![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 119 DIINTERPETASIKAN DAN DITERJEMAHKAN OLEH MADE |
Index : Bajirao telah berjanji kepada penduduk desa bahwa dia tidak akan merayakan festival apapun sampai keadilan diberikan kepada petani yang terkena dampak kebakaran lahan pertanian. Setelah memenuhi janjinya, Bajirao mengumumkan bahwa upacara penamaan adiknya akan dilakukan keesokan harinya. Baji mengatakan bahwa meskipun Aayi telah melahirkan, tapi istrinya yang telah memberikan nyawanya, dia menamainya Anu Bai.
--------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------
Khasi sedang menunggu Bajirao dimalam hari dengan sangat gelisah, ia berbalik dan menemukan Bajirao sedang melakukan puja di mandir mahadev, Khasi tersenyum. Radha datang bersama dengan Khasi dan Bihu lalu Shiv Bai dan Kumud juga datang kesana. Saat Bajirao berjalan mengelilingi patung siwa dengan membawa pot ditangannya, kakinya tertusuk pecahan pot yang ada dilantai Khasi terkejut dan terharu, kemudian ia bergegas untuk membersihkan pecahan pot yang berserakan di lantai.
Keesokan harinya, semua warga desa berkumpul dirumah Radha Bai, Baji dan keluarganya membagikan beberapa hadiah untuk warga desa, seorang wanita berterima kasih dan mencakupkan keduatangan diatas kepalanya, Baji menolak dan menurunkannya berkata "Bibi, haruskah orang yang lebih tua mengangkat tangan mereka atau hanya digunakan untuk memberkati kami, berkatilah aku bi sehingga aku bisa melakukan tusas ku untuk melayani negara sampai akhir hayat ku". Wanita itu berkata " semoga dewa memenuhi semua keinginan mu", dan ia berkata pada Khasi "Kau benar-benar sangat beruntung memiliki suami seperti Baji". Khasi tersenyum melirik Bajiao yang ada disampingnya, wanita itu pergi dan berdiri di deretan baris penduduk desa yang lainnya. Bajirao berkata " aku telah bersumpah, sampai aku bisa mengganti semua kerugian tanah pertanian yang telah terbakar tidak akan ada perayaan Naamkaran di rumah kami dan hari ini tugas ku telah ku penuhi, itu sebabnya dalam penamaan adik ku tidak akan ada lagi hambatan dan upacara penamaan adik ku akan berlangsung besok". Semua warga desa bersorak sorai untuk keluarga Peshwa Balaji Vishwanath Bahat, Radha Bai tersenyum.
Malam hari, Bajirao mengumpulkan semua replika pedang dan akan pergi. Khasi datang mengehtikan Bajirao berkata "kau mau kemana hingga takut terlambat di malam hari" . Bajirao mengatakan "Setiap jiwa di tanah air ini berani, tapi hanya keberanian saja tidak bisa mengalahkan musuh mu, seiring dengan keberanian seseorang harus memiliki senjata dan juga pengetahuan tentang perang". Khasi bertanya "Jadi, kau ingin mengajarkan ilmu pedang pada mereka?" Bajirao menjawab "Iya". Khasi bertanya "apakah kau tidak lelah setelah bekerja begitu keras, sepanjang hari?". Bajirao berkata "aku tidak akan lelah ataupun akan berhenti sebelum sampai pada tujuan ku.., sampai ayah ku kembali aku akan membuat setiap anak di desa ini cukup mampu untuk membela dirinya sendiri dan juga keluarganya". Khasi bertanya "Tapi kenapa, kau hanya tentara yang hanya untuk melindungi dalam situasi yang suliy maka kau butuh prajurit yang lainnya ". Bajirao berkata "prajurit tidak jatuh dari langit, dan orang-orang yang berdiri dalam situasi ini adalah pejuang sejati, apakah setiap jiwa disini akan mendapatkan bayaran setelah perang tapi dia harus mampu untuk melakukannya". Khasi hanya terdiam saat Baji pergi.
Radha Bai memanggil kasi, ia sedang duduk di ayunan. Radha berkata "jangan khawatirkan dia, kemarilah"... Khasi memanggil dan menghampiti Radha "Ibu mertua". Radha meminta Khasi tenang, Khasi duduk di sampingnya. Radha berkata "Khasi, apapun yang Baji lakukan, itu bukanlah keslahannya itu hanyalah efek asuhan .. Balaji dan aku telah menanamkan nilai tersebut didalam dirinya". Kilas balik di tampilkan ketika Balaji dan Radha datang dan pandit memberitahu nasib Baji, dan Balaji saat itu menghawarirkan nyawa Baji yang setiap saat akan terus berkurang dan Balaji memutuskan untuk mengajarkannya banyak hal sehingga saat Bajirao tumbuh akan tertulis di dalam sejarah. Kilas Balik berakhir. Khasi bertanya pada Radha " Bagaimana aku bisa membiarkannya dalam bahaya?.. apakah kau tidak takut?".
Radha hanya tersenyum dan meminta Khasi mendekat, Khasi tidur dipangkuannya, Radha bertanya "katakan pada ku apa yang akan kau lakukan saat kau takut berada ditempat yang gelap, apa yang akan kau kerjakan?". Khasi menjawab "aku akan menyalakan lampu". Radha tersenyum dan berkata "apa kau tahu khasi ada kegelapan di tambang dan dikehidupan Balaji, dan saat saat itu kita hanya bisa berfikir tentang teror dari Mughal". Radha mengingat masa-masa suram dan terrot yang di lakukan Mughal terhadap semua penduduk desa, Radha berkata " kami selalu berdoa kepada dewa untuk menyalakan lampu dan menghilangkan kegelapan, Baji adalah lampu itu Khasi.., dia lahir untuk mengakhiri kegelapan, itu tujuannya..., sebuah lampu tidak pernah melindungi dari kegelapan, itu sebabnya kita harus memastikan bahwa lampu itu tidak pernah kehabisan minyak.., Balaji dan aku telah memutuskan bahwa kami tidak pernah membiarkan perasaan memerintah diri sendiri dalam hati Baji dan terpadamkan". Sebuah lampu minyak tertiup angin .
Radha hanya tersenyum dan meminta Khasi mendekat, Khasi tidur dipangkuannya, Radha bertanya "katakan pada ku apa yang akan kau lakukan saat kau takut berada ditempat yang gelap, apa yang akan kau kerjakan?". Khasi menjawab "aku akan menyalakan lampu". Radha tersenyum dan berkata "apa kau tahu khasi ada kegelapan di tambang dan dikehidupan Balaji, dan saat saat itu kita hanya bisa berfikir tentang teror dari Mughal". Radha mengingat masa-masa suram dan terrot yang di lakukan Mughal terhadap semua penduduk desa, Radha berkata " kami selalu berdoa kepada dewa untuk menyalakan lampu dan menghilangkan kegelapan, Baji adalah lampu itu Khasi.., dia lahir untuk mengakhiri kegelapan, itu tujuannya..., sebuah lampu tidak pernah melindungi dari kegelapan, itu sebabnya kita harus memastikan bahwa lampu itu tidak pernah kehabisan minyak.., Balaji dan aku telah memutuskan bahwa kami tidak pernah membiarkan perasaan memerintah diri sendiri dalam hati Baji dan terpadamkan". Sebuah lampu minyak tertiup angin .
Keesokan paginya uapcara penamaan bayi (Naamkaran) di lakukan, semua orang datang ke rumah Radha, Pandit Ji berkata "Bajirao, sudah waktunya memulai upacara penamaan". Pandit ji memberikan bayi pada Baji. Bajirao mengatakan "Ibu telah melahirkan mu, tapi istri ku memberikannya hidupnya, aku akan menamakannya Anu Bai", semua orang tersenyum bahagia dan Padndit ji dan semua orang memberkatinya. Radha dan Bajirao tersenyum. Radha duduk bersama dengan Bajirao dan Khasi Bai. Bajiro mengatakan "apapun yang kau lakukan hari ini, aku tidak tahu bagaimana aku harus berterima kasih untuk itu, tapi kau telah membuktikan jika perlu pengantin yang baru saja menikah harus berani, kau tidak hanya menyelamatkan Anu Bai, kau telah merawat ibu ku dan juga Chimna, seaindainya kau tidak bersihkukuh dan jika aku tidak mengambil sumpah mungin keluarga ku tidak kembali menjadi sehat dan bahagia hari ini".
Khasi tersenyum, Kumud berkata"Baji itu rahmat dari dewa, kau telah menyadari bahawa Khasi kami hanya menginginkan yang terbaik untuk mu dan itu tidak buruk untuk menerima nasehat ku dan berhenti berusaha untuk menjadi prajurit ". Khasi marah berkata "Cukup bibi..". Shiv Bai dan Kumud terkejut. Khasi berkata " jangan memberitahu suami ku apa yang harus dia lakukan dan apa yang tidak boleh di lakuakan". Shiv Bai menergur Khasi berkata " Khasi, bagaimana kau bisa berbicara seoerti itu pada Bibi mu ?.. Kau menginginkan hal itu". Khasi mengatakan "Ibu mertua memang benar bahwa aku takut mengirim suami ku pergi kemedan perang, aku takut jika bahaya akan datang kepadanya, itu bukan berarti aku harus menyakiti orang lain". Bajirao bertanya "Aku tidak mengerti khasi?".
Khasi tersenyum, Kumud berkata"Baji itu rahmat dari dewa, kau telah menyadari bahawa Khasi kami hanya menginginkan yang terbaik untuk mu dan itu tidak buruk untuk menerima nasehat ku dan berhenti berusaha untuk menjadi prajurit ". Khasi marah berkata "Cukup bibi..". Shiv Bai dan Kumud terkejut. Khasi berkata " jangan memberitahu suami ku apa yang harus dia lakukan dan apa yang tidak boleh di lakuakan". Shiv Bai menergur Khasi berkata " Khasi, bagaimana kau bisa berbicara seoerti itu pada Bibi mu ?.. Kau menginginkan hal itu". Khasi mengatakan "Ibu mertua memang benar bahwa aku takut mengirim suami ku pergi kemedan perang, aku takut jika bahaya akan datang kepadanya, itu bukan berarti aku harus menyakiti orang lain". Bajirao bertanya "Aku tidak mengerti khasi?".
Khasi berkata pada Bajirao " apapun yang terjadi, aku akan mengatakannya sekarang dan itu akan membuat mu membenci aku dan juga keluarga ku, tidak peduli dengan hasilnya aku akan mengatakan kepada mu yang sebenarnya". Shiv Bai mencegah dan menegurnya. Radha mengatakan "Khasi, kau tidak harus takut katakan yang sebenarnya untuk keluarga mu sendiri, apapun itu beritahu kami". Khasi mengatakan "Ibu mertua, dia benar saat mengatakan kesehatan mu memburuk karena murka dewa, tapi sebealiknya bibi ku menaruh bubuk( obat) bius di dalam makanan mu dan membuat mu jatuh sakit".Semua orang terkejut. Khasi mengatakan " dia dipaksa mengambil sumpah untuk tinggal". Kumud mengatakan "Khasi, kau masih kecil.., kau salah mengerti mengapa aku melakukannya, tapi adik ipar ku tidak melakukan kesalahan apapun". Chimna menjawab " dan aku terluka itu bukan kecelakaan kau yang telah sengaja melakukan itu, Bibi". Semua orang terkejut, wajah Shiv Bai terlihat tegang, Chimna menceritakan semua kejadian saat dirinya terjatuh dari tangga. Kilas Balik ditampilkan saat Chimna ji menuruni anak tangga mencari Khasi dan kemudian Kumud berdiri dibelakangnya dan sengaja mendorongnya dan saat itu Bajirao mencurigai bahwa Khasi yang telah melakukannya dan Chimna menatap wajah Kumud dan menjelaskan Khasi tidak melakukan apa-apa pada dirinya". Kilas Balik berakhir.
Chimna Ji mengatakan "aku tahu, seharusnya aku mengatakan itu pada kakak ipar tentang hal itu dia tidak akan percaya, Bahkan jika dia tidak melakukannya maka ketenangan rumah dan banyak hubungan yang akan berantakan, itu sebabnya aku tidak mengatakan apa-apa, semua yang aku lakukan hanya untuk kebahagiaan mu, Khasi". Kumud mengatakan " semua yang aku lakukan adalah untuk kebahagiaan mu". Khasi menangis berkata "bagaimana aku bisa bahagia, jika keluarga ku tidak bahagia? " . Shiv Bai mengatakan "tenangkan diri mu Khasi". Khasi mengatakan pada Shiv Bai "Ibu, aku tahu bahwa kau sangat mencintai ku, kau ingin apa yang terbaik untuk ku, tapi kebahagiaan ku terletak pada kebahagian keluarga ini, aku yang akan mengurus keluarga ku ibu dan aku tidak butuh bantuan mu untuk itu". Shiv Bai dan Kumud terkejut. Khasi memohon agar ibunya dan bibinya pergi dan kembali kerumahnya. Bajirao mengatakan pada Khasi "kau tidak perlu semarah itu pada ibu dan juga Bibi, ibu mu bukan istri dari prajurit atau ibu untuk seorang pahlawan, itu sebabnya dia bisa mengerti keadaan rumah ini, ketika prajurit melangkah pada medan peperangan, tapi dia tidak bisa mengerti dengan kebanggan mereka, semua yang di lakukan hanya untuk kebahagiaan ankaknya". Shi bai berterima kasih atas kemurahan hati Bajirao dan berpendapat bahwa apa yang telah di katakan Khasi Bai adalah hal yang benar, menurutnya bahwa seorang gadis bisa mendapatkan kebahagiaan dirumah mertuanya hanya ketika mantan keluarga kandungnya tidak ikut campur dalam kehdiupannya, Shiv Bai berpamitan dan akan pergi meninggalkan rumah Bajirao. Khasi menangis menatap ibunya, Shiv Bai dan Kumud pergi dari sana, Khasi menangis memeluk Radha.
Balaji telah pulang, semua anak berlari keluar menyambut dan memeluknya ayah mereka, mereka tertawa bahagia. Radha bahagia melihat Balaji, dan memberikan Ani Bai di gendongan Balaji dan mengatakan "Anu Bai". Anu Bai menangis saat Balaji menggendongnya, lalu Balaji memberikannya pada Khasi. Radha Bai bertanya pada Balaji "Mengapa kali ini kau datang terlambat?" Balaji menjawab " aku telah menulis surat aku terlibat dengan pekerjaan penting". Radha bertanya "dan pada Naamkaran Baji kau mengalahkan kematian dan kembali, lalu kenapa kau tidak datang kali ini?". Bajirao bertanya pada Balaji "ayah apa yang terjadi dalam perjalanan mu?" Radha menegur Bajirao "Baji, dia baru saja kembali, biarkan dia istrirahat ". Balaji mengatakan "Baji telah menunggu begitu lama, jangan menghentikannya". Balaji mengajak Bajirao masuk.
Malam hari, Bajirao akan pergi dengan pedang di tangannya, Khasi datang menemuinya. Bajirao bertanya "apa yang terjadi?" . Khasi mengatakan "Kau tidak akan berhenti sebelum kau sampai pada tujuan mu, tapi bisakah kau beristirhat". Bajirao menolak berkata "tidak, aku harus melakukannya malam ini, kerena setelah pemujaan dewa siwa waktu itu, aku tidak punya waktu atau energi cadangan". Kashi mengatakan " tapi sekarang kau tahu apa yang sedang terjadi pada ibu mu itu bukan karena dewa murka lalu mengapa kau mau memenuhi janji, jadi kau akan menentang janji ini dari awal kan?". Bajirao mengatakan "aku tidak menentang janji, aku hanya menentang keyakinan yang buta di balik janji, sekarang aku telah mengambi janji itu.., sebuah janji tidak di tinggalkan tapi itu harus di tegakkan, tidak peduli seberapa besar haraganya itu akan menuntut dan menghasilkan". Khasi mengatakan "seorang istri juga disebut setengah lebih baik yang berarti setngah bagiannya adalah untuk kebahagiaan suaminyam kesedihan, dilema dan janji, kau telah memenuhi setangah janji itu dan aku akan menmenuhi sisanya, aku akan memegang janji ini di tempat mu". Bajirao mengatakan "tapi kau tidak perlu melakukannya, Khasi".
Khasi mengatakan "tapi ini penebusan dosa ku karena telah menyembunyikan kebenaran dari mu .., keluarga ku secara tidak sengaja menjadi penyebabnya untuk rasa sakit yang telah ditanggung semua orang ..,", Bajirao menatap Khasi. Khasi berkata " aku bisa melihat bahwa kau tidak bisa pergi untuk ikut berkampanye bersama dengan ayah mu, tidak hanya kau dan seluruh keluarga menjadi sangat marah karena itu, jadi aku bisa mengembalikan kebahagiaan keluarga ini dengan menyelesaikan janji dan aku siap untuk melakukannya berkali-kali". Bajirao mengatakan "aku senang mendengarnya bahwa kau telah mengerti aku seorang pejuang dan akan tetap begitu selamanya, tidak akan ada yang bisa untuk menghalangi dari jalan ku, baik itu senyum mu atau juga air mata mu". Bajirao pergi, Khasi terdiam dan menatapnya.
Radha datang menemui Balaji yang sedang duduk sedniri di ayunan, ia duduk disamping suaminya dan tersenyum. Radha berkata " apakah kau tahu apa yang ku ingat saat kau pergi dan tidak kembali dalam waktu yang lama?" saat ini, apakah kau tahu kenapa".. itu bukan karena kau peswa dan aku paswin Bai, bukan sebagai ibu dan ayah tapi ini adalah saatnya suami dan istri ini tentang kita, hanya ada kau dan aku dan tidak ada yang lain, tidak ada pikiran lain". Balaji hanya terdiam, Radha bertanya " apa yang terjadi?" saat akan menyentuh tangan Radha Balaji berkata "aku ingin mengatakan sesuatu". Balaji, Bajirao dan Gotiya memakai pakian perang, Malhar datang memberitahu jika kuda mereka telah di siapkan, Radha melakukan tilak pada Balaji ia nampak sangat kesal dan memberikan pedang pada Balaji. Balaji ingin mengatakan sesuatu namun Radha menjauh darinya dan berkata pada Chimna untuk memanggil kakak ipar Khasi karena Khasi akan melakukan ritual untuk Bajirao". Chimna masuk, Balaji pergi bersama Malhar dan Gotiya. Bajirao bertanya "mengapa kau memanggilnya, aku telah mengatakan kepadanya bahwa aku tidak akan berhenti bahkan saat dia meminta ku untuk itu".
Radha mengatakan :sebuah percakapan dilakukan dalam hubungan, itu bukan pecakapan jika hanya dilakukan satu orang jika berbicara dan mendengarkan yang lainnya". Bajirao mengatakan "jika itu terjadi maka aku akan mendapatkannya sendiri". Bajirao marah dan Khasi datang membawakan aarti untuk suaminya. Bajirao mencoba untuk berbicara namun Khasi Bai mengatakan " jika kau berfikir aku akan menangis saat melihat mu pergi meninggalkan ku, kau salah.., jika anak-anak dinegeri ini dapat memenuhi kewajiban mereka maka anak-anak perempuan di negeri ini juga dapat memenuhi tugas mereka menjaga dunia, aku akan mengurus rumah dan aku akan membuat rumah ini menjadi lebih indah daripada surga".
Saat Khasi akan melakukan tilak, Bajirao berjalan mengambil obor yang mengantung didinding, ia menggandeng tangan Khasi lalu menaruh obor di celah batu. Bajirao berumpah demi istrinya Khasi " aku bersumpah kepada mu, tidak peduli seberapa jauh aku pergi untuk misi ku aku pasti akan datang kembali kerumah.. ini adalah janji Bajirao Ballad Bahat ". Khasi mengatakan "kau sendiri yang menyalakan obor ini, tapi ini adalah tugas kita untuk tetap menyalakannya". Khasi melakukan tilaak dan artinya untuk Bajirao, Baji menatapnya, Khasi memberikan pedang Baji, mereka kembali menemui Radha, Radha memeluk Bajirao dan menangis dan memintanya untuk pergi, Baji pergi menunggangi kudanya.., Khasi menangis di pelukan Radha
Balaji telah pulang, semua anak berlari keluar menyambut dan memeluknya ayah mereka, mereka tertawa bahagia. Radha bahagia melihat Balaji, dan memberikan Ani Bai di gendongan Balaji dan mengatakan "Anu Bai". Anu Bai menangis saat Balaji menggendongnya, lalu Balaji memberikannya pada Khasi. Radha Bai bertanya pada Balaji "Mengapa kali ini kau datang terlambat?" Balaji menjawab " aku telah menulis surat aku terlibat dengan pekerjaan penting". Radha bertanya "dan pada Naamkaran Baji kau mengalahkan kematian dan kembali, lalu kenapa kau tidak datang kali ini?". Bajirao bertanya pada Balaji "ayah apa yang terjadi dalam perjalanan mu?" Radha menegur Bajirao "Baji, dia baru saja kembali, biarkan dia istrirahat ". Balaji mengatakan "Baji telah menunggu begitu lama, jangan menghentikannya". Balaji mengajak Bajirao masuk.
Malam hari, Bajirao akan pergi dengan pedang di tangannya, Khasi datang menemuinya. Bajirao bertanya "apa yang terjadi?" . Khasi mengatakan "Kau tidak akan berhenti sebelum kau sampai pada tujuan mu, tapi bisakah kau beristirhat". Bajirao menolak berkata "tidak, aku harus melakukannya malam ini, kerena setelah pemujaan dewa siwa waktu itu, aku tidak punya waktu atau energi cadangan". Kashi mengatakan " tapi sekarang kau tahu apa yang sedang terjadi pada ibu mu itu bukan karena dewa murka lalu mengapa kau mau memenuhi janji, jadi kau akan menentang janji ini dari awal kan?". Bajirao mengatakan "aku tidak menentang janji, aku hanya menentang keyakinan yang buta di balik janji, sekarang aku telah mengambi janji itu.., sebuah janji tidak di tinggalkan tapi itu harus di tegakkan, tidak peduli seberapa besar haraganya itu akan menuntut dan menghasilkan". Khasi mengatakan "seorang istri juga disebut setengah lebih baik yang berarti setngah bagiannya adalah untuk kebahagiaan suaminyam kesedihan, dilema dan janji, kau telah memenuhi setangah janji itu dan aku akan menmenuhi sisanya, aku akan memegang janji ini di tempat mu". Bajirao mengatakan "tapi kau tidak perlu melakukannya, Khasi".
Khasi mengatakan "tapi ini penebusan dosa ku karena telah menyembunyikan kebenaran dari mu .., keluarga ku secara tidak sengaja menjadi penyebabnya untuk rasa sakit yang telah ditanggung semua orang ..,", Bajirao menatap Khasi. Khasi berkata " aku bisa melihat bahwa kau tidak bisa pergi untuk ikut berkampanye bersama dengan ayah mu, tidak hanya kau dan seluruh keluarga menjadi sangat marah karena itu, jadi aku bisa mengembalikan kebahagiaan keluarga ini dengan menyelesaikan janji dan aku siap untuk melakukannya berkali-kali". Bajirao mengatakan "aku senang mendengarnya bahwa kau telah mengerti aku seorang pejuang dan akan tetap begitu selamanya, tidak akan ada yang bisa untuk menghalangi dari jalan ku, baik itu senyum mu atau juga air mata mu". Bajirao pergi, Khasi terdiam dan menatapnya.
Radha datang menemui Balaji yang sedang duduk sedniri di ayunan, ia duduk disamping suaminya dan tersenyum. Radha berkata " apakah kau tahu apa yang ku ingat saat kau pergi dan tidak kembali dalam waktu yang lama?" saat ini, apakah kau tahu kenapa".. itu bukan karena kau peswa dan aku paswin Bai, bukan sebagai ibu dan ayah tapi ini adalah saatnya suami dan istri ini tentang kita, hanya ada kau dan aku dan tidak ada yang lain, tidak ada pikiran lain". Balaji hanya terdiam, Radha bertanya " apa yang terjadi?" saat akan menyentuh tangan Radha Balaji berkata "aku ingin mengatakan sesuatu". Balaji, Bajirao dan Gotiya memakai pakian perang, Malhar datang memberitahu jika kuda mereka telah di siapkan, Radha melakukan tilak pada Balaji ia nampak sangat kesal dan memberikan pedang pada Balaji. Balaji ingin mengatakan sesuatu namun Radha menjauh darinya dan berkata pada Chimna untuk memanggil kakak ipar Khasi karena Khasi akan melakukan ritual untuk Bajirao". Chimna masuk, Balaji pergi bersama Malhar dan Gotiya. Bajirao bertanya "mengapa kau memanggilnya, aku telah mengatakan kepadanya bahwa aku tidak akan berhenti bahkan saat dia meminta ku untuk itu".
Radha mengatakan :sebuah percakapan dilakukan dalam hubungan, itu bukan pecakapan jika hanya dilakukan satu orang jika berbicara dan mendengarkan yang lainnya". Bajirao mengatakan "jika itu terjadi maka aku akan mendapatkannya sendiri". Bajirao marah dan Khasi datang membawakan aarti untuk suaminya. Bajirao mencoba untuk berbicara namun Khasi Bai mengatakan " jika kau berfikir aku akan menangis saat melihat mu pergi meninggalkan ku, kau salah.., jika anak-anak dinegeri ini dapat memenuhi kewajiban mereka maka anak-anak perempuan di negeri ini juga dapat memenuhi tugas mereka menjaga dunia, aku akan mengurus rumah dan aku akan membuat rumah ini menjadi lebih indah daripada surga".
Saat Khasi akan melakukan tilak, Bajirao berjalan mengambil obor yang mengantung didinding, ia menggandeng tangan Khasi lalu menaruh obor di celah batu. Bajirao berumpah demi istrinya Khasi " aku bersumpah kepada mu, tidak peduli seberapa jauh aku pergi untuk misi ku aku pasti akan datang kembali kerumah.. ini adalah janji Bajirao Ballad Bahat ". Khasi mengatakan "kau sendiri yang menyalakan obor ini, tapi ini adalah tugas kita untuk tetap menyalakannya". Khasi melakukan tilaak dan artinya untuk Bajirao, Baji menatapnya, Khasi memberikan pedang Baji, mereka kembali menemui Radha, Radha memeluk Bajirao dan menangis dan memintanya untuk pergi, Baji pergi menunggangi kudanya.., Khasi menangis di pelukan Radha
Precap:
Seorang Baji dewasa bertengkar dengan mughal. Kemudian beberapa mughal memukul panah menuju Baji. Lampu kilat dimatikan. Kashi kaget.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar