedang di pertanyakan disini, kau jangan mengucapkan sepatah kata pun". Matsani mengatakan "ini negara kami Hindustan, disini seorang prajurit mengambil berkah dari dewi kali  sebelum mereka berperang". Bure Khan marah berkata "wanita kurang aja, kau sedang tidak di hargai , kau harus membayarnya untuk itu". Matsani mengatakan "aku pasti akan melakukan itu dan hanya dengan cara itu kau akan mendapatkan pelajaran, aku akan menantang mu Bure Khan, jika kau cukup berani  ambilah pedang mu dan lawan aku, jika  aku menang  aku akan kembali dengan saudara ku dan jika aku gagal aku akan memenggal kepala ku sendiri, apakah kau setuju?". Jagaraj berkata "Matsani, pergilah kau dari sini, aku tidak membutuhakn bantuan mu". Bure Khan berkata " berjuang dengan seorang wanita terhadap kebanggaan ku, tapi aku akan ,elakukannya untuk menghancurkan kesombongan mu, aku pasti akan melakukannya". Bure Khan mengeluarkan pedangnya dan saat menyerang Matsani melompat untuk menghindari serangan dam mengambil pedang di bawah.

Khasi bersama dengan Shiv Bai dan Kumud, Khasi berkata "ibu apa yang bisa aku lakukan?.. mereka berdua tidak mau mendengarkan siapapun ". Kumud kesal berkata "ini hal yang terburuk yang bisa saja terjadi, kau menyalahkan putra ku untuk apa yang telah terjadi diistana?", ketika mertua mu tidak mau menghormati mu, nagaimana aku bisa mengharapkan mereka untuk menghormati ku dan juga putra ku?". Khasi mengatakan "tidak bibi, bukan seperti itu". Shiv bai mengatakan "hentikan Khasi, berjhentilah untuk berpura-pura untuk mendapatkan rasa hormat bahwa kau layak, jika itu yang terjadi kau akan memiliki suara dalam urusan keluarga, kau melihat kau merasa ragu-ragu, menantu ku mempermalukan Mohan Rao begitu banyak, tetapi kau tidak mencoba untuk menghentikannya karena kau tahu dia tidak akan mendengarkan mu, apakah itu benar?" .., kebenarannya adalah bahkan setelah bertahun-tahun kau menikah, menantu ku tidak memberikan ruang untuk mu dalam hidupnya maupun dalam hatinya". Khasi terkejut dan menangis berkata"ibu... bagaimana kau bisa mengatakan itu?"Kumud mengatakan "Khasi, kami mengatakan ini berdasarkan dari apa yang telah kami lihat disana".

Khasi mengatakan "kau hanya melihat dia, sedangkan aku merasa dia.., ibu kau tahu apa yang terjadi ketika Baji kembali kerumah saat ini, ia begitu tersesat setlah melihat aku dan ia lupa untuk masuk, aku harus memegang tangannya dan membawa dia kedalam, ketika ibu mertua ku mengirim kami untuk pergi kekuil, ia berbicara tentang cinta sepanjang perjalanan, aku melihat kebahagiaan di wajahnya untuk pertama kalinya, kebahagiaan yang kembali pada dirinya yang ku cintai ". Khasi tersenyum menyembunyikan kepedihannya, Shiv Bai mengatakan " tapi kashi.., Khasi mengatakan " kalung ini..." aku kira kau tidak melihat ini dia memberikan ini pada ku, dai merasa malu untuk memberikannya pada ku didepan semua orang, jadi aku menyebutkan nama Rakhma untuk menggodanya" Khasi tersipu malu". Kumud tidak mempercayai dan berkata " jika itu memang benar mengapa kau menangis saat kau mengatakan ini?" Khasi mengatakan "kita akan cendrung menangis ketika mendapatkan apa yang kita inginkan, setelah menunggu begitu lama, tapi kau tidak akan memahaminya, itu karena ibu mertua ku, Rakhma dan aku yang tetap hidup disaat-saat menunggu bukan kalian berdua". Kumud mengatakan "Jika itu memang benar adanya buktikan, adik mu telah di permalukan di depan mertua mu, jika suami mu memiliki sedikit rasa hormat pada mu bawa dia untuk menghormati keluarga mu .. tanyakan pada Baji memintalah maaf pada Mohan sekarang, itu juga di depan semua orang ". Khasi Bai terkejut dan menatap wajah ibunya, Kumud penuh dengan kemarahan pada Bajirao.

Malam Hari, pertarungan pedang antara Bure Khan dengan Matsani masih berlanjut,  disisi lain Bajirao sedang berlatih pedang untuk melepaskan kekasalannya di balkon. Matsani bertarung pedang dengan Bure Khan dan menjawab tantangan darinya untuk membebaskan saudaranya Jagat Raj dan Mtsani mengalahkan Bure Khan dan seirama dengan putaran pedang saat Bajirao berlatih pedang, Bure Khan berlari dan akan kembali menyerang namun Mahatsani menyelengkatnya dan gerakan itu pun sama seperti gerakan yang dilakukan Bajirao, Bure Khan jatuh dan Matsani mengarahkan pedang didepan matanya, Matsani mengatakan "katakan pada ku Bure Khan, sekarang apa yang kamu mau?" apakah kau ingin hidup atau mati syhaid?" .

Bure Khan berkata "aku akan membebaskan pangeran Jagat tanpa sayarat". Para pengawal Bure Khan melepaskan pedang mereka dari leher pangeran Jagat, Matsani berkata "dalam budaya kami, ketika pangeran kembali kerumah kami memberikan sedekah untuk orang miskin, demikian juga biarkan aku memberikan rasa simpati ku atas nama putri dari raja  Bundelkhan untuk cadangan hidup mu". Matsani melangkah mundur, Bure Khan bangun dan berkata pada pangeran Jagat  "ketika seorang pria mengambil bantuan dari seoramh wanita, dia bukan lagi seorang manusia, kau mendapatkan belas kasihan dari ku, tapi kau masih cukup jantan dan sekarang kau telah bebas, tapi kau bukan lagi seorang pria". Matsani kesal dan akan menyerang Bure Khan tapi pangeran Jagat menghentikannya, pangeran Jagat kesal dan menatap penuh amarah pada Matsani, ia berkata "Kau akan membayar untuk semua ini". pangeran Jagat bergegas untuk pergi meninggalkan Matsani


Precap: Chimaji meminta Kaka untuk membawa Vaid ji. Baji datang dan bertanya apa yang terjadi pada Baba. Chima ji mengatakan Baba..... Baji kaget.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar